Anda di halaman 1dari 153

PROFIL KESEHATAN

KOTA MALANG
TAHUN 2014
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas karunia-Nya Dinas Kesehatan
Kota Malang dapat menyelesaikan penyusunan Profil Kesehatan Kota Malang
Tahun 2014.

Profil Kesehatan ini disusun untuk memberikan data dan informasi


perkembangan hasil pembangunan kesehatan di Kota Malang. Profil Kesehatan
Kota Malang diharapkan dapat dijadikan sebagai sumber data dan informasi guna
penyusunan rencana pembangunan kesehatan di masa yang akan datang dan
sebagai bahan evaluasi hasil pembangunan kesehatan serta upaya pemecahan
masalah kesehatan di Kota Malang, karena pembangunan kesehatan dilaksanakan
terus menerus dan berkesinambungan guna meningkatkan kesadaran, kemauan
dan kemampuan hidup sehat pada masyarakat agar terwujud derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya.

Kami menyadari bahwa penyusunan Profil Kesehatan ini masih jauh dari
sempurna, untuk itu masukan ataupun saran guna penyempurnaan dokumen profil
kesehatan ini sangat kami harapkan. Pada kesempatan ini perkenankan kami
menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan,
masukan serta kontribusi data dalam penyusunan profil ini.

Malang, 2015
KEPALA DINAS KESEHATAN
KOTA MALANG,

Dr. dr. Asih Tri Rachmi Nuswantari, MM


Pembina Utama Muda
NIP. 19610905 198903 2 005

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 i


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................................... I


DAFTAR ISI ....................................................................................................... II
DAFTAR GAMBAR .........................................................................................III
DAFTAR TABEL ............................................................................................. IV
DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... V
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1
BAB II GAMBARAN UMUM ........................................................................... 3
2.1. Keadaan Geografi.................................................................................3
2.2. Keadaan Penduduk...............................................................................4
2.3. Keadaan Pendidikan.............................................................................6
2.4. Keadaan Lingkungan............................................................................7
2.5. Keadaan Perilaku Masyarakat.............................................................11
BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN ................................................ 15
3.1. Mortalitas.............................................................................................15
3.2. Morbiditas...........................................................................................20
BAB IV UPAYA KESEHATAN ...................................................................... 29
4.1. Pelayanan Kesehatan Dasar.................................................................29
4.2. Pelayanan Kesehatan Rujukan............................................................38
4.3. Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit...........................................40
4.4. Perbaikan Gizi Masyarakat.................................................................44
BAB V SUMBERDAYA KESEHATAN ......................................................... 48
5.1. Sarana Kesehatan................................................................................48
5.2. Tenaga Kesehatan...............................................................................52
5.3. Pembiayaan Kesehatan.......................................................................54
BAB VI PENUTUP ........................................................................................... 56

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 ii


DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Penduduk Berdasarkan Kecamatan Kota Malang Tahun 2014 ............ 5


Gambar 2. Distribusi Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur Dan Jenis Kelamin
Di Kota Malang Tahun 2014 .............................................................. 6
Gambar 3. Perbandingan Persentase Rumah Sehat Antar Puskesmas di Kota
Malang Tahun 2014 ........................................................................... 8
Gambar 4 % Penduduk Diperiksa Dengan Akses Sanitasi Layak (Jamban Sehat)
Menutur Puskesmas di Kota Malang Selama Tahun 2014 ................ 11
Gambar 5 Rumah Tangga Ber-PHBS Menurut Puskesmas di Kota Malang Tahun
2014 .................................................................................................... 12
Gambar 6. Perkembangan Kematian Ibu di Kota Malang Tahun 2010-2014....... 15
Gambar 7. Sebaran Kematian Ibu di Kota Malang Tahun 2014 ........................... 16
Gambar 8. Sebaran Kematian Bayi di Kota Malang Tahun 2014 ........................ 17
Gambar 9. Perkembangan Kematian Bayi di Kota Malang Tahun 2010-2014 .... 18
Gambar 10. Perkembangan Kematian Anak Balita di Kota Malang Tahun 2010-
2014 .................................................................................................... 19
Gambar 11. Penyebaran Kasus Difteri Kota Malang Tahun 2014 ....................... 25
Gambar 12. Penyebaran Kasus dan Kematian Akibat DBD Kota Malang Tahun
2014 .................................................................................................... 28
Gambar 13. Cakupan K1 dan K4 Kota Malang Tahun 2014 ................................ 31
Gambar 14. Jumlah Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan Berdasarkan
Kecamatan Tahun 2014 ...................................................................... 32
Gambar 15. Cakupan Kunjungan Neonatus Kota Malang Tahun 2014................ 34
Gambar 16. Distribusi Jenis Kontrasepsi Peserta KB Aktif Kota Malang Tahun
2014 .................................................................................................... 35
Gambar 17. Kelurahan UCI Kota Malang Tahun 2013 ........................................ 36
Gambar 18. Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap Berdasarkan Puskesmas Kota
Malang Tahun 2014 ........................................................................... 37
Gambar 19. Cakupan Bayi Dan Anak Balita Mendapat Vitamin A Setahun Kota
Malang Tahun 2014 ........................................................................... 45
Gambar 20. Persentase Ibu Hamil Yang Mendapat Fe1 Dan Fe3 Tahun 2014 .... 46
Gambar 21. Gizi Buruk Kota Malang Tahun 2014 ............................................... 47
Gambar 22. Distribusi Kelurahan Siaga 2014....................................................... 50
Gambar 23. Presentase Posyandu Menurut Strata Kota Malang Tahun 2014 ...... 51
Gambar 24. Perbandingan Anggaran Kesehatan Terhadap Anggaran Kota Malang
Tahun 2014 ......................................................................................... 55

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 iii


DAFTAR TABEL

Tabel 1. Jumlah Sarana Pendidikan Dasar Dan Menengah Kota Malang Tahun
2013 / 2014 ......................................................................................... 7
Tabel 2. Sepuluh Besar Penyakit Kota Malang 2012-2014 .................................. 20

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 iv


DAFTAR LAMPIRAN

Tabel 1 : Luas wilayah, jumlah desa/ kelurahan, jumlah penduduk, jumlah rumah
tangga dan kepadatan penduduk menurut kecamatan Kota Malang tahun
2014
Tabel 2 : Jumlah penduduk menurut jenis kelamin, kelompok umur Kota Malang
tahun 2014
Tabel 3 : Penduduk berumur 10 tahun keatas yang melek huruf dan ijazah tertinggi
yang diperoleh menurut jenis kelamin Kota Malang tahun 2014
Tabel 4 : Jumlah kelahiran menurut jenis kelamin, kecamatan dan puskesmas Kota
Malang tahun 2014
Tabel 5 : Jumlah kematian neonatal, bayi dan balita menurut jenis kelamin,
kecamatan dan puskesmas Kota Malang tahun 2014
Tabel 6 : Jumlah kematian ibu menurut kelompok umur, kecamatan dan puskesmas
Kota Malang tahun 2014
Tabel 7 : Kasus baru TB BTA+, seluruh kasus TB, kasus TB pada anak, dan case
notification rate (CNR) per 100.000 penduduk menurut jenis kelamin,
kecamatan dan puskesmas Kota Malang tahun 2014
Tabel 8 : Jumlah kasus dan angka penemuan kasus TB paru BTA+ menurut jenis
kelamian, kecamatan dan puskesmas Kota Malang tahun 2014
Tabel 9 : Angka kesembuhan dan pengobatan lengkap TB paru BTA+ serta
keberhasilan pengobatan menurut jenis kelamian, kecamatan dan
puskesmas Kota Malang tahun 2014
Tabel 10 : Penemuan kasus pneumonia balita menurut jenis kelamian, kecamatan dan
puskesmas Kota Malang tahun 2014
Tabel 11 : Jumlah kasus HIV, AIDS dan syphilis menurut jenis kelamin Kota Malang
tahun 2014
Tabel 12 : Presentase donor darah diskrining terhadap HIV menurut jenis kelamin
Kota Malang tahun 2014
Tabel 13 : Kasus diare yang ditangani menurut jenis kelamin, kecamatan dan
puskesmas Kota Malang tahun 2014
Tabel 14 : Kasus baru kusta menurut jenis kelamin, kecamatan dan puskesmas Kota
Malang tahun 2014
Tabel 15 : Kasus baru ksuta 0-14 tahun dan cacat tingkat 2 menurut jenis kelamin,
kecamatan dan puskesmas Kota Malang tahun 2014
Tabel 16 : Jumlah kasus dan angka prevalensi penyakit kusta menurut jenis kelamin,
kecamatan dan puskesmas Kota Malang tahun 2014
Tabel 17 : Presentase penderita kusta selesai berobat (release from treatmen/ RFT)
menurut jenis kelamin, kecamatan dan puskesmas Kota Malang tahun 2014
Tabel 18 : Jumlah kasus AFP (non polio) menurut kecamatan dan puskesmas Kota
Malang tahun 2014
Tabel 19 : Jumlah kasus penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I)
menurut jenis kelamin, kecamatan dan puskesmas Kota Malang tahun 2014
Tabel 20 : Jumlah kasus penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I)
menurut jenis kelamin, kecamatan dan puskesmas Kota Malang tahun 2014
Tabel 21 : Jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) menurut jenis kelamin,
kecamatan dan puskesmas Kota Malang tahun 2014
Tabel 22 : Kesakitan dan kematian akibat malaria menurut jenis kelamin, kecamatan
dan puskesmas Kota Malang tahun 2014
Tabel 23 : Penderita filariasis ditangani menurut jenis kelamin, kecamatan dan
puskesmas Kota Malang tahun 2014
Tabel 24 : Pengukuran tekanan darah penduduk > 18 tahun menurut jenis kelamin,
kecamatan dan puskesmas Kota Malang tahun 2014

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 v


Tabel 25 : Pemeriksaan obesitas menurut jenis kelamin, kecamatan dan puskesmas
Kota Malang tahun 2014
Tabel 26 : Cakupan deteksi dini kanker leher rahim dengan metode IVA dan kanker
payudara dengan pemeriksaan klinis (CBE) menurut kecamatan dan
puskesmas Kota Malang tahun 2014
Tabel 27 : Jumlah penderita dan kematian pada KLB menurut jenis kejadian luar biasa
(KLB) Kota Malang tahun 2014
Tabel 28 : Kejadian luar biasa (KLB) di desa/ kelurahan yang ditangani <24 jam Kota
Malang tahun 2014
Tabel 29 : Cakupan kunjungan ibu hamil, persalinan ditolong tenaga kesehatan dan
pelayanan kesehatan ibu nifas menurut kecamatan dan puskesmas Kota
Malang tahun 2014
Tabel 30 : Persentase cakupan imunisasi TT pada ibu hamil menurut kecamatan dan
puskesmas Kota Malang tahun 2014
Tabel 31 : Persentase cakupan imunisasi TT pada wanita usia subur menurut
kecamatan dan puskesmas Kota Malang tahun 2014
Tabel 32 : Jumlah ibu hamil yang mendapatkan tablet Fe1 dan Fe3 menurut kecamatan
dan puskesmas Kota Malang tahun 2014
Tabel 33 : Jumlah dan presentase penanganan komplikasi kebidanan dan komplikasi
neonatal menurut jenis kelamin, kecamatan dan puskesmas Kota Malang
tahun 2014
Tabel 34 : Proporsi peserta KB aktif menurut jenis kontrasepsi, kecamatan dan
puskesmas Kota Malang tahun 2014
Tabel 35 : Proporsi peserta KB baru menurut jenis kontrasepsi, kecamatan dan
puskesmas Kota Malang tahn 2014
Tabel 36 : Jumlah peserta KB baru dan KB aktif menurut kecamatan dan puskesmas
Kota Malang tahun 2014
Tabel 37 : Bayi berat badan lahir rendah (BBLR) menurut jenis kelamin, kecamatan
dan puskesmas Kota Malang tahun 2014
Tabel 38 : Cakupan kunjungan neonatal menurut jenis kelamin, kecamatan dan
puskesmas Kota Malang tahun 2014
Tabel 39 : Jumlah bayi yang diberi ASI eksklusif menurut jenis kelamin, kecamatan
dan puskesmas Kota Malang tahun 2014
Tabel 40 : Cakupan pelayanan kesehatan bayi menurut jenis kelamin, kecamatan dan
puskesmas Kota Malang tahun 2014
Tabel 41 : Cakupan desa/ kelurahan universal child immunization (UCI) menurut
kecamatan dan puskesmas Kota Malang tahun 2014
Tabel 42 : Cakupan imunisasi hepatitis B<7 hari dan BCG pada bayi menurut jenis
kelamin, kecamatan dan puskesmas Kota Malang tahun 2014
Tabel 43 : Cakupan imunisasi DPT-HB/DPT-HB-Hib, polio, campak dan imunisasi
dasar lengkap pada bayi menurut jenis kelamin, kecamatan dan puskesmas
Kota Malang tahun 2014
Tabel 44 : Cakupan pemberian vitamin A pada bayi dan anak balita menurut jenis
kelamin, kecamatan dan puskesmas Kota Malang tahun 2014
Tabel 45 : Jumlah anak 0-23 bulan ditimbang menurut jenis kelamin, kecamatan dan
puskesmas Kota Malang tahun 2014
Tabel 46 : Cakupan pelayanan anak balita menurut jenis kelamin, kecamatan dan
puskesmas Kota Malang tahun 2014
Tabel 47 : Jumlah balita ditimbang menurut jenis kelamin, kecamatan dan puskesmas
Kota Malang tahun 2014
Tabel 48 : Cakupan kasus balita gizi buruk yang mendapat perawatan menurut jenis
kelamin, kecamatan dan puskesmas Kota Malang tahun 2014
Tabel 49 : Cakupan pelayanan kesehatan (penjaringan) siswa SD dan setingkat
menurut jenis kelamin, kecamatan dan puskesmas Kota Malang tahun 2014
Tabel 50 : Pelayanan kesehatan gigi dan mulut menurut kecamatan dan puskesmas
Kota Malang tahun 2014
Tabel 51 : Pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada anak SD dan setingkat menurut

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 vi


jenis kelamin, kecamatan dan puskesmas Kota Malang tahun 2014
Tabel 52 : Cakupan pelayanan kesehatan usia lanjut menurut jenis kelamin, kecamatan
dan puskesmas Kota Malang tahun 2014
Tabel 53 : Cakupan jaminan kesehatan penduduk menurut jenis jaminan dan jenis
kelamin Kota Malang tahun 2014
Tabel 54 : Jumlah kunjungan rawat jalan, rawat inap dan kunjungan ganggungan jiwa
di sarana pelayanan kesehatan Kota Malang tahun 2014
Tabel 55 : Angka kematian pasien di rumah sakit Kota Malang tahun 2014
Tabel 56 : Indikator kinerja pelayanan di rumah sakit Kota Malang tahun 2014
Tabel 57 : Persentase rumah tangga berperilaku hidup bersih dan sehat (ber PHBS)
menurut kecamatan dan puskesmas Kota Malang tahun 2014
Tabel 58 : Persentase rumah sehat menurut kecamatan dan puskesmas Kota Malang
tahun 2014
Tabel 59 : Penduduk dengan akses berkelanjutan terhadap air minum berkualitas
(layak) menurut kecamatan dan puskesmas Kota Malang tahun 2014
Tabel 60 : Persentase kualitas air minum di penyelenggara air minum yang memenuhi
syarat kesehatan Kota Malang tahun 2014
Tabel 61 : Penduduk dengan akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak (jamban
sehat) menurut jenis jamban, kecamatan dan puskesmas Kota Malang tahun
2014
Tabel 62 : Desa yang melaksanakan sanitasi total berbasis masyarakat Kota Malang
tahun 2014
Tabel 63 : Persentase tempat-tempat umum memenuhi syarat kesehatan menurut
kecamatan dan puskesmas Kota Malang tahun 2014
Tabel 64 : Tempat pengelolaan makanan (TPM) menurut status higiene sanitasi Kota
Malang tahun 2014
Tabel 65 : Tempat pengelolaan makanan dibina dan diuji petik Kota Malang tahun
2014
Tabel 66 : Persentase ketersediaan obat dan vaksin Kota Malang tahun 2014
Tabel 67 : Jumlah sarana kesehatan menurut kepemilikan Kota Malang tahun 2014
Tabel 68 : Persentase sarana kesehatan (rumah sakit) dengan kemampuan pelayanan
gawat darurat (gadar) level 1 Kota Malang tahun 2014
Tabel 69 : Jumlah posyandu menurut strata, kecamatan dan puskesmas Kota Malang
tahun 2014
Tabel 70 : Jumlah upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) menurut
kecamatan Kota Malang tahun 2014
Tabel 71 : Jumlah desa siaga menurut kecamatan Kota Malang tahun 2014
Tabel 72 : Jumlah tenaga medis di fasilitas kesehatan Kota Malang tahun 2014
Tabel 73 : Jumlah tenaga keperawatan di fasilitas kesehatan Kota Malang tahun 2014
Tabel 74 : Jumlah tenaga kefarmasian di fasilitas kesehatan Kota Malang tahun 2014
Tabel 75 : Jumlah tenaga kesehatan masyarakat dan kesehatan lingkungan di fasilitas
kesehatan Kota Malang tahun 2014
Tabel 76 : Jumlah tenaga gizi di fasilitas kesehatan Kota Malang tahun 2014
Tabel 77 : Jumlah tenaga keterapian fisik di fasilitas kesehatan Kota Malang tahun
2014
Tabel 78 : Jumlah tenaga ketiknisian medis di fasilitas kesehatan Kota Malang tahun
2014
Tabel 79 : Jumlah tenaga kesehatan lain di fasilitas kesehatan Kota Malang tahun 2014
Tabel 80 : Jumlah tenaga penunjang/ pendukung kesehatan di fasilitas kesehatan Kota
Malang tahun 2014
Tabel 81 : Anggaran kesehatan kabupaten/ kota Kota Malang tahun 2014

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 vii


BAB I PENDAHULUAN

Berdasarkan Undang-Undang Kesehatan No 36 tahun 2009, pembangunan


kesehatan diselenggarakan dengan berasaskan perikemanusiaan, keseimbangan,
manfaat, perlindungan, penghormatan terhadap hak dan kewajiban, keadilan,
gender dan nondiskriminatif serta norma-norma agama. Sedangkan tujuan dari
pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber
daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis.

Pembangunan Kesehatan di Kota Malang hanya akan dapat dicapai jika


diiringi dengan kemauan, kesadaran dan kemampuan semua potensi yang ada di
Kota Malang untuk mewujudkan Kota Malang Sebagai Kota Sehat. Dorongan dan
dukungan dari seluruh komponen masyarakat akan mempercepat pencapaian
tujuan pembangunan kesehatan yang sudah dicita-citakan.

Pembangunan kesehatan menjadi salah satu indikator penting keberhasilan


pembangunan suatu negara atau daerah. Dalam indeks pembangunan manusia
atau yang dikenal dengan Human Development Index, terdapat 3 indikator yang
menentukan, yaitu : kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Dari sisi kesehatan,
indikatornya adalah umur harapan hidup sebagai salah satu ukuran pencapaian
derajat kesehatan masyarakat.

Untuk meningkatkan kualitas derajat kesehatan masyarakat, maka prioritas


pembangunan kesehatan di Kota Malang diarahkan salah satunya untuk
meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak. Hal ini juga sejalan dengan
kesepakatan global (MDGs) untuk menurunkan angka kematian ibu, bayi dan
anak balita. Oleh karena itu, pembangunan pada tahun 2014 diarahkan untuk
meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pelayanan kesehatan yang
berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung pada kesehatan ibu, bayi dan
anak balita, selain dari kegiatan lain yang bersifat promotif, preventif dan kuratif.

Penyusunan Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 ini dimaksudkan


untuk memberikan gambaran umum situasi derajat kesehatan masyarakat, upaya
kesehatan, sumber daya kesehatan, dan faktor-faktor terkait yang ada di Kota
Malang selama tahun 2014.

Secara lebih rinci, penyusunan Profil Kesehatan Kota Malang tahun 2014
dapat memberikan manfaat, antara lain :
 Menggambarkan situasi derajat kesehatan di Kota Malang selama tahun 2014.
 Memberikan masukan dalam proses perencanaan setiap kegiatan pembangunan
kesehatan dan lainnya.
 Sebagai bahan evaluasi tahunan semua program kesehatan yang telah berjalan.

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 1


 Memberikan umpan balik kepada unit-unit pelapor atau sumber data, seperti :
rumah sakit, puskesmas dan instansi terkait, dan juga instansi kesehatan pada
tingkat administrasi yang lebih tinggi.
 Sebagai sarana untuk saling ukur antar kabupaten/ kota, atau antar unit-unit
kesehatan lainnya yang ada.

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 disusun dengan tujuan untuk
menyediakan data/ informasi yang akurat, tepat waktu dan sesuai dengan
kebutuhan dalam rangka meningkatkan kemampuan manajemen kesehatan secara
berhasilguna dan berdayaguna, khususnya di Kota Malang.

Profil Kesehatan Kota Malang ini disusun dengan sistematika sebagai


berikut:

BAB I : Pendahuluan, menjelaskan maksud dan tujuan disusunnya Profil


Kesehatan Kota Malang beserta sistematika penyajiannya.

BAB II : Gambaran Umum, menjelaskan gambaran secara umum Kota


Malang yang meliputi keadaan geografi, keadaan penduduk, keadaan
pendidikan, keadaan lingkungan dan keadaan perilaku masyarakat
Kota Malang selama tahun 2014.

BAB III : Situasi Derajat Kesehatan, menjelaskan secara ringkas kasus


kematian yang meliputi kasus kematian ibu melahirkan, kematian
bayi dan kematian balita, kasus kesakitan yang meliputi penyakit
menular, penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi
(PD3I) dan penyakit potensial KLB/ wabah.

BAB IV : Situasi Upaya Kesehatan, menjelaskan secara ringkas tentang


upaya kesehatan yang ada di Kota Malang, yang meliputi pelayanan
kesehatan dasar seperti pelayanan KIA, pelayanan keluarga
berencana dan pelayanan imunisasi; pelayanan kesehatan rujukan
seperti pelayanan di rumah sakit dan pelayanan kesehatan bagi
masyarakat miskin; pencegahan dan pemberantasan penyakit; dan
perbaikan gizi masyarakat.

BAB V : Situasi Sumber Daya Kesehatan, menjelaskan tentang sarana


kesehatan, tenaga kesehatan, pembiayaan kesehatan dan sumber
daya kesehatan lainnya yang ada di Kota Malang.

BAB VI : Penutup, menguraikan harapan atas disusunnya Profil Kesehatan


Kota Malang Tahun 2014.

LAMPIRAN, Tabel Indikator Kesehatan.

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 2


BAB II GAMBARAN UMUM

Kota Malang adalah salah satu kota besar di Jawa Timur. Kota yang menjadi salah
satu kota tujuan wisata di wilayah Jawa Timur karena potensi alam dan iklimnya.
Letaknya yang berada di daerah pegunungan dan di tengah-tengah Malang Raya,
menjadikan Kota Malang sebagai salah satu tujuan wisata wilayah Malang Raya.

Kota Malang juga merupakan salah satu pusat ekonomi, kebudayaan dan
pendidikan di wilayah Jawa Timur. Sebagai salah satu pusat perekonomian dapat
dilihat dari banyaknya pusat-pusat perbelanjaan dan pusat-pusat bisnis. Sebagai
salah satu pusat kebudayaan dapat dilihat dari banyaknya tempat-tempat yang
bersejarah. Dan sebagai salah satu pusat pendidikan dapat dilihat dari banyaknya
tempat pendidikan di Kota Malang.

Berikut ini akan diuraikan gambaran umum Kota Malang yang meliputi kondisi
geografi, penduduk, sosial ekonomi penduduk, pendidikan, lingkungan dan
faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat Kota Malang
selama tahun 2014.

2.1. Keadaan Geografi

Kota Malang adalah kota dengan letak geografis antara 112,06˚-


112,07˚ Bujur Timur dan antara 7,06˚-8,02˚ Lintang Selatan. Dengan luas
wilayah 110,06 Km² yang terbagi kedalam lima kecamatan, yaitu
Kecamatan Kedungkandang, Sukun, Klojen, Blimbing dan Kecamatan
Lowokwaru, Kota Malang memiliki batas-batas antara lain :
- Utara : Kec. Singosari dan Kec.Karangploso
- Selatan : Kec. Tajinan dan Kec. Pakisaji
- Timur : Kec. Pakis dan Kec. Tumpang
- Barat : Kec. Wagir dan Kec. Dau

Potensi alam yang dimiliki Kota Malang adalah letaknya yang cukup
tinggi, yaitu 440-667 meter di atas permukaan laut. Salah satu lokasi yang
paling tinggi adalah Pegunungan Buring yang terlelak di sebelah timur Kota
Malang. Dari atas pegunungan ini terlihat dengan jelas pemandangan Kota
Malang yang sangat indah, termasuk juga pemandangan barisan Gunung
Kawi dan Panderman di arah barat, pemandangan Gunung Arjuno di arah
utara, dan barisan Gunung Semeru di arah timur.

Kondisi iklim Kota Malang selama tahun 2013 tercatat rata-rata suhu
udara berkisar antara 15,8oC sampai 24,1oC. Sedangkan suhu maksimum
mencapai 32,7oC dan suhu minimum 17,5oC. Rata-rata kelembaban udara
berkisar 69% - 85%, dengan kelembaban maksimum 98% dan minimum
mencapai 28%.

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 3


Seperti umumnya daerah lain di Indonesia, Kota Malang mengikuti
perubahan putaran 2 iklim, musim hujan dan musim kemarau. Dari hasil
pengamatan Stasiun Klimatologi Karangploso, curah hujan yang relatif
tinggi selama tahun 2013 terjadi diawal dan penghujung tahun. Sedangkan
curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Desember yang mencapai 425 mm
yang terjadi selama 25 hari. Kecepatan angin maksimum terjadi pada bulan
Januari.

2.2. Keadaan Penduduk


Informasi kependudukan sangat diperlukan dalam proses perencanaan
dan evaluasi pembangunan, termasuk didalamnya adalah kesehatan, karena
penduduk merupakan subyek sekaligus obyek pembangunan. Data
penduduk dapat diperoleh melalui beberapa cara, yaitu melalui sensus
penduduk, registrasi penduduk dan survey kependudukan yang dilakukan
oleh Badan Pusat Statistik ataupun yang dilakukan oleh Dinas
Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Berdasarkan hasil Sensus Penduduk Kota Malang Tahun 2010, jumlah


penduduk Kota Malang mencapai 820.243 jiwa dengan tingkat kepadatan
penduduk mencapai 7.453 jiwa/ Km2. Tingkat kepadatan tertinggi masih
berada di wilayah kecamatan Klojen yang mencapai 11.994 jiwa/ Km2.
Walaupun jumlah penduduk tidak sebesar wilayah lain, tetapi luas wilayah
yang lebih kecil dibandingkan dengan yang lain menjadikan Kecamatan
Klojen memiliki kepadatan tertinggi. Sedangkan kecamatan dengan tingkat
kepadatan terendah adalah wilayah Kecamatan Kedungkandang yang
mencapai 4.374 jiwa/ Km2.

Sedangkan jumlah penduduk Kota Malang tahun 2014 berdasarkan


angka proyeksi mencapai 847.175 jiwa. Tingkat kepadatan pada tahun 2014
berdasarkan hasil proyeksi adalah 7.697,39 jiwa/ Km2, artinya setiap 1 Km2
di wilayah Kota Malang dihuni oleh 7.697 sampai 7.698 jiwa. Kepadatan
penduduk tertinggi masih berada di Kecamatan Klojen yang mencapai
12.388 jiwa/ Km2, sedangkan kepadatan terendah berada di wilayah
Kecamatan Kedungkandang yang mencapai 4.518 jiwa/ Km2. Jumlah dan
tingkat kepadatan penduduk di Kota Malang berdasarkan kecamatan
menurut data proyeksi penduduk dapat dilihat dalam gambar di bawah ini.

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 4


Gambar 1 Penduduk Berdasarkan Kecamatan Kota Malang Tahun 2014

Rata-rata jiwa yang berada dalam satu rumah tangga adalah 3,79.
Artinya dalam satu keluarga terdiri dari 3 – 4 jiwa. Rata-rata jiwa dalam
satu rumah tangga tertinggi terletak di wilayah Kecamatan Kedungkandang,
yakni 4,07. Sedangkan rata-rata jiwa dalam satu rumah tangga terendah
terletak di wilayah Kecamatan Lowokwaru, yaitu sebesar 3,19.

Rasio jenis kelamin penduduk Kota Malang berdasarkan Proyeksi


Penduduk Kota Malang Tahun 2014 menunjukkan dominasi perempuan di
semua kecamatan. Secara umum, rasio jenis kelamin penduduk Kota
Malang adalah 96,99. Artinya penduduk laki-laki jika dibandingkan dengan
penduduk perempuan di Kota Malang adalah dari 100 penduduk perempuan
terdapat 96-97 penduduk laki-laki.

Peningkatan jumlah penduduk Kota Malang hingga tahun 2014


tentunya akan menambah permasalahan sosial ekonomi di masyarakat.
Kondisi ini bisa berpengaruh terhadap derajat kesehatan masyarakat Kota
Malang. Kepadatan penduduk dapat berpengaruh terhadap kasus penyakit
tertentu dan akan turut berpengaruh terhadap kesehatan lingkungan Kota
Malang, seperti polusi udara karena banyaknya kendaraan bermotor, polusi
tanah karena meningkatnya jumlah sampah yang dihasilkan oleh penduduk
Kota Malang, polusi air karena terjadinya pencemaran air dimana-mana, dll.

Sedangkan komposisi penduduk Kota Malang dirinci menurut


kelompok umur dan jenis kelamin, menunjukkan golongan umur tertinggi
adalah golongan umur 20 - 24 tahun yaitu sebesar 80.693 jiwa. Dari jumlah
tersebut, kaum wanita sebanyak 40.184 jiwa dan laki-laki sebanyak 40.509
jiwa. Sedangkan golongan umur terbesar berikutnya adalah golongan umur
30 – 34 tahun dan golongan umur 15 – 19 tahun. Hal ini sebagaimana dapat
dilihat pada gambar mengenai distribusi penduduk berdasarkan kelompok
umur dan jenis kelamin dibawah ini.

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 5


Gambar 2. Distribusi Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur Dan Jenis
Kelamin Di Kota Malang Tahun 2014

Keadaan ini menggambarkan bahwa sebagian besar penduduk Kota


Malang adalah kelompok usia produktif (usia 15 – 44 tahun). Secara
lengkap dapat dilihat di lampiran tabel 2.

2.3. Keadaan Pendidikan


Kota Malang dikenal sebagai Kota Pendidikan. Hal ini nampak dari
banyaknya fasilitas pendidikan yang tersedia semakin menguatkan jika Kota
Malang adalah kota pendidikan. Hal ini juga didukung dengan visi Walikota
Malang yang berbunyi “Menjadikan Kota Malang Sebagai Kota
Bermartabat”, sehingga diharapkan dapat terwujud kondisi kemuliaan bagi
Kota Malang dan seluruh masyarakatnya. Dan salah satu akronim dari kata
BERMARTABAT adalah Terdidik, yang berarti kondisi dimana semua
masyarakat mendapatkan pendidikan yang layak dan sesuai dengan
peraturan perundangan. Nampak dalam visi tersebut perhatian walikota
kepada masalah pendidikan.

Sarana dan prasarana pendidikan yang tersedia di Kota Malang cukup


banyak dan beragam, mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), SD,
SMP, SMU hingga Akademi dan Perguruan Tinggi, baik pendidikan negeri
maupun swasta. Demikian juga halnya dengan pendidikan yang lain seperti
lembaga bimbingan belajar, kursus bahasa asing, kursus komputer, dan
kursus-kursus keterampilan yang lain. Berikut ini jumlah sarana pendidikan
dasar dan menengah di Kota Malang :

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 6


Tabel 1. Jumlah Sarana Pendidikan Dasar Dan Menengah Kota Malang
Tahun 2013 / 2014
JUMLAH SEKOLAH
KECAMATAN
TK SD MI SMP MTs SMU SMK MA
Kedungkandang 57 55 22 15 12 5 8 5
Sukun 68 58 12 16 2 6 10 1
Klojen 70 41 6 25 5 18 11 4
Blimbing 65 57 5 20 2 5 9 1
Lowokwaru 73 58 4 21 5 10 13 4
Jumlah 333 269 49 97 26 44 51 15

Sumber : Dinas Pendidikan Kota Malang, 2014

Sedangkan pendidikan tinggi negeri yang ada di Kota Malang antara


lain adalah Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM),
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN), Politeknik
Kesehatan (POLTEKES) Malang, dan Politeknik Negeri Malang
(POLINEMA). Sedangkan pendidikan tinggi swasta antara lain adalah
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Islam Malang
(UNISMA), Universitas Merdeka, Universitas Widyagama, Universitas
Gajayana, Institut Teknologi Nasional (ITN), dan masih banyak lagi
perguruan tinggi swasta, baik yang setara D3 ataupun S1, yang menjadi
rujukan di Kota Malang. Sehingga semakin lekatlah jika Kota Malang
disebut sebagai Kota Pendidikan.

2.4. Keadaan Lingkungan


Lingkungan merupakan salah satu variabel yang kerap mendapatkan
perhatian khusus dalam menilai kondisi kesehatan masyarakat. Bersama
dengan faktor perilaku, pelayanan kesehatan dan genetik, lingkungan
menentukan baik buruknya status derajat kesehatan masyarakat.

Untuk menggambarkan keadaan lingkungan, akan disajikan beberapa


indikator seperti : rumah sehat, persentase tempat umum dan pengelolaan
makanan (TUPM) sehat, persentase rumah tangga dengan sumber air
minum, dan persentase rumah tangga menurut kepemilikan fasilitas
kesehatan lingkungan.

a. Rumah Sehat

Rumah sehat sangat berpengaruh terhadap kesehatan setiap


individu yang tinggal di dalamnya. Terdapat beberapa indikator
lingkungan yang harus dipenuhi oleh sebuah rumah tangga agar dapat
disebut sebagai rumah sehat, yaitu ketersediaan air bersih, adanya
jamban, kesesuaian luas lantai dengan jumlah penghuni, dan lantai

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 7


rumah bukan dari tanah. Selain itu juga terdapat indikator lain yang
terkait dengan faktor perilaku dan keterjangkauan terhadap jaminan
pemeliharaan kesehatan agar menjadi rumah tangga sehat.

Persentase rumah sehat di Kota Malang pada tahun 2014 mencapai


76,56% dari 183.921 rumah, atau mencapai 140.815 rumah. Jumlah
tersebut terhitung meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2013,
dimana pada tahun 2013 jumlah rumah sehat mencapai 72,97% dari
183.921 rumah yang ada atau mencapai 134.216 rumah. Lebih rinci data
tentang rumah sehat dapat dilihat dalam tabel 58 lampiran. Sedangkan
rumah yang dibina agar menjadi rumah sehat selama tahun 2014
mencapai 7.428 rumah.
Gambar 3. Perbandingan Persentase Rumah Sehat Antar Puskesmas di
Kota Malang Tahun 2014

b. Tempat Umum Dan Pengelolaan Makanan (TUPM)

Selain daripada rumah, tempat umum dan tempat pengelolaan


makanan atau yang biasa dikenal dengan TUPM (tempat umum dan
pengelolaan makanan) juga memiliki peran penting dalam menjaga
kesehatan lingkungan yang dampaknya terhadap orang disekitarnya
sangat besar. Oleh karena itu, pemeriksaan secara periodik terhadap
tempat-tempat tersebut sangat penting untuk menjaga kesehatan
lingkungan agar tetap ramah kepada penduduk Kota Malang.

Ada beberapa TUPM yang diperiksa di Kota Malang selama tahun


2014. Tempat-tempat tersebut antara lain : hotel, restoran atau rumah
makan, pasar, dan TUPM lainnya.

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 8


Kondisi tempat umum selama tahun 2014, terdapat 66 hotel yang
terdata di Dinas Kesehatan Kota Malang, 22 hotel berbintang dan 44
hotel non bintang. Dari jumlah tersebut seluruhnya telah diperiksa
kondisi kesehatannya, dan seluruhnya memenuhi syarat kesehatan
kecuali 1 hotel non bintang belum memenuhi syarat kesehatan.
Sedangkan sarana pendidikan yang ada di Kota Malang, seluruhnya
memenuhi syarat kesehatan kecuali 2 sekolah SD yang berada di
wilayah kerja Puskesmas Janti dan Puskesmas Bareng. Adapun sarana
kesehatan yang ada di Kota Malang, seluruhnya memenuhi syarat
kesehatan. Hal ini sebagaimana dapat dilihat pada tabel 62 lampiran.

Sedangkan kondisi tempat pengolahan makanan, restoran atau


rumah makan yang memenuhi syarat higien sanitasi di Kota Malang
mencapai 103 buah, sedangkan yang tidak memenuhi syarat mencapai
20 buah. Demikian juga dengan jasa bosa, 65 jasa boga memenuhi syarat
higien sanitasi dan 19 jasa boga tidak memenuhi syarat sanitasi.
Sedangkan depo air minum (DAM) berjumlah 136 yang memenuhi
syarat dan 25 yang tidak memenuhi syarat. Selengkapnya data tentang
TPM sehat dapat dilihat dalam tabel 64 lampiran.

c. Akses Terhadap Air Minum Berkualitas

Air bersih sangat penting bagi kehidupan manusia dan


kebutuhannya terhadap air bersih dan secara khusus adalah air minum
tidak dapat terelakkan. Oleh karena itu, pemenuhan air bersih untuk
penduduk suatu wilayah menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah,
apalagi keberadaan air bersih pada saat ini menjadi barang yang langka
untuk didapatkan.

Diantara akibat dari ketiadaan air bersih bagi kesehatan adalah


penyakit diare. Di Indonesia diare merupakan penyebab kematian kedua
terbesar bagi anak-anak dibawah umur 5 tahun. Sebanyak 13 juta anak-
anak balita mengalami diare setiap tahun. Air yang terkontaminasi dan
pengetahuan yang kurang tentang budaya hidup bersih ditengarai
menjadi akar dari masalah ini. Akibat lain dari ketiadaan air bersih
adalah penyakit cacingan dan kemiskinan. Rumah tangga yang membeli
air dari para penjual air bersih membayar 2-6 kali dari rata-rata yang
dibayar bulanan oleh mereka yang mempunyai sambungan saluran
pribadi untuk volume air yang hanya sepersepuluhnya.

Seluruh penduduk di Kota Malang mendapatkan akses air minum


berkualitas/ layak. Jumlah penduduk yang menggunakan sumur gali
terlindung mencapai 148.143 orang. Sedangkan penduduk yang
menggunakan sumur gali terlindung dan memenuhi syarat mencapai
63.343 orang. Pengguna sumur gali dengan pompa mencapai 391.487
orang, dan ini yang terbanyak kedua. Sedangkan pengguna sumur gali
dengan pompa dan memenuhi syarat mencapai 140.452 orang. Dan
mayoritas penduduk Kota Malang menggunakan air pipa yang

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 9


bersumber dari PDAM atau BPSPAM yang mencapai 644.573 penduduk
dan memenuhi syarat kesehatan. Hal ini sebagaimana ditunjukkan dalam
tabel 59 lampiran.

d. Kualitas Air Minum di Penyelenggara Air Minum

Mengetahui kualitas air minum di penyelenggara air minum yang


ada di Kota Malang sangat penting untuk memberi rasa aman kepada
penduduk Kota Malang, karena air minum yang mereka konsumsi dapat
diketahui kualitasnya. Kualitas air minum ditentukan oleh 3 syarat, yaitu
syarat fisik, bakteriologis dan kimia.

Dari 35 penyelenggara air minum yang terdata di Dinas Kesehatan


Kota Malang dan dilakukan pemeriksaan terhadap air minum yang
dihasilkannya, terdapat 31 penyelenggara dengan produksi air minum
yang memenuhi syarat fisik, bekteriologi dan kimia. Adapun sisanya 4
penyelenggara tidak memenuhi syarat kesehatan. Dan penyelenggara air
minum tersebut berada di wilayah kerja Puskesmas Kedungkandang,
Gribig dan Mulyorejo. Data selengkapnya dapat dilihat pada tabel 60
lampiran.

e. Akses Terhadap Sanitasi Yang Layak

Fasilitas kesehatan lingkungan standar yang harus dipenuhi oleh


masyarakat adalah keberadaan sanitasi yang layak (jamban sehat). Peran
serta masyarakat seperti ini sangat diperlukan untuk dapat
mengendalikan pencemaran lingkungan yang saat ini sudah banyak
terjadi di sekitar manusia. Karena jika jamban tidak dikelola dengan baik
maka akan berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat secara
keseluruhan. Berikut ini kondisi fasilitas kesehatan lingkungan yang ada
di Kota Malang.

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 10


Gambar 4 Persen Penduduk Diperiksa Dengan Akses Sanitasi Layak
(Jamban Sehat) Menutur Puskesmas di Kota Malang Selama Tahun 2014

Jenis jamban yang paling banyak digunakan oleh penduduk Kota


Malang adalah jamban leher angsa, dimana yang menggunakannya
mencapai 144.380 orang. Berikutnya adalah jamban jenis cemplung
yang mencapai 29.047 orang. Setelah itu berturut-turut adalah jamban
jenis komunal yang digunakan oleh 20.300 orang dan jamban jenis
plengsengan yang digunakan oleh 9.195 orang. Hal ini sebagaimana
dapat dilihat pada tabel 61 lampiran. Sehingga total jumlah penduduk
yang diperiksa akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak (jamban
sehat) selama tahun 2014 mencapai 202.931 penduduk.

Diantara usaha yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang


melalui Dinas Kesehatan Kota Malang untuk meningkatkan aksesibilitas
terhadap jamban adalah dengan program Stop BABS (Stop Buang Air
Besar di Sungai) yang dilakukan di 6 kelurahan di 4 kecamatan kecuali
Kecamatan Sukun. Program ini diawali dengan program Sanitasi Total
Berbasis Masyarakat (STBM) yang telah dilakukan di seluruh kelurahan
di Kota Malang. Hal ini dapat dilihat dalam tabel 62 lampiran.

2.5. Keadaan Perilaku Masyarakat


Ada 4 komponen yang berpengaruh terhadap status derajat kesehatan
masyarakat, yaitu : perilaku, lingkungan, genetik dan pelayanan kesehatan.
Untuk menggambarkan keadaan perilaku masyarakat yang berpengaruh
terhadap derajat kesehatan, akan disajikan beberapa indikator yaitu : rumah
tangga ber-PHBS, pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, bayi yang
diberi ASI eksklusif, dan kepesertaan jaminan kesehatan pra bayar.

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 11


a. Rumah Tangga Ber-PHBS

PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di rumah tangga adalah


upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan
mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan
aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. Terdapat 10 indikator
yang harus dipenuhi untuk dapat disebut dengan rumah tangga
berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Indikator tersebut adalah :
pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, bayi yang diberi ASI
eksklusif, tidak merokok, melakukan aktifitas fisik setiap hari, makan
sayur dan buah setiap hari, mempunyai jaminan pemeliharaan kesehatan,
tersedia jamban, tersedia air bersih, kesesuaian luas lantai dengan jumlah
penghuni, dan lantai rumah bukan dari tanah.

Rumah tangga ber-PHBS selama tahun 2014 mencapai 41,4% dari


43.386 rumah tangga yang dipantau di Kota Malang, atau sebesar 17.948
rumah tangga. Jumlah ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun
2013 yang mencapai 37,09% dari 22.880 rumah tangga yang dipantau di
Kota Malang, atau sebesar 8.487 rumah tangga. Secara rinci, rumah
tangga ber-PHBS yang ada di Kota Malang dapat dilihat dalam tabel 57
lampiran.
Gambar 5 Rumah Tangga Ber-PHBS Menurut Puskesmas di Kota Malang
Tahun 2014

b. Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan

Pertolongan persalinan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan


sangat penting untuk meningkatkan kesehatan ibu, bayi dan anak balita.
Sehingga peran tenaga kesehatan sangat besar dalam memberikan
pelayanan kepada ibu, bayi dan anak balita.

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 12


Selama tahun 2014, cakupan kunjungan ibu hamil K1 mencapai
92% dan cakupan K4 mencapai 88,5% dari 15.214 ibu hamil yang
ditargetkan pada tahun 2014. Cakupan K1 meningkat jika dibandingkan
dengan cakupan tahun 2013, dimana pada tahun 2013 cakupan K1
mencapai 91,74%. Sedangkan cakupan K4 menurun dari tahun 2013,
dimana pada 2013 cakupan K4 mencapai 90,32%. Adapun persalinan
yang ditolong oleh tenaga kesehatan mencapai 91,6% dari 14.522
persalinan yang telah ditargetkan, menurun dari tahun sebelumnya yang
mencapai 92,24%. Adapun jumlah ibu nifas yang mendapat pelayanan
kesehatan pada tahun 2014 mencapai 91,5% atau berjumlah 13.287 ibu
bersalin, meningakat dari tahun sebelumnya yang mencapai 88,51%. Hal
ini sebagaimana dapat dilihat pada tabel 29 lampiran.

c. Bayi Yang Diberi ASI Eksklusif

Pemberian ASI eksklusif sangat penting untuk kesehatan bayi baru


lahir. ASI eksklusif adalah bayi sejak lahir usia 0 – 6 bulan hanya diberi
ASI saja dan tidak diberi makanan ataupun minuman tambahan apapun,
karena sudah memenuhi seluruh kebutuhan bayi. Ada beberapa alasan
mengapa seorang bayi hanya diberi ASI eksklusif, yaitu : kapasitas
lambung bayi baru lahir sangat terbatas, sistem pencernaan bayi belum
terbentuk sempurna sehingga bayi belum siap mencerna makanan/
minuman lain selain ASI, ASI dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi
sejak baru lahir sampai berumur 6 bulan, dan menunda pemberian
makanan tambahan hingga bayi berusia 6 bulan dapat menghindarkan
bayi dari kegemukan.

