0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
791 tayangan12 halaman

Laporan

Laporan praktikum phototherapy membahas tentang pengertian, prinsip kerja, cara pengoperasian, pemeliharaan dan efek samping dari alat phototherapy. Alat ini digunakan untuk mengobati penyakit kuning pada bayi dengan memberikan sinar biru pada kulit.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
791 tayangan12 halaman

Laporan

Laporan praktikum phototherapy membahas tentang pengertian, prinsip kerja, cara pengoperasian, pemeliharaan dan efek samping dari alat phototherapy. Alat ini digunakan untuk mengobati penyakit kuning pada bayi dengan memberikan sinar biru pada kulit.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIKUM

PHOTOTHERAPY
LABORATORIUM TERAPI

Dosen Pembimbing:
Hj. Endang Dian Setioningsih, ST, MT
NIP. 19760727 199803 2 001
Lamidi, SST, MT
NIP. 19760408 200604 1 010

Disusun Oleh :
Siti Rohmatul Jannah (P27838117002)
Vanda Catur Kirana (P27838117004)
Husein Mahendra (P27838117013)
Evrinka Hikaristiana M. (P27838117015)
Daniel Satria P (P27838117019 )

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA


JURUSAN TEKNIK ELEKTROMEDIK
TAHUN AJARAN 2018/2019
ii
DAFTAR ISI

Daftar Isi .............................................................................................................................. ii

Daftar Gambar ........................................................................................................................ iii

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ............................................................................................................... 1

1.2 Batasan Masalah ............................................................................................................ 1

1.3 Rumusan Masalah .......................................................................................................... 1

1.4 Tujuan ............................................................................................................................ 1

BAB 2 DASAR TEORI


2.1 Pengertian Phototherapy ................................................................................................ 2

2.2 Prinsip Kerja Phototherapy ............................................................................................ 3

2.3 Cara Pengoperasian Phototherapy ................................................................................. 3

2.4 Pemeliharaan Phototherapy ........................................................................................... 4

2.5 Efek Samping Terapi Phototherapy ............................................................................... 4

BAB 3 PEMBAHASAN

3.1 Blok Diagram ................................................................................................................. 6

3.2 Cara Kerja Blok Diagram .............................................................................................. 6

BAB 4 PENUTUP
4.1 Analisis........................................................................................................................... 7

4.2 Troubleshooting ............................................................................................................. 7

4.2 Kesimpulan .................................................................................................................... 7

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................... 8

iii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Phototherapy......................................................................................................... 2

Gambar 2.2 Spektrum Cahaya .................................................................................................. 3

Gambar 2.3 Proses Phototherapy ............................................................................................. 3

Gambar 3.1 Blok Diagram ...................................................................................................... 6

Gambar 4.1 Rangkaian Phototherapy ...................................................................................... 7

iv
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Fototerapi merupakan salah satu metode terapi untuk mengobati penyakit kuning atau
hiperbilirubin. Tingkat keefektifan fototerapi bergantung pada tiga faktor ; yaitu spektrum
cahaya, energi output cahaya dan area permukaan bayi yang tersinari fototerapi.
Sejalan dengan berkembangnya teknologi maka di buatlah alat fototerapi dengan
menggunakan lampu blue light. Umumnya lampu blue light hanya dipasang untuk
menyinari satu sisi saja. Sehingga proses penyinaran tubuh bayi harus dibalik setiap 6 jam
sekali untuk dapat menjangkau semua bagian tubuh. Agar penyinaran dapat menjangkau
seluruh permukaan bayi maka lampu blue light seharusnya diletakkan di sisi atas dan
bawah bayi sehingga dapat menjangkau seluruh bagian tubuh bayi dan lebih efisien
terhadap waktu
Dari penjelasan diatas kami akan melaporkan hasil praktikum kami tentang pesawat
blue light therapy yang sudah kami praktikumkan.

1.2 Batasan Masalah


Mahasiswa dapat memahami dan mengetahui bagaimana cara mengoperasikan
pesawat blue light therapy dan cara troubleshooting pada dunia kesehatan.

1.3 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian dari phototherapy ?
2. Bagaimana prinsip kerja phototherapy ?
3. Bagaimana cara pengoperasian phototherapy ?
4. Bagaimana pemeliharaan phototherapy ?
5. Apa saja bahaya yang dihasilkan dari phototherapy ?

1.4 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian tentang phototherapy
2. Untuk mengetahui bagaimana prinsip kerja phototherapy
3. Untuk mengetahui cara pengoperasian phototherapy
4. Untuk mengetahui pemeliharan atau phototherapy
5. Untuk mengetahui efek samping dari phototherapy.

