Anda di halaman 1dari 17

SISTEM INFORMASI DAN MENEJEMEN SISTEM

INFORMASI
D
I
S
U
S
U
N
OLEH:
KELOMPOK II
1. Meri N. Simaremare (160204033)
2. Wahyuli rohayati ( 160204010)
3. Juni L purba (160204024)
4. Debora sirait (160204019)
5. Murni krisdayanti simatupang (160204089)
6. Dirman laia (160204038)
7. Jamslen A. Tumanggor (160204101)

Doping:
Ns. Johansen Hutajulu,M.Kep

PROGRAM STUDI NERS


FAKULTAS FARMASI DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA
MEDAN
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas
izin dan kehendak-Nya makalah sederhana ini dapat kami selesaikan tepat pada
waktunya. Penulisan dan pembuatan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas
mata kuliah Sistem Informasi Keperawatan.
Dalam penulisan makalah ini kami menemui berbagai hambatan yang
dikarenakan terbatasnya Ilmu Pengetahuan kami mengenai hal yang berkenan
dengan penulisan makalah ini. Oleh karena itu sudah sepatutnya kami berterima
kasih kepada dosen mata kuliah ini, karena lewat makalah ini kami dapat
memahami dan mempelajari secara khusus tentang Sistem Informasi Dan
Menejemen Sistem Informasi.
Kami menyadari akan kemampuan kami yang masih amatir. Dalam
makalah ini kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi kami yakin makalah
ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu kami mengharapkan saran dan
juga kritik yang membangun demi kesempurnaan makalah ini.

Medan, 29 September 2017

Kelompok II
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ..................................................................................... i
DAFTAR ISI .................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang ...................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................. 1
BAB II LANDASAN TEORITIS .................................................................... 2
2.1 Sistem Informasi Keperawatan .................................................................. 2
2.2 Aplikasi Sistem Informasi Keperawatan Berbasis Komputer ................... 3
2.3 Keuntungan Menggunakan System Informasi Keperawatan ..................... 4
2.4 Fungsi aSistem informasi keperwatan ....................................................... 5
2.5 Peran Sistem Informasi Manjamen Rumah Sakit (SIMRS) ...................... 5
2.6 Kemampuan sistem ................................................................................... 6
BAB III PENUTUP .................................................................................. 7
3.1 KESIMPULAN .......................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA
BARBUT
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada zaman sekarang, teknologi informasi mempunyai peranan penting


dalam bidang industri maupun kehidupan kita sendiri. Salah satu bidang industri
yang memanfaatkan berkembangnya teknologi informasi adalah bidang
kesehatan.
Teknologi informasi sudah berkontribusi banyak dalam kehidupan kita,
salah satu contohnya dalam bidang kesehatan yaitu rekam medis elektronik
(EMR) yang digunakan oleh dokter untuk mengetahui riwayat penyakit anda,
obat-obatan apa saja yang su dah pernah di konsumsi, apakah anda mempunyai
sebuah alergi, dan lain-lain.
Tanpa teknologi informasi, pengumpulan dan pengambilan data tersebut
tidaklah mudah untuk rumah sakit yang mempunyai ribuan pasien jika dilakukan
secara manual. Teknologi informasi juga memudahkan komunikasi jarak jauh
dengan adanya internet. Seluruh rumah sakit akan mengakses database yang berisi
dengan data pasien, sehingga memudahkan pasien dan rumah sakit apabila pasien
menggunakan rumah sakit yang berbeda.
1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan masalah


sebagai berikut:
1. Apa pengertian sistem informasi kesehatan?
2. Bagaimana aplikasi sistem informasi kesehatan?
3. Keuntunganmenggunakan system informasikeperawatan
4. Fungsi Sistem informasi keperawatan
5. Peran Sistem Informasi Manjamen Rumah Sakit (SIMRS)
6. Kemampuan sistem
BAB II
TINJAUAN TEORITIS
2.1 Sistem Informasi Keperawatan

