Anda di halaman 1dari 22

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

DETEKSI DINI MASALAH KESEHATAN JIWA

PEMERINTAH KOTA PALOPO


PUSKESMAS BARA PERMAI
2016
KERANGKA ACUAN

DETEKSI DINI MASALAH KESEHATAN JIWA

I. PENDAHULUAN
Kesadaran jiwa adalah kondisi mental sejahtera yang memungkinkan hidup harmonis
& produktif sebagai yang utuh dari kualitas hidup seseorang dengan memperhatikan semua
dari segi kehidupan manusia dengan menyadari sepenuhnya kemampuan dirinya.

II. LATAR BELAKANG


Deteksi dini masalah kesehatan jiwa adalah suatu proses pengumpulan data melalui
kunjungan rumah dimasyarakat untuk mengetahui berapa jumlah pasien yang terkena
gangguan kesehatan jiwa yang baru d temukan dimasyarakat tingkat Puskesmas Bara
Permai yang terdiri dari 4 kelurahan.
Demi tercapainya masyarakat wilayah Puskesmas Bara Permaiyang sehat yang hidup
mandiri secara sehat dan produktif.

III. TUJUAN
A. Tujuan Umum
Untuk mengetahui berapa banyak penderita gangguan kesehatan jiwa yang baru
ditemukan di wilayah Puskesmas Bara Permai yang positif mengalami gangguan jiwa.
B. Tujuan Khusus
1. Dengan dilakukan deteksi dini, maka memudahkan petugas memantau untuk
mengunjungi pasien jiwa.
2. Untuk meningkatkan kemampuan petugas kesehatan jiwa memantau pasien jiwa
yang ada di desanya.
3. Untuk mempercepat proses monitoring dan menetapkan diagnose keperawatan
terhadap pasien jiwa.
4. Untuk mengetahui apakah ada penambahan pasien ganggunan jiwa dari yang sudah
ada.

IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


A. Kegiatan Pokok
Deteksi dini pasien gangguan jiwa
B. Rencana Kegiatan
1. Melakukan kunjungan rumah
2. Mereka semua didata yang didapat dari masyarakat
3. Menentukan jumlah pasien gangguan jiwa
4. Membuat pelaporn (dokumentasi)
V. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
A. Membuat surat kepada Lurah tentang pelaksanaan Kegiatan Deteksi Dini Gangguan
Kesehatan Jiwa pada masyarakat.
B. Lurah menyampaikan informasi kepada RT atas kegiatan Deteksi Dini yang akan
dilakukan.
C. Meyiapkan format deteksi dini
D. Melakukan kunjungan rumah dengan mendata jumlah pasien gangguan jiwa yang
ditemukan di masyarakat.
E. Mencatat nama pasien yang ditemukan mengalami gangguan kesehatan jiwa.
F. Membuat kesepakatan dengan keluarga / pasien yang mengalami gangguan jiwa untuk
datang dikunjungi kemudian diberikan atas penyakit yang dialaminya.
G. Membuat pelaporan hasil deteksi dini psien jiwa (dokumentasi)

VI. SASARAN
Keluarga / yang mempunyai gejalah gangguan jiwa

VII. JADWAL PELAKSAAN KEGIATAN


Dilaksanakan di 4 Kelurahan bulan maret 2017
No PELAKSANA KELUARAHAN HARI / TANGGAL
1 NILAWATI
MANCANI SENIN, 6 Maret 2017
IDAYANTI
2 NILAWATI
BATU WALENRANG SELASA, 14 MARET 2017
IDAYANTI
3 NILAWATI
BUNTU DATU SENIN, 20 MARET 2017
IDAYANTI
4 NILAWATI
TOBULUNG SABTU, 25 MARET 2017
IDAYANTI

VIII. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN PELAPORAN


Evaluasi pelaksaan kegiatan dan pelaporan dilakukan setelah kegiatan selesai,
dilaksanakan di Puskesmas Bara Permai.

IX. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN


A. Pencatatan
Pencatatan kegiatan menggunakan format pendataan.
B. Pelaporan
Hasil dari evaluasi dilaporkan ke Kepala Puskesmas Bara Permai dan diverifikasi
oleh tim verifikator BOK Dinas Kesehatan Kota Palopo.
C. Evaluasi Kegiatan
Evaluasi kegiatan dilakukan setelah kegiatan pendataan dilakukan di kelurahan.
X. TATA NILAI KESEHATAN JIWA
A. Amanah : jujur dan bertanggung jawab
B. Sopan : bertutur dan berbahasa yang sopan
C. Efektif : bekerja sesuai SOP
D. Inovatif : menciptakan lingkungan masyarakat yang sehat jiwa (jasmani dan rohani)
yang memungkinkan hidup harmonis dan produktif.

