Anda di halaman 1dari 6

PEMBAHASAN SOAL TEORI KEJURUAN SMK TATA BUSANA UJIAN NASIONAL

Tahun Pelajaran 2015/2016

1. Jawaban: A Penjelasan:

Berikut langkah langkah yang harus dilakukan bila seseorang tersengat aliran listrik:

1)

Segera matikan aliran listrik

2)

Pisahkan orang tersebut dari barang yang teraliri listrik dengan menggunakan benda yang

3)

tidak dapat menghantarkan arus listrik. Berikan pertolongan pertamadengan memberikan air putih yang banyak.

4)

Bawalah ke rumah sakit terdekat.

2. Jawaban: B Penjelasan:

- TS (Total solid) yaitu residu yang diperoleh setelah menguapkan sejumlah volume air pada 103 o C. Total solid dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu suspended solid (SS) dan dissolved solid (DS). Dalam ilmu kimia yang dimaksud suspended solid (SS) adalah TSS (Total Suspanded Solid).

- TSS (Total Suspanded Solid) dalam karakteristik fisika adalah jumlah berat dalam mg/liter kering lumpur yang ada dalam limbah setelah mengalami penyaringan dengan membran berukuran 0,45 mikron. Air alam mengandung zat padat terlarut yang berasal dari mineral dan garam-garam yang terlarut ketika air mengalir di bawah atau di permukaan tanah. Apabila air dicemari oleh limbah yang berasal dari industri, pertambangan dan pertanian, kandungan zat padat tersebut akan meningkat. Jumlah zat padat terlarut ini dapat digunakan sebagai indikator terjadinya pencemaran air. Selain jumlah, jenis zat pencemar juga menentukan tingkat pencemaran dan juga berguna untuk penentuan efisiensi unit pengolahan air .

- Ammonia adalah senyawa kimia dengan rumus NH 3 . Biasanya senyawa ini didapati berupa gas dengan bau tajam yang khas (disebut bau amonia).Walaupun amonia memiliki sumbangan penting bagi keberadaan nutrisi di bumi, amonia sendiri adalah senyawa kaustik dan dapat merusak kesehatan. Dari penjelasan diatas salah satu karakteristik air limbah yang merupakan jumlah berat dalam mmg/ lt kering lumpur yang ada di dalam air adalah Total suspended solid.

3. Jawaban: C Penjelasan:

Kebakaran diklasifikasikan (dikelompokkan) berdasarkan sumber penyebab api yang muncul dalam kejadian kebakaran. Klasifikasi (kelas) kebakaran secara umum merujuk pada klasifikasi internasionla yaitu klasifikasi kebakaran menurut NFPA (Nasional Fire Protection Associantion) Amerika. Berikut klasifikasi (kelas) kebakaran berdasarkan NFPA dengan media pemadam efeknya antara lain:

Kelas

Kebakaran/ Penyebab

Pemadam

Kertas, Kain, Plastik, Kayu

Kebakaran/ Penyebab Pemadam Kertas, Kain, Plastik, Kayu Benda Padat Non Logam Air, Uap Air, Pasir, Busa,

Benda Padat Non Logam

Pemadam Kertas, Kain, Plastik, Kayu Benda Padat Non Logam Air, Uap Air, Pasir, Busa, CO2, Serbuk

Air, Uap Air, Pasir, Busa, CO2, Serbuk Kimia Kering, Cairan Kimia

Logam Air, Uap Air, Pasir, Busa, CO2, Serbuk Kimia Kering, Cairan Kimia Metana, Amoniak, Solar CO2,

Metana, Amoniak, Solar

Logam Air, Uap Air, Pasir, Busa, CO2, Serbuk Kimia Kering, Cairan Kimia Metana, Amoniak, Solar CO2,

CO2, Serbuk Kimia Kering,

1

Gas/Uap/Cairan

Busa

Gas/Uap/Cairan Busa Listrik Arus Pendek CO2, Serbuk Kimia Kering, Uap Air Aluminium, Baja Tembaga, Besi, Serbuk

