Anda di halaman 1dari 4

BAB 3

LAPORAN KASUS

UNIVERSITAS ANDALAS

FAKULTAS KEDOKTERAN

KEPANITERAAN KLINIK FOME 3

STATUS PASIEN

1. Identitas Pasien
a. Nama/Kelamin/Umur : An. I/ laki laki/ 11 tahun
b. Pekerjaan/Pendidikan : Pelajar
c. Alamat : Jl.
2. Latar Belakang Sosial-Ekonomi-Demografi-Lingkungan-Keluarga
a. Status Perkawinan :belum menikah
b. Jumlah Anak/Saudara :anak kedua dari empat bersaudara
c. Status Ekonomi Keluarga :biaya hidup dari penghasilan orang tua
d. KB :-
e. Kondisi Rumah :
Rumah permanen, sumber air: PDAM, jamban di dalam rumah, sampah dibakar,
pekarangan rumah tidak terlalu luas. Kesan: higien dan sanitasi baik
f. Kondisi Lingkungan Keluarga :
Penghuni rumah enam orang (pasien, ayah, ibu, 1 orang kakak, 2 orang adik), tinggal
di daerah tidak terlalu padat penduduk
3. Aspek Psikologis Di Keluarga:
Hubungan dengan keluarga baik
4. Keluhan Utama
Gatal-gatal di sela jari, telapak tangan, siku, paha dan badan sejak 1 bulan yang lalu.
5. Riwayat Penyakit Sekarang:
Gatal-gatal di sela jari, telapak tangan, siku, paha dan badan sejak 1 bulan yang lalu.
Awalnya timbul bintik-bintik di sela jari berwarna kemerahan sebesar ujung jarum
pentul yang semakin lama semakain menyebar hingga telapak tangan, siku, paha dan
badan. Gatal dirasakan terutama pada malam hari yang menyebabkan pasien sering
terbangaun sangat tidur.
Riwayat menggaruk (+) hingga menimbulkan luka dikulit.
Riwayat digigit serangga (-)
Riwayat pengobatan (-)
6. Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien sebelumnya tidak pernah menderita kelainan kulit.
7. Penyakit Keluarga:
- Adik, kakak, dan ibu pasien menderita keluhan yang sama dan belum diobati.
Keluhan kulit awalnya diderita oleh adik pasien dan selanjutnya menyebar ke
pasien, kakak dan ibu pasien. Adik pasien mengaku teman sepermainnanya juga
menderita keluhan yang sama. Keluhan yang dirasakan oleh adik, kakak dan ibu
pasien belum pernah di obati sebelumnya.
- Riwayat atopi (-)
8. Riwayat Kebiasaan
Pasien dan ketiga orang saudaranya tidur dalam 1 kamar bersama, penggunaan
satu selimut bersama (+).
Riwayat penggunaan handuk bersama (+) dengan adik dan kakak.
Pasien mandi 2 kali sehari, mengganti pakaian 2 kali sehari termasuk pakaian
dalam.
Baju pasien di cuci oleh ibunya sendiri, dengan menggunakan sabun dan tidak
disetrika.
9. Pemeriksaan Fisik
Status Generalisata:
Keadaan Umum : sakit ringan
Kesadaran : komposmentis cooperatif
Frekuensi nadi : 98 x/menit
Frekuensi nafas : 18 x/ menit
Suhu : 36,70C
BB : 28 kg
TB : 140 cm
Status gizi
- BB/U : 80 %
- TB/U : 96 %
- BB/TB : 84 %

Kulit : Status lokalis


Kelenjar getah bening : Tidak teraba pembesaran KGB
Kepala : normosepal
Mata : konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik
Telinga : tidak ada kelainan
Tenggorok : tonsil T1-T1, faring tidak hiperemis
Gigi dan mulut: mukosa bibir lembab
Pemeriksaan thorak :
Jantung
Inspeksi : iktus tidak terlihat
Palpasi : iktus teraba 1 jari medial LMCS RIC IV
Perkusi : batas jantung dalam batas normal
Auskultasi : irama teratur, bising (-)
Paru
Inspeksi : simetris statis dan dinamis
Palpasi : fremitus kiri=kanan
Perkusi : sonor
Auskultasi : vesikular, rhonki -/-, wheezing -/-
Pemeriksaan abdomen :
Inspeksi : perut tidak tampak membuncit
Palpasi : supel, hepar dan lien tidak teraba, NT (-)
Perkusi : timpani
Auskultasi : bising usus (+) normal
Anus dan genitalia : tidak ada kelainan
Ekstremitas : akral hangat, perfusi baik
Status Lokalis
Lokasi : Sela jari, telapak tangan, siku, badan, paha
Distribusi : Regional
Bentuk dan susunan : Bulat
Susunan : Diskret
Batas : Tegas
Ukuran : Milier hingga lentikuler
Efloresensi : Papul eritem, erosi, ekskoriasi, krusta.
10. Laboratorium :-
11. Diagnosa Kerja : Skabies
12. Diagnosa Banding :-
13. Manajemen
a. Preventif :
Menjaga hygiene pribadi dengan mandi 2 kali sehari dan mengganti baju
serta pakaian dalam ketika mandi.
Tidak menggunakan barang pribadi secara bersama seperti handuk,
pakaian.
Menghindari kontak kulit langsung dengan penderita
Alas tidur di cuci dan kasur di jemur secar teratur khususnya apabila
kontak dengan penderita.
b. Promotif :
- Menjelaskan bahwa penyakit ini merupakan penyakit infeksi tungau yang
biasanya dapat ditularkan melalui kontak kulit langsung, kontak dengan
barang yang dipakai penderita ataupun melalui kotak seksual.
- Menjelaskan bahwa pengobatan harus dilakukan secar bersama/ pada
sekelompok orang yang berada di sekitarpenderita skabies.
- Kebersihan pribadi sangat penting untuk menghentikan transmisi penularan
c. Kuratif (Resep) :
- Salep 2-4 dioleskan di seluruh tubuh, kecuali muka, alat kelamin dan kepala.
selama 3 hari berturut-turut. Setiap habis mandi, dipakai selam 24 jam.
- Chlorpheniramin maleat 3x3/4 tablet
d. Rehabilitatif :
- Kontrol kembali ke puskesmas jika keluhan kulit tidak sembuh setelah diberi
pengobatan atau terdapat infeksi kulit sekunder.