Sistem informasi keperawatan difokuskan pada data dan struktur,


manajemen informasi dan teknologi termasuk database yang dibutuhkan untuk
mengelola informasi secara efektif. Namun juga termasuk penggunaan teori dari
linguistik, antarmuka manusia-mesin, konsep pengambilan keputusan, kognitif,
komunikasi, teknik, kepustakaan, dan dinamika organisasi (Saba & McCormick
2006). Sistem informasi keperawatan adalah ilmu khusus yang mengintegrasikan
keperawatan, ilmu komputer, dan ilmu informasi untuk mengelola dan
mengkomunikasikan data, informasi, pengetahuan, dan kebijaksanaan dalam
praktek keperawatan (ANA, 2008).
Sistem informasi keperawatan merupakan kombinasi dari berbagai aspek
sehingga dapat dihasilkan sebuah informasi, pada prinsipnya hal mendasar yang
perlu diperhatikan dalam pengembangan sistem adalah produktifvitas,
realibilitas, maintabilitas dari sistem tersebut. Kegagalan terkait dengan realisasi
biaya (Sicotte et al. 1998). Beberapa alasan dapat menyebabkan kegagalan adopsi
teknologi informasi dalam perawatan.
Kegagalan sistem informasi telah dikaitkan dengan komunikasi efektif,
kompetensi pengguna, intuitif dari desain sistem, sistem manajemen perubahan
(Lorenzi & Riley 2000, Alexander et al 2007). Menurut kerangka yang
dikembangkan oleh Ammenwerth et al. (2006), kegagalan untuk mengadopsi
sistem teknologi informasi keperawatan disebabkan individu pengguna akhir
(misalnya kecemasan terhadap komputer, motivasi), atribut teknologi (misalnya
kegunaan, kinerja) dan atribut tugas klinis dan proses menggunakan aplikasi
teknologi informasi (kompleksitas tugas). Kegagalan teknologi informasi sering
disebabkan oleh kurangnya komunikasi antara pengguna dan desainer (Bussen &
Myers, 1997) dalam Courtney, KL,. Et al (2008).
Selain faktor sistem sendiri yang berpengaruh terhadap pengembangan
sistem informasi dalam keperawatan, maka karena perawat sebagai
pelaku/pemakai dalam sistem informasi perlu sebuah manajemen perubahan untuk
mengelola perubahan dari sistem informasi yang bersifat manual menjadi
teknologi komputer. Tidak semua teknologi komputer tepat dalam pelayanan
keperawatan, karena pelayanan keperawatan merupakan hubungan antar manusia
dan komputer bukanlah pengganti perawat, tetapi posisi komputer disini hanya
membantu mengerjakan pekerjaan yang dapat dilakukan oleh sebuah alat dan
perawat dapat lebih memfokuskan pelayanan keperawatan secara langsung.
Komputer bukan pembatas antara perawat dan kliennya.

2.2 Aplikasi Sistem Informasi Keperawatan Berbasis Komputer

Banyak sistem informasi dalam keperawatan yang dapat dilakukan


berbasis komputer seperti perencanaan ketenagaan sampai dengan pengembangan
tenaga, penjadwalan shift, penilaian kinerja, pengujian kompetensi, penghitungan
angka kredit, renumerasi, perencanaan alat dan logistik, undangan rapat
elektronik, survey dalam pengendalian mutu pelayanan keperawatan dan yang
sekarang sedang berkembang adalah sistem informasi pendokumentasian asuhan
keperawatan berbasis komputer sistem ini dapat menjadi bagian dari sistem
informasi rumah sakit dan menjadi rekam medik elektronik. Teknologi yang
digunakan dalam sistem informasi ini sebagai dasar adalah komputer dan
perangkat aksesoris pendukungnya sistem ini juga dapat dikombinasi dengan:
a. Teknologi penyimpan portable seperti smart card dengan barcode untuk
mengakses rekam medik elektronik ketika klien kembali membutuhkan
pelayanan pada instansi kesehatan dan kartu tersebut menjadi milik klien.
Selain jenis smart card dengan barcode ada juga radio frequency identifier
(RFID) yang memungkinkan pengidentifikasian identitas melalui radio
frekuensi. Jika menggunakan barcode, rumah sakit masih memerlukan
barcode reader, maka penggunaan RFID akan mengeliminasi penggunaan
alat tersebut. Setiap barang (misalnya obat ataupun berkas rekam medis)
yang disertai dengan RFID akan mengirimkan sinyal terus menerus ke dalam
database komputer. Sehingga pengidentifikasian akan berjalan secara
otomatis.
b. Teknologi nirkabel, pada teknologi ini komputer tidak dihubungkan melalui
jaringan kabel tetapi melalui local area network (LAN) sehingga pemakai
dapat mengakses informasi ke berbagai komputer di pelayanan kesehatan
dari satu tempat tanpa terganggu oleh mobilitas kabel.
c. Komputer genggam, penggunaan komputer genggam/Personal Digital
assistant (PDA) sangat menghemat waktu dan tempat, karena melalui sistem
PDA ini perawat dapat mengisi rekam medik klien tanpa harus duduk di
depan komputer.

