Anda di halaman 1dari 6

RESUME V

PROBLEMATIKA PENDIDIKAN BIOLOGI

Judul resume: Pendekatan saintifik dan esensi inkuiri dalam pembelajaran sains/biologi serta
permasalahannya di Indonesia
Keperluan ditulisnya resume: Untuk memenuhi tugas terstruktur Problematika Pendidikan
Biologi pada pokok atau sub pokok bahasan pendekatan saintifik dan esensi inkuiri dalam
pembelajaran sains/biologi serta permasalahannya di Indonesia
Nama penulis resume: Robiatul Adawiyah / Kelas C – 170341864507
Tempat dan waktu penulisan resume: Malang, 27 Februari 2017

HASIL RESUME
PENDEKATAN SAINTIFIK
Pendekatan saintifik merupakan pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau
berpusat pada peserta didik (student centered approach). Di dalam pembelajaran dengan
pendekatan saintifik, peserta didik mengkonstruksi pengetahuan bagi dirinya (Permendikbud
Nomor 81 A Tahun 2013). Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintific adalah
pembelajaran yang menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung baik
menggunakan observasi, eksperimen maupun cara yang lainnya, sehingga realitas yang akan
berbicara sebagai informasi atau data yang diperoleh selain valid juga dapat
dipertanggungjawabkan (Sujarwanta, 2012).
Langkah-langkah Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik dalam pembelajaran
sebagai berikut.

Bagan 1. Pendekatan Ilmiah dalam Pembelajaran


(Adaptasi dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, 2013)
1. Mengamati (Observing)
Observing merupakan salah satu kegiatan mengamati untuk melakukan proses
pembelajaran (meaningfull learning). Kegiatan mengamati sangat bermanfaat untuk
memenuhi rasa ingin tahu peserta didik.Sehingga proses pembelajaran memiliki
kebermaknaan yang tinggi.
2. Menanya (Questioning)
Bertanya dapat melalui pertanyaan dari guru atau murid. Dengan memberi kesempatan
peserta didik bertanya atau menjawab pertanyaan guru menumbuhkan suasana
pembelajaran yang akrab dan menyenangkan. Dalam mengajukan pertanyaan diperhatikan
kualitas pertanyaan. Pertanyaan yang berkualitas akan menghasilkan jawaban yang
berkualitas.
3. Mengumpulkan Informasi/Mencoba (Experimenting)
Hasil belajar yang nyata akan diperoleh peserta didik dengan mencoba atau melakukan
percobaan, terutama untuk materi atau substansi yang sesuai. Aplikasi metode eksperimen
atau mencoba dimaksudkan untuk mengembangkan berbagai ranah tujuan belajar, yaitu
sikap, keterampilan, dan pengetahuan.
4. Mengolah Informasi (Associating)
Proses pembelajaran akan berhasil secara efektif jika terjadi interaksi langsung antara
pendidik dengan peserta didik. Pola interaksi ini dilakukan melalui stimulus dan respon.
Proses belajar peserta didik terjadi secara perlahan atau bertahap, bukan secara tiba-tiba.
kerangka proses pembelajaran dengan pendekatan ilmiah yang dianut dalam Kurikulum
2013 untuk menggambarkan bahwa guru dan peserta didik merupakan pelaku aktif.
5. Mengkomunikasikan (Communicating)
Communicating memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengkomunikasikan
hasil percobaan dan asosiasinya kepada peserta didik lain dan guru untuk mendapatkan
tanggapan. Langkah komunikasi ini memberi keuntungan kepada peserta didik dalam
meningkatkan rasa percaya diri dan kesungguhan belajar.
Pada pembelajaran Biologi pendekatan saintifik dapat diterapkan melalui keterampilan
proses. Keterampilan proses sains merupakan seperangkat keterampilan yang digunakan para
ilmuwan dalam melakukan penyelidikan ilmiah. Menurut Rustaman (2005), keterampilan
proses perlu dikembangkan melalui pengalaman-pengalaman langsung sebagai pengalaman
pembelajaran. Melalui pengalaman langsung seseorang dapat lebih menghayati proses atau
kegiatan yang sedang dilakukan.
ESENSI INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN SAINS/BIOLOGI
Model pembelajaran inquiry merupakan model yang melibatkan peserta didik dalam
proses pengumpulan data dan pengujian hipotesis. Langkah inquiry terdiri dari beberapa
tahapan yang dilakukan siswa, antara lain: (1) mengidentifikasi masalah; (2) merumuskan
hipotesis; (3) mengumpulkan data; (4) menganalisis dan menginterpretasikan data untuk
menguji hipotesis; (5) menarik kesimpulan. Sedangkan tahapan atau langkah yang dilakukan
oleh guru dalam model pembelajaran inquiry yaitu: (1) menjelaskan tujuan pembelajaran; (2)
membagi petunjuk inquiry atau petunjuk praktikum; (3) menugaskan peserta didik untuk
melaksanakan inquiry; (4) memantau pelaksanaan inquiry; (5) menyimpulkan hasil inquiry
secara bersama-sama (Mulyatiningtyas, 2010).
Model pembelajaran inquiry dibagi menjadi tiga macam, antara lain:
1. Model Inquiry Free Discovery (penemuan bebas)
Peserta didik diberikan kebebasan untuk memilih permasalahan, dan cara pemecahan
akan permasalahan yang telah dipilih. Peserta didik juga dilatih membuat hipotesis,
menguji hipotesis, serta diberi kesempatan untuk mengaplikasikan hasil temuannya.
2. Model Inquiry Guided Discovery (penemuan terbimbing)
Guru memberikan bimbingan dan pengarahan agar peserta didik dapat mencapai tujuan
atau menemukan konsep-konsep tertentu, memberikan masalah dan alternatif
pemecahannya, memonitoring proses belajar mengajar, membantu peserta didik yang
mengalami hambatan dalam kegiatannya, serta memberikan penilaian. Model penemuan
terbimbing ini peserta didik akan aktif melakukan eksplorasi, observasi, dan investigasi
dengan bimbingan guru. Oleh karena itu, kegiatan dengan model penemuan terbimbing
berdampak positif pada perkembangan intelektual peserta didik.
3. Model Inquiry Free Modified (penemuan bebas termodifikasi)
Model inkuiri bebas termodifikasi, guru memberikan suatu permasalahan atau problem
yang kemudian meminta peserta didik untuk memecahkan permasalahan tersebut melalui
pengamatan, eksplorasi, sesuai dengan prosedur penelitian (Mulyasa, 2007).
Beberapa hasil penelitian mengenai strategi pembelajaran inkuiri pada mata pelajaran
biologi seperti yang dilakukan oleh Joice and Weil (1992) menyimpulkan pembelajaran
biologi melalui strategi inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan kemampuan
pemecahan masalah secara signifikan, begitu juga dengan hasil penelitian yang dilakukan
Layton (1992) menyimpulkan penerapan strategi inkuiri dalam pembelajaran biologi dapat
meningkatkan pemahaman konsep dan menghilangkan miskonsepsi siswa (Wena, 2008).
PERTANYAAN
1. Pendekatan saintifik diimplementasikan di sekolah dengan kurikulum 2013, namun
terdapat banyak versi untuk langkah-langkah pembelajaran dalam pendekatan ini.
Mengapa hal ini bisa terjadi?
2. Model inkuiri pada teorinya sangat baik dilakukan pada pembelajaran sains/biologi,
namun terkadang ada murid yang belum terbiasa melakukan model pembelajaran ini,
sehingga proses pembelajaran tidak maksimal atau kurang efektif. Bagaimna trik yang
baik untuk melakukan model ini pada siswa yang tidak pernah diberikan model ini
oleh gurunya?
DAFTAR RUJUKAN

