Anda di halaman 1dari 5

Cara Pemeriksaan Enzim Cholinesterase

Diposting oleh Mike abdilah di Kamis, Juni 13, 2013


Informaikita- Selamat malam, berbicara tentang ilmu memang tidak ada habisnya, salah satunya
ilmu kesehatan yang sangat vital dikehidupan, maka dari itu saya mau mencoba mau berbagi
tentang Cara Pemeriksaan Enzim Cholinesterase, silhkan lanjutkan

A. Tujuan
Mengetahui cara Pemeriksaan Enzim Cholinesterase dan mengetahui aktivitas enzim
Cholinesterase dalam serum yang diperiksa.

B. Prinsip

1. Prinsip kerja : Pengujian darah yang mengandung enzyme cholinesterase


membebaskan asam asetat dari acetyl choline sehingga akan merubah pH larutan
(mixture) darah dan indicator.
2. Prinsip Reaksi : Butyrylthiocholine + H2O cholinesterase Thiocholine + butyrate
thiocholine + 2 [ Fe (CN)6 ]3- + H2O choline + 2 [ Fe (CN)6 ]4- + H2O.

C. Dasar Teori

Cholinesterase test adalah metode yang digunakan untuk melakukan uji keracunan pada
seseorang yang terpapar (organophosphates exposed) pestisida golongan organo phosfat.
Asetylcholinesterase (ChE) adalah enzim yang berfungsi menghidrolisis
acetylcholine.Active site dari cholinesterase terdiri dari 2 sub, yaitu esteratic site dan aniotik site.
Cholinesterase atau disebut enzim asetylcholinesterase adalah suatu enzim yang terdapat
didalam membran sel terminal syaraf kolinergik juga pada membran lainnya, seperti dalam
plasma darah, sel plasenta yang berfungsi sebagai katalis untuk menghidrolisis acetylcholine
menjadi choline dan acetat. Acetylcholine adalah suatu agen yang terdapat dalam fraksi ujung
syaraf dari sistem syaraf yang akan menghambat penyebaran impuls dari neuron ke post
ganglionik.
Cholinesterase disintesis didalam hati atau liver, terdapat dalam sinaps, plasma darah dan
sel darah merah. Sekurang- kurangnya ada 3 jenis cholinesterase utama, yaitu enzim
cholinesterase yang terdapat dalam sinaps, cholinesterase dalam plasma, dan cholinesterase
dalam sel darah merah. Cholinesterse sel darah merah merupakan enzim yang ditemukan dalam
sistem syaraf, sedangkan cholinesterase plasma diproduksi didalam hati. Cholinesterase dalam
darah umumnya digunakan sebagai parameter keracunan pestisida, karena cara ini lebih mudah
dibandingkan pengukuran cholinesterase dalam sinaps.

D. Sampel
Sampel yang digunakan adalah darah perifer sebanyak 0.01 mL (10 mL) yang diambil pada jari
(finger).

E. Alat dan Bahan

1. Tintometer Kit
2. Disc Comparator
3. Tabung Test + Karet penutup + Rak
4. Pipet darah 0.01 mL
5. Cuvet 2.5 mm
6. Gelas ukur 50 mL
7. Labu Volumetri 250 mL
8. Beaker Glass
9. Lancet (jarum franc)
10. Stop watch
11. Kompor /Heather
12. Thermometer
13. Reagen

Indicator Solution => BTB 0.5 g dilarutkan dalam 250 mL distillated water (free CO2) –
ketepatan konsentrasi cukup penting dalam pembuatan larutan indicator.
Substrate Solution => Acetylcholine Per chlorate (ACP) 0.25 gram dilarutkan dalam 50 mL
destilated water (free CO2) – konsentrasi tidak penting dalam pembuatan larutan namun larutan
harus selalu dalam keadaan fresh (baru)
Aquadest Bebas CO2 => Panaskan aquadest dalam beaker glass dengan penutup kira2 10
menit dan dinginkan.

