Anda di halaman 1dari 102

TIP PUASKAN ISTERI

LELAKI adalah makhluk yang bisa mengungkap perasaan dan bersikap romantis
sebelum menginjak ke hubungan seksual padahal, kadang-kadang, perasaan dan
sikap itu bukanlah yang sebenarnya, hanya berpura-pura atau agak berbohong. Beza
dengan wanita yang cenderung menyembunyikan perasaan, hasrat maupun
pimikirannya, apalagi yang berkaitan dengan seks.

Inilah cara yang bisa menjadi media untuk menyatukan dan mempertemukan hasrat,
sehingga muncul proses kepada hubungan seks seorang suami isteri. Proses yang
meningkatkan kegairahan akan membantu meningkat kualiti hubungan suami isteri
itu secara ke tahap maksima.

Keterbukaan
Kebanyakan pasangan merasa sukar membicarakan hasrat, keinginan dan fikirannya
tentang seks.Ini adalah kerana tidak adanya sifat keterbukaan di antara mereka
sehingga mengakibat timbul perasan cemas atau takut, kalau diberbincang perkara-
perkara yang aneh-aneh disangka kehidupan mereka pun menjadi aneh. Padahal, itu
bukan suatu hal yang aneh. Dengan adanya keterbukaan, makin kecil kendala
psikologi yang bisa menghambat hubungan itu sendiri. Bahkan dengan kata-kata
'nakal' pun ternyata bisa membuat pasangan wanita Anda terlepas dari tertekan dari
rasa malu. Sebagai ganti, dia akan berlaku hangat.

Membina suasana romantik.


Suasana adalah faktor yang memberi pengaruh dalam optimalisasi kualitas hubungan
suami isteri. Suasana romantis pada umumnya diperlukan untuk membuat proses
menuju kondisi yang disebut pra hubungan seksual. Karenanya, jangan langsung
terburu berpikir hubungan intim. Bujukan, rayuan, elusan dan kata-kata lembut
(meskipun gombal) sangat penting bagi wanita, karena dengan begitu ia merasa
sangat diperhatikan, dimanjakan, dibutuhkan, sehingga tumbuh rasa aman, percaya
dan cinta. Dengan demikian ia tidak malu-malu untuk menyalakan gairahnya.

Cerita cinta
Menceritakan percintaan kemesraan teman, variasi teknik yang dilakukan orang lain,
ini sebenarnya merupakan romantisme yang dapat menyentuh emosi. Dengan
bercerita, merupakan foreplay atau permulaan hubungan seksual. Foreplay ini dapat
dibagi dalam dua bagian, yaitu yang halus dengan secara batin dan yang lebih kasar
yang adalah dengan secara jasmani. Tapi yang pasti, cerita cinta ini adalah langkah
awal untuk memutus dan menghilangkan hambatan psikologis di samping diam-diam
merangsang titik gairahnya.

Ajak Befantasi
Foreplay dengan system seperti ini jelas sangat berpengaruh dan sangat baik untuk
memperbaiki kehidupan seksual seseorang. Variasi seks adalah membangun suatu
imajinasi yang belum pernah dilakukan atau tidak mungkin karena adanya berbagai
sebab. Dengan fantasi itu, terputuslah segala hambatan dan ketidakmungkinan.

Fantasi bisa diwujudkan dan bisa tidak. Ketika fantasi ini dilaksanakan, itulah yang
disebut variasi seks. Yang jelas, seks akan bisa membantu membangkitkan gairah.

Menonton filem.
Meskipun sebagian besar dari film-film biru itu terlampau vulgar dan mengada-ada,
tetapi terkadang bisa jadi bahan acuan untuk memecah kebuntuan atau membuka
pintu keinginan untuk suatu proses kontak seksual. Memang tidak semua wanita
bersedia melakukannya karena boleh jadi adanya persepsi umum bahwa film-film itu
adalah menghilangkan akal budi dan martabat. Tapi kembali pada motivasinya.
Apakah sekedar pembuka hidangan, sekapur sirih atau penyalaan titik gairah.

Soalnya, bisa jadi, dengan melihat bersama-sama teknik-teknik bantuan lewat audio
visual, imajinasi wanita berjalan.

Gurauan Nakal
Foreplay berbentuk ucapan kata-kata romantis namun menjurus nakal ini dapat
dijadikan sebagai pembakar gairah. Ini adalah salah satu bentuk bercumbu yang tidak
berhubungan langsung dengan seksual. Jadi hanya batas berkasih mesra tanpa
meraba atau tanpa sentuhan fisik.

Perangsangan di dalam diri wanita sebenarnya tumbuh tergantung otaknya. Jadi,


proses pembakaran gairah wanita bisa terjadi dari hasil penggabungan antara
pikirannyadan juga tindakan. Maka, bisikan dan lontaran kata-kata 'nakal' sangat bisa
jadi turut mendukung terbakarnya gairah seksual wanita.

Menyentuh dan Memijat


Tindakan yang mengundang gairah bisa dilakukan secara verbal, maupun dengan
sentuhan atau perabaan. Bagi wanita, sentuhan merupakan rangsangan yang berarti.
Membelai lembut rambut, wajah, bibir dan lokasi sensitif adalah cara verbal yang jitu,
tapi harus dilakukan dengan hati-hati. Sebab, tidak semua wanita menyukai hal ini
pada mulanya. Tapi pada dasarnya, bila titik peka tubuh wanita tersentuh dapat
menimbulkan sensasi yang besar.

Dalam bentuk lain, sentuhan ini dapat berupa pijat-pijatan. Pijatan itu bisa
mempengaruhi titik-titik saraf organ yang berperan dalam optimalisasi hubungan
intim. Namun begitu, harus dipahami, sentuhan berupa pijat-pijatan tak selalu
berakhir dengan kontak seksual. Tapi pijatan bisa memberikan rasa aman yang besar,
bahkan juga impresi kemanjaan dan kasih sayang.

Mandi Bersama
Berada di bawah kucuran shower disusul mandi busa bersama, juga merupakan
sebagai dari variasi yang mampu membakar gairah wanita. Cara ini memang untuk
pasangan yang sudah lebih terbuka dalam berpikir tentang seks. Sembari
bermesraan, Anda bisa membicarakan variasi-variasi, dan menciptakan romantisme
yang menjadikan Anda berdua seperti tokoh dalam roman atau pemeran utama dalam
film cinta.

Tag: tip malam pertama, tip pengantin baru, tip menggoda suami, tip membelai suami,
tip membelai isteri, cerita sex, cerita pengantin, cerita zakar, cerita tetek, cerita pantat,
cara besar zakar, cara panjang zakar, isteri curang, puaskan isteri, tip tahan lama,
video senaman,
| BLOG | VIMAX PILLS | PHERO-X | LIBIDO GEL | KUASAPHERO.COM | © 2009

Perhatian! BOOKMARK website ini... (tekan kekunci ctrl+d)

Mungkin anda pernah dengar mengenai latihan kemutan' lebih dikenali dengan latihan
kemutan lantai pelvis. Caranya anda perlu mengenal pasti "PC Muscle" iaitu otot yang
mengawal ketegangan dan pancutan mani. Latihan kemutan ini boleh dilakukan di
mana-mana saja. Baiklah mari kita cari PC Muscle, ia terletak antara lubang dubur dan
kerandut telur zakar. Apabila kita menahan kencing dan kita kemut, ia berdenyut!
Setelah anda tahu letaknya PC Muscle ini, bolehlah anda lakukan senaman kemutan.
Lakukan senaman kemutan menggunakan teknik 3 saat. Cuba anda kemut seperti
menahan kencing, kemut sekuat hati anda untuk 3 saat, kemudian lepas kemutan tadi
untuk 3 saat. Ulangilah kemutan anda tadi sehingga 3 minit. Setiap hari tingkatkan
dari 3 minit kepada 5 minit, seterusnya 10 minit sehinggalah 30 minit!

Saya syorkan anda menggunakan Libido-Gel, untuk tahan lama! Maklumat Lanjut
Libido Gel ::Klik Sini

TEKNIK TAHAN LAMA


TIP MENGGODA ISTERI KE KAMAR
Anda mestilah mempunyai daya memikat yang tinggi. Apabila wanita terpikat dengan
anda, maka kerja anda akan jadi lebih mudah. Pernah anda lihat bagaimana, seorang
lelaki berjaya memikat wanita yang cantik dan lawa? Anda ingin mememikat wanita
idaman anda? Anda boleh gunakan hormon pheromones, sejenis bahan yang boleh
memikat sesiapa sahaja... Saya gunakan pheromones dari jenama Phero-X, ia
sungguh berkuasa...

Saya syorkan anda gunakan Pheromones yang hebat ini! Maklumat Lanjut Phero-
X ::Klik Sini
TEKNIK MEMIKAT MELALUI SAINS
Jul 11, 2005

Kak Jan

Aku berasal dari sebuah kampong yang jauh dari


<< April 2010 >>
bandar, hiburan kami ketika itu hanyalah lepak-lepak
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat di jambatan sambil berbual-bual kosong. Maklumlah
tak ada yang nak buat terutama pada waktu malam.
01 02 03 Keputusan SPM masih lagi belum diumumkan jadi
04 05 06 07 08 09 10 perkara yang best sekali lepak dan tidur sampai
tengah hari. Kawan-kawan memangil aku M,
11 12 13 14 15 16 17 berpewatakan sederhana, dan aku rasa aku salah
seorang pelajar yang agak glamour[ glamour ala
18 19 20 21 22 23 24
kampong] ketika itu. Semasa tingkatan 4/5 aku selalu
25 26 27 28 29 30 digosipkan dengan beberapa orang pelajar,
walaupun aku sendiri tidak berminat untuk bermain
cinta semasa di sekolah. Ramai kawan-kawan
Contact Me perempuan mengaku yang aku adalah mereka punya.
Sedangkan aku sedikit pun tidak berminat dengan
mereka.

Cerita yang aku paparkan disini adalah kejadian yang


If you want to be updated on benar-benar berlaku. Cuma aku bukan penulis yang
this weblog Enter your email baik untuk memberi keyakinan kepada pembaca.
here: Tapi ini adalah benar-benar FIRST TIME yang aku
alami. Ingat.. cerita ini tak pernah aku ceritakan pada
register
sesiapa. Aku yakin jika kawan-kawan aku
membacanya….mereka akan ingat kembali. Aku cuba
sorokkan nama aku dan orang kedua bagi
megelakkan rasa malu jika beliau sendiri atu kawan-
kawan aku yang membacanya.

Jika ada duit lebih biasanya aku dan kawan-kawan


minum teh ais dekat restoran mak janda, aku cerita
sedikit tentang mak janda ini [selepas ini aku panggil
kakak sahaja] . Orangnya rendah sahaja 5' 2" lebih
kurang tapi memiliki raut muka yang menarik dengan
bibir atasnya yang nipis, kulitnya sawo matang
dengan buah dada yang sederhana besar dan
pinggulnya sedap-sedap tengok kata orang. Kawan-
kawan aku kata, orang macan ini kuat nafsu entah ya
entah tidak aku tak tahu. Pelajaranya hingga
keperingkat MCE. Umurnya ketika itu sudah hampir
30 tahun. Kakak ini telah berkahwin dua kali, yang
pertama dapat seorang anak berumur 6 tahun dan
dari suami yang kedua dapat seorang anak berumur
3 tahun. Kira-kira seorang laki seorang anaklah.
Suami pertama beliau seorang Eksekutif di sebuah
jabatan kerajaan aku tak ingat doh jabatan mana dan
seorang yang loaded, pakai BMW dan memiliki
rumah Bunglow mewah di bandar.

Suami kedua juga seorang yang berkedudukan di


sebuah firma swasta, jadi hasil perceraian dengan
kedua-dua suami ini beliau dapat memiliki sejumlah
wang dan harta yang agak banyak, cerita ini aku tahu
dari kawan-kawan aku. Aku rasa ada betul juga cerita
ini, kerana mak janda ini masih lagi mengekalkan
kemewahannya, dengan kereta Honda Accord dan
pakaiannya yang berjenama. Restoran yang
dijalankan, seolah-olah menghilangkan rasa bosanya
sahaja. Apabila aku dan kawan-kawan aku minum
biasanya kakak ini buat layan tak layan saja
maklumlan budak budak, jadi yang hantar minuman
hanyalah pekerjanya sahaja. Aku tidak begitu rapat
atau kenal sangat dengan dia sebab sebelum ini dia
tinggal di bandar bersama suaminya. Lebih-lebih lagi
umurnya juga terlalu jauh dari umurku.

Nak dijadikan cerita, pada suatu malam kakak ini


sendiri yang menghidangkan minuman, jadi kami
tertanya-tanya juga maklumlah tauke sendiri yang
layan bukan senang nak dapat. Rupa-rupanya ada
udang disebalik nasi.

Mak janda tanya kumpulan kami ada sesiapa nak


kebandar besok,
kami tanya pasal apa, dia kata dia nak minta tolong
bayar perabut dapor yang telah ditempah di sebuah
kedai di bandar dan minta tolong bawa balik sekali.
Memandangkan kami memang tak ada duit, kami
jawab serentak tidak ada. Mungkin dia faham kami
semua ini pokai masih budak sekolah duit pun harap
dari mak bapak. Dia mengeluarkan satu tawaran
baru..

Okay……katanya sesiapa yang nak kebandar…


dengan tangungang sepenuhnya janji barang
perabut tersebut sampai kerestorannya sebelah
malam besoknya, kerana perabut tersebut amat
diperlukan pada malam hari yang berikutnya. Kami
apa lagi nak…….serentak, free katakan siap dengan
duit poket lagi, siapa nak bagi. Okay lah..katanya jika
semua nak pergi saya terpaksalah guna kuasa Veto.
Saya pilih M yang pergi. Apalagi suka sakanglah aku.
Aku hairan kenapa dia memilih aku sedangkan aku
tidak begitu rapat dengannya.

Besok pagi-pagi lagi aku kebandar berbekal Wang


RM 1,500.00 ditangan. Sebelum pergi aku beritahu
mak aku, akan kebandar jadi kalau lambat balik atau
tak balik janganlah risau.

Selepas tolak bayaran perabot dan tambang dan


sebagainya wang masih lagi berbaki RM 50.00. Nilai
itu sunguh besar bagi murid sekolah macam aku.
Disebabkan ketiadaan lori untuk menghantar
perabut, aku terpaksa tunggu hingga malam di kedai
perabut tersebut. Untuk mengelakkan rasa risau mak
Janda, aku talipon beritahu dia mungkin akan sampai
jam 10.00 atau 11.00 malam.

Aku tiba di Restoranya lebih kurang jam 10.45 kalau


tak silap ingatan yang pastinya restoranya telah di
tutup. Hanya lampu sahaja masih terpasang.
Mungkin dia tunggu aku…..kerana apabila lori
menghampiri restoranya tiba-tiba pintu terbuka.
Tersengeh dia kat muka pintu . Padam muka dia
lambat balik malam ini kerana kebiasaanya
restoranya ditutup jam 9.30 malam.

Apabila semua sudah selesai dan lori sudah pulang


semula kebandar dia minta tolong setting balik
perabut tersebut seperti yang dikehendaki. Aku kata
takkan kita berdua saja, kerja ni banyak tah pukul
berapa boleh siap. Dia kata tak apalah, kamu
bukannya ada kerja besok. Balik rumah nanti tidurlah
sampai kepetang. Kerana sayangkan RM 50 takut dia
minta bakinya terpaksa aku jadi kuli.

Kerja tersebut siap beberapa jam kemudian. Aku tak


ingat dah jam berapa sebab cerita ini dah lama
sangat. Badan aku berpeluh-peluh begitu juga
dengan mak janda. Selepas minum air coke aku
minta nak guna tandas untuk mandi sekejap. Dia kata
tunggu dulu kakak nak kencing.

Bila aku rasa dah lama tunggu, aku fikir mak janda
dan siap kencing aku pun tak fikir panjang aku terus
ke tandas dan buka pintu, terkejut besar aku. Rupa-
rupanya mak janda tengah menerang nak
berak….."hei aku tak siap lagi ni"…. Katanya. Tah
apa sebab aku jadi tergaman kerana apa yang aku
lihat tak pernah aku lihat sebelum ini. Buritnya
terbuka, penuh dengan bulu-bulu hitam dan basah
…..aku terpaku antara 2 ke 3 saat begitu juga mak
janda. Sehigga aku terkejut bila dia kata "dah…
dah….dah" lalu menolak daun pintu dan
menutupnya. Aku jadi kelu terdiam seketika kotel aku
tiba-tiba saja naik terhinggup-hinggup tak tahu apa
nak buat.

Pass tu dia pun keluar, "hmn …. Masuk…. Tak sabar-


sabar" dia berleter. Aku pun mandi, lepas mandi
ambil tuala yang ada dalam bilik air buat lap badan,
aku tak tahu tuala sapa, mana aku peduli.

Keluar bilik air aku masih lagi pakai tuala lusuh tu.
Mak janda tengah minum air di meja makan restoran.
Bila lihat mak janda aku rasa malu yang amat sangat,
mak janda hanya jeling saja.

Untuk menghilangkan rasa malu, aku ambil duit RM


50 baki duit tadi dari seluar di tangan dan hulur
padanya,
aku kata.. ini baki duit tadi [saja acah].
Dia kata.. tak apalah guna buat belanja. Lega….

"M……apa yang kamu lihat tadi" [inilah soalan yang


paling aku takut].
"Saya minta maaf ingatkan kakak dah keluar… lama
sangat".
"Tak apalah silap kakak juga tak kunci pintu".
"Pernahkah M …tengok sebelum ini".
"Tak pernah yang budak kecil pernahlah". Dia ketawa
terkekek.kekek.
"Budak kecil tak sama".
"Lebih kurang je kak…..cuma tak ada bulu".
Dia ketawa lagi sampai air yang dia minum keluar
dari mulutnya dan tersembur kemuka aku.
Aku angkat tuala untuk mengesat muka……..tak
sedar pula…..kotel aku terbuka luas.
"Ha….tu dah keluar dah…..nanti terbang pula susah
nanti" katanya. sekali lagi aku malu sakam…….
"Tak apalah kakak dah biasa tengok…. Kalu M.. buka
terus pun kakak tak rasa apa-apa".

Dalam hati aku mak janda ni boleh tahan juga


gatalnya.

"M….pernah ada girlfriend".


"Dulu ada juga".
"habis tu takkan tak pernah tengok".
"tak adalah kak…..setakat pegang-pegang tangan tu
adalah"
"mengintai….[istilah ini aku biasa sebut perkataan
lain].
"saya jenis orang yang penakut kak…. Belum sampai
tempat nya…lutut saya dah mengigil".

"M….datang dekat kakak sekejap". Aku


menghampirinya dalam jarak 1 kaki darinya. Tiba-tiba
dia sentap tuala yang aku pakai dan sehinngga
telanjang bulat. Secara tak sengaja aku tutup kotel
aku dengan tangan.
" alahhh…. malu sangat…..bukalah…..disini antara
kita berdua saja".
"Saya boleh buka…dengan syarat kakak pun buka
juga"
"okay…M..buka dulu"
"okaylah……
Dia pegang kotel aku sambil ditimang-timang.."boleh
tahan juga…tapi taklah besar sangat". Kotel aku
mula mengeras dan mengeras, tanganya mengusap-
usap kepala kotel aku….ngilu amat . Secara sedar tak
sadar aku memegang buah dadanya dari luar, lembut
dan enak…
"jangan kasar sangat sakit….pegang slow-
slow"….tangan aku mula masuk melalu celahan T-
shirtnya dari atas. Lembik saja aku rasa. "kenapa
lembik sangat ni kak "….
"belum syok lagi..bila dah syok nanti keraslah tu".
Sambil aku main-main buah dadanya, Tangannya
masih meramas-ramas kotel ku sekali-sekali dia
surun tarik. Terus terang aku katakan aku tak pernah
buat kerja macam ini lebih-lebih lagi dengan
perempuan, kepala kotel aku kembang dan
berdenyut-denyut, tiba-tiba dia picit kepala kotel aku
dengan kuat.
"kenapa kak buat gitu….sakit ".
"kalau tak buat nanti airnya keluar".
"cukuplah kak sakit sangat" dia mula mengurangkan
picitannya dan keenakkan mula dirasai. Aku teringin
sangat untuk memegang buritnya, tapi jauh kebawah
sekali-sekali tangan kiri aku meramas-ramas
punggungnya.
"kak bukalah kain tu teringin saya nak pegang
sekali"
"Bukalah sendiri" aku cuba membuka kainnya
dengan menurunkan zip disebelah tepi dan
membuka hooknya. Tapi benda tu masih tak nampak.
Sebab dia sedang duduk dan aku berdiri.
"kak saya main yang kakak pula…kakak berdiri saya
duduk".
"Hm…okaylah….tapi jangan juluk dengan jari…sakit"

bila dia berdiri dan aku duduk di kerusi yang sama,


aku mula memainkan buritnya. Rupa buritnya jelas
kelihatan, dan inilah pertama kali dalam hidupku
melihat dari dekat rupa burit seorang dewasa yan
penuh dengan bulu. Bulunya agak kasar dan
panjangnya tidak sekata, ditengah-tengah buritnya
bulu agak panjang dan di kiri kananya pendek. Aku
terpaksa menyelak bulu-bulunya untuk melihat
rekahannya. Warna sebelah dalam kurang jelas
mungkin kemerahan, kelopaknya kehitam-hitaman.
Apabila jari-jari ku memainkan di situ terasa melekit.

Setelah beberapa minit jari-jari ku bermain disitu,mak


janda mula meringet-meringet dan tanganya
mengusap-megusap rambut ku.
Teringin aku untuk mejolokkan jari-jari ku kedalam,
tapi
Takut pula dia marah.

"M…boleh ke masukkan kotel M.. kedalam…"


"Boleh…ke"
"boleh…..tapi airnya jangan pancut kedalam…benda
kakak ni subur sangat…lambat masuk air..jawabnya
mengandunglah kakak".
"bagaimana nak masuk tempat macam ini".
"Okaylah kakak yang masukkan.. M…relax saja".
Kainnya diselak ke atas t-shirtnya tidak dibuka,
perlahan-lahan ia menurunkan buritnya kebawah
mukanya memandang kearah aku. Bila saja kepala
kotelku bertemu dengan buritnya. Dia memegang
kotel aku dan di tenyeh-tenyehnyanya
keburit…..ngilu dan sedap. Diturun lagi kebawah dan
sedikit-dikit kotel aku mula memasuki buritnya.
Terasa kasar, dan kepala kotel aku pedih
sedikit."masih kurang air" katanya. Ia mula
mengerak-gerakkannya turun dan naik sambil aku
memegang punggungnya. Sesekali ia menjatuhkan
pungungnya dengan memasuki buritnya sepenuh
dan berehat seketika di atas peha aku. Berat nak
mampus.[kami tidak melakukan adegan cium, aku
sendiri tidak tahu sebab]

Aku tak tahu berapa stroke yang dah dibuat aku rasa
tak lebih dari sepuluh kali. "kak air saya nak keluar".
Ia mengangkat segera buritnya dan memegang kuat
kepala pelir aku… sakit sangat sehingga aku
mengeliat. Hilang syok aku dan air tak jadi keluar. Ia
memulakan semula dengan menurunkan buritnya
kepelir aku dan acara turun naik dilanjutkan. Tapi kali
ini aku benar-benar tak tahan. "Kak saya dah tak
boleh control…." tiba-tiba saja air mani aku
memancut kedalam buritnya. Dan lubang burit tiba-
tiba menjadi licin dan tak rasa apa-apa lagi. Proses
turun naik kali kedua juga aku rasa tak sampai 10 kali
dan jumlah masa persetubuhan, aku rasa tak sampai
2 minit.
"Kenapa pancut dalam"
"tak tahanlah kak….langsung tak boleh control."
"kenapa cepat sangat"
"mana saya tahu tiba-tiba je keluar"
" M….kakak belum puas lagi".
"lain kali je lah kak sudah tengah malam ni….nanti
mak saya marah".
"okay…..M..mesti janji…M…masih ada lagi hutang
satu kali dengan kakak".
Sebelum pulang mak janda menyerahkan RM 50
kepada aku. Aku kata duit tadi ada lagi RM 50.
Jawabnya tak apalah, gunalah buat belanja.
Dalam perjalanan pulang, banyak perkara bermain
dalam fikiran aku, kesal, rasa bersalah dan takut.
Bagaimana kalau mak janda termengandung.
Kenapalah aku tak boleh control sangat sehigga
terpancut kedalam.

Sampai dirumah jam sudah pukul 3 pagi. Mak aku


bising…kerana lambat balik. Aku tak dapat tidur
sehigga pagi, kerana rasa bersalah dan kesal yang
amat sangat. Teruna aku hilang hanya kerana sedikit
wang, kenapa aku tak terus pulang selepas siap
kerja, kenapa aku susa-susah sangat nak mandi dulu
dan bermacam-macam lagi aku fikirkan.Pelir aku
terasa gatal-gatal dan lubangnya terasa geli-geli. Dua
tiga kali aku kebilik air cuba nak kencing tapi tak
keluar.

RM 100 di dalam poket aku, apakah itu bayaran atas


kerja yang aku lakukan atau bayaran sex yang aku
beri. Jika bayaran kerja, mustahil sebegitu banyak.
Untuk menghilangkan rasa bersalah aku katakan
pada diri aku yang aku di rogol. Bermakna aku tidak
perlu menanggung apa-apa.

Selepas peristiwa itu, aku jadi malu sendiri. Aku tidak


lagi kerestorannya untuk minum tea ais. Bila kawan-
kawan aku mengajak kesana, aku beri berbagai-bagai
alasan. Sekali-sekali terfikir oleh aku untuk keluar
mencari kerja kelain-lain tempat. Asalkan jangan
tinggal di Kampong aku. Tapi nak kemana!!!!!

