Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN RESIDENSI II

RS STELLA MARIS MAKASSAR


2012

A. Gambaran Unit Personalia

3.1 Organisasi dan Manajemen Unit Personalia


3.1.1 Visi
Mengacu pada Visi RS Stella Maris yaitu Menjadi rumah sakit
terbaik di Sulawesi Selatan, khususnya di bidang keperawatan dengan
semangat cinta kasih Kristus kepada sesama.
3.1.2 Misi
Mengacu pada Misi RS Stella Maris yaitu Senantiasa siap
sedia memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas sesuai dengan
perkembangan dan kebutuhan masyarakat, khususnya bagi mereka
yang berkekurangan dan dilandasi semangat cinta kasih Kristus
kepada sesama, yakni:
a) Keberpihakan kepada masyarakat lemah (option for the poor).
b) Pelayanan dengan mutu keperawatan prima (excellent service).
c) Pelayanan yang adil dan merata
d) Pelayanan kesehatan dengan standar kedokteran yang mutakhir
dan komprehensif (one Stop medical service).
e) Peningkatan kesejahteraan karyawan dan kinerjanya.
3.1.3 Falsafah
Mengacu pada Falsafah RS Stella Maris yaitu Dengan semangat
cinta kasih Kristus, RS. Stella Maris selalu siap memberikan pelayanan
yang baik dan menyeluruh kepada sesama manusia.
3.1.4 Tujuan
Mengacu pada tujuan RS Stella Maris yaitu Turut serta dalam
upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara optimal.
3.1.5 Motto
Mengacu pada Motto RS Stella Maris yaitu Menuju mutu
keperawatan prima.

Bagian Manajemen Rumah Sakit 447


LAPORAN RESIDENSI II
RS STELLA MARIS MAKASSAR
2012

3.1.6 Struktur Organisasi Unit Personalia


Dalam setiap instalasi/unit pelayanan terdapat struktur organisasi
yang mengatur setiap jalur komando dan jalur koordinasi dalam
penyelenggaraan dan pelaksanaan pelayanan. James D. Mooney
mengatakan Organisasi adalah bentuk perserikatan manusia untuk
mencapai tujuan bersama sedangkan Chester I. Barnard memberikan
pengertian organisasi adalah suatu sistem aktivitas kerjasama yang
dilakukan oleh dua orang atau lebih.. Menurut The Liang Gie (dalam
Hasibuan, 2001:127) struktur organisasi adalah organisasi kerangka
yang mewujudkan pola tetap dari hubungan-hubungan di antara bidang-
bidang kerja, maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan dan
peranan masing-masing dalam kebulatan kerja sama.
Struktur organisasi didefenisikan sebagai mekanisme-mekanisme
formal organisasi diolah. Struktur ini terdiri atas unsur spesialisasi
kerja, standarisasi, koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi dalam
pembuatan keputusan dan ukuran satuan kerja. Unsur unsur struktur
organisasi terdiri dari : (T. Hani Handoko, 1991)
Spesilisasi kegiatan
Koordinasi kegiatan
Standarisasi kegiatan
Sentralisasi dan desentralisasi pembuatan keputusan
Ukuran satuan kerja
Untuk personalia hal ini sudah cukup baik, struktur telah
memperlihatkan gambaran spesialisasi dan koordinasi kegiatan. Berikut
adalah Struktur Organisasi Unit Personalia RS Stella Maris dapat dilihat
sebagai berikut:

Bagian Manajemen Rumah Sakit 448


LAPORAN RESIDENSI II
RS STELLA MARIS MAKASSAR
2012

Gambar 54
Struktur Organisasi Unit Personalia
RS Stella Maris Tahun 2012

WADIR
ADMINISTRASI & KEUANGAN

KABAG
SUMBER DAYA MANUSIA

KASUBAG KASUBAG
ADM. PERSONALIA ADMINISTRASI GAJI

Sumber: Unit Personalia RS Stella Maris Tahun 2011

Bagian Manajemen Rumah Sakit 449


LAPORAN RESIDENSI II
RS STELLA MARIS MAKASSAR
2012

3.2 Deskripsi Fisik dan Bangunan Unit Personalia


3.2.1 Letak Unit Personalia
Unit Personalia terletak di lantai I RS Stella Maris (gedung
lama) dengan lokasi satu koridor dengan Unit Radiologi dan Unit
Kamar Operasi. Terdapat pintu utama sebelah barat sebagai akses
masuk karyawan dan pengunjung, serta akses ke Unit Radiologi, Unit
Kamar Operasi, dan Unit Fisioterapi. Unit personalia diapit oleh Unit
Radiologi dan Unit Kamar Operasi. Unit Personalia mempunyai tanda
yang jelas dari jalan pintu keluar maupun dari dalam sebagai petunjuk
lokasi unit tersebut. Hal ini cukup baik, secra umum RS Stella Maris
memiliki tanda penunjuk arah untuk mengakses berbagai unit,
begitupun untuk Unit Personalia, hal ini membantu untuk mampu
mengakses unit secara cepat. Letak diantai dasar dan berada di sekitar
unit lainnya memudahkan pegawai dari unit lain mampu untuk
melakukan hubungan terkait masalah kepegawaian dengan mudah.
Berikut adalah perbandingan fisik bangunan Unit Personalia
dengan fisik bangunan menurut Kepmenkes RI
No.1204/MENKES/X/2004 di RS. Stella Maris tahun 2011:

Tabel 165
Perbandingan Standar Fisik bangunan Unit Perawatan Bedah Santo. Yoseph
Pedoman Penyelenggaraan Rumah Sakit Berdasarkan Kepmenkes RI
di RS. Stella Maris Tahun 2011
Dilaksanakan
Standar Fisik Ruangan
No (cek list)
Menurut Kepmenkes RI
Dengan Tidak
No.1204/MENKES/X/2004 Ket.
Sempurna sempurna
Permukaan dinding harus rata dan berwarna
1.
terang
Dinding menggunakan cat yang tidak luntur,
2. serta tidak menggunakan cat yang
mengandung logam berat.
Lantai harus terbuat dari bahan yang kuat,
mudah dibersihkan, kedap air, berwarna
3.
terang.

Bagian Manajemen Rumah Sakit 450


LAPORAN RESIDENSI II
RS STELLA MARIS MAKASSAR
2012

Dilaksanakan
Standar Fisik Ruangan (cek list)
No
Menurut Kepmenkes RI Dengan Ket.
Dengan
No.1204/MENKES/X/2004 Sempurn
Sempurna
a
Pertemuan lantai dengan dinding harus
4. berbentuk konus/lengkung agar mudah
dibersihkan.
Ventilasi alamiah harus dapat menjamin
menggunaka
5. aliran udara di dalam kamar/ruangan dengan
n AC
baik.
Luas ventilasi alamiah minimal 15% dari menggunaka
6.
luas lantai. n AC
Bila ventilasi alamiah tidak menjamin
adanya pergantian udara dengan baik,
7.
ruangan harus dilengkapi dengan
penghawaan buatan/mekanis
Penggunaan ventilasi buatan/mekanis harus
8.
disesuaikan dengan peruntukan ruangan.
Atap harus kuat, tidak bocor, dan tidak
9. menjadi tempat perlindungan serangga,
tikus, dan binatang pengganggu lainnya.
Atap yang lebih tinggi dari 10 meter harus
10.
dilengkapi penagkal petir.
Langit-langit harus kuat, berwarna terang,
11.
dan mudah dibersihkan .
Langit-langit tingginya min. 2,70 m dari
12.
lantai
Kerangka langit-langit harus kuat, dan bila
13.
dibuat dari kayu harus anti rayap
Lebar pintu min. 1,2 meter dengan tinggi
14. min. 2,10 meter, dan ambang bawah min.
1,00 m dari lantai
Pintu harus kuat, cukup tinggi, cukup lebar,
15. dan dapat mencegah masuknya serangga,
tikus, dan binatang pengganggu lainnya.
Pemasangan jaringan air bersih, air limbah,
listrik, sistem pengawasan,dan sarana
16.
telekomunikasi, harus memenuhi
persyaratan teknis.
Tidak dapat
diukur
17. Kebisingan untuk ruangan <45dBA - - karena alat
tidak
tersedia

Bagian Manajemen Rumah Sakit 451


LAPORAN RESIDENSI II
RS STELLA MARIS MAKASSAR
2012

Dilaksanakan
Standar Fisik Ruangan (cek list)
No
Menurut Kepmenkes RI Dengan Ket.
Dengan
No.1204/MENKES/X/2004 Sempurn
Sempurna
a
Pembagian ruangan dan lalulintas antar
18. ruangan harus didesain sedemikian rupa dan
dilengkapi dengan petunjuk letak ruangan
Di lengkapi dengan pintu darurat yang dapat
dijangkau dengan mudah bila terjadi
19.
kebakaran atau kejadian darurat lainnya dan
dilengkapi ram untuk brankar.
Ruangan dilengkapi dengan fasilitas
20. pemadam kebakaran sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
Suhu 26-27 C (dengan AC) atau suhu kamar
Mengguna-
21. (tanpa AC) dengan sirkulasi udara yang
kan AC
baik.
Semua Santop kontak dan saklar dipasang
22.
pada ketinggian min. 1,40 m dari lantai.
Kualitas udara tidak berbau (terutama bebas
23.
dari H2S dan Amoniak.
Kadar debu berdiameter kurang dari 10 Tidak ada
24. - -
micron dan tidak mengandung debu asbes. alat ukur
Sumber: Menurut Kepmenkes RI No.1204/MENKES/X/2004, Tahun 2011

Bagian Manajemen Rumah Sakit 452


LAPORAN RESIDENSI II
RS STELLA MARIS MAKASSAR
2012

3.2.2 Denah Unit Personalia


Gambar 55 Denah Unit Personalia
Rumah Sakit Stella Maris Tahun 2011

U N I T R A D I O L O G I

CT SCAN

USG
2 5 UNIT RADIOLOGI
1

8
6

UNIT PERSONALIA
3 4

K A M A R O P E R A S I

FISIOTERAPI

Keterangan :
1 = Meja kepala bagian SDM 5 = Komputer
2 = Meja kepala Subbagian Adm. Personalia 6 = Lemari arsip
3 = Meja kepala subbagian Adm. Gaji 7 = Dispenser
4 = Meja tamu 8 = Tempat sampah