XI. PERAN LINTAS PROGRAM


Upaya promkes melakukan penyuluhan tentang bahaya nafsa.

XII. PERAN LINTAS SEKTOR


Lurah dan RT /RW: membantu memantau pasien jiwa yang ada di kelurahan

XIII. PENUTUP
Demikian kerangka acuan ini dibuat untuk dipedomani dalam kegiatan deteksi dini
masalah kesehatan jiwa di masyarakat.

Mengetahui,

Kepala Puskesmas Bara Permai Penanggung Jawab UKM


Pengembangan

Hj. Herawati, S.Km Rifmah Asman, S.Kep


NIP : 19671128 198802 2 001 NIP : 19851230 200902 2 009
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
PENDAMPINGAN KESEHATAN JIWA

PEMERINTAH KOTA PALOPO


UPTD PUSKESMAS BARA PERMAI
2016
KERANGKA ACUAN PEMBINAAN GANGGUAN KESEHATAN
JIWA TINGKAT PUSKESMAS LAMASI

A. PENDAHULUAN
Dalam ragka menciptakan masyarakat yang sehat jiwa ( sehat jasmani dan rohani),
olehnya dilakukan pembinaan kesehatan jiwa di masyarakat. Kesehatan jiwa adalah suatu
kondisi mental sejahtera yang memungkinkan hidup harmonis dan produktif, sebagai
satuan yang utuh dari kualitas hidup seseorang dengan memperhatikan semua segi
kehidupan manusia, dengan menyadari sepenuhnya kemampuan dirinya.

B. LATAR BELAKANG
Pendampingan kesehatan jiwa adalah memberikan konseling kepada keluarga pasien
dan penderita gangguan jiwa agar mengetahui tentang penyakit jiwa melalui kunjungan
rumah pada sasaran yang sudah terdata.
Dari hasil surfei ini akan ditinjau ulang lagi apakah sudah ditemukan pasien pasien
yang sudah sembuh atau masih dalam proses pengobatan.
Rencana di 2017 akan dilakukan pendampingan berikut untuk 4 kelurahan tersisa yang
belum dilakukan pendampingan. Demi tercapainya masyarakat wilayah Puskersmas
BAPER yang sehat dan hidup normal dan produktif.

C. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Agar keluarga penderita gangguan kesehayan jiwa di wilayah Puskesmas BAPER
mengetahui tentang penyakit gangguan jiwa.
2. Tujuan Khusus
a. Dengan dilakukan pembinaan maka dimudahkan petugas untuk melakukan
konseling pasien jiwa.
b. Untuk meningkatkan kemampuan petugas kesehatan jiwa memantau kesehatan
jiwa yang ada di kelurahannya.
c. Untuk mempercepat proses monitoring dan menetapkan diagnose keperawaran
terhadap pasien jiwa
d. Untuk mengetahui apakah ada penambahan pasien gangguan jiwa dari yang sudah
terdata.

D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


1. Pemdampingan pada pasien gangguan jiwa
2. Rincian Kegiatan
a. Melakukan kunjungan rumah di wilayah PKM BAPER sebanyak 4 kelurahan
b. Mereka semua dibina yang di dapat dari masyarakat.
c. Menentukan pasien gangguna jiwa
d. Membuat pelaporan (dokumentasi)

E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


1. Membuat surat kepada Lurah tentang pelaksanaan kegiatan pendampingan gangguan
kesehatan jiwa pada masyarakat.
2. Lurah menyampaikan informasi kepada ketua RT atas kegiatan pendampingan yang
akan dilakukan
3. Menyiapkan format pembinaan / pencatatan
4. Melakukan kunjungan rumah dengan mendampingi pasien gangguan jiwa yang
ditemukan di masyarakat.
5. Mencatan nama pasien yang didampingi yang mengalami gangguan kesehatan jiwa.
6. Membuat kesepakatan dengan warga / pasien yang mengalami gangguan jiwa untuk
datang dikunjungi ulang.
7. Membuat pelaporan hasi pendampingan pasien jiwa.