Pemberian ASI eksklusif terhadap bayi baru lahir masih rendah di


Kota Malang. Akan tetapi pada tahun 2014 terjadi peningkatan dalam
pemberian ASI eksklusif jika dibandingkan dengan tahun 2013. Pada
tahun 2013 pemberian ASI eksklusif mencapai 70,51%. Sedangkan pada
tahun 2014 pemberian ASI eksklusif meningkat menjadi 74,57% dari
23.880 bayi , sehingga jumlah bayi yang diberi ASI eksklusif adalah
17.807 bayi. Hal ini bisa jadi mengindikasikan adanya peningkatan
kesadaran masyarakat di Kota Malang akan pentingnya ASI eksklusif
bagi kesehatan bayi baru lahir. Bukan hanya untuk kesehatan bayi pada
masa-masa awal perkembangan, tetapi juga untuk kesehatan bayi lebih
lanjut. Hal ini sebagaimana dilihat pada tabel 39 lampiran.

d. Kepesertaan Jaminan Kesehatan Pra Bayar

Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, maka salah


satu yang harus diperhatikan adalah akses terhadap pelayanan kesehatan
masyarakat. Hal ini diperlukan mengingat akses terhadap pelayanan
kesehatan menempati peran sangat penting dalam mendukung
pencapaian derajat kesehatan yang baik. Ketersediaan pelayanan
kesehatan namun tidak diiringi dengan kemudahan akses terhadap
pelayanan kesehatan tidak akan dapat memacu pencapaian derajat

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 13


kesehatan yang baik, dengan kata lain orang yang sakit tetap tidak dapat
dilayani oleh pelayanan kesehatan yang ada.

Salah satu variabel penting akses terhadap pelayanan kesehatan


adalah kepesertaan masyarakat Kota Malang dalam jaminan kesehatan
prabayar. Jumlah kepesertaan jaminan kesehatan prabayar pada tahun
2014 di Kota Malang untuk Jaminan Kesehatan Nasional mencapai
892.836 peserta. Sedangkan peserta Jamkesda mencapai 31.975 peserta.
Hal ini sebagaimana dapat dilihat pada tabel 53 lampiran.

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 14


BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN

Untuk menggambarkan derajat kesehatan masyarakat Kota Malang, berikut ini


disajikan situasi mortalitas dan morbiditas yang ada di Kota Malang selama tahun
2014.

3.1. Mortalitas
Gambaran perkembangan derajat kesehatan masyarakat dapat dilihat
dari kejadian kematian di suatu wilayah dari waktu ke waktu. Disamping
itu, kejadian kematian juga dapat digunakan sebagai indikator dalam
penilaian keberhasilan pelayanan kesehatan dan program pembangunan
kesehatan lainnya. Perkembangan tingkat kematian dan penyakit-penyakit
penyebab utama kematian yang terjadi pada tahun 2014 akan diuraikan di
bawah ini.

a. Kasus Kematian Ibu Melahirkan

Kasus kematian yang menjadi perhatian khusus dalam bidang


kesehatan adalah kematian ibu. Hal ini banyak digunakan sebagai salah
satu indikator kesehatan mengingat hubungannya yang sangat erat
dengan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan yang ada di suatu
wilayah.

Perkembangan kasus kematian ibu selama 5 tahun dapat dilihat


pada gambar dibawah ini.
Gambar 6. Perkembangan Kematian Ibu di Kota Malang Tahun 2010-2014

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 15


Kasus kematian ibu masih terjadi di Kota Malang pada tahun 2014
walaupun keberadaannya menurun jika dibandingkan tahun 2013. Pada
tahun 2014 terjadi 13 kasus kematian ibu melahirkan, menurun jika
dibandingkan dengan tahun 2013 yang berjumlah 20 kasus. Hal ini dapat
dilihat pada tabel 6 lampiran.

Gambar 7. Sebaran Kematian Ibu di Kota Malang Tahun 2014

Adapun angka kematian ibu (AKI) dilaporkan pada tahun 2014


mencapai 97,97 per 100.000 kelahiran. Artinya dalam setiap 100.000
kelahiran hidup terjadi kematian ibu antara 97 – 98 kasus. Angka ini
menurun jika dibandingkan dengan tahun 2013 yang mencapai 149,78
per 100.000 kelahiran hidup.

Terjadinya kasus kematian ibu melahirkan dapat dipengaruhi


banyak faktor. Diantaranya adalah tingkat pengetahuan masyarakat
tentang masalah kesehatan, kesadaran masyarakat untuk senantiasa
memeriksakan kehamilannya, keterampilan petugas kesehatan dalam
penatalaksanaan kehamilan, kualitas pelayanan kesehatan, banyaknya
program-program kesehatan yang tidak mencapai target dan sasaran, dll.

b. Kasus Kematian Bayi

Kasus kematian bayi juga menjadi perhatian selain kasus kematian


ibu. Hal ini juga banyak digunakan sebagai salah satu indikator
kesehatan mengingat hubungannya juga erat dengan kualitas dan
kuantitas pelayanan kesehatan yang ada di suatu wilayah, serta
pengaruhnya yang besar terhadap indikator pembangunan sumber daya
manusia.

Selama tahun 2014 telah terjadi 209 kasus kematian bayi. Kasus
ini sama jika dibandingkan dengan kasus tahun 2013 yang mencapai 209

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 16


kasus juga. Tapi berbeda dengan tahun 2013, pada tahun 2014 kasus
kematian terbanyak terjadi di wilayah kerja Puskesmas Dinoyo yang
mencapai 25 kasus. Diikuti Puskesmas Mulyorejo dengan 21 kasus
kematian, Puskesmas Kedungkandang dan Puskesmas Pandanwangi
masing-masing 20 kasus kematian bayi. Sedangkan kasus kematian bayi
terendah adalah kasus kematian di wilayah kerja Puskesmas Arjuno
sebanyak 3 kasus kematian. Hal ini sebagaimana dilihat pada tabel 5
lampiran.

Persebaran kematian bayi di Kota Malang selama tahun 2014


dapat dilihat pada gambar berikut ini :

Gambar 8. Sebaran Kematian Bayi di Kota Malang Tahun 2014

Angka kematian bayi (AKB) Kota Malang mencapai 15,75 per


1.000 kelahiran hidup. Artinya dalam setiap 1.000 kelahiran yang
dilaporkan, terdapat kematian bayi antara 15 hingga 16 bayi. Angka ini
sedikit meningkat jika dibandingkan dengan angka kematian bayi pada
tahun 2013 yang mencapai 15,65 per 1.000 kelahiran hidup.

Perkembangan kematian bayi di Kota Malang selama 5 tahun


terakhir dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 17


Gambar 9. Perkembangan Kematian Bayi di Kota Malang Tahun 2010-2014

Keberadaan kasus kematian bayi dapat dipengaruhi oleh banyak


faktor. Diantara faktor tersebut adalah tingkat pengetahuan masyarakat
tentang permasalahan kesehatan, kesadaran masyarakat memeriksakan
dan melakukan proses persalinan di pelayanan kesehatan, pengetahuan
dan keterampilan petugas kesehatan dalam penatalaksanaan bayi,
kualitas pelayanan kesehatan yang meningkat, banyaknya program
kesehatan yang mencapai target dan sasaran, dll.

c. Kasus Kematian Anak Balita

Kasus kematian anak balita juga menjadi perhatian lain dalam


bidang kesehatan selain daripada kasus kematian ibu melahirkan dan
bayi. Sehingga hal ini juga menjadi salah satu indikator penting dalam
pembangunan kesehatan mengingat hubungannya yang sangat erat
dengan indikator pembangunan sumber daya manusia.

Pada tahun 2014 kasus kematian anak balita meningkat jika


dibandingkan dengan kasus kematian pada tahun 2013, dimana jumlah
kasus kematian anak balita pada tahun 2013 berjumlah 3 kasus dan
meningkat pada tahun 2014 menjadi 14 kasus. Hal ini sebagaimana
dapat dilihat pada tabel 5 lampiran.

Angka kematian anak balita (AKABA) di Kota Malang pada tahun


2014 mencapai 1,06 per 1.000 kelahiran hidup. Artinya dalam 1.000
kelahiran hidup yang dilaporkan terjadi kematian 1 hingga 2 anak balita.
Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2013 yang
mencapai 0,22 per 1.000 kelahiran hidup.

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 18


Perkembangan kematian anak balita di Kota Malang selama 5
tahun dapat dilihat pada gambar dibawah ini :
Gambar 10. Perkembangan Kematian Anak Balita di Kota Malang Tahun
2010-2014

Meningkatnya kasus kematian anak balita dapat dipengaruhi oleh


banyak faktor. Diantara faktor tersebut adalah tingkat pengetahuan
masyarakat tentang permasalahan kesehatan, kesadaran masyarakat
untuk memeriksakan perkembangan balita di posyandu atau fasilitas
pelayanan kesehatan, kualitas pelayanan kesehatan, banyaknya program-
program kesehatan yang mencapai target dan sasaran, dll.

Menurut Hendrick L. Blumm, ada 4 faktor yang mempengaruhi


derajat kesehatan masyarakat. Faktor tersebut yaitu : perilaku, pelayanan
kesehatan, lingkungan dan keturunan.

d. Angka Harapan Hidup (AHH) Kota Malang

Komponen harapan hidup diharapkan mencerminkan lama hidup


sekaligus hidup sehat suatu masyarakat. Hidup sehat senantiasa menjadi
idaman bagi semua orang. Orang berkecukupan dan berpengetahuan
secara ekonomi serta masyarakat pada umumnya banyak melakukan
kegiatan untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Hidup sehat merupakan
salah satu upaya meningkatkan umur harapan hidup, sehingga untuk
memperoleh dan sekaligus menikmati umur panjang, kesehatan harus
tetap dijaga. Timbulnya berbagai penyakit dan pola makan yang tidak
sehat memungkinkan seseorang untuk meninggal di usia muda. Untuk
meningkatkan usia harapan hidup, masyarakat harus senantiasa
meningkatkan kualitas hidupnya.

Menurut data BPS Kota Malang, kualitas kesehatan penduduk


Kota Malang dalam kurun waktu tahun 2012 – 2013 menunjukkan

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 19


kondisi yang baik. Hal ini dapat dilihat dari Indeks Harapan Hidup
Penduduk Kota Malang yang menunjukkan kenaikan. Pada tahun 2012
AHH sebesar 71,02 dengan Indeks Harapan Hidup 76,70. Jika dibuat
perbandingan dengan tahun 2013, AHH terdapat kenaikan 0,20 tahun.
Hal ini bermakna bahwa peluang seorang bayi untuk hidup di tahun
2013 lebih banyak 0,20 tahun dibandingkan tahun 2012.

3.2. Morbiditas
Data kejadian kesakitan penduduk yang bersumber dari masyarakat
(community based data) dapat diperoleh melalui studi morbiditas, dan dapat
juga diperoleh melalui pengumpulan data dari puskesmas di kabupaten/ kota
atau sarana pelayanan kesehatan lainnya (facility based data) yang didapat
melalui sistem pencatatan dan pelaporan.

Berikut ini akan diuraikan situasi beberapa penyakit menular yang


perlu mendapat perhatian, termasuk penyakit menular yang dapat dicegah
dengan imunisasi (PD3I), dan penyakit potensial KLB/ wabah.

a. Sepuluh Besar Penyakit

Selama tahun 2014, penyakit terbanyak di Kota Malang adalah


ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) yang mencapai 83.708 kasus.
Berturut-turut setelahnya adalah hipertensi primer dengan 58.046 kasus,
influenza (virus tidak diidentifikasi) mencapai 29.878 kasus. Kondisi ini
tidak jauh berbeda dengan tahun 2013 dimana penyakit terbanyak adalah
ISPA (infeksi saluran pernafasan akut) yang mencapai 83.462 kasus,
diikuti dengan hipertensi primer sebanyak 50.612 kasus dan influenza
(virus tidak diidentifikasi) dengan 29.108 kasus.

Berikut ini daftar 10 besar penyakit selama 3 tahun terakhir :


Tabel 2. Sepuluh Besar Penyakit Kota Malang 2012-2014
TAHUN
NO
2012 2013 2014
1 ISPA ISPA ISPA
2 Hipertensi primer Hipertensi primer Hipertensi primer
3 Influenza, virus tidak Influenza, virus tidak Influenza, virus tidak
diidentifikasi diidentifikasi diidentifikasi
4 Gastritis Gastritis DM tipe 2
5 DM tipe 2 DM tipe 2 Gastritis
6 Dermatitis kontak alergi Dermatitis kontak alergi Dermatitis kontak alergi
7 Batuk Batuk Batuk
8 Diare Diare Penyakit pulpa dan jaringan
periapikal
9 Penyakit pulpa dan Penyakit pulpa dan Demam yang tidak diketahui
jaringan periapikal jaringan periapikal sebabnya
10 Kelainan dento fasial Demam Headache
termasuk mal oklusi

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 20


b. Penyakit Malaria

Kota Malang bukan merupakan kota endemis malaria. Hal ini


dapat dilihat dari kondisi geografi Kota Malang yang berada di wilayah
pegunungan. Alasan lain yang menyebabkan Kota Malang bukan
merupakan wilayah endemis malaria adalah tempat perindukan vektor
penyakit malaria yang mulai berkurang. Banyaknya areal persawahan
yang berubah fungsi menjadi bangunan atau perumahan juga memberi
andil tidak adanya kasus malaria.

Oleh karena itu, tidak pernah terjadi kasus malaria di Kota


Malang. Kalaupun pernah dilaporkan adanya kasus malaria di wilayah
Kota Malang, tidak lain hal itu adalah kasus impor dari wilayah lain. Hal
ini dapat dilihat pada tabel 22 lampiran. Selama tahun 2014, tidak
terdapat seorang pun penderita malaria termasuk kasus impor. Sehingga
angka kesakitan penyakit ini selama tahun 2014 berjumlah 0 atau dapat
dikatakan tidak ada. Artinya dalam setiap 100 penduduk berisiko, tidak
ada satupun penderita malaria.

c. Penyakit TB Paru

Penyakit TB paru adalah penyakit yang sangat dipengaruhi pola


hidup masyarakat suatu wilayah. Kepadatan penduduk dan kondisi
rumah yang tidak sehat juga sangat mempengaruhi keberadaan penyakit
ini. Kepadatan penduduk tahun 2014 menurut data proyeksi penduduk
Kota Malang menunjukkan jika kepadatan penduduk mencapai 7.697,39
jiwa/ Km2. Hal ini dapat dilihat pada tabel 1 lampiran. Demikian juga
dengan kondisi rumah yang berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
sebagaimana yang ditunjukkan pada tabel 57 lampiran yang berjumlah
41,37% dari 43.386 keluarga yang dipantau. Capaian ini meningkat jika
dibandingkan dengan tahun 2013 yang mencapai 37,09% rumah tangga
ber-PHBS dari 22.880 rumah tangga yang disurvey.

Pada tahun 2014 jumlah kasus baru penyakit TB paru mencapai


537 kasus, dengan penderita laki-laki berjumlah 275 orang dan wanita
berjumlah 262 orang. Jumlah penderita TB paru yang sembuh pada
tahun 2014 mencapai 443 orang dari 616 penderita yang diobati,
sehingga angka kesembuhan selama tahun 2014 mencapai 71,92%.
Sedangkan jumlah kematian yang diakibatkan oleh TB paru selama
masa pengobatan pada tahun 2014 mencapai 48 orang, dengan angka
kematian per 100.000 penduduk mencapai 5,67. Artinya dalam 100.000
penduduk Kota Malang selama tahun 2014 terjadi 5 hingga 6 kematian
yang diakibatkan oleh penyakit TB paru. Secara lebih rinci, data kasus
TB paru dapat dilihat pada tabel 9 lampiran.

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 21


Jumlah kasus baru BTA + selama tahun 2014 mencapai 537 kasus.
Sedangkan total kasus TB (suspek) adalah 7.913 kasus, termasuk
didalamnya adalah BTA – dan hasil rontgen +. Adapun CNR (case
notification rate) kasus TB paru adalah 63,39. Artinya selama tahun
2014 jumlah pasien baru TB paru yang ditemukan berkisar antara 63
hingga 64 orang di setiap 100.000 penduduk Kota Malang. Secara lebih
rinci dapat dilihat pada tabel 7 dan 8 lampiran. Sedangkan angka
keberhasilan pengobatan (success rate/ SR) mencapai 83,28%. Artinya
dari setiap 100 pasien TB paru yang mendapat pengobatan TB paru,
terdapat 83 – 84 penderita yang telah sembuh dan melalui pengobatan
lengkap. Hal ini sebagaimana ditunjukkan pada tabel 9 lampiran.

Selama tahun 2014, terdapat 616 pasien penderita TB paru


mendapat pengobatan. Mereka adalah penderita yang sakit sejak tahun
2013. Dari jumlah tersebut, penderita yang dinyatakan sembuh pada
tahun 2014 sebanyak 71,92% atau sebanyak 443 penderita. Namun tidak
semua penderita tersebut menyelesaikan pengobatan dan dinyatakan
pengobatan lengkap. Penderita TB paru yang menyelesaikan pengobatan
secara lengkap hanya mencapai 11,36% dari seluruh penderita pada
tahun 2013, atau mencapai 70 orang. Hal ini menunjukkan kesadaran
untuk meminum obat sesuai petunjuk tenaga medis masih rendah. Hal
ini sebagaimana dapat dilihat pada tabel 9 lampiran.

Angka kesuksesan (success rate) dalam pengobatan penyakit TB


paru pada tahun 2014 mencapai 83,28%. Artinya setiap 100 penderita
TB paru di Kota Malang yang menjalani pengobatan selama tahun 2014,
83 hingga 84 penderita tersebut telah dinyatakan sembuh. Angka ini
sedikit menurun jika dibandingkan dengan tahun 2013 yang mencapai
85,51% atau setiap 100 penderita TB paru di Kota Malang yang
menjalani pengobatan selama tahun 2013, 85 hingga 86 penderita telah
dinyatakan sembuh. Hal ini sebagaimana dapat dilihat pada tabel 9
lampiran.

d. Penyakit HIV/ AIDS Dan IMS

Kota Malang termasuk wilayah dengan persebaran HIV/ AIDS


yang ada di Jawa Timur. Hal ini mengingat Kota Malang merupakan
salah satu kota besar di Jawa Timur dengan kepadatan penduduk hingga
mencapai 7.697,39 jiwa/ Km2. Didukung juga dengan banyaknya pusat-
pusat ekonomi, kebudayaan dan pendidikan. Ini semua menjadi daya
tarik tersendiri bagi setiap orang untuk mendatangi Kota Malang dari
berbagai wilayah dengan berbagai latar belakang yang berbeda-beda.
Sehingga hal ini dapat menjadi faktor risiko persebaran HIV/ AIDS di
Kota Malang.

Penderita HIV yang terdata di Kota Malang pada tahun 2014


mencapai 466 orang. Sedangkan penderita AIDS mencapai 225 orang.
Kebanyakan penderita adalah kaum laki-laki yang mencapai 317 orang

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 22


untuk penderita HIV dan 146 untuk penderita AIDS. Sedangkan
kematian yang diakibatkan penyakit AIDS mencapai 22 kasus. Adapun
kasus syphilis mencapai 14 kasus. Hal ini sebagaimana ditunjukkan
dalam tabel 11 lampiran.

Sedangkan donor darah yang diskrining terhadap HIV pada tahun


2014 mencapai 45.575 donor darah atau 100%. Dari jumlah tersebut
yang positif HIV mencapai 0,41 atau mencapai 188 donor darah. Hal ini
sebagaimana dapat dilihat pada tabel 12 lampiran.

e. Penyakit Kusta

Penyakit kusta merupakan salah satu penyakit menular yang dapat


menimbulkan masalah yang sangat kompleks. Masalah yang dimaksud
bukan hanya dari sisi medis, akan tetapi meluas sampai masalah sosial,
ekonomi, budaya, keamanan dan ketahanan nasional.

Penyakit kusta merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh


kuman M. Leprae, dengan satu dari tanda-tanda sebagai berikut : kulit
dengan bercak putih atau kemerahan disertai mati rasa atau anestesi, dan
penebalan saraf tepi yang disertai gangguan fungsi saraf berupa mati
rasa dan kelemahan/ kelumpuhan pada otot tangan, kaki dan mata, kulit
kering serta pertumbuhan rambut yang terganggu.

Proses pengobatan yang diperlukan untuk sembuh dari penyakit


kusta memerlukan waktu paling sedikit 6 bulan. Jika masuk kategori PB,
maka penderita harus menyelesaikan pengobatan sebanyak 6 dosis
selama 6 – 9 bulan. Jika masuk kategori MB, maka penderita harus
menyelesaikan pengobatan dengan 12 dosis selama 12 – 18 bulan.

Kasus penyakit kusta di Kota Malang masih terus ada hingga


tahun 2014. Penderita baru kategori MB pada tahun 2014 meningkat
menjadi 18 orang jika dibandingkan dengan tahun 2013 yang mencapai
13 orang. Sedangkan penderita baru PB meningkat menjadi 3 setelah
sebelumnya berjumlah 1 pada tahun 2013. Angka penemuan kasus pada
tahun 2014 meningkat menjadi 2,48 setelah sebelumnya 1,66 pada tahun
2013. Artinya dalam setiap 100.000 penduduk Kota Malang pada tahun
2014, ditemukan 2 hingga 3 kasus baru kusta. Hal ini sebagaimana dapat
dilihat pada tabel 14 lampiran.

Penderita kusta PB pada tahun 2013 yang sudah menyelesaikan


pengobatannya secara tepat waktu (RFT) pada tahun 2014 sebanyak 1
orang atau 100% telah selesai pengobatannya. Sedangkan penderita
kusta MB pada tahun 2012 yang menyelesaikan pengobatan secara tepat
waktu (RFT) pada tahun 2014 sebanyak 13 orang dari 14 penderita yang
tercatat pada tahun 2012, atau sebanyak 92,86%. Hal ini sebagaimana
ditunjukkan pada tabel 17 lampiran.

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 23


Dari 21 penderita kusta baru yang ada di Kota Malang, baik PB
maupun MB, ada 1 penderita yang berusia antara 0-14 tahun. Sedangkan
penderita kusta dengan kecacatan tingkat 2 tidak. Hal ini sebagaimana
ditunjukkan pada tabel 15 lampiran. Sedangkan prevalensi kasus tercatat
penderita kusta mencapai 0,25. Hal ini terjadi karena prevalensi kusta
Kota Malang masuk dalam kategori rendah atau low prevalence. Artinya
di Kota Malang terdapat penderita kusta sebanyak maksimal 1 orang dari
setiap 10.000 penduduk, baik yang baru atau yang lama. Hal ini
sebagaimana ditunjukkan pada tabel 16 lampiran.

f. Pneumonia

Pneumonia adalah infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru


(alveoli). Penyakit sistem pernapasan/ pneumonia seringkali menyerang
balita, dan terjadinya pneumonia pada anak ini seringkali bersamaan
dengan terjadinya proses infeksi akut pada bronkus yang disebut dengan
bronchopneumonia. Dari 6.719 perkiraan penderita pneumonia pada
balita di Kota Malang tahun 2014, terdapat 55,98% penderita yang
ditemukan dan ditangani, atau berjumlah 3.761 penderita. Penemuan dan
penanganan penderita pneumonia ini meningkat jika dibandingkan
dengan tahun 2013 yang berjumlah 1.248 balita. Hal ini sebagaimana
dapat dilihat pada tabel 10 lampiran.

g. Penyakit Menular Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I)

PD3I (Penyakit Menular Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi)


merupakan penyakit yang diharapkan dapat diberantas/ ditekan dengan
pelaksanaan program imunisasi. PD3I yang dibahas dalam bab ini adalah
mencakup difteri, campak, hepatitis B, pertusis/ batuk rejan, tetanus,
tetanus neonatorum dan polio. Jumlah kasus penyakit menular yang
dapat dicegah dengan imunisasi menurut puskesmas dapat dilihat pada
tabel 19 dan 20 lampiran.

1) Difteri

Difteri adalah infeksi bakteri yang bersumber dari


Corynebacterium diphtheriae, yang biasanya mempengaruhi selaput
lendir dan tenggorokan. Difteri umumnya menyebabkan sakit
tenggorokan, demam, kelenjar bengkak, dan lemas. Dalam tahap
lanjut, difteri bisa menyebabkan kerusakan pada jantung, ginjal dan
sistem saraf. Kondisi seperti itu pada akhirnya bisa berakibat sangat
fatal dan berujung pada kematian. Kasus difteri sangat dipengaruhi
adanya program imunisasi.

Pada tahun 2014 tidak ada satupun kecamatan yang bebas dari
difteri. Jumlah seluruh kasus difteri di Kota Malang berkurang dari 32
kasus pada tahun 2013 menjadi 22 kasus pada tahun 2014. Puskesmas
dengan kasus difteri tertinggi adalah Puskesmas Pandanwangi yang

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 24


mencapai 5 kasus. Sedangkan puskesmas dengan 0 kasus difteri
adalah Puskesmas Kedungkandang, Bareng, Rampal Celaket, Cisadea
dan Kendalkerep. Dari 22 penderita difteri, jumlah penderita laki-laki
mencapai 17 penderita dan perempuan mencapai 5 penderita. Hal ini
dapat dilihat dalam tabel 19 lampiran.

Kasus difteri di Kota Malang tahun 2014 masih bisa dikatakan


cukup tinggi walaupun terjadi penurunan jumlah kasus jika
dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2014 setidaknya
penyakit ini telah menyerang 16 kelurahan yang ada di Kota Malang.
Hal ini sebagaimana ditunjukkan dalam tabel 27 lampiran. Berikut
adalah gambaran persebaran kasus difteri di Kota Malang.
Gambar 11. Penyebaran Kasus Difteri Kota Malang Tahun 2014

2) Campak

Campak merupakan penyakit menular yang sering menyebabkan


kejadian luar biasa (KLB). Kejadian campak pada tahun 2014
menurun jika dibandingkan dengan kasus tahun 2013. Jika pada tahun
2013 berjumlah 81 kasus, maka pada tahun 2014 berjumlah 77 kasus.
Keberadaan penyakit campak pada tahun 2014 tidak masuk dalam
kategori KLB dikarenakan jumlah yang menurun.

Kasus campak terbanyak terjadi di wilayah kerja Puskesmas


Kendalkerep yang mencapai 14 kasus, lalu diikuti dengan Puskesmas
Gribig sebanyak 13 kasus. Kondisi ini sedikit berbeda dengan tahun
2013, dimana Puskesmas Rampal Celaket masih mendominasi jumlah
kasus campak terbanyak di Kota Malang. Secara lebih rinci dapat
dilihat pada tabel 20 lampiran.

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 25


3) AFP < 15 Tahun

Kasus AFP adalah kasus dimana semua anak berusia kurang dari
15 tahun dengan kelumpuhan yang sifatnya flaccid (layuh), terjadi
secara akut (mendadak), bukan disebabkan ruda paksa. Sifat akut
adalah perkembangan kelumpuhan yang berlangsung cepat antara 1-
14 hari sejak terjadinya gejala awal (rasa nyeri, kesemutan, rasa tela)
sampai kelumpuhan maksimal.

Selama tahun 2014, terdapat 6 kasus AFP yang berada di


wilayah kerja Puskesmas Kedungkandang, Gribig, Janti, Rampal
Celaket, Kendalkerep dan Pandanwangi masing-maasing 1 kasus,
meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2013 yang mencapai 3
kasus. Hal ini dapat dilihat pada tabel 18 lampiran.

4) Penyakit Lain

Selain dari yang disebutkan diatas, tidak dilaporkan adanya


kasus yang berkaitan dengan penyakit menular yang dapat dicegah
dengan imunisasi (PD3I) di Kota Malang selama tahun 2014, seperti
pertusis atau batuk rejan, tetanus, tetanus neonatorum, polio dan
hepatitis B. Hal ini sebagaimana ditunjukkan pada tabel 19 dan 20.

Demikian juga halnya dengan tahun 2013, tidak ada kasus yang
dilaporkan terhadap penyakit-penyakit tersebut. Hal ini menunjukkan
semua faktor yang berpengaruh terhadap kualitas derajat kesehatan
masyarakat berfungsi dengan baik, seperti : perilaku sehat, pelayanan
kesehatan, lingkungan dan generika.

h. Identifikasi Penyakit Degeneratif

Selain daripada keberadaan penyakit menular yang harus


ditanggulangi, Pemerintah Kota Malang bersama stakeholder yang ada
melakukan penanggulangan penyakit degeneratif. Dan diantara kegiatan
preventif yang dilakukan guna menanggulangi perkembangan penyakit
degeneratif adalah melalui kegiatan pengukuran tekanan darah dan
melihat tingkat obestitas penduduk Kota Malang.

Dari 43.885 orang yang dilakukan pengukuran tekanan darah di


pelayanan kesehatan, didapat 35,92% atau 15.765 orang dikategorikan
dalam hipertensi/ tekanan darah tinggi. Dari jumlah tersebut, mayoritas
adalah perempuan yang mencapai 11.762 orang, sedangkan laki-laki
mencapai 4.003 orang. Hal ini sebagaimana dapat dilihat pada tabel 24
lampiran.

Selain pengukuran tekanan darah, kegiatan lain yang dilakukan


untuk menanggulangi perkembangan penyakit degenartif adalah melalui
pemeriksaan obesitas. Dari 39.993 orang yang dilakukan pemeriksaan,

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 26


terdapat 41,68% atau 16.671 orang yang masuk kategori obesitas. Hal
ini sebagaimana ditunjukkan dalam tabel 25 lampiran.

i. Penyakit Potensial KLB/ Wabah

Beberapa penyakit menular berpotensi menimbulkan kejadian luar


biasa (KLB) atau wabah. Namun seluruh KLB yang terjadi selama tahun
2014 dan mencapai 17 kasus KLB, seluruhnya telah ditangani. Hal ini
sebagaimana ditunjukkan dalam tabel 28 lampiran.

1) Penyakit Diare

Penemuan kasus diare di Kota Malang mengalami peningkatan


jika dibandingkan dengan tahun 2013. Jika pada tahun 2013 jumlah
kasus diare mencapai 12.716 kasus atau 70,64% dari jumlah kasus
yang diperkirakan, maka pada tahun 2014 meningkat menjadi 13.744
kasus atau 75,8% dari kasus yang telah diperkirakan. Terjadinya
peningkatan penemuan kasus menunjukkan kinerja penemuan kasus
penyakit diare yang baik. Hal ini sebagaimana dapat dilihat pada tabel
13 lampiran.

Diare adalah sebuah penyakit di mana tinja atau feses berubah


menjadi lembek atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali
dalam 24 jam. Di negara berkembang, diare adalah penyebab
kematian paling umum pada balita.

2) Demam Berdarah Dengue

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu


masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Sejak tahun 1968 jumlah
kasusnya cenderung meningkat dan penyebarannya bertambah luas.
Keadaan ini erat kaitannya dengan peningkatan mobilitas penduduk
sejalan dengan semakin lancarnya transportasi serta tersebar luasnya
virus dengue dan nyamuk penularan di berbagai wilayah di Indonesia.

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) masih menyebar luas


di seluruh wilayah Kota Malang walaupun kejadiannya pada tahun
2014 menurun jika dibandingkan dengan kasus pada tahun 2013. Jika
pada tahun 2012 peristiwa DBD mencapai 136, maka pada tahun 2013
meningkat menjadi 409 kasus, dan pada tahun 2014 menurun menjadi
160 kasus. Dari jumlah tersebut terdapat 1 kasus meninggal akibat
terserang DBD. Kondisi ini tentunya lebih baik jika dibandingkan
dengan tahun 2013. Angka kesakitan tahun 2014 mencapai 18,89 per
100.000 penduduk, artinya ada 18 sampai 19 orang yang sakit DBD
dari 100.000 penduduk di Kota Malang pada tahun 2014. Angka
kesakitan ini menurun jika dibandingkan dengan tahun 2013 yang
mencapai 48,62 per 100.000 penduduk. Hal ini dapat dilihat pada
tabel 21 lampiran.

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 27


Sedangkan angka kematian penyakit DBD (CFR) pada tahun
2014 adalah 0,63%, artinya setiap 100 orang yang terserang DBD
terdapat 0-1 orang yang meninggal. Hal ini sama kejadiaannya dengan
tahun 2013 dimana angka kematian penyakit DBD mencapai 0,49%.
Hal ini juga sebagaimana ditunjukkan pada tabel 21 lampiran.
Gambar 12. Penyebaran Kasus dan Kematian Akibat DBD Kota
Malang Tahun 2014

3) Penyakit Lain

Selain kedua penyakit diatas, terdapat 2 penyakit lagi yang


berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa (KLB). Penyakit tersebut
adalah malaria dan filariasis. Namun dikarenakan Kota Malang
bukanlah daerah endemis malaria dan filariasis, maka kasus penyakit
tersebut tidak ditemukan di Kota Malang, sehingga tidak perlu
diuraikan secara rinci disini.

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 28


BAB IV UPAYA KESEHATAN

Dalam rangka mewujudkan visi dan misi pembangunan kesehatan di Kota


Malang, yang mana salah satunya adalah meningkatkan penyelenggaraan upaya
pelayanan kesehatan dasar dan rujukan yang bermutu, sesuai standar dan
terjangkau oleh masyarakat khususnya keluarga miskin, maka telah dilakukan
berbagai upaya pelayanan kesehatan masyarakat untuk mencapai keadaan
tersebut. Berikut ini akan diuraikan situasi upaya pelayanan kesehatan selama
tahun 2014.

4.1. Pelayanan Kesehatan Dasar


Upaya pelayanan kesehatan dasar merupakan langkah awal yang
sangat penting dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Dengan pemberian pelayanan kesehatan dasar secara cepat dan tepat,
diharapkan sebagian besar masalah kesehatan masyarakat sudah dapat
diatasi. Berbagai pelayanan kesehatan dasar yang dilaksanakan oleh fasilitas
pelayanan kesehatan adalah sebagai berikut.

a. Pelayanan Kesehatan Ibu Dan Anak

Seorang ibu memiliki peran yang sangat besar di dalam


pertumbuhan bayi dan perkembangan anak. Gangguan kesehatan yang
dialami seorang ibu yang sedang hamil bisa berpengaruh pada kesehatan
janin dalam kandungan hingga kelahiran dan masa pertumbuhan bayi
dan anaknya.

Demikian juga halnya dengan kesehatan anak, sangat berpengaruh


terhadap masa depan anak tersebut. Kesehatan anak adalah investasi
untuk masa depan anak itu sendiri. Oleh karena itu, perhatian terhadap
kesehatan ibu dan anak sangat penting untuk pembentukan generasi
mendatang.

Diantara bentuk pelayanan kesehatan terhadap ibu dan anak adalah


mencakup pelayanan antenatal (K1 atau kunjungan pertama pada
trimester pertama dan K4 atau kunjungan keempat pada trimester
ketiga), pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dengan
kompetensi kebidanan, penanganan risiko tinggi dan komplikasi, dan
kunjungan neonatus (KN2)

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 29


b. Pelayanan Antenatal (K1 Dan K4)

Masa kehamilan merupakan masa yang rawan kesehatan, baik


kesehatan ibu yang mengandung maupun janin yang dikandungnya
sehingga dalam masa kehamilan perlu dilakukan pemeriksaan secara
teratur. Hal ini dilakukan guna menghindari gangguan sedini mungkin
dari segala sesuatu yang membahayakan terhadap kesehatan ibu dan
janin yang dikandungnya.

Pelayanan antenatal merupakan pelayanan kesehatan oleh tenaga


kesehatan profesional (dokter spesialis kandungan dan kebidanan, dokter
umum, bidan dan perawat). Pelayanan antenatal dilakukan dengan
berpatokan pada standar ANC 10T yang terintegrasi dengan program
PMTCT, yaitu : 1. Timbang BB, 2. Ukur tekanan darah, 3. Tilai status
gizi, 4. Tinggi fundus uteri, 5. Tentukan presentasi janin, 6. TT, 7. Tablet
zat besi, 8. Tes laboratorium, 9. Tata laksana kasus, dan 10. Temu
wicara, yang keseluruhannya dilakukan selama masa kehamilan sesuai
pedoman pelayanan antenatal yang ada dengan titik berat pada kegiatan
promotif dan preventif. Hasil pelayanan antenatal dapat dilihat dari
cakupan pelayanan K1 dan K4.

Cakupan K1 atau juga disebut akses pelayanan kesehatan ibu


hamil merupakan gambaran besaran ibu hamil yang telah melakukan
kunjungan pertama ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan
pelayanan antenatal. Sedangkan cakupan K4 ibu hamil adalah gambaran
besaran ibu hamil yang telah mendapatkan pelayanan ibu hamil sesuai
dengan standar serta paling sedikit empat kali kunjungan, dengan
distribusi sekali pada trimester pertama, sekali pada trimester kedua dan
dua kali pada trimester ketiga. Angka ini dapat dimanfaatkan untuk
melihat kualitas pelayanan kesehatan kepada ibu hamil.

Cakupan K1 di kota Malang pada tahun 2014 mencapai 92,03%


dari 15.214 sasaran ibu hamil, atau sebanyak 14.001 ibu hamil. Cakupan
ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2013. Cakupan K1 di
Kota Malang pada tahun 2013 mencapai 91,74% dari 15.194 sasaran ibu
hamil, atau sebanyak 13.939 ibu hamil. Sedangkan cakupan K4 pada
tahun 2014 mencapai 88,52% atau sebanyak 13.467 ibu hamil. Artinya
ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya hingga 4 kali ke pelayanan
kesehatan mencapai 88,52% atau sebanyak 13.467 ibu hamil. Jumlah
dan cakupan ini tentunya menurun jika dibandingkan dengan tahun 2013
yang mencapai 90,32% atau sebanyak 13.723 ibu hamil. Cakupan K1
dan K4 pada tahun 2014 berdasarkan kecamatan dapat dilihat pada
gambar 10. dibawah ini :

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 30


Gambar 13. Cakupan K1 dan K4 Kota Malang Tahun 2014

Gambar diatas menunjukkan bahwa cakupan K1 dan K4 tertinggi


adalah wilayah Puskesmas Mojolangu. Sedangkan cakupan K1 dan K4
terendah adalah Puskesmas Dinoyo.Lebih lengkapnya cakupan K1 dan
K4 dapat dilihat dalam tabel 29 lampiran.

Namun ada satu hal yang perlu dicermati dari tabel diatas, yakni
cakupan K4 yang lebih tinggi dari cakupan K1, seperti di Puskesmas
Pandanwangi dan Puskesmas Kendalsari. Seharusnya cakupan K1 lebih
tinggi dari cakupan K2. Hal ini patut menjadi pertimbangan dalam
meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.

c. Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan Dengan


Kompetensi Kebidanan

Komplikasi dan kematian ibu maternal serta bayi baru lahir


sebagian besar terjadi pada masa di sekitar persalinan. Hal ini antara lain
disebabkan kualitas pertolongan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan
yang memiliki kompetensi kebidanan masih perlu ditingkatkan.

Pada tahun 2014, ibu bersalin di Kota Malang yang mendapat


pertolongan kesehatan oleh tenaga kesehatan mencapai 91,59% dari
14.522 sasaran ibu bersalin yang ditetapkan atau sebanyak 13.301 orang.
Cakupan dan jumlah ini menurun jika dibandingkan dengan tahun 2013,
dimana ibu bersalin di Kota Malang yang mendapat pertolongan
kesehatan oleh tenaga kesehatan mencapai 92,24%, yaitu 13.379 ibu

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 31


bersalin. Hal ini sebagaimana ditunjukkan dalam tabel 29 lampiran.
Berikut ini jumlah pertolongan persalinan yang diberikan oleh tenaga
kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan berdasarkan kecamatan
di Kota Malang.
Gambar 14. Jumlah Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan
Berdasarkan Kecamatan Tahun 2014

Gambar diatas menunjukkan jika Puskesmas Cisadea adalah


puskesmas dengan jumlah persalinan oleh tenaga kesehatan tertinggi jika
dibandingkan dengan puskesmas lainnya. Hal ini dapat dilihat pada tabel
29 lampiran.

d. Penanganan Risiko Tinggi Dan Komplikasi

Dalam memberikan pelayanan kesehatan, khususnya oleh tenaga


bidan di kelurahan dan puskesmas, beberapa ibu hamil yang memiliki
risiko tinggi dan memerlukan pelayanan kesehatan yang lebih baik tidak
mendapatkan pelayanan yang semestinya karena terbatasnya
kemampuan dalam memberikan pelayanan. Maka kasus tersebut perlu
mendapatkan upaya rujukan ke unit pelayanan kesehatan yang lebih
memadai.

Risiko tinggi/ komplikasi adalah keadaan penyimpangan dari


normal, yang secara langsung menyebabkan kesakitan dan kematian ibu
maupun bayi. Risti/ komplikasi kebidanan meliputi Hb < 8g %, tekanan
darah tinggi (sistole > 140mmHg, diastole > 90mmHg), oedeme nyata,
eklampsia, perdarahan pervaginam, ketuban pecah dini, letak lintang
pada usia kehamilan > 32 minggu, letak sungsang pada primigravida,
infeksi berat/ sepsis, persalinan prematur.

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 32


Jumlah sasaran ibu hamil komplikasi kebidanan pada tahun 2014
di Kota Malang adalah sebesar 3.043 ibu hamil. Dari jumlah tersebut
yang ditangani mencapai 2.670 ibu hamil atau mencapai 87,75%. Hal ini
sebagaimana dapat dilihat pada tabel 33 lampiran. Cakupan tahun 2014
cenderung menurut jika dibandingkan dengan tahun 2013.

Sedangkan jumlah sasaran neonatal pada tahun 2014 mencapai


2.034 neonatus. Dari jumlah tersebut yang ditangani sebesar 77,59%
atau sebanyak 1.578 neonatus. Hal ini seperti yang ditunjukkan dalam
tabel 33 lampiran. Cakupan neonatal risti yang ditangani pada tahun
2014 sedikit meningkat jika dibandingkan dengan cakupan tahun 2013
yang mencapai 1.521 neonatus atau mencapai 75,01%. Hal ini bisa
mengindikasikan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil yang meningkat
dalam menjaga kehamilannya, sehingga berdampak pada ibu hamil dan
janinnya.

e. Kunjungan Neonatus

Bayi hingga usia kurang dari satu bulan merupakan golongan umur
yang memiliki risiko gangguan kesehatan paling tinggi. Upaya
kesehatan yang dilakukan untuk mengurangi risiko tersebut antara lain
dengan melakukan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dan
pelayanan kesehatan pada neonatus (0-28 hari) minimal 2 kali, satu kali
pada umur 0-2 hari (KN1), satu kali pada umur 3-7 hari (KN2), dan satu
kali lagi pada umur 8-28 hari (KN3).

Dalam melaksanakan pelayanan neonatus, petugas kesehatan di


samping melakukan pemeriksaan kesehatan bayi juga melakukan
konseling perawatan bayi kepada ibu. Pelayanan tersebut meliputi
pelayanan kesehatan neonatal dasar (tindakan resusitasi, pencegahan
hipotermia, pemberian ASI dini dan eksklusif, pencegahan infeksi
berupa perawatan mata, tali pusat, kulit dan pemberian imunisasi),
pemberian vitamin K, manajemen terpadu bayi muda (MTBM), dan
penyuluhan perawatan neonatus di rumah menggunakan buku KIA.

Cakupan KN1 pada tahun 2014 mencapai 99,70% dari 13.558 bayi
sasaran yang ada di Kota Malang, atau sebesar 13.517 bayi. Sedangkan
cakupan KN lengkap (kunjungan neonatus 3 kali) sedikit lebih tinggi
dari KN1, yaitu mencapai 99,72%. Meningkatnya jumlah KN lengkap
jika dibandingkan dengan KN1 dapat mengindikasikan baiknya
pengetahuan dan kesadaran ibu hamil untuk memeriksakan bayinya
ketika masih belum genap usianya satu bulan. Hal ini diperlukan untuk
mengetahui kondisi bayi, mengingat bayi sangat rentan terhadap sakit
dan penyakit. Sehingga pemeriksaan yang sering terhadap kesehatan
bayi dapat membantu mengetahui sakit dan penyakit yang akan diderita
untuk kemudian dilakukan pencegahan dan pengobatan. Hal ini
sebagaimana ditunjukkan dalam tabel 38 lampiran.