Bagian Manajemen Rumah Sakit 453


LAPORAN RESIDENSI II
RS STELLA MARIS MAKASSAR
2012

3.3 Deskrpsi Kegiatan Unit Personalia


Unit Personalia adalah salah satu unit yang ada di RS Stella Maris yang
bertujuan untuk mengatur administrasi personalia dan administrasi gaji rumah
sakit mulai dari pelaporan sampai pengarsipan rumah sakit. Unit Personalia
yang Secara langsung ditangani oleh Kepala Bagian Sumber Daya Manusia
memiliki pembagian pekerjaan sesuai dengan subbagiannya, yaitu Subbagian
Administrasi Personalia dengan Subbagian Adminisrasi Gaji. Adapun uraian
pekerjaan Unit Personalia di masing-masing subbagian adminisrasi yaitu
sebagai berikut:

3.3.1 Subbagian Administrasi Personalia


Tabel 166
Deskripsi Kegiatan Unit Personalia Subbagian Adm. Personalia
RS. Stella MarisTahun 2011

No Deskripsi Kegiatan Pelaksanaan

1. Seleksi dan penerimaan 1) Menerima berkas lamaran dari pelamar.


pegawai 2) Menerima kelengkapan berkas serta keabsahan dan
kesesuaian dengan persyaratan administratif yang
diperlukan
3) Mengajukan lamaran yang telah diterima oleh
pelamar kepada Direktur RS. Stella Maris.
4) Melanjutkan proses penerimaan dan seleksi sesuai
rekomendasi dari direktur, wakil direktur, dan kepala
unit kerja yang terkait.
5) Melaksanakan pemanggilan bagi pelamar yang lolos
seleksi administratif guna mengikuti seleksi
kemampuan dan wawancara.
6) Menjawab lamaran yang tidak sesuai kebutuhan.
7) Menyelenggarakan proses seleksi kemampuan dan
wawancara bersama wakil direktur terkait.
8) Menyiapkan berkas/dokumen pelaksanaan masa
percobaan untuk ditandatangani oleh calon pegawai.
9) Melaksanakan kegiatan orientasi bagi calon pegawai
10) Menyelesaikan proses pengajuan lamaran kepada
Yayasan Joseph melalui Perwakilan Kesehatan
Wilayah Sulseltra.

Bagian Manajemen Rumah Sakit 454


LAPORAN RESIDENSI II
RS STELLA MARIS MAKASSAR
2012

No Deskripsi Kegiatan Pelaksanaan

2. Pengangkatan pegawai 1) Menerima dan memeriksa kelengkapan berkas serta


menilai pemenuhan persyaratan sesuai dengan
Yayasan Ratna Miriam.
2) Mengajukan permohonan kepada Direktur Rumah
Sakit.
3) Melanjutkan proses pengiriman berkas permohonan
yang telah memenuhi persyaratan dan telah mendapat
rekomendasi Direktur Rumah Sakit kepada Yayasan
melalui perwakilan Wilayah Sulselra.
4) Menyelesaikan proses setelah diterbitkan surat
pengangkatan dan memenuhi arsip atas nama
karyawan yang berkaitan.
3. KGB. Golongan atau 1) Menerima dan memeriksa kelengkapan serta
golongan pemenuhan persyaratan sesuai ketentuan Yayasan
Ratna Miriam yang berlaku.
2) Melaporkan berkas-berkas usulan kepada Atasan
Langsung untuk mendapat petunjuk lebih lanjut.
3) Mengajukan berkas permohonan kepada Direksi
Rumah Sakit untuk pemberian
persetujuan/rekomendasi.
4) Melanjutkan proses bila permohonan telah disetujui
oleh Direksi kepada Yayasan Ratna Miriam melalui
Perwakilan Kesehatan Wlayah Sulselra.
4. Cuti tahunan pegawai 1) Membuat surat pemberitahuan kepada kepala bagian
untuk membuat jadwal cuti tahunan.
2) Membuat surat pemberitahuan cuti tahunan ke
masing-masing bagian sesuai jadwal yang
dimasukkan ke bagian Personalia.
3) Menyerahkan formulir cuti kepada pegawai yang
bersangkutan.
4) Memproses cuti.
5) Mencatat ke buku catatan cuti pegawai.
6) Mengecek pegawai yang telah selesai menjalankan
cuti.
7) Membuat surat panggilan kepada pegawai yang
terlambat masuk kerja (batas cuti).
8) Jika terjadi tunda cuti pegawai maka:
Melakukan pemeriksaan surat permohonan tunda
cuti
Menyerahkan sutar permohonan ke kantor
sekretariat
Memproses lanjut
Mencatat ke buku catatan tunda cuti pegawai dan