F. SASARAN
Keluarga / pasien gangguan jiwa yang telah didiagnosis.

G. JADWAL PELAKSAAN KEGIATAN


Dilaksanakan di 4 Kelurahan bulan maret 2017
No PELAKSANA KELUARAHAN HARI / TANGGAL
1 NILAWATI
MANCANI RABU, 8 MARET 2017
IDAYANTI
2 NILAWATI
BATU WALENRANG JUMAT, 10 MARET 2017
IDAYANTI
3 NILAWATI
BUNTU DATU SABTU, 11 MARET 2017
IDAYANTI
4 NILAWATI
TOBULUNG RABU, 15 MARET 2017
IDAYANTI

H. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN PELAPORAN


Evaluasi pelaksaan kegiatan dan pelaporan dilakukan setelah kegiatan selesai
dilaksanakan di Puskesmas Bara Permai.

I. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN


1. Pencatatan
Pencatatan kegiatan menggunakan format pendampingan.
2. Pelaporan
Hasil dari evaluasi dilaporkan ke Kepala Puskesmas BAPER dan diverifikasi oleh
tim verifikator BOK Dinas Kesehatan Kota Palopo.
3. Evaluasi Kegiatan
Evaluasi kegiatan dilakukan setelah kegiatan pendampingan dilakukan di kelurahan.

J. TATA NILAI KESEHATAN JIWA


1. Amanah : jujur dan bertanggung jawab
2. Sopan : bertutur dan berbahasa yang sopan
3. Efektif : bekerja sesuai SOP
4. Inovatif : menciptakan lingkungan masyarakat yang sehat jiwa (jasmani dan rohani)
yang memungkinkan hidup harmonis dan produktif.

K. PERAN LINTAS PROGRAM


Upaya promkes melakukan penyuluhan tentang bahaya nafsa.

L. PERAN LINTAS SEKTOR


Lurah dan RT : membantu memantau pasien jiwa yang ada di kelurahan

M. PENUTUP
Demikian kerangka acuan ini dibuat untuk dipedomani dalam kegiatan pendampingan
gangguan kesehatan jiwa masyarakat

Mengetahui,

Kepala Puskesmas Bara Permai Penanggung Jawab UKM


Pengembangan

Hj. Herawati, S.Km Rifmah Asman, S.Kep


NIP : 19671128 198802 2 001 NIP : 19851230 200902 2 009
DETEKSI DINI KESEHATAN JIWA
No. Dokumen :

No. Revisi :
SOP
Tgl Terbit :

Halaman :

KEPALA
Hj. Herawati, S.Km
PUSKESMAS
NIP : 19671128 198802 2 001
BARA PERMAI

1. Pengertian Deteksi dini kesehatan jiwa adalah proses pengumpulan data melalui kunjungan
rumah di masyarakat untuk mengetahui berapa jumlah pasien yang terkena
gangguan jiwa di masyarakat tingkat Puskermas BAPER.
2. Tujuan 1. Untuk mengetahui berapa banyak penderita gangguan kesehatan jiwa di
wilayah PKM BAPER yang positif sudah mengalami gangguan jiwa.
2. Dengan dilakukan deteksi dini maka memudahkan petugas kesehatan untuk
mengunjungi pasien jiwa
3. Untuk meningkatkan kemampuan petugas kesehatan jiwa memantau pasien
jiwa yang ada di desanya.
4. Untuk mempercepat proses monitoring dan menetapkan diagnose
keperawatan terhadap pasien jiwa.
5. Untuk mengetahui apakah ada penambahan pasien gangguan jiwa dari yang
sudah terdata.
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Bara Permai No.
108/SK/KAPUS/PKM/L/VI/2016 Tentang Kesehatan Jiwa.
4. Referensi Pedoman pelayanan kesehatan jiwa dasar puskesmas, 2004
5. Alat dan Bahan 1. ATK
2. Register Pasien
6.Prosedur 1. Membuat surat kepada Lurah tentang pelaksanaan Kegiatan Deteksi Dini
Gangguan Kesehatan Jiwa pada masyarakat.
2. Lurah menyampaikan informasi kepada RT atas kegiatan Deteksi Dini yang
akan dilakukan.
3. Menyiapkan format deteksi dini
4. Melakukan kunjungan rumah dengan mendata jumlah pasien gangguan jiwa
yang ditemukan di masyarakat.
5. Mencatat nama pasien yang ditemukan mengalami gangguan kesehatan
jiwa.
6. Membuat kesepakatan dengan keluarga / pasien yang mengalami gangguan
jiwa untuk datang dikunjungi kemudian diberikan atas penyakit yang
dialaminya.
7. Membuat pelaporan hasil deteksi dini psien jiwa (dokumentasi)
7. Diagram Alir

