Anda di halaman 1dari 4

Ditetapkan oleh :

IVA SADANIS Kepala UPTD Puskesmas


Karawang

Dr.Hj.Kenalin Intan Poppy A,MKK


NIP.19601103 198901 2 001

No. Dokumen : SOP/01/PTM/KRW/09/15

UPTD No. Revisi : 00


PUSKESMAS SOP
KARAWANG Tanggal terbit : 16 September 2015

Halaman : 1 dari 4

1. Pengertian Pemeriksaan untuk mendeteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim
2. Tujuan Untuk mendeteksi sedini mungkin adanya kanker payudara dan kanker leher rahim
melalui pemeriksaan sadanis dan IVA
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas No. tentang Jenis Pelayanan
4. Referensi Buku Panduan IVA- SADANIS tahun 2015
5. Alat dan bahan Alat
1. Spekulum cocor bebek
2. Sarung tangan
3. Tampon tang
4. Tempat tidur gynecology
5. Tempat sampah medis dan Non medis
6. Format anamnesa IVA
7. Lampu sorot

Bahan
1. Larutan asam asetat 3 5 % untuk pemeriksaan IVA
Menggunakan Asam cuka 25% di encerkan
menjadi 5% dengan perbandingan 1 ; 4
( 1 bagian Asam Asetat di campur dengan 4 bagian
air )
Contoh : 10 ml asam cuka 25% di campur
dengan 40 ml air akan menghasilkan
asam asetat 5%
Buat asam asetat sesuai keperluan hari itu saja,
jangan di simpan untuk beberapa hari.
2. Kapas Lidi
3. Larutan Klorin untuk dekontaminasi peralatan
6. Langkah A. Pemeriksaan Payudara A. Pemeriksaan Payudara
Langkah Persiapan :
1. Jelaskan cara memeriksa payudara Cuci tangan
Persiapan
yang dapat di lakukan sendiri
2. Pasien duduk di meja periksa dengan
kedua lengan di sisi tubuhnya
Inspeksi :
1. Lihat bentuk dan ukuran payudara Inspeksi
2. Lihat puting susu,perhatikan bentuk
dan ukuran seimbang/tidak, keluar
cairan, atau ada nyeri pada kulit
sekitar payudara
3. Kedua lengan diangkat ke atas Palpasi Selesai
kepala
4. Kedua tangan di pinggang untuk
mengencangkan otot pectoralis B. Pemeriksaan IVA
5. Klien membungkukan badannya ke Cuci tangan
depan melihat apakah payudara
menggantung seimbang
Palpasi :
1. Klien berbaring di meja periksa
Pastikan Identitas pasien
2. Letakan bantal di bawah punggung lengkapi dengan inform
3. Letakkan kain bersih diatas perut consent
ibu
4. Letakan tangan kiri ibu diatas
kepala dan perhatikan ukuran Minta pasien
menanggalkan pakaian
payudara
bagian bawah
5. Palpasi menggunakan 3 jari tengah
dengan tehnik spiral,terdapat
benjolan atau ada rasa nyeri tekan
6. Tekan puting dengan lembut keluar Posisikan ibu dengan posisi
litotomi tutup area pingggang
cairan atau tidak
hingga lutut
7. Palpasi ke 2 pangkal payudara ada
pembesaran KGB atau kekenyalan
karena biasanya di sini terdapat
kanker payudara Gunakan sarung tangan dan
8. Jelaskan jika ditemukan kelainan bersihkan genitalia interna dng
dan anjurkan ibu untuk melakukan air DTT
sadari setiap bulan sesudah haid

B. Pemeriksaan IVA Masukkan speculum hingga


tampak servik dan bersihkan
1. Memastikan identitas, memeriksa servik dengan kapas lidi
status dan kelengkapan inform
consent klien
2. Klien diminta untuk menanggalkan Periksa servik ada kecurigaan
pakaiannya dari pinggang hingga kanker/tidak,SSK tampak oleskan
lutut servik dng asam asetat selama 1
menit dan nilai hasilnya
3. Kien di posisikan dalam posisi
litotomi
4. Tutup area pinggang hingga lutut
dengan kain Jika hasil negative jelaskan
untuk pemeriksaan ulang
5. Gunakan sarung tangan
6. Bersihkan genitalia interna dengan
air DTT
7. Masukkan spekulum dan Keluarkan speculum dan lepas
sarung tangan, dekontaminasi
tampakkan servik hingga jelas dalam larutan chlorine 0,5%
terlihat selama 10 menit
8. Bersihkan servik dari cairan,darah,
dan sekret dengan kapas lidi bersih
9. Periksa servik sesuai langkah-
Jelaskan hasil pemeriksaan
langkah berikut : dan kapan hrs di ulang lagi

a. Terdapat kecurigaan kanker


atau tidak :
Jika Ya, klien dirujuk,
pemeriksaan IVA tidak Selesai
dilanjutkan, Jika pemeriksa
adalah dokter ahli obstetri
dan ginekologi, lakukan
biopsi.
b. Jika tidak dicurigai kanker,
identifikasi Sambungan
Skuamo Kolumnar (SSK)
Jika SSK tidak tampak, maka
dilakukan pemeriksaan mata
C. Penatalaksaan IVA Positif
telanjang tanpa asam asetat, lalu
beri kesimpulan sementara, Cuci tangan
misalnya hasil negatif namun
SSK tidak tampak. Klien
disarankan untuk melakukan
pemeriksaan selanjutnya lebih
cepat atau PAP Smear maksimal
6 bulan lagi.
IVA Positif dirujuk krioterapi
c. Jika SSK tampak, lakukan atau konsultasi onkologi
IVA dengan mengoleskan ginekologi
kapas lidi yang sudah
dicelupkan ke dalam asam
asetat 3-5% keseluruh
permukaan servik IVA positif <75% atau lesi <2mm
d. Tunggu hasil IVA selama 1 tawarkan pengobatan
menit, perhatikan apakah ada segera,tawarkan pengobatan
bercak putih ( Acetowhite setelah konseling,tawarkan
Epithelium) atau tidak. untuk kunjungan yang berbeda
e. Jika IVA negatif, jelaskan
kepada klien kapan harus
kembali untuk mengulang Selesai
pemeriksaan IVA
f. Jika IVA positif, tentukan
metode tatalaksana yang
akan di lakukan.
10. Keluarkan Spekulum cocor
Bebek
11. Lepas sarung tangan, masukan
bahan habis pakai ke tempat
sampah medis. Masukan alkes
ke dalam larutan klori 0,5 %
selama 10 menit untuk
dekontaminasi
12. Jelaskan hasil pemeriksaan
kepada klien, kapan harus
melakukan pemeriksaan lagi
serta rencana tata laksana jika di
perlukan

C. Penatalaksanaan IVA Positif


1. IVA Positif lakukan krioterapi oleh
dokter umum atau konsultasi
onkologi ginekologi
2. Elektrokauterisasi LEEP/LLETZ
oleh dokter SPOG atau konsultan
onkologi ginekologi
3. IVA positif < 75 %,lesi <2 mm di
luar batas krioprob:
a. Tawarkan pengobatan segera
b. Tawarkan pengobatan setelah
konseling
c. Tawarkan pengobatan untuk
kunjungan yang berbeda

7. Hal-hal yang Pemeriksaan IVA dapat dilakukan bersamaan dengan saat pemeriksaan ulang KB IUD
perlu
diperhatikan
8. Unit terkait Klinik KIA
Klinik KB

9. Dokumen 1. Register IVA


terkait

10. Riwayat Perubahan Dokumen

No Yang dirubah Isi Perubahan Tgl.mulai diberlakukan