Bab 3 Personalia
Bab 3 Personalia
Gambar 54
Struktur Organisasi Unit Personalia
RS Stella Maris Tahun 2012
WADIR
ADMINISTRASI & KEUANGAN
KABAG
SUMBER DAYA MANUSIA
KASUBAG KASUBAG
ADM. PERSONALIA ADMINISTRASI GAJI
Tabel 165
Perbandingan Standar Fisik bangunan Unit Perawatan Bedah Santo. Yoseph
Pedoman Penyelenggaraan Rumah Sakit Berdasarkan Kepmenkes RI
di RS. Stella Maris Tahun 2011
Dilaksanakan
Standar Fisik Ruangan
No (cek list)
Menurut Kepmenkes RI
Dengan Tidak
No.1204/MENKES/X/2004 Ket.
Sempurna sempurna
Permukaan dinding harus rata dan berwarna
1.
terang
Dinding menggunakan cat yang tidak luntur,
2. serta tidak menggunakan cat yang
mengandung logam berat.
Lantai harus terbuat dari bahan yang kuat,
mudah dibersihkan, kedap air, berwarna
3.
terang.
Dilaksanakan
Standar Fisik Ruangan (cek list)
No
Menurut Kepmenkes RI Dengan Ket.
Dengan
No.1204/MENKES/X/2004 Sempurn
Sempurna
a
Pertemuan lantai dengan dinding harus
4. berbentuk konus/lengkung agar mudah
dibersihkan.
Ventilasi alamiah harus dapat menjamin
menggunaka
5. aliran udara di dalam kamar/ruangan dengan
n AC
baik.
Luas ventilasi alamiah minimal 15% dari menggunaka
6.
luas lantai. n AC
Bila ventilasi alamiah tidak menjamin
adanya pergantian udara dengan baik,
7.
ruangan harus dilengkapi dengan
penghawaan buatan/mekanis
Penggunaan ventilasi buatan/mekanis harus
8.
disesuaikan dengan peruntukan ruangan.
Atap harus kuat, tidak bocor, dan tidak
9. menjadi tempat perlindungan serangga,
tikus, dan binatang pengganggu lainnya.
Atap yang lebih tinggi dari 10 meter harus
10.
dilengkapi penagkal petir.
Langit-langit harus kuat, berwarna terang,
11.
dan mudah dibersihkan .
Langit-langit tingginya min. 2,70 m dari
12.
lantai
Kerangka langit-langit harus kuat, dan bila
13.
dibuat dari kayu harus anti rayap
Lebar pintu min. 1,2 meter dengan tinggi
14. min. 2,10 meter, dan ambang bawah min.
1,00 m dari lantai
Pintu harus kuat, cukup tinggi, cukup lebar,
15. dan dapat mencegah masuknya serangga,
tikus, dan binatang pengganggu lainnya.
Pemasangan jaringan air bersih, air limbah,
listrik, sistem pengawasan,dan sarana
16.
telekomunikasi, harus memenuhi
persyaratan teknis.
Tidak dapat
diukur
17. Kebisingan untuk ruangan <45dBA - - karena alat
tidak
tersedia
Dilaksanakan
Standar Fisik Ruangan (cek list)
No
Menurut Kepmenkes RI Dengan Ket.
Dengan
No.1204/MENKES/X/2004 Sempurn
Sempurna
a
Pembagian ruangan dan lalulintas antar
18. ruangan harus didesain sedemikian rupa dan
dilengkapi dengan petunjuk letak ruangan
Di lengkapi dengan pintu darurat yang dapat
dijangkau dengan mudah bila terjadi
19.
kebakaran atau kejadian darurat lainnya dan
dilengkapi ram untuk brankar.
Ruangan dilengkapi dengan fasilitas
20. pemadam kebakaran sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
Suhu 26-27 C (dengan AC) atau suhu kamar
Mengguna-
21. (tanpa AC) dengan sirkulasi udara yang
kan AC
baik.
Semua Santop kontak dan saklar dipasang
22.
pada ketinggian min. 1,40 m dari lantai.
Kualitas udara tidak berbau (terutama bebas
23.
dari H2S dan Amoniak.
Kadar debu berdiameter kurang dari 10 Tidak ada
24. - -
micron dan tidak mengandung debu asbes. alat ukur
Sumber: Menurut Kepmenkes RI No.1204/MENKES/X/2004, Tahun 2011
U N I T R A D I O L O G I
CT SCAN
USG
2 5 UNIT RADIOLOGI
1
8
6
UNIT PERSONALIA
3 4
K A M A R O P E R A S I
FISIOTERAPI
Keterangan :
1 = Meja kepala bagian SDM 5 = Komputer
2 = Meja kepala Subbagian Adm. Personalia 6 = Lemari arsip
3 = Meja kepala subbagian Adm. Gaji 7 = Dispenser
4 = Meja tamu 8 = Tempat sampah
Purna Paruh
Jenis Ketenagaan Jumlah
Waktu Waktu
TENAGA KETEKNISAN MEDIS
D III Perekam Medis 1 1
D III - Radiologi 1 2 3
D III Sanitasi Lingkungan
D III - Analis Kesehatan 1 7 8
SMAK 2 2
STM/STN 4 3 7
Pengatur Rawat Gigi 1 1
Sub Total 10 12 22
TENAGA NON-KESEHATAN
S1 Akuntansi/Ekonomi 2 1 3
S1 Administrasi 1 1
S1 Tehnik 1 1
DIII - Akuntansi/Ekonomi 2 1 3
DIII Informatika 1 1
DIII - Kesejahteraan Sosial 1 1
DIII Sekertaris 1 1
DIII Manajemen Keuangan 1 1
DIII Lainnya 1 1 2
SMA Umum 33 32 65
SMEA 19 8 27
SMU/SMTA lainnya 3 2 5
SPS 28 3 31
SMP 44 18 62
SD dan Kebawah 30 4 34
Sub Total 166 70 236
TOTAL 330 238 568
Sumber : Buku Laporan Tahunan RS. Stella Maris, 2011
Dari tabel dapat diketahui bahwa RS. Stella Maris memiliki delapan
jenis ketenagakerjaan yang terdiri atas tenaga medis, tenaga keperawatan,
tenaga kefarmasian, tenaga gizi, tenaga keterapian fisik, tenaga kesehatan
masyarakat, tenagaketeknisan medis dan tenaga non-kesehatan. Diketahui
pula bahwa RS. Stella Maris memiliki 568 tenaga kerja yang terdiri atas
tenaga kerja purna waktu (330 orang) dan tenaga kerja paruh waktu (238
orang).
