LAPORAN RESMI
PRAKTIKUM TAKNIK LISTRIK
“DIRECT OR LINE STARTER”
Kelompok 8:
Rizky Muharram T (0516040001)
M. Dio Syaridhlo (0516040012)
Arlisa Aulia Wati (0516040021)
K3-IV A
TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA
2018
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Mata kuliah ini memberikan pengetahuan tentang aplikasi penggunaan listrik
dan teknik pengukuran listrik yang benar dengan memperhatikan keselamatan kerja
bagi penggunanya. Modul ini memuat materi-materi yang meliputi : pemasangan
instalasi saklar tunggal dan seri, pemasangan instalasi saklar tukar, rugi tegangan,
pengaman tegangan sentuh, tahanan tanah, direct on line motor, motor bergantian
dan perencanaan pembuatan panel distribusi tegangan rendah. Dengan mempelajari
materi-materi tersebut dapat mengetahui peralatan-peralatan listrik dan alat-alat
ukur listrik yang digunakan untuk praktikum. Pembelajaran Praktikum Teknik
Listrik ini diharapkan dapat membaca gambar instalasi listrik, merencanakan,
merangkai dengan memperhatikan standart listrik dan keselamatan kerja,
disamping itu praktikan diharapkan dapat mengoperasikan alat-alat ukur listrik
yang digunakan untuk praktikum sesuai dengan manual book dari alat ukur
tersebut.
1.2 Rumusan Masalah
Kemampuan yang akan dimiliki oleh mahasiswa setelah memahami isi modul ini
adalah sebagai berikut :
Tujuan Instruksional Umum :
1. Bagaimana mempraktekkan rangkaian kontrol dan proteksi motor dengan benar
sesuai dengan peraturan (PUIL) yang berlaku.
Tujuan Instruksional Khusus :
1. Bagaimana melakukan kegiatan membuat, memasang, mencoba, dan
membongkar Direct On Line Panel Starter Motor secara benar
1.3 Tujuan
Kemampuan yang akan dimiliki oleh mahasiswa setelah memahami isi modul ini
adalah sebagai berikut :
Tujuan Instruksional Umum :
1. Dapat mempraktekkan rangkaian kontrol dan proteksi motor dengan benar
sesuai dengan peraturan (PUIL) yang berlaku.
Tujuan Instruksional Khusus :
1. Dapat melakukan kegiatan membuat, memasang, mencoba, dan membongkar
Direct On Line Panel Starter Motor secara benar.
BAB II
DASAR TEORI
Sistem Direct On Line ini sangat sederhana, sering digunakan di industri dan
biasanya dipakai untuk menjalankan motor dengan kapasitas daya 1 kw sampai 5 kw
(misal : untuk starting motor pompa, motor kompresor). Dinamakan Direct On Line
karena menghubungkan langsung antara sumber dengan beban. Sedangkan sumber
tegangannya adalah menggunakan sistem 3 phase dengan netral dihubungkan pada titik
bintang. Motor listrik ini biasanya mempunyai spesifikasi sebagai berikut :
Rated Daya : 1 sampai 5 kw
Rated Tegangan : 220 / 380 volt
Rated Frekuensi : 50 / 60 Hz
Cos α : 0,6 sampai 0,8
Connection : star ( Y )
Alat Pengasut Terhubung Langsung (DIRECT ON LINE STARTER)
Alat ini bisa digunakan sampai 3,75 kW. Sifat-sifat dasar pengasutan diberikan
pada Gambar 1. Pengasutan tersebut mencakup sebuah alat sambung (kontaktor) 4
kutub, yang mana satu kutub berfungsi untuk tujuan menahan. Kumparan alat sambung
bekerja sebagai sebuah pemutus tanpa tegangan seandainya terjadi kerusakan sumber
atau suatu hubungan yang terbuka.
Gambar 2.1 Pengasutan dengan terhubung langsung
Dengan isolator pada posisi ON dan kontak-kontak LM dijembatani oleh
tombol asut, kontaktor 415 V bekerja dan daya dibawa ke motor. Membukanya kontak
oleh tombol stop jelas menyela (menginterupsi) rangkaian penahan.