1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Phototherapy

Alat Phototherapy atau Blue Light Lamp Therapy merupakan alat yang digunakan

untuk therapy pada bayi yang menderita penyakit hiperbilirubin atau penyakit kuning,

yaitu adanya penimbunan bilirirubin di jaringan bawah kulit atau selaput lendir yang

ditandai dengan warna kuning yang terlihat pada kulit atau selaput lendir, bayi yang

menderita penyakit seperti ini disebut juga dengan bayi kuning atau icterus.

Pada pesawat phototeraphy ini pemeliharaan pesawat harus lebih diperhatikan,

karena apabila terjadi arus bocor atau kerusakan pada salah satu komponen pendukung

dikhawatirkan selain membahayakan operator juga akan membahayakan keselamatan


bayi. Instalasinya juga harus sesuai standar.

Gambar 2.1 Phototherapy


Jenis – Jenis Phototherapy
1. Phototherapy konvensional.
Perawatan phototherapy di mana bayi diletakkan di bawah lampu halogen atau lampu
neon ultraviolet, agar sinar dapat diserap tubuh melalui kulit. Mata bayi ditutup untuk
melindungi lapisan saraf mata dari paparan sinar ultraviolet.
2. Phototherapy serat optik
Yakni perawatan phototherapy di mana terdapat kabel serat optik pada selimut yang
digunakan bayi untuk menutup tubuhnya. Paparan sinar disalurkan melalui kabel
tersebut ke bagian punggung bayi. Perawatan ini umumnya digunakan pada bayi
prematur.
Fototerapi menggunakan sinar biru yang memiliki spektrum 400 – 550 nm.
Penyinaran paling efektif ialah pada spektrum 459 nm dengan irradiance minimal

2
30µW/cm²/nm. Energi radian yang dipancarkan digunakan untuk mengubah
bilirubin tidak terkonjugasi menjadi fotoisomer yang siap untuk diekskresikan oleh
hati dan ginjal.

Gambar 2.2 Spektrum Cahaya

2.2 Prinsip Kerja Phototherapy


Phototherapy memberikan sinar secara langsung pada kulit bayi dalam jangka waktu
tertentu. Sinar yang digunakan adalah sinar dari lampu Blue Light yang memiliki panjang
gelombang 450 – 460 ηm dengan intensitas 4500 Lux tetapi dalam prakteknya
menggunakan lampu TL atau Fluorosence yang memiliki intensitas yang sama. Tegangan
lampu yang digunakan pada tiap lampu sebesar 20 watt dan sebanyak 7 buah (tergantung
dari merk phototherapy).

Gambar 2.3 Proses Phototherapy

2.3 Cara Pengoperasian Phototherapy


2.3.1 Persiapan Proses Untuk Therapy
1. Posisi lampu pesawat harus diletakkan dalam keadaan datar
2. Atur jarak sinar bayi ± 40-45 cm
3. Bayi dalam keadaan telanjang, khusus untuk bayi laki-laki kelaminnya ditutup
4. Mata bayi ditutup dengan kain (warna hitam) agar tidak tembus cahaya
5. Waktu penyinaran maksimal 2 x 24 jam
6. Alat dipakai lagi setelah istirahat 12 jam.

3
2.3.2 Pelaksanaan Therapy
Selama pelaksanaan therapy, posisi bayi harus diubah-ubah tiap 6 jam sekali.
Usahakan suhu pada bayi stabil antara 36-37oC (dicek setiap 3 jam). Hindari
Dehydrasi dan perhatikan beraknya (sering hijau encer).
2.3.3 Cara Pengoperasian Pesawat
1. Hubungkan stekker dengan Jala-jala listrik.
2. Tekan tombol ON, maka secara otomatis lampu indicator menyala.
3. Atur setting timer untuk lamanya waktu penyinaran yang diperlukan (kelipatan
6, 12 jam).
4. Tekan tombol START, maka lampu akan menyala, timer dan hour meter juga
ikut bekerja.
5. Buzzer akan berbunyi 6 jam sekali ini menandakan posisi bayi harus diubah.
6. Bila setting waktu telah tercapai secara otomatis lampu akan mati.
7. Tekan tombol OFF dan lepaskan stekker dari jala-jala listrik.
2.4 Pemeliharaan Phototherapy
1. Tempatkan alat phototeraphy pada tempat yang aman dari kebocoran air, tempat yang
lembab dan lain-lain yang dapat menimbulkan kegagalan dan membahayakan
keselamatan kerja
2. Jaga kondisi kebersihan alat, lakukan pengecekan dan observasi rutin pada bagian-
bagian dari alat yang perlu dapat pengawasan khusus misalnya mengecek kondisi
lampu Blue Light serta life time dari lampu tersebut
3. Selain itu perlunya pengecekan komponen pendukung lainnya seperti timer, hourmeter
serta kestabilan tegangan
4. Setiap pengoperasian alat selesai hendaknya dikondisikan dalam keadaan off
5. Jika terjadi kerusakan pada lampu hendaknya pemasangan lampu menggunakan sarung
tangan agar tidak terbentuk bayangan pada lampu.