Meskipun demikian canggihnya teknologi pendukung sistem informasi


dalam keperawatan tak akan ada maknanya bagi profesi b ila sistem kesatuan
bahasa belum distandarkan dengan baik. Teknologi komputer hanya bisa
digunakan dengan bahasa standar dan hal ini berdampak baik bagi profesi
keperawatan Dokumentasi keperawatan dengan menggunakan komputer
sebaiknya mengikuti prinsip-prinsip pendokumentasian, serta sesuai dengan
standar pendokumentasian internasional seperti NANDA, NIC & NOC. Selain
sebagai alat menilai kualitas dokumentasi asuhan keperawatan dalam
mengevaluasi perkembangan klien, sistem dokumentasi elektronik yang
menggunakan istilah keperawatan terstruktur dapat memperluas lingkup
penelitian dokumentasi (Saranto, K & Kinnunen UM, 2009).
Menurut Herring dan Rochman (1990) diambil dalam Emilia, (2003)
beberapa institusi kesehatan yang menerapkan sistem komputer, setiap perawat
dalam tugasnya dapat menghemat sekitar 20-30 menit waktu yang dipakai untuk
dokumentasi keperawatan dan meningkat keakuratan dalam dokumentasi
keperawatan. Diikuti dari hasil penelitian di RS Universitas Kyorin Jepan,
sebanyak 83% responden menyatakan pelaporan insiden kesalahan medis dengan
administrasi data base (Electronics Health Record) dapat menghemat waktu dan
mudah untuk menganalisa struktur asuhan keperawatan. (Seto, R et al, 2009).
2.3. Keuntungan Menggunakan System Informasi Keperawatan
1. Penghematan ruangan karna tidak dibutuhkan tempat yang besar dalam
penyimpanan arsip.
2. Penyimpanan data pasien menjadilebih lama
3. Pendokumentasian data pasien berbasis computer yang dirancang dengan baik
akan mendukung otonimo yang dapatdipertanggung jawabkan
4. Membantu dalam mencari informasi yang cepat sehingga dapat membantu
pengmbilan keputusan secara cepat
5. Meningkatkan produktifitas kerja .
6. Mengurangi kesalahan dalam menginterppretasikan pencatatan Penghematan
biaya daripenggunaan kertas untuk mecatat
2.4 Fungsi Sistem informasi keperawatan
Konseptual model dalam system informasi keperawatan berdasarkan 4
fungsi utama dalam praktik keperawatan klinik dan administrative ;
1. Proses perawatanpasien
Proses perawatan pasien adalah apa yang telah dilakukan atau diberikan
perawat terhadap pasien .
2. Proses managemenbangsal
Aktifitas yang berhubungan dengan fungsi bangsal untuk secara efektif
menggunakan sumber dalam menggunakan objek secara spesifik.
Mentransformasikan informasi pada management yang berorientasi informasi
dalam pengambilan keputusan: jamianan kualitas, sudut pandang akyivitas di
bangsal keperawatan ,jadwal dinas kariawan, managemen perseorangan,
perencanaan keperawatan, managemen inventarisasi dan menyediaan sarana,
managemen finansial, kontroling terhadap infeksi.
3. Proses komunikasi
Seluruh aktivitas di konsentrasikan pada komunikasi pada pasien dan
subjek lain yang memiliki hubungan dengan sabjek pengobatan ,perjanjian, dan
penjadwalan , review data , transformasi data , dan segala bentuk pesan.
Proses pendidikdanpenelitian
Pendokumentasian fungsi dan procedural
2.5. Peran Sistem Informasi Manjamen Rumah Sakit (SIMRS)

Peran Sistem Informasi Manjamen Rumah Sakit (SIMRS) Pengelolaan


data Rumah Sakit sesungguhnya cukup besar dan kompleks, baik data medis
pasien maupun data-data administrasi yang dimiliki oleh rumah Sakit sehingga
bila dikelola secara konvensional tanpa bantuan SIMRS akan mengakibatkan
beberapa hal berikut:
a.Redudansi Data

pencatatan datamedis yang sama dapat terjadi berulang-ulang sehingga


menyebabkan duplikasi data dan ini berakibat membengkaknya kapasitas
penyimpanan data. Pelayanan menjadi lambat karena proses
retreiving(pengambilan ulang) data lambat akibat banyaknya tumpukan berkas