Membuat surat kepada Lurah


tentang pelaksanaan kegiatan
deteksi dini gangguan kesehatan
jiwa di masyarakat

Lurah menyampaikan informasi kepada RT


atas kegiatan deteksi dini gangguan jiwa yang
akan dilakukan

Menyiapkan format Dekteksi Dini

Melakukan kunjungan rumah dengan deteksi


jumlah pasien gangguan jiwa yang ditemukan
di masyarakat.

Mencatat nama pasien yang ditemukan


mengalami gangguan kesehatan

Membuat Kesepakatan dengan keluarga /


pasien yang mengalami gangguan jiawa untuk
datang kunjungan ulang kemudian diberikan
pembinaan atas penyakit yang dialaminya

Membuat pelaporan hasil deteksi


dini pasien jiwa

8. Unit Terkait - Program promkes : penyuluhan tentang nafsa


- Lurah
9. Dokumen Penyampaian ke kelurahan
terkait
10. Hal-hal yang Deteksi gangguan jiwa
perlu
diperhatikan
11. Rekaman No. Yang Dirubah Isi Perubahan Tanggal Mulai di berlakukan
Historis
perubahan
PENDAMPINGAN KESEHATAN
JIWA
No. Dokumen : B/KESWA/SOP/VI/2016/183

No. Revisi : 00
SOP
Tgl Terbit : 01 Mei 2016

Halaman : 1/3

KEPALA
Hj. Herawati, S.Km
PUSKESMAS
NIP : 19671128 198802 2 001
BARA PERMAI

1. Pengertian Deteksi kesehatan jiwa adalah memberikan konseling pada keluarga / pasien
gangguan kesehatan jiwa memungkinkan hidup harmonis dan produktif sebagai
bagian yang utuh dari kualitas hidup seseorang.
2. Tujuan 1. Agar keluarga penderita gangguan kesehayan jiwa di wilayah Puskesmas
BAPER mengetahui tentang penyakit gangguan jiwa.
2. Dengan dilakukan pembinaan maka dimudahkan petugas untuk melakukan
konseling pasien jiwa
3. Untuk meningkatkan kemampuan petugas kesehatan jiwa memantau
kesehatan jiwa yang ada di kelurahannya.
4. Untuk mempercepat proses monitoring dan menetapkan diagnose
keperawaran terhadap pasien jiwa
5. Untuk mengetahui apakah ada penambahan pasien gangguan jiwa dari yang
sudah terdata
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Bara Permai No.
108/SK/KAPUS/PKM/L/X/2016. Tentang Kesehatan Jiwa.
4. Referensi Pedoman pelayanan kesehatan jiwa dasar puskesmas, 2004
5. Alat dan Bahan 1. ATK
2. Register Pasien
6.Prosedur 1. Membuat surat kepada Lurah tentang pelaksanaan kegiatan pendampingan
gangguan kesehatan jiwa pada masyarakat.
2. Lurah menyampaikan informasi kepada ketua RT atas kegiatan
pendampingan yang akan dilakukan
3. Menyiapkan format pembinaan / pencatatan
4. Melakukan kunjungan rumah dengan mendampingi pasien gangguan jiwa
yang ditemukan di masyarakat.
5. Mencatan nama pasien yang didampingi yang mengalami gangguan
kesehatan jiwa.
6. Membuat kesepakatan dengan warga / pasien yang mengalami gangguan
jiwa untuk datang dikunjungi ulang.
7. Membuat pelaporan hasi pendampingan pasien jiwa.
7. Diagram Alir

Membuat surat kepada Lurah


tentang pelaksanaan kegiatan
pendampingan gangguan kesehatan
jiwa di masyarakat

Lurah menyampaikan informasi kepada RT


atas kegiatan pendampingan dini gangguan
jiwa yang akan dilakukan

Menyiapkan format pendampingan / pencatatan

Melakukan kunjungan rumah dengan


pendampingan pasien gangguan jiwa yang
ditemukan di masyarakat.

