RELAY FREKUENSI DALAM JARINGAN TIGA FASA
I. Tujuan Praktikum:
Setelah melakukan praktikum ini mahasiswa dapat :
1. memahami cara kerja sistem proteksi relay pada beban lebih
2. Memahami prinsip terjadinya beban lebih
3. Menentukan kesesuaian alat dengan waktu yang diatur sampai alarm bekerja
II. Landasan Teori
2.1. Beban Lebih dan Hubung Pendek
Arus lebih adalah satu dari dua bahaya keamana utama yang harus dikendalikan
dalam system pengkabelan. Bahaya dari aurs lebih adalah resiko timbulnya api. Di
Inggris, lebih dari 50000 kebakaran dalam setiap tahunnya disebabkan oleh masalah
kelistrikan.
2.2. Tipe arus lebih (over current)
Overload (Beban Lebih)
Over load terjadi ketika arus yang mengalir dalam suatu system melebihi dari
biasanya ( 50 % ~ 100 % lebih tinggi). Over load tidak terjadi secara tiba, tiba tetapi
bertahap. Jika masalah ini gagal untuk diselesaikan, cabel penghantar akan menjadi
panas dan meleleh, sehingga memungkinkan kabel penghantar menjadi terbuka.
KOndisi panas pada penghantar ini mungkin cukup menimbulkan api.
Pada penggunaan di rumah tangga, over load biasanya terjadi akibat pemakaian
peralatan listrik yang terlalu banyak pada waktu yang bersamaan, atau
menghubungkan suatu peralatan listrik dengan beban kerja tinggi pada stop kontak
yang tidak mencukupi kapasitasnya.
Short Circuit (hubung SIngkat)
Hubung singkat adalah terhubungnya fasa dan netral, atau anatar fasa dengan
pentanahan. Koneksi antar keduanya kemungkinan memiliki resistansi rendah, dan
arus yang emngalir akan menjadi ratusan/ribuan kali lebih tinggi dalam system.
Dalam prakteknya, pada instalasi rumah tangga, pengamann beban lebih dan hubung
singkat, keduanya menggunakan salah satu dari fuse (sekering) atau MCB (miniature
cirduit breaker).
2.3. Proteksi Beban Lebih pada Motor ( Relay Overload)
Termal Overload Relay (TOR)
Thermal overload relay merupakan Relai pengaman
arus lebih yang berfungsi sebagai pengaman pada
motor. TOR akan memutuskan aliran arus ke motor
listrik apabila terjadi kelebihan beban.
Prinsip kerja termal beban lebih berdasarkan panas
(temperatur) yang ditimbulkan oleh arus yang
mengalir melalui elemen-elemen pemanas bimetal.
Temperatur panas ini merupakan akibat terjadinya beban lebih atau hubungan
singkat pada beban (motor listrik). Akibabat panas ini, bimetal akan menggerakkan
kontak-kontak mekanis pemutus rangkaian listrik (terminal NC akan membuka).
Beban lebih terdeteksi pada TOR melalui relay yang telah diatur. Apabila arus yang
melewati lebih besar dari setting arus Thermal Overload Relay, secara otomatis
terminal NC (normally closed) yang terhubung pada motor listrik akan terbuka,
sehingga arus tidak akan mengalir ke motor dan motor akan berhenti beroperasi.
1. Terminal - terminal/kontak - kontak yang terdapat pada relai pengamanan
beban lebih.
Berdasarkan fungsinya, terminal -
terminal/kontak - kontak yang terdapat
pada TOR dikelompokkan atas tiga jenis,
yaitu sebagai berikut :
a. Terminal/kontak yang dihubungkan
ke sumber tenaga listrik/kontak utama
magnetik kontaktor
b. Terminal/kontak yang dihubungkan kebeban/motor listrik
c. Terminal Normally Closed
Kontak NC terdapat pada terminal 95 - 96
d. Terminal Normally Open
Kontak NO terdapat pada terminal 97 - 98
2.. Pengaturan arus, trip dan reset yang terdapat pada thermal overload relay
Gambar disamping merupakan bagian pengontrolan
ada Thermal overload relay
a. Pengatur Arus
Pada gambar yang dilingkari, tampak bahwa batas
arus TOR berkisar antara 9 ampere sampai dengan 11
ampere. Batas nilai arus pada TOR dapat diatur seusai dengan skala yang terdapat
pada TOR.
b. Trip
Thermal Overload mempunyai karakteristik pemutusan (trip) arus pada bimetal.
