Anda di halaman 1dari 18

TUGAS I

MATEMATIKA

PENGERTIAN INTEGRAL, INTEGRAL TAK TENTU, INTEGRAL TENTU, METODE


INTEGRAL, DAN APLIKASI INTEGRAL
DOSEN PENGAMPU : YUSI FIRMANSYAH, S.Si., MT
NANDA NATASIA, ST., MT
KELOMPOK 7
BATISTUTA SIHOTANG(270110170036/KELAS D)
FIRDAYANTI(270110177001/KELAS D)
KESSY RUNTUBOY(270110177002)/KELAS D)
UCOK DANIEL SINAGA(270110170120/KELAS D)

FAKULTAS TEKNIK GEOLOGI


UNIVERSITAS PADJADJARAN
FEBRUARI 2018
PENGERTIAN INTEGRAL
Integral adalah proses kebalikan dari konsep differensial suatu fungsi
INTEGRAL TAK TENTU
𝑑𝑦
Misalkan diberikan y = f(x), jika turunannya = 𝑓 ′ (𝑥) maka untuk menentukan
𝑑𝑥
atau mengembalikan bentuk semulanya menggunakan konsep integral yang
dinotasikan:
𝑑𝑦
∫ = ∫ 𝑓 ′ (𝑥) → ∫ 𝑑𝑦 = ∫ 𝑓 ′ (𝑥) 𝑑𝑥 → 𝑦 = ∫ 𝑓 ′ (𝑥) 𝑑𝑥
𝑑𝑥
Misalkan:
1. f(x) =x2 → 𝑓 ′ (𝑥) = 2𝑥
2. f(x) =x2 + 2 → 𝑓 ′ (𝑥) = 2𝑥
3. f(x) =x2 +1010 → 𝑓 ′ (𝑥) = 2𝑥
ketiga soal tersebut memiliki turunan yang sama dan untuk
mengembalikannya kita menggunakan pengintegralan:
f(x) = ∫ 2𝑥 𝑑𝑥
2
f(x) = 𝑥 1+1 +c
1+1
f(x) =x2 +c

Rumus dasar integral fungsi aljabar:


1. ∫ 𝑘 𝑑𝑥 = 𝑘𝑥 + 𝑐
𝑎
2. ∫ 𝑎𝑥 𝑛 𝑑𝑥 = 𝑥 𝑛+1
𝑛+1
1
3. ∫ 𝑑𝑥 = 𝑙𝑛|𝑥| + c
𝑥
𝑎𝑥
4. ∫ 𝑎 𝑥 𝑑𝑥 = +𝑐
𝑙𝑛𝑎
5. ∫ 𝑒 𝑥 𝑑𝑥 = 𝑒 𝑥 + 𝑐

Rumus dasar integral fungsi trigonometri:


1. ∫ cos 𝑥 𝑑𝑥 = sin 𝑥 + 𝑐
2. ∫ sin 𝑥 𝑑𝑥 = − cos 𝑥 + 𝑐
3. ∫ 𝑠𝑒𝑐 2 𝑥 𝑑𝑥 = tan 𝑥 + 𝑐
4. ∫ 𝑐𝑠𝑐 2 𝑥 𝑑𝑥 = − cot 𝑥 + 𝑐
5. ∫ sec 𝑥. tan 𝑥 = sec 𝑥 + 𝑐
6. ∫ csc 𝑥. cot 𝑥 = − cot 𝑥 + 𝑐

Sifat –sifat integral tak tentu:


(1) ∫[𝑓 ′ (𝑥) ± 𝑔′ (𝑥)]𝑑𝑥 = ∫ 𝑓 ′ (𝑥) 𝑑𝑥 ± ∫ 𝑔′ (𝑥) 𝑑𝑥
(2) ∫ 𝑘. 𝑓 ′ (𝑥) 𝑑𝑥 = 𝑘. ∫ 𝑓 ′ (𝑥) 𝑑𝑥

Contoh soal:

∫ 2(6𝑠𝑖𝑛𝑥 + 4𝑐𝑜𝑠𝑥 )𝑑𝑥 = ⋯

Jawab:

∫(6𝑠𝑖𝑛𝑥 + 4𝑐𝑜𝑠𝑥)𝑑𝑥 = ∫ 6𝑠𝑖𝑛𝑥 𝑑𝑥 + ∫ 4𝑐𝑜𝑠𝑥 𝑑𝑥

= −6𝑐𝑜𝑠𝑥 + 4𝑠𝑖𝑛𝑥 + 𝑐

INTEGRAL TENTU
Jika f(x) mempunyai turunan 𝑓 ′ (𝑥) maka integral tak tentu nya adalah sebagai
berikut:
𝑏 𝑏
∫𝑎 𝑓 ′ (𝑥)𝑑𝑥 =f(x){ =f(b) – f(a)
𝑎
Sifat-sifat pada integral tentu:
𝑏 𝑐 𝑏
(1) ∫𝑎 𝑓 ′ (𝑥)𝑑𝑥 = ∫𝑎 𝑓 ′ (𝑥) + ∫𝑐 𝑓 ′ (𝑥)𝑑𝑥 ; 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑎 < 𝑐 < 𝑏
𝑏 𝑎
(2) ∫𝑎 𝑓 ′ (𝑥)𝑑𝑥 = − ∫𝑏 𝑓 ′ (𝑥)𝑑𝑥

Contoh soal:
4
∫ 3𝑥 2 + 10 𝑑𝑥 = ⋯
1

Jawab:
4
3 4
∫ 3𝑥 2 + 10 𝑑𝑥 = 𝑥 2+1 + 10𝑥 {
1 2+1 1
4
= 𝑥 3 + 10𝑥 {
1
= (43 + 10(4)) − (13 + 10(1))
= 93

METODE INTEGRAL
Dalam integral banyak bentuk bentuk fungsi yang tidak dapat dikerjakan dengan
hanya rumus dasar integral. Oleh sebab itu, dibutuhkan metode-metode
pengintegralan, yaitu:

a. Metode substisusi
Metode ini digunakan ketika metode biasa tidak dapat digunakan
lagi.Secara bentuk metode ini dibagi menjadi :
1.Metode substitusi linier dan komposisi
Misalkan u=g(x) dan g(x) fungsi yang memiliki turunan maka:

∫ 𝑓(𝑔(𝑥)). 𝑔′ (𝑥) = ∫ 𝑓(𝑢). 𝑑𝑢 = 𝐹(𝑢) + 𝑐

Contoh soal:
3
∫ 20𝑥 √(8 + 10𝑥 2 )2 𝑑𝑥 = ⋯
Jawab:
𝑑𝑢
Misalkan: u= 8 + 10𝑥 2 → 𝑑𝑢 = 20𝑥 𝑑𝑥; maka 𝑑𝑥 =
20𝑥

Substitusi:
2⁄ 𝑑𝑢 2
∫ 20𝑥(𝑢) 3 = ∫(𝑢) ⁄3 𝑑𝑢
20𝑥
1 2⁄ + 1
= 2⁄ +1 𝑢
3 +𝑐
3
3 5⁄
= 𝑢 3 + 𝑐
5
3 5⁄
= (8 + 10𝑥 2 ) 3 + 𝑐
5

2.Metode substitusi Khusus: Dengan fungsi trigonometri


Metode ini digunakan pada bentuk bentuk berikut:

∫ √𝑎2 − 𝑥 2 𝑑𝑥

Substitusikan:

x= 𝑎 sin 𝑡 → 𝑑𝑥 = 𝑎 cos 𝑡 𝑑𝑡 ; √𝑎2 − 𝑥 2 = 𝑎 cos 𝑡

∫ √𝑥 2 − 𝑎2 𝑑𝑥

Substitusikan:

x= 𝑎 sec 𝑡 → 𝑑𝑥 = 𝑎 sec 𝑡. tan 𝑡 ; √𝑥 2 − 𝑎2 = 𝑎 tan 𝑡

∫ √𝑥 2 + 𝑎2 𝑑𝑥

Substitusikan:

x= 𝑎 tan 𝑡 → 𝑑𝑥 = 𝑠𝑒𝑐 2 𝑡 𝑑𝑡 ; √𝑥 2 + 𝑎2 = 𝑎 sec 𝑡


contoh soal:

∫ √81 − 𝑥 2 𝑑𝑥 = ⋯

Jawab:

∫ √81 − 𝑥 2 𝑑𝑥 = ∫ √92 − 𝑥 2 𝑑𝑥

x= 9 sin 𝑡 → 𝑑𝑥 = 9𝑐𝑜𝑠𝑡 𝑑𝑡 ; √81 − 𝑥 2 = 9 cos 𝑡


substitusi:

∫ √81 − 𝑥 2 𝑑𝑥 = ∫ 9 cos 𝑡. 9 cos 𝑡 𝑑𝑡

= ∫ 81𝑐𝑜𝑠 2 𝑡 𝑑𝑡
1 1
= ∫ 81( + 𝑐𝑜𝑠2𝑡)𝑑𝑡
2 2
81 81
= 𝑡+ 𝑠𝑖𝑛2𝑡 + 𝑐
2 4
81 81
= 𝑡+ 𝑠𝑖𝑛𝑡. 𝑐𝑜𝑠𝑡 + 𝑐
2 2

𝑥 𝑥 √81−𝑥 2
s𝑖𝑛𝑡 = → 𝑡 = 𝑎𝑟𝑐 𝑠𝑖𝑛 ( ) ; cos 𝑡 =
9 9 9

81 𝑥 81 𝑥 √81 − 𝑥 2
= 𝑎𝑟𝑐 sin ( ) + ( ) + 𝑐
2 9 2 9 9
81 𝑥 1
= 𝑎𝑟𝑐 sin ( ) + 𝑥 √81 − 𝑥 2 + 𝑐
2 9 2

b. Metode Parsial
Metode digunakan ketika metode substitusi dan metode biasa tidak dapat
digunakan untuk menyelesaikan suatu bentuk integral fungsi tersebut.
Rumus Metode Parsial : ∫ 𝑢. 𝑑𝑣 = 𝑢 𝑣 − ∫ 𝑣. 𝑑𝑢
Contoh Soal:
∫ 𝑥. sin 𝑥 𝑑𝑥 = ⋯

Misalkan u = x dan du =dx


Dv = sin x dan v = -cos x
Maka ∫ 𝑥. sin 𝑥 𝑑𝑥 = 𝑥. (− cos 𝑥) − ∫(− cos 𝑥 ) 𝑑𝑥 = −𝑥. cos 𝑥 + sin 𝑥 + 𝑐
Contoh soal dengan table tanzalin:
APLIKASI INTEGRAL
1. LUAS DAERAH
Secara sederhana, daerah yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah daerah
tertutup yang dibatasi oleh kurva-kurva di bagian atas, bawah, kanan, dan kiri.

Contoh Soal:

Luas daerah yang dibatasi kurva y = 4 − x2, y = −x


+ 2, dan 0 ≤ x ≤ 2 adalah …
Pada daerah arsiran, y1 berada di atas y2 sehingga:
y1 − y2 = 4 − x2 − (−x + 2)
= 4 − x2 + x − 2
= −x2 + x + 2

luas daerah yang diarsir adalah:


= −1/3∙23 + 1/2∙23 + 2∙2
= −8/3 + 2 + 4
= −8/3 + 6
= −8/3 + 18/3
= 10/3 satuan luas
2. VOLUME BENDA PUTAR
Sederhananya, volume benda putar adalah volume bangun ruang yang didapat
dari pemutaran daerah tertutup yang dibatasi kurva yang mengelilingi sumbu
putar, misalnya mengelilingi 3600 sumbu x atau sumbu y.
Diputar mengelilingi sumbu x
Diputar mengelilingi sumbu y

Contoh:
Volume benda putar yang terjadi jika daerah diantara kurva y=√(x) dan y=12x,
diputar 360o mengelilingi sumbu-x adalah... satuan volume.
y1 = √x
y2 = 12x

Titik potong kurva :


y1 = y2
√x = 12x (dikuadratkan)
x = 14x2 (dikali 4)
4x = x2
4x − x2 = 0
x (4 − x) = 0
x = 0 atau x = 4
V = π∫40(y12 − y22) dx
V = π∫40{(√(x)2−(12x)2}dx
V = π∫40(x − 14x2) dx
V = π[12x2−1)12x3]40
V = 83π
INTEGRAL LIPAT DUA
Ditujukan untuk menghitung isi benda padat
𝑥2 𝑦2
Rumus : ∫𝑥1 ∫𝑦1 𝑓(𝑥, 𝑦)𝑑𝑦 𝑑𝑥

Langkah penyelesaian :
1) f (x,y) diintegrasikan terhadap y (dengan menganggap x konstan) dengan batas
y=y1 dan y=y2.
2) Hasilnya kemudian diintegrasikan terhadap x dengan batas x=x1 dan x=x2
Contoh :

Hitunglah ∬𝐷 (2𝑥 + 𝑦)𝑑𝑥𝑑𝑦 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝐷 = {(𝑥, 𝑦)|0 ≤ 𝑥 ≤ 2, 0 ≤ 𝑦 ≤ 1} = ……


