0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9K tayangan9 halaman

Panduan Membuat Master Tabel

Dokumen tersebut membahas tahapan pengolahan data penelitian yang terdiri atas empat tahap yaitu editing, coding, tabulating, dan tranfering. Tahap editing berisi memperbaiki data yang dikumpulkan, coding berisi memberi kode pada jawaban responden, tabulating memasukkan data ke dalam tabel, dan tranfering merubah status data menjadi bentuk kategorial. Langkah pembuatan master tabel meliputi memasukkan data ke dalam tabel, menghitung jumlah nilai jawaban responden,

Diunggah oleh

Enny Jurisa
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9K tayangan9 halaman

Panduan Membuat Master Tabel

Dokumen tersebut membahas tahapan pengolahan data penelitian yang terdiri atas empat tahap yaitu editing, coding, tabulating, dan tranfering. Tahap editing berisi memperbaiki data yang dikumpulkan, coding berisi memberi kode pada jawaban responden, tabulating memasukkan data ke dalam tabel, dan tranfering merubah status data menjadi bentuk kategorial. Langkah pembuatan master tabel meliputi memasukkan data ke dalam tabel, menghitung jumlah nilai jawaban responden,

Diunggah oleh

Enny Jurisa
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

MASTER TABEL PENELITIAN


(Rapitos Sidiq, SKM.,MPH*)

A. Pendahuluan

Pada pertemuan sebelumnya telah dibahas tentang pengumpulan data dan cara pengumpulan
data. Pada pertemuan ini akan diuraikan cara pengolahan data, yang terdiri dari 4 tahap,
yaitu Editing, coding, tranfering dan tabulating. Strategi pembelajaran yang akan digunakan
ialah tutorial dan praktikum.

Capaian pembelajaran:

1. Mahasiswa dapat menyebutkan tahapan kegiatan pengolahan data.


2. Mahasiswa dapat menjelaskan tahapan kegiatan pengolahan data.
3. Mahasiswa dapat mempraktekan kegiatan pengolahan data penelitian.

B. Materi

1. Editing
Sebelum data diolah, data tersebut perlu diedit lebih dahulu. Dengan perkataan lain,
data atau keterangan yang telah dikumpulkan dalam buku catatan (record book),
daftar pertanyaan ataupun pada interview guide (pedoman wawancara) perlu dibaca
sekali lagi dan diperbaiki, jika di sana sini masih terdapat hal-hal yang salah atau yang
masih meragukan. Kerja memperbaiki kualitas data serta menghilangkan keragu-
raguan data dinamakan mengedit data.
Beberapa hal perlu diperhatikan dalam Mengedit data.
a. Apakah data sudah lengkap dan sempurna?
b. Apakah data sudah cukup jelas tulisannya untuk dapat dibaca?
c. Apakah semua catatan dapat dipahami?
d. Apakah semua data sudah cukup konsisten?
e. Apakah data cukup uniform?
f. Apakah ada responsi yang tidak sesuai?

Beberapa hal perlu diperhatikan dalam Mengedit data adalah

*Dosen poltekkes kemenkes Aceh (rapitossiddiq@gmail.com)


a. Catatan harus sempurna dalam pengertian bahwa semua kolom atau pertanyaan
harus terjawab atau terisi. Jangan ada satu pun dari jawaban terbiarkan kosong.
Peneliti harus mengenal data yang kosong, apakah responden tidak mau
menjawab, atau pertanyaanya yang kurang dipahami responden .
b. Dalam mengedit, juga perlu dicek pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya tidak
cocok. Jika banyak jawaban pertanyaan yang tidak sesuai, maka daftar pertanyaan
tersebut perlu dikumpulkan, dan harus diklasifikasikan dalam satu kelompok. Jika
hanya beberapa saja yang tidak cocok, mak hal ini merupakan kesalahan peneliti
dan perlu diperbaiki.
c. Perlu juga diperingatkan, jangan sekali-kali mengganti jawaban, angka, ataupun
pertanyaan-pertanyaan dengan maksud membuat data tersebut sesuai, konsisten,
dan cocok untuk maksud tertentu. Menggantikan data orisinal demi mencocokkan
dengan sesuatu keinginan peneliti, berarti melanggal prinsip-prinsip kejujuran
intelektual (intellectual honesty).