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 33


Berikut ini ditunjukkan cakupan kunjungan neonatus setiap
puskesmas di Kota Malang selama tahun 2014.
Gambar 15. Cakupan Kunjungan Neonatus Kota Malang Tahun 2014

Gambar diatas menunjukkan jika cakupan kunjungan neonatus


terbanyak adalah Puskesmas Mojolangu untuk KN1 dan Puskesmas
Arjuno untuk KN lengkap. Sedangkan cakupan KN1 dan KN Lengkap
terendah adalah Puskesmas Kedungkandang. Lebih rinci cakupan
kunjungan neonatus dapat dilihat pada tabel 38 lampiran.

f. Pelayanan Keluarga Berencana

Masa subur seorang wanita memiliki peran penting bagi terjadinya


kehamilan sehingga peluang wanita untuk melahirkan kembali cukup
tinggi. Menurut hasil penelitian, usia subur seorang wanita biasanya
antara 15 – 49 tahun. Oleh karena itu, untuk mengatur jumlah kelahiran
atau menjarangkan kelahiran, wanita dan pasangannya lebih
diprioritaskan untuk menggunakan metode/ alat kontrasepsi.

Tingkat pencapaian pelayanan keluarga berencana dapat


digambarkan melalui cakupan peserta KB yang ditunjukkan melalui
kelompok sasaran program yang sedang/ pernah menggunakan alat
kontrasepsi menurut daerah tempat tinggal, tempat pelayanan serta jenis
kontrasepsi yang digunakan oleh akseptor.

Jumlah peserta KB baru pada tahun 2014 adalah 6.605 orang dari
142.285 orang perkiraan pasangan usia subur (PUS), atau mencapai
4,6%. Jumlah ini menurun jika dibandingkan tahun 2013 yang mencapai
9.966 orang dari 162.653 perkiraan pasangan usia subur (PUS) di Kota
Malang atau 6,1%. Sedangkan jumlah peserta KB aktif pada tahun yang

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 34


sama mencapai 103.302 orang atau sebesar 72,60%, meningkat nilai
proporsinya jika dibandingkan tahun 2013 yang mencapai 117.345 orang
atau sebesar 72,14%. Hal ini sebagaimana dapat dilihat pada tabel 36
lampiran.

Jenis kontrasepsi yang paling banyak digunakan oleh peserta KB


aktif adalah jenis suntik yang mencapai 59,3% atau sebanyak 61.276
peserta. Sebagaimana ditunjukkan pada tabel 34 lampiran. Jumlah ini
menurun jika dibandingkan dengan jumlah tahun 2013 yang mencapai
70.606 peserta. Gambaran jenis kontrasepsi yang digunakan oleh peserta
KB aktif di Kota Malang selama tahun 2014 dapat dilihat pada gambar
di bawah ini.
Gambar 16. Distribusi Jenis Kontrasepsi Peserta KB Aktif Kota Malang
Tahun 2014

Gambar diatas menunjukkan bahwa kontrasepsi yang paling


banyak digunakan oleh peserta KB aktif adalah jenis suntik sebesar
59,3%. Diikuti kemudian kontrasepsi jenis pil sebanyak 18,1% dan IUD
sebanyak 14,0%. Demikian juga halnya dengan peserta KB baru yang
banyak menggunakan alat kontrasepsi jenis suntik mencapai 59,0% atau
sebanyak 3.895 peserta, sebagaimana yang ditunjukkan pada tabel 34
dan 35 lampiran.

g. Pelayanan Imunisasi

Kegiatan imunisasi rutin meliputi pemberian imunisasi untuk bayi


umur 0 – 1 tahun (BCG, DPT, Polio, Campak, HB), imunisasi untuk
wanita usia subur (WUS)/ ibu hamil (TT) dan imunisasi untuk anak SD
(kelas 1 : DT dan kelas 2-3 : TT). Sedangkan kegiatan imunisasi
tambahan dilakukan atas dasar ditemukannya masalah seperti desa non
UCI, potensial/ risiko tinggi KLB, ditemukan/ diduga adanya virus polio
liar atau kegiatan lainnya berdasarkan kebijakan teknis.

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 35


Pencapaian Universal Child Immunization (UCI) pada dasarnya
merupakan proyeksi terhadap cakupan atas imunisasi secara lengkap
pada sekelompok bayi. Bila cakupan UCI dikaitkan dengan batasan
suatu wilayah tertentu, berarti dalam wilayah tersebut tergambarkan
besarnya tingkat kekebalan masyarakat atau bayi (herd immunity)
terhadap penularan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
(PD3I). Dalam hal ini pemerintah menargetkan pencapaian UCI pada
wilayah administrasi desa/ kelurahan.

Suatu desa/ kelurahan telah mencapai target UCI apabila bayi


sasaran di suatu desa telah mengakses vaksinasi BCG, DPT1, dan Polio1
minimal 95%. Dan 90% bayi sasaran telah divaksinasi dengan DPT2,
DPT3, Polio2, Polio3, Polio4 dan campak. Sedangkan yang dimaksud
dengan imunisasi dasar lengkap adalah bayi sasaran yang mendapatkan
imunisasi DPT1+HB1, DPT+HB3, dan imunisasi campak. Selama tahun
2014 Kota Malang mencapai 82,46% kelurahan UCI. Cakupan ini
meningkat jika dibandingkan dengan capaian tahun 2013 yang mencapai
89,47%. Hal ini sebagaimana ditunjukkan pada tabel 41 lampiran.

Gambar dibawah ini menunjukkan bahwa capaian UCI di beberapa


kelurahan dan puskesmas sudah baik, dimana di beberapa puskesmas
telah mencapai 100%. Puskesmas dengan capaian UCI 100% antara lain
adalah Puskesmas Gribig, Ciptomulyo, Mulyorejo, Arjuno, Bareng,
Rampal Celaket, Cisadea, Kendalkerep dan Mojolangu.
Gambar 17. Kelurahan UCI Kota Malang Tahun 2014

Target jangkauan imunisasi bayi ditunjukkan dengan cakupan


imunisasi DPT1 karena imunisasi ini merupakan salah satu antigen
kontak pertama dari semua imunisasi yang diberikan kepada bayi.

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 36


Sedangkan tingkat perlindungan imunisasi bayi ditunjukkan dengan
cakupan imunisasi campak karena imunisasi ini merupakan antigen
kontak terakhir dari semua imunisasi yang diberikan kepada bayi.

Gambaran cakupan imunisasi dasar lengkap untuk bayi pada tahun


2014 dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Dimana gambar 16 di
bawah ini menunjukkan jika capaian imunisasi dasar lengkap untuk bayi
tertinggi berada di wilayah Puskesmas Mulyorejo yang mencapai
114,17%. Sedangkan capaian imunisasi dasar lengkap untuk bayi
terendah berada di wilayah Puskesmas Arjowinangun yang mencapai
67,21%. Hal ini sebagaimana ditunjukkan pada tabel 43 lampiran.
Gambar 18. Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap Berdasarkan Puskesmas
Kota Malang Tahun 2014

Maternal and Neonatal Tetanus Elimination (MNTE) merupakan


salah satu kegiatan imunisasi tambahan yang bertujuan untuk
menurunkan jumlah kasus tetanus neonatal di setiap kabupaten/ kota
hingga < 1 kasus per 1.000 kelahiran hidup pertahun. Pada masa lalu
sasaran kegiatan MNTE adalah calon pengantin dan ibu hamil, namun
pencapaian target agak lambat, sehingga dilakukan kegiatan akselerasi
berupa pemberian TT 5 dosis pada seluruh wanita usia subur (WUS)
termasuk ibu hamil (usia 15 – 39 tahun).

Cakupan imunisasi TT ibu hamil lebih banyak jika dibandingkan


dengan imunisasi TT untuk WUS pada tahun 2014. Hal ini dapat dilihat
pada tabel 30 dan 31 lampiran.

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 37


h. Pelayanan Kesehatan Dasar Masyarakat Miskin

Program pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin adalah


program pemerintah yang sangat strategis. Program ini bertujuan untuk
meningkatkan aksesibilitas masyarakat miskin guna mendapatkan
pelayanan kesehatan yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat. Melalui program ini masyarakat miskin
akan memperoleh kesempatan untuk memperoleh pelayanan kesehatan
di fasilitas kesehatan milik pemerintah, TNI-POLRI dan swasta.
Diantara bentuk program ini adalah Penerima Bantuan Iuran (PBI)
APBN yang dialokasikan dari APBN untuk masyarakat miskin agar
mengikuti BPJS Kesehatan dan PBI APBD yang dialokasikan dari
APBD untuk masyarakat miskin agar mengikuti BPJS Kesehatan.

Jumlah masyarakat miskin yang dicakup pelayanan kesehatan pada


tahun 2014 masih sama dengan tahun sebelumnya yang mencapai
138.877 orang dengan alokasi yang berbeda dikarenakan kebijakan
pemerintah perihal BPJS Kesehatan. Jumlah PBI APBN mencapai
106.902 orang, dan masyarakat miskin yang dicakup oleh APBD
Propinsi Jawa Timur yang mencapai 31.975 orang. Selain daripada itu,
terdapat 20.190 orang yang dicakup dengan PBI APBD Kota malang.
Dimana hal ini dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat
miskin yang belum tercakup di APBN dan APBD Propinsi Jawa Timur.
Hal ini sebagaimana dapat dilihat pada tabel 53 lampiran.

4.2. Pelayanan Kesehatan Rujukan


Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 telah
mengamanatkan pemberian pelayanan kesehatan yang terdiri dari pelayanan
kesehatan perseorangan dan pelayanan kesehatan masyarakat. Pelayanan
kesehatan tersebut meliputi kegiatan dengan pendekatan promotif, preventif,
kuratif dan rehabilitatif. Pelayanan kesehatan perorangan ditujukan untuk
menyembuhkan penyakit dan memulihkan kesehatan perorangan dan
keluarga.

Beberapa kegiatan pokok dalam rangka upaya kesehatan perorangan


adalah peningkatan pelayanan kesehatan rujukan, pelayanan kesehatan bagi
penduduk miskin di kelas III di rumah sakit, dan lain-lain. Berikut adalah
uraian singkat tentang pelayanan kesehatan rujukan dan penunjang tersebut.

a. Pelayanan Kesehatan Di Rumah Sakit

Upaya kesehatan perorangan dilakukan oleh pemerintah dan atau


masyarakat serta swasta untuk memelihara, meningkatkan kesehatan
serta mencegah dan menyembuhkan/ memulihkan kesehatan perorangan.
Upaya pelayanan kepada masyarakat diberikan melalui rawat jalan bagi
masyarakat yang mendapatkan gangguan kesehatan ringan dan
pelayanan rawat inap baik secara langsung maupun melalui rujukan

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 38


pasien bagi masyarakat yang mendapatkan gangguan kesehatan sedang
hingga berat.

Jumlah rumah sakit umum pada tahun 2014 di Kota Malang 10


RS. Sedangkan rumah sakit khusus mencapai 14 RS. Rumah sakit umum
di Kota Malang meliputi RS Dr. Saiful Anwar, RST. Dr. Soepraoen, RS.
Panti Waluya, RS. Panti Nirmala, RS. Lavalette, RSI. Malang, RSI.
Aisyiah, RS. Permata Bunda, RS. Hermina Tangkubanperahu dan RS.
Persada Hospital.

b. Kunjungan Rawat Jalan Dan Rawat Inap

Sebagian besar sarana pelayanan di puskesmas dipersiapkan untuk


memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi kunjungan rawat jalan,
sedangkan rumah sakit yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas di
samping memberikan pelayanan pada kasus rujukan untuk rawat inap
juga melayani kunjungan rawat jalan.

Kunjungan pasien rawat jalan di puskesmas Kota Malang selama


tahun 2014 mencapai 617.812 kunjungan, dan kunjungan rawat inap
mencapai 1.185 kunjungan. Sedangkan kunjungan rawat jalan di rumah
sakit seluruh Kota Malang mencapai 648.310 kunjungan, dan kunjungan
rawat inap mencapai 83.950 kunjungan. Hal ini dapat dilihat lebih rinci
pada tabel 54 lampiran. Demikian juga dengan kunjungan gangguan jiwa
pada tahun 2014 di puskesmas mencapai 6.626 kunjungan.

Secara keseluruhan jumlah kunjungan rawat jalan di Kota Malang


mencapai 1.266.122 kunjungan atau 149,5%. Artinya dari 100 penduduk
Kota Malang tahun 2014, yang berkunjungan ke pelayanan kesehatan
untuk rawat jalan mencapai 149-150 orang, atau ada diantara mereka
yang berkunjung hingga lebih dari sekali ke pelayanan kesehatan.
Sedangkan kunjungan rawat inap mencapai 10,05%, artinya dari 100
orang penduduk Kota Malang, yang berkunjung ke pelayanan kesehatan
untuk rawat inap mencapai 10-11 orang.

c. Indikator Pelayanan Rumah Sakit

Penilaian tingkat keberhasilan pelayanan rumah sakit biasanya


dilihat dari berbagai segi, yaitu : tingkat pemanfaatan sarana, mutu dan
tingkat efisiensi pelayanan. Beberapa indikator standar terkait dengan
pelayanan kesehatan di rumah sakit yang dipantau antara lain adalah :
pemanfaatan tempat tidur (BOR), rata-rata lama hari perawatan (ALOS),
rata-rata tempat tidur dipakai (BTO), rata-rata selang waktu pemakaian
tempat tidur (TOI), persentase pasien keluar yang meninggal (GDR) dan
persentase pasien keluar yang meninggal setelah 48 jam dirawat (NDR).

Pencapaian BOR rumah sakit di Kota Malang selama tahun 2014


mencapai 50,7%. Artinya ada 50 – 51 tempat tidur dari 100 tempat tidur

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 39


RS di seluruh Kota Malang yang tidak dimanfaatkan oleh penduduk
Kota Malang dan sekitarnya selama tahun 2014. Hal ini sebagaimana
ditunjukkan pada tabel 56 lampiran.

Pencapaian LOS rumah sakit di Kota Malang pada tahun 2014


mencapai 4,45%. Artinya dari 100 orang pasien yang dirawat di Kota
Malang, mereka mendapatkan perawatan rata-rata 4-5 hari. Hal ini juga
sebagaimana ditunjukkan dalam tabel 56 lampiran.

Pencapaian TOI rumah sakit di Kota Malang pada tahun 2014


adalah 3,95%. Artinya rata-rata hari tempat tidur yang tidak ditempati
dari saat terisi ke saat terisi berikutnya mencapai 3 - 4 hari per 100 hari.
Hal ini juga dapat dilihat dalam tabel 56 lampiran.

Angka GDR atau angka kematian umum untuk tiap-tiap 1.000


penderita keluar adalah 5,45. Artinya selama periode tahun 2014 terjadi
5 – 6 kematian dari setiap 1.000 pasien yang keluar dari rumah sakit
yang ada di Kota Malang. Sedangkan NDR Kota Malang mencapai 3,6.
Artinya selama periode tahun 2014 terjadi 3 – 4 kematian ≥ 48 jam
setelah dirawat di rumah sakit dari setiap 1.000 penderita keluar dari
rumah sakit. Hal ini sebagaimana ditunjukkan dalam tabel 55 lampiran.

d. Pelayanan Kesehatan Rujukan Bagi Masyarakat Miskin

Program pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin adalah


program pemerintah yang sangat strategis. Program ini bertujuan untuk
meningkatkan aksesibilitas masyarakat miskin guna mendapatkan
pelayanan kesehatan yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat. Melalui program ini masyarakat miskin
akan memperoleh kesempatan untuk memperoleh pelayanan kesehatan
di fasilitas kesehatan milik pemerintah, TNI-POLRI dan swasta. Untuk
mencapai hal ini maka diadakan Program Jaminan Kesehatan Nasional
(JKN) melalui mekanisme Peemberian Bantuan Iuran (PBI) kepada
masyarakat miskin.

Jumlah masyarakat miskin di Kota Malang yang tercakup oleh


JKN melalui mekanisme PBI adalah 106.902 orang, dan mereka ini
ditanggung oleh APBN. Sedangkan melalui mekanisme JAMKESDA
mencapai 31.975 orang. Hal ini sebagaimana dapat dilihat pada tabel 53
lampiran.

4.3. Pencegahan Dan Pemberantasan Penyakit


Indonesia menghadapi beban ganda dalam pembangunan kesehatan
yaitu meningkatnya beberapa penyakit menular sementara penyakit tidak
menular atau degeneratif mulai meningkat. Disamping itu telah muncul pula
beberapa penyakit baru. Program pencegahan dan pemberantasan penyakit
bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan, kematian dan kecacatan dari

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 40


penyakit menular dan mencegah penyebaran serta mengurangi dampak
sosial akibat penyakit sehingga tidak menjadi masalah kesehatan.

Upaya pemberantasan penyakit menular lebih ditekankan pada


pelaksanaan surveillans epidemiologi dengan upaya penemuan penderita
secara dini yang ditindaklanjuti dengan penanganan secara cepat melalui
pengobatan penderita. Disamping itu pelayanan lain yang diberikan adalah
upaya pencegahan dengan pemberian imunisasi, upaya pengurangan faktor
risiko melalui kegiatan untuk peningkatan kualitas lingkungan serta
peningkatan peran serta masyarakat dalam upaya pemberantasan penyakit
menular yang dilaksanakan melalui berbagai kegiatan. Uraian singkat
berbagai upaya tersebut seperti berikut ini :

a. Pengendalian TB Paru

Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit TB Paru


dilakukan dengan pendekatan DOTS (Directly Observed Treatment
Shortcource Chemotheraphy) atau pengobatan TB Paru dengan
pengawasan langsung oleh pengawas minum obat (PMO). Kegiatan ini
meliputi upaya penemuan penderita dengan pemeriksaan dahak di sarana
pelayanan kesehatan yang ditindaklanjuti dengan paket pengobatan.

Pada tahun 2014 pengembangan program pengendalian penyakit


TB Paru masih menggunakan strategi DOTS yang telah dilaksanakan di
seluruh puskesmas di Kota Malang. Selama tahun tersebut pengobatan
terhadap penderita penyakit TB Paru telah dilaksanakan dan masih
berjalan terhadap 616 kasus baru dan 1.433 total kasus TB.

Dalam penanganan program, semua penderita TB yang ditemukan


ditindaklanjuti dengan paket-paket pengobatan intensif. Melalui paket
pengobatan yang diminum secara teratur dan lengkap, diharapkan
penderita akan dapat disembuhkan dari penyakit TB Paru yang
dideritanya. Namun demikian, dalam proses selanjutnya tidak tertutup
kemungkinan terjadinya kegagalan pengobatan akibat dari paket
pengobatan yang tidak terealisasi atau drop out (DO), terjadinya
resistensi obat atau kegagalan dalam penegakan diagnosa di akhir
pengobatan.

Upaya pemerintah dalam menanggulangi tuberkulosis (TB) tetap


dilakukan secara optimal. Pada tahun 2014, jumlah penderita total kasus
TB Paru di Kota Malang mencapai 1.433 orang, menurun dari tahun
2013 yang mencapai 1.514 orang. Sedangkan penderita TB Paru BTA
positif pada tahun 2014 berjumlah 616 orang, sama dengan tahun 2013
yang berjumlah 616 orang. Hal ini dapat dilihat pada tabel 9 lampiran.

Selain angka insiden, keberhasilan program pengendalian TB Paru


dapat dilihat pada beberapa indikator program pengendalian TB Paru

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 41


yang antara lain melalui angka penemuan kasus (case detection rate) dan
angka keberhasilan pengobatan (success rate).

Tingkat kesembuhan dari penderita pasca pengobatan biasanya


sangat sulit ditegakkan oleh karena kendala dari penderita dalam
mengeluarkan dahak yang memenuhi persyaratan, sehingga dalam
pemantauan hasil akhir lebih diarahkan pada tingkat kelengkapan
pengobatan atau success rate (SR). Angka kesembuhan tahun 2014 dari
proses pengobatan yang mulai berjalan pada tahun 2013 adalah sebesar
71,92% atau berjumlah 443 pasien. Selain itu terdapat 70 pasien yang
telah menjalani pengobatan lengkap. Sehingga angka keberhasilan
pengobatan/ success rate sebesar 83,28%. Hal ini dapat dilihat pada tabel
9 lampiran.

b. Pengendalian Penyakit ISPA

Upaya yang dilakukan dalam rangka pemberantasan penyakit


infeksi saluran pernafasan akut (P2 ISPA) lebih difokuskan pada upaya
penemuan secara dini dan tata laksana kasus yang cepat dan tepat
terhadap penderita pneumonia balita yang ditemukan. Upaya ini
dikembangkan melalui suatu manajemen terpadu dalam penanganan
balita sakit yang datang ke unit pelayanan kesehatan atau lebih dikenal
dengan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS). Dengan pendekatan
MTBS semua penderita ISPA langsung ditangani di unit yang
ditemukan, namun bila kondisi balita sudah berada dalam pneumonia
berat sedangkan peralatan tidak mencukupi maka penderita langsung
dirujuk ke fasilitas pelayanan yang lebih lengkap.

Target penurunan angka kematian (40/1000) dan kesakitan (10%)


karena pneumonia pada balita akan dapat dicapai jika 86% kasus
pneumonia pada balita dapat dideteksi dan mendapat tatalaksana standar.
Selama tahun 2014 terjadi kasus pneumonia pada balita sebanyak 3.761
penderita dan keseluruhan ditangani, atau mencapai 55,98% dari
perkiraan penderita pneumonia pada balita yang berjumlah 6.719 balita.
Hal ini sebagaimana yang ditunjukkan pada tabel 10 lampiran.

c. Penanggulangan Penyakit HIV/ AIDS Dan PMS

Upaya pelayanan kesehatan dalam rangka penanggulangan


penyakit HIV/ AIDS, di samping ditujukan pada penanganan penderita
yang telah ditemukan, juga diarahkan pada upaya pencegahan melalui
sosialisasi yang dilakukan terhadap masyarakat atau terhadap kelompok
masyarakat risiko tinggi.

Upaya penemuan penderita dilakukan melalui skrining HIV/ AIDS


terhadap darah, pemantauan pada kelompok berisiko menderita penyakit
menular seksual (PMS) seperti wanita pekerja seks (WPS),
penyalahguna obat dengan suntikan (IDUs), penghuni lapas (LP) atau

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 42


sesekali dilakukan penelitian pada kelompok berisiko rendah seperti ibu
rumah tangga dan sebagainya.

Penanggulangan penyakit HIV/ AIDS pada tahun 2014 dilakukan


dengan menangani semua penderita HIV. Kasus HIV hingga tahun 2014
sebanyak 466 orang, penderita AIDS mencapai 225 orang, dan penderita
syphilis mencapai 14 orang, semua juga ditangani dengan tujuan untuk
menanggulangi penyakit menular seksual. Hal ini dapat dilihat pada
tabel 11 lampiran. Sedangkan jumlah kematian yang diakibatkan oleh
panyakit AIDS mencapai 22 orang.

Selain dari penanganan penderita HIV/ AIDS, untuk melakukan


penanggulangan dilakukan kegiatan skrining terhadap orang yang
melakukan donor darah. Jumlah donor darah selama tahun 2014
mencapai 45.575 dan seluruhnya diperiksa. Dari jumlah tersebut 188
donor darah yang positif HIV atau mencapai 0,41%. Hal ini dapat dilihat
pada tabel 12 lampiran.

d. Pengendalian Penyakit Demam Berdarah

Upaya pemberantasan demam berdarah terdiri dari 3 hal, yaitu : 1)


Peningkatan kegiatan surveillans penyakit dan vektor, 2) Diagnosis dini
dan pengobatan dini, 3) Peningkatan upaya pemberantasan vektor
penularan penyakit DBD.

Upaya pemberantasan DBD dititikberatkan pada penggerakan


potensi masyarakat untuk berperan serta dalam Pemberantasan Sarang
Nyamuk (PSN) melalui 3M plus (menguras, menutup dan mengubur)
plus menabur larvasida, penyebaran ikan pada tempat penampungan air
serta kegiatan-kegiatan lainnya yang dapat mencegah/ memberantas
nyamuk aedes berkembang biak, juru pemantau jentik (jumantik) untuk
memantau angka bebas jentik (ABJ), serta pengenalan gejala DBD dan
penanganannya di rumah tangga. Angka bebas jentik (ABJ) sebagai
tolok ukur upaya pemberantasan vektor melalui PSN-3M menunjukkan
tingkat partisipasi masyarakat dalam mencegah DBD. Oleh karena itu,
pendekatan pemberantasan DBD yang berwawasan kepedulian
masyarakat merupakan salah satu alternatif pendekatan baru.

Penanganan kasus DBD di Kota Malang selama tahun 2014


mencapai 100%. Dari 160 kasus yang ada pada tahun tersebut secara
keseluruhan telah ditangani. Hal ini sebagaimana ditunjukkan pada tabel
21 lampiran. Jumlah kasus DBD pada tahun 2014 menurun jika
dibandingkan dengan kasus tahun 2013 yang berjumlah 409 kasus.
Demikian juga dengan pasien yang meninggal, maka pada tahun 2014
terjadi 1 kasus kematian karena kejadian DBD jika dibandingkan dengan
tahun 2013 yang mencapai 2 kasus kematian. Banyak faktor yang
mempengaruhi peningkatan kasus ini, diantaranya adalah faktor
lingkungan, perilaku masyarakat yang mendukung, vektor nyamuk, dll.

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 43


e. Pengendalian Penyakit Kusta

Upaya pelayanan terhadap penderita penyakit kusta antara lain


adalah melakukan penemuan penderita melalui berbagai survei anak
sekolah, survei kontak dan pemeriksaan intensif penderita yang datang
ke pelayanan kesehatan dengan keluhan atau kontak dengan penderita
penyakit kusta.

Semua penderita yang ditemukan langsung diberikan pengobatan


paket MDT yang terdiri dari Rifampicin, Lampren dan DDS selama
kurun waktu tertentu. Sedangkan untuk penderita yang ditemukan sudah
dalam kondisi parah akan dilakukan rehabilitasi melalui institusi
pelayanan kesehatan yang memiliki fasilitas pelayanan lebih lengkap.

Pengobatan penyakit kusta yang tuntas pada tahun 2014 mencapai


14 orang, dimana penderita PB yang mulai berobat pada tahun 2013 dan
menyelesaikan pengobatannya pada tahun 2014 mencapai 1 orang.
Sedangkan penderita MB yang mulai berobat pada tahun 2012 dan
menyelesaikan pengobatannya pada tahun 2014 mencapai 13 orang. Hal
ini sebagaimana dapat dilihat pada tabel 17 lampiran. Sedangkan kasus
baru dan tercatat pada tahun 2014 untuk kemudian diberikan pengobatan
selama waktu tertentu berjumlah 21 kasus. Terdiri dari 3 kasus PB dan
18 kasus MB. Hal ini dapat dilihat pada tabel 16 lampiran.

4.4. Perbaikan Gizi Masyarakat


Upaya perbaikan gizi masyarakat pada hakikatnya dimaksudkan untuk
menangani permasalahan gizi yang sedang dihadapi masyarakat.
Berdasarkan pemantauan yang telah dilakukan, beberapa permasalahan gizi
yang sering dijumpai pada kelompok masyarakat adalah kekurangan
vitamin A dan anemia gizi besi.

a. Pemberian Kapsul Vitamin A

Upaya perbaikan gizi juga dilakukan pada beberapa sasaran yang


diperkirakan banyak mengalami kekurangan terhadap vitamin A, yang
dilakukan melalui pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi pada bayi
dan balita yang diberikan sebanyak 2 kali dalam satu tahun dan pada ibu
nifas diberikan 1 kali.

Vitamin A adalah salah satu zat gizi mikro yang diperlukan oleh
tubuh dan berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas) dan
kesehatan mata. Anak yang menderita kurang vitamin A, bila terserang
campak, diare atau penyakit infeksi lain, penyakit tersebut akan
bertambah parah dan dapat mengakibatkan kematian. Infeksi akan
menghambat kemampuan tubuh untuk menyerap zat-zat gizi dan pada
saat yang sama akan mengikis habis simpanan vitamin A dalam tubuh.
Kekurangan vitamian A untuk jangka waktu lama juga akan

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 44


mengakibatkan terjadinya gangguan pada mata, dan bila anak tidak
segera mendapatkan vitamin A akan mengakibatkan kebutaan.

Persentase bayi dan balita yang mendapat kapsul vitamin A dapat


dilihat pada gambar dibawah ini.
Gambar 19. Cakupan Bayi Dan Anak Balita Mendapat Vitamin A Setahun
Kota Malang Tahun 2014

Gambar diatas menunjukkan bahwa cakupan pemberian kapsul


vitamin A terbanyak kepada bayi adalah Puskesmas Mulyorejo yang
mencapai 96,93%, sedangkan cakupan terendah adalah Puskesmas
Arjuno yang mencapai 59,40%. Adapun cakupan pemberian kapsul
vitamin A kepada anak balita sebanyak dua kali terbanyak adalah
Puskesmas Mojolangu yang mencapai 100,62%, sedangkan capaian
terendah dalam pemberian kapsul vitamin A dua kali setahun kepada
anak balita adalah Puskesmas Kedungkandang yang mencapai 69,74%.

Selama tahun 2014, total jumlah bayi yang mendapatkan kapsul


vitamin A sekali dalam setahun mencapai 10.913 bayi, atau 80,49% dari
total sasaran bayi. Sedangkan anak balita yang mendapat kapsul vitamin
A dua kali dalam setahun mencapai 49.361 anak balita atau 92,04% dari
total sasaran anak balita. Sehingga total balita yang vitamin A mencapai
60.274 balita atau 89,71%. Capaian tiap puskesmas selengkapnya dapat
dilihat dalam tabel 44 lampiran.

Sedangkan ibu bersalin/ nifas yang mencapat vitamin A mencapai


13.398 orang atau mencapai 92,26%. Hal ini sebagaimana dapat dilihat
di tabel 29 lampiran.

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 45


b. Pemberian Tablet Besi

Pelayanan pemberian tablet besi dimaksudkan untuk mengatasi


kasus anemia serta mengurangi dampak buruk sebagai akibat dari
kekurangan Fe, khususnya yang dialami oleh ibu hamil.

Pada tahun 2014 pemberian tablet Fe kepada ibu hamil menurun,


baik Fe1 ataupun Fe3. Jika pada tahun 2013, ibu hamil yang
mendapatkan tablet Fe1 mencapai 12.814 ibu hamil, maka pada tahun
2014 ibu hamil yang menerima tablet Fe1 mencapai 12.515 ibu hamil.
Sedangkan pemberian tablet Fe3 juga mengalami penurunan, jika pada
tahun 2013 pemberian tablet Fe3 diberikan kepada 15.063 ibu hamil,
maka pada tahun 2014 menurun menjadi 12.991 ibu hamil.
Selengkapnya dapat dilihat pada tabel 32 lampiran. Distribusi ibu hamil
yang mendapat tablet Fe1 dan Fe3 di Kota Malang dapat dilihat pada
gambar dibawah ini.
Gambar 20. Persentase Ibu Hamil Yang Mendapat Fe1 Dan Fe3 Tahun 2014

Diagram diatas menunjukkan jika cakupan ibu hamil yang


mendapat tablet Fe1 tertinggi adalah Puskesmas Rampal Celaket.
Sedangkan cakupan ibu hamil yang mendapatkan Fe1 terendah adalah
Puskesmas Mulyorejo. Adapun cakupan ibu hamil yang mendapatkan
Fe3 tertinggi juga Puskesmas Rampal Celaket dan cakupan ibu hamil
yang mendapatkan Fe3 terendah dicapai oleh Puksemas Janti.

c. Pelayanan Gizi Buruk

Setiap kasus gizi buruk wajib mendapatkan perhatian khusus dari


pemerintah. Demikian juga halnya dengan kasus gizi buruk yang ada di

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 46


Kota Malang selama tahun 2014 juga mendapatkan perhatian khusus
dari Pemerintah Kota Malang.

Selama tahun 2014 kasus gizi buruk di Kota Malang berjumlah


119 kasus menurun dari tahun 2013 yang berjumlah 125 kasus dan
seluruhnya telah mendapatkan perawatan. Berikut ini distribusi kasus
gizi buruk di Kota Malang berdasarkan puskesmas.
Gambar 21. Gizi Buruk Kota Malang Tahun 2014

Dari gambar diatas diketahui jika kasus gizi buruk terbanyak


berada di wilayah Puskesmas Pandanwangi yang mencapai 31 kasus dan
Puskesmas Kendalkerep yang mencapai 11 kasus. Sedangkan puskesmas
dengan kasus gizi buruk terendah adalah Puskesmas Kedungkandang.
Lebih lengkap kasus gizi buruk yang ditangani dapat dilihat pada tabel
48 lampiran.

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 47


BAB V SUMBERDAYA KESEHATAN

Gambaran mengenai situasi sumber daya kesehatan dikelompokkan menjadi


sarana kesehatan, tenaga kesehatan dan pembiayaan kesehatan sebagaimana yang
akan dijelaskan pada bab ini.

5.1. Sarana Kesehatan


Pada bagian ini akan diuraikan tentang sarana kesehatan yang ada di
Kota Malang, diantaranya puskesmas, rumah sakit, sarana upaya kesehatan
bersumber daya masyarakat (UKBM), dan sarana kesehatan lainnya.

a. Puskesmas

Puskesmas dalam perkembangannya diupayakan terus meningkat


dari sisi kualitas dan kuantitas. Jumlah puskesmas di Kota Malang
hingga tahun 2014 tetap berjumlah 15 puskesmas yang tersebar di 5
kecamatan. Setiap kecamatan terdapat 3 buah puskesmas. Dari jumlah
tersebut 4 puskesmas berstatus sebagai puskesmas perawatan dan 11
puskesmas sebagai puskesmas non perawatan. Puskesmas perawatan di
Kota Malang adalah Puskesmas Kedungkandang, Kendalsari, Dinoyo
dan Kendalkerep. Sedangkan jumlah puskesmas pembantu adalah 33
pustu. Hal ini sebagaimana dapat dilihat pada tabel 67 lampiran.

Rasio puskesmas terhadap jumlah penduduk di Kota Malang pada


tahun 2014 adalah 1,771 per 100.000 penduduk. Ini berarti bahwa setiap
100.000 penduduk di Kota Malang dilayani oleh 1 atau 2 puskesmas.
Rasio ini masih sama jika dibandingkan dengan tahun 2013.

Sementara itu, jumlah puskesmas keliling 15 yang terdistribusi di


setiap puskesmas dan empat ambulan di Puskesmas Kedungkandang,
Kendalsari, Dinoyo dan Kendalkerep yang semuanya merupakan
puskesmas perawatan. Semua puskesmas juga didukung keberadaan
kendaraan operasional roda dua untuk kegiatan pelayanan.

Semua puskesmas yang ada di Kota Malang hingga tahun 2014


memiliki laboratorium kesehatan. Namun hanya empat puskesmas yang
dapat memberikan pelayanan gawat darurat karena seluruhnya adalah
puskesmas perawatan, yaitu Puskesmas Kedungkandang, Puskesmas
Kendalsari, Puskesmas Dinoyo dan Puskesmas Kendalkerep.

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 48


b. Rumah Sakit

Indikator yang digunakan untuk menilai perkembangan sarana


rumah sakit antara lain dengan melihat perkembangan fasilitas
perawatan yang biasanya diukur dengan jumlah rumah sakit dan tempat
tidurnya serta rasionya terhadap jumlah penduduk. Namun rasio rumah
sakit terhadap jumlah penduduk Kota Malang tidak dapat ditunjukkan
karena rumah sakit yang ada di Kota Malang juga menjadi rujukan
penduduk dari luar Kota Malang.

Rumah sakit umum di Kota Malang berjumlah 10 RS yang terdiri


dari 1 RS Pemerintah Propinsi Jawa Timur, 1 RS TNI/POLRI, 1 RS
BUMN dan 7 RS swasta. Sedangkan Rumah Sakit Khusus berjumlah 13
RS. Hal ini sebagaimana ditunjukkan pada tabel 67 lampiran.

Rumah sakit umum yang ada di Kota Malang seluruhnya memiliki


kemampuan memberikan pelayanan gawat darurat level 1, demikian
juga dengan rumah sakit khusus. Hal ini sebagaimana ditunjukkan pada
tabel 68 lampiran. Demikian juga halnya dengan keberadaan labkes,
semua rumah sakit umum memiliki laboratorium kesehatan.

Jumlah tempat tidur rumah sakit di Kota Malang pada tahun 2014
adalah 2.036 tempat tidur. BOR seluruh rumah sakit di Kota Malang
adalah 50,69, TOI seluruh rumah sakit adalah 3,95, LOS seluruh rumah
sakit adalah 4,45, dan GDR mencapai 5,45. Hal ini sebagaimana dapat
dilihat pada tabel 55 dan 56 lampiran.

c. Sarana Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat

Dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada


masyarakat, berbagai upaya dilakukan dengan memanfaatkan potensi
sumber daya yang ada di masyarakat. Untuk itu, pemerintah
mencanangkan desa dan kelurahan siaga. Desa dan kelurahan siaga
adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan
kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah kesehatan, bencana,
kegawatdaruratan kesehatan secara mandiri. Penduduknya dapat
mengakses dengan mudah pelayanan kesehatan dasar yang memberikan
pelayanan setiap hari melalui pos kesehatan desa (POSKESDES) atau
sarana kesehatan yang ada di wilayah tersebut, seperti pustu, puskesmas
dan sarana kesehatan lainnya.

Selama tahun 2014, seluruh kelurahan di Kota Malang masuk


kategori kelurahan siaga atau mencapai 100%. Hal ini sebagaimana
dapat dilihat pada tabel 71 lampiran. Dari jumlah tersebut, kelurahan
siaga yang mencapai tingkat purnama mencapai 23 kelurahan,
berikutnya kelurahan siaga tingkat madya yang mencapai 16 kelurahan.

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 49


Presentase strata kelurahan siaga menurut strata dapat dilihat pada
gambar di bawah ini :
Gambar 22. Distribusi Strata Kelurahan Siaga 2014

Poskesdes atau poskeskel untuk wilayah Kota Malang memiliki


peran yang sangat besar dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada
masyarakat. Diantara kegiatan poskeskel adalah (1) pengamatan
sederhana terhadap penyakit terutama yang berpotensi menimbulkan
wabah, status gizi serta ibu hamil yang berisiko, (2) penanggulangan
penyakit terutama penyakit menular yang berpotensi wabah, serta faktor-
faktor risikonya, termasuk kurang gizi, (3) kesiapsiagaan dan
penanggulangan bencana dan kegawatdaruratan, dan (4) pelayanan
kesehatan dasar (promotif & preventif) sesuai dengan kompetensinya.
Seluruh kelurahan di Kota Malang pada tahun 2014 yang berjumlah 57
kelurahan telah memiliki poskeskel. Hal ini sebagaimana ditunjukkan
pada tabel 70 lampiran.

Sedangkan upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat lainnya


secara langsung juga diadakan dalam rangka meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat. Diantara Upaya Kesehatan Bersumberdaya
Masyarakat (UKBM) tersebut adalah posyandu (pos pelayanan terpadu),
Posbindu (Pos Binaan Terpadu), polindes (pondok bersalin desa), toga
(tanaman obat keluarga), POD (pos obat desa), dan sebagainya.

Posyandu merupakan salah satu bentuk UKBM yang paling


dikenal di masyarakat. Posyandu menyelenggarakan minimal 5 program
prioritas, yaitu kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, perbaikan
gizi, imunisasi, dan penanggulangan diare. Untuk memantau
perkembangannya, posyandu dikelompokan ke dalam 4 strata, yaitu

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 50


posyandu pratama, posyandu madya, posyandu purnama dan posyandu
mandiri.

Posyandu pratama adalah posyandu dengan kegiatan pelayanan


yang belum rutin dan jumlah kader masih terbatas. Posyandu madya
adalah posyandu dengan kegiatan lebih teratur dibandingkan posyandu
pratama dengan jumlah kader 5 orang. Posyandu purnama adalah
posyandu dengan frekuensi kegiatan lebih dari 8 kali per tahun, rata-rata
jumlah kader 5 orang atau lebih dengan cakupan program 50%
terlaksana serta sudah ada program tambahan. Dan posyandu mandiri
adalah posyandu dengan kegiatan sudah teratur, cakupan 5 program
utama sudah bagus, ada program tambahan dan dana sehat telah
menjangkau 50% KK.

Presentase posyandu menurut strata di Kota Malang pada tahun


2014 dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Gambar 23. Presentase Posyandu Menurut Strata Kota Malang Tahun 2014

Dari 655 posyandu yang ada di Kota Malang pada tahun 2014,
71,76% atau 470 adalah posyandu purnama, 17,71% adalah posyandu
madya atau 116 posyandu, 10,08% adalah posyandu mandiri atau 66
posyandu, dan demikian juga dengan posyandu pratama yang mencapai
0,46% atau 3 posyandu. Hal ini sebagaimana ditunjukkan pada tabel 69
lampiran. Sedangkan posyandu aktif mencapai 81,83% atau mencapai
536 posyandu. Hal ini dapat dilihat pada tabel 69 lampiran.

Selain keberadaan posyandu, Kementerian Kesehatan RI juga


mencanangkan keberadaan Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu) yang
dibentuk untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan
dan penemuan dini faktor risiko penyakit tidak menular (PTM).
Posbindu adalah kegiatan monitoring dan deteksi dini faktor risiko PTM

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 51


terintegrasi (penyakit janting dan pembuluh darah, diabetes, penyakit
paru obstruktif akut dan kanker) serta gangguan akibat kecelakaan dan
tindakan kekerasan dalam rumah tangga yang dikelola oleh masyarakat
melalui pembinaan terpadu.

Hingga tahun 2014, terdapat 244 posbindu yang tersebar di Kota


Malang. Posbindu terbanyak terdapat di wilayah kerja Puskesmas
Mulyorejo yang mencapai 43 posbindu.

d. Sarana Farmasi Dan Makanan Minuman

Salah satu indikator penting untuk menggambarkan ketersediaan


sarana pelayanan kesehatan adalah tersedianya sarana farmasi. Jumlah
apotek di Kota Malang pada tahun 2014 mencapai 223 apotek. Jumlah
toko obat mencapai 5 toko obat, usaha kecil obat tradisional berjumlah 1
buah, industri farmasi berjumlah 1 buah, pedagang besar farmasi (PBF)
berjumlah 70 buah, penyalur alat kesehatan (PAK) berjumlah 23 buah,
usaha kecil obat tradisional 5 buah. Kesemuanya adalah milik swasta.
Sedangkan gudang farmasi kesehatan (GFK) berjumlah satu dan
merupakan milik pemerintah daerah. Selengkapnya dapat dilihat pada
tabel 67 lampiran.

Selain sarana farmasi yang tersedia di Kota Malang, terdapat 2.067


industri rumah tangga makanan yang menyediakan makanan kepada
penduduk Kota Malang dengan pengawasan dari Dinas Kesehatan Kota
Malang.

5.2. Tenaga Kesehatan


Sumber daya yang sangat penting artinya dalam proses pembangunan
adalah sumber daya manusia. Karena sumber daya manusia adalah sumber
inspirasi pembangunan, motor penggerak dan pelaku pembangunan
kesehatan. Sumber daya manusia yang berkualitas akan menjadikan proses
pembangunan berjalan dengan baik dan mencapai hasil yang baik pula.
Sebaliknya, sumber daya manusia yang tidak berkualitas akan menyebabkan
proses pembangunan kesehatan tidak berjalan sebagaimana mestinya dan
tidak akan mencapai hasil yang sebaik-baiknya.

Sumber daya manusia dalam pembangunan kesehatan terdiri dari


tenaga medis (dokter, dokter gigi, dokter spesialis dan dokter gigi spesialis),
paramedis (bidan dan perawat), farmasi (apoteker dan asisten apoteker),
gizi, sanitarian, teknisi medis (analis, TEM dan penata rontgen, penata
anastesi, fisioterapi) dan tenaga kesehatan masyarakat. Berikut ini
dijelaskan ketenagaan bidang kesehatan yang ada di Kota Malang.

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 52


a. Tenaga Medis

Tenaga medis terdiri dari dokter, dokter spesialis, dokter gigi dan
dokter gigi spesialis. Selama tahun 2014, terdapat 939 dokter di Kota
Malang yang terdiri dari 681 dokter spesialis dan 256 dokter umum.
Mereka tersebar di seluruh pelayanan kesehatan yang ada di Kota
Malang, seperti puskesmas, rumah sakit, dan di kantor Dinas Kesehatan.
Dari jumlah tersebut, dokter laki-laki berjumlah 528 orang dan dokter
perempuan berjumlah 411 orang. Rasio dokter menurut jumlah
penduduk adalah 80,38. Artinya terdapat 80 – 81 dokter yang menangani
100.000 penduduk Kota Malang. Namun hal ini tidak dapat
menggambarkan rasio sebenarnya, mengingat banyak penduduk di luar
Kota Malang yang berobat di banyak pelayanan kesehatan di Kota
Malang dan pencatatan serta pelaporan ketenagaan yang belum
sempurna.