Listrik

Arus Pendek

Gas/Uap/Cairan Busa Listrik Arus Pendek CO2, Serbuk Kimia Kering, Uap Air Aluminium, Baja Tembaga, Besi, Serbuk

CO2, Serbuk Kimia Kering, Uap Air

Busa Listrik Arus Pendek CO2, Serbuk Kimia Kering, Uap Air Aluminium, Baja Tembaga, Besi, Serbuk Kimia

Aluminium,

Baja

Tembaga,

Besi,

Serbuk Kimia Kering, Uap Air Aluminium, Baja Tembaga, Besi, Serbuk Kimia sodium Klorida, Grafit Logam Radioaktif

Serbuk Kimia sodium Klorida, Grafit

Logam

Tembaga, Besi, Serbuk Kimia sodium Klorida, Grafit Logam Radioaktif Bahan-Bahan Radioaktif <Belum Diketahui

Radioaktif

Bahan-Bahan Radioaktif

<Belum Diketahui Secara Spesifik>

Radioaktif <Belum Diketahui Secara Spesifik> Lemak dan Minyak Masakan Cairan Kimia, CO2 Bahan Masakan

Lemak dan Minyak Masakan

Diketahui Secara Spesifik> Lemak dan Minyak Masakan Cairan Kimia, CO2 Bahan Masakan Jadi jika kebakaran terjadi

Cairan Kimia, CO2

Bahan Masakan

Jadi jika kebakaran terjadi di bagian penyimpanan bahan makanan yang ada di kantin perusahaan, berdasarkan klasifikasi NFPA kebakaran yang terjadi di kantin perusahaan garment masuk dalam kategori kebakaran kelas K.

4.

Jawaban: A

Penjelasan:

Gambar

Jenis Sepatu Mesin

Fungsi

Sepatu Menjahit Kelim Bulat (Rolled Hem Foot) sepatu yang dikhususkan untuk menjahit pinggiran kain yang

Sepatu Menjahit Kelim Bulat (Rolled Hem Foot)

sepatu yang dikhususkan untuk menjahit pinggiran kain yang tipis. Misalnya selendang atau jilbab dari kain chiffon.

Sepatu Biasa (General Purpose Presser Foot) Sepatu ini difungsikan untuk menjahit lurus kampuh dan kelim

Sepatu Biasa (General Purpose Presser Foot)

Sepatu ini difungsikan untuk menjahit lurus kampuh dan kelim

2

Sepatu resleting biasa (Single Zipper Foot) Sepatu yang dikhususkan untuk menjahit resleting biasa.

Sepatu resleting biasa (Single Zipper Foot)

Sepatu yang dikhususkan untuk menjahit resleting biasa.

Sepatu resleting jepang (Papanesses Zepper Foot) Sepatu yang dikhususkan untuk menjahit resleting jepang.

Sepatu resleting jepang (Papanesses Zepper Foot)

Sepatu yang dikhususkan untuk menjahit resleting jepang.

Sepatu Menjahit Benang Untuk hiasan pelekatan benang. Biasanya digunakan untuk menghias busana dengan lekatan berbagai

Sepatu Menjahit Benang

Untuk hiasan pelekatan benang. Biasanya digunakan untuk menghias busana dengan lekatan berbagai benang hias.

Hiasan

(Three Way

Cording Foot)

Dari penjelasan tabel diatas maka dapat diketahui, sepatu mesin jahit yang tepat digunakan untuk menyelesaikan kelim gulung pada kain yang tipis sepatu Menjahit Kelim Bulat (Rolled Hem Foot).