Apabila keputusan SPM di keluarkan, aku ditawarkan


untuk melanjutkan pelajaran ku di sebuah bandar
yang jauhnya 300km dari kampong aku. Lega
sungguh…..

Sesekali aku pulang, aku tidak pernah


kerestorannya, sehiggalah aku bekerja. Apa yang
aku tahu selepas beberapa bulan peristiwa itu Mak
janda kawin sekali lagi, dengan seorang tokoh
korprat yang berjaya[isteri kedua].

Kesan dari apa yang berlaku, minat aku lebih kepada


perempuan yang berumur. Under 20 langsung tak
minat yang paling aku suka Over 30 - 45. Aku cepat
terangsang apabila melihat perempuan jenis ini

Posted at 10:45 pm by khairulanwar


Comments (57) Permalink

Sum
Aku adalah seorang ayah dari 2 orang anak lelaki
yang berusia 9 dan 4 tahun. Isteriku bekerja sebagai
pengarah di sebuah syarikat swasta. Kehidupan
rumah tanggaku harmoni dan bahagia, kehidupan
seks-ku dengan isteriku tidak ada masalah sama
sekali.
Kami memiliki seorang pembantu, Sumiah namanya,
berumur kurang lebih 23 tahun, belum kawin dan
masih segar karena kami dapatkan terus dari
kampungnya di Jawa Timur. Wajahnya biasa saja,
tidak cantik, juga tidak hodoh, kulitnya bersih dan
putih terawat, badannya kecil, tinggi kira-kira 155 cm,
tidak gemuk tapi sangat ideal dengan bentuk
tubuhnya, buah dadanya juga tidak besar, hanya
sebesar nasi di Kentucky Fried Chicken.

Cerita ini terjadi pada tahun 1999, bermula ketika aku


pulang dari kerja kira-kira pukul 2 p.m, jauh lebih
cepat dari biasanya yang pukul 7 p.m. Anak-anakku
biasanya pulang dengan ibunya pukul 6:30 p.m, dari
rumah neneknya. Seperti biasanya, aku terus
menukar seluarku dengan kain pelikat kegemaranku
yang tipis tapi jarang, tanpa seluar dalam. Pada saat
aku keluar bilik, nampak Sumiah sedang menyiapkan
minuman untukku, segelas besar teh limau ais.

Pada saat dia memberikan padaku, tiba-tiba dia


tersandung karpet di depan sofa di mana aku duduk
sambil membaca paper, gelas terlempar ke tempatku,
dan dia tersembam tepat di pangkuanku, kepalanya
mencium keras kemaluanku yang hanya bersarung
tipis. Spontan aku mengaduh kesakitan dengan
badan yang sudah basah kuyup tersiram teh limau
ais, dia bangun membersihkan gelas yang jatuh
sambil memohon maaf tidak henti-hentinya.

Mulanya aku marah, namun melihat wajahnya yang


sayu aku jadi kasihan, sambil aku memegang
kemaluanku aku berkata, "Sudahlah tidak apa-apa,
cuman benda jadi sengal", sambil menunjuk ke
kemaluanku.
"Sum bagaimana Pak?" tanyanya bodoh.
Aku berdiri hendak mengganti kain pelikat, menyahut
sambil tegas, "Ini mesti diurut nih!".
"Ya, Pak nanti saya urut, tapi Sum berkemas ini dulu
Pak!" jawabnya.

Aku terus masuk bilik, perasaanku saat itu kaget


bercampur senang, karena mendengar jawaban
pembantuku yang tidak disangka-sangka. Tidak lama
kemudian dia mengetuk pintu, "Pak, Mana Pak yang
harus Sum urut...". Aku langsung rebah dan
membuka sarung tipisku, dengan kemaluanku yang
masih lembik. Sum menghampiri tepi tempat tidur
dan duduk.
"Pak, nak pakai apa Pak?" tanyanya.
"Pakai tangan aja, tak boleh panas!" jawabku.

Lalu dia meraih batang kemaluanku perlahan-lahan,


sekonyong-konyong kemaluanku bergerak tegang
ketika dia menggenggamnya.
"Pak, kok jadi besar?" tanyanya kaget.
"Wah itu bengkaknya mesti cepat-cepat diurut.
Gunakan air liurmu supaya tidak kesat", kataku
sedikit tegang.
Dengan tenang wajahnya mendekati kemaluanku,
diambilnya ludah dari mulutnya dan mengelapkan di
batang kemaluanku.
"Ah.. kurang banyak", bisikku bernafsu.
Kemudian kuangkat pelirku, sampai kepala pelirku
menyentuh bibirnya, "Masukkan saja ke mulutmu,
tidak susah nak urut nanti, dan cepat hilang
bengkak!", perintahku seenaknya.

Perlahan dia memasukkan kemaluanku ke dalam


mulutnya, kepalanya kutuntun naik turun, awalnya
kemaluanku kena giginya terus, tapi lama-lama
mungkin dia terbiasa dengan irama dan tusukanku.
Aku merasa nikmat sekali. "Akh.. uh.. uh.. hah.."
Kulumannya semakin nikmat, ketika aku mau keluar
aku bilang kepadanya, "Sum nanti kalau aku keluar,
jangan dimuntahkan ya, telan aja, sebab itu obat buat
kesehatan, bagus sekali buat kamu", bisikku. "Hepp..
ehm.. hpp", jawabnya sambil melirikku dan terus
mengulum naik turun.
Akhirnya kulepaskan semua air maniku. "Akh.. akh..
akh.. Sum.. Sum.. enakhhh.." Pada saat aku
menyemprotkan air maniku, dia diam tidak bergerak,
wajahnya meringis merasakan cairan asing
membasahi kerongkongannya, hanya aku saja yang
membimbing dan menahan kepalanya agar tetap
tidak melepas kulumannya.

Setelah aku lemas baru dia melepaskan kulumannya,


"Udah Pak?, apa masih sakit Pak?" tanyanya bodoh,
dengan wajah yang merah, bibirnya yang basah
memerah, dan sedikit berkeringat. Aku tertegun
memandang Sum yang begitu menggairahkan saat
itu, aku duduk menghampirinya, "Sum kamu sakit ya,
apa kamu mau tahu kalau kamu diurut juga kamu
boleh segar seperti Bapak sekarang!"
"Tidak Pak, saya tidak sakit, apa benar kalau diurut
seperti tadi, boleh jadi segar? tanyanya semakin
galak. Aku hanya menjawab dengan anggukan dan
sambil meraih mukanya kucium keningnya, lalu
turun ke bibirnya yang basah dan merah, dia tidak
meronta juga tidak membalas. Aku merasakan
keringat dinginnya mulai keluar, ketika aku mulai
membuka kancing bajunya satu persatu, sama sekali
dia tidak berontak hingga tinggal panties dan bra
saja.

Tiba-tiba dia berkata, "Pak, Sum malu Pak, nanti kalo


Ibu datang bagaimanaPak?" tanyanya takut.
"lah... Ibu kan baru nanti pukul enam, sekarang baru
pukul tiga, jadi kita masih boleh segarkan badan",
jawabku penuh nafsu. Lalu semua kubuka tanpa
penutup, begitu juga aku, kemaluanku sudah mulai
berdiri lagi. Dia kurebahkan di tepi tempat tidur, lalu
aku melutut di depan kemaluannya yang masih
tertutup rapat, "Buka pelan-pelan ya, tidak apa-apa ,
aku cuma mau urut indah kamu", kataku
meyakinkan, lalu dia mulai membuka pangkal
pahanya, putih, bersih dan sangat sedikit bulunya
yang mengelilingi liang kewanitaannya, hampir
botak.

Dengan ketidaksabaranku, aku langsung menjilat


bibir luar pantatnta, tanpa henti aku jilat, sesekali aku
sodokkan lidahku ke dalam, "Akh.. Pak geli.. akh..
akuhhfh.." Klitorisnya basah membengkak, berwarna
merah jambu. Aku hisap, hanya kira-kira 5 menit
kulumat liang pantatnta, lalu dia berteriak sambil
menggeliat dan menjepit kepalaku dengan pahanya
serta matanya terpejam. "Akh.. akh.. uahhh.."
teriakan panjang disertai mengalirnya cairan dari
dalam liang pantatnya yang terus kujilati sampai
bersih.

"Bagaimana Sum, enak?" tanyaku nakal. Dia


mengangguk sambil menggigit bibir, matanya basah
kutahu dia masih takut. "Nah sekarang, kalau kamu
sudah tahu enak, kita coba lagi ya, kamu nggak usah
takut!". Kuhampiri bibirnya, kulumat, dan dia mulai
memberikan reaksi, kuraba buah dadanya yang kecil,
lalu kuhisap-hisap puting susunya, dia
menggelinjang, lama kucumbui dia, hingga dia
merasa rileks dan mulai memberikan reaksi untuk
membalas cumbuanku, kemaluanku sudah tegang.

Kemudian kuraba liang pantatnya yang ternyata


sudah berlendir dan basah, kesempatan ini tidak
kusia-siakan, kutancapkan kemaluanku ke dalam
liang pantatnya, dia berteriak kecil, "Aauu.. sakit
Pak!". Lalu dengan perlahan kutusukkan lagi, sempit
memang, "Akhh.. uuf sakit Pak..". Melihat wajahnya
yang hanya meringis dengan bibir basah, kuteruskan
tusukanku sambil berkata, "Ini tidak lama sakitnya,
nanti lebih enak dari yang tadi, sakitnya jangan
dihiraukan sangat.." tanpa menunggu reaksinya
kutancapkan kemaluanku, meskipun dia meronta
kesakitan, pada saat kemaluanku terbenam di dalam
liang surganya kulihat matanya berair (mungkin
menangis) tapi aku sudah tidak memikirkannya lagi,
aku mulai mengayunkan semua nafsuku untuk si
Sum.

Hanya sekitar 5 menit dia tidak memberikan reaksi,


namun setelah itu aku merasakan denyutan di dalam
liang pantatnya, kehangatan cairan liang
kewanitaannya dan erangan kecil dari bibirnya. Aku
tahu dia akan mencapai klimaks, ketika dia mulai
menggoyangkan pantatnya, seolah membantu
kemaluanku memompa tubuhnya. Tak lama
kemudian, tangannya merangkul erat leherku,
kakinya menyepit pinggangku, pantatnya naik turun,
matanya terpejam, bibirnya digigit sambil
mengerang, "Pak.. Pak terus.. Pak.. Sum..
Summ..Sum.. daaapet enaaakhh Pak.. ahh.."
mendengar erangan seperti itu aku makin bernafsu,
kupompa dia lebih cepat dan.. "Sum.. akh.. akh..
akh.." kusemprotkan semua maniku dalam liang
kewanitaannya, sambil kupandangi wajahnya yang
lemas. Aku lemas, dia pun lemas.

"Sum aku nikmat sekali, habis ini kamu mandi, terus


bersihkan tempat tidur ini ya!", suruhku di tengah
kenikmatan yang kurasakan.
"Ya Pak", jawabnya singkat sambil mengenakan
pakaiannya kembali.
Ketika dia mau keluar kamar untuk mandi dia
berbalik dan bertanya, "Pak.. kalo pulang siang gini
telpon dulu ya Pak, biar Sum bisa mandi dulu, terus
bisa ngurutin Bapak lagi", lalu ia berlalu keluar
kamar, aku masih tertegun dengan kata-katanya tadi,
sambil menoleh ke cadar yang terdapat kesan darah
perawan Sum.

Saat ini Sum masih bekerja di rumahku, setiap dua


hari menjelang period, aku pulang lebih awal untuk
berhubungan dengan pembantuku, namun hampir
setiap hari di pagi hari kurang lebih pukul 5,
kemaluanku selalu dikulumnya saat dia mencuci di
ruang cuci, pada saat itu isteriku dan anak-anakku
belum bangun

Posted at 10:44 pm by khairulanwar


Comments (14) Permalink

Skandal P.A
Mira ni isteri orang dan sekarang ni kerja sebagai
pembantu peribadi (PA) kepada ceo tempat aku
kerja.Dah kahwin dan anak dua.Badan OK kira
solidla. Aku memang dah lama geram dengan dia ni
dan memang aku nak sangat fuck dia ni. Satu hari tu,
dia balik lewat sebab nak kemaskan bilik ceo yang
baru lepas ubahsuai. Aku saja tinjau dah tu nampak
dia sorang sahaja ada. Aku pun terus terlintas inilah
masa dia nak main dengan dia. Aku kunci pintu
depan dari dalam dan aku masuk bilik ceo pelan-
pelan. aku tutup pintu bilik ceo pelan-pelan. Mira
masa tu tengah membelakangkan aku kemaskan rak
buku ceo.terus aku peluk dia dari belakang. mira jerit
"naz..apa ni, kau gila ke" . aku tak cakap banyak
terus aku cium mulut dia dan ramas buah dada dia.
terlepas penyapi di tangan dia . dia meronta-
ronta.aku pun terus baringkan dia atas meja ceo
yang besar katil bujang tu. aku tekan kedua-dua
tangan dia dengan tangan aku, sambil mulut aku
terus melumat mulut dia hingga meleleh air liur dia .
aku gigit leher dia dan dengan pantas
aku rentap baju kurung dia dan tangan aku satu lagi
rentap kain sarung dia tinggal hanya tudung dia coli
dan seluar dalam dia. aku cabut tudung dia dan aku
rentap hingga putus bra dia. tetek dia yang tah
berapa kali diuli oleh suami dia masih mekar,
mengkar dan kental , megah berdiri dan kenyal. terus
aku gomol dengan lidah aku kedua-dua buah dada
dia. lepas tu aku rentap seluar dalam dia sampai
putus dan aku tanggalkan pakaian aku. kami berdua
dah telanjang bulat. Mira mula menangis memikirkan
apa yang akan terjadi nanti. Aku songsangkan badan
aku, aku buka mulut Mira dan suapkan zakar aku .
Mira cuba tolak tapi aku pegang mulut dia. kerana
takut mila pun mengulum zakara aku dan aku yang
melancapkan zakar aku keluar masuk ke dalam
mulutnya. sambil tu aku terus menggomol cipap Mira
dan menggigit kelentit Mira. "Naz ,lease jangan , I
dah ada husband dan anak.

Aku betulkan kembali posisi aku dan aku


kangkangkan kaki Mira seluasnya . Aku letak zakar
aku betul-betul depan cipap Mira. Mira mula
menendang-nendang aku" Jangan Naz, Jangannnnn,
Mira tak nakkkkkk" Mira menjerit sekuat hatinya. Aku
tak peduli, terus kau tolakkan zakar aku menjunam
masuk hingga ke dasar cipap Mira. "Naz,
Jangannnnnn, Aghhhhhhhh....nooooooooo.....

Aku mula berdayung zakar aku keluar masuk ke


dalam cipap Mira dengan selajunya. MIra dah tak
meronta lagi mungkin sebab semuanya dah berlaku.
Aku dayungkan lagi sedalam yang mungkin dan
selaju yang mungkin. Hingga aku rasa dan nak
klimaks, aku hentak sekuat hatiku zakar ku ku
benamkan sedalam-dalamnya hingga ke dasar cipap
Mira dan terus aku pancutkan air mani ku ke seluruh
ruang cipap Mira dengan banyaknya hingga meleleh
keluar . Lalu aku terbaring atas badan MIra .Mira
menangis tersedu-sedu akibat persetubuhannya
dengan aku. Tapi beberapa ketika MIra bersuara. "
Naz, you start it , form now on I'm yours . It's your
responsibility to fuck me everytime I need.

Sejak itu aku dan mira akan melakukan hubungan


sex setiap masa dan waktu yang terluang hingga
kadangkala 3, 4 kali sehari. Dan hingga kini MIra dah
jadi aku punya isteri simpanan dan kami pantang
jumpa , maka akan berakhir dengan pancutan
maniku dalam cipap MIra. Yang bestnya kedua-dua
husband dan wife kami tak tahu.

Posted at 10:43 pm by khairulanwar


Comments (18) Permalink

Pengalaman Kena Rogol


aku nak citerkan kat korang fasal pengalaman aku
kena rogol dgn kawan kawan suami aku. aku nie
baru kawin, tapi takda anak masa tu,ntah
camana masa hari ulangtahun perkawinan aku yg
pertama kami diraikan dlm satu majlis sederhana
oleh kawan pejabat suami aku. kawan suami aku
pulak
ada yg bujang dan ada yg dah kawin. aku nie pulak
dikategori dlm wanita yg ada rupa dan bodylah,
walau tak secantik ratu dunia tapi kalau lelaki
tengok mesti menoleh 2 kali, bukan perasan tapi
kenyataan kerana aku selalu mendapat pujian dr
kawan-kawan suami aku sebab itu aku tahu malah
ada yg berani ajak bergurau cara lucah dgn aku,
tambah lagi kami laki bini open minded dan taklah
terlalu kolot sgt, setakat nak ucap konek dan nonok
tu biasalah terpacul dr mulut aku, tapi aku ni setakat
berani cakap je, kalau ada yg cuba-cuba nak peluk
aku atau ambil kesempatan aku melawan juga, bagi
aku, nonok aku tu hanya utk lelaki bernama suami.so
malam tu aku pakai baju seksi sikitlah...dengan tali
halus dan leher lebar menampakkan pangkal tetek
aku yg gebu dan padat ni, skirt pendek sampai
pangkal peha...warna hitam lagi..lepas tu aku biarkan
rambut aku yg paras bahu ni mengerbang..dgn make
up yg simple nampaklah keayuan semulajadi
aku walaupun dah bersuami tapi disebabkan kami
jarang dpt bersama kerana suami selalu keluar
negara kerana tugasnya jadi kira bontot dan tetek
aku nie taklah jatuh sgt sebab tak selalu ditenyeh laki
tapi aku tetap bahagia dengannya. jadi sampai saja
kami kerumah kawan yg organise majlis tu,
aku bersalam dgn kawan2 suami tapi aku heran sikit
sebab tiada wanita lain selain aku, bila aku tanya
mereka kata isetri masing-masing tak free, kena jaga
anak demamlah, ada yg kata gf takdalah, so aku tak
kisahlah memandangkan majlis ni aku hadiri
bersama suami, so acara makan dan potong kek pun
bermula, aku tak sangka mereka hidangkan minuman
keras...utk pengetahuan suami aku ni muallaf, india
masuk islam dan most of hisfriend indialah...tapi aku
tak kisah...cinta punya fasal. so malam tu laki
aku pun mabuk jugalah termasuk juga
aku..kononnya tak mahu minum tapi setelah dipaksa
kawan2 suami dan demi menjaga hati mereka dan
suami [nanti dikata aku tak sporting pula] so aku pun
minumlah benda tu...aku ingat cognac ke...ntah
apalah aku tak tahu..yg aku tahu banyak botol
minuman keras kat atas meja tu...kawan laki aku tu
adalah dlm 7-8 org...legih kurang
pukul 11 malam aku rasa aku dah mula mabuk sebab
rasa pening semacam dan aku rasa nak gelak
aje...aku minum tak banyak,,,rasanya 2 gelas je kott
tapi disebabkan tak biasa minum jadi cepatlah aku ni
mabuk, manakala laki aku pula aku tengok dah
terlentok kat kerusi sambil tengok cerita apa ntah
[video blue kalau tak silap] so salah sorang kawan
laki aku
tu..nathan kalau tak silap aku, tanya aku nak baring
ke? aku kata takpa, biar aku duduk sebelah laki
aku..so aku pun duduk..ntah macamana aku
hampir terjatuh betul-betul depan nathan, secara
spontan nathan menarik tgn aku langsung tertarik
tali baju aku yg halus tu..dahlah putus tali baju
tu sebelah, so terlondehlah sikit dan menampakkan
terus tetek aku yg sebelah tu...agaknya si nathan tu
stim tengok tetek aku, maklumlah aku rasa malam tu
semua org mabuk, so aku kata takapalah sambil
menarik baju tu utk cover tetek aku yg terdedah tapi
si nathan insist nak tolok aku...aku rasa dia
sengaja ambil kesempatan utk memeluk aku, so aku
tepis tgnnya
sayangnya dia makin berahi pula bila aku melawan,
dimasa yg sama kawan2nya yg lain tergelak melihat
kelakuannya dan menggalakkan nathan supaya
memeluk aku sekali lagi, aku minta pertolongan dr
suami tapi dia dah terlalu mabuk, malah dah tertidur
pun dikerusi tu [aku tahu dia minum dr awal majlis
tadi lebih kurang kol 7mlm , dia minum tak henti-
henti, agaknya dia lepasgian kott sebab sejak kawin
dia tak minum lagi arak] bila tiada jawapan dr suami
aku bergegas lari dan cuba masuk kebilik tapi
kawan2nya yg lain mengepung aku keliling, aku
menjerit tapi siapalah nak dengar sebab suara
radio membatasi jeritan aku...dlm hati aku dpt rasa
sesuatu yg burukpasti berlaku...lalu aku merayu
kepada mereka supaya jgn mengapakan aku
dan mengingatkan mereka bahawa suami ku adalah
kawan mereka tapi dek kerana terlalu mabuk mereka
tidak mengendahkan rayuan aku...nathan terus
memeluk aku dr belakang manakala 2-3 org
kawannya yg lain menangkap kaki dan
memegang tgn aku...lalu mereka beringkan aku kat
lantai yg berkapet tebal tu...sakit juga kepala aku
terhentak kat lantai...mereka terus memegang tgn
aku kiri dan kanan serta kedua kaki aku...mereka
kangkangkan kaki aku...nathan pula terus bertindak
ganas dan menyentap pakaian aku..hingga
koyak rabak, aku menjerit tapi seorg dr mereka terus
menekup mulut aku dgn tuala...aku jadi makin sesak
nafas...dan aku dpt rasakan seluar dlm aku dibuka
org...aku rasa ada tangan2 kasar mula meraba dan
meramas tubuh badan aku, tetek aku menjadi
sasaran mereka...aku meronta tapi tidak berdaya
sebab 4 org dr mereka memegang aku, kemudian
aku dengar mereka bersorak menmanggil
nathan..nathan..nathan...sku lihat nathan
mula terseyum sambil memandang tubuh aku yg
terlantar berbogel tanpa seurat bbenangpun. dlm hati
aku tahu apa yg mereka akan buat....aku masih
cuba meronta dan menjerit sayangnya mulut aku
tersumbat kain dan anggota badan
aku dipegang kejab oleh mereka, seketika kemudian
aku rasa nonok aku panas dan basah...aku cuba bgn
dan aku dpt lihat nathan sedang menjilat nonok aku
dng rakus, manakala kawannya yg 2 lagi sedang
membuka pakaan mereka masing-masing...
menampakkan btg konek mereka yg semuanya
sedang tegang dan kerasss...aku makin takutt..aku
menangis tapi tangisan aku sedikitpun tidak mereka
hiraukan malah mereka terus mengusap konek
masing-masing supaya ketegangannya berterusan,
kemudian aku dpt rasakan nathan telah memasukkan
btg koneknya kedlm nonok aku...akku ras asakit sgt
keran dia merodok dgn rakus sekali...tersentak aku
dibuatnya kerana koneknya agak besar dan panjang
berbanding dgn suami aku...nathan tak henti2
memuji nonok aku ketat dan sedap serta sbgnya,
kawan2nya yg lain tak sabar nak menjolok
sama...ada yg terus menghisap dan menggentel tetek
aku...tubuh badan aku digomol mereka bergilir-
gilir...dlm masa yg sama nathan terus menerus
menusukkan btg koneknya kedlm nonok aku selaju
dan sekuat hatinya...berdecap-decap jugaklah bunyi
air nonok aku tu, walaupun aku tahu aku dirogol
mereka tapi kerana mabuk aku juga rasa steam dan
sedap dilakukan begitu, lama-kelamaan rontaan aku
makin lemah...malah aku membiarkan mereka
melakukan apa saja ketubuh badan aku..dlm 20
minit kemudian nathan menjerit kessedapan..dia
melepaskan air maninya dlm nonok aku sambil
menghentakkan kuat koneknya kat nonok aku
tu...dlm hati aku...sedaaappp juga keling nie punya
konekk....kemudian tiba-tiba seorg dr kawannya
terus menarik nathan dan dgn cepat menjolokkan
koneknya pula kedlm nonok aku yg sedang basah
dng air mani nathan...dia terus menghayunkan
konekknya berkali-kali dan tak sampai 10 minit dia
pun terpancutkan air maninya dlm nonok
aku...kemudian seorg demi seorang merodok nonok
aku dgn konek mereka yg tegang dan keras itu, aku
jadi lemah dan tak bermaya...selepas lelaki ke3
melepaskan air maninya kedlm nonok aku, lelaki ke4
tidak merodok terus, tapi dia lapkan sisa air mani tu
dan menjilat semula nonok aku...dan spt yg lain dia
juga melepaskan airmaninya kedlm nonok aku tu ,
seterusnya lelaki ke5,ke6, ke7 dan ke8
melakukan perkara yg sama...malah masa lelaki ke 6
merogol aku, aku bukan setakat
steam aje, malah aku minta dia berbaring dan aku
diatas...aku tunggang lelaki tu selaju yg boleh hingga
aku climax berkali-kali...lelaki yg lain [yg dah sudah
merogol aku] menjerit gembira sebab aku beri
respon tanpa diduga...malah sambil aku
menunggang lelaki tadi, aku hisap konek salah seorg
lelaki yg masih menunggu giliran utk menjunamkan
konekknya kesara
nonok aku...aku makin ghairah dna bertindak
liar...meraka makin suka dan gamat...terus ada yg
menjilat bontot aku dna memasukkan jari kedlm
lubang jubur aku...aku rasa makin sedap dan climax
ntah berapa kali...adegan seterusnya berlangsung
hingga kesemua lelaki merasa puas dgn layanan
aku dan tak disangka nathan sekali lagi merangkul
dan merodokkan koneknya
yg tegang semula...aku main dgn nathan hampir 1
jam berikutnya...seingat aku dr pukul 11 mlm sampai
2 pagi rasanya nonok aku dikerjakan oleh 8 org lelaki
india/china dan melayu...aku betul-betul teruk
dikerjakan mereka, tapi nasib baik jubur aku tak
dirodok dgnkonek mereka...kalau tidak lagi teruk aku
kena...mereka setakat jolok dgn jari jemari saja.
selepas aku dirogol bergilir-gilir, mereka pun
keletihan termasuk aku sendiri dan kami terlelap
disitu juga dgn keadaan berbogel hingga kepagi kira-
kira jam 10 pagi baru aku tersedar itupun setelah
dikejut suami..aku menangis
dlm pelukan suami dan ceritakan kat dia apa yg dah
berlaku, sayangnya suami aku buat dono aje seolah-
olah dia merestui kawan2nya merogol aku...seketika
kemudian seorg demi seorg bgn dan bergegas
mengenakan pakaian masing-masing, aku tengok
nathan sudah siapkan minuman pagi, lepas minum
pagi baru aku tahu bahawa suami aku berpakat dgn
nathan dan suami aku kata kejadian itu adalah
hadiah bagi hari ulangtahun perkawinan
kami yg pertama kerana aku dulu pernah
menceritakan pd suami tentang imiginasi nakal
aku..iaitu kena rogol oleh lebih dr 5 lelaki dlm satu
masa...rupanya imiginasi aku itu dipenuhik oleh
suami aku sendiri dan kawan2nya yg bersetuju utk
mengambil bahagian bila dia ceritakan pd
nathan,...patutlah
dia mabuk sakan malam tu...dan sekali lagi hari tu
aku dikerjakan oleh 9 lelaki termasuk suami aku
sendiri, kali ini aku yg merelakan diri aku di tenyeh
oleh lelaki2 tu ...bermacam aksi aku diperlakukan,
dan acara mainan tu berlangsung hampir 4 jam
berikutnya kerana masing-masing melanyak
nonok aku sepuasnya dan selama yg mereka mampu
bertahan...dan nathan is the best amongs them...hari
tu aku tak kemana-mana selain kena fuck dgn lelaki
tu bergilir-gilir, sementara menanti lelaki ke 9
menghabiskan permainan,
lelaki pertama kembali tegang semula dan mahu
menyetubuhi aku sekali lagi...pendek kata hari tu
seharian tubuh badan dan nonok aku bermandi
air mani lelaki...dan suami aku org yg paling gembira
melihat impian aku jadi kenyataan..dan aku jugaturut
gembira kerana dpt merasa konek lain selain dr
suami aku...keesokannya aku demam...hampir
seminggu baru aku
kembali pulih...mana tidaknya 9 lelaki lanyak nonok
aku berkali-kali, rasanya setiap sorang tu fuck aku 3
kali...bayangkan betapa penatnya aku dan sampai
bengkak juga nonok aku kena kerjakan dek
mereka...mau tak demam seminggu...nasib baik tak
memudaratkan dan tak mengandung..kalau
tidak, aku tak tahu anak sapa yg aku kandungkan
tu...sebulan dr kejadian tu aku teruskan hubungan
dgn nathan...setiap kali suami aku keluar
negara, kehendak seks aku dipenuhi oleh nathan
tanpa berselindungdr suami aku...dan perkara tu
berlarutan hingga nathan berkahwin.
sekarang masing-masing dah ada keluarga sendiri,
aku ada 2 anak, tapi aku tak tahu anak sapa
sebenarnya..sebab selain nathan dan suami ada juga
2-3 dr lelaki tu yg dtg fuck aku dgn rela aku
sendiri....untill now aku masih berhubung
dgn salah seorg dr mereka tapi bukan nathan...suami
aku seolah merestui perbuatan aku itu..malah
kekadang dia jadi penonton dikala aku di
kongkek jantan lain....aku tak tahu sampai bila
perkara ini berlanjutan......