Mencatat nama pasien yang sudah diberikan


pendampingan

Membuat Kesepakatan dengan keluarga /


pasien yang mengalami gangguan jiawa untuk
datang kunjungan ulang kemudian diberikan
pendampingan atas penyakit yang dialaminya

Membuat pelaporan hasil


pendampingan pasien jiwa

8. Unit Terkait - Program promkes : penyuluhan tentang nafsa


- Lurah
9. Dokumen Pendampingan ke kelurahan
terkait
10. Hal-hal yang Pendampingan gangguan pasien jiwa
perlu
diperhatikan
11. Rekaman No. Yang Dirubah Isi Perubahan Tanggal Mulai di berlakukan
Historis
perubahan
LAPORAN HASIL PELAKSANAAN KEGIATAN DETEKSI DINI PASIEN
GANGGUAN KESEHATAN JIWA

1. Dasar Penugasan : Surat tugas Kepala PMK Bara Permai


2. Tujuan Perjalanan : Kelurahan Buntu Datu
3. Tanggal Pelaksanaan :
4. Tujuan Pelaksanaan :
- Dengan dilakukan deteksi maka memudahkan petugas untuk mengunjungi pasien
jiwa
- Untuk meningkatkan kemampuan petugas kesehatan jiwa memantai pasien yang
ada di kelurahannya
- Untuk mempercepat proses monitoring dan menetapkan diagnose keperawatan
terhadap pasien jiwa.
- Untuk mengetahui apakah ada penambahan pasien gangguan jiwa dari yang sudah
terdata.
5. Laporan Pelaksanaan
Dari hasil deteksi pasien gangguan jiwa di Kelurahan Buntu Datu ditemukan 3 pasien
gangguan kesehatan jiwa, yaitu :
1) Sri Wulandari
Umur : 40 Tahun
2) Maskuni
Umur : 60 Tahun
3) Gusran
Umur : 45 Tahun
6. Evaluasi
Dari hasil deteksi pasien gangguan kesehatan jiwa, ditemukan 3 pasien yang mengalami
gangguan jiwa.
7. Rencana Tindak Lanjut
Dari hasil evaluasi deteksi pasien gangguan kesehatan jiwa ditemukan 3 pasien yang
terdeteksi mengalami gangguan kesehatan jiwa, untuk itu diperlukan pembinaan pada
keluarga pasien agar pasien nantinya bisa sembuh dengan cepat dari penyakit yang
dialaminya.
8. Tindak Lanjut
Melakukan kunjungan rumah dengan cara pembinaan ulang pada keluarga / pasien
penderita gangguan jiwa pada bulan
Palopo,........................
Mengetahui,
Kepala Puseksmas Bara Permai Pelaksanan Program

Hj. Herawati, S.Km Nilawati


NIP : 19671128 198802 2 001 NIP : 19770111 201412 2 001
LAPORAN HASIL PELAKSANAAN KEGIATAN DETEKSI DINI PASIEN
GANGGUAN KESEHATAN JIWA

1. Dasar Penugasan : Surat tugas Kepala PMK Bara Permai


2. Tujuan Perjalanan : Kelurahan Tobulung
3. Tanggal Pelaksanaan :
4. Tujuan Pelaksanaan :
- Dengan dilakukan deteksi maka memudahkan petugas untuk mengunjungi pasien
jiwa
- Untuk meningkatkan kemampuan petugas kesehatan jiwa memantai pasien yang
ada di kelurahannya
- Untuk mempercepat proses monitoring dan menetapkan diagnose keperawatan
terhadap pasien jiwa.
- Untuk mengetahui apakah ada penambahan pasien gangguan jiwa dari yang sudah
terdata.
5. Laporan Pelaksanaan
Dari hasil deteksi pasien gangguan jiwa di Kelurahan Buntu Datu ditemukan 2 pasien
gangguan kesehatan jiwa, yaitu :
1) Martha
Umur : 81 Tahun
2) Impi
Umur : 60 Tahun
6. Evaluasi
Dari hasil deteksi pasien gangguan kesehatan jiwa, ditemukan 2 pasien yang mengalami
gangguan jiwa.
7. Rencana Tindak Lanjut
Dari hasil evaluasi deteksi pasien gangguan kesehatan jiwa ditemukan 2 pasien yang
terdeteksi mengalami gangguan kesehatan jiwa, untuk itu diperlukan pembinaan pada
keluarga pasien agar pasien nantinya bisa sembuh dengan cepat dari penyakit yang
dialaminya.
8. Tindak Lanjut
Melakukan kunjungan rumah dengan cara pembinaan ulang pada keluarga / pasien
penderita gangguan jiwa pada bulan
Palopo,........................