b.Unintegrated Data
penyimpanan dan pengelolaan data yang tidak terintegrasi menyebabkan
data tidak sinkron, informasi pada masing-masing bagian mempunyaiasumsi yang
berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan masing-masingunit /Instalasi.
c.Out of dateInformation, dikarenakan dalam penyusunan informasi harus direkap
secara manual maka penyajian informasi menjadi terlambat dan kurang dapat
dipercaya kebenarannya
d.Human Error
kelemahan manusia adalah kelelahan, ketelitian dan kejenuhan hal ini
berakibat sering terjadi kesalahan dalam proses pencatatan dan pengolahan data
yang SISTIM INFORMASI dilakukan secara manual terlebih lagi jika jumlah
data yang dicatat atau di olah sangatlah besar.Pemasukan data yang tidak sinkron
untuk pasien atau barang yang sama tentu saja akan meyulitkan pengolahan data
dan tidak jarang berdampak pada kerugian materi yangtidak sedikit bagi rumah
sakit
Dengan bantuan SIMRS kelemahan diatas dapat di kurangi bahkan
dihindari. SIMRS membuat fungsi dari bagian perawatan lebih dikonsentrasikan
pada pelayanan perawatan/jasa medis secara profesional, fungsi penagihan
dilakukan oleh bagian keuangan sedangkan pemberian potongan menjadi
wewenang direksi. Para tenaga medis tidak perlu memikirkan kemampuan
finansial pasien dan tidak membeda-bedakan pelayanan kepada pasien karena
tenaga medis akan diberi insentif yang sama untuk tindakan yang sama, tidak
tergantung kepada siapa pelayanan medis tersebut diberikan.Pola tersebut terbukti
mempengaruhi secara positif kinerja para tenaga medis yang pada akhirnya akan
meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit secara keseluruhan.
2.6 Kemampuan Sistem
SIMRS yang ideal tentu harus dapat mengurangi beban kerja masing-
masing unit pelayanan.Secara global diharapkan kemampuan sistem dapat
digambarkan sebagai berikut:
a.Dapat mengurangi beban kerja berbagai unit, terutama unit rekam medis dalam
menangani berkas rekam medis. Unit rekam medis merupakan unit yang paling
sibuk
dengan banyaknya berkas medis pasien. Kegiatan yang dilakukan mulai dari
proses coding,indexing,assembling,filing dll,semua dikelola di unit ini. Dengan
adanya
SIMRS maka bagian inilah yang pertama untuk di migrasikan menjadi rekam
medis
elektronik (RME). Sehingga semua proses diatas dilakukan secara otomatis
dengan komputer.
b.Dapat mengurangi pemakaian kertas (paperless). Dengan adanya sistem ini,
maka sudah seharusnya pemakaian kertas dapat dikurangi dan bila perlu
dihilangkan. Sistem ini harus mampu memangkas pemakaian kertas seperti:
1.Lembar-lembar rekam medis yang tidak berhubugan dengan masalah
autentikasi atau aspek hukum.
2.Laporan masing-masing unit pelayanan (semua laporan sudah terekap oleh
sistem).
3. Rekap Laporan yang dikirim ke dinas kesehatan.
c.Dapat mendukung pengambilan keputusan bagi para direktur dan manajer
rumah sakit
karena sistem mampu menyediakan informasi yang cepat, akurat serta akuntabel
Untuk keperluan ini sistem harus mampu menyediakan laporan yang bersifat
executive summary bagi mereka.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN

Berdasarkan apa yang sudah penulis uraikan diatas, dapatlah disimpulkan


bahwa sudah waktunya para pengelola rumah sakit menyadari pentingnya Sistem
Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) untuk diaplikasikan di rumah sakit
mereka. Dalam era informasi ini, dimana persaingan semakin ketat, kompetitif
dan global, pengaruhnya bukan hanya dirasakan oleh perusahaan bisnis semata
melainkan juga oleh dunia pelayanan kesehatan (rumah sakit). Hanya rumah sakit
yang mampu beradaptasi dengan dunia baru ini akan dapat bertahan hidup.
Rumah sakit itu harus mampu memberikan layanan yang cepat, nyaman dan
berkualitas. Layanan seperti itu hanya mungkin dilakukan jika proses pengelolaan
rumah sakit dilakukan dengan bantuan SIMRS. Sistem ini mendukung tercapainya
pengelolan rumah sakit yang efektif, efisien, dan akuntabe.
DAFTAR PUSTAKA
Carpenito. (1985) . Nursing diagnosis application to clinical practice . J.B. Lippincott
Co.,. Phi ladephia
C. Laudon, P. JaneLaudon, Kenneth. 2004 Management Information Systems
Pearson
International.
Oetomo, Budi Sutedjo Dharma, 2002, Perencanaan dan Pembangunan Sistem
Informasi,Penerbit Andi
3.2 BARBUT