Implementasi Risiko Infeksi Pasca Operasi
Implementasi Risiko Infeksi Pasca Operasi
Ketentuan:
a. Ners muda tidak diperkenankan meminta bimbingan atau validasi pelaporan tugas setelah
perpindahan ruangan atau sesuai kesepakatan di atas.
b. Apabila mahasiswa tidak bisa menyelesaikan kegiatan stase sesuai kesepakatan di atas,
maka preseptor wajib memberikan treatment, konseling dan motivasi kepada mahasiswa
bersama dengan koordinator stase dan PA sebelum memberikan konsekuensi/sanksi.
c. Konsekuensi/sanksi diberikan setelah ada pembinaan dari preseptor, koordinator stase, dan
PA dengan merujuk pada aturan Profesi Ners UM. Banjarmasin.
Banjarmasin, 26 September 2018
Preseptor Klinik, Ners Muda,
1
FORMAT KONTRAK PEMBELAJARAN TAHAP PROFESI
STASE KEPERAWATAN DASAR PROFESI (KDP)
2. Conference resume/askep
3. Post conference
4. BST
5. DOPS
6. Penkes Islami
7. Seminar jurnal
Ketentuan:
a. Ners muda tidak diperkenankan meminta bimbingan atau validasi pelaporan tugas setelah
perpindahan ruangan atau sesuai kesepakatan di atas.
b. Apabila mahasiswa tidak bisa menyelesaikan kegiatan stase sesuai kesepakatan di atas,
maka preseptor wajib memberikan treatment, konseling dan motivasi kepada mahasiswa
bersama dengan koordinator stase dan PA sebelum memberikan konsekuensi/sanksi.
c. Konsekuensi/sanksi diberikan setelah ada pembinaan dari preseptor, koordinator stase, dan
PA dengan merujuk pada aturan Profesi Ners UM. Banjarmasin.
Banjarmasin, .....................Okt 2018
Preseptor Klinik, Ners Muda,
............................................................ ...................................................................
2
FORMAT KONTRAK PEMBELAJARAN TAHAP PROFESI
STASE KEPERAWATAN DASAR PROFESI (KDP)
2. Conference resume/askep
3. Post conference
4. BST
5. DOPS
6. Penkes Islami
7. Seminar jurnal
Ketentuan:
a. Ners muda tidak diperkenankan meminta bimbingan atau validasi pelaporan tugas setelah
stase selesai atau sesuai kesepakatan di atas.
b. Apabila mahasiswa tidak bisa menyelesaikan kegiatan stase sesuai kesepakatan di atas,
maka preseptor wajib memberikan treatment, konseling dan motivasi kepada mahasiswa
bersama dengan koordinator stase dan PA sebelum memberikan konsekuensi/sanksi.
c. Konsekuensi/sanksi diberikan setelah ada pembinaan dari preseptor, koordinator stase, dan
PA dengan merujuk pada aturan Profesi Ners UM. Banjarmasin.
Banjarmasin, .....................Okt 2018
Preseptor Akademik, Ners Muda,
............................................................ ...................................................................
3
Lampiran 2
LAPORAN PENDAHULUAN
F. Perencanaan
1. Diagnosa 1: ………………
a) Tujuan dan Kriteria hasil (outcomes criteria): berdasarkan NOC (lihat daftar
rujukan)
b) Intervensi keperawatan dan rasional: berdasarkan NIC (lihat daftar rujukan)
2. Diagnosa 2: ……………………………………
a) Tujuan dan Kriteria hasil (outcomes criteria): berdasarkan NOC (lihat daftar
rujukan)
b) Intervensi keperawatan dan rasional: berdasarkan NIC (lihat daftar rujukan)
G. Daftar Pustaka
Banjarmasin, ...........................2018
Preseptor akademik, Preseptor klinik,
(.................................................................) (.................................................................)
