Contoh Laporan Kesling
Contoh Laporan Kesling
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Permata Bunda .
9. Status Permodalan : PT
C. DESKRIPSI KEGIATAN
2. a. Surat izin usaha dan izin pengelolaan lingkungan hidup yang dimiliki
b. Surat izin lain yang dilampirkan
N NO. TGL
JENIS PERIJINAN PEMBERI IZIN
o DITERBITKAN
1 Surat Izin 440.442/24527/XI/2015 Dinas Kesehatan
Penyelenggaraan 13 November 2012 Provinsi Sumatera
Rumah Sakit Utara
2 Status Akreditasi KARS-SERT / 651 / VI / Komite Akreditasi
2012 Rumah Sakit
29 Juni 2012
3 Penetapan Kelas 171/MENKES/SK/VI/20 Departemen
RSU Permata 10 Kesehatan Republik
Bunda 15 Juni 2010 Indonesia
(Kelas B)
5 Surat Izin Undang- 7521/7523/7098/2.1/130 Badan Pelayanan
3. Surat izin tentang pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).
Yang dimiliki dari Kementerian Lingkungan Hidup (apabila ada), lampirkan
foto copy izin.
1 Suhu 0C - 25.9 38
2 pH - - 6,72 2.1
3 Total Coliform MPN/100ml - 16000 5000
4 TDS (jlh zat Mg/L - 193 2000
padat terlarut
5 TSS (jlh zat Mg/L - 2 200
padat
tersuspensi)
6 Amoniak Bebas Mg/L - *** 10
7 BOD Mg/L - 2,41 50
8 COD Mg/L - 7,5 80
9 Detergen g/L - 21,2 10
10 Minyak & Lemak Mg/L - *** 10
1 Suhu 0C - 27.2 38
2 pH - - 6.76 2.1
3 Total Coliform MPN/100ml - 460 5000
4 TDS (jlh zat Mg/L - 166 2000
padat terlarut
5 TSS (jlh zat Mg/L - 4 200
padat
tersuspensi)
6 Amoniak Bebas Mg/L - *** 10
7 BOD Mg/L - 4,629 50
8 COD Mg/L - 14,4 80
9 Detergen g/L - 12,5 10
10 Minyak & Lemak Mg/L - *** 10
1 Suhu 0C - 29,9 38
2 pH - - 6,39 2.1
3 Total Coliform MPN/100ml - 700 5000
4 TDS (jlh zat Mg/L - 238 2000
padat terlarut
5 TSS (jlh zat Mg/L - 4 200
padat
tersuspensi)
6 Amoniak Bebas Mg/L - *** 10
7 BOD Mg/L - 1,57 50
8 COD Mg/L - 4,361 80
9 Detergen g/L - 5.1 10
10 Minyak & Lemak Mg/L - *** 10
1 Suhu 0C - 28,7 38
2 pH - - 6,48 2.1
3 Total Coliform MPN/100ml - 16000 5000
4 TDS (jlh zat Mg/L - 84 2000
padat terlarut
5 TSS (jlh zat Mg/L - 12 200
padat
tersuspensi)
6 Amoniak Bebas Mg/L - *** 10
7 BOD Mg/L - 0,580 50
8 COD Mg/L - 1,611 80
9 Detergen g/L - 0,7 10
10 Minyak & Lemak Mg/L - *** 10
1 Suhu 0C - 28.4 38
2 pH - - 5.58 2.1
3 Total Coliform MPN/100ml - 20 5000
4 TDS (jlh zat Mg/L - 46 2000
padat terlarut
5 TSS (jlh zat Mg/L - 22 200
padat
tersuspensi)
6 Amoniak Bebas Mg/L - *** 10
7 BOD Mg/L - 0,580 50
8 COD Mg/L - 1.611 80
9 Detergen g/L - <0.5 10
10 Minyak & Lemak Mg/L - *** 10
1 Suhu 0C - 38
2 pH - - 2.1
3 Total Coliform MPN/100ml - 5000
4 TDS (jlh zat Mg/L - 2000
padat terlarut
5 TSS (jlh zat Mg/L - 200
padat
tersuspensi)
6 Amoniak Bebas Mg/L - 10
7 BOD Mg/L - 50
8 COD Mg/L - 80
9 Detergen g/L - 10