Posted at 10:42 pm by khairulanwar


Comments (51) Permalink

Kisah Dan Tauladan


Kami mendirikan rumahtangga dua tahun yang lalu.
Sehingga kini kami belum dikurniakan cahaya mata.
Isteriku belum bersedia menerima kehadiran cahaya
mata kami. Alasannya kami perlu enjoy dulu sebelum
kehadiran orang ketiga ( anak ).

Dalam pada itu, isteriku mempunyai hobi bagi


mengisi masa lapang tersendiri. Dia suka melayari
internet terutamanya ketika ketiadaan aku di rumah.
Disamping itu dia juga suka bermain chatting.
Kekadang rasa cemburu menyelinap juga di hatiku.

Pada satu waktu ( malam ) ketika isteriku sedang


berchatting aku mencuri pandang ke arah monitor
dan mengingati nickname yang digunakannya.
Kemudian aku memberitahu yang aku ingin keluar
berjumpa teman sebentar. Padahal aku pergi ke cc
berhampiran rumah kami.

Di sana aku cuba mendapatkan isteriku melalui


channel mamak. Aku merahsiakan identitiku yang
sebenar. Aku berjaya mendapatkannnya. Kami
bertukar-tukar email. Semenjak daripada itu kami
berinteraksi melalui email dengan menggunakan
identiti palsu.

Hampir empat bulan hubungan kami berinteraksi


melalui email. Sepanjang waktu itu, isteriku tidak
pernah mengatakan bahawa dia sudah pun bersuami
sebaliknya bila ditanya dia menafikan. Akhirnya aku
bertindak untuk memancing isteriku.

Dalam pada itu, kami telah menjalin hubungan cinta


melalui email. Fhoto yang ku kirimkan melalui email
juga bukanlah fhoto asalku. Aku menggunakan fhoto
temanku. Sebaliknya fhoto yang ku terima daripada
isteriku adalah fhoto asal. Boleh dikatakan tidak
kurang daripada tiga kali dalam satu hari kami
berinteraksi melalui email.

Pada satu hari aku dijemput menghadiri satu seminar


tajaan majikan aku di Johor Bharu. Aku memberitahu
isteriku bahawa aku akan berada di Johor Bharu
untuk selama tiga hari kerana menyertai seminar
tersebut. Pada waktu yang sama melalui email aku
mengajak isteriku yang juga kekasihku mengadakan
temu janji. Dia menerima pelawaanku dengan senang
hati. Segala-galanya telah pun aku aturkan terlebih
dahulu. Aku meminta dia menunggu kedatangan ku
di sebuah hotel empat bintang di Kuala Lumpur.
Melalui temanku secretary, aku meminta temanku
menyampaikan pesanan padanya melalui talifon
tangan bahawa ketibaan ku daripada Brunei Darul-
Salam agak lewat 5 jam.

Temanku menyarankan agar isteriku membantuku


membuat tempahan bilik di hotel tersebut. Isteriku
bersetuju. Kira-kira pada jam 11.15 malam aku
bersama temanku menuju ke hotel tersebut. Seperti
yang dirancangkan temanku bertindak sebagai aku
dan menemuinya di ruangan legar hotel tersebut.
Daripada satu sudut aku memerhatikan gerak-geri
mereka. Temanku berjaya memainkan peranan
sebagai aku. Perbualan mereka di lobbi hotel
seterusnya ke restaurant hotel tersebut berlangsung
selama kira-kira dua jam.

Dalam pertemuan tersebut, temanku meminta agar


isteriku menanti di kamar hotel kerana ada satu
tugas yang perlu diselesaikan pada malam itu juga.
Isteriku bersetuju. Selesai pertemuan tersebut
isteriku dan temanku berpisah. Isteriku menuju ke
kamar dan temanku menuju ke arah aku. Selesai
tugas oleh temanku dia pun pulang ke rumah.

Sekarang tibalah giliran aku memainkan perananku.


Aku memasuki kamar isteriku pada jam 4 pagi. Aku
sudah bertawakkal pada waktu itu. Apa akan berlaku,
berlakulah. Aku dapati isteriku sedang nyenyak tidur
diulit mimpi indah. Tubuhnya dibaluti selimut tebal.
Dia tidak menyedari akan kehadiranku waktu itu.
Perlahan-lahan aku memadamkan lampu tidur di
kamar tersebut. Kini, keadaan kamar tersebut kini
gelap gelita.

Aku mendekati isteriku dan berbaring di sisi.


Alangkah terkilannya aku pada waktu itu apabila aku
dapati isteriku berpakaian yang amat
menggairahkan. Dalam kegelapan aku termenung
sejenak. Akhirnya penantiannya berakhir apabila dia
mendapati kekasihnya berada di sisi.

Dengan menggunakan wangian yang sama seperti


temanku mungkin dia tidak dapat mengesan bahawa
insan disisinya adalah aku. Aku terus memainkan
peranan dan mendapat respon yang baik sekali
daripada isteriku. Aku tidak mengeluarkan suara
sebaliknya aku lebih menumpukan pada tindakan ku.
Maka hubungan sulit antara aku dan isteriku
berlangsung pada pagi itu. Dia memuji kehebatan
aku. Setelah tamat permainan kami yang
berlangsung hampir dua jam.......aku pun
menghidupkan lampu.

Alangkah terkejut dan terpinga-pinga dia bahawa apa


yang berlaku tadi adalah antara aku dan dia.
Mulutnya terkunci tak terkata apa. Pucat, menggigil
dan sebagainya. Tetapi aku cool. Aku tak cakap
banyak sebaliknya aku tidur kerana aku sendiri pun
keletihan...

Sehingga hari ini aku tidak memberi sebarang komen


atas apa yang berlaku. Aku tidak mahu menjelaskan
apa-apa. Aku membiarkan keadaan dan peristiwa itu
berlalu begitu sahaja. Sesungguhnya dia masih
isteriku.

Posted at 10:41 pm by khairulanwar


Comments (7) Permalink

Marah Punya Pasal


First sekali jumpa dia kat tempat hiburan. Nama dia
Lily.
Dah kenal aku belanja dia minum. Sambil tu borak
pasal dia,
dia kata bapak dia orang putih, mak orang jepun.
Patut la
lawa aku kata. Body cun, tetek besar, badan slim
macam
model. Lepas tu dia kata dia boring, ajak aku balik
rumah
dia, dia kata tak ada sapa kat rumah. Semua balik
kampung
bapak dia.

Sampai rumah dia, terus naik bilik, dalam bilik


disuruh aku
duduk atas sofa, dia nak tukar baju kejap. Aku pun
gementar
jugak. Bila dia dah tukar baju, dia keluar dari bilik air,

terbeliak mata aku tengok, seksi betul. Pakai baju


tidur
satin yang betul-betul "figure hugging".

Dalam hati, Aku teringat kawan aku kata, jangan


gelojoh,
pelan-pelan. Aku pun kata kat dia, bilik ni panas,
boleh
pasang air-con, ditunjuk aku kontrolnya. Aku on air-
con,
pasang yang paling sejuk, lepas tu cakap yang aku
nak ke
bilik air kejap.

Dah habis aku "freshen up", aku pegi kat dia,


disebabkan
bilik sejuk, puting tetek dia tegang. Bayangkan tetek
besar,
puting tegang, peh, bontot pulak terbonjol keluar,
bibir
merah menyala sama dengan warna baju tidur,
badan putih
melepak, gebu. Geram, rasa nak nyonyot tetek dia
macam orang
tak dapat minum 10 hari.

Aku pun cium dia pelan-pelan, tapi dalam hati dah


tak
terkawal lagi. Sambil cium aku main lidah aku dalam
mulut
dia, aku ramas tetek dia, dapat rasa memang dah
tegang
puting tetek dia. Dia bukak pakaian aku, sampai
bogel aku
dibuatnya. Konek dah tegang, digentel dengan jari
dia pelan-
pelan. Tangan aku pun raba badan dia, sampai kat
bontot.
WOW! Kental lagi. Aku ramas bontot dia, selak baju
dia sikit
main lobang bontot. Dari mulut dia mengerang
sedap.
eeeemmmmm....! disebut berulang kali.

Tengah dok syok, tiba-tiba kakak dia masuk dalam


bilik. Dia
marah kita orang, katanya seks untuk orang dah
kawin. Dalam
gaduh sempat jugak Lily introduce aku kat kakaknya
"This is
my sister, Sarah", belum sempat aku kata Hi, dia
lempang aku
marah aku buat adik dia macam ni. Macam-macam
aku kena marah
Sambil tu dalam hati aku marah jugak kat dia, nak aja
aku
sondol konek aku dalam mulut dia, bagi dia senyap.
Kemudian
dia nak lempang aku lagi, belum sempat dia hayun,
aku
tangkap tangan dia ikat kat atas katil. Lepas tu aku
koyak
kan panties siSarah, sumbat dalam mulut bagi
senyap.

Apa lagi, tengah marah, nafsu aku mula mengganas.


Aku tarik
Lily, cium dia sambil tangan aku ramas tetek Lily.
Makin
kuat Lily mengerang. Orang tengah high. Sarah,
kakak Lily,
tengok apa aku buat dengan adik dia. Aku koyakkan
baju Lily,
FUH! tetek tegang gila, puting merah jambu. Aku
sedut sepuas
hati aku. aaahhhh...! "Yeaaa.. Take it, put it your
mouth"
Dengan pengalam tengok blue film, jari aku mula
main lobang
bontot dia. eeeemmm... eeeemmmm... mengerang,
sambil nafas
Lily makin laju. Konek aku rasa tegang betul dimain
dek Lily
Kemudian aku dudukkan Lily atas kerusi, kaki dia
aku taruk
atas tempat letak tangan, tekangkang Lily sambil
menunjukkan
cipap yang masih remaja. Aku jilat dari bontot
sampai kat
bijik kelentit dengan ganas. Aku buat banyak kali
sambil
gigit kelentit yang merah jambu tu. AAAAHHH!!! kuat
jerit
Lily. "I'M COMING, YES YEEESSS!! OOOHHH!!"
ditala cipap dia
kat muka aku. Lagi kuat aku buat kat dia. Konek aku
masih
belum masuk dalam cipap Lily. Memang aku sengaja
tak nak
masuk lagi. Aku tengok Lily puas kepenatan, sambil
tekangkang aku tengok air dari cipap dia mengalir
keluar dia
cuba ambil nafas dia kembali.

Aku bangun, aku tengok Sarah, dia diam, tapi dalam


pandang
mata dia aku tau dia pun nak jugak. Aku tanya dia
"Do you
want me to suck your pussy like I did to Lily". Dia
menganguk kepala tanda ya. Aku bukak ikat tangan
dia,
panties dalam mulut aku keluarkan. Aku suruh dia
berdiri dan
tanggalkan baju dia. Sarah tak menolak, dibuka baju
satu-
persatu. ALAMAK! Seksi macam adik dia jugak. Aku
ambik tali
pinggang aku, aku sebat bontot dia, menjerit sakit
Sarah.
"Why did you do that", kata Sarah, aku cakap balas
untuk dia
lempang aku. Nampak merah kat bontot dia, kulit
putih
apalagi. Aku suruh Sarah duduk sandar kat kepala
katil.
kali ni aku jilat cipap Sarah pelan-pelan. "Don't hurt
me",
cakap Sarah, sambil tu Sarah mengerang makin laju.
Kali ni
aku guna jari aku masuk lobang bontot dia. Lidah
aku
menjilat kelentit dia sambil aku melapah cipap Sarah.

Aku tengok tangan dia meramas-ramas bantal yang


bersarungkan
satin, diambil bantal tu sambil mengigit hujung
bantal.
Digoyang-goyang bontot, sebab aku dah masukkan
jari aku
dalam lobang bontot sampai kedalam, aaaahhhh
aaaaaHHHHH
AAAAAHHHHH...! O!SHIT! YEAAA... YEEEAAA!!! I'M
COMING, YES
YES!" makin kuat Sarah jerit, makin kuat nyonyot
aku kat
cipap dia. Setelah Sarah puas katanya "Thank you
for
showing me the true meaning of sex". Kemudian aku
kata
"Don't thank me yet, cause I haven't fuck any of your
pussy"
Kemudian Lily bangun sambil senyum, bisik kat
Sarah, Sarah
gelak kecil.

Kemudian Lily kata "You made us cum, now what me


and Sarah
gonna do is I'll suck your cock and Sarah will lick
your
asshole, and after that your cock will fuck my juicy
pussy
and Sarah's ass, how's that", aku pun kata "Sounds
good to
me". Dia orang pun mula la, dia orang pun ganas.
Aku pun
gigit bantal dibuatnya, kuat jugak aku menjerit
sedap.
Kemudian aku mulakan dengan Lily. Fuh, sedap
rasa, panas
air cipap Lily, aku baringkan dia, kaki Lily aku taruk
atas
bahu aku. Aku masukkan konek aku dalam cipap
Lily, sama-sama
mengerang sedap. Makin lama makin laju, aku
tengok tetek
Lily bergoyang, atas, bawah, atas, bawah, memang
syok main
dengan orang tetek besar. Dah aku puaskan Lily, tiba
giliran
Sarah, aku kata "I love your tight ass, scream all you
want,
cause this is gonna hurt". Aku cuba masuk dalam
lobang
bontot tapi tak dapat, ketat lagi, aku cuba lagi, kali ni
Sarah menjerit "NOOO! You're hurting me, It's too
big, "
Kemudian aku suruh Sarah sandar atas badan Lily
sambil Lily
kangkangkan kaki Sarah, tangan sarah aku suruh
pegang bantal
kalau sakit gigit bantal tu kuat-kuat, aku suruh Lily
kangkang kaki Sarah besar-besar. Dengan air cipap
Sarah
yang ada, aku sapu kat konek aku bagi licin bila
masuk.
Aku cuba sekali lagi, kali ni aku tak peduli, aku nak
jugak
rasa konek aku dalam bontot Sarah. Aku tolak pelan-
pelan,
last-last masuk jugak kepala konek aku, aku tengok
Sarah
mengerang kesakitan, sambil peluk digigit bantal tu.
Aku masukkan habis konek aku, aaaahhhh... sedap
dalam ni
panas. Keluar, masuk, keluar, masuk, aku tengok
Sarah
meramas-ramas tetek Lily, sambil buat muka
menahan sakit.
"Am I hurting you Sarah?", kata aku, "At first, yes,
but now
it's feels good" Sarah menjawab, makin lama makin
laju,
Aku pun sampai ketahap yang memuncak, aku cabut
konek aku
dari lobang bontot Sarah, aku buat macam stail
melancap,
dan dia orang membuka mulut sambil menjulurkan
lidah nak kan
air mani aku. Tapi Sarah gelojoh dimasukkan konek
aku dalam
mulut dia, disedut habis air mani yang keluar, banyak
jugak
aku tengok yang terpancut. Lily merajuk sebab Sarah
buat
gitu. Aku kata "Don't worry, there's plenty more
where that
came from".

Posted at 10:41 pm by khairulanwar


Comments (45) Permalink

Kenangan Manis
Cerita ni bermula bulan lepas. Dekat rumah aku, ada
awek bernama Seha. Dia belajar di ITM dengan aku.
Dah lama jugak aku perhatikan jiran aku tu, tapi aku
baru dapat kenal dengan dia masa dia langgar kereta
aku. Rumah aku dengan rumah dia memang satu
baris. Cuma dipisahkan 5 rumah. Dia orangnya
manis! Aku suka betul tengok mukanya kalau
berselisihan di jalan. Semenjak peristiwa dilanggar
keretanya, aku jadi rapat dengannya. Kadang-kadang
dia suka tumpang aku kalau nak ke kuliah sebab dia
malas bawak kereta sendiri. Dan kebetulan kuliah
aku dengan dia tak jauh sangat. Dalam kereta, dia
selalu cerita tentang keluarganya atau kawannya.
Kebetulan masa tu di radio ada topik mengenai
bohsia. Jadi, aku dengan dia concentrate. Akhirnya
aku dengan dia bertukar cerita-cerita masalah cinta
masing-masing. Dia mengaku yang dia dah pernah
ada balak setahun yang lalu. Dia putus hubungan
dengan balaknya, dan kecewa dengan balak tu.
Sebelum tu aku heran juga, kenapa orang semanis
dia, takda balak. Tapi dia tak cakap apa masalah
dengan balaknya. Dan setelah aku desak, akhirnya
dia mengaku yang dia sekarang ini lesbian!!! Aku
terkejut juga waktu dengar tu, dan aku nasihatkan
dengan dia, kalau bisex itu lebih bagus daripada
lesbian.

Dia mengaku yang teman lesbiannya itu course-


matenya sendiri, namanya Rina. Akhirnya dia janji,
yang dia akan kenalkan temannya itu dengan aku
balik kuliah nanti! Lepas balik kuliah jam 2, aku
datang ke rumah Seha. Dan dia mempersilakan aku
masuk ke rumahnya. Rumahnya kosong dan yang
ada cuma pembantunya. Aku dikenalkan dengan
Rina teman Seha. Ternyata Rina tu pun cute!
Walaupun tak secute Seha, tapi bodinya itu!
hmmmmmm, sedap betul mata memandang.
Akhirnya kami bertiga borak panjang, sampai aku
merasa mengantuk betul! Aku cuba tahan
mengantuk tadi tertidur jugak. Akhirnya Seha, suruh
aku tidur dalam bilik dia. Aku OK aja, asalkan aku
boleh tidur.

Aku tak tau berapa lama aku tidur. Yang aku tau, bila
aku terjaga, aku ngerasa ada benda yang anih betul
pasal diri aku! Bila aku bangun, aku terkejut betul
melihat yang aku dah naked! Dan aku lihat Seha
dengan Rina jugak dah topless, cuma pakai seluar
pendek! Dan yang lebih buat aku terkejut lagi, batang
aku dijilat Seha, dan Rina lagi menjilat tetek Seha!
Aku tersentak, tapi aku sendiri tak boleh buat apa-
apa lagi! Aku merasakan kenikmatan yang luar biasa
betul masa batang aku dijilat Seha. Seha dengan
Rina juga terkejut bila tengok aku bangun, tapi
diorang tak stop, malah Seha terus masukkan batang
aku ke dalam mulutnya dan menghisap batang aku,
sementara Rina bercemolot dengan aku. Tentu saje
aku balas ciuman Rina. Tangan aku juga mula berani
meraba badan Rina, mula dari teteknya yang solid
dengan putingnya yang kecoklat-coklatan. Dah puas
kissing, terus aku disuakan dengan tetek Rina. Aku
lahap aja teteknya bergantian kiri kanan, dan tangan
aku mulai merayapi kelangkangnya. Tangan aku
mula bermain-main di bibir vaginanya yang
tersembunyi di balik panties dan seluarnya. Malah
terus dia buka seluar dengan seluar dalamnya, dan
terlihatlah pantatnya yang kelihatan betul terpelihara
rapi, dengan bulu-bulu halus yang diatur dengan
indahnya. Aku mainkan kelentitnya yang ada di
dalam bibir vaginanya, dan aku usap-usap sampai
Rina bergerak ke kanan-ke kiri. Terus dia malah
menyuakan pantatnya untuk aku hisap. Aku main
kelentitnya dengan lidah aku, bahkan sampai aku
sedut dengan mulut aku! Rina makin bergoyang, dan
mengerang. Sementara itu, Seha masih mengulum
batang aku. aku lihat dia, memainkan lidahnya di
batang aku. Gila, aku fikir masa Seha menyedot-
nyedot batang aku. Setelah lama dia blow job aku,
aku lihat dia dah mulai bernafsu. Akhirnya dia duduk
di kangkangan aku, dan mulai memasukkan batang
aku ke dalam vaginanya. Dia duduk menghadap ke
aku, sambil turun naik. Aku lihat wajahnya yang
biasanya manis dan lembut kelihatan garang waktu
bergoyang. Tangannya malah meramas-ramas d da
aku. Mula-mula, nampak susah dia menggerakkan
badannya, sebab vagina dia masih kering. Tapi lama-
kelamaan, akhirnya gerakan turun naiknya Seha
mula lancar, malah dia sambil turun naik bergoyang-
goyang melicinkan batang aku dengan vaginanya.
Aku cuma boleh mengerang, sebab lidah aku sendiri
bermain di vagina Rina. Setelah bermain denagn
indah Rina selama 10 minit, kelihatan Rina mula
mengerang. Aku cepatkan gerakan lidah aku, dan jari
tangan aku mula masuk ke dalam indah. Rina makin
bergoyang, sambil mengerang keras. Dari vaginanya
muncul cairan vagina yang rasanya agak hamis. Tapi
entah kenapa, aku suka betul dengan ! aromanya dan
aku malah tambah bersemangat memainkan
vaginanya. Setelah 10 minit lagi, Rina mula nampak
akan mendapat orgasme yang pertamanya. Cairan
yang keluar dari vaginanya makin mengalir deras,
dan diakhiri dengan cairan orgasmenya. Setelah Rina
mencapai orgasme, dia turun dari tempat tidur, dan
langsung masuk ke bilik air membersihkan
vaginanya.

Sementara itu Seha mula giat melancarkan gerakan


turun naiknya. Bunyi yang dikeluarkan dari
vaginanya sebab gesekannya dengan batang aku
keras sebab diikuti denagn bunyi lelangkangnya
yang beradu sama paha aku. Setelah berlangsung
selama 15 minit, mula nampak yang dia nak cum.
Akhirnya aku mula ambil inisiatif ubah posisi. Aku
bangun dan mulai main dengan posisi doggy style.
Seha nampak suka betul tengok aku mula tukar
posisi, dan dia ikut aje masa aku suruh bangun dan
buat doggy. Aku cepatkan gerakan masuk-keluar
batang aku. Sebab aku rasa nak sangat orgasme
dalam indah Seha. Lepas 4 minit, akhirnya aku
orgasme sama-sama dengan Seha, tapi di luar
vaginanya Seha sebab aku takut kalau jadi apa-apa
nanti. Seha nampak letih betul dan terkulai di tempat
tidur, terus aku kissing aja dia.

