Pengertian Alat Musik Tradisional Seruling
berbagai macam suling | photo : wikipedia
Jenis suling berdasarkan nada
Suling konser standar ditalakan di C dan mempunyai jangkauan nada 3 oktaf dimulai dari middle C. Akan
tetapi, pada beberapa suling untuk para ahli ada kunci tambahan untuk mencapai nada B di bawah middle C.
Ini berarti suling merupakan salah satu alat musik orkes yang tinggi, hanya piccolo yang lebih tinggi lagi
dari suling.
Piccolo adalah suling kecil yang ditalakan satu oktaf lebih tinggi dari suling konser standar. Piccolo juga
umumnya digunakan dalam orkes.
Suling konser modern memiliki banyak pilihan. Thumb key B-flat standar yang diciptakan dan dirintis
oleh Briccialdi. B foot joint, akan tetapi, adalah pilihan ekstra untuk model menengah ke atas dan
profesional.
Suling open-holed biasa disebut juga French Flute yang di mana beberapa kunci memiliki lubang di
tengahnya sehingga pemain harus menutupnya dengan jarinya. Jenis ini umum pada pemain tingkat konser.
Namun beberapa pemain suling memilih closed-hole plateau key. Para pelajar umumnya menggunakan
penutup sementara untuk menutup lubang tersebut sampai mereka berhasil menguasai penempatan jari yang
sangat tepat.
Pengertian Alat Musik Angklung
Angklung | photo : bandungtraveler
Penjelasan alat musik tradisional Angklung yang berasal dari masyarakat Sunda Jawa Barat.
Angklung adalah alat musik multitonal (bernada ganda) yang terbuat dari bambu. Cara memainkannya
cukup mudah hanya dengan menggoyangkannya. Bunyi yang dihasilkan disebabkan oleh benturan badan
pipa bambu. Bunyi yang dihasilkan bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran,
baik besar maupun kecil.
Dictionary of the Sunda Language karya Jonathan Rigg, yang diterbitkan pada tahun 1862 di Batavia,
menuliskan bahwa angklung adalah alat musik yang terbuat dari pipa-pipa bambu, yang dipotong ujung-
ujungnya, menyerupai pipa-pipa dalam suatu organ, dan diikat bersama dalam suatu bingkai, digetarkan
untuk menghasilkan bunyi. Angklung terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan
Nonbendawi Manusia dari UNESCO sejak November 2010.