Pemutusan ini sebagai akibat terjadinya beban lebih atau gangguan pada beban
(motor listrik). Agar bimetal dapat mengalirkan arus listirk ke beban, maka tombol
trip dikembalikan ke kondisi normal.
c. Reset
Pada saat terjadi beban lebih, terminal NC akan membuka, sehingga rangkaian
kontrol dalam keadaan mati. Sedangkan terminal NO akan ON. Untuk
mengembalikan kekondisi normal, TOR dilengkapi tombol reset.
3. Simbol Thermal Vverload Relay
TOR terdir atas terminal NC (95 - 96) dan NO (97
- 98) yang dihubungkan pada rangkaian kontrol
pada sistem pengendalian motor listrik.
Terminal " " yang terdapat tiga buah merupakan
bimetal.
Bimetal dipasang pada rangkaian utama sistem pengendalian. Terminal ini dipasang
secara seri antara kontak utama kontaktor dengan beban (motor listrik).
Bimetal dialiri arus utama (phasa R, S dan T). Jika terjadi arus lebih, maka bimetal
akan membengkok dan secara mekanis akan mendorong kontak bantu NC 95- 96
sehingga rangkaian kontrol menjadi OFF. Oleh karena dalam prakteknya kontak
bantu NC 95-96 disambung seri pada rangkaian koil kontaktor magnit, maka jika NC
lepas, koil kontaktor tidak ada arus, kontaktor magnit tidak aktif dan pemutuskan
kontak utama.
Nilai pengaman arus lebih ini bisa diset dengan mengatur jarak pendorong kontak.
Dalam prakteknya pada permukaan relay pengaman arus lebih terdapat bidang kecil
yang berbentuk lingkaran, yang tengahnya bisa diputar dengan obeng minus. Juga
terdapat tombol tekan untuk mereset.
III. Peralatan
1. Panel control untuk generator, model GCB-1/EV
2. Generator Sinkron dan Motor
3. Set kabel dan jumper untuk sambungan listrik
IV. Prosedur Kerja
A. Preparasi
1. Siapkan peralatan yang dibutuhkan yaitu alarm relay
2. Rangkai alat alarm relay yang dihubungka ke panel board
Gambar3. One Line Diagram pada Praktikum
3. Pastikan supply sudah tersambungkan baik supply untuk ke panel board ataupun
supply untuk ke rangkaian relay Atur waktu delay on dan off relay
B. Operasi
1. Atur tegangan supply yang masuk kerangkaian relay 24 Volt
2. Pindahkan posisi steker ke 1
3. Atur kecepatan motor melalui pengaturan kecepatan sampai frekuensinya
sebesar 50Hz dilihat dari display yang ada pada motor, display analog, atau pada
electrical parameter meter.
4. Atur tegangannya melalui tegangan eksitasi generator hingga tegangan antar
fasanya 380 V
5. Atur beban lampu pada kondisi beban lebih.
6. lakukan pengukuran beban lebih sebanyak minimal 5x dengan beban yang berbeda
t
Beban
IR (A) IS (A) IT (A) t on setting
C. Langkah mematikan:
1. Turunkan teganan supply ke rankaian relay, matikan MCB pada panelnya
2. Turunkan putaran motor pada panel
3. Turunkan tegangan eksitasi hingga mencapai 0 volt
4. Pindahkan steker ke posisi stand by
5. Pindahkan steker pada posisi 0
6. Matikan MCB dari mendapatkan supply pln berada pada sisi samping kanan
panel
7. Rapihkan rangkaian dan meja kerja
V. Pertanyaan
1. Sebutkan pengaruh beban lebih terhadap suatu jaringan
2. jelaskan hubungan antara arus lebih (overcurrent) dan beban lebih (overload)
3. sebutkan penyebab terjadinya overload