Kumparan-kumparan beban lebih atau solenoida dalam beberapa hal
menjalankan suatu mekanisme sederhana (untuk kejelasan tidak diperlihatkan) yang
memutuskan pengasutan pada nilai arus beban-lebih yang telah ditetapkan lebih
dahulu. Peredam oli yang dapat disetel dapat dipasang untuk mencegah pemutusan oleh
kenaikan mendadak gelombang untuk arus asut. Sebagai suatu kemungkinan lain untuk
operasi magnetik, digunakan pelepas-pelepas beban-lebih secara panas yang
didasarkan pada prinsip dua logam; terutama dalam ukuran-ukuran yang lebih kecil.
Adalah menarik untuk memperhatikan bahwa tombol-tombol tambahan untuk
pengasutan dirangkaikan paralel dengan kontak-kontak LM; sedangkan tombol-tombol
tambahan untuk stop dihubungkan secara seri dengan hubungan YY1 terlepas. Untuk
sebuah unit jarak jauh dengan tombol start dan stop yang digabungkan hanya
diperlukan tiga kawat.
Rangkaian DOL
Ada dua rangkaian listrik yang membentuk dari rangkaian DOL ini:
1. Rangkaian daya yaitu rangkaian yang merupakan jalur tegangan utama motor bisa
220V, 380V, 660V, bahkan 6.6 kV, dan sebagainya. Aliran arus ke motor ditentukan
oleh kondisi anak kontak dari kontaktor utama.
2. Rangkaian kontrol yaitu rangkaian yang digunakan untuk memutus atau
menyambung aliran arus ke motor melalui anak kontak kontaktor utama. Kontaktor
utama harus mendapatkan tegangan suplai agar anak kontaknya berubah kondisi. Hal
ini dicapai dengan menekan tombol START atau tertutupnya anak kontak NO dari
relay kontrol jarak jauh di rangkaian kontrol. Tegangan yang dipakai biasanya
110VAC.
Yang termasuk diagram daya antara lain :
Pengaman arus beban : sekering / MCB.
Kontak-kontak utama kontaktor magnit.
Kontak-kontak pengaman arus lebih (THOR).
Terminal-terminal transformator.
Terminal-terminal resistor.
Terminal-terminal induktor.
Terminal-terminal kapasitor kompensasi.
Terminal-terminal belitan motor / beban lainnya.
Sedangkan yang termasuk diagram kontrol antara lain :
Pengaman arus kontaktor magnit : sekering / MCB (kecil).
Tombol tekan stop.
Tombol tekan start : tombol kunci start, dll.
Koil konduktor magnit.
Kontak-kontak bantu kontaktor magnit NO, NC.
Kontak-kontak bantu timer NO, NC.
Kontak-kontak bantu TOR.
Lampu tanda.
Komponen Peralatan Penunjang Rangkaian DOL
1. Pengaman (Circuit Breaker)
Pengaman listrik harus selalu dipasang pada setiap panel dengan urutan pemasangan
sebagai berikut: NFB dan MCB. Ketentuan yang besarnya arus pengaman tidak boleh
melebihi arus nominal kabel yang dipasang pada rangkaian pengendali atau rangkaian
pengawatan.
Gambar 2.2 Circuit Breaker
2. Kontak Magnet (kontaktor)
Kontaktor magnit adalah saklar yang bekerja berdasarkan elektromagnetis digunakan
untuk membuka dan menyambung rangkaian listrik (load). Kontaktor magnit bekerja
untuk merubah kontak-kontak Normally Open (NO) dan Normally Close (NC). Pada
kontaktor magnit terdapat dua kontak yaitu: Kontak Utama dan kontak bantu.
Gambar 2.3 Komponen kontaktor
3. Push Button
Push botton disebut juga saklar tekan atau tombol tekan. Bekerja pada saat tombol
ditekan akan merubah kontak NO menjadi NC dan NC menjadi NO.