2.5 Efek Samping Terapi Menggunakan Phototherapy


Bayi kuning di bawah semua jenis perawatan phototherapy akan memiliki beberapa
efek samping. Akan tetapi, tidak perlu khawatir karena efek samping phototherapy pada
bayi kuning hanyalah sedikit dan bersifat sementara waktu asalkan phototherapy yang
dilakukan secara jangka pendek.
Berikut ini adalah efek samping fototerapi pada bayi kuning :
1. Penurunan waktu transit usus, dengan tinja yang encer dan kehijauan
2. Penambahan berat badan yang lambat

4
3. Ruam pada kulit
4. Perubahan warna urin
5. Kulit bayi menjadi memerah, memutih atau kecoklatan

5
BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Blok Diagram

Hourmeter

SSR Lampu

7 Segment
Power Mikrokontroler Rangkaian
Supply Timer

Setting Buzzer

Gambar 3.1 Blok Diagram


3.2 Cara Kerja Blok Diagram
Phototherapy mendapat supply tegangan langsung dari PLN sebesar 220 V. Tombol
ON/OFF digunakan untuk menghubungkan atau memutus arus listrik ke rangkaian.
Terdapat 2 driver yakni driver 1 dan 2. Pada driver 1 digunakan pada rangkaian timer
yang nanti akn mengcounter, kemudian ditampilkan ke display dan hourmeter. Ketika
lampu menyala, Hourmeter akan bekerja dan berfungsi untuk mengetahui life time lampu
teraphy. Sementara pada driver 2 digunakan untuk mengaktivkan relay yang kemudian
menyalakan lampu.

6
BAB IV
PENUTUP

4.1 Analisis
Pada praktikum kali ini dapat dianalisis bahwa penyinaran blue light therapy (lampu
fototerapi) menggunakan komponen-komponen seperti relay, timer, trafo ballast, lampu,
hourmeter dan supply. Hourmeter adalah komponen yang digunakan untuk mengukur
seberapa lama alat ini bekerja. Pada alat ini juga terdapat lampu. Lampu yang digunakan
adalah lampu TL. Lampu yang digunakan sebanyak 4 buah. Supply yang terdapat pada
rangkaian ini berfungsi untuk men-supply tegangan pada rangkaian.

Gambar 4.1 Rangkaian Phototherapy


4.2 Troubleshooting
Saat melakukan pengecekan pada alat ini, kami menemukan kerusakan. Rangkaian
yang kami dapatkan tidak dapat menyala. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata
terdapat satu sambungan kabel ke lampu yang terputus, kemudian kami
menyambungkannya dan lampu dapat menyala.
4.3 Kesimpulan
Jika mendapatkan masalah pada rangkaian, coba lakukan langkah troubleshooting
hingga rangkaian dapat bekerja kembali sesuai dengan fungsinya.
Phototherapy merupakan alat terapi yang memiliki banyak manfaat dalam segala
bidang kehidupan, namun dalam bidang kesehatan sendiri phototherapy dimanfaatkan
untuk alat terapi dimana berfungsi untuk menurunkan kadar bilirubin yang tinggi .

7
DAFTAR PUSTAKA

1. Generated,2008. “Phototheraphy Unit”.


http://elektromedik.blogspot.com/2008/04/phototherapy-unit.html
Diakses Pada : 30 Maret 2019
2. Felia Freya. 2018. “Perlu Tahu! Seluk Beluk Fototerapi, Perawatan Untuk Bayi
Kuning”
https://www.popmama.com/baby/0-6-months/freya-felia/fototerapi-perawatan-untuk-
bayi-kuning/full
Diakses Pada : 30 Maret 2019
3. Sehat Dokter. “Manfaat dan Efek Fototerapi Pada Bayi Kuning”.
https://doktersehat.com/fototerapi/
Diakses Pada : 30 Maret 2019
4. Noname, 2018. “Kelebihan dan Kekurangan SSR”.
http://elektronika-dasar.web.id/kelebihan-dan-kekurangan-solid-state-relay-ssr/
Diakses Pada : 30 Maret 2019
5. Yudha Gede, 2014. “Double Surface Phototheraphy”.
http://digilib.poltekkesdepkes-sby.ac.id/public/POLTEKKESSBY-Studi-2678-
DraftSeminar.pdf
Diakses Pada : 30 Maret 2019

Anda mungkin juga menyukai