5. Jawaban: A Penjelasan:

Langkah menghindari kelain tulang belakang (skoliosis, kifosis dan lodorsis), sakit leher, bahu dan sakit punggung pada operator mesin jahit adalah dengan; 1) Penyesuain tempat duduk, Posisi duduk tegak dan punggung bersandar pada sandaran kursi dapat membuat dan mempertahankan sikap duduk yang sempurna dan tersangga dengan baik sehingga tidak ada otot yang tegang atau yeri. 2) Tinggi meja kerja, upaya untuk menghindari operator mesin mengalami sakit leher, bahu, dan otot punggung maka jarak antara permukaan meja kerja atau tempat duduk hendaknya setinggi 25 30 cm diatas tempat duduk. Sedangkan jarak mata kekomponen pakaian yang dijahit harus 30 40 cm. 3) Posisi alat pengendali mesin, sebaiknya pedal diletakkan ditempat yang nyaman ditengah antara bagian depan dan bagian belakang bangku.

6. Jawaban: D

Penjelasan:

No.

Gambar

Keterangan

1.

1. Mesin Press/Nahkoda (Streamer) kerah

Mesin Press/Nahkoda (Streamer) kerah

2.

2. Mesin Press Bidang Datar Kapasitas Besar

Mesin Press Bidang Datar Kapasitas Besar

3.

 

Band Knife Cutting Machine

(Mesin potong

kain/ lapisan)

3

 
   
 

4.

4. Mesin spreading  

Mesin spreading

 

5.

5. Fabric Inspection Machine (Mesin inpeksi

Fabric

Inspection

Machine

(Mesin

inpeksi

kain)

7. Jawaban: D Penjelasan:

Cara memperbaiki kerusakan kecil pada mesin jahit lurus/ manual/ klasic.

No.

Jenis Kerusakan

Penyebab

Perbaikan

1.

Mesin

tidak

lancar

Kurang minyak pelumas pada mesin jahit, selain itu pelumas yang digunakan tidak bermutu baik. Adanya benang-benang yang lepas menyangkut pada mesin dan juga penumpukan debu dan sisa serat kain pada gigi mesin.

Membersihkan mesin dari serat-serat kain dan benang yang tertinggal dengan kuas atau sikat. Memberikan minyak pelumas pada throat plate (penutup gigi) dengan pelumas yang berkualitas baik.

dan berisik.

2.

Benang jahit sering nyakut.

Benang jahit menyangkut karena menjahit dengan arah yang salah. Memasang jarum tidak tepat pada tempatnya yang menyebabkan jarum cepat tumpul atau bengkok sehingga ketegangan benang menjadi terlalu besar. Benang terlalu kasar atau terlalu halus yang tidak sesuai dengan jenis kain yang digunakan.

menganti jarum dengan jenis yang baik - menyesuaikan nomor benang dengan nomor jarum yang akan digunakan

-

- setel kembali rumah sekoci dan kendurkan tegangan dengan memperhatikan keseimbangan dengan benang jahit bawah

 

- tarik kain kearah belakang mesin jahit.

3.

Benang jahit bawah sering putus.

Benang jahit tidak rapi digulung pada spul/kumparan, tegangan benang pada sekoci (bob bin case) terlalu besar, benang tidak sempurna lewat rumah sekoci, dan banyak debu terdapat pada mekanisme mesin.

- bersihkan bagian mekanisme mesin

- garis tengah sekoci harus rata secara keseluruhan sehingga benang lewat pada arah yang seharusnya

- kurangi ketegangan dan

4

     

benang dan sesuaikan dengan tegangan benang atas.

4.

Benang sering putus.

jarum tidak pada tempatnya sehingga sering mengenai hook dan menyebabkan jarum tumpul. Jenis jarum tidak sesuai dengan kain yang digunakan. Setelah selesai menjahit kain ditarik kearah yang salah.

Ganti jarum, sesuikan antara benang jahit, jarum dan kain

- Pasanglah jarum pada tempat yang tepat

- kendurkan tegangan dengan memperhatikan keseimbangan antara benang atas dan benang bawah jahitan.

jarum tidak tepat pada tempatnya, jarum tumpul, ukuran benang tidak sesuai dengan jarum yang digunakan, benang atas tidak melewati jalan yang benar.

ganti jarum dengan yang tajam dan pasang pada tempat yang tepat

- Sesuaikan bengan dengan nomor jarum

- Pasang benang melewati jalur yang seharusnya.

