Anda di halaman 1dari 5

2.

1 PHENOMENON

LOW-INTEREST LOAN MONEY TO THE POOR


Untuk mengetahui Peminjaman uang untuk masyarakat miskin

Kredit Untuk Penduduk Miskin Dari Skema Subsidi Menuju Keuangan Berkelanjutan
Menyediakan dana bagi penduduk Indonesia yang miskin dapat membantu mereka keluar
dari kemiskinan. Pemerintah Indonesia secara jelas memiliki komitmen untuk hal ini. Mereka
mensubsidi skema-skema kredit untuk pengusaha kecil, namun berbagai skema ini tidak
menunjukkan hasil yang berarti. Beberapa penyebabnya adalah desain program yang buruk,
insentif yang tidak tepat, dan kurangnya dukungan bagi organisasi-organisasi yang berbasis
komunitas untuk mengelola dana tersebut.
Walaupun kebanyakan skema dirancang agar dapat berkelanjutan dengan sendirinya,
dimana pinjaman baru seharusnya didanai oleh pembayaran pinjaman, pada kenyataannya
tidaklah begitu. Pemerintah harus sering menambah kembali dana bantuannya agar skema
tersebut dapat tetap berjalan. Skema-skema kredit yang disponsori oleh pemerintah menjadi
pesaing, bahkan kadang kala menghambat berbagai aktifitas penyedia kredit mikro.
Semuanya berjuang untuk beroperasi di bawah kerangka hukum yang lemah, sehingga
menghambat ekspansi mereka, terutama di daerah pedesaan di luar Jawa dan Bali.

Unutk mengetahui Tujuan Memberikan Pinjaman dengan bunga rendah ?

Mikro kredit yang ditawarkan adalah mikro kredit yang diberikan kepada masyarakat miskin
yang tidak memiliki penghasilan tetap, tanpa angunan atau bunga. Adapun tujuan pinjaman
dengan bunga renda untuk masyarakat miskin diantaranya adalah :

1. Memberikan Pinjaman Kepada masyarakat miskin (pengemis, masyarakay miskin


yang tidak berpenghasilan lengkap).
2. Menghapuskan eksploitasi orang kaya dalam member pinjaman kepada masyarakat
miskin dengan bunga yang besar (lintah darat).
3. Menciptakan peluang kerja mandiri bagi masyarakat Bangladesh karena tingginya
angka pengangguran disana.
4. Memberikan fasilitas perbankkan kepada para perempuan.
5. Mengeluarkan masyarakat dari lingkaran setan (Kemiskinan à kebodohan à
pengangguran).
6. Menciptakan kesejahteraan masyarakat.
Unutuk mengetahui Bagaimana proses pinjaman uang dengan bunga rendah

Untuk menjamin pembayaran dari para masyarakat miskin . Grameen Bank


menggunakan sistem yang dinamakan grup solidaritas. Grup-grup kecil ini bersama-
sama mengajukan pinjaman, di dalamnya terdapat anggota yang bertindak sebagai
penjamin pembayaran. Pinjaman ini mirip dana bergulir, di mana ketika satu anggota
telah berhasil mengembalikan pinjaman, dana akan digunakan anggota lainnya. Besar
dana yang dipinjam kepada anggotanya, sehingga dengan tidak langsung menuntut
tanggung jawab (akuntabilitas) dan kehormatan si peminjam.

Bila si Peminjam mengalami kesulitan mengembalikan pinjaman, Grameen


Bank berusaha keras untuk membantu si Peminjam yang kesulitan dan berupaya
menolong mereka meraih kembali kekuatan dan keperacayaan diri untuk mengatasi
persoalan yang dihadapi. Bukan mengambil kembali uang yang mereka pinjamkan
termasuk mengambil kembali agunan yang dijanjikan.

Di Grameen Bank tidak ada satu kondisipun yang bisa membuat bunga lebih
besar dari pinjaman, tidak perduli lamanya pinjaman terbayarkan. Tidak ada bunga
yang dibebankan lagi pada masyarakat miskin setelah jumlahnya sama dengan
pinjaman.

Quotes

Membangun Perekonomian Masyarakat Melalui Kredit Mikro Bagi Masyarakat Miskin

Di Indonesia ada beberapa lembaga pemberdayaan keuangan yang dikelola oleh swasta yang
tujuannya juga untuk membangkitkan perekonomian masyarakat miskin melalui pemberian
modal usaha bergulir, pembinaan, dan pendampingan, agar masyarakat miskin dapat berdaya,
bangkit dari keterpurukan. Sebenarnya pemerintah punya program yang secara politis dapat
“dibanggakan” yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sasarannya jelas, memperkuat modal
usaha mikro dan kecil. Tetapi karena penyalurannya melalui
perbankan, pendekatannya menggunakan sistem perbankan. Yang mau pinjaman usahanya
harus memiliki legalitas, seperti SIUP dan NPWP. Dengan persyaratan tersebut, tukang
bakso, tukang mie, tukang gado-gado, penjual sayuran tidak mungkin bisa mendapatkan
fasiltas KUR.

Gerakan Indonesia Berdaya, juga digagas karena masih banyak masyarakat yang sulit
mengakses modal usaha. Lembaga keuangan perbank an saat ini masih berorientasi profit dan
sangat selektif dalam melakukan menilaian kelayakan usaha masyarakat. Ditambah lagi
agunan yang tentu saja menyulitkan masyarakat miskin. Social Trust Fund(STF) merupakan
program yang digulirkan credit union dan memiliki fungsi sebagai lembaga keuangan mikro,
untuk masyarakat miskin yang memberikan modal usaha tanpa bunga dan agunan, serta
mengedepankan aspek sosial dalam memberikan pelayanan.