Bagian Manajemen Rumah Sakit 455


LAPORAN RESIDENSI II
RS STELLA MARIS MAKASSAR
2012

No Deskripsi Kegiatan Pelaksanaan

5. Cuti hamil/melahirkan 1) Membuat surat pemberitahuan kepada pegawai yang


pegawai bersangkutan berdasarkan perkiraan melahirkan.
2) Memproses cuti.
3) Mencatat ke dalam buku cuti.
4) Mengecek pegawai yang selesai menjalankan cuti.
5) Membuat surat panggilan kepada pegawai yang
terlambat masuk kerja (batas cuti).
6) Melakukan pengarsipan
6. Cuti nikah pegawai 1) Menerima/memeriksa permohonan yang
bersangkutan.
2) Meneruskan permohonan yang bersangkutan ke
Direktur.
3) Memproses lanjut.
4) Menyelesaiakan sutar-surat yang dibutuhkan oleh
pegawai yang bersangkutan.
5) Mencatat ke buku catatan pegawai yang menikah.
6) Membuat pengarsipan.
7. Cuti kedukaan pegawai 1) Menerima laporan baik dari pegawai atau dari anggota
keluarga.
2) Meneruskan laporan tersebut ke Direktur RS Stella
Maris
3) Memproses pemberian cuti kedukaan kepada yang
bersangkutan.
4) Mencatat ke buku catatan pegawai.
5) Membuat pengarsipan.
8. Izin cuti kelahiran anak 1) Menerima laporan dari Unit kerja atau Wadir yang
pegawai terkait.
2) Menerima/memeriksa permohonan yang
bersangkutan.
3) Meneruskan permohonannya ke Direktur dengan
melampirkan catatan pegawai yang bersangkutan.
4) Memproses permohonan yang telah mendapat
persetujuan Direktur.
5) Mencatat ke buku catatan pegawai.
6) Seluruh permohonan/pemberian izin harus dilaporkan
kepada Unit Personalia oleh Atasan Langsung.
7) Membuat surat panggilan kepada pegawai yang
terlambat masuk kerja, setelah izi berakhir.
8) Membuat pengarsipan.

Bagian Manajemen Rumah Sakit 456


LAPORAN RESIDENSI II
RS STELLA MARIS MAKASSAR
2012

No Deskripsi Kegiatan Pelaksanaan


9. penilaian pekerja 1) Membuat surat pengantar dengan melampirkan
(DP-3) formulir DP-3 untuk setiap orang ke masing masing
unit kerja.
2) Merekap DP-3 dari seluruh Unit Kerja.
3) Mengajukan DP-3 kepada Direktur RS Stella Maris.
4) Memproses lanjut berkas DP-3 secara keseluruhan ke
Yayasan melalui Perwakilan Kesehatan Wilayah
sulselra disertai rekomendasi direktur RS Stella
Maris.
5) Membuat Pengarsipan
10. Check clock/ kehadiran 1) Menyiapkan kartu absensi sesuai jumlah pegawai
menurut bagian masing-masing.
2) Menyecek jumlah karyawan yang hadir pada kartu
absensi dan disesuaikan dalam daftar dinas.
3) Mengecek kebenaran kehadiran pegawai setiap hari
ke seluruh Unit Kerja sesuai dengan kartu absensi dan
daftar dinas pegawai.
4) Menghitung kehadiran pegawai pada kartu absensi
yang disesuaikan dengan daftar dinas, dan diserahkan
ke Subbagian Administrasi Gaji.
5) Melakukan pengantauan kepada pegawai yang
memasukkan kartu absensi.
11. Pelaksanaan 1) Menerima dan memeriksa kelengkapan berkas
pemberhentian pegawai permohonan.
2) Meneruskan permohonan tersebut ke Direktur RS
Stella Maris.
3) Memproses lanjut permohonan setelah mendapat
rekomendasi Direktur ke Pimpinan Yayasan melalui
Perwakilan Sulselra Bidang Kesehatan.
4) Menyelesaikan proses administrasi setelah
diterbitkannya Surat Keputusan Berhenti dari yayasan
kepada yang terkait.
5) Membuat pengarsipan
12. Pemberhentian pegawai 1) Menyiapkan berkas pegawai yang bersangkutan.
karena usia lanjut 2) Melaporkan ke Atasan Langsung adanya tenaga yang
akan pensiun.
3) Melaporkan ke Wadir yang terkait adanya pegawai di
bawah jajarannya yang akan pensiun.
4) Melaporkan ke Direktur RS Stella Maris adanya
tenaga yang akan pensiun serta minta petunjuk
selanjutnya.
5) Menghubungi pegawai yang bersangkutan untuk
memberitahukan akan pensiun.
6) Mengatur pemberian surat pensiun yg bersangkutan

Bagian Manajemen Rumah Sakit 457


LAPORAN RESIDENSI II
RS STELLA MARIS MAKASSAR
2012

No Deskripsi Kegiatan Pelaksanaan


13. Mutasi pegawai antar 1) Menghubungi pegawai yang bersangkutan.
unit dalam yayasan 2) Menyiapkan berkas kepegawaian yang bersangkutan.
3) Memproses lanjut ke Yayasan melalui Perwakilan
Yayasan Ratna Miriam Bidang Wilayah Sulselra.
4) Menyerahkan surat mutasi kepada yang terkait.
5) Memproses jawaban surat kepada yang bersangkutan
(bila tidak mendapat persetujuan Pimpinan).
Sumber: Buku Laporan Personalia Tahun 2011

