Anda di halaman 1dari 10

3/12/2018

BAB 4
KUALITAS ETIS PERBUATAN

Jurusan Teknik Mesin


Politeknik Negeri Bandung
2018

• Kualitas etis perbuatan sangat ditentukan oleh


kondisi batin
• Berbagai Jenis Nilai

1
3/12/2018

Pengertian nilai
• Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, nilai didefinisikan
sebagai kadar, mutu atau sifat yang penting dan berguna
bagi kemanusiaan.
• Nilai adalah sebuah konsep yang menunjuk pada hal-hal
yang dianggap berharga dalam kehidupan.Sesuatu itu
dianggap berharga karena hal itu baik, indah, benar dan
pantas.
• Nilai merupakan gagasan kolektif (bersama-sama) tentang
apa yang dianggap baik, penting, diinginkan dan dianggap
layak, sekaligus tentang apa yang dianggap tidak baik, tidak
penting, tak diinginkan dan tidak layak dalam sebuah
kebudayaan.
• Nilai menunjuk pada hal yang penting dalam kehidupan
manusia, baik sebagai individu maupun sebagai anggota
masyarakat

Berbagai macam nilai


• Nilai berbasis Material
• Nilai berbasis Ketuhanan
• Nilai berbasis Ajaran/Konvensi
• Nilai berbasis Kehormatan Jiwa
• Nilai berbasis Kehormatan Kelompok Sosial
• Nilai Berbasis Kemanusiaan
• Nilai berbasis Keadilan
• ...

2
3/12/2018

Hal-hal yang mempengaruhi Tindakan


• Nilai yang dianut
• Kuat-lemahnya Jiwa
• Kuat lemahnya penetrasi nilai ke dalam jiwa

Tindakan dan Spiritualitas


• Para pakar manajemen dan psikologi modern tidak banyak
yang memberikan perhatian pada studi-studi dimensi
spiritual manusia dan kebutuhan-kebutuhan pokok pada
tingkat tinggi.

• Padahal kebutuhan-kebutuhan ini mempunyai kedudukan


terpenting dan tertinggi yang melebihkan manusia dari
seluruh ciptaan Tuhan yang lain (Najati, 1982).

• Sesungguhnya kebutuhan-kebutuhan spiritual bersifat


azasi, maka seharusnya para pakar manajemen modern
juga perlu memperhatikan nilai-nilai spiritual dengan
mendalami, menanamkan dan menyusun dasar-dasar
moralitas karyawan.

3
3/12/2018

• Jepang, negara yang terkenal sangat produktif,


memiliki sikap religiusitas dan etos kerja yang dikenal
dengan Budhisme Zen.

• Kerja bagi mereka bukanlah semata-mata aktivitas


ekonomi melainkan amal shaleh secara zen.

• Masyarakat Jepang dikenal memiliki sikap makoto


(sincerety), yang merupakan ajaran dari agama Budha
yaitu sikap yang menjunjung tinggi kemurnian dalam
batin dan motivasi

• Dalam paradigma spiritualisme, potensi manusia untuk berkinerja harus


menjadikan hidup yang lebih positif dan produktif untuk mencapai
prestasi kerja yang religius.
• Pimpinan perusahaan harus memperhatikan motivasi kerja yang berdasar
pada keyakinan spiritual karyawan disamping yang berdasar pada fisik dan
materi.
• Perlu disadari bahwa di negara Baratpun sudah semakin banyak yang
menyadari pentingnya ketaatan beragama dalam meningkatkan motivasi
dalam bekerja.
• Bahkan Fritjof Chapra dalam The Way of Life dan The Tao of Physic
bertutur bahwa keterpurukan manusia dalam berbagai aspek saat ini
ditenggarai karena manusia masih terjebak dalam paradigma yang serba
mekanistik, paradigma yang menjebak manusia dalam kepongahan yang
bodoh.
• Akar permasa-lahannya terletak pada keengganan manusia mengakui
campur tangan Tuhan, dalam setiap kesuksesan bahkan kegagalan yang
terjadi pada dirinya

4
3/12/2018

4.2 Konsep Motivasi


(Pendapat Para Ahli)
• Banyak istilah yang digunakan untuk menyebut motivasi
(motivation) atau motif, antara lain kebutuhan (need), desakan
(urge), keinginan (wish), dan dorongan (drive) (Handoko, 2003).
• Dengan perkataan lain, motivasi adalah istilah umum yang
mencakup keseluruhan golongan dorongan, keinginan, kebutu-han,
dan daya yang sejenis
• Motivasi sebagai keadaan dalam pribadi seseorang yang
mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan - kegiatan
tertentu guna mencapai tujuan.
• Motif yang ada pada diri manusia dianggap sebagai keadaan di
dalam diri seseorang (inner state) yang mendorong, mengaktifkan,
atau menggerakkan dan yang mengarahkan atau menyalurkan
perilaku ke arah tujuan (Berelson dan Steiner dalam Koontz dkk,
1990). Motivasi yang ada pada seseorang merupakan kekuatan
pendorong yang akan mewujudkan suatu perilaku guna mencapai
tujuan kepuasan dirinya.

• Motivasi merupakan karakteristik psikologi manusia yang memberi


kontribusi pada tingkat komitmen seseorang, termasuk di dalamnya
adalah faktor – faktor yang menyebabkan, menyalurkan dan
mempertahankan tingkah laku manusia dalam arah tekad tertentu.
• Motivasi adalah faktor yang kehadirannya dapat menimbulkan
kepuasan kerja dan meningkatkan produktivitas atau hasil kerja dan
menimbulkan berbagai perilaku manusia.
• Motivasi terbentuk dari sikap (attitude) karyawan dalam
menghadapi situasi kerja di perusahaan. Motivasi merupakan
kondisi atau energi yang menggerakkan diri karyawan yang terarah
atau tertuju untuk mencapai tujuan organisasi perusahaan. Sikap
mental karyawan yang pro dan positif terhadap situasi kerja itulah
yang memperkuat motivasi kerjanya untuk mencapai kinerja
maksimal.

