Anda di halaman 1dari 4

2.4.

Mengorganisasi dan Menyajikan Data Kualitatif


2.4.1 Tabulasi Data
Tabulasi data adalah penyajian data dalam bentuk tabel atau daftar untuk memudahkan
pengamatan dan evaluasi (KKBI, 2016). Tujuan dari menabulasi data adalah untuk
memudahkan membaca dan menarik kesimpulan. Oleh karena itu,dalam menyajikan data
harus tertata secara rapi. Dalam menabulasi dalam menabulasi data, peneliti
mengelompokkan hal-hal yang serupa menjadi kategori atat menjadi kelompok. Selain itu,
peneliti juga melakukan penyajian secara sistematis agar lebih mudah untuk dipahami
interaksi antar bagian dalam konteks yang utuh (Basrowi & Suwandi, 2008).
Contoh dalam menabulasi data misalnya seorang peneliti ingin meneliti mengenai
masalah pengalaman anak-anak sekolah dalam belajar Bahasa Inggris di Cina. Peneliti
mengambil subyek data sebanyak 12 guru (6 guru mata pelajaran Bahasa Inggris dan 6 guru
yang ada di sekolah). Kemudian peneliti akan melakukan pengkodean agar lebih mudah
dibaca. Pengkodeannya sebagai berikut:
1. untuk kode 1 – 12 adalah jumlah responden
2. untuk kode P adalah guru mata pelajaran Bahasa Inggris
3. untuk kode F adalah guru yang ada di sekolah
4. untuk kode P1 – F5 adalah tingkat yang diajarkan responden

Tabulasi datanya adalah sebagai berikut:


Efektivitas pengajaran Bahasa Inggris
1-3: P1  Siswa tidak mengerti bahasa Inggris tertulis atau lisan atau tidak dapat
berbicara atau menulis dengan baik.
 Meskipun siswa mulai belajar bahasa Inggris pada usia yang sangat muda,
standar mereka masih sangat rendah karena mereka tidak dapat benar-
benar mengerti atau menggunakan bahasa Inggris.

4-6: P6  Siswa tidak bisa berbicara, membaca atau menulis bahasa Inggris dengan
baik.
 Siswa memiliki standar rendah karena mereka tidak dapat membaca,
menulis atau berbicara bahasa Inggris.
 Mereka menggunakan hafalan untuk belajar dan dengan demikian
pengetahuan bahasa Inggris mereka sangat dangkal dan terbatas pada kosa
kata terbatas.

7-9: F3  Secara keseluruhan, standar siswa rendah. Pembelajaran dan pengajaran


bahasa Inggris tidak begitu berhasil.
 Bahkan dengan pengetahuan Bahasa Inggriscyang buruk, siswa masih
berhasil mendapatkan pekerjaan.
 Ini bukan kota internasional; Bahasa Inggris tidak terlalu penting
sekalipun siswa tidak belajar baik

10: F5 Pembelajaran dan pengajaran bahasa Inggris tidak begitu efektif karena
siswa tidak bekerja keras dan mereka terpaksa menghafal untuk belajar
bahasa Inggris. Namun, siswa berhasil masuk ke universitas.

11: F5 Siswa telah belajar setidaknya beberapa pengetahuan dasar tentang bahasa
Inggris.

12: F5 Hal ini efektif sampai batas tertentu karena beberapa siswa menjadi guru
bahasa Inggris sendiri setelah menyelesaikan pendidikan universitas mereka.

2.4.2 Cara Mengorganisasi dan Mempresentasikan Data


Cara mengorganisasi dan mempresentasikan data antara lain:
1. Secara kelompok
Metode kelompok merupakan suatu metode yang secara otomatis mengelompokkan
data dan memungkinkan tema, pola dan sejenisnya dapat terlihat. Metode ini digunakan
untuk merangkum tanggapan individu yang tersebar di banyak kategori, sehingga
integritas dan kohenrensi responden secara individual bisa saja hilang.
2. Secara individu
Metode ini mengatur data peseorangan, sehingga integritas koherensi dari individual
bisa terlihat dan memungkinkan gambaran umum dari tanggapan responden juga bisa
terlihat. Ini mungkin memberikan manfaat bagi peneliti sendiri untuk menyimpulkan suatu
fenomena.
3. Menyajikan masalah atau tema
Metode ini yaitu menyajikan semua data yang relevan dengan masalah atau isu-siu
yang sedang diteliti.
4. Pertanyaan penelitian
Metode ini merupakan cara yang sangat berguna untuk mengorganisasi data karena
menggabungkan semua data yang relevan dengan masalah yang akan diteliti dan
mempertahankan koherensi bahan. Metode ini bisa tetap memfokuskan pertanyaan
penelitian yang disebutkan diawal penyelidikan. Didalam metode ini, semua data yang
relevan dari berbagai sumber data (wawancara, observasi, kuesioner, dll) disusun untuk
memberikan jawaban kolektif untuk sebuah pertanyaan penelitian.
5. Instrumen
Instrumen dalam penelitian kualitatif adalah peneliti sendiri. Kelebihan dari metode
ini adalah peneliti dapat melihat langsung, merasakan, dan mengalami apa yang terjadi
pada subyek yang ditelitinya, peneliti akan mampu menentukan kapan penyimpulan data
telah tercukupi dan penelitian dihentikan. Selain itu, peneliti dapat langsung melakukan
pengumpulan data, menganalisis, dan melakukan refleksi. Kelemahan metode ini antara
lain tidak mudah bagi peneliti untuk menjaga objektivitas dan netralitas dalam penelitian,
peneliti harus mengutikui dan mencatat semua perubahan-perubahan yang ditunjukkan
oleh subjek.