3.3.2 Subbagian Administrasi Keuangan


Tabel 167
Deskripsi Kegiatan Unit Personalia Subbagian Administrasi Keuangan
RS. Stella Maris Tahun 2011

No Deskripsi Kegiatan Pelaksanaan

1. Pembuatan daftar gaji 1) Memeriksa Surat Keputusan Yayasan yang baru


pegawai terbit.
2) Memeriksa laporan realisasi daftar dinas, daftar
lembur, double shift, dan kelebihan jam dinas, serta
menetapkan nilai rupiah yang timbul.
3) MMemeriksa, mengoreksi dan menandatangani
semua daftar gaji individual, serta daftar Gaji
Kolektif Pegawai.
4) Menyelesaikan seluruh Administrasi gaji untuk
diserahkan ke Subbagian Keuangan selambat-lambatnya
tanggal 3 bulan berjalan.
Sumber: Buku Laporan Personalia Tahun 2011

Bagian Manajemen Rumah Sakit 458


LAPORAN RESIDENSI II
RS STELLA MARIS MAKASSAR
2012

3.4 Kinerja Kegiatan Unit Personalia


Kinerja Unit Personalia dapat dilihat melalui pencatatan tenaga kerja
baik tenaga medis, tenaga kesehatan maupun tenaga non medis yang ada
untuk meningkatkan pembangunan Rumah Saki sella Maris.
3.4.1 Kinerja Unit Personalia melalui pencatatan Tenaga Kerja RS.
Stella Maris
Tabel 168
Daftar Ketenagaan Berdasarkan Status Kepegawaian
RS Stela Maris Tahun 2011
Purna Paruh
Jenis Ketenagaan Jumlah
Waktu Waktu
TENAGA MEDIS
Dokter Umum 6 6
Dokter Gigi 1 1
Dokter Spesialis 2 2
Sub Total 9 9
TENAGA KEPERAWATAN
DIII Keperawatan 36 117 153
DIII Anestesi 1 1
SPK/SPR 80 50 85
Perawat/Bidan 7 7
DIII - Kebidanan 1 7 8
Tenaga Keperawatan Lainnya 1 1 2
Sub Total 126 130 256
TENAGA KEFARMASIAN
Apoteker 2 2 4
Asisten Apoteker 5 6 11
DIII Farmasi 3 3
Sarjana Farmasi 1 1
Sub Total 7 12 19
TENAGA GIZI
DIII Gizi 2 1 3
Tenaga Gizi Lainnya 5 3 8
SMKK/BOGA/Busana 3 4 7
Sub Total 10 8 18
TENAGA KETERAPIAN FISIK
DIII Fisioterapi 2 2 4
Sub Total 2 2 4
TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT
S1. Kesehatan Masyarakat 4 4
Sub Total 4 4

Bagian Manajemen Rumah Sakit 459


LAPORAN RESIDENSI II
RS STELLA MARIS MAKASSAR
2012

Purna Paruh
Jenis Ketenagaan Jumlah
Waktu Waktu
TENAGA KETEKNISAN MEDIS
D III Perekam Medis 1 1
D III - Radiologi 1 2 3
D III Sanitasi Lingkungan
D III - Analis Kesehatan 1 7 8
SMAK 2 2
STM/STN 4 3 7
Pengatur Rawat Gigi 1 1
Sub Total 10 12 22
TENAGA NON-KESEHATAN
S1 Akuntansi/Ekonomi 2 1 3
S1 Administrasi 1 1
S1 Tehnik 1 1
DIII - Akuntansi/Ekonomi 2 1 3
DIII Informatika 1 1
DIII - Kesejahteraan Sosial 1 1
DIII Sekertaris 1 1
DIII Manajemen Keuangan 1 1
DIII Lainnya 1 1 2
SMA Umum 33 32 65
SMEA 19 8 27
SMU/SMTA lainnya 3 2 5
SPS 28 3 31
SMP 44 18 62
SD dan Kebawah 30 4 34
Sub Total 166 70 236
TOTAL 330 238 568
Sumber : Buku Laporan Tahunan RS. Stella Maris, 2011
Dari tabel dapat diketahui bahwa RS. Stella Maris memiliki delapan
jenis ketenagakerjaan yang terdiri atas tenaga medis, tenaga keperawatan,
tenaga kefarmasian, tenaga gizi, tenaga keterapian fisik, tenaga kesehatan
masyarakat, tenagaketeknisan medis dan tenaga non-kesehatan. Diketahui
pula bahwa RS. Stella Maris memiliki 568 tenaga kerja yang terdiri atas
tenaga kerja purna waktu (330 orang) dan tenaga kerja paruh waktu (238
orang).