Mengetahui,
Kepala Puseksmas Bara Permai Pelaksanan Program

Hj. Herawati, S.Km Nilawati


NIP : 19671128 198802 2 001 NIP : 19770111 201412 2 001
LAPORAN HASIL PELAKSANAAN KEGIATAN DETEKSI DINI PASIEN
GANGGUAN KESEHATAN JIWA

1. Dasar Penugasan : Surat tugas Kepala PMK Bara Permai


2. Tujuan Perjalanan : Kelurahan Batu Walenrang
3. Tanggal Pelaksanaan :
4. Tujuan Pelaksanaan :
- Dengan dilakukan deteksi maka memudahkan petugas untuk mengunjungi pasien
jiwa
- Untuk meningkatkan kemampuan petugas kesehatan jiwa memantai pasien yang
ada di kelurahannya
- Untuk mempercepat proses monitoring dan menetapkan diagnose keperawatan
terhadap pasien jiwa.
- Untuk mengetahui apakah ada penambahan pasien gangguan jiwa dari yang sudah
terdata.
5. Laporan Pelaksanaan
Dari hasil deteksi pasien gangguan jiwa di Kelurahan Buntu Datu ditemukan 2 pasien
gangguan kesehatan jiwa, yaitu :
3) Hadera
Umur : 56 Tahun
4) Ismail
Umur :
6. Evaluasi
Dari hasil deteksi pasien gangguan kesehatan jiwa, ditemukan 2 pasien yang mengalami
gangguan jiwa.
7. Rencana Tindak Lanjut
Dari hasil evaluasi deteksi pasien gangguan kesehatan jiwa ditemukan 2 pasien yang
terdeteksi mengalami gangguan kesehatan jiwa, untuk itu diperlukan pembinaan pada
keluarga pasien agar pasien nantinya bisa sembuh dengan cepat dari penyakit yang
dialaminya.
8. Tindak Lanjut
Melakukan kunjungan rumah dengan cara pembinaan ulang pada keluarga / pasien
penderita gangguan jiwa pada bulan
Palopo,........................

Mengetahui,
Kepala Puseksmas Bara Permai Pelaksanan Program

Hj. Herawati, S.Km Nilawati


NIP : 19671128 198802 2 001 NIP : 19770111 201412 2 001
LAPORAN HASIL PELAKSANAAN KEGIATAN PENDAMPINGAN
PASIEN GANGGUAN KESEHATAN JIWA

1. Dasar Penugasan : Surat tugas Kepala PMK Bara Permai


2. Tujuan Perjalanan : Mancani
3. Tanggal Pelaksanaan :
4. Tujuan Pelaksanaan :
- Dengan dilakukan pendampingan maka memudahkan petugas untuk mengunjungi
pasien jiwa
- Untuk meningkatkan kemampuan petugas kesehatan jiwa memantai pasien yang
ada di kelurahannya
- Untuk mempercepat proses monitoring dan menetapkan diagnose keperawatan
terhadap pasien jiwa.
- Untuk mengetahui apakah ada penambahan pasien gangguan jiwa dari yang sudah
terdata.
5. Laporan Pelaksanaan
Dari hasil pendampingan pasien gangguan kesehatan jiwa di kelurahan Mancani
ditemukan
6. Evaluasi
Dari hasil pendampingan pasien gangguan kesehatan jiwa, ditemukan 2 pasien yang
sudah mulai membaik namun tetap lanjut obat
7. Rencana Tindak Lanjut
Dari hasil evaluasi pendampingan pasien gangguan kesehatan jiwa ditemukan 2 pasien
yang sudah mulai membaik namun masih tetap lanjut obat. Untuk itu, diperlukan
pembinaan selanjutnya pada kelurga pasien agar pasien nantinya bisa sembuh dengan
cepat dari penyakit yang dialaminya.
8. Tindak Lanjut
Melakukan kunjungan rumah dengan cara pembinaan ulang pada keluarga / pasien
penderita gangguan jiwa pada bulan
Palopo,........................