Gambar 2.4 Push Button
4. Time Delay
Time Delay adalah saklar penunda waktu yang digunakan sebagai alat bantu sistim
pengendali. Terminal Source terdapat pada nomor 2-7, Kontak NO pada terminal 1-3
dan 6-8 dan kontak NC terdapat pada terminal 1-4 dan 5-8.
Gambar 2.5 Komponen Time Relay
5. Thermal Overload Relay (THOR)
Thermal Over Load Relay adalah peralatan kontrol listrik yang berfungsi untuk
memutuskan jaringan listrik jika terjadi beban lebih. Jaringan listrik akan putus bila
arus yang melewati lebih besar dari setting arus Thermal Over Load dengan melalui
proses panas yang terdapat pada relay. Pada saat mereset kembali memerlukan waktu
untuk mengaktifkan kembali karena perlu proses pendinginan temperature terlebih
dahulu.
Gambar 2.6 Komponen Time Overload Relay
BAB III
METODOLOGI PENILITIAN
3.1 Alat dan Bahan
Peralatan
No. Nama Spesifikasi Jumlah Keterangan
1 Tang Potong 1 buah MEKANIK
2 Tang Kombinasi 1 buah MEKANIK
3 Tang Cable Schoon 1 buah MEKANIK
4 Tang Kerucut 1 buah MEKANIK
5 Pisau Potong (Cutter) 1 buah MEKANIK
6 Obeng +,- 1 buah MEKANIK
7 Kikir 1 buah MEKANIK
8 Palu 1 buah MEKANIK
9 Penitik 1 buah MEKANIK
10 Penggores 1 buah MEKANIK
11 Penggaris 1 buah MEKANIK
12 Solder 220 V/ 40 kW 1 buah ELEKTRIK
13 Hand Bor 320 V/ 300 kW 1 buah ELEKTRIK
14 Multitester 1 buah ELEKTRIK
15 Isulation Tester 1 buah ELEKTRIK
16 Tespen 1 buah ELEKTRIK
Bahan
No. Nama Spesifikasi Jumlah Keterangan
1. MCB 3P, 6 A 1 buah MG
1P, 6 A 1 buah MG
2. Kontaktor 3P, 25 A, coil: 220 V 1 buah TM
50 Hz
3. Auxiliary contact 2 NO, 2 NC 1 buah TM
4. Termal Overload 1 buah TM
5. Push Botton NC (Stop) 1 buah TM
NP (Start) 1 buah TM
6. Indicator Lamp Merah 1 buah TM
Hijau 1 buah
7. Terminal Block Krem 20 buah LEGRAND
Biru 8 buah
Kuning-Hijau 8 buah
8. Mounting rail 1m TM
9. Cable Schoon 2,5 mmsq 2 pak TM
10. Spiral Kabel 1 pak
11. Cable Gland PG 16, PG 21, PG 29 6 buah TM
12. Kabel NYY 5x2,5 mmsq 4m JEMBO
NYAF 1,5 mmsq (ht) 10 m
13. Baut + Mur M3, M4 4 pak
14. Box Panel 600x500x200 1 buah
15. Motor Listrik Star-delta, 5 Kw 1 buah
16. Tachometer Lutron DT-2236 1 buah
Sanwa Digital
17. Avometeer 1 buah
Multimeter CD 800
3.2 Prosedur Keselamatan
Adapun prosedur keselamatan yang dapat dilakukan pada praktikum ini
adalah sebagai berikut :
1. Perhatikan setiap langkah kerja yang akan saudara kerjakan, semua harus sesuai
dengan SOP (standart operation procedur).
2. Sebelum merangkai pastikan power dalam keadaan off atau mati.
3. Periksa semua peralatan dan komponen dalam keadaan aman digunakan.
4. Dalam melakukan pekerjaan rangkaian dilarang bercanda dan bercakap yang
tidak ada hubungannya dengan modul praktikum.
5. Sebelum mencoba pastikan dicek terlebih dahulu dengan menghubungi
instruktur bengkel/laboratorium.