Sedangkan jumlah dokter gigi di Kota Malang pada tahun yang


sama mencapai 102 orang, yang terdiri dari 33 dokter gigi laki-laki dan
69 dokter gigi perempuan. Selengkapnya keberadaan tenaga medis di
Kota Malang dapat dilihat pada tabel 72 lampiran.

b. Tenaga Paramedis

Tenaga paramedis terdiri dari bidan dan perawat. Jumlah bidan di


Kota Malang pada tahun 2014 berjumlah 505 orang yang tersebar di
pelayanan kesehatan yang ada di Kota Malang. Rasio bidan dengan
jumlah penduduk wanita adalah 117,42. Artinya dari 100.000 penduduk
wanita Kota Malang, terdapat 117 – 118 bidan yang siap memberikan
pelayanan kebidanan. Hal ini sebagaimana dapat dilihat pada tabel 73
lampiran.

Jumlah perawat di Kota Malang pada tahun 2014 mencapai 2.237


orang. Dari jumlah tersebut mayoritas perawat adalah perempuan yang
mencapai 1.507 orang dan laki-laki berjumlah 730 orang. Rasio perawat
dibandingkan dengan jumlah penduduk adalah 264,05. Artinya terdapat
264 – 265 perawat di Kota Malang yang merawat 100.000 penduduk
Kota Malang. hal ini sebagaimana dapat dilihat pada tabel 73 lampiran.

c. Tenaga Kefarmasian

Jumlah tenaga kefarmasian pada tahun 2014 mencapai 363 orang.


Dari jumlah tersebut yang berjenis kelamin laki-laki hanya mencapai 90
orang dan perempuan mencapai 273 orang. Sebagian besar tenaga
kefarmasian adalah asisten apoteker yang mencapai 273 orang, dan
sisanya adalah apoteker dan sarjana farmasi yang mencapai 90 orang.
Tenaga farmasi yang tercatat dalam tabel 74 lampiran adalah tenaga
farmasi yang berada di pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta,
sedangkan yang berada di apotek tidak terdata.

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 53


d. Tenaga Gizi

Jumlah tenaga gizi di Kota Malang tahun 2014 mencapai 83 orang.


Dari jumlah tersebut, kebanyakan tenaga gizi adalah perempuan yang
mencapai 69 orang, sedangkan laki-laki hanya mencapai 14 orang.
Secara lengkap jumlah tenaga gizi di Kota Malang dapat dilihat pada
tabel 76 lampiran.

e. Tenaga Sanitarian

Tenaga sanitarian di Kota Malang berjumlah 26 orang. Sebagian


besar berada di puskesmas di Kota Malang yang mencapai 18 orang, di
rumah sakit mencapai 8 orang. Sedangkan rasio tenaga sanitarian
mencapai 3,01. Artinya di Kota Malang ada 3 – 4 orang tenaga
sanitarian yang membina dan mengawasi kesehatan lingkungan 100.000
penduduk Kota Malang. Hal ini dapat dilihat pada tabel 75 lampiran.

f. Tenaga Kesehatan Masyarakat

Tenaga kesehatan masyarakat di Kota Malang pada tahun 2014


mencapai 16 orang. Mayoritas tenaga kesehatan masyarakat berada di
rumah sakit yang mencapai 15 orang dan 3 orang berada di Puskesmas.
Sedangkan rasio tenaga kesehatan masyarakat mencapai 1,89. Artinya
terdapat 1 – 2 orang tenaga kesehatan masyarakat yang membina
kesehatan masyarakat 100.000 penduduk Kota Malang. Hal ini juga
sebagaimana dapat dilihat pada tabel 75 lampiran.

g. Tenaga Keteknisian Medis

Tenaga teknis medis di Kota Malang kebanyakan berada di rumah


sakit. Tenaga teknisi medis tersebut terdiri dari analis laboratorium,
teknis elektromedis, pranata rontgen dan pranata anastesi. Jumlah tenaga
analis laboratorium di Kota Malang mencapai 139 orang. TEM (teknis
elektromedis) dan pranata rontgen mencapai 61 orang. Total jumlah
tenaga teknisi medis pada tahun 2014 berjumlah 300 orang. Hal ini dapat
dilihat pada tabel 78 lampiran. Sedangkan jumlah tenaga fisioterapis
mencapai 39 orang yang seluruhnya berada di rumah sakit di Kota
Malang.

5.3. Pembiayaan Kesehatan


Pembiayaan kesehatan di Kota Malang terdiri dari pembiayaan
kesehatan oleh pemerintah dan pembiayaan kesehatan oleh masyarakat,
yaitu mengenai pengeluaran rumah tangga untuk kesehatan dan jaminan
pemeliharaan kesehatan.

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 54


a. Pembiayaan Kesehatan Oleh Pemerintah

Alokasi anggaran Pemerintah Kota Malang untuk pembangunan


kesehatan pada tahun 2014 meningkat jika dibandingkan dengan alokasi
anggaran pada tahun 2013. Hal ini terkait amanat UU Kesehatan Nomor
36 Tahun 2009. Pada tahun 2014, alokasi anggaran untuk pembangunan
kesehatan mencapai Rp. 136.539.681.833,82 atau meningkat 1,04 kali
dari anggaran tahun 2013 yang mencapai Rp. 131.862.004.358,73.

Sedangkan perbandingan antara alokasi anggaran untuk


pembangunan kesehatan terhadap pembangunan Kota Malang secara
keseluruhan dapat dilihat pada gambar dibawah ini :
Gambar 24. Perbandingan Anggaran Kesehatan Terhadap Anggaran Kota
Malang Tahun 2014

Pembiayaan yang bersumber dari pemerintah daerah memiliki


beberapa bentuk pembiayaan, yaitu : DAU (Dana Alokasi Umum), DAK
(Dana Alokasi Khusus), PAD (Pendapatan Asli Daerah), DBH Cukai
(Dana Bagi Hasil Cukai), DPP (Dana Perimbangan Propinsi), dan
Bantuan Propinsi.

b. Pembiayaan Kesehatan Oleh Masyarakat

Dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat dalam


pembiayaan kesehatan, sejak lama sudah dikembangkan berbagai cara
untuk memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat. Dimulai dengan
adanya UU No 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional
dan UU No 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggaran Jaminan
Sosial.

Kepesertaan jaminan kesehatan di Kota Malang mencapai 924.811


orang atau 100%. Dan kepesertaan paling banyak adalah peserta
Jaminan Kesehatan Nasional. Hal ini sebagaimana dapat dilihat pada
tabel 53 lampiran.

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 55


BAB VI PENUTUP

Dengan telah disajikannya Profil Kesehatan Kota Malang tahun 2014 ini
diharapkan akan dapat memberikan gambaran tentang keadaan kesehatan di Kota
Malang secara menyeluruh dan memadai untuk memenuhi kebutuhan informasi
awal sebagai dasar bagi pengambil keputusan pada semua jenjang organisasi
kesehatan, khususnya di kota Malang.

Dalam penyusunan Profil Kesehatan maupun penyajiannya, tentunya masih


didapatkan banyak kekurangan dan kelemahan, terutama pada kelengkapan dan
akurasi data, ketepatan waktu maupun analisa deskripsinya. Untuk itu, saran dan
kritik proporsional dan konstruktif sangat kami harapkan demi kesempurnaan
penyusunan Profil Kesehatan dimasa yang akan datang.

Kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dalam pengumpulan data
untuk bahan penyusunan buku ini, sekali lagi kami ucapkan terima kasih dan
penghargaan yang setinggi-tingginya.

Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2014 56


RESUME PROFIL KESEHATAN
KOTA MALANG
TAHUN 2014

ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
L P L+P Satuan
A. GAMBARAN UMUM
1 Luas Wilayah 110 Km2 Tabel 1
2 Jumlah Desa/Kelurahan 57 Desa/Kel Tabel 1
3 Jumlah Penduduk 417.109 430.066 847.175 Jiwa Tabel 2
4 Rata-rata jiwa/rumah tangga 3,8 Jiwa Tabel 1
5 Kepadatan Penduduk /Km2 7697,39 Jiwa/Km2 Tabel 1
6 Rasio Beban Tanggungan 39,82 per 100 penduduk produktif Tabel 2
7 Rasio Jenis Kelamin 96,99 Tabel 2
8 Penduduk 10 tahun ke atas melek huruf 96,25 94,63 95,43 % Tabel 3
9 Penduduk 10 tahun yang memiliki ijazah tertinggi
a. SMP/ MTs 16,01 15,83 15,92 % Tabel 3
b. SMA/ SMK/ MA 33,89 30,92 32,38 % Tabel 3
c. Sekolah menengah kejuruan 0 0 0 % Tabel 3
d. Diploma I/Diploma II 0 0 0 % Tabel 3
e. Akademi/Diploma III 2,86 3,34 3,11 % Tabel 3
f. Universitas/Diploma IV 11,19 9,50 10,33 % Tabel 3
g. S2/S3 (Master/Doktor) 0 0 0 % Tabel 3

B. DERAJAT KESEHATAN
B.1 Angka Kematian
10 Jumlah Lahir Hidup 6.828 6.441 13.269 Tabel 4
11 Angka Lahir Mati (dilaporkan) 6,40 5,10 5,77 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 4
12 Jumlah Kematian Neonatal 106 85 191 neonatal Tabel 5
13 Angka Kematian Neonatal (dilaporkan) 15,52 13,20 14,39 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 5
14 Jumlah Bayi Mati 113 96 209 bayi Tabel 5
15 Angka Kematian Bayi (dilaporkan) 16,55 14,90 15,75 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 5
16 Jumlah Balita Mati 123 100 223 Balita Tabel 5
17 Angka Kematian Balita (dilaporkan) 18,01 15,53 16,81 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 5
18 Kematian Ibu
Jumlah Kematian Ibu 13 Ibu Tabel 6
Angka Kematian Ibu (dilaporkan) 97,97 per 100.000 Kelahiran Hidup Tabel 6
ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
L P L+P Satuan
B.2 Angka Kesakitan
19 Tuberkulosis
Jumlah kasus baru TB BTA+ 275 262 537 Kasus Tabel 7
Proporsi kasus baru TB BTA+ 51,21 48,79 % Tabel 7
CNR kasus baru BTA+ 65,81 61,02 63,39 per 100.000 penduduk Tabel 7
Jumlah seluruh kasus TB 745 688 1.433 Kasus Tabel 7
CNR seluruh kasus TB 178,30 160,25 169,15 per 100.000 penduduk Tabel 7
Kasus TB anak 0-14 tahun 7,40 % Tabel 7
Persentase BTA+ terhadap suspek #DIV/0! #DIV/0! 6,79 % Tabel 8
Angka kesembuhan BTA+ 71,60 72,30 71,92 % Tabel 9
Angka pengobatan lengkap BTA+ 10,95 11,87 11,36 % Tabel 9
Angka keberhasilan pengobatan (Success Rate) BTA+ 82,54 84,17 83,28 % Tabel 9
Angka kematian selama pengobatan 7,90 3,49 5,67 per 100.000 penduduk Tabel 9
20 Pneumonia Balita ditemukan dan ditangani 61,63 50,00 55,98 % Tabel 10
21 Jumlah Kasus HIV 317 149 466 Kasus Tabel 11
22 Jumlah Kasus AIDS 146 79 225 Kasus Tabel 11
23 Jumlah Kematian karena AIDS 14 8 22 Jiwa Tabel 11
24 Jumlah Kasus Syphilis 14 0 14 Kasus Tabel 11
25 Donor darah diskrining positif HIV 0,46 0,30 0,41 % Tabel 12
26 Persentase Diare ditemukan dan ditangani 0,00 0,00 0,00 % Tabel 13
27 Kusta
Jumlah Kasus Baru Kusta (PB+MB) 14 7 21 Kasus Tabel 14
Angka penemuan kasus baru kusta (NCDR) 3,36 1,63 2,48 per 100.000 penduduk Tabel 14
Persentase Kasus Baru Kusta 0-14 Tahun 4,76 % Tabel 15
Persentase Cacat Tingkat 2 Penderita Kusta 0,00 % Tabel 15
Angka Cacat Tingkat 2 Penderita Kusta 0,00 per 100.000 penduduk Tabel 15
Angka Prevalensi Kusta 0,34 0,16 0,25 per 10.000 Penduduk Tabel 16
Penderita Kusta PB Selesai Berobat (RFT PB) 100,00 #DIV/0! 100,00 % Tabel 17
Penderita Kusta MB Selesai Berobat (RFT MB) 87,50 100,00 92,86 % Tabel 17
28 Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
AFP Rate (non polio) < 15 th 3,14 per 100.000 penduduk <15 tahun Tabel 18
Jumlah Kasus Difteri 17 5 22 Kasus Tabel 19
Case Fatality Rate Difteri 0 % Tabel 19
Jumlah Kasus Pertusis 0 0 0 Kasus Tabel 19
Jumlah Kasus Tetanus (non neonatorum) 0 0 0 Kasus Tabel 19
Case Fatality Rate Tetanus (non neonatorum) #DIV/0! % Tabel 19
Jumlah Kasus Tetanus Neonatorum 0 0 0 Kasus Tabel 19
Case Fatality Rate Tetanus Neonatorum #DIV/0! % Tabel 19
ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
L P L+P Satuan
Jumlah Kasus Campak 32 45 77 Kasus Tabel 20
Case Fatality Rate Campak 0 % Tabel 20
Jumlah Kasus Polio 0 0 0 Kasus Tabel 20
Jumlah Kasus Hepatitis B 0 0 0 Kasus Tabel 20
29 Incidence Rate DBD 22,54 15,35 18,89 per 100.000 penduduk Tabel 21
30 Case Fatality Rate DBD 0,00 1,52 0,63 % Tabel 21
31 Angka Kesakitan Malaria (Annual Parasit Incidence ) #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! per 1.000 penduduk berisiko Tabel 22
32 Case Fatality Rate Malaria #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! % Tabel 22
33 Angka Kesakitan Filariasis 0 0 0 per 100.000 penduduk Tabel 23
34 Persentase Hipertensi/tekanan darah tinggi 35,46 36,09 35,92 % Tabel 24
35 Persentase obesitas 35,49 43,36 41,68 % Tabel 25
36 Persentase IVA positif pada perempuan usia 30-50 tahun 5,56 % Tabel 26
37 % tumor/benjolan payudara pada perempuan 30-50 tahun 7,41 % Tabel 26
38 Desa/Kelurahan terkena KLB ditangani < 24 jam 100,00 % Tabel 28

C. UPAYA KESEHATAN
C.1 Pelayanan Kesehatan
39 Kunjungan Ibu Hamil (K1) 92,03 % Tabel 29
40 Kunjungan Ibu Hamil (K4) 88,52 % Tabel 29
41 Persalinan ditolong Tenaga Kesehatan 91,59 % Tabel 29
42 Pelayanan Ibu Nifas 91,50 % Tabel 29
43 Ibu Nifas Mendapat Vitamin A 92,26 % Tabel 29
44 Ibu hamil dengan imunisasi TT2+ 24,52 % Tabel 30
45 Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe3 85,39 % Tabel 32
46 Penanganan komplikasi kebidanan 87,75 % Tabel 33
47 Penanganan komplikasi Neonatal 76,88 78,37 77,59 % Tabel 33
48 Peserta KB Baru 4,64 % Tabel 36
49 Peserta KB Aktif 72,60 % Tabel 36
50 Bayi baru lahir ditimbang 100 100 100 % Tabel 37
51 Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR) 3,51 2,92 3,23 % Tabel 37
52 Kunjungan Neonatus 1 (KN 1) 95,14 104,65 99,70 % Tabel 38
53 Kunjungan Neonatus 3 kali (KN Lengkap) 96,35 103,39 99,72 % Tabel 38
54 Bayi yang diberi ASI Eksklusif 73,07 76,12 74,57 % Tabel 39
55 Pelayanan kesehatan bayi 94,29 103,05 98,49 % Tabel 40
56 Desa/Kelurahan UCI 82,46 % Tabel 41
57 Cakupan Imunisasi Campak Bayi 96,29 101,40 98,74 % Tabel 43
58 Imunisasi dasar lengkap pada bayi 90,42 95,78 92,99 % Tabel 43
59 Bayi Mendapat Vitamin A 77,79 83,42 80,49 % Tabel 44
ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
L P L+P Satuan
60 Anak Balita Mendapat Vitamin A 91,65 92,45 92,04 % Tabel 44
61 Baduta ditimbang 59,99 61,97 60,95 % Tabel 45
62 Baduta berat badan di bawah garis merah (BGM) - - - % Tabel 45
63 Pelayanan kesehatan anak balita 79,55 82,05 80,77 % Tabel 46
64 Balita ditimbang (D/S) 83,52 87,89 85,64 % Tabel 47
65 Balita berat badan di bawah garis merah (BGM) 0,38 0,48 0,43 % Tabel 47
66 Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan 100,00 100,00 100,00 % Tabel 48
67 Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat 99,88 99,99 99,93 %
Tabel 49
68 Rasio Tumpatan/Pencabutan Gigi Tetap 1,40 Tabel 50
69 SD/MI yang melakukan sikat gigi massal 100,00 sekolah Tabel 51
70 SD/MI yang mendapat pelayanan gigi 100,00 sekolah Tabel 51
71 Murid SD/MI Diperiksa (UKGS) 100,00 100,00 100,00 % Tabel 51
72 Murid SD/MI Mendapat Perawatan (UKGS) 91,09 91,03 91,06 % Tabel 51
73 Siswa SD dan setingkat mendapat perawatan gigi dan
mulut 91,09 91,03 91,06 % Tabel 51
74 Pelayanan Kesehatan Usila (60 tahun +) 19,86 31,56 25,79 % Tabel 52

C.2 Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan


Persentase

75 Peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan 112,49 105,94 109,16 % Tabel 53


76 Cakupan Kunjungan Rawat Jalan 128,53 169,74 149,45 % Tabel 54
77 Cakupan Kunjungan Rawat Inap 9,73 10,36 10,05 % Tabel 54
78 Angka kematian kasar/Gross Death Rate (GDR) di RS 6,26 4,72 5,45 per 100.000 pasien keluar Tabel 55
79 Angka kematian murni/Nett Death Rate (NDR) di RS 4,11 3,12 3,59 per 100.000 pasien keluar Tabel 55
80 Bed Occupation Rate (BOR) di RS 50,69 % Tabel 56
81 Bed Turn Over (BTO) di RS 45,62 Kali Tabel 56
82 Turn of Interval (TOI) di RS 3,95 Hari Tabel 56
83 Average Length of Stay (ALOS) di RS 4,45 Hari Tabel 56

C.3 Perilaku Hidup Masyarakat


87 Rumah Tangga ber-PHBS 41,37 % Tabel 57
ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
L P L+P Satuan
C.4 Keadaan Lingkungan
88 Persentase rumah sehat 76,56 % Tabel 58
89 Penduduk yang memiliki akses air minum yang layak 100,16 % Tabel 59
90 Penyelenggara air minum memenuhi syarat kesehatan 88,57 % Tabel 60
91 Penduduk yg memiliki akses sanitasi layak (jamban sehat) 23,95 % Tabel 61
92 Desa STBM 100,00 % Tabel 62
93 Tempat-tempat umum memenuhi syarat 99,52 % Tabel 63
TPM memenuhi syarat higiene sanitasi 77,75 % Tabel 64
TPM tidak memenuhi syarat dibina 100,00 % Tabel 65
TPM memenuhi syarat diuji petik 100,00 % Tabel 65

D. SUMBERDAYA KESEHATAN
D.1 Sarana Kesehatan
94 Jumlah Rumah Sakit Umum 10 RS Tabel 67
95 Jumlah Rumah Sakit Khusus 13 RS Tabel 67
96 Jumlah Puskesmas Rawat Inap 4 Tabel 67
97 Jumlah Puskesmas non-Rawat Inap 11 Tabel 67
Jumlah Puskesmas Keliling 15 Tabel 67
Jumlah Puskesmas pembantu 33 Tabel 67
98 Jumlah Apotek 223 Tabel 67
99 RS dengan kemampuan pelayanan gadar level 1 100,00 % Tabel 68
100 Jumlah Posyandu 655 Posyandu Tabel 69
101 Posyandu Aktif 81,83 % Tabel 69
102 Rasio posyandu per 100 balita 0,97 per 100 balita Tabel 69
103 UKBM
Poskesdes 57 Poskesdes Tabel 70
Polindes - Polindes Tabel 70
Posbindu 244 Posbindu Tabel 70
104 Jumlah Desa Siaga 57 Desa Tabel 71
105 Persentase Desa Siaga 100,00 % Tabel 71

D.2 Tenaga Kesehatan


106 Jumlah Dokter Spesialis 410 271 681 Orang Tabel 72
107 Jumlah Dokter Umum 118 140 258 Orang Tabel 72
108 Rasio Dokter (spesialis+umum) 110,84 per 100.000 penduduk Tabel 72
109 Jumlah Dokter Gigi + Dokter Gigi Spesialis 33 69 102 Orang Tabel 72
ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
L P L+P Satuan
110 Rasio Dokter Gigi (termasuk Dokter Gigi Spesialis) 12,04 per 100.000 penduduk
111 Jumlah Bidan 505 Orang Tabel 73
112 Rasio Bidan per 100.000 penduduk 117,42 per 100.000 penduduk Tabel 73
113 Jumlah Perawat 730 1.507 2.237 Orang Tabel 73
114 Rasio Perawat per 100.000 penduduk 264,05 per 100.000 penduduk Tabel 73
115 Jumlah Perawat Gigi 11 40 51 Orang Tabel 73
116 Jumlah Tenaga Kefarmasian 90 273 363 Orang Tabel 74
117 Jumlah Tenaga Kesehatan kesehatan 7 9 16 Orang Tabel 75
118 Jumlah Tenaga Sanitasi 8 18 26 Orang Tabel 76
119 Jumlah Tenaga Gizi 14 69 83 Orang Tabel 77

D.3 Pembiayaan Kesehatan


120 Total Anggaran Kesehatan 136.539.681.833,82 Rp Tabel 81
121 APBD Kesehatan terhadap APBD Kab/Kota 7,20 % Tabel 81
122 Anggaran Kesehatan Perkapita 161.170,57 Rp Tabel 81
TABEL 1

LUAS WILAYAH, JUMLAH DESA/KELURAHAN, JUMLAH PENDUDUK, JUMLAH RUMAH TANGGA,


DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KECAMATAN
KOTA MALANG
TAHUN 2014

LUAS JUMLAH JUMLAH RATA-RATA KEPADATAN


JUMLAH
NO KECAMATAN WILAYAH DESA + RUMAH JIWA/RUMAH PENDUDUK
DESA KELURAHAN PENDUDUK
(km 2) KELURAHAN TANGGA TANGGA per km 2
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Kedung kandang 39,9 0 12 12 180.207 44.299 4,07 4.517,60

2 Sukun 21,0 0 11 11 187.471 46.321 4,05 8.939,96

3 Klojen 8,8 0 11 11 109.384 28.621 3,82 12.387,77

4 Blimbing 17,8 0 11 11 177.992 44.219 4,03 10.016,43

5 Lowokwaru 22,6 0 12 12 192.121 60.163 3,19 8.500,93

JUMLAH (KAB/KOTA) 110,1 0 57 57 847.175 223.623 3,79 7.697,39

Sumber :
Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur Berdasar Bimbingan BPS Propinsi Jawa Timur
TABEL 2

JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR


KOTA MALANG
TAHUN 2014

JUMLAH PENDUDUK
NO KELOMPOK UMUR (TAHUN)
LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI+PEREMPUAN RASIO JENIS KELAMIN
1 2 3 4 5 6

1 0-4 34.361 32.827 67.188 104,67


2 5-9 33.786 32.210 65.996 104,89
3 10 - 14 29.333 28.326 57.659 103,56
4 15 - 19 36.453 38.003 74.456 95,92
5 20 - 24 40.509 40.184 80.693 100,81
6 25 - 29 34.935 36.196 71.131 96,52
7 30 - 34 39.969 39.640 79.609 100,83
8 35 - 39 32.523 32.302 64.825 100,68
9 40 - 44 30.105 30.960 61.065 97,24
10 45 - 49 26.721 29.049 55.770 91,99
11 50 - 54 23.513 26.004 49.517 90,42
12 55 - 59 19.211 20.559 39.770 93,44
13 60 - 64 14.225 14.852 29.077 95,78
14 65 - 69 9.386 10.802 20.188 86,89
15 70 - 74 6.143 7.863 14.006 78,13
16 75+ 5.936 10.289 16.225 57,69

JUMLAH 417.109 430.066 847.175 96,99


ANGKA BEBAN TANGGUNGAN (DEPENDENCY RATIO) 40

Sumber :
Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur Berdasar Bimbingan BPS Propinsi Jawa Timur
TABEL 3

PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF


DAN IJAZAH TERTINGGI YANG DIPEROLEH MENURUT JENIS KELAMIN
KOTA MALANG
TAHUN 2014

JUMLAH PERSENTASE
NO VARIABEL LAKI-LAKI+ LAKI-LAKI+
LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN
PEREMPUAN PEREMPUAN
1 2 3 4 5 6 7 8
1 PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS 373.053 385.919 758.972
PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG
2 359.058 365.197 724.255 96,25 94,63 95,43
MELEK HURUF
PERSENTASE PENDIDIKAN TERTINGGI YANG
3
DITAMATKAN:
a. TIDAK MEMILIKI IJAZAH SD 63.122 72.390 135.512 16,92 18,76 17,85
b. SD/MI 71.374 83.540 154.914 19,13 21,65 20,41
c. SMP/ MTs 59.730 61.072 120.802 16,01 15,83 15,92
d. SMA/ MA 126.426 119.342 245.768 33,89 30,92 32,38
e. SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN *
f. DIPLOMA I/DIPLOMA II **
g. AKADEMI/DIPLOMA III 10.673 12.900 23.573 2,86 3,34 3,11
h. UNIVERSITAS/DIPLOMA IV 41.728 36.675 78.403 11,19 9,50 10,33
i. S2/S3 (MASTER/DOKTOR)

Sumber :
BPS Kota Malang, 2011

Catatan :
* termasuk dalam SMA/ MA
** termasuk dalam Diploma II
TABEL 4

JUMLAH KELAHIRAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS


KOTA MALANG
TAHUN 2014

JUMLAH KELAHIRAN
NAMA LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN
NO KECAMATAN
PUSKESMAS
HIDUP MATI HIDUP + MATI HIDUP MATI HIDUP + MATI HIDUP MATI HIDUP + MATI
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Kedungkandang Kedungkandang 473 5 478 398 2 400 871 7 878
Gribig 558 1 559 527 1 528 1.085 2 1.087
Arjowinangun 405 2 407 400 1 401 805 3 808

2 Sukun Janti 657 3 660 624 3 627 1.281 6 1.287


Ciptomulyo 409 3 412 325 2 327 734 5 739
Mulyorejo 635 3 638 575 1 576 1.210 4 1.214

3 Klojen Arjuno 293 1 294 278 3 281 571 4 575


Bareng 397 4 401 336 3 339 733 7 740
Rampal Celaket 195 3 198 163 2 165 358 5 363

4 Blimbing Cisadea 312 1 313 317 1 318 629 2 631


Kendalkerep 591 3 594 536 2 538 1.127 5 1.132
Pandanwangi 526 8 534 643 4 647 1.169 12 1.181

5 Lowokwaru Dinoyo 519 3 522 456 3 459 975 6 981


Mojolangu 395 1 396 438 2 440 833 3 836
Kendalsari 463 3 466 425 3 428 888 6 894

JUMLAH (KAB/KOTA) 6.828 44 6.872 6.441 33 6.474 13.269 77 13.346


ANGKA LAHIR MATI PER 1.000 KELAHIRAN (DILAPORKAN) 6,4 5,1 5,8

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
Keterangan : Angka Lahir Mati (dilaporkan) tersebut di atas belum tentu menggambarkan Angka Lahir Mati yang sebenarnya di populasi
TABEL 5

JUMLAH KEMATIAN NEONATAL, BAYI, DAN BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA MALANG
TAHUN 2014

JUMLAH KEMATIAN

NO KECAMATAN PUSKESMAS LAKI - LAKI PEREMPUAN LAKI - LAKI + PEREMPUAN


ANAK ANAK ANAK
NEONATAL BAYIa BALITA NEONATAL BAYIa BALITA NEONATAL BAYIa BALITA
BALITA BALITA BALITA
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1 Kedungkandang Kedungkandang 7 8 0 8 11 12 2 14 18 20 2 22
Gribig 6 6 1 7 3 4 0 4 9 10 1 11
Arjowinangun 1 2 0 2 6 6 0 6 7 8 0 8

2 Sukun Janti 7 7 1 8 7 7 0 7 14 14 1 15
Ciptomulyo 7 7 2 9 3 3 0 3 10 10 2 12
Mulyorejo 8 8 0 8 13 13 0 13 21 21 0 21

3 Klojen Arjuno 0 0 0 0 3 3 0 3 3 3 0 3
Bareng 6 6 1 7 0 0 0 0 6 6 1 7
Rampal Celaket 7 8 3 11 5 5 0 5 12 13 3 16

4 Blimbing Cisadea 6 7 0 7 7 8 0 8 13 15 0 15
Kendalkerep 10 11 0 11 4 7 0 7 14 18 0 18
Pandanwangi 13 13 0 13 5 7 0 7 18 20 0 20

5 Lowokwaru Dinoyo 15 16 0 16 9 9 0 9 24 25 0 25
Mojolangu 6 6 0 6 4 4 0 4 10 10 0 10
Kendalsari 7 8 2 10 5 8 2 10 12 16 4 20

JUMLAH (KAB/KOTA) 106 113 10 123 85 96 4 100 191 209 14 223


ANGKA KEMATIAN (DILAPORKAN) 15,52 16,55 1,46 18,01 13,20 14,90 0,62 15,53 14,39 15,75 1,06 16,81

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
Keterangan : Angka Kematian (dilaporkan) tersebut di atas belum tentu menggambarkan AKN/AKB/AKABA yang sebenarnya di populasi
- a : kematian bayi termasuk kematian pada neonatal
TABEL 6
JUMLAH KEMATIAN IBU MENURUT KELOMPOK UMUR, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA MALANG
TAHUN 2014

KEMATIAN IBU
JUMLAH LAHIR JUMLAH KEMATIAN IBU HAMIL JUMLAH KEMATIAN IBU BERSALIN JUMLAH KEMATIAN IBU NIFAS JUMLAH KEMATIAN IBU
NO KECAMATAN PUSKESMAS
HIDUP < 20 20-34 < 20 20-34 < 20 20-34 < 20 20-34
≥35 tahun JUMLAH ≥35 tahun JUMLAH ≥35 tahun JUMLAH ≥35 tahun JUMLAH
tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
1 Kedungkandang Kedungkandang 871 0 0 1 2 3 1 2 0 3
Gribig 1.085 0 0 0 0 0 0 0
Arjowinangun 805 0 0 0 0 0 0 0

2 Sukun Janti 1.281 0 0 2 1 3 0 2 1 3


Ciptomulyo 734 0 0 1 1 0 1 0 1
Mulyorejo 1.210 0 0 0 0 0 0 0

3 Klojen Arjuno 571 0 0 0 0 0 0 0


Bareng 733 0 0 0 0 0 0 0
Rampal Celaket 358 0 0 0 0 0 0 0

4 Blimbing Cisadea 629 0 0 0 0 0 0 0


Kendalkerep 1.127 0 0 1 1 2 0 1 1 2
Pandanwangi 1.169 0 0 1 1 0 1 0 1

5 Lowokwaru Dinoyo 975 1 1 0 1 1 0 1 1 2


Mojolangu 833 0 0 1 1 0 1 0 1
Kendalsari 888 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 13.269 0 1 0 1 0 0 0 0 1 8 3 12 1 9 3 13


ANGKA KEMATIAN IBU (DILAPORKAN) 97,97

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
Keterangan:
- Jumlah kematian ibu = jumlah kematian ibu hamil + jumlah kematian ibu bersalin + jumlah kematian ibu nifas
- Angka Kematian Ibu (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKI yang sebenarnya di populasi
TABEL 7

KASUS BARU TB BTA+, SELURUH KASUS TB, KASUS TB PADA ANAK, DAN CASE NOTIFICATION RATE (CNR) PER 100.000 PENDUDUK
MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA MALANG
TAHUN 2014

JUMLAH SELURUH
JUMLAH KASUS BARU TB BTA+ KASUS TB ANAK
JUMLAH PENDUDUK KASUS TB
NO KECAMATAN PUSKESMAS 0-14 TAHUN
L P L P
L+P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 Kedungkandang Kedungkandang 28.946 28.692 57.638 18 52,94 16 47,06 34 21 51,22 20 48,78 41 1 2,44
Gribig 36.620 37.863 74.483 14 41,18 20 58,82 34 20 44,44 25 55,56 45 1 2,22
Arjowinangun 24.135 23.951 48.086 10 62,50 6 37,50 16 13 52,00 12 48,00 25 0 0,00

2 Sukun Janti 36.805 37.894 74.699 18 43,90 23 56,10 41 33 52,38 30 47,62 63 1 1,59
Ciptomulyo 20.387 21.107 41.494 12 40,00 18 60,00 30 19 44,19 24 55,81 43 2 4,65
Mulyorejo 35.987 35.291 71.278 21 52,50 19 47,50 40 36 46,75 41 53,25 77 5 6,49

3 Klojen Arjuno 18.861 20.956 39.817 9 75,00 3 25,00 12 18 66,67 9 33,33 27 1 3,70
Bareng 22.802 24.714 47.516 6 40,00 9 60,00 15 10 45,45 12 54,55 22 0 0,00
Rampal Celaket 10.444 11.607 22.051 6 42,86 8 57,14 14 10 45,45 12 54,55 22 0 0,00

4 Blimbing Cisadea 17.715 19.025 36.740 7 58,33 5 41,67 12 9 52,94 8 47,06 17 1 5,88
Kendalkerep 33.687 32.831 66.518 10 50,00 10 50,00 20 17 48,57 18 51,43 35 0 0,00
Pandanwangi 36.824 37.910 74.734 10 62,50 6 37,50 16 25 71,43 10 28,57 35 2 5,71

5 Lowokwaru Dinoyo 44.007 47.385 91.392 10 50,00 10 50,00 20 19 46,34 22 53,66 41 0 0,00
Mojolangu 23.206 22.455 45.661 0 0,00 3 100,00 3 2 20,00 8 80,00 10 0 0,00
Kendalsari 27.412 27.656 55.068 5 41,67 7 58,33 12 10 50,00 10 50,00 20 0 0,00

6 Instansi Lain RSU Dr. Saiful Anwar 42 50,60 41 49,40 83 210 52,76 188 47,24 398 60 15,08
Rumkit Tk.II Dr. Soepraoen 18 56,25 14 43,75 32 82 49,70 83 50,30 165 14 8,48
RS Panti Nirmala 7 70,00 3 30,00 10 17 58,62 12 41,38 29 6 20,69
RS Islam Aisyiyah Malang 17 51,52 16 48,48 33 51 53,68 44 46,32 95 9 9,47
RS Panti Waluya Sawahan 3 42,86 4 57,14 7 9 40,91 13 59,09 22 0 0,00
RS PTPN XI Lavalette 13 54,17 11 45,83 24 59 55,14 48 44,86 107 2 1,87
RS Islam Malang 12 60,00 8 40,00 20 39 58,21 28 41,79 67 1 1,49
Lapas Lowokwaru 5 100,00 0 0,00 5 6 100,00 0 0,00 6 0 0,00
Lapas Wanita 0 0,00 1 100,00 1 0 0,00 2 100,00 2 0 0,00
DPS (dr.Jane Sugiri,Sp.P) 2 66,67 1 33,33 3 10 52,63 9 47,37 19 0 0,00
DPS (dr. Ngakan Putu,Sp.P) 0 #NV 0 #NV 0 0 #NV 0 #NV 0 0 #NV

JUMLAH (KAB/KOTA) 417.838 429.337 847.175 275 51 262 49 537 745 52 688 48 1.433 106 7

CNR KASUS BARU TB BTA+ PER 100.000 PENDUDUK 65,81 61,02 63,39

CNR SELURUH KASUS TB PER 100.000 PENDUDUK 178,30 160,25 169,15

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
Keterangan:
Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga Pemasyarakatan,
rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll
Catatan : Jumlah kolom 6 = jumlah kolom 7 pada Tabel 1, yaitu sebesar: 847175
TABEL 8

JUMLAH KASUS DAN ANGKA PENEMUAN KASUS TB PARU BTA+ MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA MALANG
TAHUN 2014

TB PARU
SUSPEK % BTA (+)
NO KECAMATAN PUSKESMAS BTA (+)
TERHADAP SUSPEK
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Kedungkandang Kedungkandang 273 18 16 34 #DIV/0! #DIV/0! 12,45
Gribig 376 14 20 34 #DIV/0! #DIV/0! 9,04
Arjowinangun 236 10 6 16 #DIV/0! #DIV/0! 6,78

2 Sukun Janti 456 18 23 41 #DIV/0! #DIV/0! 8,99


Ciptomulyo 244 12 18 30 #DIV/0! #DIV/0! 12,30
Mulyorejo 612 21 19 40 #DIV/0! #DIV/0! 6,54

3 Klojen Arjuno 180 9 3 12 #DIV/0! #DIV/0! 6,67


Bareng 184 6 9 15 #DIV/0! #DIV/0! 8,15
Rampal Celaket 93 6 8 14 #DIV/0! #DIV/0! 15,05

4 Blimbing Cisadea 175 7 5 12 #DIV/0! #DIV/0! 6,86


Kendalkerep 424 10 10 20 #DIV/0! #DIV/0! 4,72
Pandanwangi 165 10 6 16 #DIV/0! #DIV/0! 9,70

5 Lowokwaru Dinoyo 270 10 10 20 #DIV/0! #DIV/0! 7,41


Mojolangu 75 0 3 3 #DIV/0! #DIV/0! 4,00
Kendalsari 144 5 7 12 #DIV/0! #DIV/0! 8,33

6 Instansi Lain RSU Dr. Saiful Anwar 2.110 42 41 83 #DIV/0! #DIV/0! 3,93
Rumkit Tk.II Dr. Soepraoen 448 18 14 32 #DIV/0! #DIV/0! 7,14
RS Panti Nirmala 196 7 3 10 #DIV/0! #DIV/0! 5,10
RS Islam Aisyiyah Malang 506 17 16 33 #DIV/0! #DIV/0! 6,52
RS Panti Waluya Sawahan 123 3 4 7 #DIV/0! #DIV/0! 5,69
RS PTPN XI Lavalette 267 13 11 24 #DIV/0! #DIV/0! 8,99
RS Islam Malang 252 12 8 20 #DIV/0! #DIV/0! 7,94
Lapas Lowokwaru 73 5 0 5 #DIV/0! #DIV/0! 6,85
Lapas Wanita 12 0 1 1 #DIV/0! #DIV/0! 8,33
DPS (dr.Jane Sugiri,Sp.P) 19 2 1 3 #DIV/0! #DIV/0! 15,79
DPS (dr. Ngakan Putu,Sp.P) 0 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0 7.913 275 262 537 #DIV/0! #DIV/0! 6,79

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
Keterangan:
Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga Pemasyarakatan,
rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll
TABEL 9

ANGKA KESEMBUHAN DAN PENGOBATAN LENGKAP TB PARU BTA+ SERTA KEBERHASILAN PENGOBATAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA MALANG
TAHUN 2014

ANGKA PENGOBATAN LENGKAP


ANGKA KESEMBUHAN (CURE RATE) ANGKA KEBERHASILAN
(COMPLETE RATE) JUMLAH KEMATIAN
BTA (+) DIOBATI PENGOBATAN
NO KECAMATAN PUSKESMAS SELAMA PENGOBATAN
L P L+P L P L+P (SUCCESS RATE/SR)

L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % L P L+P L P L+P


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24
1 Kedungkandang Kedungkandang 28 27 55 21 75,00 24 88,89 45 81,82 3 10,71 2 7,41 5 9,09 85,71 96,30 90,91 4 1 5
Gribig 21 15 36 16 76,19 9 60,00 25 69,44 3 14,29 3 20,00 6 16,67 90,48 80,00 86,11 1 1 2
Arjowinangun 12 13 25 11 91,67 13 100,00 24 96,00 1 8,33 0 0,00 1 4,00 100,00 100,00 100,00 2 0 2

2 Sukun Janti 30 18 48 24 80,00 15 83,33 39 81,25 2 6,67 1 5,56 3 6,25 86,67 88,89 87,50 1 0 1
Ciptomulyo 18 7 25 16 88,89 6 85,71 22 88,00 1 5,56 1 14,29 2 8,00 94,44 100,00 96,00 0 0 0
Mulyorejo 19 18 37 18 94,74 15 83,33 33 89,19 0 0,00 0 0,00 0 0,00 94,74 83,33 89,19 1 1 2

3 Klojen Arjuno 11 14 25 10 90,91 13 92,86 23 92,00 0 0,00 1 7,14 1 4,00 90,91 100,00 96,00 1 0 1
Bareng 7 6 13 6 85,71 6 100,00 12 92,31 0 0,00 0 0,00 0 0,00 85,71 100,00 92,31 1 0 1
Rampal Celaket 7 7 14 6 85,71 5 71,43 11 78,57 1 14,29 0 0,00 1 7,14 100,00 71,43 85,71 0 1 1

4 Blimbing Cisadea 14 5 19 12 85,71 5 100,00 17 89,47 0 0,00 0 0,00 0 0,00 85,71 100,00 89,47 3 0 3
Kendalkerep 7 10 17 5 71,43 7 70,00 12 70,59 0 0,00 2 20,00 2 11,76 71,43 90,00 82,35 0 0 0
Pandanwangi 19 7 26 13 68,42 7 100,00 20 76,92 3 15,79 0 0,00 3 11,54 84,21 100,00 88,46 1 1 2

5 Lowokwaru Dinoyo 18 16 34 15 83,33 12 75,00 27 79,41 2 11,11 2 12,50 4 11,76 94,44 87,50 91,18 0 0 0
Mojolangu 7 6 13 4 57,14 6 100,00 10 76,92 1 14,29 0 0,00 1 7,69 71,43 100,00 84,62 0 0 0
Kendalsari 12 8 20 10 83,33 8 100,00 18 90,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 83,33 100,00 90,00 1 0 1

6 Instansi Lain RSU Dr. Saiful Anwar 30 29 59 14 46,67 17 58,62 31 52,54 3 10,00 2 6,90 5 8,47 56,67 65,52 61,02 3 1 4
Rumkit Tk.II Dr. Soepraoen 34 20 54 21 61,76 5 25,00 26 48,15 5 14,71 6 30,00 11 20,37 76,47 55,00 68,52 8 2 10
RS Panti Nirmala 2 6 8 1 50,00 6 100,00 7 87,50 0 0,00 0 0,00 0 0,00 50,00 100,00 87,50 1 1 2
RS Islam Aisyiyah Malang 24 21 45 10 41,67 11 52,38 21 46,67 7 29,17 2 9,52 9 20,00 70,83 61,90 66,67 1 4 5
RS Panti Waluya Sawahan 1 0 1 1 100,00 0 #DIV/0! 1 100,00 0,00 #DIV/0! 0 0,00 100,00 #DIV/0! 100,00 1 0 1
RS PTPN XI Lavalette 5 3 8 1 20,00 1 33,33 2 25,00 2 40,00 2 66,67 4 50,00 60,00 100,00 75,00 2 1 3
RS Islam Malang 7 15 22 3 42,86 7 46,67 10 45,45 3 42,86 7 46,67 10 45,45 85,71 93,33 90,91 0 0 0
Lapas Lowokwaru 3 0 3 2 66,67 0 #DIV/0! 2 66,67 0,00 #DIV/0! 0 0,00 66,67 #DIV/0! 66,67 0
Lapas Wanita 0 2 2 0 #DIV/0! 1 50,00 1 50,00 #DIV/0! 0,00 0 0,00 #DIV/0! 50,00 50,00 0
DPS (dr.Jane Sugiri,Sp.P) 2 5 7 2 100,00 2 40,00 4 57,14 0 0,00 2 40,00 2 28,57 100,00 80,00 85,71 1 1 2
DPS (dr. Ngakan Putu,Sp.P) 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 338 278 616 242 71,60 201 72,30 443 71,92 37 10,95 33 11,87 70 11,36 82,54 84,17 83,28 33 15 48
ANGKA KEMATIAN SELAMA PENGOBATAN PER 100.000 PENDUDUK 7,90 3,49 5,67

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
Keterangan:
Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga Pemasyarakatan,
rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll
TABEL 10

PENEMUAN KASUS PNEUMONIA BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA MALANG
TAHUN 2014

PNEUMONIA PADA BALITA


JUMLAH BALITA JUMLAH PERKIRAAN PENDERITA DITEMUKAN DAN DITANGANI
NO KECAMATAN PUSKESMAS
PENDERITA L P L+P
L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1 Kedungkandang Kedungkandang 2.890 2.721 5.611 289 272 561 68 23,53 92 33,81 160 28,52
Gribig 3.249 2.996 6.245 325 300 625 213 65,56 301 100,47 514 82,31
Arjowinangun 2.313 2.283 4.596 231 228 460 132 57,07 14 6,13 146 31,77

