0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan7 halaman

Bahan Ajar Sistem Rem Abs

Dokumen tersebut menjelaskan tentang sistem rem ABS (Anti-lock Braking System) pada kendaraan. Sistem ini bekerja dengan mengontrol tekanan rem secara berulang untuk mencegah roda terkunci dan mobil tetap stabil saat berhenti. Komponen utamanya terdiri dari kontrol modul hidrolik, sensor kecepatan roda, dan modul kendali elektronik yang bekerja bersama untuk mendeteksi putaran roda dan mengatur tekanan rem secara otomatis
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan7 halaman

Bahan Ajar Sistem Rem Abs

Dokumen tersebut menjelaskan tentang sistem rem ABS (Anti-lock Braking System) pada kendaraan. Sistem ini bekerja dengan mengontrol tekanan rem secara berulang untuk mencegah roda terkunci dan mobil tetap stabil saat berhenti. Komponen utamanya terdiri dari kontrol modul hidrolik, sensor kecepatan roda, dan modul kendali elektronik yang bekerja bersama untuk mendeteksi putaran roda dan mengatur tekanan rem secara otomatis
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MATERI PEMBELAJARAN

1. Pengertian ABS
ABS adalah kepanjangan dari antilock brake system yang artinya adalah system yang
terkontrol secara otomatis untuk mencegah rem terkunci sehingga mencegah roda tergelincir
dan arah mobil tidak terkendali. Hal ini bisa terjadi karena pengereman dilakukan secara
bertahap seperti ketukan dengan kecepatan tinggi sehingga piringan tidak terlalu panas dan
mengunci.

Gambar 1. Konstruksi rem ABS

Pada dasarnya sistem ABS bekerja berdasarkan sensor-sensor yang mampu mengukur
kecepatan putar roda dan setiap roda dilengkapi piringan bergigi yang berputar melintasi
sebuah sensor yang dipasang secara permanen. Berdasarkan putaran piring bergigi inilah
sensor mengirimkan pulsa-pulsa yang frekuensinya sama dengan putaran roda.
Pulsa ini kemudian diterima oleh unit pengelola data rem ABS yang biasa disebut
ECU (Electronic Control Unit). Dari data ini, diproses pulsa aselerasi dan diselerasi, lalu
diteruskan ke sistem logika ECU, kemudian dikirimkan ke komando yang mengaktifkan
katup-katup selenoid yang akan mengatur tekanan hidrolik pada rem itu supaya turun pada
kondisi sekitar pengereman maksimum tanpa slip. Setelah krisis itu terlewati, maka secara
otomatis pula tekanan hidrolik akan diatur supaya naik kembali kepada kondisi pengereman
maksimum.
Gambar 2. Perbandingan kondisi pengereman kendaraan dengan ABS dan tanpa Abs

Tanpa ABS Dengan ABS


Gambar 3. Perbandingan kondisi pengereman kendaraan
dengan ABS dan tanpa ABS saat membelok
Jika permukaan jalan saat pengereman tidak rata, roda2 yang mengalami selip akan mudah
terkunci dan mobil akan berputar putar . namun dengan sistem ABS mobil akan tetap stabil
sampai mobil tersebut berhenti

Tanpa ABS Dengan ABS


Sistem ABS harus dapat memenuhi beberapa tuntutan seperti di bawah ini :
a. Pengontrolan rem harus dapat menjamin kestabilan dan pengontrolan pengereman pada
semua kondisi jalan, baik pada kondisi normal maupun kondisi jalan basah.
b. ABS harus dapat mengoptimalkan kapasitas pengereman roda diatas permukaan jalan
sehingga prioritas kastabilan dan pengontrolan kendaraan tidak terganggu oleh usaha
pengurangan jarak pengereman.
c. Pengontrolan pengereman harus dapat bekerja pada semua kondisi kecepatan kendaraan,
termasuk diantaranya adalah pada kecepatan rendah.
d. Sistem pengontrolan pengereman harus dapat dengan mudah beradaptasi dengan kondisi
jalan, khususnya pada pertimbangan gaya adhesive yang dimiliki oleh jalan sebagai
pengaruh bentuk permukaan jalan.
2. Tujuan Penggunaan Sistem Rem ABS
a. Mobil tetap Stabil (Vehicle Stability)
b. Proses penghentiannya lebih cepat (jarak lebih dekat, kecuali jalan bertanah atau bersalju)
c. Penguasaan control kendaraan menjadi maksimal (Steerability)
Jika roda depan terkunci mobil tidak mungkin bisa dikendalikan, Jika roda belakang yang
terkunci mobil akan tidak stabil dan dapat tergelincir kesatu sisi.
3. Komponen Utama Sistem Rem ABS :
a. ABS Control Modul & Hydraulic Unit
b. Wheel Speed Sensor dan Rotor
c. Electronic Control Module

Gambar 4. Komponen Sistem Rem ABS


4. Fungsi komponen
a. ABS Control Modul & Hydraulic Unit
Berfungsi mengolah data dari sensor roda dan mengendalikan tekanan minyak rem pada
silinder roda melalui actuator, fungsi fail safe mengembalikan system pengereman bila
terjadi kegagalan pada system ABS, fungsi self diagnostic mengdiagnosa kegagalan sistem.
Pengaturan ini diatur oleh pomoa motor yang berputar mengatur besar-kecilnya tekanan
fluida yang dibutuhkan.

