Anda di halaman 1dari 5

Judul resume: Kurikulum Berbasis Kompetensi, Kurikulum Berbasis Capaian Pembelajaran,

dan KKNI, serta SN Dikti

Keperluan ditulisnya resume: Untuk memenuhi tugas terstruktur Pengembangan Desain


Pembelajaran Biologi pada pokok atau sub pokok bahasan Kurikulum Berbasis Kompetensi,
Kurikulum Berbasis Capaian Pembelajaran, dan KKNI, serta SN Dikti

Nama penulis resume: Robiatul Adawiyah / Kelas C – 170341864507

Tempat dan waktu penulisan resume: Malang, 10 September 2017

Hasil resume
Kurikulum Berbasis Kompetensi
Pemerintah melakukan perubahan kurikulum di perguruan tinggi dari kurikulum
berbasis isi menjadi kurikulum berbasis kompetensi. Perubahan kurikulum berarti perubahan
dalam perangkat pembelajaran.

Tabel 1 Perubahan Konsep Kurikulum

Ciri-ciri Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) antara lain:


1. menyatakan kompetensi secara jelas dari proses pembelajaran bidang studinya;
2. proses pembelajaran memberi bekal kepada tercapainya kompetensi dan berfokus pada
mahasiswa;
3. lebih mengutamakan kesatuan penguasaan ranah kognitif, psikomotorik, dan afektif
,secara utuh;
4. proses penilaian hasil belajar lebih ditekankan pada kemampuan untuk
mendemonstrasikan kognitif, psikomotorik dan afektif (evaluasi proses & hasil ).
Tahap penyusunan KBK di perguruan tinggi yaitu:
1. penetapan profil lulusan;
2. perumusan kompetensi lulusan;
3. pengkajian kandungan elemen kompetensi;
4. pemilihan bahan kajian;
5. perkiraan dan penetapan beban (SKS) dan pembentukan matakuliah;
6. pembentukan matakuliah;
7. menyusun struktur kurikulum.
Metode pembelajaran dalam KBK di antaranya adalah: (1) Small Group Discussion; (2)
Role-Play & Simulation; (3) Case Study; (4) Discovery Learning (DL); (5) Self-Directed
Learning (SDL); (6) Cooperative Learning (CL); (7) Collaborative Learning (CbL);
(8)Contextual Instruction (CI); (9) Project Based Learning (PjBL); dan (10) Problem Based
Learning and Inquiry (PBL).

KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia)


Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) merupakan kerangka penjenjangan
kualifikasi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan sektor
pendidikan dan pelatihan serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan
kompetensi kerja sesuai dengan jabatan kerja di berbagai sektor (DIKTI, 2014).
Sebagai perwujudan mutu dan jati diri bangsa Indonesia dalam sistem pendidikan
nasional,sistem pelatihan kerja nasional serta sistem pengakuan kompetensi nasional, KKNI
dimaksudkan sebagai pedoman untuk:
1. Menetapkan kualifikasi capaian pembelajaran yang diperoleh melalui pendidikan formal,
nonformal, informal, pelatihan atau pengalaman kerja;
2. menetapkan skema pengakuan kualifikasi capaian pembelajaran yang diperolehmelalui
pendidikan formal, nonformal, informal, pelatihan atau pengalaman kerja;
3. menyetarakan kualifikasi antara capaian pembelajaran yang diperoleh melalui
pendidikan formal, nonformal, informal, pelatihan atau pengalaman kerja;
4. mengembangkan metode dan sistem pengakuan kualifikasi sumberdaya manusia manusia
dari negara lain yang akan bekerja di Indonesia (DIKTI,2010).
Dalam KKNI Program Sarjana (S1) dan Diploma IV berada pada Jenjang 6. Pada Pasal
9 Perpres tersebut dinyatakan bahwa Penerapan KKNI pada setiap sektor atau bidang profesi
ditetapkan oleh kementerian atau lembaga yang membidangi sektor atau bidang profesi yang
bersangkutan sesuai dengan kewenangannya. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2013 (Permendikbud No.73/2013) tentang Penerapan
KKNI Bidang Pendidikan Tinggi Pasal 10 ayat (4) menyatakan bahwa: Dalam menerapkan
KKNI bidang pendidikan tinggi, perguruan tinggi mempunyai tugas dan fungsi:
1. Setiap program studi wajib menyusun deskripsi capaian pembelajaran minimal mengacu
pada KKNI bidang pendidikan tinggi sesuai dengan jenjang.
2. Setiap program studi wajib menyusun kurikulum, melaksanakan, dan mengevaluasi
pelaksanaan kurikulum mengacu pada KKNI bidang pendidikan tinggi sesuai dengan
kebijakan, regulasi, dan panduan tentang penyusunan kurikulum program studi
sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b.
3. Setiap program studi wajib mengembangkan sistem penjaminan mutu internal untuk
memastikan terpenuhinya capaian pembelajaran program studi.