2 Sukun Janti 3.291 2.945 6.236 329 295 624 118 35,86 92 31,24 210 33,68
Ciptomulyo 1.857 1.761 3.618 186 176 362 210 113,09 294 166,95 504 139,30
Mulyorejo 3.024 2.872 5.896 302 287 590 - 0,00 30 10,45 30 5,09

3 Klojen Arjuno 1.321 1.231 2.552 132 123 255 65 49,21 28 22,75 93 36,44
Bareng 1.611 1.471 3.082 161 147 308 176 109,25 183 124,41 359 116,48
Rampal Celaket 795 768 1.563 80 77 156 309 388,68 93 121,09 402 257,20

4 Blimbing Cisadea 1.445 1.423 2.868 145 142 287 27 18,69 34 23,89 61 21,27
Kendalkerep 2.858 2.758 5.616 286 276 562 14 4,90 28 10,15 42 7,48
Pandanwangi 3.467 3.038 6.505 347 304 651 221 63,74 177 58,26 398 61,18

5 Lowokwaru Dinoyo 2.641 2.639 5.280 264 264 528 469 177,58 152 57,60 621 117,61
Mojolangu 1.720 1.668 3.388 172 167 339 1 0,58 15 8,99 16 4,72
Kendalsari 2.063 2.069 4.132 206 207 413 106 51,38 99 47,85 205 49,61

JUMLAH (KAB/KOTA) 34.545 32.643 67.188 3.455 3.264 6.719 2.129 61,63 1.632 50,00 3.761 55,98

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
Keterangan:
Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 11

JUMLAH KASUS HIV, AIDS, DAN SYPHILIS MENURUT JENIS KELAMIN


KOTA MALANG
TAHUN 2014

HIV AIDS JUMLAH KEMATIAN AKIBAT AIDS SYPHILIS


NO KELOMPOK UMUR PROPORSI PROPORSI PROPORSI
L P L+P KELOMPOK L P L+P KELOMPOK L P L+P L P L+P KELOMPOK
UMUR UMUR UMUR
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
1 4 TAHUN 5 3 8 1,72 7 0 7 3,11 0 0 0 1 0 1 7,14

0 5 - 14 TAHUN 1 1 2 0,43 0 0 0 0,00 0 0 0 0 0 0 0,00

0 15 - 19 TAHUN 10 3 13 2,79 2 2 4 1,78 0 1 1 1 0 1 7,14

2 20 - 24 TAHUN 43 18 61 13,09 7 5 12 5,33 0 1 1 7 0 7 50,00

2 25 - 49 TAHUN 239 114 353 75,75 116 65 181 80,44 14 6 20 5 0 5 35,71

0 50 TAHUN 19 10 29 6,22 14 7 21 9,33 0 0 0 0 0 0 0,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 317 149 466 146 79 225 14 8 22 14 0 14

PROPORSI JENIS KELAMIN 68,03 31,97 64,89 35,11 63,64 36,36 100,00 0,00

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus baru yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 12

PERSENTASE DONOR DARAH DISKRINING TERHADAP HIV MENURUT JENIS KELAMIN


KOTA MALANG
TAHUN 2014

DONOR DARAH
SAMPEL DARAH DIPERIKSA/DISKRINING
NO UNIT TRANSFUSI DARAH POSITIF HIV
JUMLAH PENDONOR TERHADAP HIV
L P L+P L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
1 Januari 2.494 826 3.320 2.494 100,00 826 100,00 3.320 100,00 17 0,68 5 0,61 22 0,66
2 Februari 1.899 790 2.689 1.899 100,00 790 100,00 2.689 100,00 4 0,21 0 0,00 4 0,15
3 Maret 3.125 1.680 4.805 3.125 100,00 1.680 100,00 4.805 100,00 13 0,42 3 0,18 16 0,33
4 April 2.865 1.058 3.923 2.865 100,00 1.058 100,00 3.923 100,00 7 0,24 3 0,28 10 0,25
5 Mei 2.742 1.114 3.856 2.742 100,00 1.114 100,00 3.856 100,00 12 0,44 6 0,54 18 0,47
6 Juni 2.943 1.108 4.051 2.943 100,00 1.108 100,00 4.051 100,00 17 0,58 2 0,18 19 0,47
7 Juli 2.202 691 2.893 2.202 100,00 691 100,00 2.893 100,00 14 0,64 1 0,14 15 0,52
8 Agustus 2.908 1.178 4.086 2.908 100,00 1.178 100,00 4.086 100,00 15 0,52 7 0,59 22 0,54
9 September 3.140 1.258 4.398 3.140 100,00 1.258 100,00 4.398 100,00 13 0,41 4 0,32 17 0,39
10 Oktober 2.623 948 3.571 2.623 100,00 948 100,00 3.571 100,00 14 0,53 1 0,11 15 0,42
11 November 2.884 1.009 3.893 2.884 100,00 1.009 100,00 3.893 100,00 14 0,49 5 0,50 19 0,49
12 Desember 3.088 1.002 4.090 3.088 100,00 1.002 100,00 4.090 100,00 10 0,32 1 0,10 11 0,27

JUMLAH 32.913 12.662 45.575 32.913 100,00 12.662 100,00 45.575 100,00 150 0,46 38 0 188 0,41

Sumber :
UTDC PMI Kota Malang, 2015
TABEL 13

KASUS DIARE YANG DITANGANI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA MALANG
TAHUN 2014

DIARE
JUMLAH PENDUDUK JUMLAH TARGET DIARE DITANGANI
NO KECAMATAN PUSKESMAS PENEMUAN L P L+P
L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1 Kedungkandang Kedungkandang 28.946 28.692 57.638 619 614 1.233 497 80 665 108 1.162 94
Gribig 36.620 37.863 74.483 784 810 1.594 385 49 432 53 817 51
Arjowinangun 24.135 23.951 48.086 516 513 1.029 250 48 326 64 576 56

2 Sukun Janti 36.805 37.894 74.699 788 811 1.599 721 92 946 117 1.667 104
Ciptomulyo 20.387 21.107 41.494 436 452 888 772 177 888 197 1.660 187
Mulyorejo 35.987 35.291 71.278 770 755 1.525 126 16 177 23 303 20

3 Klojen Arjuno 18.861 20.956 39.817 404 448 852 480 119 471 105 951 112
Bareng 22.802 24.714 47.516 488 529 1.017 694 142 373 71 1.067 105
Rampal Celaket 10.444 11.607 22.051 224 248 472 574 257 315 127 889 188

4 Blimbing Cisadea 17.715 19.025 36.740 379 407 786 97 26 97 24 194 25


Kendalkerep 33.687 32.831 66.518 721 703 1.423 361 50 344 49 705 50
Pandanwangi 36.824 37.910 74.734 788 811 1.599 306 39 433 53 739 46

5 Lowokwaru Dinoyo 44.007 47.385 91.392 942 1.014 1.956 723 77 901 89 1.624 83
Mojolangu 23.206 22.455 45.661 497 481 977 279 56 359 75 638 65
Kendalsari 27.412 27.656 55.068 587 592 1.178 354 60 398 67 752 64

JUMLAH (KAB/KOTA) 417.838 429.337 847.175 8.942 9.188 18.130 6.619 74,0 7.125 77,5 13.744 75,8
ANGKA KESAKITAN DIARE PER 1.000 PENDUDUK 214

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 14

KASUS BARU KUSTA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA MALANG
TAHUN 2014

KASUS BARU
NO KECAMATAN PUSKESMAS Pausi Basiler (PB)/ Kusta kering Multi Basiler (MB)/ Kusta Basah PB + MB
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Kedungkandang Kedungkandang 1 0 1 6 3 9 7 3 10
Gribig 0 1 1 0 1 1 0 2 2
Arjowinangun 0 0 0 0 0 0 0 0 0

2 Sukun Janti 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Ciptomulyo 0 0 0 2 0 2 2 0 2
Mulyorejo 0 0 0 0 0 0 0 0 0

3 Klojen Arjuno 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Bareng 0 0 0 1 0 1 1 0 1
Rampal Celaket 0 0 0 0 0 0 0 0 0

4 Blimbing Cisadea 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Kendalkerep 0 0 0 2 1 3 2 1 3
Pandanwangi 0 0 0 1 0 1 1 0 1

5 Lowokwaru Dinoyo 0 1 1 0 0 0 0 1 1
Mojolangu 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Kendalsari 0 0 0 1 0 1 1 0 1

JUMLAH (KAB/KOTA) 1 2 3 13 5 18 14 7 21
PROPORSI JENIS KELAMIN 33,33 66,67 72,22 27,78 66,67 33,33
ANGKA PENEMUAN KASUS BARU (NCDR/NEW CASE DETECTION RATE ) PER 100.000 PENDUDUK 3,36 1,63 2,48

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 15

KASUS BARU KUSTA 0-14 TAHUN DAN CACAT TINGKAT 2 MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA MALANG
TAHUN 2014

KASUS BARU
PENDERITA KUSTA
NO KECAMATAN PUSKESMAS PENDERITA CACAT TINGKAT 2
0-14 TAHUN
KUSTA
JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Kedungkandang Kedungkandang 10 - 0,00 0 0
Gribig 2 - 0,00 0 0
Arjowinangun - - #DIV/0! 0 #DIV/0!

2 Sukun Janti - - #DIV/0! 0 #DIV/0!


Ciptomulyo 2 - 0,00 0 0
Mulyorejo - - #DIV/0! 0 #DIV/0!

3 Klojen Arjuno - - #DIV/0! 0 #DIV/0!


Bareng 1 - 0,00 0 0
Rampal Celaket - - #DIV/0! 0 #DIV/0!

4 Blimbing Cisadea - - #DIV/0! 0 #DIV/0!


Kendalkerep 3 1 33,33 0 0
Pandanwangi 1 - 0,00 0 0

5 Lowokwaru Dinoyo 1 - 0,00 0 0


Mojolangu - - #DIV/0! 0 #DIV/0!
Kendalsari 1 - 0,00 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 21 1 4,76 - 0


ANGKA CACAT TINGKAT 2 PER 100.000 PENDUDUK -

Sumber :
TABEL 16

JUMLAH KASUS DAN ANGKA PREVALENSI PENYAKIT KUSTA MENURUT TIPE/JENIS, JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA MALANG
TAHUN 2014

KASUS TERCATAT
NO KECAMATAN PUSKESMAS Pausi Basiler/Kusta kering Multi Basiler/Kusta Basah JUMLAH
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Kedungkandang Kedungkandang 1 0 1 6 3 9 7 3 10
Gribig 0 1 1 0 1 1 0 2 2
Arjowinangun 0 0 0 0 0 0 0 0 0

2 Sukun Janti 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Ciptomulyo 0 0 0 2 0 2 2 0 2
Mulyorejo 0 0 0 0 0 0 0 0 0

3 Klojen Arjuno 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Bareng 0 0 0 1 0 1 1 0 1
Rampal Celaket 0 0 0 0 0 0 0 0 0

4 Blimbing Cisadea 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Kendalkerep 0 0 0 2 1 3 2 1 3
Pandanwangi 0 0 0 1 0 1 1 0 1

5 Lowokwaru Dinoyo 0 1 1 0 0 0 0 1 1
Mojolangu 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Kendalsari 0 0 0 1 0 1 1 0 1

JUMLAH (KAB/KOTA) 1 2 3 13 5 18 14 7 21
ANGKA PREVALENSI PER 10.000 PENDUDUK 0,34 0,16 0,25

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 17

PERSENTASE PENDERITA KUSTA SELESAI BEROBAT (RELEASE FROM TREATMENT/RFT) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA MALANG
TAHUN 2014

KUSTA (PB) KUSTA (MB)


a RFT PB a RFT MB
NO KECAMATAN PUSKESMAS PENDERITA PB PENDERITA MB
L P L+P L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21
1 Kedungkandang Kedungkandang 1 0 1 1 100 0 #DIV/0! 1 100 4 2 6 4 100 2 100 6 100
Gribig 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 1 0 1 1 100 0 #DIV/0! 1 100
Arjowinangun 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 1 1 2 1 100 1 100 2 100

2 Sukun Janti 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!


Ciptomulyo 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!
Mulyorejo 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!

3 Klojen Arjuno 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!


Bareng 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!
Rampal Celaket 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!

4 Blimbing Cisadea 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 1 1 0 #DIV/0! 1 100 1 100


Kendalkerep 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 1 0 1 0 0 0 #DIV/0! 0 0
Pandanwangi 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!

5 Lowokwaru Dinoyo 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 1 1 2 1 100 1 100 2 100


Mojolangu 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!
Kendalsari 0 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 1 1 0 #DIV/0! 1 100 1 100

JUMLAH (KAB/KOTA) 1 0 1 1 100,0 0 #DIV/0! 1 100,0 8 6 14 7 88 6 100 13 92,86

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
Keterangan : a = Penderita kusta PB/MB merupakan penderita pada kohort yang sama
TABEL 18

JUMLAH KASUS AFP (NON POLIO) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS


KOTA MALANG
TAHUN 2014

JUMLAH PENDUDUK JUMLAH KASUS AFP


NO KECAMATAN PUSKESMAS
<15 TAHUN (NON POLIO)
1 2 3 4 5
1 Kedungkandang Kedungkandang 12.984 1
Gribig 16.778 1
Arjowinangun 10.832 0

2 Sukun Janti 16.057 1


Ciptomulyo 9.348 0
Mulyorejo 16.828 0

3 Klojen Arjuno 8.970 0


Bareng 10.704 0
Rampal Celaket 4.968 1

4 Blimbing Cisadea 8.276 0


Kendalkerep 14.985 1
Pandanwangi 16.835 1

5 Lowokwaru Dinoyo 20.588 0


Mojolangu 10.285 0
Kendalsari 12.405 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 190.843 6


AFP RATE (NON POLIO) PER 100.000 PENDUDUK USIA < 15 TAHUN 3,14

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
Keterangan:
Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS

Catatan : Jumlah penduduk < 15 tahun kolom 4 = jumlah penduduk < 15 tahun pada tabel 2, yaitu seb190.843
TABEL 19

JUMLAH KASUS PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA MALANG
TAHUN 2014

JUMLAH KASUS PD3I


DIFTERI TETANUS (NON NEONATORUM) TETANUS NEONATORUM
NO KECAMATAN PUSKESMAS PERTUSIS
JUMLAH KASUS JUMLAH KASUS JUMLAH KASUS
MENINGGAL MENINGGAL MENINGGAL
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 Kedungkandang Kedungkandang 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Gribig 2 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Arjowinangun 2 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

2 Sukun Janti 2 1 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Ciptomulyo 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Mulyorejo 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

3 Klojen Arjuno 3 0 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Bareng 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Rampal Celaket 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

4 Blimbing Cisadea 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Kendalkerep 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Pandanwangi 2 3 5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

5 Lowokwaru Dinoyo 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Mojolangu 1 1 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Kendalsari 2 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 17 5 22 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
CASE FATALITY RATE (%) 0,00 #DIV/0! #DIV/0!

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 20

JUMLAH KASUS PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA MALANG
TAHUN 2014

JUMLAH KASUS PD3I

NO KECAMATAN PUSKESMAS CAMPAK


POLIO HEPATITIS B
JUMLAH KASUS
MENINGGAL
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
1 Kedungkandang Kedungkandang 4 2 6 0 0 0 0 0 0 0
Gribig 5 8 13 0 0 0 0 0 0 0
Arjowinangun 1 6 7 0 0 0 0 0 0 0

2 Sukun Janti 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0
Ciptomulyo 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Mulyorejo 2 0 2 0 0 0 0 0 0 0

3 Klojen Arjuno 1 3 4 0 0 0 0 0 0 0
Bareng 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0
Rampal Celaket 5 5 10 0 0 0 0 0 0 0

4 Blimbing Cisadea 0 2 2 0 0 0 0 0 0 0
Kendalkerep 5 9 14 0 0 0 0 0 0 0
Pandanwangi 3 4 7 0 0 0 0 0 0 0

5 Lowokwaru Dinoyo 3 4 7 0 0 0 0 0 0 0
Mojolangu 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Kendalsari 2 1 3 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 32 45 77 0 0 0 0 0 0 0

CASE FATALITY RATE (%) 0,0

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 21

JUMLAH KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA MALANG
TAHUN 2014

DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)


NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH KASUS MENINGGAL CFR (%)
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Kedungkandang Kedungkandang 15 8 23 0 0,0 0,0 0,0
Gribig 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
Arjowinangun 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

2 Sukun Janti 18 26 44 0 0,0 0,0 0,0


Ciptomulyo 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
Mulyorejo 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

3 Klojen Arjuno 16 9 25 0 0,0 0,0 0,0


Bareng 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
Rampal Celaket 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

4 Blimbing Cisadea 17 14 31 0 0,0 0,0 0,0


Kendalkerep 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
Pandanwangi 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

5 Lowokwaru Dinoyo 28 9 37 1 1 0,0 11,1 2,7


Mojolangu 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
Kendalsari 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

JUMLAH (KAB/KOTA) 94 66 160 0 1 1 0,00 1,52 0,63


INCIDENCE RATE PER 100.000 PENDUDUK 22,54 15,35 18,89

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 22

KESAKITAN DAN KEMATIAN AKIBAT MALARIA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA MALANG
TAHUN 2014

MALARIA
SEDIAAN DARAH DIPERIKSA
NO KECAMATAN PUSKESMAS SUSPEK MENINGGAL CFR
POSITIF
L P L+P
L P L+P L % P % L+P % L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21
1 Kedungkandang Kedungkandang 0 0 0 0 0 - 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
Gribig 0 0 0 0 0 - 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
Arjowinangun 0 0 0 0 0 - 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

2 Sukun Janti 0 0 0 0 0 - 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!


Ciptomulyo 0 0 0 0 0 - 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
Mulyorejo 0 0 0 0 0 - 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

3 Klojen Arjuno 0 0 0 0 0 - 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!


Bareng 0 0 0 0 0 - 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
Rampal Celaket 0 0 0 0 0 - 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

4 Blimbing Cisadea 0 0 0 0 0 - 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!


Kendalkerep 0 0 0 0 0 - 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
Pandanwangi 0 0 0 0 0 - 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

5 Lowokwaru Dinoyo 0 0 0 0 0 - 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!


Mojolangu 0 0 0 0 0 - 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
Kendalsari 0 0 0 0 0 - 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0 0 - - - - #DIV/0! - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

JUMLAH PENDUDUK BERISIKO

ANGKA KESAKITAN (ANNUAL PARASITE INCIDENCE ) PER 1.000 PENDUDUK BERISIKO #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 23

PENDERITA FILARIASIS DITANGANI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA MALANG
TAHUN 2014

PENDERITA FILARIASIS
NO KECAMATAN PUSKESMAS KASUS BARU DITEMUKAN JUMLAH SELURUH KASUS
L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 Kedungkandang Kedungkandang 0 0 0 0 0 0
Gribig 0 0 0 0 0 0
Arjowinangun 0 0 0 0 0 0

2 Sukun Janti 0 0 0 0 0 0
Ciptomulyo 0 0 0 0 0 0
Mulyorejo 0 0 0 0 0 0

3 Klojen Arjuno 0 0 0 0 0 0
Bareng 0 0 0 0 0 0
Rampal Celaket 0 0 0 0 0 0

4 Blimbing Cisadea 0 0 0 0 0 0
Kendalkerep 0 0 0 0 0 0
Pandanwangi 0 0 0 0 0 0

5 Lowokwaru Dinoyo 0 0 0 0 0 0
Mojolangu 0 0 0 0 0 0
Kendalsari 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0 0 0 0 0
ANGKA KESAKITAN PER 100.000 PENDUDUK (KAB/KOTA) 0 0 0

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 24

PENGUKURAN TEKANAN DARAH PENDUDUK ≥ 18 TAHUN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA MALANG
TAHUN 2014

DILAKUKAN PENGUKURAN TEKANAN DARAH HIPERTENSI/TEKANAN DARAH TINGGI


JUMLAH PENDUDUK ≥ 15 TAHUN LAKI-LAKI + LAKI-LAKI +
NO KECAMATAN PUSKESMAS LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN
PEREMPUAN PEREMPUAN
LAKI-LAKI +
LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
PEREMPUAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 Kedungkandang Kedungkandang 22.426 22.228 44.654 816 3,64 2.060 9,27 2.876 6,44 187 22,92 373 18,11 560 19,47
Gribig 28.371 29.334 57.705 102 0,36 319 1,09 421 0,73 57 55,88 96 30,09 153 36,34
Arjowinangun 18.698 18.556 37.254 94 0,50 1.892 10,20 1.986 5,33 40 42,55 576 30,44 616 31,02

2 Sukun Janti 27.880 27.342 55.222 1.148 4,12 1.644 6,01 2.792 5,06 352 30,66 485 29,50 837 29,98
Ciptomulyo 15.794 16.352 32.146 3.656 23,15 9.156 55,99 12.812 39,86 732 20,02 1.583 17,29 2.315 18,07
Mulyorejo 28.514 29.358 57.872 2.264 7,94 2.842 9,68 5.106 8,82 811 35,82 924 32,51 1.735 33,98

3 Klojen Arjuno 14.612 16.236 30.848 617 4,22 3.138 19,33 3.755 12,17 303 49,11 1.385 44,14 1.688 44,95
Bareng 17.666 19.146 36.812 73 0,41 562 2,94 635 1,72 54 73,97 387 68,86 441 69,45
Rampal Celaket 8.091 8.992 17.083 707 8,74 2.420 26,91 3.127 18,30 293 41,44 883 36,49 1.176 37,61

4 Blimbing Cisadea 13.724 14.739 28.463 171 1,25 1.982 13,45 2.153 7,56 87 50,88 717 36,18 804 37,34
Kendalkerep 26.098 25.436 51.534 92 0,35 669 2,63 761 1,48 14 15,22 102 15,25 116 15,24
Pandanwangi 28.528 29.370 57.898 88 0,31 831 2,83 919 1,59 16 18,18 220 26,47 236 25,68

5 Lowokwaru Dinoyo 34.094 36.711 70.805 412 1,21 1.660 4,52 2.072 2,93 240 58,25 1.173 70,66 1.413 68,19
Mojolangu 17.978 17.396 35.374 560 3,11 1.304 7,50 1.864 5,27 573 102,32 1.360 104,29 1.933 103,70
Kendalsari 21.236 21.426 42.662 490 2,31 2.116 9,88 2.606 6,11 244 49,80 1.498 70,79 1.742 66,85

JUMLAH (KAB/KOTA) 323.710 332.622 656.332 11.290 3,49 32.595 9,80 43.885 6,69 4.003 35,46 11.762 36,09 15.765 35,92

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 25

PEMERIKSAAN OBESITAS MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA MALANG
TAHUN 2014

JUMLAH PENGUNJUNG PUSKESMAS DILAKUKAN PEMERIKSAAN OBESITAS OBESITAS


DAN JARINGANNYA BERUSIA 15
NO KECAMATAN PUSKESMAS TAHUN LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN
LAKI-LAKI +
LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
PEREMPUAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 Kedungkandang Kedungkandang 867 2.167 3.034 867 100,00 2.167 100,00 3.034 100,00 562 64,82 1.480 68,30 2.042 67,30
Gribig 82 320 402 82 100,00 320 100,00 402 100,00 35 42,68 120 37,50 155 38,56
Arjowinangun 79 1.955 2.034 79 100,00 1.955 100,00 2.034 100,00 22 27,85 982 50,23 1.004 49,36

2 Sukun Janti 1.107 1.633 2.740 1.107 100,00 1.633 100,00 2.740 100,00 354 31,98 564 34,54 918 33,50
Ciptomulyo 1.787 7.431 9.218 1.787 100,00 7.431 100,00 9.218 100,00 481 26,92 2.618 35,23 3.099 33,62
Mulyorejo 2.254 2.954 5.208 2.254 100,00 2.954 100,00 5.208 100,00 672 29,81 996 33,72 1.668 32,03

3 Klojen Arjuno 656 3.826 4.482 656 100,00 3.826 100,00 4.482 100,00 227 34,60 1.370 35,81 1.597 35,63
Bareng 62 406 468 62 100,00 406 100,00 468 100,00 50 80,65 324 79,80 374 79,91
Rampal Celaket 803 2.829 3.632 803 100,00 2.829 100,00 3.632 100,00 215 26,77 807 28,53 1.022 28,14

4 Blimbing Cisadea 126 2.302 2.428 126 100,00 2.302 100,00 2.428 100,00 86 68,25 1.590 69,07 1.676 69,03
Kendalkerep 77 651 728 77 100,00 651 100,00 728 100,00 27 35,06 241 37,02 268 36,81
Pandanwangi 75 588 663 75 100,00 588 100,00 663 100,00 24 32,00 196 33,33 220 33,18

5 Lowokwaru Dinoyo 268 1.103 1.371 268 100,00 1.103 100,00 1.371 100,00 107 39,93 765 69,36 872 63,60
Mojolangu 7 138 145 7 100,00 138 100,00 145 100,00 7 100,00 126 91,30 133 91,72
Kendalsari 281 3.159 3.440 281 100,00 3.159 100,00 3.440 100,00 159 56,58 1.464 46,34 1.623 47,18

JUMLAH (KAB/KOTA) 8.531 31.462 39.993 8.531 100,00 31.462 100,00 39.993 100,00 3.028 35,49 13.643 43,36 16.671 41,68

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 26

CAKUPAN DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM DENGAN METODE IVA DAN KANKER PAYUDARA DENGAN PEMERIKSAAN KLINIS (CBE)
MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA MALANG
TAHUN 2014

PEMERIKSAAN LEHER RAHIM


PEREMPUAN IVA POSITIF TUMOR/BENJOLAN
NO KECAMATAN PUSKESMAS DAN PAYUDARA
USIA 30-50 TAHUN
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Kedungkandang Kedungkandang 8.977 5 0,06 0 0,00 0 0,00
Gribig 11.602 13 0 4 30,77 0 0,00
Arjowinangun 7.489 70 1 0 0,00 1 1,43

2 Sukun Janti 11.102 195 2 0 0,00 0 0,00


Ciptomulyo 6.463 18 0 0 0,00 0 0,00
Mulyorejo 11.635 26 0 0 0,00 45 173,08

3 Klojen Arjuno 6.202 0 0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!


Bareng 7.401 40 1 0 0,00 0 0,00
Rampal Celaket 3.434 28 1 0 0,00 0 0,00

4 Blimbing Cisadea 5.722 44 1 1 2,27 0 0,00


Kendalkerep 10.360 109 1 0 0,00 2 1,83
Pandanwangi 11.640 54 0 0 0,00 0 0,00

5 Lowokwaru Dinoyo 14.235 83 1 0 0,00 9 10,84


Mojolangu 7.112 15 0 0 0,00 0 0,00
Kendalsari 8.577 164 2 43 26,22 7 4,27

JUMLAH (KAB/KOTA) 131.951 864 1 48 5,56 64 7,41

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
Ket: IVA: Inspeksi Visual dengan Asam asetat
CBE: Clinical Breast Examination
TABEL 27

JUMLAH PENDERITA DAN KEMATIAN PADA KLB MENURUT JENIS KEJADIAN LUAR BIASA (KLB)
KOTA MALANG
TAHUN 2014

YANG TERSERANG JUMLAH PENDUDUK


WAKTU KEJADIAN (TANGGAL) JUMLAH PENDERITA KELOMPOK UMUR PENDERITA JUMLAH KEMATIAN ATTACK RATE (%) CFR (%)
JENIS KEJADIAN TERANCAM
NO JUMLAH JUMLAH
LUAR BIASA DITANGGU-
KEC DESA/KEL 0-7 8-28 1-11 1-4 5-9 10-14 15-19 20-44 45-54 55-59 60-69 70+
DIKETAHUI
LANGI
AKHIR L P L+P HARI HARI BLN THN THN THN THN THN THN THN THN THN
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34
1 Diphteri 1 1 22.09.2014 23.09.2014 1 1 1 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! - #DIV/0! -
2 Diphteri 1 1 02.08.2014 22.08.2014 1 1 1 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! - #DIV/0! -
3 Diphteri 1 1 07.03.2014 07.03.2014 1 1 1 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! - #DIV/0! -
4 Diphteri 1 1 07.01.2014 07.01.2014 1 1 1 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! - #DIV/0! -
5 Diphteri 1 1 29.05.2014 29.05.2014 1 1 1 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! - #DIV/0! -
6 Diphteri 1 1 16.05.2014 16.05.2014 1 1 1 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! - #DIV/0! -
7 Diphteri 1 1 07.04.2014 07.04.2014 1 1 1 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! - #DIV/0! -
8 Diphteri 1 1 02.04.2014 02.04.2014 1 1 1 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! - #DIV/0! -
9 Diphteri 1 1 16.05.2014 16.05.2014 1 1 1 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! - #DIV/0! -
10 Diphteri 1 1 18.02.2014 18.02.2014 1 1 1 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! - #DIV/0! -
11 Diphteri 1 1 20.03.2014 20.03.2014 1 1 1 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! - -
12 Diphteri 1 1 11.02.2014 11.02.2014 1 1 1 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! - #DIV/0! -
13 Diphteri 1 1 13.01.2014 13.01.2014 1 1 1 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! - -
14 Diphteri 1 1 22.01.2014 22.01.2014 1 1 1 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! - -
15 Diphteri 1 1 21.01.2014 21.01.2014 2 2 1 1 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! - #DIV/0! -
16 Diphteri 1 1 23.01.2014 23.01.2014 1 1 1 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! - #DIV/0! -

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 28

KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) DI DESA/KELURAHAN YANG DITANGANI < 24 JAM


KOTA MALANG
TAHUN 2014

KLB DI DESA/KELURAHAN
NO KECAMATAN PUSKESMAS
JUMLAH DITANGANI <24 JAM %
1 2 3 4 5 6
1 Kedungkandang Kedungkandang 0 0 #DIV/0!
Gribig 2 2 100,00
Arjowinangun 1 1 100,00

2 Sukun Janti 2 2 100,00


Ciptomulyo 0 0 #DIV/0!
Mulyorejo 2 2 100,00

3 Klojen Arjuno 3 3 100,00


Bareng 0 0 #DIV/0!
Rampal Celaket 1 1 100,00

4 Blimbing Cisadea 0 0 #DIV/0!


Kendalkerep 0 0 #DIV/0!
Pandanwangi 4 4 100,00

5 Lowokwaru Dinoyo 0 0 #DIV/0!


Mojolangu 1 1 100,00
Kendalsari 1 1 100,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 17 17 100,00

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 29

CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL, PERSALINAN DITOLONG TENAGA KESEHATAN, DAN PELAYANAN KESEHATAN IBU NIFAS
MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA MALANG
TAHUN 2014

IBU HAMIL IBU BERSALIN/NIFAS


PERSALINAN MENDAPAT IBU NIFAS
NO KECAMATAN PUSKESMAS K1 K4
JUMLAH JUMLAH DITOLONG NAKES YANKES NIFAS MENDAPAT VIT A
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1 Kedungkandang Kedungkandang 1034 1014 98,07 816 78,92 988 860 87,04 870 88,06 554 56,07
Gribig 1.337 1.054 78,83 997 74,57 1.276 1.147 89,89 1.095 85,82 1.109 86,91
Arjowinangun 864 862 99,77 805 93,17 824 723 87,74 794 96,36 818 99,27

2 Sukun Janti 1341 1353 100,89 1282 95,60 1281 1280 99,92 1.205 94,07 1.261 98,44
Ciptomulyo 745 737 98,93 718 96,38 712 707 99,30 710 99,72 680 95,51
Mulyorejo 1.281 1.245 97,19 1.226 95,71 1.222 1.204 98,53 1.210 99,02 1.110 90,83

3 Klojen Arjuno 715 658 92,03 620 86,71 682 586 85,92 637 93,40 671 98,39
Bareng 855 782 91,46 750 87,72 814 755 92,75 748 91,89 715 87,84
Rampal Celaket 396 391 98,74 331 83,59 378 348 92,06 365 96,56 357 94,44

4 Blimbing Cisadea 660 660 100,00 638 96,67 630 647 102,70 659 104,60 603 95,71
Kendalkerep 1.195 1.150 96,23 1.103 92,30 1.140 1.132 99,30 1.108 97,19 1.099 96,40
Pandanwangi 1.342 1.173 87,41 1.351 100,67 1.282 1.221 95,24 1.235 96,33 1.241 96,80

5 Lowokwaru Dinoyo 1.642 1.123 68,39 1.054 64,19 1.566 1.036 66,16 996 63,60 1.526 97,45
Mojolangu 819 867 105,86 830 101,34 784 766 97,70 762 97,19 730 93,11
Kendalsari 988 932 94,33 946 95,75 943 889 94,27 893 94,70 924 97,99

JUMLAH (KAB/KOTA) 15.214 14.001 92,03 13.467 88,52 14.522 13.301 91,59 13.287 91,50 13.398 92,26

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 30

PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI TT PADA IBU HAMIL MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA MALANG
TAHUN 2014

IMUNISASI TETANUS TOKSOID PADA IBU HAMIL


JUMLAH IBU
NO KECAMATAN PUSKESMAS TT-1 TT-2 TT-3 TT-4 TT-5 TT2+
HAMIL
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
1 Kedungkandang Kedungkandang 1.034 6 0,6 5 0,5 5 0,5 14 1,4 36 3,5 60 5,8
Gribig 1.337 8 0,6 44 3,3 112 8,4 287 21,5 479 35,8 922 69,0
Arjowinangun 864 6 0,7 5 0,6 5 0,6 14 1,6 36 4,2 60 6,9

2 Sukun Janti 1.341 0 - 0 - 0 - 0 - 11 0,8 11 0,8


Ciptomulyo 745 0 - 0 - 1 0,1 89 11,9 391 52,5 481 64,6
Mulyorejo 1.281 0 - 0 - 4 0,3 22 1,7 96 7,5 122 9,5

3 Klojen Arjuno 715 3 0,4 5 0,7 9 1,3 41 5,7 178 24,9 233 32,6
Bareng 855 0 - 0 - 2 0,2 8 0,9 188 22,0 198 23,2
Rampal Celaket 396 0 - 0 - 2 0,5 0 - 5 1,3 7 1,8

4 Blimbing Cisadea 660 0 - 2 0,3 0 - 0 - 17 2,6 19 2,9


Kendalkerep 1.195 1 0,1 0 - 184 15,4 267 22,3 300 25,1 484 40,5
Pandanwangi 1.342 0 - 2 0,1 4 0,3 132 19,9 377 28,1 650 48,4

5 Lowokwaru Dinoyo 1.642 1 0,1 1 0,1 0 - 0 - 447 27,2 448 27,3


Mojolangu 819 0 - 0 - 0 - 0 - 11 1,3 11 1,3
Kendalsari 988 7 0,7 7 0,7 7 0,7 6 0,6 4 0,4 24 2,4

JUMLAH (KAB/KOTA) 15.214 32 0,2 71 0,5 335 2,2 880 5,8 2.576 16,9 3.730 24,5

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 31

PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI TT PADA WANITA USIA SUBUR MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA MALANG
TAHUN 2014

IMUNISASI TETANUS TOKSOID PADA WUS


JUMLAH WUS
NO KECAMATAN PUSKESMAS TT-1 TT-2 TT-3 TT-4 TT-5
(15-39 TAHUN)
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
1 Kedungkandang Kedungkandang 25.220 5 0,0 7 0,0 21 0,1 20 0,1 57 0,2
Gribig 32.592 17 0,1 21 0,1 64 0,2 124 0,4 252 0,8
Arjowinangun 21.041 4 0,0 3 0,0 12 0,1 24 0,1 132 0,6

2 Sukun Janti 32.668 0 - 2 0,0 0 - 9 0,0 79 0,2


Ciptomulyo 18.157 1 1,0 0 - 1 0,0 167 0,9 615 3,4
Mulyorejo 31.191 0 - 0 - 4 0,0 48 0,2 98 0,3

3 Klojen Arjuno 17.424 4 0,0 30 0,2 77 0,4 269 1,5 444 2,5
Bareng 20.793 0 - 0 - 2 0,0 14 0,1 158 0,8
Rampal Celaket 9.649 0 - 0 - 2 0,0 0 - 33 0,3

4 Blimbing Cisadea 16.077 0 - 4 0,0 3 0,0 6 0,0 70 0,4


Kendalkerep 29.109 2 0,0 0 - 205 0,7 314 1,1 260 0,9
Pandanwangi 32.703 4 0,0 2 0,0 2 0,0 28 0,1 114 0,3

5 Lowokwaru Dinoyo 39.993 1 0,0 1 0,0 4 0,0 4 0,0 78 0,2


Mojolangu 19.981 0 - 0 - 2 0,0 72 0,4 113 0,6
Kendalsari 24.097 112 0,5 109 0,5 108 0,4 83 0,3 65 0,3

JUMLAH (KAB/KOTA) 370.695 150 0,0 179 0,0 507 0,1 1.182 0,3 2.568 0,7

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 32 l

JUMLAH IBU HAMIL YANG MENDAPATKAN TABLET FE1 DAN FE3 MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA MALANG
TAHUN 2014

JUMLAH FE1 (30 TABLET) FE3 (90 TABLET)


NO KECAMATAN PUSKESMAS
IBU HAMIL JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Kedungkandang Kedungkandang 1.034 669 64,70 574 55,51
Gribig 1.337 1.018 76,14 970 72,55
Arjowinangun 864 785 90,86 785 90,86

2 Sukun Janti 1.341 1.337 52,35 1.338 51,30


Ciptomulyo 745 702 92,62 688 165,91
Mulyorejo 1.281 690 49,18 1.236 54,57

3 Klojen Arjuno 715 630 53,85 699 52,45


Bareng 855 730 76,61 732 76,61
Rampal Celaket 396 385 285,10 375 286,36

4 Blimbing Cisadea 660 655 169,55 655 151,21


Kendalkerep 1.195 1.129 68,20 1.134 67,36
Pandanwangi 1.342 939 67,96 1.042 71,54

5 Lowokwaru Dinoyo 1.642 1.119 55,54 998 58,47


Mojolangu 819 815 111,36 805 117,22
Kendalsari 988 912 92,31 960 97,17

JUMLAH (KAB/KOTA) 15.214 12.515 82,26 12.991 85,39

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 33

JUMLAH DAN PERSENTASE PENANGANAN KOMPLIKASI KEBIDANAN DAN KOMPLIKASI NEONATAL


MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA MALANG
TAHUN 2014

PERKIRAAN PENANGANAN
PERKIRAAN NEONATAL PENANGANAN KOMPLIKASI NEONATAL
BUMIL KOMPLIKASI JUMLAH BAYI
JUMLAH KOMPLIKASI
NO KECAMATAN PUSKESMAS DENGAN KEBIDANAN L P L+P
IBU HAMIL
KOMPLIKASI
KEBIDANAN S % L P L+P L P L+P S % S % S %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19
1 Kedungkandang Kedungkandang 1.034 207 174 84,14 567 563 1.130 85 84 170 56 65,84 67 79,34 123 72,57
Gribig 1.337 267 191 71,43 629 560 1.189 94 84 178 51 54,05 54 64,29 105 58,87
Arjowinangun 864 173 167 96,64 517 459 976 78 69 146 86 110,90 73 106,03 159 108,61

2 Sukun Janti 1.341 268 265 98,81 660 582 1.242 99 87 186 80 80,81 67 76,75 147 78,90
Ciptomulyo 745 149 150 100,67 388 356 744 58 53 112 36 61,86 25 46,82 61 54,66
Mulyorejo 1.281 256 277 108,12 647 560 1.207 97 84 181 71 73,16 59 70,24 130 71,80

3 Klojen Arjuno 715 143 64 44,76 272 260 532 41 39 80 16 39,22 14 35,90 30 37,59
Bareng 855 171 172 100,58 330 293 623 50 44 93 55 111,11 40 91,01 95 101,66
Rampal Celaket 396 79 71 89,65 171 136 307 26 20 46 33 128,65 23 112,75 56 121,61

4 Blimbing Cisadea 660 132 111 84,09 252 312 564 38 47 85 50 132,28 41 87,61 91 107,57
Kendalkerep 1.195 239 170 71,13 584 520 1.104 88 78 166 47 53,65 33 42,31 80 48,31
Pandanwangi 1.342 268 252 93,89 709 648 1.357 106 97 204 80 75,22 83 85,39 163 80,08

5 Lowokwaru Dinoyo 1.642 328 367 111,75 564 551 1.115 85 83 167 82 96,93 88 106,47 170 101,64
Mojolangu 819 164 152 92,80 350 298 648 53 45 97 46 87,62 51 114,09 97 99,79
Kendalsari 988 198 87 44,03 419 401 820 63 60 123 25 39,78 46 76,48 71 57,72

JUMLAH (KAB/KOTA) 15.214 3.043 2670 87,75 7.059 6.499 13.558 1.059 975 2.034 814 76,88 764 78,37 1.578 77,59

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 34

PROPORSI PESERTA KB AKTIF MENURUT JENIS KONTRASEPSI, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA MALANG
TAHUN 2014

PESERTA KB AKTIF
MKJP NON MKJP MKJP +
NO KECAMATAN PUSKESMAS % MKJP +
IM KON OBAT LAIN NON
IUD % MOP % MOW % % JUMLAH % % SUNTIK % PIL % % % JUMLAH % NON MKJP
PLAN DOM VAGINA NYA MKJP
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27
1 Kedungkandang Kedungkandang 467 6,5 1 0,0 0 0,0 531 7,4 999 13,9 128 1,8 4.457 62,1 1.589 22,2 0 0,0 0 0,0 6.174 86,1 7.173 100,0
Gribig 754 11,7 0 0,0 0 0,0 566 8,8 1.320 20,5 65 1,0 4.023 62,6 1.023 15,9 0 0,0 0 0,0 5.111 79,5 6.431 100,0
Arjowinangun 457 7,8 0 0,0 0 0,0 137 2,3 594 10,1 169 2,9 3.975 67,7 1.130 19,3 0 0,0 0 0,0 5.274 89,9 5.868 100,0

2 Sukun Janti 1.230 13,8 0 0,0 68 0,8 312 3,5 1.610 18,1 345 3,9 4.879 54,8 2.067 23,2 0 0,0 0 0,0 7.291 81,9 8.901 100,0
Ciptomulyo 850 15,7 0 0,0 0 0,0 308 5,7 1.158 21,4 144 2,7 3.123 57,8 978 18,1 0 0,0 0 0,0 4.245 78,6 5.403 100,0
Mulyorejo 1.916 19,7 0 0,0 0 0,0 733 7,5 2.649 27,2 146 1,5 5.016 51,5 1.937 19,9 0 0,0 0 0,0 7.099 72,8 9.748 100,0

3 Klojen Arjuno 662 13,5 0 0,0 54 1,1 511 10,4 1.227 24,9 102 2,1 3.022 61,4 569 11,6 0 0,0 0 0,0 3.693 75,1 4.920 100,0
Bareng 1.234 18,8 2 0,0 170 2,6 241 3,7 1.647 25,1 56 0,9 3.876 59,0 986 15,0 0 0,0 0 0,0 4.918 74,9 6.565 100,0
Rampal Celaket 452 16,5 0 0,0 34 1,2 103 3,8 589 21,5 48 1,7 1.876 68,4 231 8,4 0 0,0 0 0,0 2.155 78,5 2.744 100,0

4 Blimbing Cisadea 639 11,7 4 0,1 585 10,7 143 2,6 1.371 25,2 94 1,7 3.096 56,8 890 16,3 0 0,0 0 0,0 4.080 74,8 5.451 100,0
Kendalkerep 2.444 28,7 22 0,3 767 9,0 376 4,4 3.609 42,3 336 3,9 3.344 39,2 1.235 14,5 0 0,0 0 0,0 4.915 57,7 8.524 100,0
Pandanwangi 1.243 13,3 3 0,0 341 3,7 165 1,8 1.752 18,8 90 1,0 5.023 53,8 2.472 26,5 0 0,0 0 0,0 7.585 81,2 9.337 100,0

5 Lowokwaru Dinoyo 827 8,2 2 0,0 30 0,3 219 2,2 1.078 10,7 142 1,4 7.567 75,1 1.292 12,8 0 0,0 0 0,0 9.001 89,3 10.079 100,0
Mojolangu 645 11,4 4 0,1 54 1,0 245 4,3 948 16,8 48 0,9 3.675 65,1 975 17,3 0 0,0 0 0,0 4.698 83,2 5.646 100,0
Kendalsari 630 9,7 0 0,0 0 0,0 231 3,5 861 13,2 51 0,8 4.324 66,4 1.276 19,6 0 0,0 0 0,0 5.651 86,8 6.512 100,0

JUMLAH (KAB/KOTA) 14.450 14,0 38 0,0 2.103 2,0 4.821 4,7 21.412 20,7 1.964 1,9 61.276 59,3 18.650 18,1 0 0,0 0 0,0 81.890 79,3 103.302 100,0

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
Keterangan: MKJP = Metode Kontrasepsi Jangka Panjang
TABEL 35

PROPORSI PESERTA KB BARU MENURUT JENIS KONTRASEPSI, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA MALANG
TAHUN 2014