Tapi tak lama kemudian, Rina keluar dari kamar


mandi, dan dia minta buat aku fuck dia. Akhirnya aku
berganti-ganti kongkek dengan Rina, sebab aku takut
dia frust. Dan akhirnya aku stay sampai malam kat
rumah Seha fuck dengan Seha dan Rina beberapa
round lagi.

Sampai-sampai rumah aku kepenatan dan pulang ke


rumah lepas jam 8. Dan lepas kejadian itu, akhirnya
Seha mengaku yang dia sebenarnya dah lama betul
suka dengan aku dan lama membayangkan fuck
dengan aku sekali dengan teman lesbiannya si Rina.
Semenjak itu, aku selalu datang ke rumah Seha
untuk fuck, berdua dengan Seha saja atau bertiga
dengan Rina. Benda ni dah berlaku selama sebulan
ini, dan aku menikmati betul hubungan ini. Kadang-
kadang kami berdua atau bertiga suka sewa tempat
di luar kota buat threesome. Syok woi!

Posted at 10:40 pm by khairulanwar


Comments (10) Permalink

Senior
Aku memasuki maktab perguruan ketika berusia 25
tahun. Oleh kerana keseluruhan pelajar tahun
pertama (freshie) berumur dalam lengkungan 19
tahun, maka aku dikira orang tualah. Ramai
dikalangan guru pelatih menghormati aku kerana
usia aku, termasuk juga pensyarah. Aku dilihat agak
matang. Ini menyebabkan aku agak sukar bergaul.
Susahlah nak masuk 'line' budak-budak remaja.

Aku ditempatkan bersama seorang pelatih yang


sama kursus dengan aku dalam satu dorm. Namanya
Ali. Umurnya 19 tahun. Ali seorang yang cergas dan
nakal. Orangnya tidaklah setinggi mana hanya 5' 4"
sahaja. Berbeza dengan aku yang mempunyai
ketinggian 6' 1" berbadan macho, maklumlah
athleticlah katakan. "Woow!! Bestlah kalau badan Ali
beketul-ketul macam abang Joe". Puji Ali ketika aku
tidak berbaju didalam dorm. "Ali aerobik dan angkkat
beratlah kalau nak badan Ali macam abang.

Persahabatan aku dengan Ali semangkin rapat. Oleh


kerana aku agak pendiam dan hanya suka berkurung
dalam dorm, maka Ali telah menugaskan aku menaip
segala assignment dengan menggunakan komputer
yang dibawa oleh beliau, sedangkan Ali sendiri
menugaskan dirinya mencari bahan. Ini kerana Ali
suka merayap. Begitulah putaran hidup kami sehari-
hari.

Apabila tiba hujung tahun semua pelatih yang


hendak naik tahun dua diarah tinggal diluar kerana
asrama terhad dan hanya disediakkan untuk pelatih
tahun pertama sahaja. Kini aku menghadapi masalah
mencari rakan untuk berkongsi rumah sewa kerana
rata-rata usia mereka yang rendah dan tak sesuai
dengan aku. "Abang Joe nak nak masuk group
mana?" tanya Ali setelah pengetua membuat
pengumuman. "Entahlah Li!! Abang pun tak tau nak
cakap, mereka tentu tak senang kalau abang
serumah dengan mereka sebab line tak kena"
jawabku sambil mengeluh.

"Gini aje lah bang, tinggal aje dengan Li" jelas Ali
memberi pandangan. "Ali sewa kat mana?" tanyaku
rengkas. "Li tak sewa, Li tinggal rumah Li sendiri"
jawab Ali. "Tak nak lah Li, menyusahkan keluarga Li
aje" kataku. "Apa nak susahnya, Ali tinggal dengan
mak aje, selalu yang Li takde kat dorm tu, Li balik
rumah la" kata Ali seolah-olah memujukku.
"Tengoklah Li, nanti abang fikirlah" jawabku seolah-
olah keberatan sambil keluar dari dewan besar.
Malam itu ketika aku membuat tugasan, Ali masuk
bilik tanpa memberi salam. "Engkau kemana tadi
Li?" Tanyaku ketika Ali meletakan Helmet dan beg
diatas katil. "Balik rumah laa, tengok mak."
Jawabnya ringkas. "Bang, mak setujulah bang." Kata
Ali. "Setuju apa ni Li?" tanyaku kehairanan sambil
memalingkan badanku mengadapnya yang tengah
mengenakan seluar pendek. Ali ni kalau tidur hanya
memakai seluar pendek, tak reti memakai kain pelikat
seperti aku. Aku tidak lagi menaip.

"Mak setuju abang tinggal dengan kita orang, Li kata


abang ni tak suka merayap hanya memerap dalam
bilik je. Mak kata dia lagi suka kerana ada kawan kat
rumah dan tak boring, ada kawan berbual." Jelas Ali
kepadaku. "Kau ni Li, menyusahkan emak engkau
aje," kataku dalam keadaan serbasalah. "Bang Joe,
Li rasa abang sesuai tinggal dengan Li kerana
kematangan abang, kalau abang tinggal rumah sewa
campur member yang lain tentu abang mati kutu
nanti." Jelas Ali mentaskil aku. "Tapi Li!" Aku
bersuara gagap. "Takde tapi lagi bang, hujung
minggu ni kite angkut barang kite kerumah Li, OK?
Dan Li tak nak apa-apa alasan lagi, full-stop." Kata
Ali sambil terus ke bilik air. Malam itu agak sukar aku
nak melelpkan mata, suka ada risau pun ada.

"Waaaahhh cantiknya rumah Li ni," pujiku apabila


sampai digaraj rumah Ali. Rumah dua tingkat semi D
ini dan ada lima pintu ini adalah peninggalan bapa
Ali kepada maknya yang menjanda hampir tiga
tahun. Empat pintu lagi disewakan dan yang sebelah
rumah Ali ni maseh terbiar kosong. Ianya dikhaskan
untuk sanak saudaranya yang datang.

"Masuklah Abang Joe, janganlah malu-malu, buat aje


macam rumah sendiri" kata Ali, Aku hanya
tersenyum menuruti Ali dari belakng. "Haaaahhhh.
Dah sampai pun jemputlah duduk" sambut mak Ali
dengan penuh mesra. "Apa kabar kak? Eehh makcik"
kataku dengan agak malu kerana tersasul. "Abang
Joe ingat mak Li ni tua sangat ke? Nak panggil
makcik" jawab Ali dengan nada mengusik. Aku
bertambah malu. "Mak Li seksi lagi tau" tambah Ali
lagi. "Dah takde keje lain lah tuu." Sampuk mak Ali
sambil kedapur.
Selepas mengemas bilik dan membersihkan mana
yang patut aku dipelawa makan malam. "Li, abang
nak panggil mak Li apa? Kakak ke makcik?" bisekku
kepada Ali ketika makan. "Johari ni umur berapa?"
tiba-tiba mak Ali bertanya seolah-olah dia dengar
bisikanku tadi. "Dua puluh lima campur." Jawabku
ringkas. "Jadi Joe ni lambat masuk maktablah
yeee?" tanya mak Ali. "Yaa, kawan-kawan saya yang
seangkatan dengan saya banyak dah mengajar dan
ada yang dah kawin." Jawabku. "Kalau gitu panggil
aje akak." Pinta mak Ali. Aku mengangguk saja tanda
setuju. "Akak suka Joe tinggal dengan kami. Akak ni
nama aje ada anak tapi macam orang takde keluarga
tinggal sorang-sorang, harapkan Ali heeemmmhhhh
langsung tak lekat kat umah." Kata mak Ali mula
leterkan anaknya. "Biasalah mak! Orang muda. Kan
sekarang ni abang Joe tinggal dengan kite apa yang
nak dirisaukan, lagi pun abang Joe ni bukan kutu
rambu." Jawab Ali sambil menjeling aku. Aku hanya
diam saja.

Malam tu kami semua masuk bilik awal, Ali tak keluar


rumah seperti malam-malam yang lainnya. Takde
program katanya. Aku maseh tersandar dikatil sambil
mataku tajam memandang syiling. Aku kenangkan
macamana aku boleh tinggal dengan keluarga Ali.
Akhirnya aku kenangkan mak Ali. Kak Limah cantik
orangnya. Tingginya lebih kurang 4' 11" sahaja.
Kulitnya putih melepak, Potongan badannya fuuuhh
lamak!!! mengiurkan, bontotnya tonggek dan besar
pulak tu. Ini jelas kuperhatikan ketika Kak Limah
hanya memakai seluar track ketat dan T-Shirt ketat
tanpa lengan ketika makan tadi. Keras juga batang
aku ketika makan tadi. Rambutnya lebat tapi pendek
hanya diparas bahu.

Kak Limah telah hampir 3 tahun menjanda. Suaminya


meninggal kerana sakit barah usus. Kak Limah ni
kawin ketika berusia 16 tahun, selepas tak lulus SRP
dengan lelaki pilihan orang tuanya. Jadi sekarang ni
dalam agakkan aku umurnya baru lebih kurang 37
tahun. "Patutlah dia membahasakan dirinya kakak
kepada aku." Bisik hatiku. Orangnya periang dan
berperawakan manja. Ali pernah menyuruh maknya
mencari pengganti ayahnya. Tapi ibunya tak mahu
dengan alasan dah tak ada selera dengan lelaki. Ali
ceritakan perkara ini dua hari lepas. Aku tengok
gambar arwah suaminya didinding ruang tamu tadi.
Orangnya tak hensem, gemuk, pendek kepala botak
dan tua. Ketika ayah Ali berkawin dengan emaknya
umurnya ketika itu 41 tahun. Jadi Kak Limah dapat
suami tua laaaa. Dalam jauh aku mengelamun
akhirnya aku tertidur juga.

Hampir 3 bulan aku tinggal dengan keluarga Ali.


Perhubungan kami semangkin mesra. Usik
mengusik, bergurau senda diantara kami bertiga
membuatkan aku seolah-olah salah seorang ahli
keluarga mereka. "Abang Joe tengok mak, seksi
tak?" tanya Ali kepadaku dengan nada mengusik
maknya yang ketika itu hanya berseluar pendek
ketat. Ini menampakkan betapa gebunya sepasang
peha yang dimilik Kak Limah. Waktu itu Kak Limah
menyapu rumput yang baru aku potong didepan
laman rumahnya. Aku cuma tersenyum sinis dengan
perasaan geram. Kalau ndak diikutkan hati, mahu
saja aku jilat peha gebu Kak Limah dan nyonyot biar
sampai merah. Tapi perasaan itu mungkin tak
kesampaian.

"Mak kan biasa pakai macam ni, tak kan Joe ada mak
dah tak boleh nak pakai seksi-seksi." Balas Kak
Limah kepada anaknya. Aku hanya diam seolah-olah
tak mendengar kata-kata Kak Limah sambil terus trim
pokok bongsai didepanku. Semenjak tinggal dengan
keluarga Ali aku banyak menghabiskan waktu
terluang dengan membuat kerja pembersihan sekitar
rumah. Pernah aku minta Kak Limah agar jangan lagi
panggil pemotong rumput, kerana aku boleh lakukan
semuanya. Kak Limah gembira dengan permintaanku
itu. "Akak sukalah Joe tinggal dengan akak, banyak
keje-keje runah yang Joe buat." Kata Kak Limah
disuatu petang ketika aku menanam anak lada
dipenjuru pagar rumahnya. Ketika itu Ali tiada
dirumah. Biasalah, Ali memang selalu tiada dirumah
kalau time cuti.

"Berapa lama Joe nak balik?" Tanya Kak Limah


sambil masuk kebilikku dan duduk dibirai katil.
"Seminggu lebih sikit ke" jawabku sambil mengemas
pakaianku. Aku ingin menghadiri majlis perkahwinan
sepupuku dikampung. Ali berjanji akan
menghantarku ke Stesen Pudu Raya, tapi hingga
sekarang belum nampak lagi batang hidungnya. Aku
memang jarang sekali balik kampung. Maklumlah
aku tiada sapa lagi didunia ini kecuali akakku, itu pun
dah kawain dan beranak 3. Hanya kadang-kadang
saja aku talipon akak aku untuk bertanya kabar.

"Joe jangan balik lama-lama sangatlah! Nanti akak


sunyi takde kawan." rayu Kak Limah dengan suara
sayu dan manja. "Seminggu lebih bukannya lama
sangat, kak!" balasku. "Tu kata Joe, abis kakak kat
sini, macam mana?" rengek Kak Limah seakan
menggoda aku.

Aku faham perasaannya. Semenjak aku tinggal


dengannya, dia selalu kelihatan ceria dan kami selalu
bergurau. "Ok lah kak, lepas sepupu Joe kawin, Joe
balik sini. Kesian pulak kat akak nanti akak rindukan
Joe." kataku sambil cuba mengusiknya. "Memang
akak rindu pun!" Katanya manja sambil tersenyum.
"Betul, Joe balik cepat?" katanya minta kepastian.
"Tiga hari aje Joe kat sana, lepas tu Joe balik la."
jawabku. "Haaaaahhh, gitulah! Akak sayang Joe."
katanya bingkas bangun lalu memaut tengkokku dan
mencium pipiku, kemudian Kak Limah meninggalkan
aku kebiliknya.

Aku gamam dengan tindakan Kak Limah terhadap


aku. "Nasib Ali takde, kalau tidak mampus aku." bisik
hati kecilku. Lantas aku tersenyum. Sedang aku
mengemas Kak Limah datang semula kebilik aku.
"Nah, Joe" katanya sambil menghulurkan sampul
surat kepada aku. "Apa ni kak?" tanyaku gugup.
"Amik aje, tapi dalam bas nanti baru bukak."
pintanya. Aku terus mengambilnya dan memasukan
smpul surat itu kedalam kocek bajuku. Kak Limah
merenung tajam terhadapku. "Kenapa renung Joe
macam tu?" tanyaku sambil tersenyum
memandangnya. "Tak boleh ke?" jawabnya dengan
manja. "Boleh!!! Tapi Joe takut, nanti akak makan
Joe." kataku sambil mengusik. "Akak tak makan
orang laa." kata Kak Limah sambil ketawa riang.

"Eeehhh duit, surat pun ade?" kataku dengan agak


terperanjat bila membuka sampul surat yang diberi
oleh Kak Limah. Waktu itu aku sudah hampir sampai
kekampung. Aku baca dan faham isi kandungan
surat itu. "Aku pun syok ngan kau Kak Limah" bisik
hatiku sambil tersenyum sendirian.
"Waahhh kilat motor kau Li," tegurku sebaik saja
sampai kerumah dan melihat Ali tekun mengilatkan
rim motornya. "Eeehh abang dah sampai!" Kata Ali
sambil memandang padaku. "Bolehlah kilatkan
motor abang sekali" usikku. "Boleh! Apa salahnya,
sekali sekala" jawabnya. "Abang masuk dulu laa
yeee" kataku sambil melangkah masuk. "Nanti dulu
bang." tegah Ali. "Napa?" Tanyaku kehairanan.
Seolah-olah ada hal penting yang ingin dicakapkan.
"Kita duduk kat sini dulu, Li ada hal sikit nak cakap
dengan abang" kata Ali bersungguh-sungguh. "Mak
Li mana", tanyaku inginkan kepastian. "Mak tido"
jawab Ali pendek.

"Li senang hati abang balik cepat." Ali memulakan


cerita. "Napa ni Li?" tanyaku lagi. "Mak!! tu. Asyik
suruh Li duduk rumah aje, Li boring laa, dia kata
takde kawan kat rumah." Cerita Ali kepadaku. Aku
tekun mendengar cerita Ali. "Malam tadi lagi, Li dah
pakai helmet, sekali Li toleh kat mak, Li tengok mak
nangis. Li tanya mak napa? Dia cakap Li dah tak
sayang mak, tinggalkan mak sorang-sorang. Li jadi
sedih, lepas tu Li kensel program Li, duduk rumah
aje dengan mak" cerita Ali lagi. "Bang!! Malam ni Li
keluar yeee, pergi rumah Acid, tido sana. Abang
tunggu umah yeee. Kalau abang ade kat umah tentu
mak tak halang Li keluar" pinta Ali kepadaku. "Li
cakap ngan mak laa" jawabku.

"Li pegi dulu mak" kata Ali kepada maknya sambil


memakai helmet. Kak Limah hanya memandang
anaknya yang terus hilang dengan motor TZMnya.
Selepas itu dia terus kedapur membasuh pinggan.
Kami tidak berbual sepatah pun sejak aku sampai
petang tadi.

Akhirnya aku mendatangi Kak Limah dari belakang.


"Kakk!" Aku bersuara lembut. Kak Limah tak
menjawab, hanya menjeling padaku. "Joe faham
perasaan kakak, Joe pun berperasaan gitu pada
kakak" kataku dengan nada yang tersekat-sekat. Kak
Limah memaling kepadaku dan terus merangkul
leherku dengan erat. "Joeee!" Katanya seakan-akan
teresak. "Kak!!!" Balasku sambil memeluk pinggang
Kak Limah. Kualehkan tangan kananku mengusap-
usap lembut rambut Kak Limah. Kak Limah pulak
menurunkan tangannya memeluk erat tubuhku
sambil mukanya disandarkan didadaku. "Akak
sayang Joe." kata Kak Limah sambil menangis. Air
matanya membasahi T-Shirtku.

Agak lama aku usap kepala dan belakangnya, lalu


kutaup kedua belah pipinya dan aku dongakkan
muka Kak Limah. Air matanya berlinangan. Aku
mengusap air mata dibawah mata dengan kedua ibu
jariku. Kurenong wajahnya sambil tersenyum. Kak
Limah mula mengukir senyuman di kedua ulas
bibirnya. "Kalau ikut ati, Joe nyonyot bibir ni," kataku
sambil jari telunjukku menyentuh bibir Kak Limah.
"Eeeeemmmmm. Tak malu." Rengek Kak Limah
dengan manja.

Badanku seakan menggeletar, batangku seakan


berdenyut-denyut didalam seluar jeans yang aku
pakai. Geram betul aku waktu tu sambil tanganku
mengusap-usap belakangnya. Setelah puas pujuk,
Kak Limah kulihat mengalah. "Dah laa tuu, kalau
nampak Li, haaahhh, baru padan buka kite." Kataku
sambil merenggangkan tubuhku dari tubuh Kak
Limah. "Joe yang padan muka, bukan akak." Kata
Kak Limah dengan manja. "Napa pulak?" tanyaku.
"Yaa laaa, Joe yang peluk akak" balasnya lagi. "Tak
sengaja!!" kataku sambil tersenyum.

"Joe nak kopi?" tanya Kak Limah. "Terima kaseh


kalau sudi buatkan." jawabkku. "Satu lagi kak",
kataku. "Apa dia?" tanya Kak Limah. Aku merapati
Kak Limah. Badanku hampir menyentuh badannya
sambil mataku merenung tajam matanya. Kak Limah
mendongak dengan matanya tajam membalas
renunganku. "Senyum ntuk Joe sikit." kataku lembut.
"Alaaa Joe niii" rengek Kak Limah dengan manja
sambil mencubit perutku. "Addduhhh sakit laaa kak"
keluhku manja. "Padan muka, jahat sangat" kata Kak
Limah dengan manja.

Aku asyik menaip tugasan yang banyak tanpa


menghiraukan cuaca hujan diluar bertambah lebat.
Sup ekor yang disediakan oleh Kak Limah tadi
membuatkan aku tidak merasa sejuk, malahan aku
hanya berkain pelikat tanpa baju. Sup yang
disediakan Kak Limah memang power. Batang aku
lagi tadi tidak mahu tidur, mungkin ingin
menemankan aku membuat tugasan.

"Joe belum habis lagi?" tanya Kak Limah sambil


tangan kirinya memegang bahu kananku. "Sikit lagi
ni kak" jawabku sambil memusingkan badaanku.
Alangkah terperanjatnya aku bila melihat Kak Limah
dihadapanku. Kak Limah memakai gaun tidur yang
jarang berwarna kuning muda. Jelas kelihatan coli
dan seluar dalamnya berwarna hitam. Batangku serta
merta mengeras. "Kaaak! Seksinya" terpacul kata
dari mulutku. "Joe suka kee?" tanya Kak Limah
dengan nada menggoda. "Suk, suk, suka kaaak!!"
jawabku terketar-ketar.

Hujan diluar mangkin lebat. Kak Limah terus duduk


dimeja mengadapku dengan wajah yang
mengghairahkan, kakinya diletakkan diatas kerusi
disebelah luar pehaku. Sambil membongkok Kak
Limah memaut leherku. "Jangan kaaak!" Kataku
dalam keadaan terketar-ketar. Kak Limah tak peduli
rayuanku. Dia terus saja mengucup bibirku dengan
rakus. Dijulurkan lidahnya dalam mulutku. Aku
akhirnya mendiamkan saja kerana terasa
kenikmatannya.

Aku mula hilang pertimbangan, aku balas kucupan


Kak Limah. Kami bertukar-tukar air liur. Sambil
berkucup, Kak Limah menggigit lembut bibirku.
Tanganku memeluk erat tubuh kecil Kak Limah. Dia
maseh ramping lagi, bagaikan anak dara.
"Eeemmmhhh seedappp." Keluh Kak Limah sebaik
saja melepaskan bibirku. Dia tersenyum dan
merenung tajam kepadaku. Aku membalas
renungannya sambil tangan kananku mengusap-
usap manja pipi kirinya. "Joeeee!" rengek manja Kak
Limah. "Eemmm!" Balasku. "Kat bilik akak yok."
Pintanya. "Nanti Ali balik, susah kita." Kataku
keberatan. Walaupun dalam hatiku ketika itu, mahu
saja aku melapah tubuh Kak Limah yang comel lagi
gebu tu. "Ali tak balik malam nie." Jawab Kak Limah
manja.

Tanpa membuang masa, aku dukung Kak Limah


menuju kebiliknya. Dengan kakinya melingkari
pinggangku, aku mengampu bontotnya yang lentik
dan maseh pejal itu dan membawanya kebilik. Sambil
berjalan, mulut kami bertaup dengan penuh ghairah.
Didalam bilik Kak Limah yang hanya diterangi lampu
tidur berwarna biru dan kelihatan suasana yang
sungguh romantis itu kami maseh berkucupan. Kak
Limah memaut erat leherku. Seolah-olah tidak mahu
melepaskan mulutku. Kami bergomol dalam keadaan
Kak Limah maseh dalam dokonganku. Erangan dan
rengekkan yang kedengaran membuktikan gelora
nafsu kami berada dalam keadaan cukup
memberahikan. Sambil bergomol, aku meramas-
ramas bontot Kak Limah dengan perasaan geram.

Walaupun ini bukan kali pertama aku mengerjakan


perempuan, tapi perempuan yang bergelar janda,
Kak Limahlah orang pertama yang bakal kulapah.
Batangku yang panjang 7 �" dan berdiameter 2 �"
sebentar lagi akan berkubang didalam indah Kak
Limah yang memang telah lama kegersangan.

Setelah puas berkuluman dan ramas-meramas


bontotnya, aku dudukan Kak Limah diatas katil 'King
Size'nya dan terus melucutkan baju tidur Kak Limah.
Kini tubuhnya hanya ditutupi dengan bra dan coli
sahaja. Aku tak dapat gambarkan betapa cantik
tubuhnya yang berkulit putih melepak itu. Ketiaknya
yang ditumbuh bulu halus dan sederhana lebat
menambahkan lagi ransangan nafsuku. Aku memang
meminati perempuan yang tidak mencukur bulu
ketiak. Aku terus menghisap telinga dan seluruh
tubuhnya. "Aaaahhhhhhhggggghhhhhh!!!" dia
merengek manja. Aku melucutkan kain pelikatku.

"Wow! Panjangnya!!! Besarnya Joe!!!" Katanya. "Tak


der lah Kak, mungkin arwah ayah Ali lagi panjang
kut?" Bisikku ditelinganya. "Taaak! Joenya lagi besar
laa" lalu dia terus mengapai batang aku dan
memasukan kemulutnya. Aduhhhhhh!!! Sedapnya
bila mulutnya yang kecil tu bagaikan mengemut
habis batang aku yang sebesar 2 �" besar lilitannya
itu. Aku hayunkan sehabis yang aku mahu batang
aku tu ke dalam mulutnya. Sampai dapat aku rasa
kepala batang aku kekadang terlepas dari anak tekak
Kak Limah. Setelah agak lama Kak Limah
mennyonyot dan mengulum batangku, keghairahan
nafsuku sudah tidak boleh dibendung lagi. Lalu
kutarik batangku dari mulut Kak Limah.
Tak sabar rasanya nak kujamah daging mentah yang
terhidang. Kemudian tanganku meraba belakang Kak
Limah mencari hook colinya. Dia melentikkan sedikit
badannya agar memudahkan aku untuk
membukanya. Wooww! Degupan jantung aku
bertambah laju bila melihat tetek Kak Limah sebaik
saja colinya terlerai dari badan. Kulihat putingnya
berwarna coklat kemerahan dan sudah menegak.

Aku baringkan Kak Limah lalu aku uli secukupnya


kedua buah dadanya yang kenyal dan montok itu.
Dengan rakus aku hisap buah dadanya. Mula-mula
sebelah kiri dengan yang sebelah lagi kuuli seperti
mamak uli tepung roti canai. Dah puas aku hisap
yang sebelah kiri, aku pindah pula ke sebelah kanan.
Kak Limah masa tu memang dah stim habis. Dia
merintih dan menggeliat antara geli dan nikmat.
"Mmmm mmm!!" erangnya perlahan.