Melalui bantuan usaha yang digulirkan seperti ini, diharapkan masyarakat miskin dapat
menjalankan usaha sesuai dengan kkeahlian yang dimiliki dengan tetap mendapatkan
pendampingan. Mengurangi angka kemiskinan melalui pembangunan kapasitas ekonomi
masyarakat dengan mengoptimalkan pengelolaan sumber daya lokal, membuka kesempatan
bagi masyarakat kecil untuk membangun usaha mikro. Membangun jaminan sosial swakarsa,
mengintegrasikan program pembangunan dan keswadayaan masyarakat secara perorangan
dan perkelompok.

Membantu kemandirian masyarakat perkotaan dengan memberikan kemudahan modal usaha.


Membangun dan menggali potensi masyarakat melalui lembaga keswadayaan masyarakat
bagi kegiatan sosial dan perekonomian. Mengintegrasikan potensi dan sumber daya ekonomi
masyarakat melalui peningkatkan produktivitas ekonomi berbasis sumber daya lokal yang
bertumpu pada kemandirian dan etos kerja.

Opini :

Haris Almahdi mengatakan, fenomena bank tidak lepas dari kemiskinan di


masyarakat. Menurutnya, warga yang melakukan pinjaman di bank rata-rata
dari kalangan masyarakat ekonomi menengah ke bawah.
Biasanya, masyarakat miskin butuh uang cepat dengan persyaratan untuk
mencukupi kebutuhan sehari-hari. Untuk mengajukan pinjaman ke bank
umum, masyarakat miskin merasa kesulitan. Persoalannya, persyaratan untuk
mengajukan pinjaman di bank umum harus ada jaminan baik berupa sertifikat
maupun benda berharga lain.

“Putra mengatakan Kesempatan itu dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu


untuk memberikan pinjaman cepat dengan persyaratan mudah . Dengan
bermodalkan KTP, masyarakat bisa medapatkan pinjaman uang,” kata Haris,
Kamis
Dikatakannya, bank ini sering beroperasi dari pasar tradisional ke pasar
tradisional lain. Maka dari itu, untuk mengurangi ketergantungan masyarakat
miskin dari bank ini perlu peran serta pemerintah. Pemerintah bisa
memfasilitasi masyarakat untuk membentuk koperasi baik di pasar maupun di
tingkat kelurahan.

Opini :
“Koperasi pasar tersebut dikeloa sendiri oleh pedagang. Koperasi tersebut
memberikan pinjaman dengan bunga rendah dan jangka angsuran yang
panjang sehingga tidak memberatkan pedagang,” ujarnya.
Menurutnya, sejauh ini belum ada aturan yang melarang praktik bank di
masyarakat. Pemerintah hanya bisa melakukan himbauan ke masyarakat
agar tidak meminjam uang di bank. Tetapi, hal itu juga sulit dilakukan
mengingat pemerintah belum bisa menyejahterakan semua masyarakatnya.
“Kalau masyarakatnya sejahtera, bank akan hilang secara sendiri,” katanya.

Nasabah yang d adalah kaum miskin Dalam Bank ini semua orang miskin, juga para
pengemis, dapat memperoleh kredit tanpa agunan. Muhammad Yunus, pendiri Bank
Grameen, percaya bahwa jika diberi modal, jutaan orang miskin dapat menciptakan keajaiban
dengan usaha kecil mereka.

Hingga akhir 2006, Bank Grameen telah mengucurkan kredit kepada hampir 7 juta peminjam
di 73000 desa. Para peminjamnya kebanyakan perempuan. Mereka memakai kredit untuk
memulai usaha kecil, membangun rumah dan membiayai sekolah. Khusus untuk para
pengemis, Bank Grameen menyediakan kredit tanpa bunga. Peminjam boleh membayar
kapan pun dengan jumlah berapa pun. Mereka diberi ide agar membawa barang seperti
makanan, mainan dan kebutuhan rumah tangga saat mereka meminta-minta dari rumah ke
rumah. Lebih dari 85000 pengemis ikut program ini. Pinjaman untuk mereka biasanya sekitar
Rp. 120.000,-.Berkat Bank Grameen, separo lebih nasabah telah melewati garis kemiskinan
dan 5000 pengemis berhenti meminta-minta. Yakin bahwa kemiskinan adalah acaman
perdamaian, Panitia Nobel 2006 menganugerahkan penghargaan Nobel Perdamaian kepada
Muhammad Yunus dan Bank Grammen. "Perdamaian," kata Yunus, "terancam oleh tatanan
ekonomi, sosial dan politik yang tidak adil, tiadanya demokrasi, kerusakan lingkungan dan
pelanggaran hak-hak asasi manusia." Dengan memberikan kredit kepada kaum papa, Yunus
melawan kemiskinan sebagai langkah awal untuk perdamaian. Bagaimana gagasan kredit
tanpa agunan ini muncul?

Semua itu bermula sekitar tigapuluh tahun lalu ketika Bangladesh sedang dilanda kelaparan
hebat. Yunus mengajar di salah satu universitas di negerinya. Di ruang kelas ia mengajarkan
teori ekonomi yang muluk-muluk dengan antusiasme seorang yang baru lulus dari Amerika
Serikat. Namun, selesai mengajar, begitu keluar kelas, ia langsung melihat kerangka hidup
berkeliaran di sekelilingnya: orang-orang yang sekarat, tinggal menunggu ajal.

Yang menginginkan bisnis pinjaman harus memiliki hukum, seperti Lisensi dan NPWP. Dengan
persyaratan harus memiliki NPWP mungkin tidak bisa mendapatkan fasilitas KUR yang sudah di
teteapkan.