10 Minyak & Lemak Mg/L - 10
1 Suhu 0C - 38
2 pH - - 2.1
3 Total Coliform MPN/100ml - 5000
4 TDS (jlh zat Mg/L - 2000
padat terlarut
5 TSS (jlh zat Mg/L - 200
padat
tersuspensi)
6 Amoniak Bebas Mg/L - 10
7 BOD Mg/L - 50
8 COD Mg/L - 80
9 Detergen g/L - 10
10 Minyak & Lemak Mg/L - 10
1 Suhu 0C - 38
2 pH - - 2.1
3 Total Coliform MPN/100ml - 5000
4 TDS (jlh zat Mg/L - 2000
padat terlarut
5 TSS (jlh zat Mg/L - 200
padat
tersuspensi)
6 Amoniak Bebas Mg/L - 10
7 BOD Mg/L - 50
8 COD Mg/L - 80
9 Detergen g/L - 10
10 Minyak & Lemak Mg/L - 10
1. Identifikasi Limbah Cair Aktifitas dan Domestik Secara Berkala Setiap Bulan
Mulai Januari s/d Juni Tahun Berjalan. (Terlampir)
Berdasarkan Ketentuan :
Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 1999 Tentang Pengendalian Pencemaran
udara (Baku Mutu Udara Ambien Nasional)
Bulan : 2013
Hasil Pengujian
Batasan
No Unsur Laboratorium
Satuan Baku Mutu Ket
Parameter Lokasi Lingkungan
Lingkungan
Masyarakat
1 CO g/Nm3 114,20 30000
2 SO2 g/Nm3 5,59 900
3 NO2 g/Nm3 16,29 400
4 H2S g/Nm3 <1,40 28
5 NH3 g/Nm3 <0,70 1388
2. Bahan Lain
KEBUTUHAN
NAMA (TABUNG) PERUNTUKAN KETERANGAN
HARI BULAN SEMESTER TAHUN
Oksigen 5 150 900 1.800 Gas Medis --
N2O -- 0.5 3 6 Gas Medis --
3. Pengguna Energi
No Jenis
Kapasitas KEBUTUHAN
Energi
Terpasang (KW)
(KPA) HARI BULAN SEMESTER TAHUN
1 PLN 197 KW 100 3.000 18.000 36.000
2 GENSET 275 KVA -- -- -- --
3 GENSET 365 KVA -- -- -- --
4. Penggunaan Air
No SUMBER Diolah/Tidak Peruntukan Kapasitas M3
Diolah HARI BULAN SEMESTER TAHUN
1 Air PAM Tidak Diolah Air minum 2 60 360 720
Hemodialisa 2 60 360 720
Operasi 3 90 540 1.080
Laboratorium 1 60 360 720
Radiologi 1 60 360 720
Ruang 18 900 5.400 10.800
Perawatan
Dapur Gizi 6 150 900 1.800
Laundry 4 90 540 1.080
Toilet 5 150 900 1.800
Pegawai
1. Pengolahan Limbah
PENGOLAHAN LIMBAH
NAMA/JENI SUMBER IPAL DUST LAIN-LAIN
No
S LIMBAH LIMBAH COLEKTO (SEBUTKAN)
R
Ruangan PT ARAH
perawatan ENVIROMENTAL
Ruang INDONESIA
operasi
Limbah UGD
1
Padat ICU
Laboratoriu
m
Farmasi
2. Data Limbah
Kapasitas Volume (M3)
No Limbah Sumber Keterangan
Hari Bulan Semester Tahun
Ruang 0,02 0,6 3,6 7,2
Perawatan
Kamar
Operasi dan 0,01 0,3 1,8 3,6
Tindakan
1 Padat darurat
Laboratorium 0,08 0,24 1,44 2,88
Ruangan 0,05 0,15 0,9 1,8
Perkantoran
Apotek 0,04 0,12 0,72 1,44
Limbah dari
2 Cair Tiap-tiap 35 1.050 6.300 12600
Ruangan
b. Penjelasan
Prosedur Penanggulangan Keadaan Darurat
Prosedur Penanganan Kebakaran
1. Petugas Tidak boleh panik
2. Mengidentifikasi sumber api dengan cepat
3. Menganalisa besar api secara cepat
4. Melakukan penyemprotan dengan racun api yang telah tersedia disetiap
unit.