5.

Jerat benang

tegangan benang terlalu kuat, benang tidak melewati jalan yang benar, jarum terlalu besar untuk jenis kain yang digunakan, dan benang bagian bawah tidak digulung dengan rapi.

- kendurkan tegangan dengan memperhatikan keseimbangan dengan benang jahitan bawah,

- sesuaikan jarum sehingga benang atas melewati jalan yang benar

mengerut.

 

- sesuaikan nomor jarum dengan bahan yang digunakan.

6.

Jerat benang kendur.

tegangan benang atas terlalu kendur atau terlalu kencang, pegas pengatur tegangan pada rumah sekoci terlalu besar, dan ukuran jarum tidak sesuai dengan jenis kain.

kendurkan tegangan dengan memperhatikan keseimbangan dengan benang jahitan bawah - sesuaikan tegangan benang atas dengan benang bawah

-

- sesuaikan antara benang jahit, jarum dan kain yang akan digunakan.

7.

Jalannya kain tidak lancar.

banyaknya serat berkumpul di sekitar gigi penyuap dan tinggi rendahnya gigi penyuap tidak sasuai.

- bersihkan bagian gigi penyuap kemudian beri pelumas kemudian tutup kembali dengan cepat

- atur mekanisme dan knop gigi penyuap.

8. Jawaban: A Penjelasan:

Pemberian minyak pada mesin jahit supaya mesin awet dan minyak mesin tidak mengotori produk yang dijahit, sebaiknya diberikan setiap satu minggu sekali sesudah mesin jahit digunakan.

9. Jawaban: C

Penjelasan:

1)

Lengan lincin, lengan berbentuk lurus terdapat potongan atau sambungan pada kerung

lengan.

5

2) Lengan reglen, lengan yang sebagaian menyentuh denga badan sebagaian dengan lengan atau memiliki garis memotong kerung leher.

3)

dibagian bawah. Panjang lengan bishop bisa tigaperempat, tujuh perdelapan, atau panjang sampai pergelangan. 4) Lengan setali, lengan yang memiliki bentuk membesar dibagian ujungnya dan digunting setali dengan bagian badan. Atau langsung menyatu pada badan yang dijahit langsung dari sisi lengan menuju sisi badan selayaknya lengan kimono.

Lengan bishop, Lengan yang memiliki bentuk licin pada bahu sementara menggelembung

10. Jawaban: A Penjelasan:

Macam macam bentuk siluet.

Siluet Y, yaitu siluet yang bagian atas melebar sedang bagian bawah mengecil/ mengikuti

bentuk tubuh. 2) Siluet S, yaitu siluet yang bagian pinggangnya mengecil dan bagian panggul mengembang dengan bantuan bustle.

Siluet H, yaitu siluet yang garis luarnya lurus saja seperti tanbung reaksi, tidak ada bentuk pinggang.

4) Siluet A, yaitu siluet yang bagian atasnya kecil sedangkan bagian bawah mengembang seperti huruf A. 5) Siluet I, yaitu siluet yang garis luarnya mengikuti bentuk tubuh, biasanya tanpa lengan atau dengan lengan tapi pendek. 6) Siluet X, yaitu siluet yang bagian pinggangnya mengecil sedang bagian badan dan panggul terlihat mengembang.

7)

3)

1)

Siluet L, yaitu siluet yang bagian belakang memiliki ekor memanjang.

8) Siluet T, Merupakan pakaian yang mempunyai desain garis leher kecil, ukuran lengan panjang dan bagian bawah atau rok kecil.

UNTUK PEMBAHASAN HINGGA NOMOR TERAKHIR (N0. 40) SILAHKAN HUBUNGI ADMIN.

UNTUK MENDAPATKAN SEMUA FILE YANG ADA DI BLOG (http://klphie.blogspot.co.id/) “SMK TATA BUSANA” SILAHKAN HUBUNGI ADMIN (FILE DALAM BENTUK WORD, EXEL, JPG, & VIDEO)

6