Catatan: LP bisa diketik atau tulisan tangan. Pengetikan dengan spasi 1,5 dengan times new
roman 12 dengan kertas F4, dan maksimal 3 lembar.
4
Lampiran 3
Lembar Kegiatan Harian diisi target belajar ners muda yang akan dicapai dalam satu
shift dengan mengacu pada capaian pembelajaran stase KDP.
Contoh Pengisian
LEMBAR KEGIATAN HARIAN
Banjarmasin, ...........................2018
Preseptor akademik, Preseptor klinik,
(.................................................................) (.................................................................)
Catatan:
Diharapkan ners muda dapat menuliskan kegiatan dengan rapi, singkat dan jelas.
5
Lampiran 4
Dibuat pada saat sebelum melakukan kegiatan penilaian DOPS oleh preseptor klinik.
2. Diagnosa keperawatan:
………………………………………………………………………………………………
………………………..
4. Bahaya-bahaya yang mungkin terjadi akibaat tindakan tersebut dan cara pencegahannya:
………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………
…
6
…………………………………………………
…………………………
7. Identifikasi tindakan keperawatan lainnya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah/
diagnosa tersebut. (mandiri dan kolaborasi):
………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………
Banjarmasin, ...........................2018
Ners muda,
(.................................................................)
Preseptor klinik,
(.................................................................)
7
Lampiran 5
Tanggal pengkajian :
Jam :
8
3. Riwayat kesehatan keluarga
- Identifikasi berbagai penyakit keturunan yang umumnya menyerang :
- Anggota keluarga yang terkena alergi, asma, TBC, hipertensi, penyakit jantung,
stroke, anemia, hemopilia, arthritis, migrain, DM, kanker dan
gangguan emosional :
- Buat bagan dengan genogram :
V. RIWAYAT SPIRITUAL
- Kaji ketaatan klien beribadah dan menjalankan kepercayaannya :
- Support sistem dalam keluarga :
- Ritual yang biasa dijalankan :
- Identifikasi kesulitan/hambatan klien dalam menjalankan ibadah di RS
2. Tanda-tanda vital
- Suhu :
- Nadi :
- Pernafasan :
- Tekanan darah :
3. Sistem pernafasan
- Hidung : kesimetrisan, pernafasan cuping hidung, adanya sekret/polip,passase
udara :
- Leher : Pembesaran kelenjar, tumor
- Dada :
Bentuk dada (normal,barrel,pigeon chest) :
Perbandingan ukuran anterior-posterior dengan transversi :
Gerakan dada (kiri dan kanan, apakah ada retraksi) :
Keadaan proxsesus xipoideus :
Suara nafas (trakhea, bronchial, bronchovesikular) :
Apakah ada suara nafas tambahan ? :
- Apakah ada clubbing finger :
4. Sistem kardiovaskuler
- Conjunctiva (anemia/tidak), bibir (pucat, cyanosis) :
- Arteri carotis :
9
- Tekanan vena jugularis :
- Ukuran jantung :
- Ictus cordis/apex :
- Suara jantung (mitral,tricuspidalis,S1,S2,bising aorta,murmur,gallop) :
- Capillary refilling time :
5. Sistem perncernaan
- Bibir (lembab, kering, pecah-pecah, labio skizis) :
- Mulut (stomatitis, apakah ada palatoskizis, jumlah gigi, kemampuan menelan,
gerakan lidah ) :
- Gaster (kembung, gerakan peristaltik ) :
- Abdomen (periksa sesuai dengan organ dalam tiap kuadran) :
- Anus (kondisi, spinkter ani, koordinasi) :
6. Sistem indra
- Mata : Kelopak mata, bulu mata, alis, lipatan epikantus dengan ujung atas telinga,
visus (gunakan snellen card) , lapang pandang, sklera, dan konjungtiva.
- Hidung: Penciuman, perih dihidung, trauma, mimisan, sekret yang menghalangi
penciuman
- Telinga : keadan daun telinga, operasi telinga, membrana tympani, fungsi
pendengaran .