SNPT (Standar Nasional Perguruan Tinggi)


Standar Nasional Pendidikan Tinggi, adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan
di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Standar Nasional
Pendidikan Tinggi bertujuan untuk:
1. Menjamin tercapainya tujuan pendidikan tinggi yang berperan strategis dalam
mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan
menerapkan nilai humaniora serta pembudayaan dan pemberdayaan bangsa Indonesia
yang berkelanjutan;
2. menjamin agar pembelajaran pada program studi, penelitian, dan pengabdian kepada
masyarakat yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi di seluruh wilayah hukum
Negara Kesatuan Republik Indonesia mencapai mutu sesuai dengan kriteria yang
ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan Tinggi;
3. mendorong agar perguruan tinggi di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik
Indonesia mencapai mutu pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat
melampaui kriteria yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan Tinggi secara
berkelanjutan.
Standar Nasional Pendidikan Tinggi terdiri dari standar nasional pendidikan, standar
nasional penelitian, dan standar nasional pengabdian kepada masyarakat.
Pertanyaan
1. Apakah perbedaan sistem pmbelajaran TCL (Teacher Centered Learning) dan SCL
(Student Centered Learning)?
2. Bagaimanakah peran KKNI dalam sistem pembelajaran di Indonesia, khususnya
perguruan tinggi?
3. Bagaimanakah implementai KKNI di perguruan tinggi?

Daftar Pustaka
DIKTI. 2010. Buku Pedoman Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Edisi 1. (Online),
(http://luk.staff.ugm.ac.id/atur/KKNI/Pedoman KKNI Edisi1Juli2010.pdf), diakses
pada 07 September 2015.
DIKTI. 2014. Buku Panduan Kurikulum Dikti Pembelajaran. (Online),
(http://dosen.perbanas.id/wp-content/uploads/2015/05/Buku-Panduan-Kurikulum-
Dikti-Pembelajaran-2014.pdf), diakses pada 07 September 2015.
Mursid, S.P. 2014. Kurikulum Pendidikan Tinggi Sesuai KKNI. (Online),
(http://ujm.undiksha.ac.id/downloadfile/peraturan_presiden/2.%20Kurikulum%20pen
didikan%20tinggi%20sesuai%20kkni%202014-140813024715-phpapp01.pdf),
diakses pada 07 September 2015.
PERMENDIKBUD. 2014. Standar Nasional Pendidikan Tinggi. (Online),
(www.unsika.ac.id/sites/default/files/SNDIKTI_Kopwil4.pdf), diakses pada 07
September 2015.
Sub Direktorat KPS. 2008. Buku Panduan Pengembangan Kurikulum Berbasis Konpetensi
Pendidikan Tingggi. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi.
KRITERIA PENILAIAN RESUME
MATAKULIAH PENGEMBANGAN DESAIN PEMBELAJARAN BIOLOGI
SEMESTER GASAL 2017-2018

Penilaian
No. Elemen Skor Maks
Teman Dosen
I. Identitas Resume
1 Judul resume 5 5
2 Keperluan ditulisnya resume 2 2
3 Nama penulis resume 2 2
4 Tempat dan waktu penulisan resume 1 1

II. Bagian Teks Utama Resume


5  Topik-topik relevan dengan materi yang dikaji 15 14
 Berisi pokok-pokok pikiran penting yang 20 18
berkaitan dengan materi yang dikaji
 Pokok-pokok pikiran dieksplor dari banyak 20 20
sumber (> 5 sumber buku atau artikel)
 Gambar/diagram/foto yang disertakan dilengkapi 15 15
dengan penjelasan yang sesuai dengan materi
yang dikaji
 Memunculkan pertanyaan-pertanyaan konvergen 20 18

95
Jumlah Skor Maksimal 100

Instrumen penilaian dikembangkan oleh Indriwati, S.E. (2016)