G. Cara Kerja Analisa


1. Reagent Test
Digunakan untuk menguji larutan apakah masih memenuhi persyaratan atau kadaluarsa,
cara menguji :

 Ambil tabung test lengkap dengan penutupnya tempatkan pada rak yang tersedia
 Dengan menggunakan pipet pada botol yang berlabel “indicator” tambahkan 0.5 mL
indicator solution kedalam tabung test (tutup secepatnya)
 Ambil darah perifer 0.01 mL pada control person (tdk terpapar organo phosfat) masukkan
dalam tabung yang telah besisi larutan BTB (indicator) dan bilas
 Tambahkan 0.5 mL larutan ACP kedalam tabung test
 Kocok dengan pelan jangan sampai timbul gelembung
 Pindahkan larutan dari tabung test ke cuvet 2.5 mm
 Masukkan cuvet dalam Comparator Disc di sebelah kanan
 Putar comparator sampai hasilnya cocok dengan warna standard
 Baca hasil yang diperoleh (hasil harus 12.5% atau kurang)

2. Blood Blank (Blanko darah)

 Ambil darah 0.01 mL darah control person masukkan dalam tabung test yang telah berisi
1.0 mL aquadest (free CO2)
 Pindahkan larutan kedalam cuvet 2.5 mm dan tempatkan pada comparator sebelah kiri
dan jangan dipindah sampai pemeriksaan darah sample.

3. Menentukan waktu time Zero dan Match

 Ambil darah control person 0.01 mL dan masukkan dalam tabung test yang sudah berisi
larutan BTB 0.5 mL
 Tambahkan larutan ACP 0.5 mL kedalam tabung dan secara bersamaan start “STOP
WATCH” disebut time zerro
 Kocok hingga larut dan secepatnya masukkan dalam cuvet dan tempatkan pada
comparator sebelah kanan
 Amati perubahan warna larutan dengan sambil memutar disc sampai hasil sesuai
dengan warna standar 100%
 Catat waktu yang diperoleh (waktu MATCH), biasanya sekitar 20-30 menit tergantung
dari suhu setempat
 Waktu yang diperoleh digunakan untuk standar waktu pembacaan pada darah
“SAMPLE”

4. Uji Sample

 Ambil darah sample 0.01 mL masukkan dalam tabung yang telah berisi 0.5 mL larutan
indicator (BTB)
 Tambanhkan 0.5 mL larutan ACP pada tabung dan kocok hingga rata
 Pindahkan secepatnya ke cuvet dan masukkan ke comparator sebelah kanan
 Baca hasil sesuai waktu MATCH

H. Analisa Hasil Pengamatan


a. Perhitungan
Aktivitas Enzim Cholinesterase : = (A1 – A2) + ( A2 – A3) X faktor

= (1,491 – 1,446) + (1,446 – 1,397) X 68500

= 0,045 + 0,049 X 68500

= 3219 u/l
b. Nilai Normal

1. Laki – laki = 4620 – 11500 u/l


2. Perempuan = 3990 – 10800 u/l

c. Hasil pembacaan berupa prosentase dengan kategori sebagai berikut :

 100%-75% dari normal : Tidak ada tindakan, tapi perlu test ulang dalam waktu dekat.
 75%-50% dari normal : Mungkin over exposure : test ulang, hindarkan dari pekerjaan
dengan pestisida organophosfat selama 2 minggu dan test ulang untuk recovery.
 50%-25% dari normal : Serious over exposure : test ulang, hindarkan dari seluruh
pekerjaan dengan pestisida organophosfat, jika sakit bawa ke dokter (medical check).
 25%-0% dari normal : Very Serious over exposure : test ulang, hindarkan dari
pekerjaan dengan pestisida organophosfat sampai ada hasil medical check.

I. Pembahasan

1. Pada saat mencampur serum dengan reagen, harus tercampur sempurna karena akan
mempengaruhi hasil pemeriksaan.
2. Usahakan tidak ada gelembung dipermukaan cairan, karena akan mempengaruhi hasil
pemeriksaan.
3. Pegang kuvet bagian atas, bukan bagian bawah karena warna yang diabsorpsi oleh
spektrofotometer adalah bagian bawah juga saat memasukkan kedalam
spektrofotometer dilap dengan tissu.

J. Kesimpulan
Dari praktikum yang telah dilaksanakan, dapat disipulkan bahwa praktikan dapat mengetahui
cara pemeriksaan aktivitas enzim Cholinesterase dan hasil pemeriksaan serum adalah 3219 u/l.

Referensi

 Callaghan, Chris. 2007. At a Glance Sistem Ginjal. Edisi Kedua. Erlangga. Jakarta.
 D.N. Baron, alih bahasa : P. Andrianto, J. Gunawan. 1990. Kapita Selekta Patologi Klinik,
Edisi 4, EGC, Jakarta.
 oyce Lefever Kee. 2007. Pedoman Pemeriksaan Laboratorium & Diagnostik, EGC,
Jakarta.
 http://www.ilmukesker.com/tes-cholinesterase-45.html

Demikianlah Artikel Tentang pemeriksaan Enzim Cholinesterase, baca juga Pemeriksaan Protein
Total Darah dan Artikel Tentang Pengertian Asam dan Basa Semoga bermanfaat, jangan lupa
komentarnya ya