Anda di halaman 1dari 3

PEMERINTAH KOTA TERNATE

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS PERAWATAN SIKO KEC. KOTA TERNATE UTARA
Alamat : Jl. Pemuda Kel. Sangaji Tlp.(0921) 3121941 Kode Pos 97727
Email : perawatansiko@gmail.com
TERNATE

KERANGKA ACUAN KERJA

DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM MELALUI PEMERIKSAAN IVA

1. PENDAHULUAN
Kanker leher rahim adalah keganasan yang terjadi pada leher rahim yang merupakan
bagian terendah dari rahim yang menonjol kepuncak liang senggama (vagina ).
Menurut data Globocan 2012 didapatkan estimasi insiden kanker leher rahim di Indonesia
sebesar 17 per 100.000 perempuan. Kanker ini terjadi karena infeksi Human Papilloma
Virus ( HPV ) pada perempuan usia reproduksi. Infeksi dapat menetap, berkembang
menjadi dispasi atau sembuh sempurna.
Pengobatan kanker serviks pada stadium lebih dini, hasilnya lebih baik, mortalitas
akan menurun, dengan masalah yang begitu kompleks, timbul gagasan untuk melakukan
skrining kanker serviks dengan metode yang lebih sederhana, antara lain yaitu dengan IVA
( Inspeksi Visual dengan Asam Asetat ).
IVA adalah pemeriksaan skrining kanker serviks dengan cara inspeksi visual
pada serviks dengan aplikasi asam asetat (IVA). Dengan metode inspeksi visual yang lebih
mudah, lebih sederhana, lebih mampu laksana. Skrining ini dapat dilakukan dengan
cakupan lebih luas, diharapkan temuan kanker serviks dini akan bisa lebih banyak.

2. LATAR BELAKANG
Proses terjadinya kanker leher rahim sangat erat hubungannya dengan proses
metaplasia. Masuknya mutagen yang dapat mengubah perangai sel secara genetik pada
saat fase aktif metaplasia dapat berubah menjadi sel yang berpotensi ganas.Perubahan ini
biasanya terjadi di daerah transformasi.
Sel yang mengalami mutasi disebut sel displastik dan kelainan epitelnya disebut displasia.
Lesi displasia disebut lesi prankanker yang dapat dideteksi dengan pemeriksaan IVA, yaitu
pemeriksaan dengan cara mengamati dengan menggunakan spekulum , melihat leher
rahim yang telah di pulas dengan asam asetat 3-5%. Pada lesi prakanker akan
menampilkan bercak putih / aceto white epitelium.

3. TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS


a. Tujuan Umum
Mendeteksi dan mengindentifikasi secara dini adanya lesi pra kanker
b. Tujuan Khusus
Memberikan therapi secara dini pada lesi pra kanker agar tidak berkembang menjadi
kanker

4. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


1. Penyuluhan tentang deteksi dini kanker leher rahim
2. Konseling tentang deteksi dini kanker leher rahim
3. Pelaksanaan kegiatan deteksi dini kanker leher rahim metode IVA
4. Melakukan rujukan bila ada hasil yang meragukan
5. Monitoring dan evaluasi

5. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


Strategi program deteksi dini kanker leher rahim harus memperhatikan golongan usia yang
paling terancam (High Risk Group) dan sensitifitas tes PAP

6. SASARAN
Masyarakat baik laki-laki atau perempuan yang usia 15 tahun yang sudah melakukan
hubungan seksual, sedang tidak haid, sedang tidak hamil, yang memiliki atau tidak memiliki
faktor risiko, dan 24 jam sebelumnya tidak melakukan hubungan seksual.

7. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN


Deteksi dini kanker leher rahim dilakukan setiap hari selama jam kerja dan dilakukan pada
momen tertentu dengan terlebih dahulu memberikan informasi kepada masyarakat.

8. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN


Evaluasi dilakukan dengan menganalisa hasil cakupan pemeriksaan deteksi dini kanaker
leher rahim setiap bulannya

9. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN


Pencatatan dan pelaporan hasil kegiatan IVA dilakukan dalam format yang sudah
ditetapkan secara manual atau menggunakan system informasi manajemen PTM oleh
Pengelola PTM dan melaporkannya pada kepala puskesmas untuk selanjutnya dikirim ke
Dinas Kesehatan.

Mengetahui
Kepala Puskesmas Perawatan Siko

Dr.Wirda Albaar
Nip.19791017 200604 2 013
Kemenkes RI, Dir. Pengendalian PTM,2014, Pedoman umum Posbindu PTM.