Aku terus memainkan kedua puting buah dadanya


dengan hujung jemariku. Kak Limah menggeliat lagi.
"Mmmm sedappp." Kak Limah semakin mendesah
tak karuan bila aku meramas ramas buah dadanya
dengan lembut. "Aawww nnggggggg!!" Kak Limah
mengerang dan kedua tangannya memegang kain
cadar dengan kuat. Aku semakin menggila, tak puas
kuramas lalu mulutku mulai menjilati kedua buah
dadanya secara berganti-ganti. Seluruh permukaan
buah dadanya basah. Kugigit-gigit puting buah
dadanya sambil meramas-ramas kedua-dua gunung
kepunyaan Kak Limah.

"Ooohhh oouwww" erangnya. Aku tak peduli, Kak


Limah menjerit kecil sambil menggeliat ke kiri dan
kanan, sesekali kedua jemari tangannya memegang
dan meramas rambutku. Kedua tanganku tetap
meramas buah dada Kak Limah sambil
menghisapnya. Didalam mulut, puting buah dadanya
kupilin-pilin dengan lidahku sambil terus menghisap.
Kak Limah hanya mampu mendesis, mengerang, dan
beberapa kali menjerit perlahan ketika gigiku
menggigit lembut putingnya. Beberapa tempat di
kedua bulatan buah dadanya nampak berwarna
kemerahan bekas hisapan dan garis garis kecil
bekas gigitanku.

Setelah cukup puas, bibir dan lidahku kini merayap


turun ke bawah. Kutinggalkan kedua belah buah
dadanya yang basah dan penuh dengan lukisan
bekas gigitanku dan hisapanku, terlalu jelas dengan
warna kulitnya yang putih. Ketika lidahku bermain
diatas pusatnya, Kak Limah mulai mengerang-erang
kecil keenakan, bau tubuhnya yang harum
bercampur dengan peluh menambah nafsuku yang
semakin memuncak. Kukucup dan kubasahi seluruh
perutnya yang putih melepak itu dengan air liurku.
Aku undur kebawah lagi. Dengan cepat lidah dan
bibirku yang tak pernah lepas dari kulit tubuhnya itu
telah berada dipantatnya yang indah mempersona.

Sebelum aku masuk kekawasan larangannya, aku


pusingkan Kak Limah kebelakang. Aku tarik sikit
underwearnya kebawah. Kak Limah yang memang
dah tenggelam di lautan asmara, semakin suka
dengan cara aku. Aku jilat sampai ke lutut sebelum
aku pusingkan dia semula. Bila aku dah pusingkan
dia, kulihat underwearnya sudah lencun. Aku
perasan dari tadi lagi tapi bila aku tengok kali ni
memang basah sungguh. Kak Limah memang dah
sampai masa untuk mencari kepuasan yang optima
tapi aku belum nak lagi. Macam biasa, perlahan lahan
aku jilat dari lutut nya naik ke pangkal peha.

Sampai je ke tempat yang masih berbalut tu aku


berhenti. Kak Limah seakan faham yang aku suruh
dia lucutkan seluar dalamnya. Dia pun
melorotkannya kebawah. Aku sambung balik kerja
aku dan kali ini dikawasan taman larangannya yang
berbulu lebat itu. Memang basah tempat tu. Tak
pernah aku tengok tempat tu begitu punya banjir.
Tapi aku tengok dia nih memang jenis banyak air.
Fuhh!! Sedapnya, tak terkata. "Buka sayang!"
pintaku. "Ooohhh" Kak Limah hanya merintih
perlahan bila aku membuka kelangkangnya.
Kelihatannya dia sudah lemas, tapi aku tau dia belum
orgasme walaupun sudah terangsang.

Aku memperbetulkan posisi kepalaku diatas


kelangkang Kak Limah. Kak Limah membuka kedua
belah pehanya lebar-lebar. Wajahnya yang manis
kelihatan kusut dan rambutnya tampak tak terurus.
Kedua matanya tetap terpejam rapat namum bibirnya
kelihatan basah merekah, indah sekali. Aku lihat
pantatnya sudah berlecak. Bau aroma air yang terbit
dari celah lubang indah Kak Limah menambahkan
lagi shahwat aku. Aku sedut puas-puas airnya sambil
menjilat-jilat bijinya, hinggakan aku rasa dia betul
betul stim abis.

"Joeee lagiii sedapnyaaaa!!!" begitulah bunyi


rengetannya sambil terus memaut kepala aku dan
ditekan rapat kepantatnya. Beberapa minit selepas tu
aku lihat Kak Limah dah mula kejang. Dia dah
sampailah tu. "Joee!! Uhhhhh!!! Arghhhh
sedapnyaaa Joee!!!"

Aku dapat rasa air mani Kak Limah keluar dengan


banyaknya. Urghh masin payau rasa airnya tu. Habis
basah mulut dan hidung aku terkena air mani Kak
Limah. Aku pun bangun dari seliputan ketundun Kak
Limah. Dia membantu aku mengesat bekas air
maninya dimisai aku dengan menjilat-jilat bagaikan
kucing menjilat sesuatu.

"Joeee masukkan! Akak tak tahan lagi, mainkanlah


cepattttt!!!!" keluh Kak Limah sambil mengapai
batang aku utk kearah lubang pantatnya. Aku tidak
membuang masa lagi, terus saja memasukan batang
aku yang telah benar keras tu kedalam indah mama
sambil dibantu oleh Kak Limah.

"Ohhhhh sedapnye kaaakk" keluh aku pabila batang


aku dah telus kedalam dasar indah Kak Limah,
sambil itu aku saja diamkan dulu btg aku didasar
indah Kak Limah. Terasa panas batang aku bila
direndamkan didalam ruang yg dah berlecak tu.
Tangan aku pula memainkan peranan didua tetek
Kak Limah. "Arghhhhhh ermmm erm sedapnye
yangggg!!!" Kak Limah terus mengeluh kesedapan.
Kini aku mulakan hayunan atas kebawah mula-mula
slow motion dan laju semangkin laju dengan buaian
suara Kak Limah yang merintih kesedapan "arghhh
arghhh sedappppp lagi Joeee akak sedappp!!!
Lajuuu lajuuuuu yanggg akak dah nak sampaiiiiii"
sekali lagi kejang tubuh Kak Limah dan btg aku rasa
bagaikan nak putus dikemutnya.

Seketika kemudian, aku terasa air maniku hendak


terpancut. Aku terus menyorong tarik dengan laju.
Bila air maniku terpancut, aku membenamkan pelirku
rapat ke dalam lubang burit Kak Limah.
"Hhahhhhhhhh sedapnya akak, sedapnyaaaaaaaaaa'
kataku. Kak Limah memelukku dengan erat.
'Hhuuuuhhhh wwwaaaaa sedapnyaaaaa Joe.
Sedapnya akak dah ssampai ni, wwwwuuuuuh
sedapnya, kata Kak Limah. Aku terasa pelirku hangat
dan bau air mani menusuk ke lubang hidungku. Aku
terdampar lesu di atas tubuh Kak Limah yang juga
aku nampak seolah-olah pengsan. Matanya pejam
rapat, nafasnya aku rasa keluar masuk dengan cepat
sekali.
Selepas 15 minit, barulah kami dapat bersuara. "Joe,
sedapnya akak dapat main dengan Joe. Dah lama
akak tak main macam ni, tau, sedapnya tak boleh nak
dibayangkan. Besar, akak puas. Nanti lain kali akak
nak lagi" kata Kak Limah. Aku hanya senyum sambil
terus memeluknya dengan erat. Kak Non membalas
pelukkanku dan pipiku dicium bertubi tubi. "I love
you." Bisek Kak Limah ditelingaku. "I love you too!!"
Balasku sambil mengucup keningnya dengan
lembut. Akhirnya kami tidur keletihan.

Posted at 10:39 pm by khairulanwar


Comments (91) Permalink

Seri

Perkenalan aku dengan seorang gadis yang bernama


Seri bermula di
dalam dunia internet. Sejak itu aku dan Seri sentiasa
berSMS. Kami
tidak pernah berjumpa kerana dia di utara dan aku
pula di
Kuala Lumpur. Selain dari bertanya khabar, aku
sering mengusik Seri
dengan mesej-mesej berbaur sex. Kadangkala, aku
sering beronani
sambil membaca SMS yang dihantarnya. Mungkin
juga kami sama-sama ber-
SMSex. Kata Seri dia juga beronani ketika membaca
SMS dariku.

Aku yang nakal ni sering mengajak Seri untuk datang


ke Kuala Lumpur
agar aku dapat menikmati tubuhnya. Tapi Seri selalu
memberi alasan
mengatakan dia tidak mahu terjebak dengan dunia
sex yang sebenarnya.
Kerana sering mendapat alasan yang sama aku
terasa seperti tercabar.
Gadis-gadis yang jenis hard to get memang menjadi
kesukaanku.

Jadi, aku memulakan langkahku untuk menggoda


Seri agar dia datang ke
Kuala Lumpur juga. Setiap malam, aku mengajaknya
beronani dengan
cara SMS - aku describe apa yang kulakukan
padanya. Hampir sebulan
aku 'menggodanya' begitu, dan entah berapa ratus
ringgit bil telefon
bimbitku kuhabiskan untuk Seri hanya menggunakan
SMS, tiba-tiba Seri
menghantar mesej kepadaku mengatakan dia akan
datang ke Kuala Lumpu
dalam tempoh seminggu kerana dia sudah tidak
tahan menggosok dan
membelai badannya sendiri. Bayangkan betapa
seronoknya aku waktu
itu.

Aku memohon cuti 2 hari dari majikanku dan aku


aturkan segala
persiapan untuk Seri. Sebiji pil peransang sex pun
aku beli dari
salah seorang best friendku. Aku tak mahu
pelaburanku tidak memberi
pulangan. Tiba hari yang dijanjikan, aku awal-awal
lagi telah check
in di Hotel berhampiran Bukit Bintang. Tak perlulah
aku sebut hotel
yang mana satu.

Aku setupkan VCD player sekali dengan VCD porno


yang aku bawa dan
aku menyusun bilik dengan beberapa batang lilin
aromaterapi yang
khusus untuk meningkatkan ghairah sex. Awal-awal
lagi aku memberikan
information pada Seri, di mana lokasi hotel dan
nombor bilik yang
aku tempah khas untuk sessi ini.

Hampir jam 2 petang aku mendengar loceng bilikku


dibunyikan. Cepat-
cepat aku kemaskan diriku dan terus membuka
pintu. Rupa paras Seri
tidaklah menghampakan, actually it's not my concern
anyway.

"Sarah?" tegur Seri.


Aku mengangguk sambil tersenyum. Dalam sesaat
dari atas sampai bawah
fizikal Seri aku perhatikan. Seri berambut lurus
berpotongan pendek.
Tingginya lebih kurang 165cm (aku lebih tinggi),
teteknya 32B. Susah
nak estimate ukuran pinggang dan punggungnya
sebab dia pakai skirt
dari jenis kain jeans separas lutut.

Tanpa disuruh Seri melangkah masuk dengan beg


pakaiannya. "Finally,
kita berjumpa juga ya" Kata Seri. Ayat tu sepatutnya
aku yang
ucapkan.

Hampir setengah jam kemudian, setelah Seri mandi


sambil aku
mengambil kesempatan menyalakan lilin (di siang
hari; dalam hotel
kan boleh digelapkan cahayanya) kami sama-sama
berbual di atas
katil. Seri agak malu-malu denganku walaupun
pakaian yang dipakainya
agak daring. Dari segi perlakuannya, aku hampir
percaya yang Seri
seorang virgin tapi dari segi pakaiannya, tidak.

"Bogel jer la" kataku menguji Seri. Sengaja! Kerana


Seri dalam SMS
nya sering saja 'berani' mencabar dan berkata itu
dan ini padaku.

Muka Seri merah padam. Aku tak tunggu lama terus


saja aku rebahkan
Seri dan aku menindih Seri. Seri diam sahaja. Aku
raba seluruh tubuh
Seri yang bersalut seluar pendek dan singlet sutera
(nice choice)
sambil lidahku menjilat bahagian lehernya.

Jari-jari kananku meramas tetek kanan Seri, yang kiri


pula menjalar
dari perut ke peha hingga ke lututnya. Seri tidak
menolak apabila
aku menolak bajunya ke atas. Aku perhatikan sesaat
struktur tetek
Seri yang putingnya berwarna coklat muda sebelum
aku benamkan
mulutku ke puting Seri. Seri masih diam tidak
berkata apa, cuma deru
nafasnya saja yang makin laju.
"You want this right?" kataku setelah beberapa lama
menyonyot dan
menjilat puting Seri. Aku tahu soalan aku tu agak
bodoh tapi
melihatkan reaksi Seri yang diam sahaja aku jadi
cuak jugak. Mungkin
Seri sekadar ingin berjumpa denganku bukan 'main'
dengan aku.

Seri mengangguk. Happy aku! Aku teruskan menjilat


teteknya. Dari
kanan, ke kiri, kemudian ke kanan kembali. Sengaja
aku posisikan
kepala lutut kananku di celah kangkang Seri. Aku
tahu Seri dah stim
lalu aku tekan kepala lututku ke arah cipap Seri.
"Ahhh" Bunyi
pertama yang keluar dari mulut Seri.

Lepas tu, Seri berubah menjadi agak rakus,


punggungnya ditolak-tolak
ke arah lututku. Kangkangnya makin lebar. Seri
menolak tangan kiriku
ke arah cipapnya dan aku apa lagi, pucuk dicita ulam
mendatang,
bukan setakat itu yang aku lakukan, seluar pendek
Seri terus aku
tolak sampai ke hujung kaki. Cipapnya masih cantik
bertaut. Dengan
menggunakan lututku sebagai penampung berat
badanku, mulutku kembali
mengerjakan tetek Seri sambil jari telunjukku
menggaris-garis di
alur cipap Seri. Memang basah! Aku sendiri pun tak
kurang basahnya
tapi aku kan Pro, mestilah bersabar.

Bila Seri mula mengayak punggungnya aku tahu Seri


sudah bersedia
untuk menerima jilatanku. Aku meniarap di celah
kangkangan Seri.
Mukaku hanya beberapa inci dari cipap Seri yang
sudah mengembang.
Cantik betul pemandangan puki stim. Aku kuak bibir
cipap Seri, dan
kelentitnya aku sambar dengan lidahku. Terangkat
punggung Seri.
Rasakan Seri!

Aku nak jolok cipap Seri ni dengan jari telunjuk aku


dan aku kuakkan
bibir cipap Seri seluas-luasnya. Mungkin betul kata
Seri yang dia
masih virgin. Lubang Seri kecil betul. Aku berbelah
bahagi sebab aku
pernah kata pada Seri yang aku takkan rosakkan
virgin dia. Lalu aku
kembali menjilat kelentit Seri sehingga ke lubang
cipapnya. Di
lubang cipapnya lidah aku menjolok-jolok. Seri
seperti orang
kepedasan. "Sssss.. Dalam. Ssss.. Sikit" katanya di
antara dengusan-
dengusan nikmatnya. Lidahku kembali menjilat
kelentitnya, jari
telunjuk aku gunakan untuk mengusik-usik lubang
cipap Seri.

Satu pertiga jariku aku masukkan ke dalam lubang


Seri, ketat
sungguh. Mula-mula aku putarkan jari aku dalam
cipap Seri. Seri
sekarang sudah meracau-racau. Entah apa yang dia
kata, aku pun tak
tahu. Dari satu ruas jari, aku tekan lagi sikit jari aku
masuk dalam
cipap Seri. Mengemut-emut cipap dia. Dan waktu tu,
aku dah tak heran
lagi dengan janji yang aku buat dengan Seri.
Dengusannya makin kuat
dan aku memanjat kembali tubuhnya. Puting
kanannya aku nyonyot
kembali. Jari telunjuk kiriku aku benam dalam-dalam
sementara ibu
jariku aku gesel-geselkan di biji kelentitnya. Aku
menjolok cipap
Seri dengan jariku.

Kepala Seri, sekejap menggeleng ke kiri, sekejap ke


kanan.
Bunyi "Ah! Uh! Wu!" dan macam-macam lagi yang
dikeluarkan Seri.
Terus terang aku katakan, aku memang horny yang
amat saat itu.
Namun, Seri masih pasif. Tidak seperti partner sexku
(perempuan)
yang lain yang sudah tahu apa yang perlu dibuat
saat aku puaskan
mereka.

"Lagi Sarah! Deeper!" Seri tiba-tiba menjerit.


Punggongnya kini
terangkat-rangkat melawan arah kocokan jariku. Aku
geram betul
melihat keadaan itu, aku tarik jariku dari dalam cipap
Seri.

Saat aku tarik jariku dari cipap Seri, aku lihat jariku
berlumuran
lendir dan sedikit darah. Aku tak sangka pula
virginity Seri boleh
terobek dengan hanya menggunakan jari aku. Aku
tak hiraukan.
Biarlah. Seri sendiri pun tidak melarang. Aku kembali
menyerang
cipap Seri dengan jariku. Kali ini, aku masukkan jari
telunjuk dan
jari tengahku ke dalam cipap Seri. Walaupun susah
aku tekan juga.
Aku lihat wajah Seri sedikit berkerut.

Aku diamkan jari-jariku di dalam cipap Seri. Mulutku


menyonyot lagi
puting tetek Seri sambil ibu jari aku tekan-tekankan
pada biji
kelentit Seri yang dah sah kembang. Bila reaksi
wajah Seri sudah
tidak berkerut, dan dinding cipap Seri sudah mula
mengemut-emut
kembali jari-jariku. Aku kocok kembali cipap Seri.
Lebih laju dan
lebih dalam daripada yang sebelum tadi.

Kali ini Seri sudah tidak 'malu' mengeluarkan


suaranya. Desahan Seri
makin kuat. Kadang-kadang Seri menjerit kesedapan.
Risau jugak aku
kalau-kalau penghuni bilik sebelah boleh mendengar
jeritan nafsu
Seri.

"Deeper! Deeper! Sarah"

Dengan posisi aku, yang separuh membongkok itu,


aku tahu aku tidak
dapat memenuhi permintaan Seri. Lenguh! Langsung
aku bangun dan
duduk di celah kangkangan Seri. Tangannya aku
tarik dan aku letakkan
di atas kedua-dua teteknya. Tanganku memaksa Seri
meramas dan
memintil sendiri kedua-dua bukit nikmat tersebut.

Bila Seri sudah mula mengerjakan teteknya, aku


jolok kembali jari-
jari kiriku ke dalam cipap Seri. Jari yang sebelah
kanan memintil,
menarik, menggosok dan menekan biji kelentitnya.
Saat itu, Seri
seperti diserang histeria. Kalau aku ni lelaki dan lama
aku
sorongkan saja pedang sakti dalam cipap Seri. Nak
aja aku rodok dan
henjut kuat-kuat. (Kalau aku ada konek la. Heheheh)

Kocokanku makin laju. Aku rasa sendi-sendi di


bahuku macam nak
tercabut kerana lenguh. Jari-jariku di dalam cipap
Seri pula dah
naik kebas dikemut dinding cipap Seri tapi aku tetap
terus mengocok
Seri. Aku tahu, tak lama lagi Seri pasti akan orgasme.
Kuat betul
penangan kemut bekas anak dara ni!

Dugaan aku tepat. Tak sampai seminit, Seri


mengejang dan terketar-
ketar. Tak pernah aku tengok perempuan climax
sedasyat itu. Jepitan
dinding cipap Seri memang kuat terasa di jari aku.
Perlahan-lahan
aku menarik keluar jemariku dari dalam cipap Seri.
Aku tunduk dan
jilat biji kelentit Seri yang kembang macam biji
kacang soya. Aku
jilat perlahan-lahan dan aku sedut lembut. Terangkat
badan
Seri. "Ah! Sarah! Sedap!" Badannya masih terketar-
ketar.

Aku sedut pula lubang Seri yang mengalirkan cecair


nikmat kepuasan
sebentar tadi. Cecair itu aku kumpulkan lalu
perlahan-lahan bibirku
menyusur merayap ke atas badan Seri. Bibir Seri aku
kucup perlahan.
Kemudian, aku alirkan cecair kepuasan kepadanya.
Biar dia rasa
sendiri air gatalnya.

"How is the taste?" bisikku pada Seri.

Seri tersenyum. "Sedap!"

"Puas?"tanyaku

"Better than SMS" jawap Seri dan kami ketawa.


Segala perancanganku tidak kulaksanakan. VCD
porno yang aku jangka
akan aku gunakan untuk menaikkan ghairah Seri
tidak terpasang. Pil
peransang yang aku bawa pun aku tak gunakan. Tapi
masih banyak
lagi 'peralatan' yang aku bawa bersama untuk Seri.
Masa masih
panjang.
*By the way, pinggang Seri ukurannya 26 dan
punggungnya 38.

Kami tertidur sehingga hampir jam 6 petang. Aku


tahu Seri kepenatan.
Travelling dari utara ke KL bukanlah sekejap. Hampir
6 jam di dalam
Bas Express, siapa-siapa pun pasti keletihan.
Setelah kali pertama
aku menikmati tubuh Seri, kami berbual-bual
seketika.

Aku masih belum puas menikmati Seri lalu sekali lagi


aku menggumuli
tubuhnya sehingga dia sekali lagi terketar-ketar
mencapai orgasme
lalu tertidur. Aku sendiri yang kelenguhan mengocok
Seri turut
tertidur. Aku? Aku masih belum orgasme dari tadi.
Walaupun
menyeksakan tapi aku tidak mahu memberi shock
pada Seri. Ini kali
pertama Seri berhadapan dengan Sex. Yang lebih
menarik, sex yang
sesetengah orang anggap taboo atau abnormal -
lesbian. Aku yakin
Seri akan memuaskan aku nanti.

Tapi sementara itu, aku perlu melakukan sesuatu


untuk diriku
sendiri. Aku berjalan ke arah almari pasang siap bilik
hotel itu.
Aku capai beg pakaianku dan aku keluarkan vibrator
dan dildo yang
sudah lama dalam simpananku. Bagaimana aku
mendapatkannya, akan aku
ceritakan di lain hari. Aku pasang sistem audio yang
tersedia dalam
bilik tersebut dan kemudian aku 'on'kan VCD player.
Sekejap saja, di
kaca TV sudah terpampang aktres-aktres porno yang
maha seksi.
Serta merta putingku mengeras dan segera aku
lucutkan pakaian yang
masih tersalut dibadanku (aku masih berpakaian
tatkala menggumuli
Seri). Lalu aku gentel sendiri putingku sementara
vibrator yang
sudah ku 'on'kan aku letak di celah bibir cipapku.
Getarannya
memberi rangsangan pada kelentitku yang memang
teramat sensitif
waktu itu. Aku tahu I'm racing towards an orgasme
kerana aku
sememangnya sudah tidak tahan dengan
keghairahanku. Seri disebelahku
yang telanjang bogel semakin menambah
keghairahanku. Aku
menghidupkan vibrator yang lagi satu. Dengan
mengocok sendiri
vibrator di belahan cipapku, aku buat perkara yang
sama pada cipap
Seri.

Makin lama, Seri makin mengangkang. Mulutnya


ternganga sambil
mendesah. Perlahan-lahan aku masukkan hujung
vibrator sebesar marker
pen dan sepanjang 3 inci lebih itu ke dalam
cipapnya. Saat itu
matanya terbuka dan Seri memandangku.

"Naughty" hanya sepatah yang mampu


diucapkannya. Itupun dengan sukar
dia melafazkannya. Aku hanya tersenyum.

"Well, first lesson for you Seri" kataku padanya. Aku


merangkak naik
ke atasnya dalam posisi 69. Aku serahkan vibratorku
kepadanya "Do
me!" kataku dengan nada agak keras. Aku tidak
berniat untuk
memaksanya tetapi aku sememangnya sudah tak
tahan untuk mencapai
orgasmeku sendiri.

Sementara menantikan Seri memulakan langkah, aku


terus menyorong
lebih dalam vibrator yang masih bergetar di cipap
Seri. Seri
mengerang, aku tidak tahu sama ada Seri sakit
ataupun Seri
kesedapan. Seperti kali pertama aku memuaskan
Seri dengan jari-
jariku, aku bermula dengan perlahan.
"Ah." Aku mengerang tiba-tiba apabila terasakan
kelentitku disentuh
dengan sesuatu yang lembut. Akhirnya, misiku
tercapai. Niat untuk
menjadikan Seri seorang 'pemberi kepuasan' selain
daripada hanya
seorang penerima sudah hampir tercapai. Seri
menjilat kelentitku
dengan rakus, bagaikan kucing kedahagaan. Nikmat
yang aku rasakan
membuatkan aku terleka untuk 'mengerjakan'
vibrator di dalam cipap
Seri sehinggalah Seri menggoyang-goyangkan
pantatnya untuk
mendapatkan sensasi daripada vibrator yang masih
bergetar di dalam
cipapnya.

Aku mendongak memandang TV, di skrin TV


terpampang aksi yang
menambah ghairahku. Terasa puting tetekku
bergetar tatkala memandang
aktres-aktres sexy yang juga sedang ghairah menjilat
cipap masing-
masing dengan cara 69. Dari posisi aku dan Seri
hanya aku seorang
yang boleh menonton TV lalu aku arahkan Seri untuk
beranjak dari
kedudukan asal agar kedua-duanya sekali dapat
menonton VCD porno
yang aku pasang tadi.

Penangan rangsangan fizikal sambil menonton


porno memang sudah
kuduga kesannya ke atas Seri. Seri semakin liar
mengocok vibrator di
dalam cipapku dan tak kalah juga menggoyangkan
pantatnya.

"Harder Seri. I'm gonna cum soon" kataku memberi


perangsang kepada
Seri.

"Ah. Ah. Ah. Sedap Sarah. Don't stop. Don't stop."


Seri melenguh tak
henti-henti.

"I'm cumming" jeritku tatkala aku merasa kekejangan


bermula dari
hujung jari kakiku. Badanku bergetar dan tersentak-
sentak menerima
gelora orgasmeku. Beberapa saat apabila gelombang
orgasmeku reda,
aku bangun dari atas tubuh Seri.