Bagian Manajemen Rumah Sakit 460


LAPORAN RESIDENSI II
RS STELLA MARIS MAKASSAR
2012

3.4.2 Ketenagaan Dokter Berdasarkan Keahlian


Tabel 169
Daftar Nama-Nama Dokter RS. Stella Maris Tahun 2011
No Keahlian Jumlah

1 Spesialis Anak 5
2 Spesialis Anastesi 2
3 Spesialis Bedah 20
4 Spesialis Penyakit Dalam 23
5 Spesialis Kandungan 9
6 Spesialis Mata 6
7 Spesialis Syaraf 9
8 Spesialis THT 3
9 Spesialis Radiologi 4
10 Spesialis Jiwa 2
11 Spesialis Gigi dan Mulut 2
12 Patologi Klinik 1
13 Spesialis Kulit & Kelamin 1
14 Ahli Gizi 1
15 Umum 13
Sumber : Buku laporan tahunan RS.Stella Maris, 2011
Dari tabel 169 dapat diketahui bahwa RS. Stella Maris memiliki dokter
dengan tiga belas jenis spesialis, ahli gizi dan dokter umum.

3.5 Sumber Daya Manusia Unit Personalia


Sumber daya manusia di Unit Personalia terdiri atas 3 orang dengan latar
belakang pendidikan dan jabatan masing-masing. Adapun daftar sumber daya
manusia Unit Personalia adalah sebagai berikut:

Bagian Manajemen Rumah Sakit 461


LAPORAN RESIDENSI II
RS STELLA MARIS MAKASSAR
2012

Tabel 170
Daftar Sumber Daya Manusia unit Personalia
RS Stella Maris 2012

Unit Kerja Bagian Jabatan Nama Pegawai Status Total

Bagian SDM Kepala


Bagian Hermince Palallungan PNS 1
SDM
Kasubag.
Subbagian Adm. Agustina Make PNS
Adm. Personalia 2
Personalia Personalia Staf Adm.
Fransiska Malla PNS
Personalia
Kasubag.
Adm. Endang Hilda Halim, SE PNS
Gaji
Subbagian
Adm. Staf Adm. 3
Maria Erni PNS
Gaji Gaji
Staf Adm. Cicci PNS
Gaji

Jumlah 6 Orang

Sumber :Laporan Karyawan RS. Stella Maris, 2011

Dari tabel 170 di atas, dapat diketahui bahwa terdapat 6 orang


karyawan yang bekerja di Unit Personalia. Adapun Status kepegawaian
karyawan yang bekerja pada Unit Personalia, semuanya berstatus PNS
dengan pendidikan terakhir yang bervariasi.

3.6 Kebijakan-kebijakan Unit Personalia


Kebijakan Unit Personalia disusun berdasarkan subbagian yang ada di
dalam unit tersebut. Secara umum, kebijakan Unit Personalia terbagi dua yaitu
kebijakan Subbagian Administrasi Personalia dan kebijakan Subbagian
Adminisrasi Gaji. Berikut adalah kebijakan masing-masing bagian:

Bagian Manajemen Rumah Sakit 462


LAPORAN RESIDENSI II
RS STELLA MARIS MAKASSAR
2012

3.6.1 Subbagian Administrasi Personalia


Tabel 171
Kebijakan-kebijakan Pegawai di Subbagian Administrasi Personalia
RS.Stella Maris Tahun 2012

No Kebijakan-Kebijakan Keterangan

1. Penerimaan pegawai baru harus melalui


tahapan seleksi persyaratan administratif dan
seleksi kemampuan, serta wawancara.
2. Penerimaan pegawai didasarkan atas
ketentuan formasi/kebutuhan.
3. Pengambilan keputusan dilakukan oleh
Kebijakan seleksi dan direksi RS Stella Maris berdasarkan hasil
1.
penerimaan pegawai seleksi dan rekomendasi dari Unit Kerja.
4. Setiap calon pegawai yang telah lulus seleksi
dan ditetapkan untuk diterima harus
melewati masa percobaan selama 3 (tiga)
tahun.
5. Pengangkatan pegawai dilaksanakan oleh
Yayasan Joseph.
1. Pegawai RS Stella Maris berstatus pegawai
Yayasan Joseph ditempatkan di RS Stella
Maris.
2. Pengangkatan pegawai dilaksanakan oleh
yayasan Joseph berdasarkan rekomendasi
dari Direktur RS Stella Maris.
3. Kenaikan Pangkat pegawai diselenggarakan
oleh yayasan Joseph ber dasarkan
persetujuan dan rekomendasi dari Direktur
RS Stella Maris.
4. Pengangkatan sebagai pegawai dapat
diajukan bila DP-3 rata-rata 80.0 dan
Kebijakan pengangkatan
2 kesetiaan minimal 91.
pegawai
5. Pemberian kenaikan pangkat/golongan dapat
diajukan bila DP-3 rata-rata 80,0 dan
kesetiaan minimal 91.
6. Pemberian kenaikan gaji berkala dapat
diajukan bila DP-3 rata-rata 76,0 dan
kesetiaan minimal 91.
7. Usulan pengangangkatan menjadi pegawai
dapat diajukan setelah melewati masa
sebagai pegawai Honor Purna Waktu selama
maksimal 2(dua ) tahun.