PESERTA KB BARU
MKJP NON MKJP MKJP + % MKJP
NO KECAMATAN PUSKESMAS
OBAT LAIN NON + NON
IUD % MOP % MOW % IMPLAN % JUMLAH % KONDOM % SUNTIK % PIL % % % JUMLAH % MKJP MKJP
VAGINA NYA
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27
1 Kedungkandang Kedungkandang 23 4,0 1 0,2 11 1,9 47 8,1 82 14,1 2 0,3 452 77,8 45 7,7 0 0,0 0 0,0 499 85,9 581 100,0
Gribig 31 6,6 0 0,0 0 0,0 108 22,8 139 29,4 2 0,4 254 53,7 78 16,5 0 0,0 0 0,0 334 70,6 473 100,0
Arjowinangun 35 17,7 0 0,0 0 0,0 21 10,6 56 28,3 0 0,0 119 60,1 23 11,6 0 0,0 0 0,0 142 71,7 198 100,0

2 Sukun Janti 48 11,4 0 0,0 28 6,7 45 10,7 121 28,7 21 5,0 234 55,6 45 10,7 0 0,0 0 0,0 300 71,3 421 100,0
Ciptomulyo 256 27,1 0 0,0 0 0,0 133 14,1 389 41,2 15 1,6 451 47,8 89 9,4 0 0,0 0 0,0 555 58,8 944 100,0
Mulyorejo 35 3,9 0 0,0 0 0,0 57 6,4 92 10,3 3 0,3 789 88,0 13 1,4 0 0,0 0 0,0 805 89,7 897 100,0

3 Klojen Arjuno 55 11,0 0 0,0 33 6,6 109 21,8 197 39,5 3 0,6 176 35,3 123 24,6 0 0,0 0 0,0 302 60,5 499 100,0
Bareng 22 10,1 0 0,0 36 16,6 3 1,4 61 28,1 11 5,1 123 56,7 22 10,1 0 0,0 0 0,0 156 71,9 217 100,0
Rampal Celaket 35 17,5 0 0,0 7 3,5 7 3,5 49 24,5 2 1,0 103 51,5 46 23,0 0 0,0 0 0,0 151 75,5 200 100,0

4 Blimbing Cisadea 72 29,3 0 0,0 0 0,0 15 6,1 87 35,4 1 0,4 112 45,5 46 18,7 0 0,0 0 0,0 159 64,6 246 100,0
Kendalkerep 68 24,2 0 0,0 41 14,6 22 7,8 131 46,6 3 1,1 85 30,2 62 22,1 0 0,0 0 0,0 150 53,4 281 100,0
Pandanwangi 200 26,3 0 0,0 0 0,0 5 0,7 205 27,0 1 0,1 456 60,0 98 12,9 0 0,0 0 0,0 555 73,0 760 100,0

5 Lowokwaru Dinoyo 48 11,7 2 0,5 6 1,5 20 4,9 76 18,5 2 0,5 321 78,1 12 2,9 0 0,0 0 0,0 335 81,5 411 100,0
Mojolangu 50 16,5 4 1,3 1 0,3 24 7,9 79 26,1 4 1,3 122 40,3 98 32,3 0 0,0 0 0,0 224 73,9 303 100,0
Kendalsari 42 24,1 0 0,0 0 0,0 23 13,2 65 37,4 0 0,0 98 56,3 11 6,3 0 0,0 0 0,0 109 62,6 174 100,0

JUMLAH (KAB/KOTA) 1.020 15,4 7 0,1 163 2,5 639 9,7 1.829 27,7 70 1,1 3.895 59,0 811 12,3 0 0,0 0 0,0 4.776 72,3 6.605 100,0

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
Keterangan: MKJP = Metode Kontrasepsi Jangka Panjang
TABEL 36

JUMLAH PESERTA KB BARU DAN KB AKTIF MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS


KOTA MALANG
TAHUN 2014

PESERTA KB BARU PESERTA KB AKTIF


NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH PUS
JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Kedungkandang Kedungkandang 9.820 581 5,92 7.173 73,04
Gribig 9.025 473 5,24 6.431 71,26
Arjowinangun 8.117 198 2,44 5.868 72,29

2 Sukun Janti 12.409 421 3,39 8.901 71,73


Ciptomulyo 7.412 944 12,74 5.403 72,90
Mulyorejo 13.261 897 6,76 9.748 73,51

3 Klojen Arjuno 6.721 499 7,42 4.920 73,20


Bareng 8.907 217 2,44 6.565 73,71
Rampal Celaket 3.722 200 5,37 2.744 73,72

4 Blimbing Cisadea 7.550 246 3,26 5.451 72,20


Kendalkerep 11.227 281 2,50 8.524 75,92
Pandanwangi 12.614 760 6,03 9.337 74,02

5 Lowokwaru Dinoyo 14.498 411 2,83 10.079 69,52


Mojolangu 7.707 303 3,93 5.646 73,26
Kendalsari 9.295 174 1,87 6.512 70,06

JUMLAH (KAB/KOTA) 142.285 6.605 4,64 103.302 72,60

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 37

BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA MALANG
TAHUN 2014

BAYI BARU LAHIR DITIMBANG BBLR


JUMLAH LAHIR HIDUP
NO KECAMATAN PUSKESMAS L P L+P L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 Kedungkandang Kedungkandang 473 398 871 473 100,0 398 100,0 871 100,0 12 2,537 15 3,8 27 3,1
Gribig 558 527 1.085 558 100,0 527 100,0 1.085 100,0 13 2,3 9 1,7 22 2,0
Arjowinangun 405 400 805 405 100,0 400 100,0 805 100,0 16 4,0 18 4,5 34 4,2

2 Sukun Janti 657 624 1.281 657 100,0 624 100,0 1.281 100,0 26 4,0 14 2,2 40 3,1
Ciptomulyo 409 325 734 409 100,0 325 100,0 734 100,0 14 3,4 14 4,3 28 3,8
Mulyorejo 635 575 1.210 635 100,0 575 100,0 1.210 100,0 15 2,4 13 2,3 28 2,3

3 Klojen Arjuno 293 278 571 293 100,0 278 100,0 571 100,0 11 3,8 9 3,2 20 3,5
Bareng 397 336 733 397 100,0 336 100,0 733 100,0 17 4,3 8 2,4 25 3,4
Rampal Celaket 195 163 358 195 100,0 163 100,0 358 100,0 12 6,2 6 3,7 18 5,0

4 Blimbing Cisadea 312 317 629 312 100,0 317 100,0 629 100,0 14 4,5 11 3,5 25 4,0
Kendalkerep 591 536 1.127 591 100,0 536 100,0 1.127 100,0 17 2,9 14 2,6 31 2,8
Pandanwangi 526 643 1.169 526 100,0 643 100,0 1.169 100,0 14 2,7 9 1,4 23 2,0

5 Lowokwaru Dinoyo 519 456 975 519 100,0 456 100,0 975 100,0 29 5,6 17 3,7 46 4,7
Mojolangu 395 438 833 395 100,0 438 100,0 833 100,0 17 4,3 10 2,3 27 3,2
Kendalsari 463 425 888 463 100,0 425 100,0 888 100,0 13 2,8 21 4,9 34 3,8

JUMLAH (KAB/KOTA) 6.828 6.441 13.269 6.828 100,0 6.441 100,0 13.269 100,0 240 3,5 188 2,9 428 3,2

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 38

CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATAL MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA MALANG
TAHUN 2014

KUNJUNGAN NEONATAL 1 KALI (KN1) KUNJUNGAN NEONATAL 3 KALI (KN LENGKAP)


JUMLAH BAYI
NO KECAMATAN PUSKESMAS L P L+P L P L+P
L P L +P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 Kedungkandang Kedungkandang 567 563 1.130 465 82,01 422 74,96 887 78,50 473 83,42 426 75,67 899 79,56
Gribig 629 560 1.189 550 87,44 551 98,39 1.101 92,60 585 93,00 559 99,82 1.144 96,22
Arjowinangun 517 459 976 397 76,79 424 92,37 821 84,12 412 79,69 432 94,12 844 86,48

2 Sukun Janti 660 582 1.242 649 98,33 648 111,34 1.297 104,43 615 93,18 612 105,15 1.227 98,79
Ciptomulyo 388 356 744 401 103,35 349 98,03 750 100,81 416 107,22 359 100,84 775 104,17
Mulyorejo 647 560 1.207 627 96,91 599 106,96 1.226 101,57 639 98,76 604 107,86 1.243 102,98

3 Klojen Arjuno 272 260 532 285 104,78 302 116,15 587 110,34 313 115,07 329 126,54 642 120,68
Bareng 330 293 623 389 117,88 360 122,87 749 120,22 365 110,61 333 113,65 698 112,04
Rampal Celaket 171 136 307 187 109,36 180 132,35 367 119,54 181 105,85 178 130,88 359 116,94

4 Blimbing Cisadea 252 312 564 306 121,43 341 109,29 647 114,72 333 132,14 319 102,24 652 115,60
Kendalkerep 584 520 1.104 583 99,83 560 107,69 1.143 103,53 606 103,77 581 111,73 1.187 107,52
Pandanwangi 709 648 1.357 518 73,06 667 102,93 1.185 87,32 491 69,25 638 98,46 1.129 83,20

5 Lowokwaru Dinoyo 564 551 1.115 517 91,67 487 88,38 1.004 90,04 549 97,34 489 88,75 1.038 93,09
Mojolangu 350 298 648 387 110,57 462 155,03 849 131,02 360 102,86 406 136,24 766 118,21
Kendalsari 419 401 820 455 108,59 449 111,97 904 110,24 463 110,50 454 113,22 917 111,83

JUMLAH (KAB/KOTA) 7.059 6.499 13.558 6.716 95,14 6.801 104,65 13.517 99,70 6.801 96,35 6.719 103,39 13.520 99,72

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 39

JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA MALANG
TAHUN 2014

JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF


JUMLAH BAYI USIA 0-6 BULAN
NO KECAMATAN PUSKESMAS
L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Kedungkandang Kedungkandang 1.098 1.097 2.195 815 74,23 828 75,48 1.643 74,85
Gribig 2.792 3.091 5.883 1.972 70,63 2.204 71,30 4.176 70,98
Arjowinangun 2.614 2.172 4.786 2.003 76,63 1.845 84,94 3.848 80,40

2 Sukun Janti 1.363 1.376 2.739 1.065 78,14 1.103 80,16 2.168 79,15
Ciptomulyo 589 644 1.233 350 59,42 357 55,43 707 57,34
Mulyorejo 62 58 120 42 67,74 58 100,00 100 83,33

3 Klojen Arjuno 322 337 659 282 87,58 305 90,50 587 89,07
Bareng 76 94 170 66 86,84 83 88,30 149 87,65
Rampal Celaket 73 82 155 52 71,23 56 68,29 108 69,68

4 Blimbing Cisadea 1.048 910 1.958 708 67,56 682 74,95 1.390 70,99
Kendalkerep 994 927 1.921 696 70,02 655 70,66 1.351 70,33
Pandanwangi 284 243 527 182 64,08 155 63,79 337 63,95

5 Lowokwaru Dinoyo 367 368 735 253 68,94 282 76,63 535 72,79
Mojolangu 244 264 508 244 100,00 264 100,00 508 100,00
Kendalsari 208 83 291 136 65,38 64 77,11 200 68,73

JUMLAH (KAB/KOTA) 12.134 11.746 23.880 8.866 73,07 8.941 76,12 17.807 74,57

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 40

CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA MALANG
TAHUN 2014

PELAYANAN KESEHATAN BAYI


JUMLAH BAYI
NO KECAMATAN PUSKESMAS L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Kedungkandang Kedungkandang 567 563 1.130 469 82,7 437 77,6 906 80,2
Gribig 629 560 1.189 524 83,3 523 93,4 1.047 88,1
Arjowinangun 517 459 976 486 94,0 412 89,8 898 92,0

2 Sukun Janti 660 582 1.242 643 97,4 609 104,6 1.252 100,8
Ciptomulyo 388 356 744 420 108,2 396 111,2 816 109,7
Mulyorejo 647 560 1.207 612 94,6 658 117,5 1.270 105,2

3 Klojen Arjuno 272 260 532 222 81,6 232 89,2 454 85,3
Bareng 330 293 623 349 105,8 320 109,2 669 107,4
Rampal Celaket 171 136 307 167 97,7 157 115,4 324 105,5

4 Blimbing Cisadea 252 312 564 265 105,2 311 99,7 576 102,1
Kendalkerep 584 520 1.104 583 99,8 647 124,4 1.230 111,4
Pandanwangi 709 648 1.357 630 88,9 682 105,2 1.312 96,7

5 Lowokwaru Dinoyo 564 551 1.115 481 85,3 493 89,5 974 87,4
Mojolangu 350 298 648 366 104,6 380 127,5 746 115,1
Kendalsari 419 401 820 439 104,8 440 109,7 879 107,2

JUMLAH (KAB/KOTA) 7.059 6.499 13.558 6.656 94,3 6.697 103 13.353 98,5

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 41

CAKUPAN DESA/KELURAHAN UNIVERSAL CHILD IMMUNIZATION (UCI) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA MALANG
TAHUN 2014

JUMLAH DESA/KELURAHAN % DESA/KELURAHAN


NO KECAMATAN PUSKESMAS
DESA/KELURAHAN UCI UCI

1 2 3 4 5 6
1 Kedungkandang Kedungkandang 4 2 50,00
Gribig 4 4 100,00
Arjowinangun 4 1 25,00

2 Sukun Janti 3 2 66,67


Ciptomulyo 3 3 100,00
Mulyorejo 5 5 100,00

3 Klojen Arjuno 4 4 100,00


Bareng 4 4 100,00
Rampal Celaket 3 3 100,00

4 Blimbing Cisadea 2 2 100,00


Kendalkerep 4 4 100,00
Pandanwangi 5 4 80,00

5 Lowokwaru Dinoyo 6 4 66,67


Mojolangu 3 3 100,00
Kendalsari 3 2 66,67

JUMLAH (KAB/KOTA) 57 47 82,46

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 42

CAKUPAN IMUNISASI HEPATITIS B < 7 HARI DAN BCG PADA BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA MALANG
TAHUN 2014

BAYI DIIMUNISASI
JUMLAH LAHIR HIDUP Hb < 7 hari BCG
NO KECAMATAN PUSKESMAS
L P L+P L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 Kedungkandang Kedungkandang 473 398 871 511 108,03 461 115,83 972 111,60 482 101,90 451 113,32 933 107,12
Gribig 558 527 1.085 599 107,35 617 117,08 1.216 112,07 663 118,82 613 116,32 1.276 117,60
Arjowinangun 405 400 805 376 92,84 371 92,75 747 92,80 399 98,52 355 88,75 754 93,66

2 Sukun Janti 657 624 1.281 814 123,90 807 129,33 1.621 126,54 825 125,57 849 136,06 1.674 130,68
Ciptomulyo 409 325 734 355 86,80 346 106,46 701 95,50 361 88,26 345 106,15 706 96,19
Mulyorejo 635 575 1.210 640 100,79 621 108,00 1.261 104,21 664 104,57 633 110,09 1.297 107,19

3 Klojen Arjuno 293 278 571 299 102,05 301 108,27 600 105,08 300 102,39 289 103,96 589 103,15
Bareng 397 336 733 301 75,82 274 81,55 575 78,44 287 72,29 281 83,63 568 77,49
Rampal Celaket 195 163 358 152 77,95 145 88,96 297 82,96 154 78,97 145 88,96 299 83,52

4 Blimbing Cisadea 312 317 629 254 81,41 351 110,73 605 96,18 242 77,56 334 105,36 576 91,57
Kendalkerep 591 536 1.127 564 95,43 519 96,83 1.083 96,10 576 97,46 520 97,01 1.096 97,25
Pandanwangi 526 643 1.169 750 142,59 743 115,55 1.493 127,72 745 141,63 826 128,46 1.571 134,39

5 Lowokwaru Dinoyo 519 456 975 513 98,84 529 116,01 1.042 106,87 532 102,50 495 108,55 1.027 105,33
Mojolangu 395 438 833 320 81,01 325 74,20 645 77,43 328 83,04 320 73,06 648 77,79
Kendalsari 463 425 888 334 72,14 323 76,00 657 73,99 355 76,67 326 76,71 681 76,69

JUMLAH (KAB/KOTA) 6.828 6.441 13.269 6.782 99,33 6.733 104,53 13.515 101,85 6.913 101,24 6.782 105,29 13.695 103,21

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 43

CAKUPAN IMUNISASI DPT-HB/DPT-HB-Hib, POLIO, CAMPAK, DAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA MALANG
TAHUN 2014

BAYI DIIMUNISASI
JUMLAH BAYI
(SURVIVING INFANT)
DPT-HB3/DPT-HB-Hib3 POLIO 4a CAMPAK IMUNISASI DASAR LENGKAP
NO KECAMATAN PUSKESMAS
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30
1 Kedungkandang Kedungkandang 567 563 1.130 418 74 381 68 799 71 415 73,19 371 65,90 786 69,56 418 73,72 397 70,52 815 72,12 404 71,25 401 71,23 805 71,24
Gribig 629 560 1.189 644 102 632 113 1.276 107 630 100,16 635 113,39 1.265 106,39 658 104,61 620 110,71 1.278 107,49 642 102,07 622 111,07 1.264 106,31
Arjowinangun 517 459 976 374 72 356 78 730 75 364 70,41 360 78,43 724 74,18 366 70,79 333 72,55 699 71,62 325 62,86 331 72,11 656 67,21

2 Sukun Janti 660 582 1.242 851 129 861 148 1.712 138 839 127,12 858 147,42 1.697 136,63 820 124,24 850 146,05 1.670 134,46 542 82,12 544 93,47 1.086 87,44
Ciptomulyo 388 356 744 346 89 329 92 675 91 348 89,69 329 92,42 677 90,99 352 90,72 325 91,29 677 90,99 339 87,37 319 89,61 658 88,44
Mulyorejo 647 560 1.207 645 100 620 111 1.265 105 667 103,09 637 113,75 1.304 108,04 688 106,34 655 116,96 1.343 111,27 716 110,66 662 118,21 1.378 114,17

3 Klojen Arjuno 272 260 532 299 110 291 112 590 111 299 109,93 291 111,92 590 110,90 306 112,50 293 112,69 599 112,59 283 104,04 270 103,85 553 103,95
Bareng 330 293 623 286 87 282 96 568 91 285 86,36 282 96,25 567 91,01 346 104,85 319 108,87 665 106,74 342 103,64 317 108,19 659 105,78
Rampal Celaket 171 136 307 137 80 142 104 279 91 137 80,12 143 105,15 280 91,21 165 96,49 141 103,68 306 99,67 163 95,32 141 103,68 304 99,02

4 Blimbing Cisadea 252 312 564 224 89 314 101 538 95 226 89,68 309 99,04 535 94,86 234 92,86 313 100,32 547 96,99 231 91,67 308 98,72 539 95,57
Kendalkerep 584 520 1.104 573 98 516 99 1.089 99 571 97,77 516 99,23 1.087 98,46 572 97,95 512 98,46 1.084 98,19 575 98,46 511 98,27 1.086 98,37
Pandanwangi 709 648 1.357 708 100 787 121 1.495 110 699 98,59 772 119,14 1.471 108,40 653 92,10 692 106,79 1.345 99,12 656 92,52 693 106,94 1.349 99,41

5 Lowokwaru Dinoyo 564 551 1.115 533 95 493 89 1.026 92 517 91,67 494 89,66 1.011 90,67 540 95,74 477 86,57 1.017 91,21 489 86,70 453 82,21 942 84,48
Mojolangu 350 298 648 332 95 316 106 648 100 325 92,86 323 108,39 648 100,00 321 91,71 322 108,05 643 99,23 318 90,86 314 105,37 632 97,53
Kendalsari 419 401 820 320 76 297 74 617 75 313 74,70 320 79,80 633 77,20 358 85,44 341 85,04 699 85,24 358 85,44 339 84,54 697 85,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 7.059 6.499 13.558 6.690 95 6.617 102 13.307 98 6.635 93,99 6.640 102,17 13.275 97,91 6.797 96,29 6.590 101,40 13.387 98,74 6.383 90,42 6.225 95,78 12.608 92,99

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
Keterangan: a = khusus provinsi yang menerapkan 3 dosis polio maka diisi dengan polio 3
TABEL 44

CAKUPAN PEMBERIAN VITAMIN A PADA BAYI DAN ANAK BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA MALANG
TAHUN 2014

BAYI 6-11 BULAN ANAK BALITA (12-59 BULAN) BALITA (6-59 BULAN)
MENDAPAT VIT A MENDAPAT VIT A MENDAPAT VIT A
NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH BAYI JUMLAH JUMLAH
L P L+P L P L+P L P L+P
L P L+P S Ʒ % S % S % L P L+P S % S % S % L P L+P S % S % S %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30
1 Kedungkandang Kedungkandang 567 563 1.130 504 88,89 500 88,81 1.004 88,85 2.323 2.158 4.481 1.544 66,47 1.581 73,26 3.125 69,74 2.890 2.721 5.611 2.048 70,87 2.081 76,48 4.129 73,59
Gribig 629 560 1.189 522 82,99 501 89,46 1.023 86,04 2.620 2.436 5.056 2.547 97,21 2.452 100,66 4.999 98,87 3.249 2.996 6.245 3.069 94,46 2.953 98,56 6.022 96,43
Arjowinangun 517 459 976 353 68,28 327 71,24 680 69,67 1.796 1.824 3.620 1.622 90,31 1.559 85,47 3.181 87,87 2.313 2.283 4.596 1.975 85,39 1.886 82,61 3.861 84,01

2 Sukun Janti 660 582 1.242 579 37,58 551 45,19 1.130 90,98 2.631 2.363 4.994 2.311 56,18 2.305 43,42 4.616 92,43 3.291 2.945 6.236 2.890 87,82 2.856 96,98 5.746 92,14
Ciptomulyo 388 356 744 248 166,49 263 147,19 511 68,68 1.469 1.405 2.874 1.478 162,90 1.026 158,72 2.504 87,13 1.857 1.761 3.618 1.726 92,95 1.289 73,20 3.015 83,33
Mulyorejo 647 560 1.207 646 24,73 524 27,86 1.170 96,93 2.377 2.312 4.689 2.393 43,84 2.230 42,04 4.623 98,59 3.024 2.872 5.896 3.039 100,50 2.754 95,89 5.793 98,25

3 Klojen Arjuno 272 260 532 160 45,22 156 48,08 316 59,40 1.049 971 2.020 1.042 59,10 972 64,88 2.014 99,70 1.321 1.231 2.552 1.202 90,99 1.128 91,63 2.330 91,30
Bareng 330 293 623 299 63,33 280 77,39 579 92,94 1.281 1.178 2.459 1.184 86,49 1.186 93,38 2.370 96,38 1.611 1.471 3.082 1.483 92,05 1.466 99,66 2.949 95,68
Rampal Celaket 171 136 307 123 301,75 125 348,53 248 80,78 624 632 1.256 620 319,23 630 294,62 1.250 99,52 795 768 1.563 743 93,46 755 98,31 1.498 95,84

4 Blimbing Cisadea 252 312 564 209 173,41 227 148,72 436 77,26 1.193 1.111 2.304 1.108 158,84 1.100 162,56 2.208 95,83 1.445 1.423 2.868 1.317 91,14 1.327 93,24 2.644 92,18
Kendalkerep 584 520 1.104 516 39,04 474 43,08 990 89,67 2.274 2.238 4.512 1.992 60,42 1.862 61,80 3.854 85,42 2.858 2.758 5.616 2.508 87,75 2.336 84,70 4.844 86,25
Pandanwangi 709 648 1.357 377 40,90 520 44,14 897 66,10 2.758 2.390 5.148 2.480 58,09 2.402 70,08 4.882 94,83 3.467 3.038 6.505 2.857 82,41 2.922 96,18 5.779 88,84

5 Lowokwaru Dinoyo 564 551 1.115 437 51,42 464 51,91 901 80,81 2.077 2.088 4.165 1.895 77,13 1.806 80,22 3.701 88,86 2.641 2.639 5.280 2.332 88,30 2.270 86,02 4.602 87,16
Mojolangu 350 298 648 228 82,86 224 95,97 452 69,75 1.370 1.370 2.740 1.374 116,93 1.383 122,26 2.757 100,62 1.720 1.668 3.388 1.602 93,14 1.607 96,34 3.209 94,72
Kendalsari 419 401 820 290 69,21 286 71,32 576 70,24 1.644 1.668 3.312 1.602 97,45 1.675 100,42 3.277 98,94 2.063 2.069 4.132 1.892 91,71 1.961 94,78 3.853 93,25

JUMLAH (KAB/KOTA) 7.059 6.499 13.558 5.491 77,79 5.422 83,42 10.913 80,49 27.486 26.144 53.630 25.192 91,65 24.169 92,45 49.361 92,04 34.545 32.643 67.188 30.683 88,82 29.591 90,65 60.274 89,71

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
Keterangan: Pelaporan pemberian vitamin A dilakukan pada Februari dan Agustus, maka perhitungan bayi 6-11 bulan yang mendapat vitamin A dalam setahun
dihitung dengan mengakumulasi bayi 6-11 bulan yang mendapat vitamin A di bulan Februari dan yang mendapat vitamin A di bulan Agustus
TABEL 45

JUMLAH ANAK 0-23 BULAN DITIMBANG MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA MALANG
TAHUN 2014

ANAK 0-23 BULAN (BADUTA)


JUMLAH BADUTA DITIMBANG BGM
NO KECAMATAN PUSKESMAS
DILAPORKAN (S) JUMLAH (D) % (D/S) L P L+P
L P L+P L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 Kedungkandang Kedungkandang 1.151 1.105 2.256 604 571 1.175 52,47 51,65 52,07 0,0 0,0 0 0,0
Gribig 1.287 1.172 2.459 836 845 1.681 64,94 72,11 68,36 0,0 0,0 0 0,0
Arjowinangun 968 917 1.885 672 631 1.303 69,41 68,75 69,09 0,0 0,0 0 0,0

2 Sukun Janti 1.320 1.176 2.496 955 937 1.892 72,36 79,68 75,80 0,0 0,0 0 0,0
Ciptomulyo 756 708 1.465 533 514 1.046 70,44 72,51 71,44 0,0 0,0 0 0,0
Mulyorejo 1.244 1.141 2.384 832 698 1.529 66,86 61,17 64,14 0,0 0,0 0 0,0

3 Klojen Arjuno 535 505 1.040 304 271 574 56,76 53,61 55,23 0,0 0,0 0 0,0
Bareng 651 589 1.240 362 351 713 55,63 59,63 57,53 0,0 0,0 0 0,0
Rampal Celaket 328 294 622 198 212 410 60,41 71,98 65,88 0,0 0,0 0 0,0

4 Blimbing Cisadea 552 591 1.143 363 397 760 65,82 67,21 66,54 0,0 0,0 0 0,0
Kendalkerep 1.155 1.081 2.236 691 647 1.338 59,83 59,84 59,83 0,0 0,0 0 0,0
Pandanwangi 1.400 1.248 2.649 732 721 1.453 52,29 57,76 54,87 0,0 0,0 0 0,0

5 Lowokwaru Dinoyo 1.085 1.075 2.159 478 501 978 44,03 46,58 45,30 0,0 0,0 0 0,0
Mojolangu 694 641 1.335 359 359 719 51,80 56,00 53,81 0,0 0,0 0 0,0
Kendalsari 832 819 1.652 455 442 897 54,66 53,96 54,31 0,0 0,0 0 0,0

JUMLAH (KAB/KOTA) 13.959 13.062 27.021 8.374 8.095 16.469 59,99 61,97 60,95 0 0,0 0 0,0 0 0,0

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 46

CAKUPAN PELAYANAN ANAK BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA MALANG
TAHUN 2014

ANAK BALITA (12-59 BULAN)


MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN (MINIMAL 8 KALI)
NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH
L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Kedungkandang Kedungkandang 2.323 2.158 4.481 1.143 49,2 1.234 57,2 2.377 53,0
Gribig 2.620 2.436 5.056 2.047 78,1 1.843 75,7 3.890 76,9
Arjowinangun 1.796 1.824 3.620 2.169 120,8 1.809 99,2 3.978 109,9

2 Sukun Janti 2.631 2.363 4.994 2175 82,7 2142 92,0 4.317 86,4
Ciptomulyo 1.469 1.405 2.874 1040 70,8 997 74,0 2.037 70,9
Mulyorejo 2.377 2.312 4.689 1676 70,5 1666 72,5 3.342 71,3

3 Klojen Arjuno 1.049 971 2.020 808 77,0 834 85,9 1.642 81,3
Bareng 1.281 1.178 2.459 1.119 87,4 1.029 87,4 2.148 87,4
Rampal Celaket 624 632 1.256 611 97,9 575 91,0 1.186 94,4

4 Blimbing Cisadea 1.193 1.111 2.304 978 82,0 1.087 97,8 2.065 89,6
Kendalkerep 2.274 2.238 4.512 1.649 72,5 1.973 88,2 3.622 80,3
Pandanwangi 2.758 2.390 5.148 2.383 86,4 2.216 92,7 4.599 89,3

5 Lowokwaru Dinoyo 2.077 2.088 4.165 1.478 71,2 1.513 72,5 2.991 71,8
Mojolangu 1.370 1.370 2.740 1.144 83,5 1.193 87,1 2.337 85,3
Kendalsari 1.644 1.668 3.312 1.446 88,0 1.340 80,3 2.786 84,1

JUMLAH (KAB/KOTA) 27.486 26.144 53.630 21.866 79,6 21.451 82,0 43.317 80,8

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 47

JUMLAH BALITA DITIMBANG MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA MALANG
TAHUN 2014

BALITA
JUMLAH BALITA DITIMBANG BGM
NO KECAMATAN PUSKESMAS
DILAPORKAN (S) JUMLAH (D) % (D/S) L P L+P
L P L+P L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 Kedungkandang Kedungkandang 2.906 2.735 5.640 2.268 2.260 4.529 78,1 82,7 80,3 15 0,6 15 0,7 30 0,7
Gribig 3.267 3.012 6.279 2.625 2.626 5.251 80,3 87,2 83,6 5 0,2 6 0,2 11 0,2
Arjowinangun 2.325 2.295 4.620 2.164 2.148 4.312 93,1 93,6 93,3 17 0,8 18 0,9 35 0,8

2 Sukun Janti 3.308 2.961 6.268 2.687 2.577 5.265 81,2 87,1 84,0 11 0,4 17 0,7 28 0,5
Ciptomulyo 1.865 1.770 3.635 1.554 1.768 3.322 83,3 99,9 91,4 7 0,5 14 0,8 21 0,6
Mulyorejo 3.039 2.886 5.924 2.897 2.600 5.498 95,4 90,1 92,8 7 0,2 4 0,2 11 0,2

3 Klojen Arjuno 1.327 1.238 2.565 1.154 1.075 2.229 87,0 86,8 86,9 4 0,4 8 0,7 12 0,5
Bareng 1.619 1.479 3.098 1.422 1.411 2.833 87,8 95,4 91,4 2 0,1 2 0,2 4 0,1
Rampal Celaket 799 771 1.570 661 677 1.338 82,8 87,7 85,2 6 0,9 5 0,8 11 0,8

4 Blimbing Cisadea 1.452 1.430 2.882 1.175 1.188 2.363 80,9 83,1 82,0 3 0,2 6 0,5 8 0,3
Kendalkerep 2.872 2.770 5.642 2.327 2.213 4.541 81,0 79,9 80,5 13 0,6 14 0,6 28 0,6
Pandanwangi 3.484 3.054 6.538 2.669 2.684 5.354 76,6 87,9 81,9 6 0,2 10 0,4 16 0,3

5 Lowokwaru Dinoyo 2.652 2.652 5.304 2.284 2.312 4.596 86,1 87,2 86,6 7 0,3 9 0,4 16 0,4
Mojolangu 1.727 1.676 3.403 1.344 1.603 2.946 77,8 95,6 86,6 2 0,1 5 0,3 7 0,2
Kendalsari 2.074 2.079 4.153 1.762 1.692 3.454 84,9 81,4 83,2 6 0,3 5 0,3 11 0,3

JUMLAH (KAB/KOTA) 34.717 32.808 67.524 28.994 28.835 57.829 83,5 88 85,6 110 0,4 138 0,5 249 0,4

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 48

CAKUPAN KASUS BALITA GIZI BURUK YANG MENDAPAT PERAWATAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA MALANG
TAHUN 2014

KASUS BALITA GIZI BURUK


MENDAPAT PERAWATAN
NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH DITEMUKAN
L P L+P
L P L+P S % S % S %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Kedungkandang Kedungkandang 1 - 1 1 100,0 - #DIV/0! 1 100,0
Gribig 6 2 8 6 100,0 2 100,0 8 100,0
Arjowinangun 6 4 10 6 100,0 4 100,0 10 100,0

2 Sukun Janti 3 2 5 3 100,0 2 100,0 5 100,0


Ciptomulyo 6 4 10 6 100,0 4 100,0 10 100,0
Mulyorejo 5 4 9 5 100,0 4 100,0 9 100,0

3 Klojen Arjuno 5 3 8 5 100,0 3 100,0 8 100,0


Bareng - 3 3 - #DIV/0! 3 100,0 3 100,0
Rampal Celaket 7 2 9 7 100,0 2 100,0 9 100,0

4 Blimbing Cisadea 1 1 2 1 100,0 1 100,0 2 100,0


Kendalkerep 8 3 11 8 100,0 3 100,0 11 100,0
Pandanwangi 12 19 31 12 100,0 19 100,0 31 100,0

5 Lowokwaru Dinoyo 2 1 3 2 100,0 1 100,0 3 100,0


Mojolangu 1 1 2 1 100,0 1 100,0 2 100,0
Kendalsari 4 3 7 4 100,0 3 100,0 7 100,0

JUMLAH (KAB/KOTA) 67 52 119 67 100,0 52 100,0 119 100,0

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 49

CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN (PENJARINGAN) SISWA SD & SETINGKAT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA MALANG
TAHUN 2014

MURID KELAS 1 SD DAN SETINGKAT


SD DAN SETINGKAT
MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN (PENJARINGAN)
JUMLAH
NO KECAMATAN PUSKESMAS L P L+P MENDAPAT
PELAYANAN
JUMLAH %
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % KESEHATAN
(PENJARINGAN)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1 Kedungkandang Kedungkandang 513 453 966 513 100,0 453 100,0 966 100,0 27 27 100
Gribig 987 375 1.362 987 100,0 375 100,0 1.362 100,0 28 28 100
Arjowinangun 588 536 1.124 588 100,0 536 100,0 1.124 100,0 25 25 100

2 Sukun Janti 507 434 941 507 100,0 434 100,0 941 100,0 26 26 100
Ciptomulyo 357 367 724 357 100,0 367 100,0 724 100,0 15 15 100
Mulyorejo 609 567 1.176 609 100,0 567 100,0 1.176 100,0 30 30 100

3 Klojen Arjuno 464 492 956 464 100,0 492 100,0 956 100,0 20 20 100
Bareng 333 343 676 333 100,0 343 100,0 676 100,0 15 15 100
Rampal Celaket 298 272 570 298 100,0 272 100,0 570 100,0 11 11 100

4 Blimbing Cisadea 457 457 914 457 100,0 457 100,0 914 100,0 19 19 100
Kendalkerep 480 482 962 471 98,1 482 100,0 953 99,1 18 18 100
Pandanwangi 603 519 1.122 603 100,0 519 100,0 1.122 100,0 24 24 100

5 Lowokwaru Dinoyo 744 711 1.455 744 100,0 711 100,0 1.455 100,0 29 29 100
Mojolangu 391 356 747 391 100,0 355 99,7 746 99,9 16 16 100
Kendalsari 399 388 787 399 100,0 388 100,0 787 100,0 16 16 100

JUMLAH (KAB/KOTA) 7.730 6.752 14.482 7.721 99,9 6.751 100,0 14.472 99,9 319 319 100
CAKUPAN PENJARINGAN KESEHATAN SISWA SD & SETINGKAT 99,9 100,0 99,9

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 50

PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS


KOTA MALANG
TAHUN 2014

PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT


NO KECAMATAN PUSKESMAS PENCABUTAN GIGI RASIO TUMPATAN/
TUMPATAN GIGI TETAP
TETAP PENCABUTAN
1 2 3 4 5 6
1 Kedungkandang Kedungkandang 193 98 2,0
Gribig 310 310 1,0
Arjowinangun 173 494 0,4

2 Sukun Janti 335 215 1,6


Ciptomulyo 335 752 0,4
Mulyorejo 330 180 1,8

3 Klojen Arjuno 392 337 1,2


Bareng 694 231 3,0
Rampal Celaket 532 328 1,6

4 Blimbing Cisadea 362 232 1,6


Kendalkerep 401 141 2,8
Pandanwangi 671 101 6,6

5 Lowokwaru Dinoyo 326 158 2,1


Mojolangu 256 72 3,6
Kendalsari 216 292 0,7

JUMLAH (KAB/ KOTA) 5.526 3.941 1,4

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 51

PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK SD DAN SETINGKAT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA MALANG
TAHUN 2014

UPAYA KESEHATAN GIGI SEKOLAH

JUMLAH JUMLAH JUMLAH MURID SD/MI MURID SD/MI DIPERIKSA PERLU PERAWATAN MENDAPAT PERAWATAN
NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH SD/MI DGN SD/MI
% %
SD/MI SIKAT GIGI MENDAPAT
MASSAL YAN. GIGI
L P L+P L % P % L+P % L P L+P L % P % L+P %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26
1 Kedungkandang Kedungkandang 26 26 100,0 26 100,0 1.022 1.022 2.043 1.022 100 1.022 100 2.043 100 612 614 1.226 460 75,16 460 74,92 920 75,04
Gribig 28 28 100,0 28 100,0 1.819 1.819 3.637 1.819 100 1.819 100 3.637 100 1.091 1.091 2.182 684 62,69 684 62,69 1.368 62,69
Arjowinangun 25 25 100,0 25 100,0 2.786 2.786 5.571 2.786 100 2.786 100 5.571 100 1.672 1.672 3.343 1.348 80,62 1.348 80,62 2.695 80,62

2 Sukun Janti 26 26 100,0 26 100,0 1.780 1.780 3.559 1.780 100 1.780 100 3.559 100 1.068 1.068 2.135 1.010 94,57 1.010 94,57 2.019 94,57
Ciptomulyo 15 15 100,0 15 100,0 1.311 1.311 2.622 1.311 100 1.311 100 2.622 100 786 787 1.573 608 77,35 608 77,26 1.216 77,30
Mulyorejo 29 29 100,0 29 100,0 1.657 1.657 3.313 1.657 100 1.657 100 3.313 100 993 995 1.988 714 71,90 714 71,76 1.428 71,83

3 Klojen Arjuno 21 21 100,0 21 100,0 1.445 1.445 2.889 1.445 100 1.445 100 2.889 100 886 887 1.773 701 79,06 701 78,97 1.401 79,02
Bareng 15 15 100,0 15 100,0 1.082 1.082 2.163 1.082 100 1.082 100 2.163 100 1.081 1.082 2.163 1.018 94,17 1.018 94,13 2.036 94,15
Rampal Celaket 11 11 100,0 11 100,0 795 795 1.589 795 100 795 100 1.589 100 477 477 954 476 99,79 476 99,79 952 99,79

4 Blimbing Cisadea 19 19 100,0 19 100,0 2.749 2.749 5.497 2.749 100 2.749 100 5.497 100 1.924 1.924 3.848 1.836 95,43 1.836 95,43 3.672 95,43
Kendalkerep 18 18 100,0 18 100,0 1.421 1.421 2.841 1.421 100 1.421 100 2.841 100 852 853 1.705 866 101,64 866 102 1.732 102
Pandanwangi 24 24 100,0 24 100,0 1.578 1.578 3.155 1.578 100 1.578 100 3.155 100 946 947 1.893 1.376 145,40 1.376 145 2.751 145

5 Lowokwaru Dinoyo 29 29 100,0 29 100,0 1.980 1.980 3.960 1.980 100 1.980 100 3.960 100 1.188 1.188 2.376 1.188 100,00 1.188 100 2.376 100
Mojolangu 16 16 100,0 16 100,0 1.072 1.072 2.143 1.072 100 1.072 100 2.143 100 1.072 1.072 2.143 1.072 100,00 1.072 100 2.143 100
Kendalsari 17 17 100,0 17 100,0 865 866 1.731 865 100 866 100 1.731 100 519 519 1.038 459 88,44 459 88,44 918 88,44

JUMLAH (KAB/ KOTA) 319 319 100,0 319 100,0 23.356 23.357 46.713 23.356 100 23.357 100 46.713 100 15.166 15.174 30.340 13.814 91,09 13.814 91,03 27.627 91,06

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 52

CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN USIA LANJUT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA MALANG
TAHUN 2014

USILA (60TAHUN+)
NO KECAMATAN PUSKESMAS
JUMLAH MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN
L P L+P L % P % L+P %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Kedungkandang Kedungkandang 2.026 2.008 4.034 70 3,46 239 11,90 309 7,66
Gribig 2.563 2.650 5.213 190 7,41 448 16,91 638 12,24
Arjowinangun 1.689 1.677 3.366 273 16,16 598 35,66 871 25,88

2 Sukun Janti 2.576 2.653 5.229 802 31,13 836 31,51 1.638 31,33
Ciptomulyo 1.427 1.477 2.904 232 16,26 557 37,71 789 27,17
Mulyorejo 2.519 2.470 4.989 264 10,48 514 20,81 778 15,59

3 Klojen Arjuno 1.320 1.467 2.787 390 29,55 587 40,01 977 35,06
Bareng 1.596 1.730 3.326 67 4,20 57 3,29 124 3,73
Rampal Celaket 731 812 1.543 540 73,87 865 106,53 1.405 91,06

4 Blimbing Cisadea 1.240 1.332 2.572 879 70,89 1.246 93,54 2.125 82,62
Kendalkerep 2.358 2.298 4.656 293 12,43 441 19,19 734 15,76
Pandanwangi 2.578 2.654 5.232 213 8,26 290 10,93 503 9,61

5 Lowokwaru Dinoyo 3.080 3.317 6.397 1.031 33,47 1.855 55,92 2.886 45,11
Mojolangu 1.624 1.572 3.196 241 14,84 455 28,94 696 21,78
Kendalsari 1.919 1.936 3.855 322 16,78 497 25,67 819 21,25

JUMLAH (KAB/KOTA) 29.246 30.053 59.299 5.807 19,86 9.485 31,56 15.292 25,79

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 53

CAKUPAN JAMINAN KESEHATAN PENDUDUK MENURUT JENIS JAMINAN DAN JENIS KELAMIN
KOTA MALANG
TAHUN 2014

PESERTA JAMINAN KESEHATAN


NO JENIS JAMINAN KESEHATAN JUMLAH %
L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8

1 Jaminan Kesehatan Nasional 445.564 447.272 892.836 106,82 104,00 105,39

1.1 Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN 54.157 52.745 106.902 12,98 12,26 12,62

1.2 PBI APBD 8.535 11.655 20.190 2,05 2,71 2,38

1.3 Pekerja penerima upah (PPU) 390.223 375.521 765.744 93,55 87,32 90,39

1.4 Pekerja bukan penerima upah (PBPU)/mandiri * 0 0,00 0,00 0,00

1.5 Bukan pekerja (BP) * 0 0,00 0,00 0,00

2 Jamkesda 16.295 15.680 31.975 3,91 3,65 3,77

3 Asuransi Swasta 0 0,00 0,00 0,00

4 Asuransi Perusahaan 0 0,00 0,00 0,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 469.210 455.601 924.811 112,49 105,94 109,16

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
* Termasuk dalam PPU
TABEL 54

JUMLAH KUNJUNGAN RAWAT JALAN, RAWAT INAP, DAN KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN
KOTA MALANG
TAHUN 2014

JUMLAH KUNJUNGAN KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA


NO SARANA PELAYANAN KESEHATAN RAWAT JALAN RAWAT INAP JUMLAH
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Puskesmas Kedungkandang 39.628 70.967 110.595 131 131 262 499 608 1.107
2 Puskesmas Gribig 24.963 30.115 55.078 0 104 244 348
3 Puskesmas Arjowinangun 11.481 24.330 35.811 0 130 66 196
4 Puskesmas Janti 25.062 42.881 67.943 0 554 455 1.009
5 Puskesmas Ciptomulyo 20.020 19.997 40.017 0 313 371 684
6 Puskesmas Mulyorejo 16.356 17.856 34.212 0 186 159 345
7 Puskesmas Arjuno 3.393 3.757 7.150 0 176 109 285
8 Puskesmas Bareng 15.136 16.961 32.097 0 298 331 629
9 Puskesmas Rampal Celaket 11.390 17.759 29.149 0 128 176 304
10 Puskesmas Cisadea 10.765 17.165 27.930 0 116 94 210
11 Puskesmas Kendalkerep 34.037 47.370 81.407 247 248 495 175 286 461
12 Puskesmas Pandanwangi 14.410 27.023 41.433 0 151 167 318
13 Puskesmas Dinoyo 13.862 22.937 36.799 189 190 379 118 174 292
14 Puskesmas Mojolangu 6.229 11.962 18.191 0 69 46 115
15 Puskesmas Kendalsari 0 0 0 24 25 49 109 214 323