"Seri, tunggeng!" Arahku. Ada banyak lagi perkara


yang akan aku ajar
Seri, si amatur ini.

Seri tidak membantah, segera menunggeng padaku.


Aku memusingkan
badannya agar dia menghadap terus ke arah
televisyen. Aku mengambil
posisi di belakang pantat Seri. Segera aku
membongkok dan menyedut
kelentit Seri yang sudah tersembul membengkak,
dibasahi cairan
nikmatnya. Seri kembali mendesah.

Hampir 5 minit aku mengulum, menjilat, menyedut


dan entah apa-apa
lagi yang aku lakukan pada cipap Seri, aku
mengambil semula vibrator
lalu memasukkannya ke dalam cipap Seri. Seri pula
sudah bijak
memainkan peranannya, badannya bergoyang maju
dan mundur untuk
menambah sensasi rangsangan yang aku lakukan ke
atas cipapnya.
Punggungnya yang bulat membuatkan aku geram
lalu aku menepuk
punggungnya sambil mendorong vibrator yang aku
gunakan pada cipap
Seri.

Timbul pula niatku untuk merangsang lubang anus


Seri tatkala
mengerjakan cipap Seri. Aku meludah ke atas
punggung Seri. Ludahku
dengan segera mengalir di celah rekahan punggung
Seri yang bulat dan
padat itu. Aku kulum jari telunjukku sehingga basah
dan perlahan-
lahan mula menolak jariku masuk di lubang anus
Seri. Seri yang masih
mengeluh, mendengus sudah mula meracau-racau.
Aku tahu sekejap lagi
orgasmelah dia.

Aku gerakkan jariku di dalam anus Seri. Ternyata apa


yang kulakukan
membuatkan Seri semakin gila menerima nikmatnya.
"Sarah, terus Sarah. Make me cum." Seri berkata
berulang-ulang kali.

Dan tak lama selepas itu badan Seri terketar-ketar


menandakan dia
sudah climax.

"Thank you Sarah. You make me feel so good." kata


Seri. Matanya
terpejam. Dadanya masih berombak. Puting teteknya
tetap tegang.

Aku baring di sisinya. Kepalaku kutopangkan pada


tangan kanan. Aku
menunduk sedikit lalu mengucup lembut bibir Seri.

"Puas?" tanyaku. Seri mengangguk "Sangat"


katanya

"Sakit?" tanyaku lagi.

"Sikit je tapi sedap. Sarah puas?"

"Puas tapi..." ayatku tergantung

"Tapi apa?"

"You must learn more to satisfy me."

Seri ketawa kecil lalu menarik putingku.

"Tak sangka sex itu nikmat sekali." Seri memulakan


bicara selepas
beberapa minit kami mengatur nafas.

Aku diam saja sambil mengelus rambut Seri.

"Aku boleh jadi ketagihan. Ada yang lebih hebat dari


yang kita
lakukan tadi?" tanya Seri.

Aku mengangguk. Tiba-tiba aku teringat pada


seorang partner sexku
yang bernama Sham. Otakku ligat mengaturkan plan
untuk Seri selepas
ini. Peluangnya tiba apabila Seri mengatakan yang
dia hendak mandi.

Segera aku mencapai telefon bimbitku dan


menghantar SMS pada Sham
agar dia datang segera ke hotel tempat aku
menginap. Aku pasti Sham
mesti tiba tepat pada masanya. Aku arahkan Sham
menunggu di depan
pintu bilikku seberapa segera yang mungkin dan
menyuruhnya miscall
padaku setibanya dia di depan bilikku.

Dari dalam bilik mandi Seri menyanyi-nyanyi. Happy


benar gayanya.
Mungkin teramat puas dalam sejarah hidupnya. Aku
cepat-cepat mencari
peralatan yang aku perlukan untuk sessi surprise
untuk Seri nanti.
Terjumpa saja barang-barang yang aku perlukan aku
sembunyikan di
bawah bantal di atas katil.

Seketika kemudian Seri keluar dari bilik mandi


dengan hanya tuala
melilit tubuhnya. Aku segera mendapatkan Seri lalu
kepalanya kuraih
untuk memberikan frenchkiss.

Bibirnya kucium dan lidahku menari-nari di atas


bibirnya. Seri
membalas dengan menggosok-gosok lidahnya pada
hujung lidahku. Tuala
yang melilit tubuhnya kulepaskan dan Seri sekali lagi
berbogel di
depanku. Dengan keadaan masih berdiri, aku tunduk
dan menghisap
puting Seri sementara puting yang satu lagi aku
gentel.

Seri juga tak ketinggalan turut menggetel puting


tetekku. Nampaknya
belang Seri sudah kelihatan. Kalau beberapa jam
yang lalu Seri
seorang yang innocent dan inexperienced, setiap
gerak gerinya unsure
dan hesitant, sekarang ini Seri sudah tidak malu
untuk menyentuhku.
Sentuhannya tepat pada titik rangsanganku. Mungkin
segala
imaginasinya yang selama ini terpendam ingin
dipraktikkannya. Benda
sedap babe! Siapa pun pasti mencuba kalau dah
dapat peluang. Kan?

Tanpa membuang masa aku mengarahkan Seri ke


katil hotel. Seri baring
sambil memandangku manakala aku terus mencapai
peralatan yang aku
sembunyikan di tepi katil. Aku senyum pada Seri. "I
have a surprise
for you." kataku lalu menunjukkan padanya sehelai
scarf sutera yang
aku sembunyikan tadi. Seri hanya tersenyum dengan
muka yang
bernafsu. Walaupun wajahnya ada sedikit rona
curious dan takut.

Aku biarkan saja Seri tanpa sebarang penjelasan.


Terus aku melilit
bahagian mata Seri dengan scarf sutera yang aku
pegang. Aku susun
bantal dan menolak lembut Seri agar dia bersandar
pada bantal-bantal
tersebut. "Don't make a move" pesanku.

Aku mula melilitkan tali yang ada bersama denganku


pada lampu sisi
katil yang dipasang di dinding bilik di kedua-dua sisi
katil. Tangan
kiri Seri aku ikatkan di penjuru kiri manakala yang
kanan aku
ikatkan pada tiang lampu yang berada di sebelah
kanan. Ikatannya
simple saja, kalau Seri dengan sedikit tenaga pun
mampu meleraikan
ikatan tersebut.

Telefon bimbitku yang aku letakkan di atas meja sisi


katil tiba-tiba
berkelip-kelip kemudian padam. Sham! Aku
tersenyum lalu segera
membuka pintu dengan kadar seberapa senyap yang
aku boleh. Jari
telunjukku ku letakkan di bibirku sebagai isyarat agar
Sham tidak
membuat sebarang bunyi. Sham hanya mengangguk
lalu aku menghadiahkan
french kiss kepadanya.

Tanpa sebarang suara, Sham kemudiannya mengikut


aku kembali ke
katil. Segera dia melucutkan pakaiannya satu persatu
kerana dia
sudah tahu apa tugasannya. Aku pula kembali
kepada tugasan aku iaitu
untuk mengikat kaki Seri pula. Kebetulan katil hotel
yang aku duduki
ini mempunyai kaki katil maka ia memudahkan lagi
kerjaku. Kaki Seri
kuikat dalam kedudukan dia terkangkang. Sama
seperti ikatanku pada
tangan Seri, di kaki juga ikatannya simple sahaja.
Sekali rentap
pasti terlerai.

Selesai mengikat Seri, aku mengunjukkan pada


Sham agar dia merapati
aku. Tongkat saktinya yang separa berdiri kuraih lalu
kujilat dan
kukulum mesra sementara jemariku menguis-nguis
cipap Seri. Sham
terpejam menahan nikmat blow jobku walaupun
nampak riak mukanya
sedikit seksa menahan suara nikmat yang aku tahu
tersekat di
kerongkongnya. Sebaliknya, Seri meracau tidak
keruan.

Sham memang sudah tahu apa yang perlu dilakukan


seterusnya. Sebaik
sahaja aku memberi isyarat bahawa Seri sudah sedia
(basah) aku
melepaskan tongkat sakti Sham, lalu Sham perlahan-
lahan menaiki
katil dan mengambil posisi di celah kangkang Seri.
Perlahan-lahan
dia menolak batangnya maju dan mundur di celah
cipap Seri. Aku tahu
Seri pasti kenikmatan yang amat apabila
diperlakukan begitu. Masakan
tidak; "Sedap Sarah. Lagi Sarah. Laju Sarah." dan
macam-macam lagi
yang disebutnya, berulang-ulang kali.

Aku tahu nikmat yang sebegitu hanya diperolehi


apabila dilakukan
oleh batang seorang lelaki, tidak bersama dildo
mahupun vibrator,
mungkin juga ciptaan fizikal lelaki dan wanita yang
menyebabkan
apabila dua alat kelamin bersentuh, menimbulkan
satu perasaan arus
elektrik yang nikmatnya hanya diketahui oleh mereka
yang pernah
melakukannya.

"Sarah, fuck me!" Seri terpekik tiba-tiba. Dadanya


bergelombang
menahan syahwat yang maha nikmat.

Sham memberi isyarat padaku apa langkah


seterusnya yang harus dia
lakukan. Mengikut perancanganku yang aku SMS
padanya, mengongkek
Seri tanpa pengetahuannya bukanlah rancanganku.
Aku mahu Seri rela
hati membiarkan cipapnya dikongkek batang lelaki.
Tetapi melihatkan
wajah Sham yang sudah kemerahan dan rengekan
Seri yang semakin
menjadi-jadi. Aku mengangguk pada Sham tanda
agar dia meneruskan
saja permintaan Seri. Aku berharap agar cipap Seri
yang telah aku
rodok dengan dildo dan vibrator tadi sudah bersedia
menerima batang
Sham yang sepanjang 6 1/2 inci dan berukur lilit 5
inci. Agak besar
walaupun tidaklah panjang sangat.

Dengan jelas aku melihat perlahan-lahan Sham


memasukkan kepada
batangnya ke dalam rongga kewanitaan Seri.
Serentak itu juga,
jarinya menggentel-gentel biji kelentit Seri. Buat
masa ini sama ada
Seri tahu atau tidak dia bakal dikongkek oleh
seorang lelaki, aku
tidak pasti. Yang aku tahu, Seri nampaknya semakin
bernafsu setiap
kali Sham menolak masuk lebih dalam batangnya ke
dalam cipap Seri.

Aku lihat Sham menarik nafasnya panjang-panjang


kemudian Sham
menghentak terus batangnya sehingga ke pangkal
saat itu Seri
menjerit kesakitan.

"Sakit Sarah! Pelan-pelan.. Sakit" katanya merintih.

Aku segera mendapatkan Seri dari sisi badan Seri


lalu kedua teteknya
aku gumuli dengan mulut dan jariku. Seketika
kemudian, rintihan
kesakitan Seri bertukar menjadi keluhan nikmat, aku
memberi isyarat
pada Sham agar dia meneruskan pelayarannya dan
aku sendiri tangan
kanan aku gunakan untuk menggentel puting Seri
manakala yang kiri
aku gentel kelentitku sendiri. Mana tahan babe!

Dalam 5-10 minit seterusnya (aku tak pasti, tak


tengok jam pun) Seri
climax. Badannya bergetar lebih hebat tak kurang
seminit badannya
bergetar. Mulutnya tak usah cakap, bising macam
murai. Sham mencabut
batangnya dari dalam cipap Seri dan aku cepat-cepat
menjilat lelehan
air nikmat Seri. Kemudian aku beri isyarat bisu pada
Sham agar
mengongkek aku doggy style. Sebelum itu, aku
memberi isyarat pada
Sham agar membuka ikatan mata Seri.

Sebaik sahaja Sham mula mengongkek aku, aku


mendongak memandang
Seri. Seri masih memejamkan matanya dengan
senyuman di bibir. Belum
sedar dia dengan situasi yang sebenarnya.

"Sham harder Sham. Fuck me hard!" Sengaja aku


berkata-kata begitu
sambil mendongak memandang wajah Seri.

Kelopak matanya segera terbuka tatkala aku selesai


mengatakan ayat
tersebut. Mukanya terus berubah panik dan dia
meronta-ronta namun
masih belum terlerai ikatannya. Aku membiarkannya
saja lalu aku
berpaling pada Sham. "Sham fuck Seri"

Sham akur sahaja. Aku bangun dari atas katil


memberi ruang pada
Sham. Sham kembali mengongkek Seri. Kali ini
puting Seri disedutnya
sambil batangnya mengepam cipap Seri. Aku pula
pantas mengambil
dildo di atas meja sisi lalu aku duduk di kerusi yang
ada di sudut
bilik lalu segera mengepam dildo tersebut ke dalam
cipap aku. Apa
yang Sham lakukan pada Seri masih jelas aku
nampak.

"Don't do this to me. Please. Sarah! Tolong! Jangan


buat macam ni"
Seri merayu-rayu. Dah sah masa Sham mula-mula
berdayung tadi Seri
langsung tak cam siapa yang sedang
mengerjakannya.

Sham dan aku masing-masing tidak memperdulikan


rayuan Seri. Sham
asyik dengan mencari nikmatnya dan aku pun sama.
Tapi aku pasti
sekejap lagi Seri pasti merayu agar dipuaskan.
Telahanku tepat (semua orang pun tahu, aku rasa)
Seri kemudiannya
mula merayu agar Sham mengongkeknya laju. Waktu
itu aku mencapai
orgasmeku.

"I'm cumming! I'm cumming!" itu yang dijerit Seri


namun aku lihat
Sham masih gagah mengepam cipap Seri. Entah apa
yang dimakan Sham
sebelum datang tadi.

Aku baring di sebelah Seri. Mengucup perlahan bibir


Seri. Seri
memandang aku dengan penuh kepuasan. "Thanks
Sarah!" katanya
berulang-ulang kali sehinggalah Sham memancutkan
spermanya ke muka
kami berdua.

Aku tahu apa yang aku lakukan pada Seri hanyalah


direct sex semata-
mata. Belum lagi aku mencumbuinya, membelainya
dan meningkatkan
berahinya dari satu titik ke satu titik yang lain. Tapi
apa boleh
buat, aku sudah lama mengidam tubuh perempuan
yang seorang ini.
Salah dia juga! Sebelum ni asyik tease aku saja
kerjanya. Sekarang
ni biar dia rasakan penangannya.

Aku menutup mataku sambil tersenyum dengan


monologku. Buat masa ini
aku ingin melelapkan mataku buat seketika waktu.

Posted at 10:38 pm by khairulanwar


Comments (48) Permalink

Datin Julia
< - - part I -- >

Ketika perjalanan pulang dari Kota Bahru ke Pulau


Pinang, melalui
Lebuhraya Timur Barat. Selepas melalui jambatan
Empangan Tasik
Banding. Kelihatan sebuah kereta mercedes putih
berhenti di bahu
jalan. Apabila saja kereta ku hampir melintasi,
seoarang wanita
melambai tangan seperti dalam kecemasan. Aku
perlahankan kereta dan
berhenti di tepi bahu jalan.
"Encik boleh tolong? tayar kereta saya pancit. Jelas
wanita itu,
belum pun sempat aku bertanya. "Boleh, ada
toolnya?" Tanya ku
inginkan kepastian. Dari dalam bonet aku keluarkan
tool, tanpa banyak
soal aku tukarkan tayar yang pancit itu dengan tayar
spare. "OK,
siap." kata ku.

"Nama saya Julia". Kami bersalaman. "Saya


Yus.Yusri" Halus tangannya.
Dari tas tangan dihulurnya RM 50 kepada ku. "Tak
payahlah puan Julia,
saya tolong ikhlas." Puan Julia sendirian nak ke
mana." sambung ku
lagi. "Saya dari Pekan Grik tadi, kawan saya tunggu
di Rest House
sana tu." Dia menuding jari ke arah jabatan Tasik
Banding yang ku
lalui tadi. "Ini kad saya, ada masa telefonlah." Dia
bergerak ke
keretanya. "Terima kasih atas pertolongan" sambi
tersenyum, manis
senyumannya. "OK, Encik Yusri sehingga jumpa
lagi." Keretenya
bergerak meninggalkan aku.

Sebelum menghidupkan injin kereta, aku membelek


kad yang diberikan
tadi. Julia Raof, Pengarah Urusan.... Lia Beutique
House Production.
Damansara Utama. Lengkap nombor telefon pejabat
dan rumah.
Patutlahlah fesyen pakaiannya macam mak datin.
Orangnya masih boleh
tahan, masih kiut miut lagi. Mungkin usianya sekitar
35 ke 40 tahun.
Terbayang raut wajahnya teringat aku penyanyi
Sahara Yakob, tapi
bodynya kurus sikit tak temban macam penyanyi itu.
Dadanya bidang,
Punggungnya.... ahh dia isteri orang. aku mematikan
khayalan.

Kesibukan tugasku sebagai ajen barangan jualan


lansung, kesana-kemari
mempermosikan produk syarikat, terlupa aku perihal
puan Julia.
Sehingga syarikat memilih aku hadir keseminar di
Kuala Lumpr. Untuk
ke Kuala Lumpru aku memilih menaiki bas. Kereta ku
tinggalkan, lagi
pun aku bukannya faham sangat selok belok jalan di
Kuala Lumpur ni.
Sampai di Pudu Raya jam 5 pagi, masih awal. Aku
lepak dulu atas
bangku di Pudu Raya. Jam 6.30 pagi aku call rumah
Puan Julia denga
handphone yang aku bawa. Harap-harap ada
jawapan. "Hello, Rumah Puan
Julia?" "Iya, Datin belum bangun." Suara perempuan
loghat Indo. "Saya
Yusri dari Penang." "Apa sih, mau saya kejutkan
Datin." OK. OK.
nanti saya call balik. bye" Aku matikan punat
handphone. Mak Datin
rupanya.

Aku ke gerai bersarapan ala kadar. Lepak semula di


bangku. Nak ke
Hotel tempat seminar. Pendaftaran jam 2 petang.
Lambat lagi. Tepat
jam 8 aku call semula. Pangilan ku dijawab. "Hello,"
Lembutnya
suara. "Hello, saya Yusri dari Penang," "Bila
sampai?" "Pagi
ini." "Datang seminar, seminggu." "Di Sharmila
Hotel.' "Menginap di
mana?" "Tak tahu lagi." "Sekarang di Pudu Raya
datang dengan bas
ekspres." "Ya, saya tungu." Puan (Datin) Julia
mempelawa aku ke
rumahnya. Lebih kurang 45 minit kemudian Datin
Julia sampai dengan
memandu kancil warna hijau metlik.
"Hai Yusri! Wah makin hansem sekarang." Apa
khabar orang
Penang. "Datin apa khabar." tanya ku balas. "Iss. tak
perlu berdatin -
datin panggil Ju sudah cukup." Wajahnya cantik
disolek , bertambah
anggun dengan kebaya labuh yang dipakainya
ramping dipiggang. "Yusri
dah sarapan?" "Sudah." Kata ku. "Ok, kita ke rumah
saya," Dalam
perjalanan tak banyak yang kami bual.

Kancil yang dipandu Datin Julia membelok masuk ke


rumah banglow dua
tingkat, "Silakan masuk. Rumah orang bujang." Aku
kurang faham dengan
maksud percakapan Datin Julia tadi, Timbul rasa nak
tanya, tapi ku
pendamkan saja. "Yusri boleh tinggal di sini
sehingga habis seminar."
Itu pun kalau Yusri sudi." Tersenyum aku dengan
dengan pelawaan Datin
Julia. Baik hatinya.

Pembantu rumahnya sibuk mengangkat beg aku


dibawa masuk. "Kenalkan
ini Ritni." Kami bersalaman. "Saya Yusri" "Saya
Ritni" "Yusri duduk
dulu, nanti Ritni siapkan bilik." "Tak payah susah-
susah
Datin." "Tetamu istemewa, mistilah layanannya juga
istemewa." Lagi
aku tak faham. "Yusri saya dah terlewat nak ke
office, saya pergi
dulu. Jangan segan Ritni akan temankan." Datin
Julia berlalu hilang
dengan kereta kancilnya. Dari penjelasan Ritni
tahulah aku, Datin
Julia Janda tak punyai anak, mandul.

Siap mandi, aku berpakaian dan Ritni call teksi untuk


aku ke tempat
pendaftaran seminar. Seminar tamat jam 5 petang.
Sekali lagi aku
dapatkan taksi untuk pulang ke rumah Datin Julia.
Bertuah badan dapat
menumpang di rumah Mak Datin, kaya pula tu. Ritni
menunggu di pintu,
sambut aku pulang, "Selamat kembali Cik Yusri,
udah pulang iya,
bagaimana sukses hari ini."

Lembut tuturkata Ritni. Di capainya beg aku dan


dibawa masuk. Aku
ikut dari belakang, waduh-waduh bontotnya
menonggek bila berjalan,
Baju yang dipakainya agak jarang nampak coli
berwarna kelabu di
dalamnya. Cantik Ritni petang ini umurnya sebaya
umur ku 30 tahun,
Aku duduk di sofa. "Datin, mana, belum balik?" Aku
memulakan
perbualan. "Hari ini kelewatan katanya, ada meeting,
mungkin jam 10
nanti Datin pulang." Ritni memberi penjelasan.

Aku minum apa yang ada di atas, meja terus ke bilik


yang disediakan
untuk ku di tingkat atas. Mandi dan aku sarungkan
kain pelikat. Di
rak TV, tersusun banyak vcd, aku capai satu, kulitnya
dihiasi gambar
perempuan bogel sampul bertulis tiga kali X. Aku on
vcd. Adegan sex.
Pelakunnya satu wanita dengan dua lelaki. Satu
sedang menghentak
batangnya kedalam lubang pantat pelakun wanita
menonggeng, satu lagi
batangnya dikulum dan dijilat pelakun wanita, Terasa
mekar batang ku.
Bila batang disorong tarik dalam lubang pantat,
pelakun wanita
merengek aaaaaa.....aaaaaaa.

Batang ku terus menegang, menolak kain yang aku


pakai. Rengektan
makin kuat dari pelakun wanita bila satu batang
menerjah lubang
pantat dan satu lagi menerjah lubang buntut. Tiba
tiba Pintu bilik
aku diketuk dari luar. Cepat-cepat akan matikan vcd.
Ritni masuk, aku
tersenyum. "Suara tv nya amat kuat sih." Filem apa
yang Cik Yusri
nonton." "Filem blue." Kata ku terus terang. "Ritni
mahu tonton."
Ahh. malu. ngak mahu Ritni."Mana bisa tonton
bersama lelaki." Ritni
takut Datin marah ke?". tanya ku menduga. Batang
ku masih menegang,
keras.

"Tidak ahh, Datin juga menontonnya." " Oh, gitu."


Kalau Ritni ngak
mahu, OK, maafkan saya." "OK, lah, cuma sebentar
aje." Vcd dimainkan
semula. Kami berdua duduk di sofa. Ritni senyum
kepada ku bila
melihat pelakun lelaki membenamkan batangnya
yang besar dan panjang
itu ke dalam lubang pantat yang ternganga. Menerjah
masuk hingga
kepangkal. Suara dari pelakun wanita merengek
berterusan aaaa...
aaaaa..... aaaaa berirama. Aku lihat Ritni gelisah, aku
rapat tubuh
ku kepadanya, dia juga memberi respon, Badan kami
bersentuhan,
Batang ku terus menegang, Tangan mula menjalar ke
buah dada Ritni,
aku ramas perlahan, Ritni tidak membantah.

Aku kucup muluthya, lidah ku masuk ke dalam mulut


Ritni, dikulum dan
dinyonyoknya ldah ku. Mata Ritni layu, kegairahan.
Butang bajunya aku
tanggal satu persatu dan dibantu oleh Rikni. Kain
sarungnya aku lodeh
ke bawah. Seluar dalam terlurut bersama kain
sarungnya. Aku membelai
bulu pantatnya hitam nipis dengan tapak tangan
terus ke bawah, bibir
pantatnya aku mainkan dengan jari. kelabu
kemerahan. Ritni memejam
matanya rapat, Nafasnya kencang.

Adegan vcd hilang terus. Kelangkang Ritni dibuka


luas, nampak alur
lubang pantatnya terbuka sedikit. Dengan lidah aku
jilat bibir pantat
dan bergerak antara rekahan beralur mencari biji
kelentik, Tersentuh
saja lidah di hujung kelentik terangkat punggung
Ritni, " Bang
Yusri..... aaaaaa.... Ritni tak tahan deh" Aku kulum
dan nyonyok
kelentik, Bang Yus..... cepat masukan bang. Ritni
ngak tahan lagi.
Aku ambil posisi, kaki Ritni ku angkat ke bahu,
batang ku betul-betul
berada di antara rekahan dua bibirnya. Air pantat
Ritni semakin
banyak. Lubang pantat Ritni ternganga menunggu
batang ku masuk.

Sekali tekan terus bolos. Punggung Ritni terangkat.


Rengekkannya
semakin kuat. "Bang Yusri...!. Teruskanlah...!" Aku
pun benamkan
batang ku habis semuanya. Ritni menggolek
punggungnya mengikut sorong
tarik batang ku. Terasa batang ku digerip lubang
pantatnya. Aku
hampir ke kemuncak, ayunan ku semakin laju,
rengekkan Ritni
berterusan aaaaaaaaaa....... Batang ku memuntahkan
air putih pekat
ke dalam lubang pantat Rikni. Nikmatnya lubang
pantat minah indon
ini. Aku terkulai di sebelah Ritni. Entah bila Ritni
keluar dari
bilik dan entah bila Datin Julia balik aku pun dah tak
sedar lagi.