Bagian Manajemen Rumah Sakit 463


LAPORAN RESIDENSI II
RS STELLA MARIS MAKASSAR
2012

No Kebijakan-Kebijakan Keterangan
1. Menerima dan memeriksa kelengkapan serta
pemenuhan persyaratan sesuai ketentuan
Yayasan Ratna Miriam yang berlaku.
2. Melaporkan berkas-berkas usulan kepada
Atasan Langsung untuk mendapat petunjuk
lebih lanjut.
Kebijakan kgb.
3. 3. Mengajukan berkas permohonan kepada
Golongan/pangkat
Direksi Rumah Sakit untuk pemberian
persetujuan/rekomendasi.
Melanjutkan proses bila permohonan telah
disetujui oleh Direksi kepada Yayasan Ratna
Miriam melalui Perwakilan Kesehatan
Wlayah Sulselra.
1. Setiap karyawan berhak atas cuti tahunan
selama 12 hari kerja setelah bekerja 12 bulan
terus menerus.
2. Bagi karyawan luar pulau sulawesi,
karyawan dapat mengumpulkan cuti
tahunan maksimal 2 x 12 hakan rilaku kerja
Kebijakan cuti tahunan dan sebelumnya harus mendapat izin tertulis
4.
pegawai dari Direksi Rumah Sakit.
3. Penundaan Cuti sebagaimana dicantumkan
pada butir 2, hanya dapat dilakukan setiap 2
(dua) tahun sekali.
4. Cuti tahunan selain butir 2 diatas dapat
ditunda ketahun berikutnya atas kepentingan
dinas.
1. Cuti hamil diberikan 1 bulan sebelum hari
Kebijakan cuti perkiraan persalinan dan 2 bulan sesudah
5. hamil/melahirkan melahirkan.
pegawai 2. Cuti hamil berlaku hanya untuk anak 1,2,
dan 3.
1. Permohonan cuti nikah melalui Direktur dan
diserahkan melalui Unit Personalia.
2. Setelah selesai menjalankan cuti nikah
pegawai yang bersangkutan wajib
menunjukkan surat-surat yang sah (Akte
Kebijakan cuti nikah Perkawinan/Surat nikah), selambat-
6.
pegawai lambatnya 1 (satu) minggu setelah
pernikahan.
3. Pegawai yang menunjukkan surat-surat yang
sah memperoleh sumbangan pernikahan.
4. Lamanya cuti pernikahan adalah 3 (tiga)
hari.

Bagian Manajemen Rumah Sakit 464


LAPORAN RESIDENSI II
RS STELLA MARIS MAKASSAR
2012

No Kebijakan-Kebijakan Keterangan
1. Izin cuti kedukaan diberikan kepada pegawai
apabila salah satu anggota keluarga
meninggal.
2. Yang dimaksud dengan anggota keluarga :
Suami/Isteri/anak dan Orang tua kandung.
3. Pegawai yang dapat menunjukkan surat-surat
Kebijakan cuti kedukaan
7. yang sah memperoleh sumbangan kedukaan
pegawai
sesuai kemampuan Rumah Sakit .
4. Sumbangan yang dimaksud berlaku hanya
Anggota Keluarga (Suami, Istri, dan Anak)
dan diberi kan pada saat kedukaan atau
paling lambat 1 (satu) Minggu.

1. Memberikan izin 1 (satu) hari kepada


pegawai yang isterinya melahirkan.
Kebijakan izin cuti
8. Izin tersebut hanya berlaku untuk anak I
kelahiran anak pegawai
(pertama), II (kedua), dan III (ketiga).

1. Pegawai yang telah menjalankan pekerjaan


selama satu tahun secara terus menerus, atau
minimal 6 (enam) bulan wajib mendapat
penilaian.
2. Penilaian didasarkan atas : Kesetiaan,
Kebijakan penilaian
9. Prestasi kerja, Ketaatan, Kejujuran,
pekerja (dp-3)
Kerjasama, Prakarsa, Sikap, tanggung
Jawab, dan Kepemimpinan.
3. Penilaian dilaksanakan oleh Atasan
Langsung bersama Atasan Penilai.

1. Pembagian yang telah mencapai usia 55


tahun (batas usia pensiun) diberhentikan
dengan hormat sebagai pegawai.
2. Pegawai yang akan mencapai usia pensiun, 1
(satu) tahun sebelum pensiun akan dierbikan
surat pemberiahuan pemberhentian oleh
Yayasan Joseph.
Kebijakan
10. 3. Pegawai yang berhenti sesuai dengan
pemberhentian pegawai
ketentuan yang berlaku akan diterbitkan
surat keterangan berhenti dan disertai surat
pengalaman kerja.
4. Pegawai yang tidak hadir selama 5 (lima)
hari berturut tanpa alasan yang sah akan
diberhentikan

