Anda di halaman 1dari 6

NOTA PEMBELAAN

TERHADAP TUNTUTAN JAKSA PENUNTUT UMUM


DALAM PERKARA PIDANA DUGAAN KORUPSI PENERIMAAN HADIAH/JANJI
A.N. EDI SETIAWAN

Yang Mulia Ketua Majelis Hakim,


Yang Mulia Para Anggota Majelis Hakim,
Yang Terhormat Jaksa Penuntut Umum,
Yang Terhormat Tim Penasihat Hukum,
Dan Para hadirin sekalian,

Assalamu’alaikum Warahmatullahiwabarakatuh
Selamat siang dan salam sejahtera untuk kita sekalian

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang dan Maha Adil,
yang senantiasa merahmati dan memberi kekuatan pada kita semua sehingga bisa melanjutkan proses
pengadilan ini sampai selesai nanti.

Mengawali nota pembelaan ini, ijinkan saya yang tadinya pesimis pada proses hukum di Indonesia yang
saya cintai ini (pesimis karena seringnya menyaksikan dan merasakan sakitnya menjadi korban
pelacuran hukum oleh oknum apparat penegak hukum/APH) untuk menyampaikan banyak terimakasih
pada institusi KPK dan segenap pimpinan beserta jajaran aparaturnya, sebab dengan kejadian ini, saya
secara pribadi merasa terselamatkan dari jalan yang salah, dari perbuatan dosa untuk kembali ke jalan
yang benar, diberi kesempatan lebih awal untuk bertaubat, menebus dan mempertanggungjawabkan
segala kesalahan selagi hidup di dunia.
Dengan demikian, semoga bisa meringankan pertanggungjawaban pada Allah SWT. di pengadilan yang
Maha adil kelak di akhirat.

Segenap rasa hormat, terimakasih dan harap atas nama pribadi dan keluarga bagi yang mulia ketua dan
anggota majelis hakim, yang telah berkenan memimpin jalannya proses pengadilan ini secara obyektif
dan bertanggunngjawab dengan niat dan tekad yang bulat menegakkan hukum dan keadilan dalam
perkara yang didakwakan kepada saya ini. Semoga Allah SWT. meridhai dan mencatat sebagai amal
ibadah yang berbalas ampunan dan kebaikan didunia dan akhirat.

Terimakasih juga saya sampaikan kepada yang terhormat tim penyidik dan jaksa penuntut umum, yang
dengan penuh kesabaran memproses perkara ini, membantu dan mengarahkan saya sehingga saya juga
ditetapkan sebagai justice collaborator, yang dengan status itu membuktikan bahwa saya bukan “pelaku
utama” melainkan hanya saksi pelaku yang diminta menjalankan perintah bahkan terpaksa menjalankan
perintah dan juga bukan penikmat hasil dari tindak pidana korupsi ini.
Selanjutnya rasa hormat dan terimakasih yang luar biasa saya sampaikan kepada tim penasehat hukum,
ibu, istri, saudara, anak-anak, karib kerabat dan teman/sahabat yang penuh empati, sabar dan gigih
membantu, mensuport dan mencurahkan energi positifnya untuk tetap bersemangat mengungkap
kebenaran dan keadilan.