SUB JUMLAH I 246.732 371.080 617.812 591 594 1.185 3.126 3.500 6.626

1 RSU Dr.Saiful Anwar 117.173 174.506 291.679 16.331 18.436 34.767 0


2 RST Dr. Soepraoen 0 0 0
3 RS Panti Waluya 17.169 19.482 36.651 4.428 4.428 8.856 0
4 RS Panti Nirmala 27.630 27.629 55.259 4.182 4.181 8.363 0
5 RS Lavalette 80.017 51.418 131.435 5.951 4.310 10.261 0
6 RSI Malang 18.621 18.620 37.241 2.920 2.919 5.839 0
7 RSI Aisiyah 7.412 8.616 16.028 4.063 4.559 8.622 0
8 RS Permata Bunda 0 0 0
9 RS Hermina Tangkuban Perahu 0 0 0
10 RS Persada Hospital 2.950 3.255 6.205 442 449 891 0
11 RSAB Muhammadiyah 9.515 11.314 20.829 364 671 1.035 0
12 RSIA Husada Bunda 3.297 4.954 8.251 361 829 1.190 0
13 RSIA Mardi Waloeja 2.502 2.714 5.216 265 521 786 0
14 RSKB Manu Husada 0 0 0
15 RSB Mardi Waloeja Rampal 411 19.784 20.195 90 540 630 0
16 RSIA Mutiara Bunda 0 0 0
17 RSB Permata Hati 0 0 0
18 RSIA Melati Husada 0 0 0
19 RSIA Puri Bunda 0 0 0
20 RSAB Harmoni Gajayana 0 0 0
21 RSIA Puri 1.097 8.003 9.100 190 581 771 0
22 RSIA Refa Husada 523 1.182 1.705 263 764 1.027 0
23 RSIA Ganesha Medika 0 0 0
24 RSIA Galeri Candra 1.059 7.457 8.516 157 755 912 0

SUB JUMLAH II 289.376 358.934 648.310 40.007 43.943 83.950 0 0 0


1 Sarana Yankes lainnya (sebutkan) 0 0 0
2 Sarana Yankes lainnya (sebutkan) 0 0 0
3 Sarana Yankes lainnya (sebutkan) 0 0 0
4 Sarana Yankes lainnya (sebutkan) 0 0 0
0 0 0
SUB JUMLAH III 0 0 0 0 0 0 0 0 0
JUMLAH (KAB/KOTA) 536.108 730.014 1.266.122 40.598 44.537 85.135 3.126 3.500 6.626
JUMLAH PENDUDUK KAB/KOTA 417.109 430.066 847.175 417.109 430.066 847.175
CAKUPAN KUNJUNGAN (%) 128,53 169,74 149,45 9,73 10,36 10,05

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
Catatan: Puskesmas non rawat inap hanya melayani kunjungan rawat jalan
TABEL 55

ANGKA KEMATIAN PASIEN DI RUMAH SAKIT


KOTA MALANG
TAHUN 2014

PASIEN KELUAR PASIEN KELUAR MATI


a JUMLAH PASIEN KELUAR MATI GDR NDR
NO NAMA RUMAH SAKIT (HIDUP + MATI) 48 JAM DIRAWAT
TEMPAT TIDUR
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 RSU Dr.Saiful Anwar 902 16.321 18.496 34.817 1.888 1.508 3.396 1.395 1.153 2.548 115,7 81,5 97,5 85,5 62,3 73,2
2 RST Dr. Soepraoen - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
3 RS Panti Waluya 215 4.434 4.435 8.869 168 168 336 89 89 178 37,9 37,9 37,9 20,1 20,1 20,1
4 RS Panti Nirmala 193 4.183 4.184 8.367 187 188 375 105 105 210 44,7 44,9 44,8 25,1 25,1 25,1
5 RS Lavalette 151 6.031 4.230 10.261 217 190 407 100 67 167 36,0 44,9 39,7 16,6 15,8 16,3
6 RSI Malang 100 2.751 2.751 5.502 56 56 112 25 25 50 20,4 20,4 20,4 9,1 9,1 9,1
7 RSI Aisiyah 128 7.764 9.113 16.877 176 183 359 80 83 163 22,7 20,1 21,3 10,3 9,1 9,7
8 RS Permata Bunda - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
9 RS Hermina Tangkuban Perahu - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
10 RS Persada Hospital 79 476 489 965 21 12 33 7 7 14 44,1 24,5 34,2 14,7 14,3 14,5
11 RSAB Muhammadiyah 43 326 709 1.035 1 2 3 - - - 3,07 2,82 2,90 - - -
12 RSIA Husada Bunda 29 361 829 1.190 2 1 3 - 5,5 1,2 2,5 - - -
13 RSIA Mardi Waloeja 41 270 523 793 - - - - - - - -
14 RSKB Manu Husada - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
15 RSB Mardi Waloeja Rampal 25 90 381 471 - - - - - - - - - - - -
16 RSIA Mutiara Bunda - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
17 RSB Permata Hati - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
18 RSIA Melati Husada - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
19 RSIA Puri Bunda - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
20 RSAB Harmoni Gajayana - - - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
21 RSIA Puri 25 188 582 770 2 - 2 - - - 10,64 - 2,60 - - -
22 RSIA Refa Husada 40 263 764 1.027 14 3 17 - 1 1 53,2 3,9 16,6 - 1,3 1,0
23 RSIA Ganesha Medika 40 263 764 1.027 7 2 9 - 1 1 26,6 2,6 8,8 - 1,3 1,0
24 RSIA Galeri Candra 25 151 754 905 6 1 7 - - - 39,74 1,33 7,73 - - -

KABUPATEN/KOTA 2.036 43.872 49.004 92.876 2.745 2.314 5.059 1.801 1.531 3.332 6,26 4,72 5,45 4,1 3,1 3,6

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
Keterangan: a termasuk rumah sakit swasta
TABEL 56

INDIKATOR KINERJA PELAYANAN DI RUMAH SAKIT


KOTA MALANG
TAHUN 2014

NAMA RUMAH JUMLAH PASIEN KELUAR JUMLAH HARI JUMLAH LAMA


NO BOR (%) BTO (KALI) TOI (HARI) ALOS (HARI)
SAKITa TEMPAT TIDUR (HIDUP + MATI) PERAWATAN DIRAWAT

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 RSU Dr.Saiful Anwar 902 34.817 224.178 237.052 68,1 38,59977827 3,017261683 6,8
2 RST Dr. Soepraoen 0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
3 RS Panti Waluya 215 8.869 35.061 34.479 44,7 41,25116279 4,9 3,9
4 RS Panti Nirmala 193 8.367 36.393 37.771 51,7 43,35233161 4,069798016 4,5
5 RS Lavalette 151 10.261 41.951 40.771 76,1 67,95364238 1,3 4,0
6 RSI Malang 100 5.502 16.879 16.239 46,2 55,02 3,566157761 3,0
7 RSI Aisiyah 128 16.877 3.263 31.129 7,0 131,8515625 2,6 1,8
8 RS Permata Bunda 0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
9 RS Hermina Tangkub 0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
10 RS Persada Hospital 79 965 3.670 3.537 12,7 12,21518987 26,1 3,7
11 RSAB Muhammadiya 43 1.035 2.339 3.378 14,90 24,07 12,90 3,26
12 RSIA Husada Bunda 29 1.190 3.071 3.381 29,0 41,03448276 6,3 2,8
13 RSIA Mardi Waloeja 41 793 2.205 2.178 14,7 19,34146341 16,1 2,7
14 RSKB Manu Husada 0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
15 RSB Mardi Waloeja Ra 25 471 1.516 1.064 16,6 18,84 16,2 2,3
16 RSIA Mutiara Bunda 0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
17 RSB Permata Hati 0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
18 RSIA Melati Husada 0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
19 RSIA Puri Bunda 0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
20 RSAB Harmoni Gajay 0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
21 RSIA Puri 25 770 3.809 5 41,74 30,80 6,90 0,01
22 RSIA Refa Husada 40 1.027 3 4 0,0 25,675 14,2 0,0
23 RSIA Ganesha Medika 40 1.027 0,0 25,675 14,2 0,0
24 RSIA Galeri Candra 25 905 2.396 2.528 26,26 36,20 7,44 2,79

KABUPATEN/KOTA 2036 92876 376.734 413.516 50,69 45,62 3,95 4,45

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
Keterangan: a termasuk rumah sakit swasta
TABEL 57

PERSENTASE RUMAH TANGGA BERPERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (BER-PHBS) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA MALANG
TAHUN 2014

RUMAH TANGGA
NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH JUMLAH
JUMLAH % DIPANTAU % BER- PHBS
DIPANTAU BER- PHBS
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Kedungkandang Kedungkandang 1.500 1.500 100,0 450 30,0
Gribig 17.708 5.308 30,0 2.724 51,3
Arjowinangun 10.809 2.161 20,0 1.500 69,4

2 Sukun Janti 18.554 4.141 22,3 1.885 45,5


Ciptomulyo 27.668 6.917 25,0 1.988 28,7
Mulyorejo 18.148 3.229 17,8 444 13,8

3 Klojen Arjuno 10.329 2.066 20,0 1.000 48,4


Bareng 13.985 2.797 20,0 1.622 58,0
Rampal Celaket 8.990 1.500 16,7 379 25,3

4 Blimbing Cisadea 10.766 643 6,0 422 65,6


Kendalkerep 16.088 2.095 13,0 1.146 54,7
Pandanwangi 17.286 1.920 11,1 1.114 58,0

5 Lowokwaru Dinoyo 32.444 6.489 20,0 1.678 25,9


Mojolangu 10.650 1.500 14,1 1.000 66,7
Kendalsari 11.914 1.120 9,4 596 53,2

JUMLAH (KAB/KOTA) 226.839 43.386 19,1 17.948 41,4

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 58

PERSENTASE RUMAH SEHAT MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS


KOTA MALANG
TAHUN 2014

2013 2014
RUMAH MEMENUHI SYARAT JUMLAH RUMAH DIBINA MEMENUHI RUMAH MEMENUHI SYARAT
JUMLAH RUMAH DIBINA
(RUMAH SEHAT) RUMAH YANG SYARAT (RUMAH SEHAT)
NO KECAMATAN PUSKESMAS SELURUH
BELUM
RUMAH
JUMLAH % MEMENUHI JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
SYARAT
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
1 Kedungkandang Kedungkandang 12.948 10.600 81,87 2.348 462 19,68 392 84,85 10.992 84,89
Gribig 17.732 14.818 83,57 2.914 512 17,57 451 88,09 15.269 86,11
Arjowinangun 11.232 8.620 76,75 2.612 537 20,56 507 94,41 9.127 81,26

2 Sukun Janti 14.602 11.866 81,26 2.736 457 16,70 409 89,50 12.275 84,06
Ciptomulyo 9.113 6.978 76,57 2.135 429 20,09 386 89,98 7.364 80,81
Mulyorejo 15.269 11.742 76,90 3.527 566 16,05 497 87,81 12.239 80,16

3 Klojen Arjuno 8.636 5.268 61,00 3.368 411 12,20 381 92,70 5.649 65,41
Bareng 10.612 6.473 61,00 4.139 521 12,59 469 90,02 6.942 65,42
Rampal Celaket 5.087 3.245 63,79 1.842 398 21,61 339 85,18 3.584 70,45

4 Blimbing Cisadea 10.849 6.618 61,00 4.231 561 13,26 497 88,59 7.115 65,58
Kendalkerep 15.235 12.541 82,32 2.694 511 18,97 411 80,43 12.952 85,01
Pandanwangi 15.666 10.404 66,41 5.262 581 11,04 513 88,30 10.917 69,69

5 Lowokwaru Dinoyo 15.196 9.877 65,00 5.319 592 11,13 513 86,66 10.390 68,38
Mojolangu 10.068 6.746 67,00 3.322 461 13,88 437 94,79 7.183 71,34
Kendalsari 11.676 8.420 72,11 3.256 429 13,18 397 92,54 8.817 75,51

JUMLAH (KAB/KOTA) 183.921 134.216 72,97 49.705 7.428 14,94 6599 88,84 140.815 76,56

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 59

PENDUDUK DENGAN AKSES BERKELANJUTAN TERHADAP AIR MINUM BERKUALITAS (LAYAK) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA MALANG
TAHUN 2014

BUKAN JARINGAN PERPIPAAN


PENDUDUK
DENGAN AKSES
PERPIPAAN (PDAM,BPSPAM) BERKELANJUTAN
SUMUR GALI TERLINDUNG SUMUR GALI DENGAN POMPA SUMUR BOR DENGAN POMPA TERMINAL AIR MATA AIR TERLINDUNG PENAMPUNGAN AIR HUJAN TERHADAP AIR
MINUM LAYAK

NO KECAMATAN PUSKESMAS PENDUDUK


MEMENUHI MEMENUHI MEMENUHI MEMENUHI MEMENUHI MEMENUHI MEMENUHI

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA
SYARAT SYARAT SYARAT SYARAT SYARAT SYARAT SYARAT

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA
PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK
JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH
PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA
PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK
SARANA

SARANA

SARANA

SARANA

SARANA

SARANA

SARANA
JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

%
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34
1 Kedungkandang Kedungkandang 57.638 2.017 8.069 807 4.035 3.048 12.192 914 4.572 139 556 35 174,00 9.762 43.929 9.762 48.810 57.591 99,92
Gribig 74.483 2.607 10.428 1.043 5.214 5.508 22.032 1.928 9.639 3 300 0 0,00 11.865 53.393 11.865 59.325 74.178 99,59
Arjowinangun 48.086 1.683 6.732 505 2.020 8.244 32.976 2.061 8.244 7.491 33.710 7.491 37.455 47.719 99,24

2 Sukun Janti 74.699 2.241 8.964 896 4.482 12.491 49.962 4.372 21.858 9.766 43.947 9.766 48.830 75.170 100,63
Ciptomulyo 41.494 1.037 4.149 207 830 4.986 19.944 997 3.989 9.043 40.694 9.043 37.076 41.895 100,97
Mulyorejo 71.278 3.564 14.256 1.426 7.128 16.302 65.208 4.891 24.453 8.042 36.189 8.042 40.210 71.791 100,72

3 Klojen Arjuno 39.817 1.593 6.371 478 2.389 1.364 5.456 477 1.910 2 25 0 0,00 8.697 39.137 8.697 35.658 39.957 100,35
Bareng 47.516 1.901 7.603 570 2.851 3.792 15.168 758 3.034 10.154 45.693 10.154 41.631 47.516 100,00
Rampal Celaket 22.051 662 2.646 132 529 1.196 3.588 299 897 5.176 23.292 5.176 20.704 22.130 100,36

4 Blimbing Cisadea 36.740 1.653 6.613 496 2.480 2.961 8.883 740 2.961 7.016 31.572 7.016 31.572 37.013 100,74
Kendalkerep 66.518 3.326 13.304 1.330 6.652 7.256 29.024 2.032 10.158 9.964 44.838 9.964 49.820 66.630 100,17
Pandanwangi 74.734 2.989 11.957 897 3.587 12.341 49.364 4.319 17.277 10.735 48.308 10.735 53.675 74.539 99,74

5 Lowokwaru Dinoyo 91.392 7.311 29.246 2.925 14.623 12.514 62.570 5.006 25.028 10.162 50.810 10.162 51.826 91.477 100,09
Mojolangu 45.661 2.283 9.132 685 3.425 2.040 8.160 714 3.570 7.727 34.772 7.727 38.635 45.630 99,93
Kendalsari 55.068 2.478 8.673 620 3.098 1.740 6.960 609 2.862 11.749 52.871 11.749 49.346 55.306 100,43

JUMLAH (KAB/KOTA) 847.175 37.345 148.143 13.017 63.343 95.783 391.487 30.117 140.452 0 0 0 0 0 0 0 0 144 881 35 174 0 0 0 0 137.349 623.155 137.349 644.573 848.542 100,1614

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 60

PERSENTASE KUALITAS AIR MINUM DI PENYELENGGARA AIR MINUM YANG MEMENUHI SYARAT KESEHATAN
KOTA MALANG
TAHUN 2014

JUMLAH MEMENUHI SYARAT


JUMLAH SAMPEL (FISIK, BAKTERIOLOGI, DAN KIMIA)
NO KECAMATAN PUSKESMAS PENYELENGGARA
DIPERIKSA
AIR MINUM
JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7
1 Kedungkandang Kedungkandang 9 9 7 77,78
Gribig 4 4 3 75,00
Arjowinangun 3 3 3 100,00

2 Sukun Janti 2 2 2 100,00


Ciptomulyo 1 1 1 100,00
Mulyorejo 3 3 2 66,67

3 Klojen Arjuno 1 1 1 100,00


Bareng 1 1 1 100,00
Rampal Celaket 1 1 1 100,00

4 Blimbing Cisadea 1 1 1 100,00


Kendalkerep 1 1 1 100,00
Pandanwangi 1 1 1 100,00

5 Lowokwaru Dinoyo 3 3 3 100,00


Mojolangu 3 3 3 100,00
Kendalsari 1 1 1 100,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 35 35 31 88,57

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 61

PENDUDUK DENGAN AKSES TERHADAP FASILITAS SANITASI YANG LAYAK (JAMBAN SEHAT) MENURUT JENIS JAMBAN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA MALANG
TAHUN 2014

JENIS SARANA JAMBAN PENDUDUK DENGAN


KOMUNAL LEHER ANGSA PLENGSENGAN CEMPLUNG AKSES SANITASI
LAYAK (JAMBAN

PENDUDUK
MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT SEHAT)

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA
JUMLAH

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA
PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK
% PENDUDUK

% PENDUDUK

% PENDUDUK

% PENDUDUK
NO KECAMATAN PUSKESMAS

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH
PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA
PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA
PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK
SARANA

SARANA

SARANA

SARANA
JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH
JUMLAH %

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26
1 Kedungkandang Kedungkandang 57.638 2 200 2 200 100 12.125 12.125 12.125 12.125 100 108 108 108 108 100 723 723 723 723 100 13156 22,8
Gribig 74.483 2 200 2 200 100 16.251 16.251 16.251 16.251 100 1.290 1.290 1.290 1.290 100 441 441 441 441 100 18182 24,4
Arjowinangun 48.086 3 6.200 3 6.200 100 7.734 7.734 7.734 7.734 100 354 354 354 354 100 4.885 4.885 4.885 4.885 100 19173 39,9

2 Sukun Janti 74.699 4 500 4 500 100 11.937 11.937 11.937 11.937 100 652 652 652 652 100 4.293 4.293 4.293 4.293 100 17382 23,3
Ciptomulyo 41.494 2 10.100 2 10.100 100 7.084 7.084 7.084 7.084 100 197 197 197 197 100 1.300 1.300 1.300 1.300 100 18681 45,0
Mulyorejo 71.278 2 300 2 300 100 14.392 14.392 14.392 14.392 100 - - - - #NV 644 644 644 644 100 15336 21,5

3 Klojen Arjuno 39.817 2 300 2 300 100 3.559 3.559 3.559 3.559 100 - - - - #NV 5.382 5.382 5.382 5.382 100 9241 23,2
Bareng 47.516 1 200 1 200 100 10.593 10.593 10.593 10.593 100 - - - - #NV 2.080 2.080 2.080 2.080 100 12873 27,1
Rampal Celaket 22.051 3 400 3 400 100 3.764 3.764 3.764 3.764 100 - - - - #NV 1.323 1.323 1.323 1.323 100 5487 24,9

4 Blimbing Cisadea 36.740 1 100 1 100 100 7.849 7.849 7.849 7.849 100 168 168 168 168 100 562 562 562 562 100 8679 23,6
Kendalkerep 66.518 2 300 2 300 100 8.354 8.354 8.354 8.354 100 5.578 5.578 5.578 5.578 100 1.303 1.303 1.303 1.303 100 15535 23,4
Pandanwangi 74.734 2 300 2 300 100 13.352 13.352 13.352 13.352 100 - - - - #NV 1.657 1.657 1.657 1.657 100 15309 20,5

5 Lowokwaru Dinoyo 91.392 6 800 6 800 100 9.035 9.035 9.035 9.035 100 - - - - #NV 2.414 2.414 2.414 2.414 100 12249 13,4
Mojolangu 45.661 1 100 1 100 100 8.186 8.186 8.186 8.186 100 653 653 653 653 100 719 719 719 719 100 9658 21,2
Kendalsari 55.068 2 300 2 300 100 10.174 10.174 10.174 10.174 100 195 195 195 195 100 1.321 1.321 1.321 1.321 100 11990 21,8

JUMLAH (KAB/KOTA) 847.175 35 20.300 35 20.300 100 144.389 144.389 144.389 144.389 100 9.195 9.195 9.195 9.195 100 29.047 29.047 29.047 29.047 100 202.931 24,0

Sumber : an
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 62

DESA YANG MELAKSANAKAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT


KOTA MALANG
TAHUN 2014

SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM)


JUMLAH DESA/ DESA MELAKSANAKAN DESA STOP BABS
NO KECAMATAN PUSKESMAS DESA STBM
KELURAHAN STBM (SBS)
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Kedungkandang Kedungkandang 4 4 100 0 0,00 4 100
Gribig 4 4 100 2 50,00 4 100
Arjowinangun 4 4 100 1 25,00 4 100

2 Sukun Janti 3 3 100 0 0,00 3 100


Ciptomulyo 3 3 100 0 0,00 3 100
Mulyorejo 5 5 100 0 0,00 5 100

3 Klojen Arjuno 4 4 100 0 0,00 4 100


Bareng 4 4 100 1 25,00 4 100
Rampal Celaket 3 3 100 0 0,00 3 100

4 Blimbing Cisadea 2 2 100 0 0,00 2 100


Kendalkerep 4 4 100 0 0,00 4 100
Pandanwangi 5 5 100 1 20,00 5 100

5 Lowokwaru Dinoyo 6 6 100 0 0,00 6 100


Mojolangu 3 3 100 1 33,33 3 100
Kendalsari 3 3 100 0 0,00 3 100

JUMLAH (KAB/KOTA) 57 57 100 6 10,53 57 100

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 63

PERSENTASE TEMPAT-TEMPAT UMUM MEMENUHI SYARAT KESEHATAN MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA MALANG
TAHUN 2014

TEMPAT-TEMPAT UMUM
YANG ADA MEMENUHI SYARAT KESEHATAN

SARANA PENDIDIKAN SARANA KESEHATAN HOTEL


SARANA TEMPAT-TEMPAT
SARANA PENDIDIKAN HOTEL
KESEHATAN RUMAH SAKIT UMUM

JUMLAH TTU
NO KECAMATAN PUSKESMAS SD SLTP SLTA PUSKESMAS BINTANG NON BINTANG
UMUM

RUMAH SAKIT
PUSKESMAS

BINTANG

BINTANG

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH
UMUM
SLTP

SLTA

NON
SD

%
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27
1 Kedungkandang Kedungkandang 26 12 4 4 - - 1 47 26 100,0 12 100,0 4 100,0 4 100,0 - #DIV/0! 0 #DIV/0! 1
100,0 47 100,0
Gribig 28 6 9 4 - - - 47 28 100,0 6 100,0 9 100,0 4 100,0 - #DIV/0! 0 #DIV/0! - #DIV/0! 47 100,0
Arjowinangun 23 4 3 4 1 - 1 36 23 100,0 4 100,0 3 100,0 4 100,0 1 100,0 0 #DIV/0! 1 100,0 36 100,0

2 Sukun Janti 25 6 7 4 1 - - 43 24 96,0 6 100,0 7 100,0 4 100,0 1 100,0 0 #DIV/0! - #DIV/0! 42 97,7
Ciptomulyo 15 4 3 3 - - 1 26 15 100,0 4 100,0 3 100,0 3 100,0 - #DIV/0! 0 #DIV/0! - - 25 96,2
Mulyorejo 28 5 3 6 - 1 - 43 28 100,0 5 100,0 3 100,0 6 100,0 - #DIV/0! 1 100,0 - #DIV/0! 43 100,0

3 Klojen Arjuno 19 10 11 2 1 9 5 57 19 100,0 10 100,0 11 100,0 2 100,0 1 100,0 9 100,0 5 100,0 57 100,0
Bareng 16 9 10 2 2 1 7 47 15 93,8 9 100,0 10 100,0 2 100,0 2 100,0 1 100,0 7 100,0 46 97,9
Rampal Celaket 12 7 8 1 1 4 18 51 12 100,0 7 100,0 8 100,0 1 100,0 1 100,0 4 100,0 18 100,0 51 100,0

4 Blimbing Cisadea 19 5 1 1 - 2 4 32 19 100,0 5 100,0 1 100,0 1 100,0 - #DIV/0! 2 100,0 4 100,0 32 100,0
Kendalkerep 19 6 7 2 - - 2 36 19 100,0 6 100,0 7 100,0 2 100,0 - #DIV/0! 0 #DIV/0! 2 100,0 36 100,0
Pandanwangi 24 8 5 5 1 2 4 49 24 100,0 8 100,0 5 100,0 5 100,0 1 100,0 2 100,0 4 100,0 49 100,0

5 Lowokwaru Dinoyo 29 10 7 5 1 1 1 54 29 100,0 10 100,0 7 100,0 5 100,0 1 100,0 1 100,0 1


100,0 54 100,0
Mojolangu 16 5 5 3 1 1 - 31 16 100,0 5 100,0 5 100,0 3 100,0 1 100,0 1 100,0 - #DIV/0! 31 100,0
Kendalsari 17 3 5 2 - 1 1 29 17 100,0 3 100,0 5 100,0 2 100,0 - #DIV/0! 1 100,0 1 100,0 29 100,0

JUMLAH (KAB/KOTA) 316 100 88 48 9 22 45 628 314 99,4 100 100,0 88 100,0 48 100,0 9 100,0 22 100,0 44 97,8 625 99,52229

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 64

TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN (TPM) MENURUT STATUS HIGIENE SANITASI


KOTA MALANG
TAHUN 2014

TPM MEMENUHI SYARAT HIGIENE SANITASI TPM TIDAK MEMENUHI SYARAT HIGIENE SANITASI
JUMLAH RUMAH DEPOT AIR RUMAH DEPOT AIR
NO KECAMATAN PUSKESMAS MAKANAN MAKANAN
TPM JASA BOGA MAKAN/ MINUM TOTAL % JASA BOGA MAKAN/ MINUM TOTAL %
JAJANAN JAJANAN
RESTORAN (DAM) RESTORAN (DAM)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
1 Kedungkandang Kedungkandang 35 1 0 5 20 26 74,29 0 0 0 9 9 25,71
Gribig 135 8 8 12 86 114 84,44 0 1 3 17 21 15,56
Arjowinangun 139 1 1 5 113 120 86,33 1 0 2 16 19 13,67

2 Sukun Janti 60 6 13 15 15 49 81,67 1 0 1 9 11 18,33


Ciptomulyo 55 1 0 7 41 49 89,09 1 0 1 4 6 10,91
Mulyorejo 163 0 5 11 84 100 61,35 0 0 3 60 63 38,65

3 Klojen Arjuno 47 8 19 2 17 46 97,87 0 0 0 1 1 2,13


Bareng 88 9 13 7 22 51 57,95 1 9 2 25 37 42,05
Rampal Celaket 66 0 12 1 29 42 63,64 0 1 0 23 24 36,36

4 Blimbing Cisadea 44 2 6 5 20 33 75,00 1 7 0 3 11 25,00


Kendalkerep 72 6 1 10 43 60 83,33 7 0 1 4 12 16,67
Pandanwangi 80 4 6 15 27 52 65,00 3 0 3 22 28 35,00

5 Lowokwaru Dinoyo 59 4 3 18 30 55 93,22 0 0 3 1 4 6,78


Mojolangu 85 12 7 11 49 79 92,94 1 1 3 1 6 7,06
Kendalsari 45 3 9 12 12 36 80,00 3 1 3 2 9 20,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 1173 65 103 136 608 912 77,75 19 20 25 197 261 22,25

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 65

TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN DIBINA DAN DIUJI PETIK


KOTA MALANG
TAHUN 2014

JUMLAH TPM DIBINA JUMLAH TPM DIUJI PETIK

PERSENTASE TPM

PERSENTASE TPM
MEMENUHI SYARAT

MEMENUHI SYARAT
JUMLAH TPM TIDAK

HIGIENE SANITASI
RUMAH MAKAN/

RUMAH MAKAN/
JUMLAH TPM

DIUJI PETIK
MINUM (DAM)

MINUM (DAM)
JASA BOGA

JASA BOGA
RESTORAN

RESTORAN
DEPOT AIR

DEPOT AIR
MAKANAN

MAKANAN
DIBINA
JAJANAN

JAJANAN
TOTAL

TOTAL
NO KECAMATAN PUSKESMAS

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
1 KedungkandangKedungkandang 9 0 0 0 9 9 100,00 26 1 0 5 20 26 100,00
Gribig 21 0 1 3 17 21 100,00 114 8 8 12 86 114 100,00
Arjowinangun 19 1 0 2 16 19 100,00 120 1 1 5 113 120 100,00

2 Sukun Janti 11 1 0 1 9 11 100,00 49 6 13 15 15 49 100,00


Ciptomulyo 6 1 0 1 4 6 100,00 49 1 0 7 41 49 100,00
Mulyorejo 63 0 0 3 60 63 100,00 100 0 5 11 84 100 100,00

3 Klojen Arjuno 1 0 0 0 1 1 100,00 46 8 19 2 17 46 100,00


Bareng 37 1 9 2 25 37 100,00 51 9 13 7 22 51 100,00
Rampal Celaket 24 0 1 0 23 24 100,00 42 0 12 1 29 42 100,00

4 Blimbing Cisadea 11 1 7 0 3 11 100,00 33 2 6 5 20 33 100,00


Kendalkerep 12 7 0 1 4 12 100,00 60 6 1 10 43 60 100,00
Pandanwangi 28 3 0 3 22 28 100,00 52 4 6 15 27 52 100,00

5 Lowokwaru Dinoyo 4 0 0 3 1 4 100,00 55 4 3 18 30 55 100,00


Mojolangu 6 1 1 3 1 6 100,00 79 12 7 11 49 79 100,00
Kendalsari 9 3 1 3 2 9 100,00 36 3 9 12 12 36 100,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 261 19 20 25 197 261 100,00 912 65 103 136 608 912 100,00

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 66

PERSENTASE KETERSEDIAAN OBAT DAN VAKSIN


KOTA MALANG
TAHUN 2014

PERSENTASE
SATUAN TOTAL JUMLAH
NO NAMA OBAT KEBUTUHAN SISA STOK KETERSEDIAAN
TERKECIL PENGGUNAAN OBAT/VAKSIN
OBAT/VAKSIN
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Alopurinol tablet 100 mg tablet 254.250 130.900 189.700 320.600 126,10
2 Aminofilin tablet 200 mg tablet 81.900 44.400 42.100 86.500 105,62
3 Aminofilin injeksi 24 mg/ml tablet
4 Amitripilin tablet salut 25 mg (HCL) tablet 4.500 12.000 9.900 21.900 486,67
5 Amoksisilin kapsul 250 mg kapsul
6 Amoksisilin kaplet 500 mg kaplet 845.700 1.448.300 2.329.800 3.778.100 446,74
7 Amoksisilin sirup kering 125 mg/ 5 mg botol 33.370 13.720 30.940 44.660 133,83
8 Metampiron tablet 500 mg tablet 623.700 220.800 282.800 503.600 80,74
9 Metampiron injeksi 250 mg ampul 540 270 1.440 1.710 316,67
10 Antasida DOEN I tablet kunyah, kombinasi :Aluminium tablet 737.550 495.100 151.700 646.800 87,70
Hidroksida 200 mg + Magnesium Hidroksida 200 mg
11 Anti Bakteri DOEN saleb kombinasi : Basitrasin 500 IU/g + tube 5.850 2.675 6.025 8.700 148,72
polimiksin 10.000 IU/g
12 Antihemoroid DOEN kombinasi : Bismut Subgalat 150 mg + supp 9.675 7.950 3.350 11.300 116,80
Heksaklorofen 250 mg
13 Antifungi DOEN Kombinasi : Asam Benzoat 6% + Asam pot 4.572 2.256 5.136 7.392 161,68
Salisilat 3%
14 Antimigren : Ergotamin tartrat 1 mg + Kofein 50 mg tablet 28.500 10.300 10.700 21.000 73,68
15 Antiparkinson DOEN tablet kombinasi : Karbidopa 25 mg + tablet
Levodopa 250 mg
16 Aqua Pro Injeksi Steril, bebas pirogen vial 1.560 1.320 3.360 4.680 300,00
17 Asam Askorbat (vitamin C) tablet 50 mg tablet 457.500 595.000 764.000 1.359.000 297,05
18 Asam Asetisalisilat tablet 100 mg (Asetosal) tablet 140.400 84.100 196.600 280.700 199,93
19 Asam Asetisalisilat tablet 500 mg (Asetosal) tablet
20 Atropin sulfat tablet 0,5 mg tablet
21 Atropin tetes mata 0,5% botol
22 Atropin injeksi l.m/lv/s.k. 0,25 mg/mL - 1 mL (sulfat) ampul 180 - 270 270 150,00
23 Betametason krim 0,1 % krim 8.637 6.850 100 6.950 80,47
24 Deksametason Injeksi I.v. 5 mg/ml ampul 1.500 3.000 1.700 4.700 313,33
25 Deksametason tablet 0,5 mg tablet 449.400 377.500 1.090.900 1.468.400 326,75
26 Dekstran 70-larutan infus 6% steril botol
27 Dekstrometorfan sirup 10 mg/5 ml (HBr) botol 13.050 0 0,00
28 Dekstrometorfan tablet 15 mg (HBr) tablet 279.900 0 0,00
29 Diazepam Injeksi 5mg/ml ampul 225 250 160 410 182,22
30 Diazepam tablet 2 mg tablet 84.000 32.300 78.700 111.000 132,14
31 Diazepam tablet 5 mg tablet
32 Difenhidramin Injeksi I.M. 10 mg/ml (HCL) ampul 3.085 840 2.070 2.910 94,33
33 Diagoksin tablet 0,25 mg tablet 31.200 12.000 19.000 31.000 99,36
34 Efedrin tablet 25 mg (HCL) tablet 41.625 59.250 66.000 125.250 300,90
35 Ekstrks belladona tablet 10 mg tablet
36 Epinefrin (Adrenalin) injeksi 0,1% (sebagai HCL) ampul 405 270 1.410 1.680 414,81
37 Etakridin larutan 0,1% botol
38 Fenitoin Natriun Injeksi 50 mg/ml ampul
39 Fenobarbital Injeksi I.m/I.v 50 mg/ml ampul
40 Fenobarbital tablet 30 mg tablet 115.500 16.000 13.000 29.000 25,11
41 Fenoksimetil Penisilin tablet 250 mg tablet
42 Fenoksimetil Penisilin tablet 500 mg tablet
43 Fenol Gliserol tetes telinga 10% botol 2.844 2.496 2.424 4.920 173,00
44 Fitomenadion (Vit. K1) injeksi 10 mg/ml ampul 315 390 - 390 123,81
45 Fitomenadion (Vit. K1) tablet salut gula 10 mg tablet 50.400 18.500 69.400 87.900 174,40
46 Furosemid tablet 40 mg tablet 47.400 30.400 105.000 135.400 285,65
47 Gameksan lotion 1 % botol
48 Garam Oralit I serbuk Kombinasi : Natrium 0,70 g, Kalium sach 97.050 55.900 96.700 152.600 157,24
klorida 0,30 g, Tribatrium Sitrt dihidrat 0,58 g
49 Gentian Violet Larutan 1 % botol 5.700 3.150 2.450 5.600 98,25
50 Glibenklamida tablet 5 mg tablet 518.400 263.000 668.000 931.000 179,59
51 Gliseril Gualakolat tablet 100 mg tablet 1.798.500 430.000 968.000 1.398.000 77,73
52 Gliserin botol
53 Glukosa larutan infus 5% botol 2.965 948 8.332 9.280 312,98
54 Glukosa larutan infus 10% botol 90 - 200 200 222,22
55 Glukosa larutan infus 40% steril (produk lokal) ampul 225 120 500 620 275,56
56 Griseofulvin tablet 125 mg, micronized tablet 14.250 4.500 14.800 19.300 135,44
57 Haloperidol tablet 0,5 mg tablet 2.400 2.100 7.700 9.800 408,33
58 Haloperidol tablet 1,5 mg tablet 15.000 9.100 6.400 15.500 103,33
59 Haloperidol tablet 5 mg tablet 11.550 9.900 32.400 42.300 366,23
60 Hidroklorotiazida tablet 25 mg tablet 393.000 166.000 6.000 172.000 43,77
61 Hidrkortison krim 2,5% tube 19.584 11.568 41.736 53.304 272,18
62 Ibuprofen tablet 200 mg tablet 329.550 315.400 1.008.900 1.324.300 401,85
63 Ibuprofen tablet 400 mg tablet 319.050 100.500 414.000 514.500 161,26
64 Isosorbid Dinitrat Tablet Sublingual 5 mg tablet 47.200 31.100 107.300 138.400 293,22
65 Kalsium Laktat (Kalk) tablet 500 mg tablet 349.500 193.000 351.000 544.000 155,65
66 Kaptopril tablet 12,5 mg tablet
67 Kaptopril tablet 25 mg tablet 811.650 662.600 2.292.300 2.954.900 364,06
68 Karbamazepim tablet 200 mg tablet 65.000 64.000 88.000 152.000 233,85
PERSENTASE KETERSEDIAAN OBAT DAN VAKSIN
KOTA MALANG
TAHUN 2014

PERSENTASE
SATUAN TOTAL JUMLAH
NO NAMA OBAT KEBUTUHAN SISA STOK KETERSEDIAAN
TERKECIL PENGGUNAAN OBAT/VAKSIN
OBAT/VAKSIN
1 2 3 4 5 6 7 8
69 Ketamin Injeksi 10 mg/ml vial
70 Klofazimin kapsul 100 mg microzine kapsul
71 Kloramfenikol kapsul 250 mg kapsul 59.250 34.000 46.750 80.750 136,29
72 Kloramfenikol tetes telinga 3 % botol 5.460 3.864 2.280 6.144 112,53
73 Kloraniramina mealeat (CTM) tablet 4 mg tablet 2.149.500 1.029.200 345.800 1.375.000 63,97
74 Klorpromazin injeksi i.m 5 mg/ml-2ml (HCL) ampul
75 Klorpromazin injeksi i.m 25 mg/ml (HCL) ampul
76 Klorpromazin tablet salut 25 mg (HCL) tablet 21.000 28.200 62.800 91.000 433,33
77 Klorpromazin HCl tablet salut 100 mg (HCL) tablet 47.625 25.250 125.750 151.000 317,06
78 Anti Malaria DOEN Kombinasi Pirimetamin 25 mg + tablet
Sulfadoxin 500 mg
79 Kotrimosazol Suspensi Kombinasi :Sulfametoksazol 200 mg + botol 15.600 5.350 18.250 23.600 151,28
Trimetoprim 40 mg/ 5 ml
80 Kotrimosazol DOEN I (dewasa) Kombinasi : Sulfametoksazol tablet 260.900 280.900 74.200 355.100 136,11
400 mg, Trimetoprim 80 mg
81 Kotrimosazol DOEN II (pediatrik) Kombinasi : Sulfametoksazol tablet 24.300 13.500 14.600 28.100 115,64
100 mg, Trimetoprim 20 mg
82 Kuinin (kina) tablet 200 mg tablet
83 Kuinin Dihidrokklorida injeksi 25%-2 ml ampul
84 Lidokain injeksi 2% (HCL) + Epinefrin 1 : 80.000-2 ml vial 10.935 4.890 7.260 12.150 111,11
85 Magnesium Sulfat inj (IV) 20%-25 ml vial
86 Magnesium Sulfat inj (IV) 40%-25 ml vial 165 10 160 170 103,03
87 Magnesium Sulfat serbuk 30 gram sach
88 Mebendazol sirup 100 mg / 5 ml botol
89 Mebendazol tablet 100 mg tablet
90 Metilergometrin Maleat (Metilergometrin) tablet salut 0,125 mg tablet 7.050 5.200 13.600 18.800 266,67

91 Metilergometrin Maleat injeksi 0,200 mg -1 ml ampul 1.215 630 600 1.230 101,23
92 Metronidazol tablet 250 mg tablet 144.000 61.200 161.000 222.200 154,31
93 Natrium Bikarbonat tablet 500 mg tablet
94 Natrium Fluoresein tetes mata 2 % botol
95 Natrium Klorida larutan infus 0,9 % botol 1.534 659 3.355 4.014 261,67
96 Natrium Thiosulfat injeksi I.v. 25 % ampul
97 Nistatin tablet salut 500.000 IU/g tablet 9.450 2.500 11.800 14.300 151,32
98 Nistatin Vaginal tablet salut 100.000 IU/g tablet 12.000 8.700 28.300 37.000 308,33
99 Obat Batuk hitam ( O.B.H.) botol 30.300 12.720 - 12.720 41,98
100 Oksitetrasiklin HCL salep mata 1 % tube 4.725 1.200 - 1.200 25,40
101 Oksitetrasiklin injeksi I.m. 50 mg/ml-10 ml vial
102 Oksitosin injeksi 10 UI/ml-1 ml ampul 1.815 1.110 - 1.110 61,16
103 Paracetamol sirup 120 mg / 5 ml botol 29.775 26.298 25.252 51.550 173,13
104 Paracetamol tablet 100 mg tablet 48.750 17.500 25.500 43.000 88,21
105 Paracetamol tablet 500 mg tablet 2.309.850 1.319.200 1.550.000 2.869.200 124,22
106 Pilokarpin tetes mata 2 % (HCL/Nitrat) botol
107 Pirantel tab. Score (base) 125 mg tablet
108 Piridoksin (Vitamin B6) tablet 10 mg (HCL) tablet 552.000 515.000 1.400.000 1.915.000 346,92
109 Povidon Iodida larutan 10 % botol 1.050 550 2.393 2.943 280,29
110 Povidon Iodida larutan 10 % botol 216 120 271 391 181,02
111 Prednison tablet 5 mg tablet 229.500 122.000 300.000 422.000 183,88
112 Primakuin tablet 15 mg tablet
113 Propillitiourasil tablet 100 mg tablet 9.600 6.400 10.000 16.400 170,83
114 Propanol tablet 40 mg (HCL) tablet 11.700 6.700 10.000 16.700 142,74
115 Reserpin tablet 0,10 mg tablet
116 Reserpin tablet 0,25 mg tablet
117 Ringer Laktat larutan infus botol 3.821 3.055 3.700 6.755 176,81
118 Salep 2-4, kombinasi: Asam Salisilat 2% + Belerang endap tube 10.584 4.296 2.472 6.768 63,95
4%
119 Salisil bedak 2% kotak 18.657 9.216 21.560 30.776 164,96
120 Serum Anti Bisa Ular Polivalen injeksi 5 ml (ABU I) vial
121 Serum Anti Bisa Ular Polivalen injeksi 50 ml (ABU II) vial
122 Serum Anti Difteri Injeksi 20.000 IU/vial (A.D.S.) vial
123 Serum Anti Tetanus Injeksi 1.500 IU/ampul (A.T.S.) ampul
124 Serum Anti Tetanus Injeksi 20.000 IU/vial (A.T.S.) vial
125 Sianokobalamin (Vitamin B12) injeksi 500 mcg ampul 5.550 1.800 4.100 5.900 106,31
126 Sulfasetamida Natrium tetes mata 15 % botol 11.520 9.072 10.896 19.968 173,33
127 Tetrakain HCL tetes mata 0,5% botol
128 Tetrasiklin kapsul 250 mg kapsul 51.150 0 0,00
129 Tetrasiklin kapsul 500 mg kapsul 73.500 20.500 33.100 53.600 72,93
130 Tiamin (vitamin B1) injeksi 100 mg/ml ampul 300 0 0,00
131 Tiamin (vitamin B1) tablet 50 mg (HCL/Nitrat) tablet 1.036.500 858.000 2.926.000 3.784.000 365,07
132 Tiopental Natrium serbuk injeksi 1000 mg/amp ampul
133 Triheksifenidil tablet 2 mg tablet 37.950 24.700 10.000 34.700 91,44
134 Vaksin Rabies Vero vial
135 Vitamin B Kompleks tablet tablet 1.368.000 1.000.000 3.140.000 4.140.000 302,63
VAKSIN 0
136 BCG vial 5.001 3.227 1.058 4.285 85,68
137 T T vial 1.374 749 199 948 69,00
138 D T vial 3.019 2.136 1.461 3.597 119,15
139 CAMPAK 10 Dosis vial 7.521 5.080 1.427 6.507 86,52
140 POLIO 10 Dosis vial 10.644 7.063 1.192 8.255 77,56
141 DPT-HB vial 10.180 5.740 3.158 8.898 87,41
142 HEPATITIS B 0,5 ml ADS vial 12.243 7.679 1.389 9.068 74,07
143 POLIO 20 Dosis vial
144 CAMPAK 20 Dosis vial
PERSENTASE KETERSEDIAAN OBAT DAN VAKSIN
KOTA MALANG
TAHUN 2014

PERSENTASE
SATUAN TOTAL JUMLAH
NO NAMA OBAT KEBUTUHAN SISA STOK KETERSEDIAAN
TERKECIL PENGGUNAAN OBAT/VAKSIN
OBAT/VAKSIN
1 2 3 4 5 6 7 8
Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 67