Bagian Manajemen Rumah Sakit 465


LAPORAN RESIDENSI II
RS STELLA MARIS MAKASSAR
2012

No Kebijakan-Kebijakan Keterangan

1. Setiap pegawai yang bekerja di RS Stella


Maris mempunyai kartu Absen.
2. Kartu Absen yang dimasukkan ke mesin
absen harus sesuai dengan Daftar Dinas, dan
menjadi dasar dalam perhitungan tunjangan
kehadiran.
3. Pegawai yang hadir pada jam dinas, tetapi
tidak memasukkan Kartu Absen dalam
mesin absensi tidak diperhitungkan dalam
tunjangan kehadiran.
4. Pegawai yang memasukkan Kartu absen
yang bukan miliknya (orang lain), mendapat
pengurangan tunjangan kehadiran sebesar 1x
Kebijakan check clock/ kehadiran.
11.
kehadiran 5. Pegawai yang terlambat masuk dinas (sesuai
jam kehadiran) akan mendapat pengurangan
dengan perhitungan sebagai berikut :
Terlambat 6 menit s/d 15 menit sebesar
Rp 250,-
Terlambat 16 menit s/d 30 menit sebesar
Rp 500,-
Terlambat 31 menit ke atas sebesar Rp
1000,-
6. Perhitungan tunjangan kehadiran, dihitung
sampai dengan 15 bulan berjalan.
7. Pegawai yang mengisi kehadiran dengan
tulisan tangan tidak diperhitungkan dalam
pembayaran unjangan kehadiran.
1. Pembagian yang telah mencapai usia 55
ttahun (batas usia pensiun) diberhentikan
dengan hormat sebagai pegawai.
2. Pegawai yang akan mencapai usia pensiun, 1
(satu) tahun sebelum pensiun akan dierbikan
surat pemberiahuan pemberhentian oleh
Kebijakan Yayasan Joseph.
12. pemberhentian pegawai 3. Pegawai yang berhenti sesuai dengan
karena usia lanjut ketentuan yang berlaku akan diterbitkan
surat keterangan berhenti dan disertai surat
pengalaman kerja.
4. Pegawai yang tidak hadir selama 5 (lima)
hari berturut tanpa alasan yang sah akan
diberhentikan

Bagian Manajemen Rumah Sakit 466


LAPORAN RESIDENSI II
RS STELLA MARIS MAKASSAR
2012

No Kebijakan-Kebijakan Keterangan

1. Dalam rangka peningkatan Daya Guna dan


Hasil Guna tiap Unit, pejabat Yayasan dapat
mengadakan pemindahan pegawai.
2. Pemindahan pegawai berdasarkan Surat
Keputusan Pimpinan Pusat, atas Usul
Pimpinan-pimpinan Karya yang bersedia dan
atas Kesepakatan Bersama Pimpinan Unit
yang bersangkutan.
3. Pemindahan sebagaimana butir 2, biaya
pemindahannya ditanggung oleh Yayasan
setelah terlebih dahulu mengadakan
musyawarah/kesepakatan dengan pegawai
yang bersangkutan.
4. Permohonan pindah atas permintaan sendiri,
Kebijakan mutasi
harus diajukan secara tertulis kepada
12. pegawai antar unit
Pimpinan Karya yang bersangkutan dengan
dalam yayasan
mengemukakan alasan-alasan sah, sekurang-
kurangnya 3 (tiga) bulan sebelumnya.
5. Pemindahan pegawai atas permintaan sendiri
dapat dilaksanakan bilamana ada alasan-
alasan yang sah dan persetujuan Pimpinan
Cabang/Unit yang bersangkutan.
6. Permohonan pindah atas permintaan sendiri
tidak menjadi tanggungan Yayasan (biaya
ditanggung sendiri).
7. Pegawai yang menolak untuk dipindahkan
tanpa alasan yang sah dianggap melanggar
peraturan Yayasan yang berlaku dan dapat
dikenakan sanksi pegawai sesuai dengan
peraturan yang berlaku.
Sumber: Buku laporan Personalia tahun 2011

Bagian Manajemen Rumah Sakit 467


LAPORAN RESIDENSI II
RS STELLA MARIS MAKASSAR
2012

3.6.2 Subbagian Administrasi Keuangan


Tabel 172
Kebijakan-kebijakan Pegawai di Subbagian Administrasi Gaji
RS.Stella Maris Tahun 2012

No Kebijakan-Kebijakan Keterangan

1. Kebijakan pembuatan 1. Surat Keterangan gaji baru akan


daftar gaji pegawaI diperhitungkan apabila masuk ke bagian
pembuatan daftar gaji selambat-lambatnya
tgl. 14 bulan berjalan. Jika melewati tgl
tersebut akan diperhitungkan pada bulan
berikutnya.
2. Daftar lembur, double shift dan kelebihan
jam dinas harus masuk paling lamba tanggal
10 bulan berjalan.
3. Semua daftar dinas mingguan harus masuk
setiap hari senin.
4. Semua daftar potongan dan lembur yang
bersangkutan paling lambat tanggal 14
bulan berjalan.
5. Claim untuk potongan dan lembur yang
bersangkutan berkaitan dengan daftar gaji akan
dilayani pada tanggal 1 s/d 7 setelah pembagian
gaji.

Bagian Manajemen Rumah Sakit 468