Anda di halaman 1dari 3

BAB VI

PEMBAHASAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun sirsak

(Annonna muricata L.) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes.

Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 35 sampel. Jumlah perlakuan yang

dilakukan pada penelitian ini adalah 5 perlakuan. Perlakuannya yaitu, ekstrak daun

sirsak (Annona muricata L.) dengan konsentrasi 10%, 30%, 50%, 70%, 90%,

kontrol negatif dan kontrol positif,.

Sirsak (Annona muricata L) merupakan salah satu tanaman buah yang berasal

dari Karibia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan yang memiliki rasa manis agak

asam sehingga sering dipakai sebagai bahan jus buah. Antioksidan yang terkandung

dalam buah sirsak antara lain adalah vitamin C.

Annona muricata menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri gram

positif dan gram negatif. Efikasi bioaktivitasnya tergantung pada jenis pelarut yang

digunakan dalam ekstraksi. Bioaktivitas antimikroba ekstrak Annona muricata

dikaitkan dengan kandungan flavonoid, steroid dan alkaloid dalam ekstrak tanaman

tersebut (Radji et al., 2015).

Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa ekstrak dari daun sirsak

dapat menghambat pertumbuhan dari bakteri seperti Streptococcus pyogenes,

Eschericia coli, Streptococcus mutans dan Propionibacterium acnes. Menurut

penelitian Dina Mulyanti dkk., (2015) ekstrak etanol daun sirsak diketahui memiliki

aktivitas antibakteri yang “lemah-sedang” terhadap pertumbuhan beberapa bakteri

39
40

uji yang digunakan, yaitu Propionibacterium acnes, Streptococcus pyogenes dan

Staphylococcus epidermidis

Dari penelitian yang telah dilakukan ditemukan bahwa kadar hambat

minimum terjadi pada ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.) dengan konsentrasi

10%. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya pertumbuhan bakteri Streptococcus

pyogenes pada media BAP, setelah dilakukan lima kali pengulangan. Pengolahan

data hasil penelitian menggunakan uji komparatif >2 sampel yaitu uji Kruskall

Wallis. Pada analisa data dengan uji Kruskall Wallis didapatkan bahwa kadar

hambat minimum ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.) terhadap bakteri

Streptococcus pyogenes memiliki nilai signifikan p-value adalah 0,000 yang berarti

bahwa ada perbedaan bermakna antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan.

Berdasarkan uji Mann Whitney yang digunakan untuk mengetahui perbedaan yang

signifikan antara dua kelompok, didapatkan hasil signifikan p-valuenya adalah

0,008 untuk kelompok CP dan CN, sedangkan untuk kelompok CN dan masing-

masing konsentrasi didapatkan signifikan p-valuenya masing-masing 0,690 (CN

dengan konsentrasi 10%), 0,008 (CN dengan konsentrasi 30%), 0,008 (CN dengan

konsentrasi 50%), 0,008 (CN dengan konsentrasi 70%), dan 0,008 (CN dengan

konsentrasi 90%). Berdasarkan signifikan p-value (p< 0,05) perbandingan tiap dua

kelompok dengan menggunakan uji Mann Whitney, diketahui bahwa terdapat

perbedaan yang signifikan.

Hasil penelitian yang didapatkan sesuai dengan teori yang ada, karena

berdasarkan teori yang ada, ekstrak daun sirsak ini mengandung banyak senyawa

yang memiliki beberapa manfaat, termasuk manfaat dalam menghambat


41

pertumbuhan bakteri. Pada beberapa penelitian tentang pengaruh ekstrak daun

sirsak yang telah dilakukan oleh beberapa peneliti, ditemukan bahwa ekstrak daun

sirsak memiliki aktivitas menghambat pertumbuhan bakteri, namun terdapat

beberapa perbedaan hasil penelitian. Perbedaan konsentrasi dan metode yang

digunakan menyebabkan hasil penlitian yang agak berbeda. Beberapa penelitian

menunjukkan bahwa ekstrak daun sirsak memiliki aktivitas antibakteri “lemah-

sedang”. Selain perbedaan konsentrasi dan metode, beberapa hal yang

menyebabkan hasil penelitian ini agak berbeda dengan beberapa penelitian yang

telah dilakukan adalah jenis daun, proses pengolahan ekstrak, pelarut yang

digunakan, kepekatan ekstrak, proses penelitian yang dilakukan di laboratorium,

jenis bakteri yang digunakan dan lain-lain.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, Kadar hambat

minimum sudah terjadi pada konsentrasi 10%, karena pada konsentrasi tersebut

ditemukan 1 perlakuan yang tidak terdapat pertumbuhan bakteri Streptococcus

pyogenes. Jika dibandingkan berdasarkan tingkat konsentrasinya, konsentrasi 90%

merupakan konsentrasi ekstrak daun sirsak yang paling pekat diantara kelima

konsentrasi tersebut.