5. Apabila api dalam skala besar dan cepat segera mengevakuasi para
pasien dan keluarga melelui jalur dan tempat titik penampungan I yang
telah ditentukan, melalui tangga dan tidak boleh melalui Lift, Segera
menghubungi petugas pemadam kebakaran 113
6. Mengevakuasi barang-barang/dokumen berharga sedapat mungkin.
7. Segera bunyikan alarm kebakaran agar semua unit siaga
8. Orang-orang yang telah berada di tempat penampungan harus mampu
memberikan bantuan pertolongan seperti tangga dan menenagkan
orang yang panik.
9. Menangani korban kebakaran sesuai prinsip TRIASE
Prosedur Penanganan Bencana Alam Gempa Bumi
1. Petugas Tidak boleh panik
2. Segera beritahu kepada petugas yang lainnya
3. Para petugas harus mendahulukan keselamatan pasien
4. Segera evakuasi korban melalui tangga dan melalui jalur yang telah
ditentukan dan tidak boleh melalui Lift.
5. Tempat penampungan harus jauh dari bangunan, pohon dan tiang
listrik/telepon
6. Segera bunyikan alarm darurat agar semua unit siaga
7. Berikan pertolongan kepada korban dan segera ambil alih kondisi pasien
8. Menangani korban sesuai prinsip TR1ASE
1. Limbah cair dari aktifitas RSU PB sudah aman dan layak di buang ke
lingkungan karena sudah memenuhi syarat yang ditetapkan oleh
pemerintah walau ada beberapa para meter yang melewati baku
mutu.
1. FISIK-KIMIA
a. Ruang, Lahan dan Tanah
Diatas lahan seluas 3615 M2 berdiri gedung RSU Permata Bunda, dimana
gedung tersebut berpotensi terkena dampak lingkungan. Dari pemantauan
yang dilakukan komponen Fisika-Kimia sebagai berikut :
Sumber Dampak
Sifat Dampak
Dampak terhadap pencemaran udara ini tergolong dampak negatif
penting karena terjadi selama operasional RSU Permata Bunda.
Sifat Dampak
Dampak terhadap pencemaran udara ini tergolong dampak negatif
penting karena terjadi selama operasional RSU Permata Bunda
b. Limbah Cair
Sumber Dampak
1. Limbah cair infeksius berasal dari :
Ruang Diagnosa
Pelayanan perawatan pasien berupa limbah cair dari kamar mandi
dan pencucian peralatan yang dipakai
Laboratorium, air limbah dari pencucian wadah-wadah urine,
darah, serum serta sisa-sisa reagensia yang telah terukur
Sifat Dampak
Dampak yang terjadi terhadap pencemaran limbah cair
terhadap badan air penerima tergolong dampak negatif
penting karena terjadi selama operasional RSU Imelda
Pekerja Indonesia berlangsung.
Sifat Dampak
Dampak yang terjadi terhadap pencemaran sampah/limbah padat
tergolong dampak penting karena terjadi selama operasional RSU Imelda
Pekerja Indonesia berlangsung,
d. Infeksi Nosokomial
Sumber Dampak
1. Penggunaan peralatan medis yang terkontaminasi oleh kuman berupa
:
Tindakan invansif/intravaskuler seperti tranfusi darah, lumbal
punksi, vena seksio dan tindakan sejenisnya yang dapat
menyebabkan masuknya kuman kedalam tubuh.
Tindakan kateterisasi, penyedotan lendir, sonde dan tindakan
lainnya yang dapat menyebabkan masuknya kuman kedalam
saluran kencing atau saluran pemafasan.
2. Banyaknya pasien yang dirawat dan menjadi sumber infeksi bagi
pasien lain maupun lingkungannya.
Sifat Dampak
Dampak yang terjadi terhadap infeksi nosokomial tergolong
dampak penting karena terjadi selama operasional RSU Permata
Bunda berlangsung.
Sifat Dampak
Dampak yang terjadi terhadap air bersih tergolong dampak penting
karena merupakan sumber air bagi semua aktivitas operasional RSU.
Permata Bunda.
b. Taman
RSU Imelda Pekerja Indonesia memiliki taman dan dirawat dengan baik
di lingkungan rumah sakit.
c. Ruang Terbuka Hijau
Ruang terbuka hijau RSU Permata Bunda berada di lantai 1 dan lantai 4
bangunan
2. Dampak Sosekbud
a. Sosial Masyarakat
Sumber Dampak
- Kegiatan, keramaian manusia lalu lintas jalan
Sifat Dampak
Dampak terhadap sosial masyarakat termasuk dampak positif penting
karena RSU Permata Bunda meniadi sarana dan fasilitas kesehatan bagi
masyarakat sekitar.
b. Ekonomi Masyarakat
Sumber Dampak
Terciptanya lapangan kerja dan pelayanan medis dan non medis bagi
masyarakat serta mobilitas manusia.