5
3/12/2018

• motivasi adalah suatu faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan


suatu perbuatan atau kegiatan tertentu, oleh karena itu motivasi sering
kali diartikan pula sebagai faktor pendorong perilaku seseorang. Setiap
tindakan yang dilakukan oleh seorang manusia pasti memiliki sesuatu
faktor yang mendorong perbuatan tersebut.
• motive atau dorongan adalah suatu dorongan yang menjadi pangkal
seseorang melakukan sesuatu atau bekerja. Seseorang yang sangat
termotivasi, yaitu orang yang melaksanakan upaya substansial, guna
menunjang tujuan tujuan produksi kesatuan kerjanya, dan organisasi
dimana ia bekerja. Seseorang yang tidak termotivasi, hanya memberikan
upaya minimum dalam hal bekerja.
• Konsep motivasi, merupakan sebuah konsep penting studi tentang kinerja
individual. Dengan demikian motivasi atau motivation berarti pemberian
motif, penimbulan motif atau hal yang menimbulkan dorongan atau
keadaan yang menimbulkan dorongan.

4.3 Teori Motivasi Maslow


• Teori motivasi yang cukup terkenal, meskipun banyak yang
mengkritisi, adalah teori hierarki kebutuhan milik Abraham Maslow
(1954).
• Teori ini pada intinya berkisar pada pendapat bahwa manusia
mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan, yaitu :
1. kebutuhan fisiologikal (physiological needs), seperti : rasa lapar,
haus, istirahat dan biologis lainnya;
2. kebutuhan rasa aman (safety needs), tidak dalam arti fisik semata,
akan tetapi juga mental, psikologikal dan intelektual;
3. kebutuhan sosial (social needs);
4. kebutuhan akan harga diri (esteem needs), yang pada umumnya
tercermin dalam berbagai simbol-simbol status;
5. aktualisasi diri (self actualization needs), dalam arti tersedianya
kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang
terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan
nyata.

6
3/12/2018

• Maslow mengakui bahwa untuk mencapai aktualisasi diri


sebagai tingkatan motivasi yang paling tinggi adalah dengan
cara memuaskan empat kebutuhan yang berada pada
tingkatan yang ada di bawahnya.

• Pada hirarkhi tertinggi, manusia yang mengaktualisasikan


diri lebih didorong oleh metamotivasi (meta-motivation).

• Konsep meta-motivasi merupakan pendekatan humanistik


yang mengakui eksistensi agama. Mystical atau peak
experience merupakan bagian dari metamotivasi yang
memberikan gambaran pada pengalaman keagamaan.

4.4 Pendorong
• Pendorong diartikan sebagai hal – hal yang
menyebabkan seseorang melakukan sesuatu. Atau,
sesuatu yang mempengaruhi perilaku orang yang dapat
menimbulkan kegairahan atau keinginan untuk
melakukan hal – hal yang lebih baik (Koontz dkk, 1990).

• Pendorong mempunyai pengaruh meningkatkan


prestasi atau kepuasan kerja (Herzberg dkk dalam
Handoko, 2003).

• Pendorong bagi sesorang, sangat bergantung pada


nilai-nilai yang dipilihnya.

7
3/12/2018

(Lihat Maslow sekali lagi)


• Internal/pribadi
– Fisik: baik (dibenarkan secara etika), buruk
– Non fisik, mis.: kehormatan pribadi
• Sosial:
– Keluarga
– Kelompok sosial
– Ras, suku
– Bangsa, negara, dll
– Profesi, asosiasi profesi
• Ketuhanan/Transendental/Meta-motivasi
• Pilihan motivator akan menentukan padangan baik/buruk
atau tindakan yang akan dipilih.

Hubungan Penyebab Timbulnya Motivasi dengan Tindakan


Etis Seseorang

TUHAN

“AGAMA”
KELOMPOK
KELUARGA
HARGA /AKTUALISASIDIRI
KESEMPURNAAN JIWA
FISIK, SAFETY, SURGA,DLL
KOSONG

ORGANISASI/
SESEORANG ORANG LAIN
MASYARAKAT

LINGKUNGAN

8
3/12/2018

Pendorong dari Sudut Pandang Agama


• Ego adalah penghalang yang besar untuk
mencapai kesempurnaan etis.
• Makin besar luas pendorong, maka secara relatif,
etika seseorang akan makin baik.
• Bila anda memilih Tuhan sebagai pendorong,
pemahaman Anda mengenai Tuhan juga akan
sangat menentukan.
• Kuat-lemahnya ikatan psikologis (kehadiran
dalam batin) dengan pendorong juga
menenentukan.

Pengaruh Ilmu
• Ilmu yang dimiliki seseorang juga sangat
mempengaruhi bahkan menentukan kualitas
tindakan
• Ilmu pada sesorang, kadang dalam kondisi on
(alert) atau off.
• Ilmu bisa dibuat alert dalam batin, dengan
berbagai cara, seperti: mengulang,
mempraktekkan, mendiskusikan, dsb.

9
3/12/2018

Kesimpulan
• Kualitas etis perbuatan sangat ditentukan oleh
kondisi batin pelakunya, yaitu:
– Nilai-nilai yang diikuti
– Penetrasi (kuat-lemahnya penetrasi nilai kedalam
batin)
– Ilmu/pengetahuan yang dimiliki
– Keterjagaan pengetahuan dalam batin
– Kuat/lemah dan sehat/sakit batin

10