Hari kedua seminar ku tamat agak lewat, aku sampai


di rumah Datin
Julia hampir pukul 8 malam. Datin sudah menunggu
aku untuk makan
malam bersama. Setelah aku tukar pakai dan dan
pakai kain sarung
pelikat, berbaju T turun ke ruang tamu makan malam
bersama Datin, aku
dan Ritni. Selesai makan aku duduk di sofa, Ritni
dengan tugasnya
mengemas meja makan dan Dati Julia naik ke
biliknya. Ritni datang
duduk di sofa bersama aku bila tugasnya sudah
beres.
Bergerak ke rak tv pasang vcd hindustan dan
kembali semula bersama ku
di sofa. Datin turun ke ruang tamu dengan pakain
tidurnya. Nipis dan
jarang, nampak susuk tubuhnya tanpa memakai coli,
cepat-cepat aku
menoleh ke arah lain, apabila dia pandang ke arah
ku. aku takut dia
perasan aku sedang merenung tubuhnya. Datin
senyum pada ku. Aku
senyum balas, sempat aku mencuri pandang buah
dada Datin masih
tegang.

"Rit, Hindustan tak sesuailah. Tukar yang lain." Ritni


senyum
mengerti, lantas mencubit paha ku. Adoii, aku
menahan sakit yang
dicubit Ritni. "Yusri nak tengok filem apa. " Tanya
Datin
lembut. "Heavy movie" kata ku. Ritni naik ke tingkat
atas dan turun
dengan di tangannya satu vcd. Vcd pun dimainkan.
Ritni duduk di
sebelah ku. Tepat sekali vcd blue sedang dimainkan .
Pelakun lelaki
Negro dan pelakun wanita berkulit putih.

Adegan bermula dengan batang butuh lelaki Negro


sedang dikulum. Datin
yang di sebelah aku diam sahaja. matanya terus ke
vcd yang sedang
di,mainkan. Sekarang giliran pantan dijilat dan
dinyonyok lelaki
Negro, pelakun wanita merengek
aaaaaaaaa.....aaaaaa apabila lidah
lelaki Negro menjilat bibir pantat.

Tangan merayap kelangkang Ritni, Rikni


membiarkan. Tangannya juga
menggosok batang sudah menegang dari luar. Datin
semakin hampit
dengan ku. Sengaja aku sentuhkan bahu ku dengan
bahu nya. Datin
merapatkan badan dan bersentuhan dengan ku.
Adegan vcd, lelaki Negro telah pun benamkan batang
butuh nya ke dalam
lubang pantat diterjah hingga batangnya yang
panjang itu masuk habis.
Mata Datin masih tertumpu ke adegan pelakun vcd.
Ritni sudah
bertindak garang, batang ku sudah dikulumnya. Aku
masukan tangan ku
ke dalam baju tidur Datin, tangan bergerak ke celah
kelangkangnya.
Tiada reaksi bantahan, dibiarkan tangan ku terus
bergerak mencari
sasaran. Datin tak pakai seluar dalam. aku terus
membelai pantat
Datin dengan tapak tangan. Tundun menonjol
kehadapan.

Sekarang muka betul-betul berada di celah


kelangkang Datin. Lidah ku
membelah rekahan antara dua bibir pantat Datin
yang agak tebal tapi
lembut. Kali ini Datin merengek halus, "Teruskan
Yus.... sedapnya.
Datin bersuara. Ritni masih mengulum batang ku.
aku biarkan Ritni
kulum puas. Dari lubang pantat Datin lidah
menjelajah ke biji
kelentiknya meruncing panjang. Datin dalam
keadaan posisi terbaring
atas sofa, kepala lentuk kebawah, pahanya terbuka
luas memudahkan
aku memasukan lidah ke dalam lubang pantatnya.
Aku cuit kiri kanan
dinding lubang pantat. Please Yus, dah tak tahan ni.

Aku ubah posisi, sekarang pantat Ritni pula aku jilat.


Dengan hujung
lidah aku cuit-cuit biji kelentiknya. "Aaaaaaa......
aaaaaaaa".
Ritni mengerang. Datin ambil alih peranan Ritni
.Batang butuh ku
dikulum dan dinyonyok. Terangkat punggung ku
menahan kesedapan.
Pantat Ritni terua aku nyonyok, sedut, jilit dan
memperbagaikan
sentuhan. Punggung Ritni terangkat beberapa kali.
"Yus masukan... Ritni ngak tahan". Aku biarkan Ritni
meminta batang
ku. Datin mencangkung di atas ku. Batang ku dibawa
ke lubang
pantatnya. Dari atas Datin tekan sehingga batang ku
kesemuanya berada
dalam lubang Datin. Sedapnya lubang pantat Datin.
Licin dan sempit di
dalam. Punggung Datin bergerak turun naik menelan
batang butuh ku.
Ritni mengangkang di atas muka ku, aku jilat pantat
Ritni dari bawah.
Kedua-duanya mengerang kenikmatan.

Ritni dan Datin bertukar posisi. Sekarang lubang


pantat Ritni pula
menelan batang butuh ku, Datin memegang
pinggang Ritni membantu
punggung Ritni naik turun. Kedua-dua lubang pantat
dah merasa batang
butuh ku. Posisi berubah lagi. Kali ini kedua-duanya
menonggeng di
sofa. Aku mulakan membenam batang butuh ke
lubang pantat Datin dulu,
Alornya sudah banyak air.

"Yus... please, Tekan kuat, aaaaahhhh.....


uhuhhuhhuhh". Datin
mengerang lagi, Aku beralih pula ke lubang pantat
Ritni, menonggek
menanti batng butuh ku masuk. Aku sorong tarik
beberapa kali terasa
sudah sampai ke muncaknya, Aku cabut dan aku
benamkan pulak dalam
lubang pantat Datin, aku dah tak tahan lagi. Air putih
pekat
terpancut dalam lubang pantat Datin, Punggung
Datin bergoyang-
goyang. "Aduh sedapnya Yus.." Batang ku masih
tersepit dalam lubang
pantat Datin.

Ritni menarik keluar dan di masukkan ke dalam


mulutnya dinyonyok
batang ku yang belendir itu. Aku memejam mata
menahan ngilu. Datin
tersandar di atas sofa. Ritni memandang ku
tersenyum puas dan aku
terlentang di atas lantai. Begitulah tiap-tiap malam
aku melayani
kedua-duanya sekaligus selama seminggu.

<-----Part 2 --------->

Sudah seminggu aku berada di ibukota mengikuti


seminar. Bererti sudah
seminggu jugalah aku menginap di rumah Datin
Julia. Rumah Datin Julia
sudah jadi macam rumah aku sendiri. Siangnya aku
hadir ke seminar dan
malamnya aku bermalam di rumah Datin Julia. Makan
minum aku akan
dilayan dengan sempurna.
Hubungan aku dengan Rikni orang gaji Datin Julia,
yang berasal dari
Sumatera, Indonesia, bagaikan isteri kedua aku.
Sepertimana kisah
dalam siri pertama dulu , aku terpaksa melayani
kehendak sex kedua-
dua wanita ini. Datin Julia dan Rikni bagaikan wanita
bermadu, dan
aku suami pinjaman mereka. Hubungan kami bertiga
bertambah intim dan
mesera. Bermula dengan adegan kami pada hari
pertama dan kedua yang
berlangsung di sofa ruang tetamu. Berterusan untuk
hari-hari yang
seterusnya. Tapi adegan kami untuk seterusnya
bertukar ke bilik
tidur Datin Julia Bilik tidur Datin telah menjadi bilik
tidur untuk
kami bertiga. Rikni, Datin dan Aku sering tidur
bersama. Sikap Datin
Julia begitu open minded. Tiada cemburu diantara
dia dengan Rikni,
walaupun Rikni hanya oarang gajinya. Aku respect
sikap Datin ini.

Hari Sabtu petang, adalah hari terakhir seminar,


sebelum pulang ke
rumah Datin, aku berhasrat ke terminal Pudu Raya
untuk dapatkan
tiket bas perjalanan balik ke Pulau Pinang. Aku
mundar mandir di
depan lobi hotel, menunggu bellboy membuat
panggilan mendapatkan
teksi ke terminal Pudu Raya. Belum pun sempat
budak bellboy
menghubungi stesyen perkidmatan teksi, Datin Julia
sudah tercegat di
porch hotel.

"Haii.. Sayang, seminar you habis pukul berapa


tadi?" Sapa Datin
Julia dengan manja.

"Hai.. Ju... habis 15 minit yang lepas." Aku membalas


sapaan Datin
Julia.

Hubungan aku dengan Datin Julia semakin intim dan


mesera, bagaikan
pasangan kekasih. Datin Julia mengubah panggilan
kepada aku. Kekadang
memanggil aku dengan panggilan sayang, kekadang
pula dengan
panggilan Yus. Begitulah kemeseraan kami. Aku
senang dengan panggilan
ini. Penampilan Datin Julia sememangnya tampak
anggun dan menawan,
walaupun sudah berumur 37 tahun, dengan solekan
dan fesyen
pakaiannya, menampakkan dirinya lebih muda
daripada umurnya . Budak
bellboy tersenyum melihat telatah kami, apabila
Datin Julia
menghampiri aku dan memeluk pinggang ku serta
membetulkan tali leher
aku.

"Yus dah minum." "Mmmh sudah." jawab ku ringkas.

Harum sekali ferfume yang dipakainya "Ayang jadi


balik Penang malam
ni?" "Iya." Jawab ku spotan. "Boleh tak Ayang
tangguh sehingga besok,
esok ajelah Ayang balik, boleh kan?"

Ini yang aku tak tahan ni, suara manja Datin Ju


membuatkan aku
mengiyakan saja, aku sekadar mengangguk kepala
tanda setuju. Lantas
aku mengarahkan budak bellman minta dia batalkan
tempahan
teksi. "Ok. Man, kensel, tak payah call teksi." " I dah
ada
kereta." "Terima kasih Man." Datin Julia ke counter
bellboy dan
dihulurkan tip RM10. "Thanks." Balas Man budak
bellboy. Aku pimpin
tangan Datin Julia menuju ke kereta.

"Yus , you pula yang drive." Suara Datin Julia manja.


"I tak mahulah
Ju, i bukannya faham sangat jalan di KL ni." Aku
menolak lembut,

"Alaa, Ju kan ada di sebelah. nanti Ju guidelah."


"Please Ju i tak
biasa, Ju ajelah yang drive, please......." Aku separuh
merayu
sambil mencuit mesera hidungnya dengan jari. Datin
Julia akur,
menghidupkan injin kereta, kenakan giar bergerak
perlahan
meninggalkan porch hotel.

Setelah kereta bergerak 1 km , Datin Julia bertanya


kepada ku. "Yus
nak balik rumah atau nak ikut Ju?" "Terserah" Jawab
ku spotan.
Kereta bergerak ke hadapan, sampai di satu
simpang, kereta membelok
masuk ke jalan sahala dan berhenti di hadapan
sebuah apartmen. "Kita
nak ke rumah siapa Ju? " Aku bertanya inginkan
kepastian. "Ayang,
kita singgah sekejap di sini, Rikni dah lama
menunggu kita di
tingkat atas."

"Ini Apartmen Ju." Datin Julia memberi penerangan.


"Ju sewakan untuk
orang." "Baru semalam dikosongkan." "Jadi Ju
datang ni nak bantu
Rikni bersihkan apartmen dan pastikan jika ada yang
perlu
dibaiki." "Bertuahnya si jantan yang dapat miliki Mak
Datin ni.
Beutique ada, banglo ada, apartmen ada." Aku
bersuara perlahan
separuh dengar.

"You cakap apa tadi Yus?" Datin Julia bertanya,


apabila melihat aku
bercakap sendirian. "Tak ada apa, cuma kalau i dapat
sewa di sini
tentu hebat sekali." Aku mengalih tumpuan. Dalam
lif, Datin Julia
memeluk pinggangku dari belakang, buah dadanya
menonjal lembut
terhimpit di belakang ku.

Batang ku sudah mekar, menegang. Aku berpusing


dan memeluk Datin
Julia secara berhadapan. Aku kucup bibirnya. Dia
menolak lembut. "
Ayang jangan di sini, kita dalam lif ni, nanti nampak
dek orang,
baru padan muka." Katanya sambil ketawa kecil. Aku
cuma tersenyum.

Sampai di tingkat sepuluh, Datin Julia mengetuk


pintu, Rikni
menyambut kedatangan kami. Cantik Rikni dengan
maxi singkat dan baju
sendat diparas pusat yang dipakainya. Seperti biasa
Rikni
menanggalkan tali leher yang aku pakai, sambil
memeluk pinggang ku
manja, tangan kanan aku memeluk pinggang Datin
Julia beriringan
melangkah masuk ke ruang tamu. Keadaan di dalam
rumah telah siap
dibersihkan, peralatan perabutnya tersusun rapi.
Kebanyakan jenama
import dari luar negeri.

"Bang Yus dan Kak Ju duduk istirehat duluan iya,


sebentar Rik
bawakan minumnya." Rikni berlalu pergi ke ruang
dapur. Aku dan Datin
duduk di sofa sambil menunggu minuman. Di
sebelah rak sofa terdapat
bakul sampah, di dalamnya ada surat khabar dan
majalah yang telah
dibuang. Rikni datang dengan dulang minuman.
Kami bertiga minum
bersama. "Siapa penyewa apartmen ini, Ju?"

Aku memulakan perbualan. "Penyewa apartmen ni


yang lepas ke?" "Yalah
penyewa yang baru keluar dari rumah ni lah Ju" Aku
sekadar nak
tahu. "Ju rasa Yus pun kenal orangnya, recording
artis. penyanyi
dangdut yang seksi tu, sewa bersama pelakun filem
yang sedang top
sekarang ni, pelakun heroian." Datin Julia bangun
dari sofa diringi
Rikni bergerak masuk ke dalam bilik sebelah.

Dari dalam bakul sampah aku capai satu majalah


yang telah dibuang.
Majalah untuk dewasa, majalah sex. Aku belik
gambar yang dimuatkan
di dalamnya. Tertera gambar aksi wanita sedang
below job replika
batang lelaki dan ganbar yang satu lagi aksi wanita
sedang memasukan
replika batang butuh ke dalam lubang pantatnya.
Batang ku mulai mekar
menegang. Sedang aku membelek helaian gambar
dalam majalah, terkejut
aku dengan panggilan Datin Julia. "Yus, meh tolong
Ju sekejap." Aku
bangun dari sofa bersama majalah di tangan dan
bergerak mendapatkan
Datin Julia.

"Tolong Rik suis on aircon bilik ni." Pinta Datin Julia


sebaik
sahaja melihat aku melangkah masuk. "Butang
suisnya ngak mahu di
picik, keras. ngak mahu lolos." Sambung Rikni,
tangan kanannya
diangkat ke atas menekan punat suis aircon. Aku
merenung bahagian
pusat Rikni yang terdedah pada pandangan. Putih
mulus. pusatnya
melengkuk ke dalam.
"Bang Yus, matanya melerek ke mana sih?" "Tolongi
Rik." Rayu Rikni
apabila menyedari tumpuan mata ku arah pusatnya
yang terdedah. Datin
Julia duduk menyilang kaki sambil membersih
plastik penutup lampu
tidur, memandang ku dengan senyuman yang
menggoda. Pahanya yang putih
gebu terserlah apabila kain ketat yang dipakainya
terbelah di
belakang. Aku sekadar menelan air lior.

Majalah yang aku bawa tadi aku letakan di atas meja


lampu tidur.
Terus membetulkan switch aircon. "Siap. Aircon
sudah berfungsi dengan
baik. Rik, mana upahnya?" Aku memacing suasana.
Rikni dengan spotan
memeluk dan mencium bibir ku. Aku membalas
ciuman dengan mengucup
bibir Rikni. Tangan ku menjalar ke belakang di
belakang Rikni terus
ke bawah hingga ke punggung Rikni. Tangan kanan
aku usap punggung
Rikni dan yang kiri aku gosok lembut di celah
kelakangnya.

"Kot di sini, bang Yus?" Pelukkan kami terlerai,


apabila Datin Julia
bergerak menghampiri kami bersama majalah yang
aku bawa masuk
tadi. "Rik. kamu lihat ni." Sambil menunjuk gambar
wanita dengan aksi
yang aku lihat tadi. "Kot yang tiruan, kenapa ngak
dipanggil bang
Yus, bang Yus kan bisa membantu." Komen Rikni,
apabila terpandang
aksi tersebut. Aku tersenyum bungkam.

Rikni memandang ku penuh bermakna, dipegangnya


tangan ku mengajak
duduk di tepi birai katil. "Kak Ju, bagaimana sih?
Mahu jadi
penuntun?" Begitulah akrabnya hubungan kedua
wanita ini. Datin Julia
masih tercegat membelek majalah yang ada di
tangannya. Rikni bangun
semula mendapatkan Datin Julia. Rikni dan Datin
Julia sudah berada di
sisi ku. Kami bertiga berdiri di tepi katil. Rikni di
sebelah kiri ku
dan Datin Julia di kanan ku.

Dengan spotan Rikni menanggalkan pakaian Datin


Julia . Datin Julia
tidak membantah, malah turut membantu. Kini Datin
Julia hanya
dibalut pakaian dalam. Montok buah dada mak datin
ni. Disebalik
seluar dalam Datin yang nipis itu kelihatan warna
kehitaman bulu
pantatnya. Batang ku terus menegang. Aku rapatkan
badan aku dengan
Datin Julia. Datin pula menanggalkan pakaian ku.
Aku turut membantu.
Kami masih lagi berdiri di tepi katil. Bibir Datin Julia
aku kucup
mesera. Matanya kuyu dan layu keghairahan.

Datin Julia memberi respon balas. Lidah ku dikulum


dan dihisap ke
dalam mulutnya. Rikni membongkok dan melurut
seluar dalam ku ke
bawah. Dipegangnya batang ku, dibawa ke mulutnya,
dijilat dengan
hujung lidah, seperti menjilat ice cream. keseluruhan
kepanjangan
batang ku kini berada di dalam mulut Rikni.

"Mmmmh mmmmm." Nada yang keluar dari mulut


Rikni serentak keluar
masuk batang ku ke dalam mulutnya. Nyonyotan dan
isapan berterusan.
Batang butuh ku menjadi sasaran mulutnya. Terasa
enak yang tidak
terhingga apabila setuhan bibirnya mengulum
batang butuh ku . Sekali
sekala hujung lidahnya mencuit-cuit lubang kecil
tengah di kepala
takuk ku. Aku bertahan daripada muntah terlalu awal.
Rikni dengan
aktiviti below jobnya.
Datin Julia sekarang ini berkeadaan baring
terlentang di atas katil
dengan kedua kakinya berjuntai ke bawah. Aku
melurut seluar dalamnya
dan Datin Julia mengangkat punggungnya memberi
laluan seluar
dalamnya di tanggalkan. Terserlah pantatnya yang
menonjol tembam.
Kedua bibirnya agak tebal sedikit melindungi hujung
kelentiknya yang
berwarna pink. Aku merapatkan muka ku betul-betul
di celah
kelangkangnya.

Bibir pantatnya aku jilat dari bawah ke atas. Datin


Julia
merengek "Ahaaaaaa, aaaaaaaa, aaaaaa. nikmatnya
Yus...teruskan yus."
Aku sentuh lidah ku kiri dan kanan rongka pantatnya.
Pantat Datin
sudah banyak air, aroma dari bau air pantatnya aku
tak pedulikan
lagi. Rengekannya berterusan "Aaaaaaaaaa,
aaaaaaaa. " Setiap kali aku
lidah ku menyentuh biji kelentiknya, terangkat
punggung Datin Julia.
Rengekan suaranya semakin kuat apabila aku
menghisap biji
kelentiknya. "Aaaaaaaaaaaa. aaaaaaaaa. aaaaaaa
ummhhhhhhh. ummmhhh.
Yus.. Ju dah tak tahan ni.." Hampir 15 minit adegan
oral sex, jilat
menjilat pantat Datin Julia ini.

Datin sudah tak tahan lagi, sudah sampai klimaknya.


Rambut ku di
pegang dan di tarik. "ohhh... oohh Yus, teruskan
Yus.. Aaaaaaaaa
ummmhhhhh aaahhhhhh."Datin Julia meregek
semakin kuat. Aku
pelbagaikan sentuhan lidah dan jilatan
diperhebatkan. Punggung Datin
Julia terangkat-rangkat beberapa kali.

Posisi bertukar, Kami bertiga sudah berada di atas


katil. Aku baring
terlentang di atas tilam. Rikni duduk bertinggung di
hujung kepala
ku. Pantatnya dapat ku lihat dengan jelas. Dengan
posisi yang
sebegitu bibir pantat Rikni ternganga, betul-betul
didepan mata ku.
Bibir pantatnya beralun nipis tetapi bersih.
Kelentiknya runcing di
hujung. Lubang pantatnya hitam merah-kemerahan.
Sudah pun kelihatan
basah. Aku mendongak menjilat pantatnya. Apabila
saja lidah ku
menerjah masuk kelubang pantatnya, Rikni
merengek-rengek kecil.

"Aaaaa. aaaa aaaa. Enaknya bang Yusri .... ngak


usah berhenti
bang .... Bang Yus, Rik ngak tahan sih..." Rengekan
semakin kuat
lagi bila lidah ku mencuit dan menjilat biji
kelentiknya. "Bang
bang Aaaaauuuuuuuu. aaaaaaaaau." Datin Julia juga
sepertimana
Rikni, posisi mencangkung di atas badan ku. Batang
ku yang keras
menegak berukuran 6 1/2 inci ini, betul-betul berada
antara rekahan
bibir pantat Datin Julia. Tunggu untuk menerjah
masuk ke dalam
lubang pantat Datin Julia yang sudah ternganga.
Datin memegang
batang ku dan membawanya ke permukaan lubang
pantatnya. Menekan dari
atas, lubang pantatnya menelan batang ku hingga ke
pangkal.

"Ohh... Yus... sedapnya...." Sehingga bibir pantatnya


bertemu dengan
pangkal batang ku. Nikmatnya lubang pantat mak
datin ni tak
terkata, terasa ketat di dalamnya. Punggung Datin
Julia ke atas ke
bawah menghenjut batang butuh ku. "Yus....
sedapnya Yus, ohh...
sedapnya yus.... ohhh yus.. aaaaaaa.aaaa. aaaaaaa,"
mengiringi setiap
kali lubang pantatnya menelan kepanjangan batang
ku.
Rengekan "aaaaaaaaaa. uuuuhhhhhh aaaaaaaaa.
aaaaaaaa."berselang seli
antara Datin Julia dan Rikni. Pantat Datin menelan
batang butuh ku,
pantat Rikni pula menerima jilatan ku. Kedua-duanya
merasa kenikmatan
bersama dan serentak. Adegan ini berterusan agak
lama juga.

Aku dah tak tahan lagi, merasai kenikmatan lubang


pantat mak datin
ini. Melihat reaksi ku yang hampir klimak, Datin Julia
meminta Rikni
pula berada di posisinya. Kali ini giliran lubang
pantat Rikni pula
menelan batang butuh ku. Batang ku menerjah
masuk ke lubang pantat
minah indon ini. Bolos dan lincin dengan air pantat
Rikni yang
semakin banyak. Bulu ku sudah basah
keseluruhannya. "Enak nya bang
Yus...bang banggg aaaaaaaa.. aaaa.. aaaaa."
rengekan Rikni mengikut
irama sorong tarik dari atas ke bawah. "Bang Yus..
airnya lepaskan
di dalam iya, bangggg....... aaaa... aaaa... aaaaaa...."

Datin Julia bergerak ke arah posisi 69, buntutnya


menghala ke muka ku
dalam keadaan menonggeng. Punggungnya di
angkat ke atas, tetek dan
mukanya di sembam atas perut dan pinggang ku.
Pantat dan lubang
duburnya nampak jelas daripada belakang. Dengan
menggunakan dua jari,
aku sorong tarik masukan jari ke dalam lubang
pantat Datin Julia.

"Yus ... teruskan Yus..... kuat lagi Yus... aaa.. aaa..


aaaaaaa.."
Kedua-duanya merengek serentak, aaaaaaa.... aaa...
aaaaaaaa...
aaaaaaaa.. Henjutan Rikni semakin kuat turun naik.
Lubang pantat
Rikni menelan batang butuh ku, dalam masa yang
sama lubang pantat
Datin Julia mnerima sorong tarik dua jari ku.

Aku dah tak nak tahan lagi. Kini giliran aku


pula, "aaaaaahhhh....... uuhhhh....... kedua tangan ku
menekan
tilam, menolak naik punggung ke atas memberi
ruang kepada batang
butuh ku rapat serapatnya ke dalam lubang pantat
Rikni, air putih
pekat aku terpancut ke dalam lubang pantat Rikni,
Rikni sambut dengan
rengekan yang cukup hebat "aaaaaaa. aaaaaa.. bang
Yusss..ohhh
ooohhh..banggg Yus.."

Batang ku masih lagi berada di dalam pantat Rikni


menghabiskan saki
baki pancutan. Beberapa ketika kemudian Rikni
bangun dari posisinya
berkongsi dengan Datin Julia menjilat dan mengulum
batang butuh ku.
Terasa ngilu bila bersentuhan dengan lidah mereka
berdua.

Aku, Rikni dan Datin Julia masing-masing terlentang


kepenatan di atas
katil. Kami bertiga masih dalam keadaan berbogel.
"Rik. sudah puas
kamu." Aku bersuara meminta kepastian "Iya bang
Yus " Balas Rikni
tersenyum.

"Bang Yus bagaimana sih?" " Waduh enak sekali.


Rik."

"Yus, " Datin Julia bersuara manja. "Ayang tinggal


aje di sini ye.
Ju harap Yus tak keberatan. Ju dah mulai
menyayangi diri you, Yus.
Tapi tak tahulah pula perasaan Yus bagaimana."
Luahan perasaan
Datin membuatkan aku serba salah.

"Rik kamu bagaimana sih?" Aku meminta pandangan


Rikni.

