Anda di halaman 1dari 5

7/19/2017 Formulir Perencanaan Campuran Beton (Mix Design)

RIDHO's FILE
Home Download Categories Catatan

Formulir Perencanaan Campuran Beton (Mix


post

Design)
// POSTED BY :RIDHO SURYAWALDI // ON :SENIN, 09 MARET 2015
Widgetbar

LABORATORIUM BETON
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

Dikerjakan : Senin, 08 Desember 2014 Kelompok A14 (Teknik Sipil A)


Dihitung : Senin, 08 Desember 2014

DAFTAR ISIAN (FORMULIR) PERENCANAAN CAMPURAN BETON


No. Uraian Jumlah
1. Kuat tekan yang disyaratkan pada umur 28 hari 27 Mpa
2. Deviasi Standar 3.5 Mpa
3. Nilai Tambah (margin) 5.74Mpa
4. Kuat tekan rata-rata yang ditargetkan (fcr) 32.74Mpa
5. Jenis semen (biasa/cepat keras) Biasa/tipe 1
6. Jenis agregat kasar (alami/batu pecah) Batu pecah
Jenis agregat halus (alami/pecahan) Alami
7. Faktor air semen 0.47
8. Faktor air semen maksimum 0.60
- Dipakai faktor air semen yang terendah) 0.47
9.
Nilai slump 112.5 mm
10.
Ukuran maksimum agregat kasar 40 mm
11.
Kebutuhan air 218.4 liter
12.
Kebutuhan semen portland 464.68 kg
13.
Kebutuhan semen portland minimum 275 kg
14.
- Dipakai kebutuhan semen portland 464.68kg
15.
Penyesuaian jumlah air atau faktor air semen Tetap 218.4 liter dan 0,47
16.
Daerah gradasi agregat halus Daerah 1
17.
Persen berat agregat halus terhadap campuran 48 %

http://ridhowaldi.blogspot.co.id/2015/03/formulir-perencanaan-campuran-beton-mix.html 1/5
7/19/2017 Formulir Perencanaan Campuran Beton (Mix Design)

18. Berat jenis agregat campuran 2.73 t/m3


19. Berat jenis beton 2400 kg/m3
20. Kebutuhan agregat 1716.92 kg/m3
21. Kebutuhan agregat halus 824.122 kg/m3
22. Kebutuhan agregat kasar 892.798 kg/m3

Kesimpulan :
Volume Berat Total Air Semen Ag. Halus Ag. Kasar
1 m3 2400 Kg 218.4 Kg 464.68 Kg 824.122 Kg 892.788 Kg
1 adukan 319.88 Kg 29.23 Kg 62.2 Kg 108.95 Kg 119.5 Kg

Untuk 1 m3 beton (berat betonnya 2400 kg) dibutuhkan :


1) Air = 218.4 Kg
2) Semen = 464.68 Kg
3) Pasir = 824.122 Kg
4) Kerikil = 892.788 Kg
Perbandingan Semen, air, pasir, kerikil :
PC : A : P : K = 1 : 0.47 : 1.774 : 1.92
Untuk 1 adukan
Pada praktikum ini menggunakan benda uji 21 buah silinder dan 1 buah balok. Dengan
diketahui silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm, serta balok dengan ukuran 10 x 10 x
50 cm.
- Volume silinder = d 2.t = (15)2(30)
= 5303,57 cm3
- Volume total silinder = 5303,57 cm3 x 21 buah = 111374.97 cm3
- Volume balok = p x l x t = 50 x 10 x 10 = 5000 cm3
Dengan menggunakan faktor keamanan sebesar 15% maka volume total didapatkan:
Volume total = volume total silinder + volume balok
= 111374.97 cm3 + 5000 cm3
= 116374.97 cm3
= 0,11637497 m3
Volume Total= 0,11637497 m3 x 1.15 = 0,13383 m3
Jadi, untuk 1 adukan dibutuhkan :
a. Air = 218.4 literx 0,13383 m3 = 29.23 Kg
b. Semen = 464.68 Kg x 0,13383 m3 = 62.2 Kg
c. Agregat halus = 814.122 Kg x 0,13383 m3 = 108.95 Kg
d. Agregat kasar = 892.789 Kg x 0,13383 m3 = 119.5 Kg
Berat satu adukan sebesar :
29.23 kg + 62.2 Kg + 108.95 Kg + 119.5 Kg = 319.88 Kg
http://ridhowaldi.blogspot.co.id/2015/03/formulir-perencanaan-campuran-beton-mix.html 2/5
7/19/2017 Formulir Perencanaan Campuran Beton (Mix Design)

a. Cara Perhitungan

Langkah 1 kuat tekan beton yang disyaratkan pada umur 28 hari yaitu:

Fc = 27 Mpa

Langkah 2 penetapan nilai deviasi standart (S) = 3.5 MPa

Langkah 3 perhitungan nilai tambah (M) = 5.74 MPa

M = K x Sd

= 1,64 x 3.5

= 5.74 MPa
Langkah 4 menetapkan kuat tekan rata-rata yang disyaratkan

Fcr = fc + M

= 27 + 5.74

= 32.74 MPa

Langkah 5 menetapkan jenis semen, dipilih jenis Semen Type I

Langkah 6 menetapkan jenis agregat, dipilih jenis agregat batu pecah

Langkah 7 menetapkan faktor air semen

CARA I, dari gambar 4.1 diperoleh 0,47


CARA II, dari gambar 4.2 diperoleh 0,50

CARA III, dari tabel 4.2 diperoleh 0,60

Dari ketiga cara, yang sedang adalah 0,47 (cara pertama)

Langkah 8 menetapkan faktor air semen maksimum. Dari ketiga cara diatas (langkah 7), nilai FAS

Maksimum = 0,60

dipakai faktor air semen minimum = 0,47

Langkah 9 menetapkan nilai slump minimal 75 mm dan maksimal 150 mm.

Langkah 10 menetapkan ukuran besar butir agregat maksimum (kerikil) = 40 mm.

Langkah 11 menetapkan kebutuhan air

Dari tabel 4.7 jika pasir maksimum 10 mm, jenis alami

Kerikil 40 mm , jenis batu pecah didapat

Ah = 225

Ak = 205

A = 0,67 Ah + 0,33 Ak

= 0,67 (225) + 0,33 (205)

= 218.4 liter

Langkah 12 Menentukan kebutuhan semen

= air / faktor air semen (langkah 8 dan 11)


= 218.4 / 0,47

= 464.68 Kg

Langkah 13 menentapkan kebutuhan air semen minimum

Dari tabel 4.10 di dapat 275 Kg (dalam ruangan non korosif)

Dari tabel 4.10 ditetapkan semen minimum 275 Kg

Langkah 14 kebutuhan semen yang sesuai.


http://ridhowaldi.blogspot.co.id/2015/03/formulir-perencanaan-campuran-beton-mix.html 3/5
7/19/2017 Formulir Perencanaan Campuran Beton (Mix Design)

Dari langkah 12 didapat 464.68 Kg dan dari langkah 13 didapat 275 kg.

Ditetapkan kebutuhan semen yang dipakai = 464.68 Kg

Langkah 15 penyesuaian jumlah air atau faktor air semen

Karena pada langkah 14 tidak mengubah jumlah kebutuhan semen yang dihitung

pada langkah 12, maka tidak perlu ada penyesuaian jumlah air maupun semen.

Langkah 16 menentukan golongan pasir = Golongan I

Langkah 17 Perbandingan pasir dan kerikil (pasir terhadap campuran).


Dengan gambar 4.4 jika faktor air semen 0.47, pasir golongan I, slump minimal 75

mm dan maksimal 150 mm dan agregat maksimum 40 mm didapat 48% pasir.

Langkah 18 menentukan berat jenis agregat campuran pasir dari kerikil

Bj campuran = (P/100) x Bj pasir + (K/100) x Bj kerikil

= (48/100) x 2.7175 + (52/100) x 2.751


= 1.30 + 1.43

= 2.73t/m3

Langkah 19 menentukan berat jenis beton

Dengan gambar 4.6, jika berat jenis campuran 2.73 kebutuhan air (langkah 11) 218.4

liter didapat berat jenis betonnya = 2400 kg/m3

Langkah 20 menentukan kebutuhan pasir dan kerikil

Berat pasir + kerikil = berat beton kebutuhan air kebutuhan semen

= (langkah 19) (langkah 11) (langkah12)

= 2400 218.4 464.68

= 1716.92 Kg/m3

Langkah 21 menetapkan kebutuhan agregat halus


Kebutuhan pasir = (berat pasir + kerikil) x persentase berat pasir

= 1716.92 x 48%

= 824.122 Kg/m3

Langkah 22 menetarkan kebutuhan agregat kasar

Kebutuhan kerikil = (berat pasir + kerikil) kebutuhan pasir

= 1716.92 824.122

= 892.798 Kg/m3

Share This

Back t o H ome Teknik Sipil Tugas ,

Formulir Perencanaan Campuran Bet on (Mix Design)

Related Posts :
Teknik Sipil, Tugas

Sejarah UMM Kemajuan Ilmu Pengetahuan

Perkembangan IT

http://ridhowaldi.blogspot.co.id/2015/03/formulir-perencanaan-campuran-beton-mix.html 4/5
7/19/2017 Formulir Perencanaan Campuran Beton (Mix Design)

Bahan Tambah (Admixture) untuk Campuran Formulir Perencanaan Campuran Beton (Mix
Beton Design)

Batako Batu Bata

Pengenalan Jenis Kayu

Leave a Reply

Masukkan komentar Anda...

Beri komentar sebagai: Unknown (Google) Logout

Publikasikan Pratinjau Beri tahu saya

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

PREV NEXT

// Copyright 2012 RIDHO's FILE //Anime-Note//Powered by Blogger // Designed by Johanes Djogan //

http://ridhowaldi.blogspot.co.id/2015/03/formulir-perencanaan-campuran-beton-mix.html 5/5