2 1
∫ ∫ (2𝑥 + 𝑦)𝑑𝑦𝑑𝑥
0 0
2 2
1 2 1 1 1 2
= ∫ [2𝑥𝑦 + 𝑦 ] 𝑑𝑥 = ∫ (2𝑥 + ) 𝑑𝑥 = [𝑥 2 + 𝑥] = 5
0 2 0 0 2 2 0
INTEGRAL LIPAT TIGA

∭𝑹 𝒇(𝒙, 𝒚, 𝒛) 𝒅𝒙 𝒅𝒚 𝒅𝒛

dx.dy.dz= 𝑑𝑣 →unsur volume


contoh penjelas:

Hitunglah ∭𝑉 𝑑𝑧 𝑑𝑦 𝑑𝑥 ; 𝑉 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑟𝑢𝑝𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑡𝑎𝑠 −


𝑏𝑎𝑡𝑎𝑠 𝑏𝑖𝑑𝑎𝑛𝑔
𝑦 ≤ 𝑧 ≤ 𝑥 + 2 ; 2≤ 𝑦 ≤ 6𝑥 ; -2≤ 𝑥 ≤ 0
Jawab:
0 6𝑥 𝑥 0 6𝑥 𝑦
V= ∫𝑥=−2 ∫𝑦=2 ∫𝑧=𝑦 𝑑𝑧 𝑑𝑦 𝑑𝑥 = ∫𝑥=−2 𝑑𝑥 ∫𝑦=2 𝑑𝑦 [𝑧 { ]
𝑥
0 6𝑥 0 1 6𝑥
V= ∫𝑥=−2 𝑑𝑥 ∫𝑦=2(𝑦 − 𝑥) 𝑑𝑦 = ∫𝑥=−2 𝑑𝑥 [ 𝑦 2 − 𝑥𝑦 { ]
2 2
0 0
V= ∫𝑥=−2((18𝑥 2 − 6𝑥 2 ) − (2 − 2𝑥)) 𝑑𝑥 = ∫𝑥=−2 12𝑥 2 + 2𝑥 − 2 𝑑𝑥
0
V= 4𝑥 3 + 𝑥 2 − 2𝑥 { = 32
−2

STUDI KASUS GEOLOGI PADA INTEGRAL

1.seorang mahasiswa geologi mendapatkan tugas dari dosen untuk memetahkan


suatu wilayah; karena itu dia membutuhkan luas dari daerah yang di petakannya
dan untuk itu dia mencari data-data yang diperlukan, dan dari data-data yang
telah didapatkannya berdasarkan titik koordinat dia memperoleh fungsi-fungsi
yang dapat dianggap membatasi daerah tersebut dan fungsi-fungsi nya:
f(x)=9𝑥 2 + 5𝑥 + 600 ; g(x)= 4𝑥 2 + 20𝑥 + 950 dalam satuan luas km2
berapakah luas daerah yang dihitung….?
Penyelesaian:
 f(x)=g(x)
9x2 + 5x +600 = 4x2 +20x +950
5x2 – 15x +350 =0
X2 – 3x - 70 =0
(𝑥 − 10).(𝑥 + 7) = 0
𝑥 = 10 𝑑𝑎𝑛 𝑥 = −7
10
 𝐿 = ∫−7 |𝑓(𝑥) − 𝑔(𝑥)|𝑑𝑥
10
𝐿 = ∫ |5𝑥 2 − 15𝑥 + 350|𝑑𝑥
−7

5 15 10
𝐿 = | 𝑥 3 − 𝑥 2 + 350𝑥| {
3 2 −7
𝐿 = 7,805 𝑘𝑚2
2. Seorang geologis penasaran menghitung volume sebuah batuan.
Kemudian ia teringat akan pelajaran kalkulus yang ia dapatkan pada saat
kuliah, dia kemudian mengukur batuan tersebut. Data yang ia dapat dari
mengukur batuan tersebut adalah jari-jari atas dan bawah batu dalah 30 cm
dan jari-jari tengah dalah 40 cm, serta tingi batu adalah 1 m. Setelah itu
kemudian dia menghitung volume batuan tersebut.
Jawaban
Hal pertama yang harus ia lakukan adalah meletakkan batu pada sisinnya.
Hal ini berguna untuk membuat suatu perhitungan aljabar. Pada
perhitungan nya menggunakan dasar rumus integral tentu untuk mencari
volume batuan tersebut. Rumus integral tentu adalah:

Kemudain dia menemukakn persamaan prabola dengan titik di (0,40) dan


melalui (50,30) dan menggunakan rumus (x-h) 2 = 4 a (y-k)
Sekarang (h,k) adalah (0,40) sehingga akan didapatkan:
(x-h) 2=4 a (y-k)
(x-0) 2=4 a (y-40)
2x = 4 a (y-40) dan parabola melewati (50,30), sehingga
(50) 2 = 4 a (30-40)
(50) 2 = 4 a (-10) dan 4 a = -250
Jadi persamaan sisi barel
2x = -250 (y-40) yaitu,
Y = -2x/250+40
Kemudian mencari volume batu yang dihasilkan ketika kita memutar
parabola antara x = -50 dan x = 50 sekitar sumbu x-.