Sifat Dampak
Dampak terhadap ekonomi masyarakat termasuk dampak positif penting
karena RSU Permata Bunda menimbulkan lapangan pekerjaan dan
peluang usaha masyarakat sekitar.
c. Budaya
Sumber Dampak
- Pengelolaan kesehatan secara medis, modern menurut standar
yang ditetapkan oleh pemerintah.
- Komponen Lingkungan Yang Terkena Dampak
Sifat Dampak
Sumber Dampak
Kondisi pengelolaan limbah (padat, cair dan gas) RSU Permata Bunda
dan lalu lintas kendaraan bermotor.
Sifat Dampak
Dampak terhadap kesehatan masyarakat termasuk dampak penting
karena selain menjadi altematif sarana pengobatan dan peningkatan
kesehatan bagi masyarakat sekitar, RSU Permata Bunda juga
menghasilkan limbah padat, gas dan cair.
No Sumber Dampak Jenis Ukuran Dampak Komponen Yang Tolak Ukur Dampak
Terkena Dampak
1 Limbah Gas Penurunan Kwalitas udara KEPMENLH No.
a. Kenderaan bermotor kwalitas udara ambien Keperawatan-
b. Pembusukan sampah Meningkatnya didalam 02/MENKLH/1998
c. Generator listrik pameter Nox, ruangan tentang baku
d. Aktifitas Yang Medik S02, H2S, NH3, maupun mutu lingkungan
(anestesi) debu, Pb dan didalam Kep Dirjend PPM
e. Aktifitas non medik Mikrobiologi. ruangan & PLP No.
(memasak, Kesehatan dan HK.00.06.6.44
insektisida, bengkel) kenyamanan tahun 1983
f. Aktifitas pengunjung - penghuni RSU tentang yaratan
penghuni dan PB maupun teknis tatacara
pegawai RSU PB masyarakat penyehatan
sekitar RSU lingkungan rs
PB
2 Kebisingan : Peningkatan Penghuni RSU IPI KepMenkes No.
a. Genset kebisingan didalam dan penduduk 829/Menkes/VII/1
b. Kendereaan bermotor maupun diluar RSU disekitar RSU PB 999 tentang
c. Pelayanan medik PB Medan persyaratan
d. Pelayanan non medik kesehatan
e. Aktifitas pengunjung perumahan
penghuini dan pegawai KepMenkes Rl
RSU PB No.
718/Menkes/Per/I
X/19 87 tentang
kebisingan yang
berhubungan
dengan
kesehatan
3 Pencahayaan Penurunan daya Seluruh penghuni Dirjend PPM &
a. Cahaya buatan (lampu) penglihatan sehingga RSU PB PLP No.
b. Cahaya alam (Jendela) menurunkan aktifitas HK.00.06.6.44
penghuni RSU PB tahun 1983
tentang
persyaratan
teknis dan
tatacara
penyehatan
lingkungan RSU
PB
4 Limbah padat/Sampah : Pencemaran Kesehatan PLP No.
Non Klinis ; udara kimia & masyarakat HK.00.06.6.44
Dapur/kantin fisika serta Estetika tahun 1983
Kebersihan ruangan bakteriologi lingkungan tentang pers
(pengujung) Meningkatnya Keseimbangan yaratan teknis
KebersIihan halaman populasi vektor populasi flora tatacara
Klinis penyakit (lalat) dan fauna penyehatan
Pelayanan perawatan Kecelakaan kerja Penyumbatan lingkungan RSU
Ruang operasi akibat benda- saluran PB
Laboratorium benda tajam pembuangan
Tempat pembuangan air limbah dan
sementara sistem
drainase
6 Infeksi nasakomial Infeksi silang dari Penghuni dan Pedoman Teknis
Penggunaan penderita lain atau pengunjung RSU Pengelolaan
peralatan medis yang infeksi lingkungan PB makanan dan
terkontasminasi dengan ditemukannya Pencegahan infeksi
Penggunaan mikroorganisme Nasakomial Depkes
peralatan non medis dipatogen. Rl 1996
yang terkontaminasi
Udara yang tercemar
mikroorganisme