"Iya, Rik juga sama dengan Kak Ju. Sudah pasti Rik
sayangkan Abang
Yus. Terima aja deh." Ujar Rikni kepada ku.

"Ok, bisa di atur, tapi dengan syarat besok Rik dan


Ju misti ikut Yus
ke Penang." Aku memberi persetujuan. Datin Julia
mengukir senyum,
bangun dan meninggalkan aku dan Rikni yang masih
di atas katil.
Dicapainya tuala untuk membalut tubuhnya yang
masih belum
berpakaian.

Melalui handphone Datin Julia menekan punat


nombor untuk membuat
call. Dari perbualannya dia minta di hantar kereta
mercedes putihnya

Posted at 10:36 pm by khairulanwar


Comments (85) Permalink

Next Page

2010-03-15 09:18:47

Tudung Satin (Episod Pehaku Basah)

Hari ni hari pertama Ana bertugas sebagai akaun clerk. Aku


tak berapa nak tegur dia sangat sebab dia kat pejabat atas
sementara aku kat bawah. Lagi pun dia tu nampak pendiam
sikit. En. Dan lak tadi dia selamba je raba bontot aku kat
kaunter, nasib baik customer tak nampak.

Dia kata dia gersang bontot aku. Aku cakaplah yang aku cuti
untuk beberapa hari, bendera merah lah. Dia pun dengan
selamba bisik kat aku, guna tangan dan mulutkan boleh. Kami
gelak jap. Aku pun janji kat dia, nanti aku buatkan tapi dah
tak boleh kat dalam ofis, nanti Ana tahu. So, dia ajak aku
dating malam ni. Hi hi bestnya.. Dapat pegang anu dialagi
nampaknya malam ni..
Petang tadi lepas Ana balik, aku call En. Dan yang ada kat
atas. Saje tanya dia nak pergi mana malam ni. Dia bagi tau
nak ajak aku pergi satu tempat yang menarik. Bebas dari
gangguan. Bila aku tanya dia kata rahsia. Hmm, tak sabarnya
aku….

Sepanjang perjalanan, kami tak berborak sangat. Dia leka


memandu sementara aku belek-belek kamera digitalnya. Tengok-
tengok kalau ada lagi gambar aku yang boleh aku copy ke
dalam memory kad aku.

Tak lama kemudian kami memasuki jalan yang agak gelap dan
ianya menuju ke atas sebuah bukit. Aku rasa aku tahu kat
mana, tapi tak tahu pulak apa ada di atas bukit tu. Kemudian
En. Dan berhenti di puncak bukit itu dan kami keluar dari
kereta.

Wow, memang best pemandangannya. Dari situ aku boleh


nampak
Bandar yang terang benderang dengan cahaya lampu dari
bangunan dan lampu jalan, tambahan lagi aku boleh tengok
bintang puas-puas. Romantik betullah buah hati aku tu.
Tengah aku syok layan pemandangan yang cantik tu, En.Dan pun
mengajak aku duduk di atas batu yang agak besar di tebing
bukit itu. Kami duduk dengan agak rapat. Tangan En. Dan tak
henti-henti raba peha aku.

“Noreen, abang stim lah tengok peha Noreen. Cantik lah


sayang..”katanya manja ingin memancingku.

“Habis tu, takkan abang cuma nak pegang je?” tanyaku.

“Noreen tolong keluarkan air mani abang. Abang teringin nak


pancut atas peha Noreen.” Pintanya

” Nanti kain Noreen basah camne bang?” tanyaku pula.

“Alah, baju Noreen kan labuh sampai lutut, bukannya nampak


pun. Abang nak pancut atas peha Noreen je. Lagi pun abang
tak tahanlah tengok peha gebu Noreen sendat dengan kain
satin ni.” Katanya sambil duduk semakin rapat kepadaku.

Dia kemudiannya duduk dalam posisi mengangkang membuatkan


peha aku berada rapat dengan anunya yang dah dari tadi
dikeluarkan dari dalam seluar.
Tanpa banyak bicara, aku pegang anunya dengan lembut. Aku
kocok-kocok perlahan dan En. Dan kelihatan benar-benar
kesedapan bila anunya aku lancapkan. Semakin berkembang dan
keras anunya aku rasakan dalam genggaman aku. Kemudian aku
tekan anunya rapat ke pehaku supaya
bahagian bawah batang anunya bergesel-gesel dengan kain
satin yang sendat membalut peha gebuku. Cahaya bulan
menerangi alam dan memudahkan kami untuk melihat segala
yang
kami lakukan dengan jelas.

Mata En. Dan kelihatan sedang melayan pemandangan peha


gebuku yang berkain satin sendat ini bergesel-gesel dengan
anunya.

“Ohhh Noreen… Sedapnya peha sayang.. Licinnya… Rasa macam


nak terkeluarlah sayang..” katanya yang sedang dalam
kenikmatan itu.

“Sedap bang?… Keluarkanlah.. Pancut atas peha Noreen nih..”


pintaku

Dia kemudiannya berlutut dan anunya tidak lagi rapat di atas


pehaku, aku pun terus melancapkan anunya tanpa henti dan
akhirnya dia memegang tanganku yang sedang melancapkan
anunya dan menghalakan kepala anunya
tepat ke atas pehaku. Kemudian aku dapat rasakan anunya
semakin keras dan itu tandanya maninya akan terpancut.

Tepat sekali tekaan ku. Dapat aku rasakan anunya berdenyut-


denyut di dalam genggaman tanganku sambil memuntahkan
cairan
nafsunya tepat ke atas pehaku. Air maninya keluar dengan
banyak dan membasahi kain satin
yang ku pakai. Pehaku kelihatan basah dan comot dengan
lendir pekat yang dia keluarkan dengan banyak hingga ada
sedikit yang keluar menitik dari mulut anunya membasahi tepi
pehaku. Selepas nafasnya kembali reda, aku lepaskan anunya
dan dia terduduk kepuasan di sebelahku. Tak ku sedari dia
sempat mencapai kameranya dan mengarahku supaya
melihatnya.
Snap! Gambarku yang pehanya sedang basah dengan air maninya
dan tanganku yang masih belum di alihkan dari peha di
tangkap oleh kameranya. Kemudian kami ketawa bersama-sama.

Dia kemudiannya duduk rapat disebelahku dan bercerita


tentang apakah yang ada di langit selain bulan, bintang dan
planet sambil kami bersama-sama memandang kelangit yang
cantik dengan bintang-bintang bertaburan dan bulan yang
cerah itu. Kami berbual dengan mesra dan lebih kurang 20
minit duduk disitu, kami pun akhirnya mengambil keputusan
untuk pulang setelah bontot masing-masing penat duduk di
atas batu itu.

View printer friendly version

Send feedback to qwerty_keyb0ard89@yahoo.com

Get notified when this diary is updated

Tudung Satin (Episod Pehaku Basah)

Hari ni hari pertama Ana bertugas sebagai akaun clerk. Aku


tak berapa nak tegur dia sangat sebab dia kat pejabat atas
sementara aku kat bawah. Lagi pun dia tu nampak pendiam
sikit. En. Dan lak tadi dia selamba je raba bontot aku kat
kaunter, nasib baik customer tak nampak.

Dia kata dia gersang bontot aku. Aku cakaplah yang aku cuti
untuk beberapa hari, bendera merah lah. Dia pun dengan
selamba bisik kat aku, guna tangan dan mulutkan boleh. Kami
gelak jap. Aku pun janji kat dia, nanti aku buatkan tapi dah
tak boleh kat dalam ofis, nanti Ana tahu. So, dia ajak aku
dating malam ni. Hi hi bestnya.. Dapat pegang anu dialagi
nampaknya malam ni..

Petang tadi lepas Ana balik, aku call En. Dan yang ada kat
atas. Saje tanya dia nak pergi mana malam ni. Dia bagi tau
nak ajak aku pergi satu tempat yang menarik. Bebas dari
gangguan. Bila aku tanya dia kata rahsia. Hmm, tak sabarnya
aku….

Sepanjang perjalanan, kami tak berborak sangat. Dia leka


memandu sementara aku belek-belek kamera digitalnya. Tengok-
tengok kalau ada lagi gambar aku yang boleh aku copy ke
dalam memory kad aku.

Tak lama kemudian kami memasuki jalan yang agak gelap dan
ianya menuju ke atas sebuah bukit. Aku rasa aku tahu kat
mana, tapi tak tahu pulak apa ada di atas bukit tu. Kemudian
En. Dan berhenti di puncak bukit itu dan kami keluar dari
kereta.

Wow, memang best pemandangannya. Dari situ aku boleh nampak


Bandar yang terang benderang dengan cahaya lampu dari
bangunan dan lampu jalan, tambahan lagi aku boleh tengok
bintang puas-puas. Romantik betullah buah hati aku tu.
Tengah aku syok layan pemandangan yang cantik tu, En.Dan pun
mengajak aku duduk di atas batu yang agak besar di tebing
bukit itu. Kami duduk dengan agak rapat. Tangan En. Dan tak
henti-henti raba peha aku.

“Noreen, abang stim lah tengok peha Noreen. Cantik lah


sayang..”katanya manja ingin memancingku.

“Habis tu, takkan abang cuma nak pegang je?” tanyaku.

“Noreen tolong keluarkan air mani abang. Abang teringin nak


pancut atas peha Noreen.” Pintanya

” Nanti kain Noreen basah camne bang?” tanyaku pula.

“Alah, baju Noreen kan labuh sampai lutut, bukannya nampak


pun. Abang nak pancut atas peha Noreen je. Lagi pun abang
tak tahanlah tengok peha gebu Noreen sendat dengan kain
satin ni.” Katanya sambil duduk semakin rapat kepadaku.

Dia kemudiannya duduk dalam posisi mengangkang membuatkan


peha aku berada rapat dengan anunya yang dah dari tadi
dikeluarkan dari dalam seluar.

Tanpa banyak bicara, aku pegang anunya dengan lembut. Aku


kocok-kocok perlahan dan En. Dan kelihatan benar-benar
kesedapan bila anunya aku lancapkan. Semakin berkembang dan
keras anunya aku rasakan dalam genggaman aku. Kemudian aku
tekan anunya rapat ke pehaku supaya
bahagian bawah batang anunya bergesel-gesel dengan kain
satin yang sendat membalut peha gebuku. Cahaya bulan
menerangi alam dan memudahkan kami untuk melihat segala yang
kami lakukan dengan jelas.

Mata En. Dan kelihatan sedang melayan pemandangan peha


gebuku yang berkain satin sendat ini bergesel-gesel dengan
anunya.

“Ohhh Noreen… Sedapnya peha sayang.. Licinnya… Rasa macam


nak terkeluarlah sayang..” katanya yang sedang dalam
kenikmatan itu.

“Sedap bang?… Keluarkanlah.. Pancut atas peha Noreen nih..”


pintaku

Dia kemudiannya berlutut dan anunya tidak lagi rapat di atas


pehaku, aku pun terus melancapkan anunya tanpa henti dan
akhirnya dia memegang tanganku yang sedang melancapkan
anunya dan menghalakan kepala anunya
tepat ke atas pehaku. Kemudian aku dapat rasakan anunya
semakin keras dan itu tandanya maninya akan terpancut.

Tepat sekali tekaan ku. Dapat aku rasakan anunya berdenyut-


denyut di dalam genggaman tanganku sambil memuntahkan cairan
nafsunya tepat ke atas pehaku. Air maninya keluar dengan
banyak dan membasahi kain satin
yang ku pakai. Pehaku kelihatan basah dan comot dengan
lendir pekat yang dia keluarkan dengan banyak hingga ada
sedikit yang keluar menitik dari mulut anunya membasahi tepi
pehaku. Selepas nafasnya kembali reda, aku lepaskan anunya
dan dia terduduk kepuasan di sebelahku. Tak ku sedari dia
sempat mencapai kameranya dan mengarahku supaya melihatnya.
Snap! Gambarku yang pehanya sedang basah dengan air maninya
dan tanganku yang masih belum di alihkan dari peha di
tangkap oleh kameranya. Kemudian kami ketawa bersama-sama.

Dia kemudiannya duduk rapat disebelahku dan bercerita


tentang apakah yang ada di langit selain bulan, bintang dan
planet sambil kami bersama-sama memandang kelangit yang
cantik dengan bintang-bintang bertaburan dan bulan yang
cerah itu. Kami berbual dengan mesra dan lebih kurang 20
minit duduk disitu, kami pun akhirnya mengambil keputusan
untuk pulang setelah bontot masing-masing penat duduk di
atas batu itu.

2010-03-15 08:56:04

Tudung Satin (Episod Aku dan Paksu ku sayang)

Sudah lebih 2 bulan aku hidup bersama pak usu. Dan selama

itulah aku menjadi pemuas nafsunya. Tidak kira waktu dan

tempat, kalau dia nak aku akan turuti. Samada yang simple

atau yang berat, semua aku lakukan dengan rela. Aku rela

menjadi hamba seks pak usu. Aku rela menyerahkan seluruh

tubuhku untuk di ratah siang dan malam. Hidup bersama pak

usu benar-benar memberikan aku kepuasan dan kenikmatan.

Malah, aku seolah sudah menjadi isterinya. Setiap hari, aku

tak jemu menggoda. Aku cuba berbagai cara dan gaya yang
kelihatan seperti tidak dibuat-buat, semata-mata untuk

memberikannya keghairahan kepadaku. Memang dari dulu

aku suka orang menilai aku seksi, walau pun aku bertudung.

Tubuh badan aku sudah lali dengan bau dan rasa air mani pak

usu. Jika tak pancut di luar, dia akan pancut di dalam.

Hinggakan kadangkala cipap aku rasa ketagih dengan semburan

air maninya yang panas itu. Nasib baik selama aku bersama

dengannya, aku masih lagi datang bulan.

Rasanya ada yang tak kena dengan system peranakan salah

seorang dari kami. Sebab, kalau dari segi logik, rasanya aku

sepatutnya dah mengandung. Kalau dulu aku ambil pil

perancang, tapi lepas pak usu dah tak mahu belikan, kami

melakukannya tanpa sebarang perlindungan kehamilan.

Dari segi pakaian, pak usu gemar membelikan aku pakaian yang

memberikannya sentuhan nafsu. Setiap pakaian yang

dibelikannya pasti ada ciri yang membuatnya bernafsu

kepadaku. Baik skirt, skaf, kemeja, baju T dan pakaian

tidur. Aku akui, tubuh badan aku gempal dan tadi seorang

cashier mat salleh memanggilku fat lady ketika menegurku

kerana

aku terlupa mengambil wang baki. Rasa nak lempang je mamat

tu. Nasib baik pak usu memujuk aku dengan mengatakan aku tak

gemuk. Dia kata body aku sedap dan berkhasiat. Dan setibanya

kami di hotel, kami berehat di


kerusi.

“Noreen, bagi pak usu ambil gambar Noreen ye?” tiba-tiba pak

usu offer hendak menangkap gambar ku.

Aku hanya tersenyum sambil mengangguk. Kemudian aku just

posing kat atas kerusi dan aku sengaja menarik kainku lebih

tinggi dan mempamerkan peha ku dari belahan kain yang aku

pakai. Sengaja aku biar pak usu tangkap gambar aku yang

mengghairahkan itu. Aku lihat pak usu asyik menelan air

liurnya. Mesti dah tak tahan tengok peha gebu aku.

“Sayang, abang ambil gambar bontot boleh tak?” Tanya pak usu

lembut seperti memujuk.

Aku hanya tersenyum, tiada jawapan yang keluar dari mulutku.

Namun dari perlakuanku, pak usu tahu jawapannya. Aku bangun

dari kerusi dan berdiri. Aku angkat kainku tinggi-tinggi

hingga sedikit demi sedikit menampakkan keseluruhan pehaku

dan akhirnya separuh dari punggungku jadi tatapan pak usu.

Segera pak usu menangkap gambarku dari sisi.

Kemudian aku berikan pos yang paling menarik untuk pak usu.

Aku dedahkan seluruh punggungku namun aku menarik kebawah

sedikit kain di bahagian belakang agar aku kelihatan seperti

dahaga nafsu. Kemudian pak usu meminta aku membuka blaus


tanpa menanggalkan tudung. Dia memintaku melorotkan kainku

hingga ke bawah punggung. Aku turuti kemahuannya, kemudian

dia snap lagi gambar punggungku dari belakang. Kemudian pak

usu memelukku dan mengatakan bahawa dia mencintai aku. Dia

tanya kepada ku adakah aku mencintai dia. Lalu aku jawab,

“Noreen juga cintakan abang.” Kataku lembut.

“Sayang, abang rasa, kita balik Malaysia nanti kita nikah

nak tak?” pak usu tanya kepadaku sambil menggeselkan

batangnya yang sudah keraske lurah punggungku.

“Noreen tak kisah. Asalkan abang berjanji tak akan curang

kepada Noreen.” Kataku.

“Abang tak akan curang.. malah abang makin stim kat

Noreen..”katanya sambil mencium telingaku yang masih

berbalut tudung.

“Abang, kenapa abang stim kat Noreen?” tanyaku sengaja nak

tahu

“Sebab cinta sayang..” katanya sambil tangannya membuka

kancing coli yang ku pakai dari belakang.

“Jadi, adakah itu bermaksud abang memang sudah cintakan


Noreen sejak dari kenduri kahwin pak uteh dulu?” tanyaku

pula.

“Ye sayang…”

“Abang ingat lagi tak kita pernah bersama-sama dalam satu

bilik. Masa tu Noreen tengah siapkan hantaran pak oteh.

Abang kemudiannya ke bilik air. Masa abang di bilik air tu

abang melancap ye?” tanyaku.

“Sayang masih ingat lagi ye.. abang ingatkan sayang dah

lupa.. memang abang melancap dalam bilik air malam tu.

Kenapa sayang?” Tanya ingin kepastian.

“Takde apa, pasal masa abang masuk balik dalam bilik, muka

abang nampak lain. Macam lesu kepuasan. Errr.. abang

bayangkan siapa masa tu?” tanyaku lagi.

“Noreen lah…. He he he…” jawabnya sambil ketawa kecil.

“Abang stim kat Noreen ye? Kenapa abang stim kat Noreen?”

tanyaku memancing supaya dia makin stim.

“Err.. time tu abang stim tengok peha Noreen yang sendat

berkain batik. Bontot Noreen yang bulat dan besar tu buat

abang hampir hilang akal” katanya sambil menekan batangnya


yang semakin stim itu ke lurah punggungku.

Time tu, aku rasa aku dah tak perlu tanya dia apa-apa lagi.

Aku tahu dia dah betul-betul stim dengan soalan-soalan yang

aku bagi. Malah, aku sendiri juga terangsang mendengar

setiap jawapannya. Tambahan pula, batangnya yang keras tu

sentiasa bergesel dengan punggungku. Aku berpaling

kebelakang mengadap dirinya. Kelihatan dia sedang membuka

seluar dan diikuti oleh seluar dalamnya. Kami berdua memang

seperti sudah kerasukan nafsu. Pak usu kemudiannya terus

memelukku dan mengucup bibirku. Aku pun membalas kucupannya

dan mendakap tubuhnya yang hangat dengan penuh rasa berahi.

Merasakan batangnya mencucuk-cucuk perutku, terus sahaja aku

mencapai batangnya dan melancapkannya sambil mulutku dan

mulutnya masih lagi bersatu.

“Sayang, jangan buka kain ye.. abang stim tengok sayang

pakai kain ni..” pintanya sambil tangannya meramas dan

mengelus lembut tetekku.

“Baiklah kandaku sayang..” kataku sambil membetulkan

kedudukan kain yang tadinya aku londehkan hingga ke bawah

punggung.
Pak usu kemudiannya memaut pinggangku dan membawaku ke atas

katil. Di situ kami berasmara dengan perasan yang sukar

untuk diucapkan. Mulutnya mencium seluruh tubuhku yang masih

bertudung dan berkain itu. Aku semakin berahi melihat

batangnya yang keras mencanak itu. Lantas aku capai

batangnya dan aku jilat dari telur hingga ke hujungnya. Pak

usu kegelian ketika aku mengjilat lubang kencingnya yang

telah kembang itu.

Melihatkan pak usu yang begitu asyik menikmati jilatan

lidahku di batangnya, aku terus menyumbat batangnya ke dalam

mulutku. Aku sedut kepala takuknya yang berkilat kemerahan

itu semahu hatiku dan kemudian aku kolom batangnya keluar

masuk mulutku hingga berciciran air liurku

membasahi pehanya. Pak usu mengerang kenikmatan. Aku tahu,

dia benar-benar merasakan kenikmatan batangnya dihisap

olehku. Aku juga benar-benar bernafsu ketika menghisap

batangnya. Kekerasan batangnya yang berurat itu membuatkan

aku hilang kawalan. Aku dapat rasakan

kelengkangku semakin licin akibat limpahan air nafsuku.

“oohhh noreennn.. sedapnyaaa…” pak usu merintih kenikmatan.

Aku juga merintih penuh nafsu. Cuma mulutku yang penuh

dengan batang dan air liurku yang bercampur dengan air mazi
pak usu membuatkan suaraku tenggelam. Kemudian pak usu

menarik batangnya hingga keluar sepenuhnya dari mulutku. Aku

yang masih tak puas mengolom batangnya

ternganga sambil terpejam membuatkan air liur dan air

mazinya melimpah keluar dari mulutku.

Pak usu terus membaringkan ku dan menyelak kainku ke atas

perutku. Aku tahu dia ingin terus menikmati tubuhku. Tetapi

aku tolak badannya yang cuba hendak menindih tubuhku.

“Abanggg… masuk ikut belakang Noreen..” kataku

Pak usu seperti tercengang kehairanan. Namun dia terus

tersenyum selepas melihatku berpusing dan berposisi seperti

merangkak sambil melentikkan punggung. Pak usu menciumi

punggungku yang tonggek minta di jimak. Meman aku nak dia

stim gila. Aku tahu, dia stim gila dengan bontot aku. Malah

aku tak kisah kalau dia prefer lubang bontot dari

lubang cipap. Kainku di selak ke atas pinggangku, ciumannya

kini beralih ke lurah punggungku pula. Aku dapat rasakan

punggungku digigit kecil dan lubang bontotku dijilat dengan

penuh nikmat. Aku kegelian ketika dia menjilat lubang

bontotku dan ianya mendorong nafsuku lebih memuncak. Tanpa

aku sedari aku telah membiarkan lubang bontotku sedikit

ternganga hinggakan aku menyedarinya apabila sedikit

lidahnya menerjah masuk ke dalam lubang bontotku.


“Abang, Noreen tak tahan.. masukkan banggg” rintihku penuh

berahi

“Noreen nak abang masuk mana, sayangg..” Tanya pak usu

“Mana-mana lah bang… tak tahan niii…” rayuku

Serta merta aku rasakan batang pak usu perlahan-lahan

memasuki lubang bontotku dan tenggelam sedalam-dalamnya.

Dapat aku rasakan bulu air-arinya menyentuh punggungku.

Sungguh padat batang pak usu aku rasakan. Aku mengemut

batang pak usu membuatkan ruangan lubang bontotku menjadi

semakin sempit. Pak usu mendengus kenikmatan. Kemudian dia

mula menghayun batangnya keluar masuk bontotku dengan agak

perlahan, mungkin kerana terlalu sempit dan kerana dia takut

aku kesakitan. Tetapi sebenarnya aku sudah lali dengan

kesakitan. Kalau mula-mula dulu memanglah sakit, tapi

sekarang ni dah biasa, dah banyak kali masuk

memang dah tak rasa sakit. Sedap adalah. Tambahan pula air

liur hasil jilatan dan hisapan pak usu di lubang bontotku

dah lebih dari cukup sebagai pelincir untuk batangnya keluar

masuk.

“Abang.. sedapnya batang abanggg…” rintihku kenikmatan.


“Sedap sayang.. bontot Noreen juga sedapp… oohhh…

noreennnn….” Rintih pak usu kenikmatan.

Kenikmatan yang aku rasakan memang sukar hendak dikatakan.

Aku klimaks sambil menggigil walau pun batang pak usu tiada

dalam lubang cipapku. Kemudian aku menganjak ke hadapan

membuatkan batang pak usu terkeluar dari gua larangan

milikku.

Aku pun baring terlentang sambil mengangkangkan kakiku. Pak

usu mengelap batangnya dari sisa lubang bontotku dengan kain

yang ku masih pakai. Kemudian dia terus menikam cipapku dan

terus menghayun penuh keberahian bagaikan tiada hari esok.

Aku menikmati tujahan kenikmatan yang dia berikan.

” Abang, sedapnya…” rintihku.

Tak lama kemudian, pak usu menarik batangnya keluar dan dia

meminta aku melancapkan batangnya. Aku tahu, dia stim

melihat aku berkain satin hitam itu. Aku juga tahu dia

hendak air maninya memancut di atas kainku. Aku pun

lancapkan batangnya menggunakan kain yang aku pakai.

Terasa batangnya keras dan mengembang menunggu masa hendak

melepaskan peluru birahnya. Pak usu kelihatan semakin hilang

kawalan. Kepala batangnya terasa semakin mengembang didalam

genggaman tanganku. Dengan


pantas aku lepaskan kain yang aku guna untuk melancapkan

batangnya dan aku sambung kembali melancapkan batangnya

tanpa menggunakan kainku lagi. Akhirnya, aku lihat batang

pak usu memancutkan air maninya terus

ke atas kain yang aku pakai. Aku teruskan melancapkannya

sehingga tiada lagi benih yang dipancutkan. Pak usu

tersenyum kepuasan, begitu juga aku. Pak usu kemudian

melarangku dari bergerak kerana dia hendak menangkap gambar

benihnya di atas kainku.

Oh, pak usuku.. aku rela lakukan apa sahaja untuknya asalkan

dia tidak jatuh ke tangan orang lain. Aku ingin jadi

permaisurinya yang tiada tolok bandingnya.

View printer friendly version