Jadi, didapat volume batu yang didapatkan geologis tersebut dengan


menggunakan perhitungan integral adalah 425,2 L.

3.Pak supri adalah seorang geologis yang sedang melakukan observasi


lapangan, ia ingin mentukan jarak antara dua titik di daerah tercebut dengan
data sebagai berikut, panjang busur dari (x1, y1) ke (x2, y2) pada grafik f(x) =
mx + b, seperti yang ditunjukkan oleh gambar berikut.

Setelah mendapat data tersebut, kemudian dia menghitung jarak antara dua
titik pada bidang.
Pembahasan
Karena

maka hal ini akan menyebabkan

yang merupakan rumus untuk menentukan jarak antara dua titik pada
bidang
4.Seorang geologist sedang meneliti suatu wilayah, pada suatu ketika dia
ingin mengetahui luas wilayah yang sedang diteliti olehnya, untuk itu dia
menggunakan data-data yang telah didapatkannya sebelumnya dan
mengkonversi data yang didapatkannya kedalam suatu fungsi,dan fungsi-
fungsi tersebut adalah:
f(x)= 𝑥 2 − 20𝑥 + 250 dengan satuan km2
g(x)=2𝑥 2 + 5𝑥 − 150
berapakah luas wilayah tersebut…
penyelesaian:
 f(x)=g(x)
x2 – 20x - 250 = 2x2 + 5x – 150
x2 + 25x + 100 =0
(𝑥 + 20)(𝑥 + 5) = 0
X = -20 dan x = -5
−5
 L=∫−20|𝑥 2 + 25𝑥 + 100|𝑑𝑥
1 25 −5
L = | 𝑥3 + 𝑥 2 + 100𝑥| {
3 2 −20
2
L =4,562 km

5.Pak bejo merupakan seorang ahli geologi, suatu hari saat dia melakukan
suatu penelitian di suatu daerah dia menemukan suatu gundukan
berbentuk kubah ,karena merasa penasaran akan gundukan dia mencoba
untuk mendapatkan data-data pada gundukan untuk menghitung volume
gundukan dengan cara menggunakan fungsi-fungsi yang membatasi luas
daerah suatu gundukan dan memutar luas daerah yang dibatasi 3600
,dengan sumbu putar sumbu . Dan dari data yang didapatkan dia
memperoleh fungsi-fungsi kurva yang membatasi ruang yang ada pada
gundukan dimana fungsi-fungsinya adalah:
Y=√𝑥 , sumbu x(y=0) dan x=3 dalam satuan m3
Maka berapakah volume putarnya:

Penyelesaian:
 Y=√𝑥 → 𝑡𝑖𝑡𝑖𝑘 𝑒𝑘𝑠𝑡𝑟𝑖𝑚 (0,0)
Maka pembatasnya adalaah x=0 dan x=3
3 1⁄ 2
 V= 𝜋 ∫0 (𝑥 2 ) 𝑑𝑥
3
V= 𝜋 ∫0 𝑥 𝑑𝑥
1 3
V=𝜋. 𝑥 2 {
2 0
3
V=4,5𝜋 m
Daftar Pustaka
http://learnwithalice.files.wordpress.com/2012/06/011.gif

https://rumushitung.com/wp-content/uploads/2015/04/vb-dua-kurva1.png

https://3.bp.blogspot.com/-xkdGenOyUP0/WCShU89GMdI/AAAAAAAAA7g/Z-
cwWnT7S1weL6CEyxxYWTb8tnUkKIKEgCLcB/s1600/contoh2.gif

http://1.bp.blogspot.com/-
6E71LXljUHc/U_LX3KJH0KI/AAAAAAAABZY/2vhzxawRjkQ/s1600/tanzalin%2B5.png

Hermawan, Sandy.2016.Top Pocket Master Book Matematika and Fisika.Jakarta:


Bintang Wahyu
Rustam.2017.The King Bedah Tuntas SKL SMA IPA.Yogyakarta: Forum Tentor
Indonesia
Modul Sony Sugema Course
Modul Kuliah Aip Saripudin