Yang mulia majelis Hakim, dan yang terhormat jaksa penuntut umum ijinkan pada kesempatan ini demi
kebenaran dan keadilan untuk dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, negara dan Tuhan Yang
Maha Kuasa, saya menyampaikan beberapa hal sebagai berikut :
1. Program pengadaan mebelair tahun 2017 adalah program lanjutan tahun 2016 yanng menuntut
adanya keserasian barang hasil pengadaan yang sebisa mungkin sama, sesuai dengan grand
desain interior balaikota among tani yang sudah dijalankan sejak tahun 2016.
2. Perintah untuk mengarahkan pemenangan lelang pengadaan kepada perusahaan saudara Filipus
Djap dari Wali Kota Batu kepada saya memang benar adanya,
Namun perintah tersebut saya sikapi secara normatif, sehingga proses pengadaan tetap
berjalan sesuai kaidah standart minimal peraturan pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Dan hasil pengadaan tersebut dari hasil audit/pemeriksaan baik oleh tim pemeriksa hasil
pekerjaan (TPHP), tim pengawalan pelaksanaan pembangunan pemerintah daerah (TP4D) yang
didalamnya terdapat unsur kepolisian dan kejaksaan, inspektorat maupun BPK RI tidak
ditemukan adanya kesalahan atau penyimpangan maupun kerugian negara jikapun ada
catatan, hanya bersifat administratif yang tidak dapat dipidana bahkan hasil pengadaan tersebut
sangat memuaskan, telah digunakan dan dimanfaatkan dengan baik sesuai kebutuhan yang
direncanakan.
3. Demikian halnya dengan pengadaan kain seragam, yang dilakukan dengan niatan utama untuk
mendapatkan barang dengan kualitas terbaik meski tidak menafikkan adanya perintah khusus
pimpinan.
4. Pada saat proses pengadaan akan dilaksanakan, situasi birokrasi dipemerintah kota Batu secara
psikologis sedang mencekam, hampir semua pejabat tidak berani melaksanakan kegiatan
pengadaan/tander, takut menjadi bidikan aparat hukum, setelah banyak kejadian yang
menyeret ASN berurusan dengan APH.
Namun, karena proses pembangunan sebagai amanat undang-undang dan amanat rakyat tidak
boleh berhenti. Walikota segera berinisitif melibatkan FORKOMPINDA (termasuk APH) untuk
terlibat secara aktif dan bersama-sama dalam setiap proses pengadaan. Dari situlah kemudian
TP4D terbentuk, istilah sharing fee proyek muncul sebagaimana yang telah terjadi untuk
meminimalkan system saling memeras secara sistemik yang telah menjadi penyakit birokrasi
dan menakutkan bagi jajaran pimpinan dan entitas pengadaan pemerintah sebelumnya.
5. Uang Rp.95.000.000 atau 2% yang didakwakan oleh jaksa penuntut sebagai “fee proyek” bagi
saya atau panitia lelang adalah pernyataan sepihak saudara filipus yang tidak memiliki bukti dan
saksi, bahkan bertentangan dengan alat bukti resmi berupa rekaman penyadapan pembicaraan
yang dilakukan oleh KPK sendiri antara lain:
A. Percakapan telpon tanggal 15 agustus 2017 jam 10.08. 37’’ pada menit 00:04:20
Filip: untuk temen-temen punya, yang ke …., pak edi punya, saya tetap ada kontribusi ke pak
edi.
Edi : aduh, ndak usah mikir saya deh pak, yang penting lunas dulu, saya terbebani.
