Anda di halaman 1dari 1

ABSTRAK

Aulia Nurul Izza. 2017. Hubungan Tingkat Sosial Ekonomi, Tingkat Konsumsi
(Energi & Protein) terhadap Kejadian Stunting Baduta di Desa Pringu
Kecamatan Bululawang. Karya tulis ilmiah, program studi DIII Gizi Malang,
Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Dibawah bimbingan
Ir. AAG Anom Aswin, MPS.
Stunting merupakan indikasi masalah gizi yang sifatnya kronis sebagai akibat
dari keadaan yang berlangsung lama, misalnya kemiskinan, perilaku hidup sehat,
dan pola asuh atau pemberian makan yang kurang baik dari sejak anak
dilahirkan mengakibatkan anak menjadi pendek. Stunting terjadi akibat
kekurangan gizi berulang dalam waktu lama pada masa janin hingga dua tahun
pertama kehidupan seorang anak. Anak-anak yang pendek memiliki risiko yang
lebih besar untuk tumbuh menjadi orang dewasa yang kurang berpendidikan,
miskin, kurang sehat dan lebih rentan terhadap penyakit tidak menular. Penelitian
ini bertujuan untuk mempelajari Hubungan Tingkat Sosial Ekonomi, Tingkat
Konsumsi (Energi & Protein) terhadap Kejadian Stunting Baduta di Desa Pringu
Kecamatan Bululawang.
Penelitian ini merupakan observasional studies yaitu menganalisis hubungan
antara variabel dengan menggunakan desain Cross Sectional Studies bertempat
di Desa Pringu Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang pada bulan Februari –
Maret 2017. Jumlah subjek sebanyak 56 baduta yang diambil secara Purposive
random sampling. Data yang diambil meliputi tingkat konsumsi energi & protein,
pendidikan ibu baduta, pekerjaan ibu baduta, pendapatan keluarga, dan status
gizi baduta. Cara pengumpulan data diperoleh dengan wawancara dan
pengamatan secara langsung.
Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pendidikan ibu baduta sebagian
besar tingkat pendidikanya rendah (69,6%), status pekerjaan ibu baduta
sebagian besar sebagai ibu rumah tangga atau tidak bekerja (87,5%), tingkat
pendapatan keluarga juga sebagian besar masih <UMR (<2.099.000) sebesar
91,1%. Sedangan berdasarkan tingkat konsumsi energy & protein baduta selama
3 hari masih tergolong defisit. Serta status gizi baduta berdasarkan TB/U di Desa
Pringu Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang sebagian besar dalam
kategori tidak stunting sebesar 64,3%. Saran dari penelitian ini perlu diberikan
penyuluhan mengenai makanan sehat dan bergizi untuk baduta terutama
diversifikasi makanan agar ibu mengetahui berbagai jenis makanan sehingga
dapat mencukupi kebutuhan baduta secara seimbang.

Kata Kunci: Tingkat Konsumsi Energy & Protein, Pendidikan Ibu Baduta,
Pekerjaan Ibu Baduta, Pendapatan Keluarga, dan Status Gizi
(Stunting) Baduta