2. Kodifikasi Data (Coding)


Data yang dikumpulkan dapat berupa angka, kalimat pendek atau panjang, ataupun
hanya “ya” atau “tidak”. Untuk memudahkan pengolahan, maka jawaban-jawaban
tersebut perlu diberi kode. Pemberian kode kepada jawaban sangat penting artinya,
jika pengolahan data dilakukan dengan komputer. Mengkode jawaban adalah
menaruh angka pada tiap jawaban, misalnya 1 atau 0.
Pemberian kode dapat dilakukan dengan melihat jenis pertanyaan, jawaban, atau
pernyataan, dalam hal ini dapat dibedakan:
a. Jawaban yang berupa angka
b. Jawaban dari pertanyaan tertutup
c. Jawaban dari pertanyaan semiterbuka
d. Jawaban pertanyaan terbuka
e. Jawaban pertanyaan kombinasi
Jawaban responden bisa dalam bentuk angka. Pertanyaan tentang pendapat per bulan,
jawabannya sudah terang dalam bentuk angka. Misalnya, data berupa jumlah rupiah
(Rp. 150,0)
Untuk jawaban pertanyaan tertutup adalah jawaban yang sudah disediakan lebih
dahulu, dan responden hanya tinggal mencek saja jawaban-jawaban tersebut sesuai

*Dosen poltekkes kemenkes Aceh (rapitossiddiq@gmail.com)


dengan instruksi. Responden tidak mempunyai kebebasan untuk memilih jawaban di
luar yang telah diberikan
Pada jawaban semiterbuka, selain dari jawaban yang ditentukan, masih
diperkenankan lagi jawaban lain yang dianggap cocok oleh responden. Jawaban yang
diberada di luar dari yang telah disediakan perlu diberi angka tersendiri untuk kode.
Pada pertanyaan terbuka, jawaban yang diberikan sifatnya bebas, sesuai
dengan apa yang dipikirkan oleh penjawab, tanpa ada suatu batasan tertentu. Untuk
membuat kode terhadap jawaban pertanyaan terbuka, jawaban- jawaban tersebut

3. Tabulasi
Membuat tabulasi termasuk dalam kerja memproses data. Membuat tabulasi tidak lain
dari memasukkan data ke dalam tabel-tabel, dan mengatur angka-angka sehingga
dapat dihitung jumlah kasus dalam berbagai kategori.
4. Transvering
Artinya merubah status data, atau bentuk data, dalam hal ini data dalam bentuk angka
atau numerical kedalam bentuk data Catagorical misalnya tinggi atau rendah.

LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT MASTER TABEL


1. Pastikan semua kuesioner telah terisi dengan lengkap setelah melewati proses
editing.
a. Lanjutkan dengan membuat/memasukan data kedalam master tabel, yang
diawali dengan nomor responden, kemudian data demografi, seperti umur,
jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan dan lain sebagainya, seperti contoh
berikut ini :

MASA
NOMOR JENIS TINGKAT
UMUR MENJADI PEKERJAAN
RESPONDEN KELAMIN PENDIDIKAN
KADER

001 20 Perempuan 2 Tahun SMA PRT


002 20 Perempuan 1 Tahun SMP SWASTA
003 30 lLaki-laki 3 Tahun D3 SWASTA
004 45 Perempuan 8 Tahun SD SWASTA
005 22 Perempuan 1 Tahun SMA PRT
006 25 Perempuan 4 Tahun SMA PNS
007 27 lLaki-laki 5 Tahun SD Tani
008 26 lLaki-laki 4 Tahun SMP SWASTA
Dst...

*Dosen poltekkes kemenkes Aceh (rapitossiddiq@gmail.com)


2. Mulailah dengan memasukan data atau nilai dari hasil jawaban responden pada
subvariabel pertama, dengan meletakan tabel tersebut disamping tabel data
demografi, atau melanjutkan tabel demografi, seperti terlihat pada contoh berikut ini.
PEMBINAAN MASY. DALAM BID.
PEKERJAAN KES.