Komposisi dasar ABSCM


Apabila ABS mengalami kegagalan, ABSCM akan mematikan kerja sistem untuk
memastikan keselamatannya. Karena apabila kerja dari solenoid valve tidak normal, dapat
mempengaruhi tekanan rem terhadap roda. Karena alasan inilah ABSCM dapat
menganalisa dan mengantisipasi semua kemungkinan kegagalan pada sistem.
Gambar.5 HCU Modulator
Untuk memasang ABSCM secara langsung pada HCU (Hydraulic Control Unit),
semiconductor yang ada di dalam ABSCM harus tahan pada suhu antara - 40 s/d 125
derajat celsius. Berkat pengembangan teknologi semiconductor dan ukurannya yang kecill,
sekarang ini yang popular banyak dipakai adalah tipe (ABSCM + HCU). Misalnya Bosch
ABS versi 5.0 atau yang lebih tinggi, versi MK-20i atau yang lebih tinggi keluaran TEVES
dan EBC 325 Kelsey Hayes mewakili integrated ABS.

b. Wheel Speed Sensor dan Rotor


Berfungsi mendeteksi kecepatan putaran masing-masing roda melalui sensor dan roda gigi
(rotor) yang terpasang ada roda atau diferential sebagai sumber input sistem. Sehingga
didapat masukan putaran masing-masing roda jika terdapat slip atau perbedaan putaran
antara masing-masing roda, dari inputan ini ECU akan memberikan sinyal masukan untuk
control modul hidrolik yang selanjutnya akan dikirimkan tekanan fluida (tinggi-rendahnya
tekanan) pada masing-masing jalur sistem pengereman untuk mencegah terjadinya slip.

Wheel speed sensor


Gambar.6 wheel speed sensor

Gambar.7 Konstruksi wheelKet Gambar:


speed sensor
Disaat Tone Wheel berputar, magnetic field merubah dan Cable
1. Electronic
membiaskan arus di dalam winding. 2. Permanent Magnet
3. Housing
- Permanent magnetic = menghasilkan tegangan4. Winding
- Kecepatan tinggi = menghasilkan frequency5.yang
Pole Pin
lebih
6. Tone Wheel
tinggi
- Kecepatan rendah = menghasilkan frequency yang lebih
rendah

Diferential speed sensor

Gambar.8 Diferential Speed sensor


c. Electronic Control Modul (ECM)
Fungsi ECM pada sistem ABS antara lain:
a. Mendapat informasi daris sensor putaran roda
b. Menghitung tekanan ideal untuk setiap roda
c. Mengirimkan perintah pengatur ke unit kontrol tekanan rem
d. Komputer selalu memeriksa fungsi diri secara automatis
e. Bila fungsinya salah, komputer memberi aliran dengan lampu kontrol kepada sopir

Gambar.9 komponen ECM pada sistem ABS

5. Prinsip Kerja dan cara kerja Sistem Rem ABS


Ketika pedal rem diinjak kecepatan roda akan berkurang, selanjutnya roda cenderung terkunci.
Pada titik ini ABS control unit akan menghitung perbedaan dan perbandingan kecepatan roda
dengan kecepatan kendaraan. Jika angka perbandingan tersebut besar, ABS control unit segera
memerintahkan untuk mengurangi tekanan minyak rem pada kaliper. Ketika tekanan hidraulik
turun kecepatan roda akan naik dan control unit akan segera memantau kecepatan roda
tersebut. Setelah kecepatan roda bertambah, control unit akan menyimpulkan bahwa roda
sudah terlalu lama tidak terkunci dan selanjutnya memerintahkan untuk menambah tekanan
minyak rem. Oleh karena itu, roda akan segera terkunci kembali. Dengan demikian kecepatan
dan pengereman mobil akan terkontrol kembali. Sewaktu pedal rem diinjak, sistem ABS akan
memberikan perlambatan kecepatan kendaraan secara berangsur-angsur sampai kendaraan
benar-benar berhenti. Keadaan ini terjadi karena adanya penambahan dan pengurangan tekanan
minyak rem secara periodik sampai mobil benar-benar berhenti dalam interval waktu yang
sangat singkat.
Kesimpulannya, prinsip utama dari sistem ABS adalah mengontrol kecepatan putaran roda
dengan cara mengontrol tekanan pada jalur sistem pengereman. Dengan demikian dicapai
kondisi dimana roda sedang tepat sebelum terkunci, yang mana akan menghasilkan
pengereman yang paling efektif.

Referensi
Anonim. (1995). New Step 1 Training Manual . Jakarta: PT. Toyota–Astra Motor.
Anonim. (1995). Teknik-Teknik Servis Dasar. Jakarta: PT. Toyota–Astra Motor.
Toyota Astra Motor “New Step 1 Training Manual ” jakarta PT. TAM Training Center, 1995.
http://www.astracreditcompanies.com/news/read/187/mengenal_cara_kerja_rem_abs_anti_lock_b
raking_systems#.UsonsVK0nsw

Anda mungkin juga menyukai