Mengetahui,
Kepala Puseksmas Bara Permai Pelaksanan Program

Hj. Herawati, S.Km Nilawati


NIP : 19671128 198802 2 001 NIP : 19770111 201412 2 001
LAPORAN HASIL PELAKSANAAN KEGIATAN PENDAMPINGAN
PASIEN GANGGUAN KESEHATAN JIWA

1. Dasar Penugasan : Surat tugas Kepala PMK Bara Permai


2. Tujuan Perjalanan : Kelurahan Batu Walenrang
3. Tanggal Pelaksanaan :
4. Tujuan Pelaksanaan :
- Dengan dilakukan pendampingan maka memudahkan petugas untuk mengunjungi
pasien jiwa
- Untuk meningkatkan kemampuan petugas kesehatan jiwa memantai pasien yang
ada di kelurahannya
- Untuk mempercepat proses monitoring dan menetapkan diagnose keperawatan
terhadap pasien jiwa.
- Untuk mengetahui apakah ada penambahan pasien gangguan jiwa dari yang sudah
terdata.
5. Laporan Pelaksanaan
Dari hasil pendampingan pasien gangguan kesehatan jiwa di kelurahan Batu Walenrang
ditemukan
6. Evaluasi
Dari hasil pendampingan pasien gangguan kesehatan jiwa, ditemukan 2 pasien yang
sudah mulai membaik namun tetap lanjut obat
7. Rencana Tindak Lanjut
Dari hasil evaluasi pendampingan pasien gangguan kesehatan jiwa ditemukan 2 pasien
yang sudah mulai membaik namun masih tetap lanjut obat. Untuk itu, diperlukan
pembinaan selanjutnya pada kelurga pasien agar pasien nantinya bisa sembuh dengan
cepat dari penyakit yang dialaminya.
8. Tindak Lanjut
Melakukan kunjungan rumah dengan cara pembinaan ulang pada keluarga / pasien
penderita gangguan jiwa pada bulan
Palopo,........................

Mengetahui,
Kepala Puseksmas Bara Permai Pelaksanan Program

Hj. Herawati, S.Km Nilawati


NIP : 19671128 198802 2 001 NIP : 19770111 201412 2 001
LAPORAN HASIL PELAKSANAAN KEGIATAN PENDAMPINGAN
PASIEN GANGGUAN KESEHATAN JIWA

1. Dasar Penugasan : Surat tugas Kepala PMK Bara Permai


2. Tujuan Perjalanan : Kelurahan Buntu datu
3. Tanggal Pelaksanaan :
4. Tujuan Pelaksanaan :
- Dengan dilakukan pendampingan maka memudahkan petugas untuk mengunjungi
pasien jiwa
- Untuk meningkatkan kemampuan petugas kesehatan jiwa memantai pasien yang
ada di kelurahannya
- Untuk mempercepat proses monitoring dan menetapkan diagnose keperawatan
terhadap pasien jiwa.
- Untuk mengetahui apakah ada penambahan pasien gangguan jiwa dari yang sudah
terdata.
5. Laporan Pelaksanaan
Dari hasil pendampingan pasien gangguan kesehatan jiwa di kelurahan Buntu Datu
ditemukan
6. Evaluasi
Dari hasil pendampingan pasien gangguan kesehatan jiwa, ditemukan 2 pasien yang
sudah mulai membaik namun tetap lanjut obat
7. Rencana Tindak Lanjut
Dari hasil evaluasi pendampingan pasien gangguan kesehatan jiwa ditemukan 2 pasien
yang sudah mulai membaik namun masih tetap lanjut obat. Untuk itu, diperlukan
pembinaan selanjutnya pada kelurga pasien agar pasien nantinya bisa sembuh dengan
cepat dari penyakit yang dialaminya.
8. Tindak Lanjut
Melakukan kunjungan rumah dengan cara pembinaan ulang pada keluarga / pasien
penderita gangguan jiwa pada bulan
Palopo,........................

Mengetahui,
Kepala Puseksmas Bara Permai Pelaksanan Program

Hj. Herawati, S.Km Nilawati


NIP : 19671128 198802 2 001 NIP : 19770111 201412 2 001
LAPORAN HASIL PELAKSANAAN KEGIATAN PENDAMPINGAN
PASIEN GANGGUAN KESEHATAN JIWA