B. Percakapan telpon tanggal 23 agustus 2017 jam 13:18:13 mulai menit ke 00:05:32
Filip : - untuk APH
- Nah itu kita perlu duduk sama-sama pak
- Nah kira-kira untuk temen yang itu kita anggarkan berapa ya pak?
- Tolong diskusikan yang untuk teman-teman, itu baju hijau, coklat, BPK, LSM,
wartawan dan siapa lagi itu
- Saya kapok dipanggil-panggil kayak waktu itu lagi
- Heeee nah ntar, yang, ini pak yang dari temen-temen kejaksaan dan kepolisian,
saya titipkan ke pak edi setiawan saja deh pak.
Berdasar 5 point fakta tersebut, perlu saya sampaikan bahwa:
1. Tidak pernah terbesit sedikitpun niat dibenak saya untuk melakukan korupsi, sebagaimana
yang didakwakan. Sebagai prajutit yang baik, saya hanya bekerja dan bekerja menjalankan
tugas yang diamantkan oleh pimpinan sebaik-baiknya dengan penuh tanggungjawab baik
kepada pimpinan, masyarakat maupun kepada Tuhan.
Karena salah satu indikator penilaian kinerja ASN adalah kepatuhan/loyalitas pada pimpinan
- tidak boleh menolak tugas. Bahkan, pada saat mengetahui ada perintah kepada saya untuk
melaksanakan pekerjaan yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku, sayapun pernah
sampai tiga kali menyampaikan ketidaksanggupan dan keinginan untuk mengundurkan diri
namun selalu tidak dikabulkan.
2. Saya mau menjalankan tugas tersebut, karena memang tidak ada pilihan lain sebagai staf,
selain menjalankan tugas dalam rangka dan dengan niatan baik agar pembangunan bisa
berjalan, disamping bisa merangsang, menumbuhkan keberanian para pimpinan OPD dan
entitas pengadaan untuk melaksanakan program-program pembangunannya, yang
hasilnya sudah ditunggu oleh masyarakat
3. Tuduhan uang Rp. 95.000.000 rupiah atau 2% dari nilai proyek yang didakwakan kepada
saya adalah tidak tepat, karena alat bukti yang ada jelas menyatakan itu titipan dari saudara
filip untuk apparat penegak hukum (APH), meski dalam kesaksian - persepsi filipus sendiri
secara sepihak mengingkarinya hanya demi mendapatkan status “JC” dan kekhawatiran
perkaranya dikembangkan pada kasus kejahatan lainnya, apalagi jika harus berbenturan
dengan aparat kepolisian.
Namun kebenaran tetap kebenaran, apalagi pada saat bersamaan, saya dibagian Layan
Pengadaan (BLP) sedang membangun komitmen anti KKN menuju BLP kota Batu sebagai
Centre of Excellent (COE).
Sungguh tuduhan itu menjadikan saya dan keluarga besar BLP Kota Batu shok dan terciderai
bagai dihujani peluru fitnah yang keji.
Bagaimana mungkin alat bukti yang resmi dan otentik kalah dengan persepsi/pernyataan
sepihak penuh kebohongan dari seorang saksi pelaku yang dalam beberapa persidangan
terlihat jelas bahwa dia adalah pelaku utama yang banyak berbohong, berani memalsukan
tanda tangan, dan lain-lain.
Kami jadi bertanya-tanya perihal status JC yang diberikan kepadanya, aneh dan menjadikan
rasa percaya kami pada penegakkan hukum kembali surut.
4. Dapatkah disebut keadilan, jika pelaku utama dan penikmat kejahatan dituntut hukuman
yang sama atau mirip dengan seorang ASN yang terpaksa/dipaksa melakukan pekerjaan
dalam sebuah system yang sudah terpola sedemikian rupa?

