Anda di halaman 1dari 4

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

PENGUKURAN TOPOGRAFI

PERUSAHAAN : CV. SARANA USAHA

DEPARTEMEN : ENGINEERING

NO : HSE-STLI-SEBAMBAN-000

MULAI BERLAKU : 01/01/2018


DIBUAT OLEH DIPERIKSA OLEH DISETUJUI OLEH

Safety Project Manager KTT


1. Tujuan, Ruang Lingkup dan 2. Prosedur
Landasan Hukum
1.1. Tujuan
1.1 Tujuan 2.1 Urut-urutan Prosedur

Tujuan dari prosedur ini untuk arahan bagaimana tata cara I. Memeriksa Alat Pelindung Diri ( APD)
yang aman pada saat melakukan pengukuran Original
rencana Pit untuk pengadaan surface awal (dasar progress Gunakan Alat Pelindung Diri standar (masker debu,
pit) dan perencanaan detail PIT oleh Mine Plan. kacamata, sarung tangan, helm dan sepatu pelindung)
berkondisi baik untuk mengurangi resiko cedera.
1.2 Ruang Lingkup Hanya orang yang dalam keadaan sehat dan sudah
mendapat pelatihan khusus yang dibolehkan untuk
Prosedur ini berlaku bagi Unit kerja Mine Survey Section dan melakukan uji coba unit.
unit kerja terkait dengan pekerjaan survey CV. Sarana
Usaha. II. Siapkan Alat dan Peralatan

1.3 Landasan Hukum Ketidakhati-hatian bisa menyebabkan cedera akibat


tersandung jatuh, cedera punggung atau kejatuhan barang,
1.3.1. Undang – undang No. 11 tahun 1969 tentang Pokok maka diharuskan :
– Pokok Pertambangan - Perhatikan tempat berjalan dan beraktivitas, jangan berlari
1.3.2. Undang – undang No. 1 tahun 1970 tentang di lingkungan workshop.
Keselamatan dan Kesehatan Kerja - Gunakan teknik mengangkat / membawa barang manual
1.3.3. Kepmen No.555.K/26/M.PE/1995 tentang dengan benar.
Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam - Alat dan peralatan atau komponen yang dibawa diusahakan
Pertambangan Umum diletakkan dalam toolbox atau kotak orisinalnya.
1.3.4. “Safety Policy “ - Pastikan alat dan peralatan yang dipilih dalam keadaan baik
dan standar, sesuai dengan rekomendasi shop manual.
III. Request Pengukuran Original dari Mine Plan VI. Request Clearing Areal Rencana Original

- Pengukuran Original dilakukan atas dasar request Agar terhindar dari kecelakaan kerja atau alat kerja rusak,
/permintaan pengukuran original dari seksi Mine Plan. maka perlu dilakukan hal berikut :
- Request/permintaan pengukuran dilampirkan peta rencana - Request clearing dilakukan Mine Survey ke Operation untuk
rencana original dan koordinat titik-titik batas original. selanjutkan diteruskan ke masing-masing kontraktor yang
akan melakukan penambangan.
IV. Persiapan Alat Ukur dan Tenaga Kerja - Operation memberikan konfirmasi balik ke Mine Survey
tentang kesanggupan kontraktor untuk celaring.
Sebelum pengukuran dilakukan, maka tata cara berikut harus - Kontraktor melakukan clearing dan didampingi staff dari
dipatuhi: Mine survey dan Open Pit
- Menentukan jadwal pengukuran progress pit dan
pembagian team survey oleh Supervisor. VII. Pengukuran Poligon Tertutup
- Chek semua kelengkapan alat yang harus dibawa, serupa
battery alat, meteran, handy talking, tripod, single pole, Agar pengukuran menghasilkan data yang akurat, maka
prisma, dan tribrach. perhatikan :
- Check muatan internal battery alat dan handy talky. - Titik awal polygon harus berasal dari jaring polygon dengan
- GPS Navigasi untuk stake out batas original sebagai kesalahan terkecil.
pendekatan sebelum di tembak dengan alat pada posisi - Poligon di areal rencana polygon harus dilakukan tertutup.
sebenarnya.
- Tenaga kerja diatur sesuai kebutuhan yaitu 4–5 orang dan VIII. Setting Alat ukur dan Pembuatan Job
ditentukan oleh supervisor.
- Setting alat ukur dapat dilihat pada PK tentang Setting Alat
Ukur.
V. Stake Out batas Original dengan GPS Navigasi sebagai - Penamaan Job Original dengan kode ORGXXYY, dimana
pendekatan keposisi sebenarnya ORG adalah data Original, XX adalah tanggal dan YY
adalah bulan
- Stake Out batas kemudian di lakukan dengan alat Total - Uraian detail tentang pembuatan job dapat dilihat pada PK
Station untuk memposisikan titik yang sebenarnya di tentang Pengukuran Detail dengan PowerSet.
lapangan
- Jangan membaca / menulis sambil berjalan.
- Baca / tulis harus dilakukan di tempat yang penerangannya
cukup.
IX. Pengambilan Data Original PIT 2.2 Ketentuan Pemberlakukan

Detail yang harus diukur : 1. Prosedur ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan ditanda
- Tanah asli dengan jarak perdetail maksimum 5 meter dan tangani oleh Kepala Teknik Tambang.
diberi kode SH atau angka 500 ( lima ratus ). 2. Segala pelanggaran atas prosedur ini akan diselesaikan
- Crest (pinggir/bibir lereng ) dengan jarak perdetail sesuai dengan peraturan perusahaan yang berlaku.
maksimum 5 meter dan diberi kode C atau angka 4 (empat) 3. Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam
- Toe (kaki lereng) dengan jarak perdetail maksimum 5 meter penetapannya, akan diadakan pembetulan sebagaimana
dan diberi kode T atau angka 3 ( tiga ) mestinya.
- Lereng dengan jarak perdetail maksimum 5 meter secara
horizontal dan beda tinggi maksimum 3 meter dan diberi
kode SLP.
- Pinggir jalan dengan jarak maksimum perdetail 5 meter dan
diberi kode JL atau angka 600
- Central jalan dengan jarak maksimum perdetail 5 meter dan
diberi kode CJL.
- Muka air dan dasar genangan air dengan jarak maksimum
3 meter dan diberikode AIR.
- Kerapatan pengambilan titik detail semakin tinggi jika lahan
progress semakin tak beaturan atau tingkat kemiringan
lereng semakin besar.

X. Kembalikan Alat dan Peralatan Kerja

Agar alat kerja tidak rusak, atau mengalami cedera punggung


atau terjatuh, maka perhatikan :
- Periksa kembali semua alat dan peralatan kerja, bersihkan
dengan hati-hati.
- Alat / special tool yang berukuran besar atau berat
dipindahkan dengan alat angkat / angkut. Ikuti tata cara
penggunaan alat angkut yang benar dan aman.