1. Dasar Penugasan : Surat tugas Kepala PMK Bara Permai


2. Tujuan Perjalanan : Kelurahan Tobulung
3. Tanggal Pelaksanaan :
4. Tujuan Pelaksanaan :
- Dengan dilakukan pendampingan maka memudahkan petugas untuk mengunjungi
pasien jiwa
- Untuk meningkatkan kemampuan petugas kesehatan jiwa memantai pasien yang
ada di kelurahannya
- Untuk mempercepat proses monitoring dan menetapkan diagnose keperawatan
terhadap pasien jiwa.
- Untuk mengetahui apakah ada penambahan pasien gangguan jiwa dari yang sudah
terdata.
5. Laporan Pelaksanaan
Dari hasil pendampingan pasien gangguan kesehatan jiwa di Kelurahan Tobulung
ditemukan
6. Evaluasi
Dari hasil pendampingan pasien gangguan kesehatan jiwa, ditemukan 2 pasien yang
sudah mulai membaik namun tetap lanjut obat
7. Rencana Tindak Lanjut
Dari hasil evaluasi pendampingan pasien gangguan kesehatan jiwa ditemukan 2 pasien
yang sudah mulai membaik namun masih tetap lanjut obat. Untuk itu, diperlukan
pembinaan selanjutnya pada kelurga pasien agar pasien nantinya bisa sembuh dengan
cepat dari penyakit yang dialaminya.
8. Tindak Lanjut
Melakukan kunjungan rumah dengan cara pembinaan ulang pada keluarga / pasien
penderita gangguan jiwa pada bulan
Palopo,........................

Mengetahui,
Kepala Puseksmas Bara Permai Pelaksanan Program

Hj. Herawati, S.Km Nilawati


NIP : 19671128 198802 2 001 NIP : 19770111 201412 2 001
PEMERINTAH KOTA PALOPO
DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS BARA PERMAI

DAFTAR CEKLIST SUPERVISI


PELAYANAN KESEHATAN JIWA DI PUSKESMAS BARA PERMAI

Bulan : Tahun :

Umur Kode diagnosa Terapi


Nama Jenis
No
Pasien Penyakit Nama
L P Fisik Mental Jumlah Rujuk
Obat

Palopo,.............................
Mengetahui,
Kepala Puseksmas Bara Permai Pelaksanan Program

Hj. Herawati, S.Km Nilawati


NIP : 19671128 198802 2 001 NIP : 19770111 201412 2 001
LAPORAN BULANAN DATA PASIEN GANGGUAN JIWA BERDASARKAN DIAGNOSA MEDIK

PUSKESMAS : BARA PERMAI BULAN : TAHUN : 2016

Jumlah Kasus dan Jumlah Kunjungan Kasus / Golongan Umur


Total
Kode Jenis Penyakit 0 6 bln 7 14 thn 15 18 thn 19 44 thn 45 59 thn 60 69 thn 70 80 thn
B L K B L K B L K B L K B L K B L K B L K B L K
F00 Gangguan Mental Organik
F10 Gangguan penggunaan Napza
F20 Skizoprenia dan gangguan
psikotik konik lainnya
F23 Gangguan Psikotif Akut
F31 Gangguan Biopolar
F32 Gangguan Defresi
F40 Gangguan Neurotik
F80-90 Gangguan Kesehatan Jiwa Anak
dan Remaja
G40 Epilepsi

Mengetahui,
Kepala Puseksmas Bara Permai

Hj. Herawati, S.Km


NIP : 19671128 198802 2 001
LAPORAN BULANAN DATA PASIEN GANGGUAN JIWA BERDASARKAN DIAGNOSA MEDIK

PUSKESMAS : BARA PERMAI BULAN : TAHUN : 2016


Jumlah Kasus dan Jumlah Kunjungan Kasus / Golongan Umur
Total
Kode Jenis Diagnosis Keperawatan 0 6 bln 7 14 thn 15 18 thn 19 44 thn 45 59 thn 60 69 thn 70 80 thn
B L K B L K B L K B L K B L K B L K B L K B L K
A Anak
1 Resiko perilaku kekerasan
2 Resiko bunuh diri
3 Ketidak berdayaan
B Dewasa
1 Harga diri rendah
2 Isolasi sosial
3 Halusinasi
4 Waham
5 Resiko perilaku kekerasan
6 Resiko bunuh diri
7 Defisit perawatan tubuh
C Lansia
1 Gangguan proses fikir, pikun
2 Resiko cidera , jatuh
3 Ketidak berdayaan
4 Resiko bunuh diri
5 Gangguan pola tidur

Mengetahui,
Kepala Puseksmas Bara Permai

Hj. Herawati, S.Km


NIP : 19671128 198802 2 001