2.4.3 Pendekatan Naratif dan Biografis dalam Analisis Data


Menurut Webster dan Metrova, narasi (narrative) adalah suatu metode penelitian di
dalam ilmu-ilmu sosial. Inti dari metode ini adalah kemampuannya untuk memahami
identitas dan pandangan dunia seseorang dengan mengacu pada cerita-cerita (narasi) yang
ia dengarkan ataupun tuturkan di dalam aktivitasnya sehari-hari (baik dalam bentuk gosip,
berita, fakta, analisis, dan sebagainya, karena semua itu dapat disebut sebagai ‘cerita’). Fokus
penelitian dari metode ini adalah cerita-cerita yang didengarkan di dalam pengalaman
kehidupan manusia sehari-hari. Di dalam cerita/narasi, kompleksitas kultural kehidupan
masyarakat dapat ditangkap dan dituturkan di dalam bahasa. Dalam arti ini cerita bukan
hanya menjadi cerita saja, melainkan menjadi bagian dari penelitian untuk memahami
manusia dan dunianya.
Biografi secara kualitatif merupakan studi pengalaman seorang individu yang
diceritakan oleh peneliti atau ditemukan di berbagai dokumen atau arzip. Menurut Denzin
(1989) metode biografi didefinisikan sebagai studi yang menggunakan kumpulan dokumen
yang mendeskripsikan kejadian-kejadian dalam hidup seseorang.
Beberapa tipe dan karakteristik dalam biografi yaitu:
1. dalam studi biografi, kisah hidup seseorang ditulis oleh orang lain dengan menggunakan
dokumen ataupun rekaman tersimpan;
2. dalam autobiografi, orang menuliskan kisah hidupnya sendiri.
3. dalam sejarah hidup, peneliti melaporkan kehidupan seseorang dalam refleksi
kebudayaan, kehidupan di masyarakat, kehidupan pribadi, kehidupan di instansi, dan
sejarah sosial;
4. dalam sejarah lisan, peneliti mengumpulkandata berdasarkan kejadian-kejadian,
penyebab kejadian tersebut, dan efeknya terhadap individu yang akan diteliti yang
didapatkan dari seseorang atau beberapa orang.

2.4.4 Alat-alat Metodologis dalam Analisis Data Kualitatif


Beberapa alat prosedural untuk menganalisis data kuantitatif yaitu:
1. Analisis Induksi
Lima elemen utama dalam analisis induksi antara lain:
a. pada tahap awal penelitian, definisi dan penjelasan terhadap fenomena yang khusus
dikembangkan
b. definisi dan penjelasan ini diperiksa dalam data yang sedang dikumpulkan selama
penelitian
c. jika definisi dan/atau penjelsan membutuhkan modifikasi di dalam data baru, maka
analisis induksi dilakukan
d. upaya yang sengaja dibuat untuk menemukan kasus-kasus yang mungkin tidak sesuai
dengan penjelasan atau definisi
e. proses mendefinisikan ulang sampai penjelasan tercapai mencakup semua data.
2. Analisis Tipologi
Analisis tipologi pada dasarnya adalah klasifikasi proses dimana data dimasukkan ke
dalam kelompok, subset atau kategori berdasarkan kriteria yang jelas (misalnya, tindakan,
perilaku, makna, dll).
3. Analisis Enumerasi
Proses enumerasi adalah salah satu proses dimana kategori frekuensi, unit analisis,
istilah, kata atau gagasan dihitung. Analisis ini adalah sebuah metode yang digunakan
dalam bentuk analisis konvensional.