Anda di halaman 1dari 2

MATA KULIAH OBSTETRI – BU BETTY

Senin, 26 Maret 2018

Kelompok 5 : Penyakit Sistem Hematologi

Pertanyaan dan Jawaban

1. Maria : Jelaskan komplikasi ibu hamil dengan talasemia dan bagaimana ANC-nya?
a. Pengertian
Talasemia adalah gangguan sintesis hemoglobin yang diturunkan dan bersifat resesif
autosom, biasanya diderita oleh kelompok populasi yang berasal dari Afrika, Karibia,
Mediterania, Asia Tenggara, Timur Tengah.
b. Komplikasi
 Hemolisis : penghancuran sel darah merah yg menyebabkan pelepasan hemoglobin
menyebabkan anemia berat.
 Ekspansi sumsun putang, nyeri persendian tulang, osteoporosis, kelainan bentuk
tulang yg beresiko patah tulang meningkat.
 Peningkatan curah jantung dan gangguan jantung curam : kerusakan jantung akibat
kebanyakan zat besi shg penurunan pompa jantung, gagl jantung, & aritmia.
 Fisfungsi endokrin : pertumbuhan dan masa pubertas yg terhambat akibat
kerusakan kelenjar pituitari.
 Disfungsi limpa dan hepatik : kerusaka hati akibat kebanyakaan zat besi
menyebabkan sirosis hati atau degeneratif krn fungsi hati rusak.
c. ANC
ANC : Talasemia minor dan mayor (minor butuh transfusi darah)
 Pemeriksaan awal Hb normal 11 dan rutin diperiksa.
 Apabila terjadi penurunan, harus mencari penyebabnya dan jika terjadi penurunan
<10 maka harus konsultasi dokter.
 Pemantauan kadar Oksigen ke janin.
 Memeriksa apakah boleh transfusi atau tdk <8%.
 Rajin konsumsi makanan bernutrisi.
 Melakukan serangkaian tes apakah janin mewarisi atau tdk.
 Mengatur emosi ibu, stress dan depresi memperburuk kesehatan ibu.
 Diperbolehkan hamil dg pengawasan khusus.
2. Fepy : Apakah Leukimia termasuk dalam gangguan hematologi? Apa kmplikasi
terhadap kehamilan? Dan bagaimana penatalaksanaannya?
a. Leukimia termasuk gangguan hematologi
Bedasarkan ahli dari RSCM memaparkan jika leukimia termasuk dalam gangguan
hematologi. Leukimia memiliki gejala yang bervariasi tergantung penderita, yang
umum: demam, mudah lelah, infeksi (karena terjadi leukositosis) yang sering atau
parah, kelenjar getah bening bengkak, mudah memar, termasuk mimisan, keringat
berlebihan, nyeri tulang. Dapat dideteksi dari pemeriksaan fisik misalnya inspeksi
(kulit pucat), palpasi (bengkak getah bening-leher bagian belakang telinga berlanjut ke
bawah sisi leher ke garis rahang sisi bawah leher, axilla-bagian bawah ketiak dekat
tulang rusuk, lipatan paha-bagian paha dalam yg bertemu dg panggul; hati; limpa-
dibagian kiri atas abdomen, diantara diafragma dg lambung), pemeriksaan penunjang
(pemeriksaan darah lengkap : Hb <10 tetapi ukuran sel normal, retikulosit rendah,
trombosit <50.000/ml, asam urat serum mungkin meningkat, muramidase meningkat,
serum menurun).
b. Komplikasi
 Limpadenopati : suatu kondisi ketidaknormalan ukuran dari kelenjar getah bening.
 Gagal sumsum tulang : pada leukimia terjadi menumpukkan sel darah putih,
akibatnya sumsum tulang gagal memproduksi eritrosit shg menyebabkan kondisi
lain misalnya anemia.
 Hepatomegali : pembengkakan dan pembesaran hati.
 Splenomegali : pembengkak dan pembesaran limpa.
c. Terapi
 Limpadenopati : suatu kondisi ketidaknormalan ukuran dari kelenjar getah bening.
 Gagal sumsum tulang : pada leukimia terjadi menumpukkan sel darah putih,
akibatnya sumsum tulang gagal memproduksi eritrosit shg menyebabkan kondisi
lain misalnya anemia.
 Hepatomegali : pembengkakan dan pembesaran hati.
 Splenomegali : pembengkak dan pembesaran limpa.