Mulyaningtyas, Endang. 2010. Pembelajaran Aktif, Kreatif, Inovatif, Efektif, dan


Menyenangkan (PAIKEM): Diktat Peningkatan Kompetensi Pengawas dalam Rangka
Penjaminan Mutu Pendidikan. Jawa Barat: P4TK Bisnis dan Pariwisata
Mulyasa, E., 2007. Kurikulum Berbasis Kompetensi, Bandung:Remaja Rodaskarya
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 81A Tahun 2013
Rustaman, N. Y., Dirdjosoemarto, S., Yudianto, S. A., Achmad, Y., Subekti, R.,
Rochintaniawati, D., dan Nurjhani K., M. 2003. Strategi Belajar Mengajar Biologi.
Malang: JICA IMSTEP
Sujarwanta, Agus. 2012. Mengkondisikan Pembelajaran Ipa Dengan Pendekatan Saintifik.
Jurnal Nuansa Kependidikan, 16 (1)
Wena, Made. 2009. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. Jakarta: Bumi Aksara
KRITERIA PENILAIAN RESUME
MATAKULIAH PENGEMBANGAN DESAIN PEMBELAJARAN BIOLOGI
SEMESTER GASAL 2017-2018

Penilaian
No. Elemen Skor Maks
Teman Dosen
I. Identitas Resume
1 Judul resume 5 5
2 Keperluan ditulisnya resume 2 2
3 Nama penulis resume 2 2
4 Tempat dan waktu penulisan resume 1 1

II. Bagian Teks Utama Resume


5  Topik-topik relevan dengan materi yang dikaji 15 15
 Berisi pokok-pokok pikiran penting yang 20 19
berkaitan dengan materi yang dikaji
 Pokok-pokok pikiran dieksplor dari banyak 20 15
sumber (> 5 sumber buku atau artikel)
 Gambar/diagram/foto yang disertakan dilengkapi 15 15
dengan penjelasan yang sesuai dengan materi
yang dikaji
 Memunculkan pertanyaan-pertanyaan konvergen 20 19

Jumlah Skor Maksimal 100 93

Instrumen penilaian dikembangkan oleh Indriwati, S.E. (2016)