Yang mulia ketua dan anggota majelis hakim


Yang terhormat jaksa penuntut umum dan tim penasehat hukum,

Mohon dengan hormat,


Apa yang saya utarakan itu tidak dimaknai sebagai bentuk perlawanan atas tuntutan jaksa penuntut
umum, karena mengungkapkan, menyatakan bahwa yang benar adalah benar dan yang salah adalah
salah meski terasa pahit, hukumnya adalah wajib.
Selanjutnya, dengan penuh kesadaran dan penyesalan yang dalam saya menyerahkan sepenuhnya
kepada majelis hakim selaku wakil Tuhan dalam pengadilan di dunia untuk menilai dan
mempertimbangkan ungkapan hati nurani saya ini dalam membuat keputusan yang seadil-adilnya
hukuman yang harus saya jalani.
Terhadap jaksa penuntut umum dan tim penyidik KPK, yang mungkin ada harapan-harapan dari JPU dan
tim penyidik untuk saya ungkapkan/jelaskan lebih jauh, tapi baru itulah kemampuan maksimal saya, apa
yang saya ketahui, saya dengar dan saya lakukan.
Sebagai ASN saya menjunjung tinggi program pemerintah, dalam hal ini untuk memberantas KKN.
Akhirnya, ijinkan dalam nota pembelaan ini saya pribadi dan keluarga memohon maaf yang sebesar-
besarnya kepada:
1. Pemerintah dan seluruh masyarakat kota Batu
Karena atas kejadian memalukan ini nama baik tercoreng. Namun percayalah, bahwa yang saya
lakukan selain karena posisi sebagai bawahan yang harus menjalankan perintah atasan juga
karena selaku putra daerah tidak ingin program-program pembangunan yang baik yang hasilnya
harus bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat terhembat/terhenti karena situai dan sitem yang
tidak baik pada saat itu. Meski akhirnya, kini saya menyadari bahwa cara-cara itu ternyata salah,
sehingga saya harus menjadi tumbal/korbannya.
2. Kepada seluruh jajaran BLP Sekda Kota Batu
Atas kejadian yang mencoreng nama baik Bagian di kala sedang gencar-gencarnya penuh
semangan membangun BLP sebagai satuan kerja yang berintegritas dan pusat keunggulan.
Selaku ASN, saya juga mohon maaf kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM yang
membina saya selama ini.
3. Kepada keluarga saya
- Ibunda tercinta
Yang telah mempertaruhkan hidup, mengandung dan melahirkan, berjuang bersusah payah
Bersama almarhum bapak tercinta membesarkan dan mendidik saya untuk menjadi pribadi
yang baik, jujur, berbakti pada orang tua, Bangsa dan Negara, serta beriman dan bertaqwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa
- Ibu dan almarhum Bapak Mertua,
Yang senantiasa memberi support moril dan materiil dengan penuh kesabaran dan kasih
sayang
- Istri tercinta,
Yang selalu setia, penuh kesabaran mendampingi saya dan menjadi benteng kejahatan
syahwat dunia yang penuh tipu daya, baik sebelum, selama, maupun sesudah selesainya
proses ini.
- Anak-anak saya :
Mas Azam yang saat ini duduk di Bangku kelas 2 SMP di Batu
Mas Hafidz kelas 6 SD yang sedang persiapan menempuh UNAS/UASBN
Mbak Iij yang saat ini kelas 4 SD, sedang menjalankan ujian kenaikan kelas,
Adek Hakim yang baru berusia 9 bulan.
- Saudara dan karib kerabat,
Yang karena perbuatan saya, kalian semua harus turut menanggung malu, menanggung
beban hidup saya, bahkan menanggung hutang-hutang saya, terlebih lagi turut menanggung
sanksi social atas perbuatan saya yang bertentangan dengan peraturan. Padahal kalian tidak
pernah terlibat dan tidak tahu apa-apa atas perbuatan saya ini.

Dengan kejadian ini, saya dan keluarga merasa sangat berdosa dan malu terhadap masyarakat kota Batu
terlebih dihadapan Allah SWT.
Saya berjanji tidak akan mengulangi lagi atau ikut mendukung kejadian seperti ini. Semoga Allah SWT.
menerima taubat dan mengampuni perbuatan saya ini

Khusus kepada bapak dan ibu Walikota Batu,


Kiranya hanya ini yang bisa saya lakukan sebagai bentuk pengabdian, kesetiaan dan loyalitas saya selaku
bawahan kepada atasan, selaku staf pada pimpinan.
Mungkin selama proses penyidikan atau persidangan, bapak serta ibu beranggapan lain karena saya
menyampaikan kejadian apa adanya. Saya memahami, namun itu bukan penghianatan, bahkan itu
sebagai bentuk sayang saya kepada bapak/ibu agar kita selamat tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat,
seperti ajaran bapak :
“agar menjadi ksatria yang berani jujur mengakui kesalahan dengan mempertanggungjawabkan
kesalahan saat ini juga selagi hidup didunia, jangan menunggu nanti diakhirat”

Demikian nota pembelaan pribadi saya pada hari ini, terimakasih atas perkenan majelis hakim yang
mulia, tim jaksa penuntut umum, tim penasihat hukum, serta hadirin yang dengan penuh kesabaran
mengikuti pembacaan nota pembelaan pribadi ini.

Terakhir, saya serahkan sepenuhnya kepada majelis Hakim untuk mempertimbangkan nota pembelaan
pribadi saya ini sebagai bahan pengambilan keputusan.
Semoga Allah SWT, Tuhan yang Maha Adil tempat kita mempertanggungjawabkan segala tindakan kita,
memberi petunjuk yang baik bagi kita semua.

Mohon maaf atas segala salah dan khilaf.


Billahi fii sabilill haq
Qulilhaqqo walau kaana murron

Surabaya, 17 April 2018


Terdakwa,

EDI SETIAWAN