7. Sistem saraf
a. Fungsi cerebral
- Status mental (orientasi, daya ingat, perhatian dan perhitungan, bahasa) :
- Kesadaran (eyes, motorik, verbal) dengan GCS :
- Bicara (ekspresive dan resiptive )
b. Fungsi kranial (saraf kranial I s/d XII) :
c. Fungsi motorik (massa, tonus dari kekuatan otot) :
- Fungsi sensorik (suhu, nyeri, getaran posisi dan diskriminasi ) :
- Fungsi cerebellum (koordinasi dan keseimbangan) :
- Refleks (ekstremitas atas, bawah dan superficial) :
- Iritasi meningen (kaku kuduk, kernig sign, brudzinski sign) :
8. Sistem muskuloskeletal
- Kepala ( bentuk kepala ) :
- Vertebrae (bentuk, gerakan, ROM ) :
- Pelvis (Thomas test, trendelenberg test, ortolani/barlow test, ROM) :
- Lutut (ROM) :
- Kaki (keutuhan ligamen, ROM) :
- Bahu :
- Tangan :
9. Sistem integumen
- Rambut ( distribusi ditiap bagian tubuh, texture, kelembaban, kebersihan ) :
- Kulit (perubahan warna, temperatur, kelembaban,bulu kulit, erupsi, tahi lalat, ruam,
- texture ) :
- Kuku ( warna, permukaan kuku, mudah patah, kebersihan ) :
10
- Gejala kreatinisme atau gigantisme :
- Ekskresi urine berlebihan , polydipsi, poliphagi :
- Suhu tubuh yang tidak seimbang , keringat berlebihan, leher kaku ) :
- Riwayat bekas air seni dikelilingi semut :
11
- Obat-obat untuk memperlancar BAB/BAK :
12
IX. Therapy saat ini (tulis dengan rinci)
Nama Obat Komposisi Golongan Obat Indikasi/Kontaindikasi Dosis Cara
Pemberian
13
Hari /Tanggal:
NO Jam Nomor Respon Respon Objektif Analisis Masalah Perencanaan Paraf
Evaluasi Daignosa Subjektif (S) (O) (A) Selanjutnya (P)
NANDA
Banjarmasin, ...........................2018
Preseptor akademik, Preseptor klinik,
(.................................................................) (.................................................................)
Lampiran 6
14
Format Resume Keperawatan
Nama Klien :
Umur/tgl lahir :
Diagnosa Medis :
Tanggal Pengkajian :
Riwayat keluhan saat pengkajian :
Data Fokus:
1. Data Subjektif
2. Data Objektif
Analisis Data
Data Subjektif :
Data Objektif :
S:
O:
A:
P:
Banjarmasin, ...........................2018
Preseptor akademik, Preseptor klinik,
(.................................................................) (.................................................................)
15
Lampiran 7
Format Laporan dan Tahapan Tutorial Klinik
Tanggal pengkajian :
Jam :
Data Pasien
- Nama ( inisial ) :
- Usia / tanggal lahir :
- Jenis kelamin :
- Alamat :
- Suku / bangsa :
- Status pernikahan :
- Agama / keyakinan :
- Pekerjaan / sumber penghasilan :
- Diagnosa medic :
- No. medical record :
- Tanggal masuk :
-
Keluhan Utama:
Diisi tentang keluhan klien pada saat pengkajian fisik dan tentang keluhan sehingga dia
membutuhkan perawatan medik.
(.................................................................) (.................................................................)
16
TUTORIAL KLINIK SESI II
PROBLEM SOLVING
Banjarmasin, ...........................2018
Preseptor akademik, Preseptor klinik,
(.................................................................) (.................................................................)