1 2 3 4 5
PRT 1 1 1 0 0
SWASTA 1 0 1 1 1
SWASTA 1 0 0 0 1
SWASTA 1 0 1 0 1
PRT 1 1 0 0 1
PNS 0 1 1 1 0
Berdasarkan contoh diatas dapat dimengerti bahwa kuesioner penlitian menggunakan
alternatif jawaban “benar” atau” salah” dengan tehnik pemberian nulai “1” untuk
jawaban bebar dan “0” untuk jawaban yang salah.
3. Setelah semua jawaban responden dipindahkan kedalam tabel subvariabel, maka
dilanjutkan dengan menjumlahkan nilai dari masing-masing responden dengan cara
menyorot baris posisi nilai jawaban kuesioner nomor 1 sampai dengan yang terakhir
“x” subvariabel pertama, nilai dari masing-masing responden atau “x” didapat
dengan formula : =SUM, seperti contoh gambar 1 berikut ini:

*Dosen poltekkes kemenkes Aceh (rapitossiddiq@gmail.com)


4. Langkah selanjutnya adalah mencari nilai ∑X, dengan menjumlahkan seluruh nilai
dari masing-masing responden mulai dari responden 1 sampai dengan terakhir,
seperti contoh no.2, dengan formula : =SUM(M6:M15)

5. Langkah selanjutnya adalah mencari nilai rata-rata (mean, x-bar), dengan membagi
jumlah nilai dari semua responden dengan jumlah responden, seperti contoh no.3,
dengan formula : =SUM(M16/B15)

(ingat: Perhatikan kembali posisi dari pada jumlah responden, yaitu pada kolom B, dan
baris ke 15, seperti yang ditunjukan nomor 4.

*Dosen poltekkes kemenkes Aceh (rapitossiddiq@gmail.com)


4

6. Langkah selanjutnya ialah mencari hasil dari katagori, sesuai dengan kataori hasil
yang ditetapkan, misalnya :

Tinggi bila x >= x bar (rata-rata)


Rendah bila x < x bar (rata-rata)

Dalam hal ini nilai x bar- lah yang menjadi pedoman utama dalam menentukan katagori
hasil masing-masing responden. Disini kita menggunakan formula : “ IF” dengan nilai
x-bar 2,9 , seperti pada contoh nomor 5 berikut ini:

*Dosen poltekkes kemenkes Aceh (rapitossiddiq@gmail.com)


Pada contoh diatas formula yang if yang digunakan ialah
=IF(M6>=2,9;"TINGGI";IF(M6<2,9;"RENDAH")), sehingga menghasilkan seperti
gambar dibawah ini :

7. Setelah didapatkan semua katagori hasil, langkah selanjunya adalah mencari jumlah
berapakah jumlah responden yang katagori hasil tinggi dan rendah dengan formula :
“COUNTIF” Seperti contoh nomor . 6. Yaitu =COUNTIF(N6:N15;"TINGGI")
(ingat penggunaan tanda titik koma “ ; ” tidak muntlak dalam semua formula ini,
adakalanya menggunakan tanda koma “ , ”, sesuai dengan tipe komputer yang
digunakan.

Dengan hasil akhir seperti berikut ini.

*Dosen poltekkes kemenkes Aceh (rapitossiddiq@gmail.com)


demikanlah langkah-langkah membuat master tabel dengan satu subvariabel, untuk
subvaribel berikutnya, dengan cara yang sama dan diletakan disamping sub.variabel
yang pertama, begitu seterusnya.
Bila semua subvariabel telah didapatkan hasilnya, seperti langkah-langkah ditas,
langkah terkahir ialah menjumlahkan nilai dari masing-masing suvariabel. Hal ini
dilakukan untuk mencari jawaban dari tujuan umum, bila penelitian ini memiliki
variabel tunggal sehingga hasil dari varibel tergantung kepada hasil dari subvariabel-
subvariabelnya.
Pada lampiran terakhir dari tulisan ini dapat dilihat, bahwa tujuan umum
penelitian ini hasilnya didapatkan dari menjumlahkan nilai dari subvariabel 1 dan 2,
seperti yang ditunjukan pada nomor 7 dan 8, sehingga menghasilkan jawaban dari
tujuan umum seperti pada nomor 9., langkah –langkahnya sama, yaitu mencari
terlabih dahulu jumlah nilai total masing-masing responden, mencari jumlah nilai dari
semua respon, dan mencari x-bar atau nilai rata-rata dari jumlah nilai semua
responden tersebut. Langkah selanjutnya tetap sama, masukan nilai x-bar tersebut
kedalam formula “IF” dan carilah jumlah hasil katagori dengan formula “COUNTIF”,
selamat mencoba,

*Dosen poltekkes kemenkes Aceh (rapitossiddiq@gmail.com)


7 8 9

*Dosen poltekkes kemenkes Aceh (rapitossiddiq@gmail.com)

Anda mungkin juga menyukai