1 Spesialis Anak 5
2 Spesialis Anastesi 2
3 Spesialis Bedah 20
4 Spesialis Penyakit Dalam 23
5 Spesialis Kandungan 9
6 Spesialis Mata 6
7 Spesialis Syaraf 9
8 Spesialis THT 3
9 Spesialis Radiologi 4
10 Spesialis Jiwa 2
11 Spesialis Gigi dan Mulut 2
12 Patologi Klinik 1
13 Spesialis Kulit & Kelamin 1
14 Ahli Gizi 1
15 Umum 13
Sumber : Buku laporan tahunan [Link] Maris, 2011
Dari tabel 169 dapat diketahui bahwa RS. Stella Maris memiliki dokter
dengan tiga belas jenis spesialis, ahli gizi dan dokter umum.
Tabel 170
Daftar Sumber Daya Manusia unit Personalia
RS Stella Maris 2012
Jumlah 6 Orang
No Kebijakan-Kebijakan Keterangan
No Kebijakan-Kebijakan Keterangan
1. Menerima dan memeriksa kelengkapan serta
pemenuhan persyaratan sesuai ketentuan
Yayasan Ratna Miriam yang berlaku.
2. Melaporkan berkas-berkas usulan kepada
Atasan Langsung untuk mendapat petunjuk
lebih lanjut.
Kebijakan kgb.
3. 3. Mengajukan berkas permohonan kepada
Golongan/pangkat
Direksi Rumah Sakit untuk pemberian
persetujuan/rekomendasi.
Melanjutkan proses bila permohonan telah
disetujui oleh Direksi kepada Yayasan Ratna
Miriam melalui Perwakilan Kesehatan
Wlayah Sulselra.
1. Setiap karyawan berhak atas cuti tahunan
selama 12 hari kerja setelah bekerja 12 bulan
terus menerus.
2. Bagi karyawan luar pulau sulawesi,
karyawan dapat mengumpulkan cuti
tahunan maksimal 2 x 12 hakan rilaku kerja
Kebijakan cuti tahunan dan sebelumnya harus mendapat izin tertulis
4.
pegawai dari Direksi Rumah Sakit.
3. Penundaan Cuti sebagaimana dicantumkan
pada butir 2, hanya dapat dilakukan setiap 2
(dua) tahun sekali.
4. Cuti tahunan selain butir 2 diatas dapat
ditunda ketahun berikutnya atas kepentingan
dinas.
1. Cuti hamil diberikan 1 bulan sebelum hari
Kebijakan cuti perkiraan persalinan dan 2 bulan sesudah
5. hamil/melahirkan melahirkan.
pegawai 2. Cuti hamil berlaku hanya untuk anak 1,2,
dan 3.
1. Permohonan cuti nikah melalui Direktur dan
diserahkan melalui Unit Personalia.
2. Setelah selesai menjalankan cuti nikah
pegawai yang bersangkutan wajib
menunjukkan surat-surat yang sah (Akte
Kebijakan cuti nikah Perkawinan/Surat nikah), selambat-
6.
pegawai lambatnya 1 (satu) minggu setelah
pernikahan.
3. Pegawai yang menunjukkan surat-surat yang
sah memperoleh sumbangan pernikahan.
4. Lamanya cuti pernikahan adalah 3 (tiga)
hari.
No Kebijakan-Kebijakan Keterangan
1. Izin cuti kedukaan diberikan kepada pegawai
apabila salah satu anggota keluarga
meninggal.
2. Yang dimaksud dengan anggota keluarga :
Suami/Isteri/anak dan Orang tua kandung.
3. Pegawai yang dapat menunjukkan surat-surat
Kebijakan cuti kedukaan
7. yang sah memperoleh sumbangan kedukaan
pegawai
sesuai kemampuan Rumah Sakit .
4. Sumbangan yang dimaksud berlaku hanya
Anggota Keluarga (Suami, Istri, dan Anak)
dan diberi kan pada saat kedukaan atau
paling lambat 1 (satu) Minggu.
No Kebijakan-Kebijakan Keterangan
No Kebijakan-Kebijakan Keterangan
No Kebijakan-Kebijakan Keterangan