17
Lampiran 8
Format Refleksi Kasus
a. Deskripsi kejadian:
d. Analisis:
a) Mengapa kasus tersebut menarik?
b) Mengapa bisa terjadi?
c) Bagaimana hubungannya dengan kompetensi ners?
d) Analisis dapat dilihat dari berbagai aspek seperti aspek etik, moral, budaya, sosial
ekonomi, komunikasi, hukum, kebijakan, dan lain-lain sesuai dengan kejadian
yang dihadapi.
e. Kesimpulan dari kasus tersebut?
f. Action plan: seandainya ke depan kasus tersebut terjadi lagi, rencana apa yang akan
dilakukan.
Banjarmasin, ...........................2018
Preseptor akademik, Preseptor klinik,
(.................................................................) (.................................................................)
18
FORM PORTOFOLIO
PROGRAM PROFESI NERS FKIK. UM. BANJARMASIN
Nama mahasiswa :
NIM :
Stase :
RS. Homebased :
1. Jelaskan tentang pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang sudah anda peroleh
selama menempuh stase KDP pada pendidikan tahap profesi!
2. Uraikan kemajuan dan perkembangan yang anda peroleh selama menjalani stase KDP
dan selama menjadi mahasiswa keperawatan!
3. Berikan pendapat anda mengenai hal-hal menarik dan yang tidak menarik dalam proses
mendapatkan pengetahuan/pengalaman tersebut!
4. Buatkan deskripsi hasil karya anda yang terbaik selama melakukan pengelolaan pasien
di wahana praktik beserta alasannya!
19
Lampiran 9
FORM PERGANTIAN JADUAL DINAS
FORM PENGESAHAN
PERGANTIAN JADUAL DINAS
Saya yang bertanda tangan di bawah ini.
Nama :
NIP/NIK :
Selaku pembimbing klinik yang ditunjuk oleh koodinator stase atau preseptor, menyatakan
bahwa mahasiswa yang bersangkutan di atas telah mengganti jadual dinas sesuai dengan
jadual yang telah diajukan oleh mahasiswa tersebut diatas.
Keterangan:.............................................................................................................................
Mengetahui, Mengetahui,
Preseptor Klinik Preseptor Klinik
20
Lampiran 10
FORM LAPORAN INSIDEN MAHASISWA
RAHASIA, DILAPORKAN KEPADA PRESEPTOR
Insiden KNC, KTC, KTD, Kejadian Sentinel
A. Identitas Mahasiswa
Nama :
NPM :
Stase :
RS. Homebased :
B. Data Pasien
Nama :
No.RMK :
Ruang :
Jenis kelamin :
Penanggungjawab :
Tanggal MRS :
C. Rincian Kejadian
1. Tanggal dan waktu insiden :
2. Insiden :
3. Kronologis insiden :.................................................................
.........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
4. Jenis insiden (lingkari sesuai pilihan)
a. Kejadian Nyaris Cedera/KNC (Near miss)
b. Kejadian Tidak Cedera/KTC (No Harm)
c. Kejadian Tidak Diharapkan/KTD (Adverse Event)
d. Kejadian Sentinel/Sentinel Event
e. Lain-lain:.....................................................
5. Orang pertama yang melaporkan insiden
a. Pasien
b. Perawat
c. Keluarga
21
d. Pengujung
e. Lain-lain:.........................................
6. Insiden yang terjadi pada :
a. Pasien
b. Mahasiswa
c. Lain-lain:...........................................................
7. Tempat insiden
Lokasi kejadian:..................................................................................
8. Kasus penyakit
9. Unit/departemen terkait yang menyebabkan insiden:
10. Akibat insiden terhadap pasien
a. Tidak cedera
b. Cidera ringan
c. Cidera reversibel/cidera sedang
d. Cidera irreversibel/cidera berat
e. Kematian
f. Akibat lainnya:................................................................................................
11. Tindakan yang dilakukan segera setelah kejadian dan hasilnya:
Keterangan: form diisi apabila ners muda mengalami insiden pada saat melakukan praktik
klinik.
22
23