JUMLAH SARANA KESEHATAN MENURUT KEPEMILIKAN


KOTA MALANG
TAHUN 2014

PEMILIKAN/PENGELOLA
NO FASILITAS KESEHATAN
KEMENKES PEM.PROV PEM.KAB/KOTA TNI/POLRI BUMN SWASTA JUMLAH
1 2 3 4 5 6 7 8 9
RUMAH SAKIT
1 RUMAH SAKIT UMUM 0 1 0 1 0 8 10
2 RUMAH SAKIT KHUSUS 0 0 0 0 0 13 13
PUSKESMAS DAN JARINGANNYA
1 PUSKESMAS RAWAT INAP 0 0 4 0 0 0 4
- JUMLAH TEMPAT TIDUR 0 0 38 0 0 0 38
2 PUSKESMAS NON RAWAT INAP 0 0 11 0 0 0 11
3 PUSKESMAS KELILING 0 0 15 0 0 0 15
4 PUSKESMAS PEMBANTU 0 0 33 0 0 0 33
SARANA PELAYANAN LAIN
1 RUMAH BERSALIN 0 0 1 0 0 0 1
2 BALAI PENGOBATAN/KLINIK 0 0 0 0 0 62 62
3 PRAKTIK DOKTER BERSAMA 0 0 0 0 0 0 -
4 PRAKTIK DOKTER PERORANGAN 0 0 0 0 0 527 527
5 PRAKTIK PENGOBATAN TRADISIONAL 0 0 0 0 0 43 43
6 BANK DARAH RUMAH SAKIT 0 1 0 0 0 0 1
7 UNIT TRANSFUSI DARAH 0 0 0 0 0 1 1
SARANA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI KEFARMASIAN
1 INDUSTRI FARMASI 0 0 0 0 0 1 1
2 INDUSTRI OBAT TRADISIONAL 0 0 0 0 0 1 1
3 USAHA KECIL OBAT TRADISIONAL 0 0 0 0 0 5 5
4 PRODUKSI ALAT KESEHATAN 0 0 0 0 0 1 1
5 PEDAGANG BESAR FARMASI 0 0 0 0 0 70 70
6 APOTEK 0 0 0 0 11 212 223
7 TOKO OBAT 0 0 0 0 0 5 5
8 PENYALUR ALAT KESEHATAN 0 0 0 0 0 23 23

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 68

PERSENTASE SARANA KESEHATAN (RUMAH SAKIT) DENGAN KEMAMPUAN PELAYANAN GAWAT DARURAT (GADAR ) LEVEL I
KOTA MALANG
TAHUN 2014

MEMPUNYAI KEMAMPUAN YAN. GADAR LEVEL I


NO SARANA KESEHATAN JUMLAH SARANA
JUMLAH %
1 2 3 4 5

1 RUMAH SAKIT UMUM 10 10 100,00

2 RUMAH SAKIT KHUSUS 13 13 100,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 23 23 100,00

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 69

JUMLAH POSYANDU MENURUT STRATA, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA MALANG
TAHUN 2014

STRATA POSYANDU
POSYANDU AKTIF
NO KECAMATAN PUSKESMAS PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI
JUMLAH
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
1 Kedungkandang Kedungkandang 0 0,00 3 8,33 29 80,56 4 11,11 36 33 91,67
Gribig 0 0,00 13 24,07 41 75,93 0 0,00 54 41 75,93
Arjowinangun 0 0,00 16 34,78 25 54,35 5 10,87 46 30 65,22

2 Sukun Janti 0 0,00 23 32,39 39 54,93 9 12,68 71 48 67,61


Ciptomulyo 0 0,00 10 21,28 37 78,72 0 0,00 47 37 78,72
Mulyorejo 1 2,70 5 13,51 28 75,68 3 8,11 37 31 83,78

3 Klojen Arjuno 0 0,00 5 13,89 29 80,56 2 5,56 36 31 86,11


Bareng 0 0,00 1 2,00 49 98,00 0 0,00 50 49 98,00
Rampal Celaket 0 0,00 2 9,09 20 90,91 0 0,00 22 20 90,91

4 Blimbing Cisadea 0 0,00 4 10,81 30 81,08 3 8,11 37 33 89,19


Kendalkerep 0 0,00 19 32,20 35 59,32 5 8,47 59 40 67,80
Pandanwangi 1 2,08 10 20,83 34 70,83 3 6,25 48 37 77,08

5 Lowokwaru Dinoyo 1 2,50 2 5,00 10 25,00 27 67,50 40 37 92,50


Mojolangu 0 0,00 0 0,00 31 93,94 2 6,06 33 33 100,00
Kendalsari 0 0,00 3 7,69 33 84,62 3 7,69 39 36 92,31

JUMLAH (KAB/KOTA) 3 0,46 116 17,71 470 71,76 66 10,08 655 536 81,83
RASIO POSYANDU PER 100 BALITA 1

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 70

JUMLAH UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM) MENURUT KECAMATAN


KOTA MALANG
TAHUN 2014

NO KECAMATAN PUSKESMAS DESA/ UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM)


KELURAHAN POSKESDES POLINDES POSBINDU
1 2 3 4 5 6 7
1 Kedungkandang Kedungkandang 4 4 0 10
Gribig 4 4 0 13
Arjowinangun 4 4 0 11

2 Sukun Janti 3 3 0 18
Ciptomulyo 3 3 0 43
Mulyorejo 5 5 0 5

3 Klojen Arjuno 4 4 0 22
Bareng 4 4 0 10
Rampal Celaket 3 3 0 5

4 Blimbing Cisadea 2 2 0 28
Kendalkerep 4 4 0 8
Pandanwangi 5 5 0 4

5 Lowokwaru Dinoyo 6 6 0 20
Mojolangu 3 3 0 25
Kendalsari 3 3 0 22

JUMLAH (KAB/KOTA) 57 57 0 244

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 71

JUMLAH DESA SIAGA MENURUT KECAMATAN


KOTA MALANG
TAHUN 2014

DESA/KELURAHAN SIAGA
JUMLAH
NO KECAMATAN PUSKESMAS DESA/
PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI JUMLAH %
KELURAHAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Kedungkandang Kedungkandang 4 4 0 - 0 4 100
Gribig 4 - 0 3 1 4 100
Arjowinangun 4 - 1 2 1 4 100

2 Sukun Janti 3 - 1 1 1 3 100


Ciptomulyo 3 - 3 - 0 3 100
Mulyorejo 5 4 1 - 0 5 100

3 Klojen Arjuno 4 - 2 2 0 4 100


Bareng 4 4 0 - 0 4 100
Rampal Celaket 3 2 1 - 0 3 100

4 Blimbing Cisadea 2 - 0 2 0 2 100


Kendalkerep 4 - 1 3 0 4 100
Pandanwangi 5 - 1 4 0 5 100

5 Lowokwaru Dinoyo 6 - 5 1 0 6 100


Mojolangu 3 - 0 3 0 3 100
Kendalsari 3 - 0 2 1 3 100

JUMLAH (KAB/KOTA) 57 14 16 23 4 57 100

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 72

JUMLAH TENAGA MEDIS DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA MALANG
TAHUN 2014

a DOKTER
DR SPESIALIS DOKTER UMUM TOTAL DOKTER GIGI TOTAL
NO UNIT KERJA GIGI SPESIALIS
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
1 Puskesmas Kedungkandang - - - 1 3 4 1 3 4 - 2 2 - - - - 2 2
2 Puskesmas Gribig - - - 1 - 1 1 - 1 1 2 3 - - - 1 2 3
3 Puskesmas Arjowinangun - - - - 1 1 - 1 1 2 1 3 - - - 2 1 3
4 Puskesmas Janti - - - - 2 2 - 2 2 1 2 3 - - - 1 2 3
5 Puskesmas Ciptomulyo - 1 1 1 1 2 1 2 3 - 2 2 - - - - 2 2
6 Puskesmas Mulyorejo - - - 2 1 3 2 1 3 1 1 2 - - - 1 1 2
7 Puskesmas Arjuno - 1 1 1 2 3 1 3 4 - 2 2 - - - - 2 2
8 Puskesmas Bareng - - - - 2 2 - 2 2 - 1 1 - - - - 1 1
9 Puskesmas Rampal Celaket - - - 1 - 1 1 - 1 2 - 2 - - - 2 - 2
10 Puskesmas Cisadea - - - - 2 2 - 2 2 - 3 3 - - - - 3 3
11 Puskesmas Kendalkerep 1 - 1 1 3 4 2 3 5 - 1 1 1 - 1 1 1 2
12 Puskesmas Pandanwangi - - - - 2 2 - 2 2 - 2 2 - - - - 2 2
13 Puskesmas Dinoyo - - - 3 1 4 3 1 4 - 2 2 - - - - 2 2
14 Puskesmas Mojolangu - - - - 2 2 - 2 2 1 - 1 - - - 1 - 1
15 Puskesmas Kendalsari - - - 1 3 4 1 3 4 - 1 1 - - - - 1 1

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 1 2 3 12 25 37 13 27 40 8 22 30 1 - 1 9 22 31

1 RSUD. Dr. Saiful Anwar 73 72 145 18 17 35 91 89 180 6 5 11 1 2 3 7 7 14


2 RS. Tk. II dr. Soepraoen 14 14 28 13 12 25 27 26 53 2 1 3 2 1 3 4 2 6
3 RS. Panti Waluya Sawahan 51 20 71 14 9 23 65 29 94 1 2 3 1 - 1 2 2 4
4 RS. Panti Nirmala 67 29 96 21 5 26 88 34 122 2 - 2 1 1 2 3 1 4
5 RS. Lavalette 38 9 47 5 3 8 43 12 55 - 2 2 2 - 2 2 2 4
6 RSI. Malang 19 10 29 5 7 12 24 17 41 1 4 5 - 1 1 1 5 6
7 RSI. Aisyiyah 34 24 58 4 8 12 38 32 70 - 2 2 - - - - 2 2
8 RS. Permata Bunda 1 8 9 3 2 5 4 10 14 1 5 6 3 3 1 8 9
9 RS. Hermina Tangkubanprahu 21 27 48 2 19 21 23 46 69 - 3 3 1 8 9 1 11 12
10 RS. Persada Hospital 23 13 36 5 4 9 28 17 45 1 1 2 - 1 1 1 2 3
11 RSIA. Muhammadiyah 2 2 4 2 2 4 4 4 8 - - - - 1 1 - 1 1
12 RSIA. Husada Bunda 8 5 13 1 1 2 9 6 15 - - - - 1 1 - 1 1
13 RSIA. Mardi Waloeja Kauman 4 1 5 2 3 5 6 4 10 - - - - - - - - -
14 RSIA. Mardi Waloeja Rampal 3 3 6 1 1 2 4 4 8 - - - - - - - - -
15 RSIA. Mutiara Bunda 7 7 14 - 1 1 7 8 15 - - - - - - - - -
16 RSB. Permata Hati 3 - 3 - 2 2 3 2 5 - - - - - - - - -
17 RSIA. Melati Husada 12 3 15 - 1 1 12 4 16 - - - - - - - - -
18 RSIA. Puri Bunda 6 6 12 1 5 6 7 11 18 - - - - - - - - -
19 RSAB. Gajayana 2 1 3 2 2 4 4 3 7 - - - - - - - - -
20 RSIA. Puri 9 7 16 1 1 2 10 8 18 - - - - 1 1 - 1 1
21 RSIA. Refa Husada 3 3 6 3 3 6 6 6 12 - 1 1 - - - - 1 1
22 RSIA. Ganesha Medika 4 - 4 1 3 4 5 3 8 - - - - - - - - -
23 RSIA. Galeri Candra 2 5 7 1 2 3 3 7 10 - - - 1 - 1 1 - 1
24 RSB. Rumkitban Malang 2 - 2 - 1 1 2 1 3 - - - - - - - - -
25 Rumah Bersalin Pemkot 1 - 1 1 1 2 2 1 3 1 1 2 - - - 1 1 2

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 409 269 678 106 115 221 515 384 899 15 27 42 9 20 29 24 47 71
SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - - - - - - - - -
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA - - - - - - - - - -
JUMLAH (KAB/KOTA) 410 271 681 118 140 258 528 411 939 23 49 72 10 20 30 33 69 102
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 80,38 30,45 110,84 8,50 3,54 12,04

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
a
Keterangan : termasuk S3
TABEL 73

JUMLAH TENAGA KEPERAWATAN DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA MALANG
TAHUN 2014

PERAWATa PERAWAT GIGI


NO UNIT KERJA BIDAN
L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 Puskesmas Kedungkandang 10 4 8 12 0 2 2
2 Puskesmas Gribig 6 0 7 7 1 1 2
3 Puskesmas Arjowinangun 5 3 6 9 1 1 2
4 Puskesmas Janti 4 0 9 9 1 1 2
5 Puskesmas Ciptomulyo 5 0 5 5 0 1 1
6 Puskesmas Mulyorejo 7 5 2 7 0 1 1
7 Puskesmas Arjuno 5 0 6 6 0 1 1
8 Puskesmas Bareng 4 0 5 5 0 2 2
9 Puskesmas Rampal Celaket 7 2 4 6 0 2 2
10 Puskesmas Cisadea 5 1 3 4 2 0 2
11 Puskesmas Kendalkerep 9 4 10 14 0 2 2
12 Puskesmas Pandanwangi 7 1 4 5 0 1 1
13 Puskesmas Dinoyo 11 1 13 14 1 0 1
14 Puskesmas Mojolangu 5 3 2 5 0 2 2
15 Puskesmas Kendalsari 8 2 10 12 0 1 1

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 98 26 94 120 6 18 24

1 RSUD. Dr. Saiful Anwar 30 375 376 751 5 6 11


2 RS. Tk. II dr. Soepraoen 34 144 145 289 0 0 0
3 RS. Panti Waluya Sawahan 11 37 188 225 0 0 0
4 RS. Panti Nirmala 15 27 239 266 0 2 2
5 RS. Lavalette 8 5 29 34 0 3 3
6 RSI. Malang 12 30 79 109 0 0 0
7 RSI. Aisyiyah 8 32 93 125 0 0 0
8 RS. Permata Bunda 22 3 21 24 0 5 5
9 RS. Hermina Tangkubanprahu 31 3 92 95 0 3 3
10 RS. Persada Hospital 9 25 54 79 0 1 1
11 RSIA. Muhammadiyah 15 2 11 13 0 0 0
12 RSIA. Husada Bunda 31 0 5 5 0 0 0
13 RSIA. Mardi Waloeja Kauman 15 1 12 13 0 0 0
14 RSIA. Mardi Waloeja Rampal 7 1 5 6 0 0 0
15 RSIA. Mutiara Bunda 18 0 7 7 0 0 0
16 RSB. Permata Hati 11 0 3 3 0 0 0
17 RSIA. Melati Husada 20 1 10 11 0 0 0
18 RSIA. Puri Bunda 29 5 15 20 0 0 0
19 RSAB. Gajayana 6 0 2 2 0 0 0
20 RSIA. Puri 21 1 2 3 0 0 0
21 RSIA. Refa Husada 10 0 8 8 0 0 0
22 RSIA. Ganesha Medika 10 6 4 10 0 0 0
23 RSIA. Galeri Candra 13 0 1 1 0 0 0
24 RSB. Rumkitban Malang 10 2 5 7 0 0 0
25 Rumah Bersalin Pemkot 11 4 7 11 0 2 2

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 407 704 1413 2117 5 22 27


SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 0 0
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 0 0
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA 0 0
JUMLAH (KAB/KOTA) 505 730 1507 2237 11 40 51
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 117,424 264,054 6,020

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
Keterangan : a termasuk perawat anastesi dan perawat spesialis
TABEL 74

JUMLAH TENAGA KEFARMASIAN DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA MALANG
TAHUN 2014

TENAGA KEFARMASIAN
TENAGA TEKNIS
NO UNIT KERJA APOTEKER TOTAL
KEFARMASIANa
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Puskesmas Kedungkandang - 1 1 - 1 1 - 2 2
2 Puskesmas Gribig 1 1 2 - - - 1 1 2
3 Puskesmas Arjowinangun - 2 2 - - - - 2 2
4 Puskesmas Janti 1 1 2 - - - 1 1 2
5 Puskesmas Ciptomulyo - 2 2 - - - - 2 2
6 Puskesmas Mulyorejo 1 1 2 - - - 1 1 2
7 Puskesmas Arjuno - 2 2 - - - - 2 2
8 Puskesmas Bareng - 2 2 - - - - 2 2
9 Puskesmas Rampal Celaket - 2 2 - - - - 2 2
10 Puskesmas Cisadea 1 2 3 - - - 1 2 3
11 Puskesmas Kendalkerep - 2 2 - - - - 2 2
12 Puskesmas Pandanwangi - 2 2 - - - - 2 2
13 Puskesmas Dinoyo - 2 2 - - - - 2 2
14 Puskesmas Mojolangu 1 1 2 - - - 1 1 2
15 Puskesmas Kendalsari - 1 1 1 - 1 1 1 2

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 5 24 29 1 1 2 6 25 31

1 RSUD. Dr. Saiful Anwar 33 34 67 24 24 48 57 58 115


2 RS. Tk. II dr. Soepraoen 5 5 10 2 1 3 7 6 13
3 RS. Panti Waluya Sawahan - 12 12 - 4 4 - 16 16
4 RS. Panti Nirmala - 29 29 - 7 7 - 36 36
5 RS. Lavalette 2 15 17 - 2 2 2 17 19
6 RSI. Malang 1 20 21 - 3 3 1 23 24
7 RSI. Aisyiyah 2 18 20 - 1 1 2 19 21
8 RS. Permata Bunda - 5 5 - 2 2 - 7 7
9 RS. Hermina Tangkubanprahu 1 11 12 - 3 3 1 14 15
10 RS. Persada Hospital 2 10 12 1 1 2 3 11 14
11 RSIA. Muhammadiyah - 2 2 1 - 1 1 2 3
12 RSIA. Husada Bunda - 5 5 - 1 1 - 6 6
13 RSIA. Mardi Waloeja Kauman - 1 1 - 1 1 - 2 2
14 RSIA. Mardi Waloeja Rampal - 1 1 - - - - 1 1
15 RSIA. Mutiara Bunda 1 3 4 - 1 1 1 4 5
16 RSB. Permata Hati - 1 1 - 1 1 - 2 2
17 RSIA. Melati Husada 3 2 5 1 - 1 4 2 6
18 RSIA. Puri Bunda 2 6 8 1 - 1 3 6 9
19 RSAB. Gajayana - - - - - - - - -
20 RSIA. Puri - 2 2 - 1 1 - 3 3
21 RSIA. Refa Husada 1 3 4 - 1 1 1 4 5
22 RSIA. Ganesha Medika - 1 1 - 1 1 - 2 2
23 RSIA. Galeri Candra - 3 3 - 1 1 - 4 4
24 RSB. Rumkitban Malang - - - - 1 1 - 1 1
25 Rumah Bersalin Pemkot - 2 2 1 - 1 1 2 3

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 53 191 244 31 57 88 84 248 332


SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN - - -
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - -
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA - - -
JUMLAH (KAB/KOTA) 58 215 273 32 58 90 90 273 363
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 32,225 10,624 42,848

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
Keterangan : a termasuk analis farmasi, asisten apoteker, sarjana farmasi
TABEL 75

JUMLAH TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DAN KESEHATAN LINGKUNGAN DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA MALANG
TAHUN 2014

KESEHATAN MASYARAKATa KESEHATAN LINGKUNGANb


NO UNIT KERJA
L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Puskesmas Kedungkandang - - - 1 - 1
2 Puskesmas Gribig - - - - 1 1
3 Puskesmas Arjowinangun - - - 1 - 1
4 Puskesmas Janti - 1 1 - 2 2
5 Puskesmas Ciptomulyo - - - - 1 1
6 Puskesmas Mulyorejo - - - 1 - 1
7 Puskesmas Arjuno - - - - 1 1
8 Puskesmas Bareng - - - - 1 1
9 Puskesmas Rampal Celaket - - - - 1 1
10 Puskesmas Cisadea - - - 1 - 1
11 Puskesmas Kendalkerep - - - - 2 2
12 Puskesmas Pandanwangi - - - - 2 2
13 Puskesmas Dinoyo - - - - 1 1
14 Puskesmas Mojolangu - - - - 1 1
15 Puskesmas Kendalsari - - - - 1 1

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) - 1 1 4 14 18

1 RSUD. Dr. Saiful Anwar 4 4 8 2 2 4


2 RS. Tk. II dr. Soepraoen 3 2 5 - - -
3 RS. Panti Waluya Sawahan - - - - - -
4 RS. Panti Nirmala - - - 1 - 1
5 RS. Lavalette - 1 1 - - -
6 RSI. Malang - - - - - -
7 RSI. Aisyiyah - - - 1 - 1
8 RS. Permata Bunda - - - - - -
9 RS. Hermina Tangkubanprahu - - - - - -
10 RS. Persada Hospital - - - - 1 1
11 RSIA. Muhammadiyah - - - - - -
12 RSIA. Husada Bunda - - - - - -
13 RSIA. Mardi Waloeja Kauman - - - - - -
14 RSIA. Mardi Waloeja Rampal - - - - - -
15 RSIA. Mutiara Bunda - - - - - -
16 RSB. Permata Hati - - - - 1 1
17 RSIA. Melati Husada - - - - - -
18 RSIA. Puri Bunda - - - - - -
19 RSAB. Gajayana - - - - - -
20 RSIA. Puri - - - - - -
21 RSIA. Refa Husada - - - - - -
22 RSIA. Ganesha Medika - 1 1 - - -
23 RSIA. Galeri Candra - - - - - -
24 RSB. Rumkitban Malang - - - - - -
25 Rumah Bersalin Pemkot - - - - - -

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 7 8 15 4 4 8


SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN - -
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - -
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA - -
JUMLAH (KAB/KOTA) 7 9 16 8 18 26
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 1,889 3,069

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
Keterangan :
a
termasuk tenaga promosi kesehatan dan ilmu perilaku, pembimbing kesehatan kerja, tenaga biostatistik dan kependudukan,
tenaga kesehatan reproduksi dan keluarga, tenaga administrasi dan kebijakan kesehatan, epidemiolog kesehatan
b
termasuk tenaga sanitasi lingkungan, entomolog kesehatan, mikrobiolog kesehatan
TABEL 76

JUMLAH TENAGA GIZI DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA MALANG
TAHUN 2014

NUTRISIONIS DIETISIEN TOTAL


NO UNIT KERJA
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Puskesmas Kedungkandang - 2 2 - - - - 2 2
2 Puskesmas Gribig - 2 2 - - - - 2 2
3 Puskesmas Arjowinangun 1 - 1 - - - 1 - 1
4 Puskesmas Janti - 2 2 - - - - 2 2
5 Puskesmas Ciptomulyo 1 1 2 - - - 1 1 2
6 Puskesmas Mulyorejo 1 1 2 - - - 1 1 2
7 Puskesmas Arjuno - 2 2 - - - - 2 2
8 Puskesmas Bareng - 2 2 - - - - 2 2
9 Puskesmas Rampal Celaket - 2 2 - - - - 2 2
10 Puskesmas Cisadea - 2 2 - - - - 2 2
11 Puskesmas Kendalkerep 1 - 1 - - - 1 - 1
12 Puskesmas Pandanwangi - 2 2 - - - - 2 2
13 Puskesmas Dinoyo - 2 2 - - - - 2 2
14 Puskesmas Mojolangu - 2 2 - - - - 2 2
15 Puskesmas Kendalsari - 2 2 - - - - 2 2

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 4 24 28 - - - 4 24 28

1 RSUD. Dr. Saiful Anwar 7 7 14 - - - 7 7 14


2 RS. Tk. II dr. Soepraoen 3 3 6 - - - 3 3 6
3 RS. Panti Waluya Sawahan - 4 4 - - - - 4 4
4 RS. Panti Nirmala - 2 2 - 3 3 - 5 5
5 RS. Lavalette - 2 2 - - - - 2 2
6 RSI. Malang - 2 2 - - - - 2 2
7 RSI. Aisyiyah - 2 2 - - - - 2 2
8 RS. Permata Bunda - 2 2 - - - - 2 2
9 RS. Hermina Tangkubanprahu - 2 2 - - - - 2 2
10 RS. Persada Hospital - 3 3 - - - - 3 3
11 RSIA. Muhammadiyah - 1 1 - - - - 1 1
12 RSIA. Husada Bunda - - - - - - - - -
13 RSIA. Mardi Waloeja Kauman - 1 1 - - - - 1 1
14 RSIA. Mardi Waloeja Rampal - - - - - - - - -
15 RSIA. Mutiara Bunda - - - - - - - - -
16 RSB. Permata Hati - 1 1 - - - - 1 1
17 RSIA. Melati Husada - 1 1 - - - - 1 1
18 RSIA. Puri Bunda - 5 5 - - - - 5 5
19 RSAB. Gajayana - - - - - - - - -
20 RSIA. Puri - 1 1 - - - - 1 1
21 RSIA. Refa Husada - 1 1 - - - - 1 1
22 RSIA. Ganesha Medika - 1 1 - - - - 1 1
23 RSIA. Galeri Candra - 1 1 - - - - 1 1
24 RSB. Rumkitban Malang - - - - - - - - -
25 Rumah Bersalin Pemkot - - - - - - - - -

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 10 42 52 - 3 3 10 45 55


SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN - - -
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - -
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA - - -
JUMLAH (KAB/KOTA) 14 66 80 - 3 3 14 69 83
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 9,797

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 77

JUMLAH TENAGA KETERAPIAN FISIK DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA MALANG
TAHUN 2014

TENAGA KETERAPIAN FISIK


TOTAL
NO UNIT KERJA FISIOTERAPIS OKUPASI TERAPIS TERAPIS WICARA AKUPUNKTUR
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
1 Puskesmas Kedungkandang - - - - - - - - - - - - - - -
2 Puskesmas Gribig - - - - - - - - - - - - - - -
3 Puskesmas Arjowinangun - - - - - - - - - - - - - - -
4 Puskesmas Janti - - - - - - - - - - - - - - -
5 Puskesmas Ciptomulyo - - - - - - - - - - - - - - -
6 Puskesmas Mulyorejo - - - - - - - - - - - - - - -
7 Puskesmas Arjuno - - - - - - - - - - - - - - -
8 Puskesmas Bareng - - - - - - - - - - - - - - -
9 Puskesmas Rampal Celaket - - - - - - - - - - - - - - -
10 Puskesmas Cisadea - - - - - - - - - - - - - - -
11 Puskesmas Kendalkerep - - - - - - - - - - - - - - -
12 Puskesmas Pandanwangi - - - - - - - - - - - - - - -
13 Puskesmas Dinoyo - - - - - - - - - - - - - - -
14 Puskesmas Mojolangu - - - - - - - - - - - - - - -
15 Puskesmas Kendalsari - - - - - - - - - - - - - - -

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) - - - - - - - - - - - - - - -

1 RSUD. Dr. Saiful Anwar 5 5 10 - 1 1 - 1 1 - 1 1 5 8 13


2 RS. Tk. II dr. Soepraoen 3 3 6 - - - - - - - - - 3 3 6
3 RS. Panti Waluya Sawahan - 3 3 - - - - - - - - - - 3 3
4 RS. Panti Nirmala 1 2 3 - - - - - - - - - 1 2 3
5 RS. Lavalette 2 2 4 - - - - - - - - - 2 2 4
6 RSI. Malang - - - - - - - - - - - - - - -
7 RSI. Aisyiyah 2 2 4 - - - - - - - - - 2 2 4
8 RS. Permata Bunda - - - - - - - - - - - - - - -
9 RS. Hermina Tangkubanprahu 1 5 6 - 1 1 - 2 2 - - - 1 8 9
10 RS. Persada Hospital 2 1 3 - - - - - - - - - 2 1 3
11 RSIA. Muhammadiyah - - - - - - - - - - - - - - -
12 RSIA. Husada Bunda - - - - - - - - - - - - - - -
13 RSIA. Mardi Waloeja Kauman - - - - - - - - - - - - - - -
14 RSIA. Mardi Waloeja Rampal - - - - - - - - - - - - - - -
15 RSIA. Mutiara Bunda - - - - - - - - - - - - - - -
16 RSB. Permata Hati - - - - - - - - - - - - - - -
17 RSIA. Melati Husada - - - - - - - - - - - - - - -
18 RSIA. Puri Bunda - - - - - - - - - - - - - - -
19 RSAB. Gajayana - - - - - - - - - - - - - - -
20 RSIA. Puri - - - - - - - - - - - - - - -
21 RSIA. Refa Husada - - - - - - - - - 1 - 1 1 - 1
22 RSIA. Ganesha Medika - - - - - - - - - - - - - - -
23 RSIA. Galeri Candra - - - - - - - - - - - - - - -
24 RSB. Rumkitban Malang - - - - - - - - - - - - - - -
25 Rumah Bersalin Pemkot - - - - - - - - - - - - - - -

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 16 23 39 - 2 2 - 3 3 1 1 2 17 29 46


SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN - - - - - - -
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - - - - - -
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA - - - - - - -
JUMLAH (KAB/KOTA) 16 23 39 - 2 2 - 3 3 1 1 2 17 29 46
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 5,4298

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 78

JUMLAH TENAGA KETEKNISIAN MEDIS DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA MALANG
TAHUN 2014

TENAGA KETEKNISIAN MEDIS


NO UNIT KERJA REKAM MEDIS DAN
TEKNISI ANALISIS REFRAKSIONIS TEKNISI TRANSFUSI TEKNISI
RADIOGRAFER RADIOTERAPIS TEKNISI GIGI ORTETIK PROSTETIK INFORMASI JUMLAH
ELEKTROMEDIS KESEHATAN OPTISIEN DARAH KARDIOVASKULER
KESEHATAN
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35
1 Puskesmas Kedungkandang - 1 1 - - - - - - - - - - 2 2 - - - - - - - - - - - - - - - - 3 3
2 Puskesmas Gribig - - - - - - - - - - - - - 2 2 - - - - - - - - - - - - - - - - 2 2
3 Puskesmas Arjowinangun - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - - - - - - - - - - 1 1
4 Puskesmas Janti - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - - - - - - - - - - 1 1
5 Puskesmas Ciptomulyo - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - - - - - - - - - - 1 1
6 Puskesmas Mulyorejo - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - - - - - - - - - - 1 1
7 Puskesmas Arjuno - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - - - - - - - - - - 1 1
8 Puskesmas Bareng - - - - - - - - - - - - 1 - 1 - - - - - - - - - - - - - - - 1 - 1
9 Puskesmas Rampal Celaket - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - - - - - - - - - - 1 1
10 Puskesmas Cisadea - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - - - - - - - - - - 1 1
11 Puskesmas Kendalkerep - - - - - - - - - - - - 1 1 2 - - - - - - - - - - - - - - - 1 1 2
12 Puskesmas Pandanwangi - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - - - - - - - - - - 1 1
13 Puskesmas Dinoyo - - - - - - - - - - - - 1 1 2 - - - - - - - - - - - - - - - 1 1 2
14 Puskesmas Mojolangu - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - - - - - - - - - - 1 1
15 Puskesmas Kendalsari - 1 1 - - - - 1 1 - - - - 2 2 - - - - - - - - - - - - - - - - 4 4

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) - 2 2 - - - - 1 1 - - - 3 17 20 - - - - - - - - - - - - - - - 3 20 23

1 RSUD. Dr. Saiful Anwar 4 3 7 2 2 4 2 2 4 2 1 3 14 15 29 2 2 4 - - - 2 1 3 3 2 5 - - - 31 28 59


2 RS. Tk. II dr. Soepraoen 3 3 6 - - - - - - - - - 4 4 8 - - - - - - 1 1 2 - - - - - - 8 8 16
3 RS. Panti Waluya Sawahan - 3 3 - - - - 1 1 - - - - 9 9 - - - - - - 2 8 10 - - - - - - 2 21 23
4 RS. Panti Nirmala 3 3 6 - - - 1 - 1 - - - - 13 13 - - - - - - 6 12 18 - - - - - - 10 28 38
5 RS. Lavalette 2 3 5 - - - - - - - - - 7 3 10 - - - - - - - 2 2 - - - - - - 9 8 17
6 RSI. Malang 3 3 6 - - - - - - - - - 2 8 10 - - - - - - 3 3 6 - - - - - - 8 14 22
7 RSI. Aisyiyah 4 - 4 - - - - 1 1 - - - 4 7 11 - - - - - - 1 - 1 - - - - - - 9 8 17
8 RS. Permata Bunda 1 - 1 - - - - - - - - - 2 2 4 - - - - - - 2 4 6 - - - - - - 5 6 11
9 RS. Hermina Tangkubanprahu 1 2 3 - - - 1 - 1 - - - 2 6 8 - - - - - - 1 3 4 - - - - - - 5 11 16
10 RS. Persada Hospital 3 2 5 - - - - 1 1 - - - 1 4 5 - - - - - - 6 2 8 - - - - - - 10 9 19
11 RSIA. Muhammadiyah - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 2 2 - - - - - - - 2 2
12 RSIA. Husada Bunda - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - 1 1
13 RSIA. Mardi Waloeja Kauman - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - - - - - - - - - - 1 1
14 RSIA. Mardi Waloeja Rampal - - - - - - - - - - - - - 2 2 - - - - - - - 1 1 - - - - - - - 3 3
15 RSIA. Mutiara Bunda - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 1 3 4 - - - - - - 1 3 4
16 RSB. Permata Hati - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - 1 1
17 RSIA. Melati Husada 1 - 1 - - - - - - - - - 1 - 1 - - - - - - - 2 2 - - - - - - 2 2 4
18 RSIA. Puri Bunda - - - - - - - - - - - - 1 2 3 - - - - - - 4 5 9 - - - - - - 5 7 12
19 RSAB. Gajayana - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
20 RSIA. Puri - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - 1 1 - - - - - - - 2 2
21 RSIA. Refa Husada - - - - - - 1 - 1 - - - - 1 1 - - - - - - - 1 1 - - - - - - 1 2 3
22 RSIA. Ganesha Medika - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - 1 1
23 RSIA. Galeri Candra - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - 1 1 - - - - - - - 2 2
24 RSB. Rumkitban Malang - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
25 Rumah Bersalin Pemkot 1 - 1 - - - - - - - - - - 2 2 - - - - - - - - - - - - - - - 1 2 3

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 26 22 48 2 2 4 5 5 10 2 1 3 38 81 119 2 2 4 - - - 29 55 84 3 2 5 - - - 107 170 277


SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN - - - - - - - - - - - - -
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - - - - - - - - - - - -
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA - - - - - - - - - - - - -
JUMLAH (KAB/KOTA) 26 24 50 2 2 5 6 11 2 1 3 41 98 139 2 2 4 - - - 29 55 84 3 2 5 - - - 110 190 300
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 35,41

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 79

JUMLAH TENAGA KESEHATAN LAIN DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA MALANG
TAHUN 2014

TENAGA KESEHATAN LAIN


PENGELOLA PROGRAM TOTAL
NO UNIT KERJA TENAGA KESEHATAN LAINNYA
KESEHATAN
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Puskesmas Kedungkandang - - - - - - - - -
2 Puskesmas Gribig - - - - - - - - -
3 Puskesmas Arjowinangun - - - - - - - - -
4 Puskesmas Janti - - - - - - - - -
5 Puskesmas Ciptomulyo - - - - - - - - -
6 Puskesmas Mulyorejo - - - - - - - - -
7 Puskesmas Arjuno - - - - - - - - -
8 Puskesmas Bareng - - - - - - - - -
9 Puskesmas Rampal Celaket - - - - - - - - -
10 Puskesmas Cisadea - - - - - - - - -
11 Puskesmas Kendalkerep - - - - - - - - -
12 Puskesmas Pandanwangi - - - - - - - - -
13 Puskesmas Dinoyo - - - - - - - - -
14 Puskesmas Mojolangu - - - - - - - - -
15 Puskesmas Kendalsari - - - - - - - - -

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) - - - - - - - - -

1 RSUD. Dr. Saiful Anwar - - - - - - - - -


2 RS. Tk. II dr. Soepraoen - - - - - - - - -
3 RS. Panti Waluya Sawahan - - - - - - - - -
4 RS. Panti Nirmala - - - - - - - - -
5 RS. Lavalette - - - - -
6 RSI. Malang - - - - - - - - -
7 RSI. Aisyiyah - - - - - - - - -
8 RS. Permata Bunda - - - - - - - - -
9 RS. Hermina Tangkubanprahu 1 14 15 - - - 1 14 15
10 RS. Persada Hospital - - - - - - - - -
11 RSIA. Muhammadiyah - - - - - - - - -
12 RSIA. Husada Bunda - - - - - - - - -
13 RSIA. Mardi Waloeja Kauman - - - - 8 8 - 8 8
14 RSIA. Mardi Waloeja Rampal - - - - - - - - -
15 RSIA. Mutiara Bunda - - - - - - - - -
16 RSB. Permata Hati - - - - - - - - -
17 RSIA. Melati Husada - - - - - - - - -
18 RSIA. Puri Bunda - - - - - - - - -
19 RSAB. Gajayana - - - - - - - - -
20 RSIA. Puri - - - - - - - - -
21 RSIA. Refa Husada - - - - 2 2 - 2 2
22 RSIA. Ganesha Medika - - - - - - - - -
23 RSIA. Galeri Candra - - - - - - - - -
24 RSB. Rumkitban Malang - - - - - - - - -
25 Rumah Bersalin Pemkot - - - - - - - - -

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 1 14 15 - 10 10 1 24 25


SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN - - -
INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - -
DINAS KESEHATAN KAB/KOTA - - -
JUMLAH (KAB/KOTA) 1 14 15 - 10 10 1 24 25

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 80

JUMLAH TENAGA PENUNJANG/PENDUKUNG KESEHATAN DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA MALANG
TAHUN 2014

TENAGA PENUNJANG/PENDUKUNG KESEHATAN


TENAGA
PEJABAT STAF PENUNJANG STAF PENUNJANG STAF PENUNJANG TENAGA PENUNJANG TOTAL
NO UNIT KERJA TENAGA PENDIDIK JURU
STRUKTURAL ADMINISTRASI TEKNOLOGI PERENCANAAN KEPENDIDIKAN KESEHATAN
LAINNYA
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29
1 Puskesmas Kedungkandang - 2 2 5 2 7 - - - - - - - - - - - - 3 - 3 - - - 8 4 12
2 Puskesmas Gribig - 2 2 1 1 2 - - - - - - - - - - - - 1 - 1 - - - 2 3 5
3 Puskesmas Arjowinangun 2 - 2 3 - 3 - - - - - - - - - - - - 1 - 1 - - - 6 - 6
4 Puskesmas Janti 1 1 2 1 6 7 - - - - - - - - - - - - - - - - - - 2 7 9
5 Puskesmas Ciptomulyo - 2 2 3 - 3 - - - - - - - - - - - - - - - - - - 3 2 5
6 Puskesmas Mulyorejo 1 1 2 2 - 2 - - - - - - - - - - - - - - - - - - 3 1 4
7 Puskesmas Arjuno - 2 2 1 2 3 - - - - - - - - - - - - 2 - 2 - - - 3 4 7
8 Puskesmas Bareng - 2 2 1 4 5 - - - - - - - - - - - - 1 - 1 - - - 2 6 8
9 Puskesmas Rampal Celaket 1 1 2 2 1 3 - - - - - - - - - - - - - - - - - - 3 2 5
10 Puskesmas Cisadea - 2 2 - 2 2 - - - - - - - - - - - - 1 - 1 - - - 1 4 5
11 Puskesmas Kendalkerep 1 1 2 2 2 4 - - - - - - - - - - - - - - - - - - 3 3 6
12 Puskesmas Pandanwangi - 2 2 1 5 6 - - - - - - - - - - - - 1 - 1 - - - 2 7 9
13 Puskesmas Dinoyo 2 - 2 2 5 7 - - - - - - - - - - - - 1 - 1 - - - 5 5 10
14 Puskesmas Mojolangu - 2 2 - 2 2 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 4 4
15 Puskesmas Kendalsari 1 1 2 2 4 6 - - - - - - - - - - - - 1 - 1 - - - 4 5 9

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 9 21 30 26 36 62 - - - - - - - - - - - - 12 - 12 - - - 47 57 104

1 RSUD. Dr. Saiful Anwar - - - - - - - - - - -


2 RS. Tk. II dr. Soepraoen - - - - - - - - - - -
3 RS. Panti Waluya Sawahan 1 6 7 2 34 36 1 - 1 - - - - - - - - - - - - - - - 4 40 44
4 RS. Panti Nirmala 2 6 8 3 29 32 3 - 3 - 6 6 - 1 1 1 - 1 30 95 125 1 - 1 40 137 177
5 RS. Lavalette - - - - - - - - - - -
6 RSI. Malang 3 10 13 32 41 73 3 - 3 - - - - - - - - - - - - 8 39 47 46 90 136
7 RSI. Aisyiyah - - - 33 70 103 2 - 2 - - - - - - - - - - - - - - - 35 70 105
8 RS. Permata Bunda - 2 2 - 6 6 1 - 1 - - - - - - - - - 14 37 51 - - - 15 45 60
9 RS. Hermina Tangkubanprahu 1 3 4 11 54 65 1 - 1 1 - 1 - 6 6 2 2 4 24 46 70 - 3 3 40 114 154
10 RS. Persada Hospital 7 3 10 3 11 14 2 1 3 - - - - - - - - - 16 14 30 - 5 5 28 34 62
11 RSIA. Muhammadiyah - - - 1 3 4 1 - 1 - - - - - - - - - 6 18 24 - - - 8 21 29
12 RSIA. Husada Bunda 1 5 6 - 6 6 - - - - - - - - - - - - 15 9 24 1 10 11 17 30 47
13 RSIA. Mardi Waloeja Kauman - 3 3 - 2 2 - - - - - - - - - - - - 7 15 22 - - - 7 20 27
14 RSIA. Mardi Waloeja Rampal - 3 3 - 3 3 1 - 1 - - - - - - - - - - - - 5 7 12 6 13 19
15 RSIA. Mutiara Bunda - - - 1 6 7 - - - - - - - - - - - - - - - - - - 1 6 7
16 RSB. Permata Hati 2 4 6 - 3 3 1 - 1 1 - 1 - - - - - - - - - - - - 4 7 11
17 RSIA. Melati Husada - - - 4 13 17 2 - 2 - - - 2 2 4 - - - - - - - 11 11 8 26 34
18 RSIA. Puri Bunda 1 4 5 - 5 5 - - - - - - - - - - - - 20 5 25 - - - 21 14 35
19 RSAB. Gajayana - - - 1 - 1 1 - 1 - - - - - - - - - - - - - - - 2 - 2
20 RSIA. Puri 1 - 1 - 3 3 1 - 1 - - - - - - - - - - - - 5 6 11 7 9 16
21 RSIA. Refa Husada - 4 4 - 5 5 1 - 1 - 1 1 - 1 1 - - - - - - - 1 1 1 12 13
22 RSIA. Ganesha Medika - 3 3 1 2 3 - - - - - - - - - - - - - 3 3 5 - 5 6 8 14
23 RSIA. Galeri Candra - - - - 1 1 - 1 1 - - - - - - - - - 3 2 5 - - - 3 4 7
24 RSB. Rumkitban Malang - - - - - - - - - - -
25 Rumah Bersalin Pemkot - 2 2 2 3 5 - - - - - - - - - - - - - - - - - - 2 5 7

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 19 58 77 94 300 394 21 2 23 2 7 9 2 10 12 3 2 5 135 244 379 25 82 107 301 705 1.006
SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN - - - - - - - - - - -
INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - - - - - - - - - -
DINAS KESEHATAN KAB/KOTA - - - - - - - - - - -
JUMLAH (KAB/KOTA) 28 79 107 120 336 456 21 2 23 2 7 9 2 10 12 3 2 5 147 244 391 25 82 107 348 762 1.110

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015
TABEL 81

ANGGARAN KESEHATAN KABUPATEN/KOTA


KOTA MALANG
TAHUN 2014

ALOKASI ANGGARAN KESEHATAN


NO SUMBER BIAYA
Rupiah %
1 2 3 4

ANGGARAN KESEHATAN BERSUMBER:

1 APBD KAB/KOTA 135.121.431.833,82 98,96

a. Belanja Langsung 92.140.641.000,00

b. Belanja Tidak Langsung 42.980.790.833,82

2 APBD PROVINSI - 0,00

- Dana Tugas Pembantuan (TP) Provinsi

3 APBN : 1.418.250.000,00 1,04

- Dana Alokasi Umum (DAU) 0,00

- Dana Alokasi Khusus (DAK) 0,00

- Dana Dekonsentrasi 0,00

- Dana Tugas Pembantuan Kabupaten/Kota 0,00


- BOK 1.418.250.000,00 1,04

4 PINJAMAN/HIBAH LUAR NEGERI (PHLN) 0,00


(sebutkan project dan sumber dananya)

5 SUMBER PEMERINTAH LAIN 0,00

TOTAL ANGGARAN KESEHATAN 136.539.681.833,82


TOTAL APBD KAB/KOTA 1.875.801.335.427,74
% APBD KESEHATAN THD APBD KAB/KOTA 7,20
ANGGARAN KESEHATAN PERKAPITA 161.170,57

Sumber :
Dinas Kesehatan Kota Malang, 2015

Anda mungkin juga menyukai