3.3 Langkah Kerja
Adapun prosedur kerja dalam praktikum Direct Online System ini adalah
sebagai berikut :
1. Periksa semaua komponen pada panel, dan yakinkan bahwa komponen daam
keadaan baik.
2. Pelajari gambar rangkaian kontrol dan rangkaian daya, jika kurang mengerti
tanyakan pada instruktur.
3. Lakukan pengawatan pada panel untuk system Direct On Line Starter sesuai
dengan diagram rangkaian daya dan giagram rangkaian kontrol yang telah
diberikan dalam buku praktikan.
4. Periksakan pada instruktur apakah pengawatan pada panel yang telah saudara
lakukan adalah benar, aman sesuai aturan sebelum dihubungakn ke sumber
tegangan, termasuk sambungan ke beban yaitu motor listrik 3 phase.
5. Yakinkan dan cek ulang sekali lagi pengawatan tersebut.
6. Setelah yakin sebelum di coba periksa lagi tentang safety listrik yang akan
dicoba.
7. Setelah yakin betul, maka masukkan sumber tegangan listrik untuk test rangkaian
kontrol dan setelah itu mengoperasikan rangkaian daya.
3.4 Gambar Kerja
BAB IV
ANALISA DAN PEMBAHASAN
4.1 Tabel Hasil Percobaan
Berikut hasil data percobaan yang dilakukan adalah :
Pengujian ADA TIDAK ADA
1. Hubung Singkat :
a. Phase dengan Phase:
L1 - L2 √
L1 - L3 √
L2 - L3 √
b. Phase dengan Netral:
L1 – N √
L2 – N √
L3 – N √
c. Phase denag Proteksi Pentanahan
L1 – PE
L2 - PE
L3 - PE
2. Connection
a. Rangkaian Daya - Sumber √
b. Rangkaian Kontrol - Sumber √
No. TERMAL OVERLOAD KONDISI MOTOR
1 Tidak Bekerja Bekerja
2 Bekerja Tidak Bekerja
I start I nominal Waktu
No. n (rpm)
(Ampare) (Ampere) (detik)
2’
1 0,5 0,4 1338
5’
2 0,4 0,4 1005
10’
3 0,4 0,4 1496
4.2 Analisa
Pada praktikum ini, kami merangkai suatu rangkaian daya dimana rangkaian
ini akan dihubungkan dengan motor dan untuk selanjutnya disebut rangkaian
kontrol. Sebelum dihubungkan dengan motor, rangkaian daya terlebih dahulu
diamati untuk mengetahui apakah ada hubungan singkat atau tidak.
Dari table data hasil pengujian yang diperoleh menunjukkan tidak adanya
hubungan singkat antara phasa dengan phasa, phasa dengan netral, phasa dengan
proteksi pentanahan, yang berarti rangkaian system direct online tersebut aman
digunakan. Dan koneksi antara Rangkaian Daya-Sumber dan Rangkaian Kontrol-
Sumber telah terpasang dengan baik karena berdasarkan hasil pengujian
menunjukkan ada hubungan.
Dari data hasil pengukuran arus start lebih besar dari arus nominal
karena pada saat start awal motor ini memilki torque yang besar sehingga daya yang
dibutuhkan untuk awal penyalaan juga besar sehingga arus pada sat start juga lebih
besar.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Dari hasil percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa sebelum
melakukan penyalaan terhadap motor listrik , semua rangkaian baik rangkaian control
maupun rangkaian daya harus di periksa terlebih dahulu untuk menghindari
kemungkinan adanya hubungan singkat yang mungkin dapat menyebabkan kerusakan
pada peralatan Selain itu untuk menghindari pengaktifan langsung melalui rangkaian
daya motor listrik dapat diaktifkan dengan rangkaian control yang dapat diaktifkan dari
jarak jauh dengan memanfaatkan kontaktor.
Lampiran
Gambar 1 Rangkaian DOL
Gambar 2 Pemasangan rangkaian
Daftar Pustaka
Agus.Hendro.2018.”MODUL AJAR PRAKTIKUM TEKNIK LISTRIK”.
PPNS.SURABAYA