Anda di halaman 1dari 10

BLUE LIGHT LAMP

NAMA

: PHILLIP EFRUAN

NPM

KELAS

:D

TEKNIK ELEKTROMEDIK
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAKARTA II

2016

A.

Pendahuluan
Sinar Biru merupakan sinar dengan panjang gelombang 400 500nm. Sumber

sinar ini biasanya berasal dari lampu neon, layar televise, serta computer. Sinar biru ini
bias menyebabkan kerusakan yang tergantung pada panjang cahaya, intensitas serta
durasi paparan, seperti gangguan penglihatan.
Dalam rangka menentukan panjang gelombang cahaya yang paling efektif untuk
menangkal kelelahan atau meningkatkan kewaspadaan, para peneliti BWH tersebut
bekerja sama dengan George Brainard, PhD, seorang profesor neurologi di Thomas
Jefferson University, mengembangkan peralatan cahaya khusus yang digunakan dalam
penelitian ini. Para peneliti membandingkan efek cahaya biru dengan cahaya hijau
terhadap kewaspadaan dan kinerja dari 16 peserta studi. Selama 6,5 jam peserta studi
menerima pancaran cahaya biru dan hijau dalam jumlah /intensitas yang sama.
Selama periode tersebut perasaan mengantuk, waktu reaksi mereka diukur memakai
elektroda untuk menilai perubahan pola aktivitas otak selama menerima pancaran cahaya
tersebut. Para peneliti menemukan bahwa peserta yang menerima pancaran cahaya biru
secara konsisten kurang mengantuk, memiliki waktu reaksi lebih cepat dan
penyimpangan perhatian lebih sedikit selama tes kinerja dibandingkan dengan mereka
yang menerima pancaran cahaya hijau. Mereka juga menunjukkan bahwa perubahan pola
aktivitas otak yang menerima pancaran cahaya biru dalam keadaan lebih waspada .

B.

Teori Alat
Alat Phototherapy merupakan alat yang digunakan untuk therapy pada bayi yang

menderita penyakit hiperbilirubin atau penyakit kuning, yaitu adanya penimbunan


bilirirubin di jaringan bawah kulit atau selaput lendir yang ditandai dengan warna kuning

yang terlihat pada kulit atau selaput lendir, bayi yang menderita penyakit seperti ini
disebut juga dengan bayi kuning atau icterus.
Pada pesawat phototeraphy ini pemeliharaan pesawat harus lebih diperhatikan, karena
apabila terjadi arus bocor atau kerusakan pada salah satu komponen pendukung
dikhawatirkan selain membahayakan operator juga akan membahayakan keselamatan
bayi. Instalasinya juga harus sesuai standar.
Prinsip Dasar.
Memberikan sinar secara langsung pada kulit bayi dalam jangka waktu tertentu.
Sinar yang adalah sinar dari lampu Blue Light yang memiliki panjang gelombang 450
460 m dengan intensitas 4500 Lux tetapi dalam prakteknya menggunakan lampu TL
atau Fluorosence yang memiliki intensitas yang sama. Tegangan lampu yang
dipergunakan adalah tiap lampu 20 watt sebanyak 7 buah (tergantung dari merk
phototherapy).
Phototherapy

digunakan

untuk

bayi

dengan

kelainan

bawaan

waktu

lahir.

Sebaiknya phototherapy diletakkan dalam box seperti Box Baby Incubator agar intensitas
cahaya yang diberikan dapat langsung mengenai kulit bayi tanpa penghalang kaca dari
box bayi dan bayi masih dalam keadaan steril. Pada alat ini seharusnya diberi tanda untuk
merubah posisi bayi dalam jangka waktu tertentu agar merata seluruh kulit bayi dapat
diterapy.
Phototherapy bekerja dengan memberikan cahaya pada kulit bayi secara
langsung dengan jangka waktu tertentu. Cahaya yang digunakan adalah cahaya Blue
Light yang mempunyai panjang gelombang antara 450 - 460 nm dengan intensitas atau
kekuatan illuminasi 4500 Lux atau sekitar 200 foot candle dengan jarak penyinaran pada
bayi 45 cm dalam keadaan mata ditutup bahan yang tak tembus cahaya.

Dalam praktek dilapangan kita tidak menggunakan khususnya lampu biru


BlueLight, sebab apabila bayi terkena cyanosis ( bayi yang nampak kebiru-biruan karena
kekurangan oksigen ) tak akan tampak dan tak terdeteksi. Maka sebagai gantinya lampu
Fluorescent atau lampu neon biasa yang mempunyai kekuatan intensitas yang sama atau
paling tidak mendekati.
Pada saat dilakukan fhototherapi, bayi dibaringkan di dalam incubator bila
bayi prematur dan ranjang bayi bila matur dalam keadaan telanjang, kecuali mata dan alat
kelamin harus ditutup dengan menggunakan kain kasa. Tujuannya untuk mencegah efek
cahaya berlebihan dari lampu-lampu tersebut. Seperti diketahui, pertumbuhan mata bayi
belum sempurna sehingga dikhawatirkan akan merusak bagian retinanya. Begitu pula alat
kelaminnya, agar kelak tak terjadi risiko terhadap organ reproduksi itu, seperti
kemandulan reproduksi ( walau belum terbukti). Perlu diingat bahwa phototherapy hanya
dapat digunakan untuk bilirubin tak langsung saja, bukan bilirubin langsung. Kemudian
diatasnya akan dipasang alat yang memeliki lampu yang akan memancarkan sinar dengan
intensitas tinggi. Sinar ini akan mengurai bilirubin tak langsung menjadi zat yang dapat
dibuang keluar dari tubuh melalaui air kencing atau empedu.
Spesifikasi Blue Light / Photo Therapy :

Sumber cahaya 4/5/6 buah lampu TL Blue 20 watt

Power supply AC 220 V ;50 Hz

Power consumption 150 watt

Timer untuk set lamanya penyinaran :

Range dari 0,1 detik 10 jam

Satuan waktu detik, menit dan jam


Hourmeter untuk menghitung umur lampu efektif 0 9999 jam

Umur lampu efektif adalah 3000 jam, lewat dari waktu tersebut lampu

harus diganti

Saklar pilih untuk 6 lampu atau 3 lampu

Jarak penyinaran antara lampu dengan objek (bayi) pada incubator dapat

di atur

Ukuran atas : Panjang 68,5 cm, lebar 63,5 cm dan tebal 10 cm

Ukuran bawah : Panjang 68,5 cm dan lebar 63,5 cm

C.

Penggunaan

Fungsi
Untuk therapy bayi yang terkena Penyakit Kuning atau Hiperbilirubin. Blue light ini
akan mengubah bilirubin menjadi senyawa yang larut dalam air sehingga dapat
dikeluarkan dari tubuh bayi. Berapa lama bayi menjalani terapi sinar biru tergantung
pada kadar bilirubin, biasanya sekitar 2-4 hari. Bila kadar bilirubin 12-15 mg/dl, terapi
dilakukan selama 2-3 hari. Bila kadarnya mencapai 15-20 mg/dl terapi dilakukan selama
3-4 hari.
Contoh gambar Alat

Selain itu Fungsi dari penyinaran BLUE Light (UV Component) ialah
untuk mengurangi proses peradangan akut pada jerawat dan mensterilkan
kulit wajah sehingga sangat cocok sekali bagi mereka yang memiliki kulit
wajah berjerawat.
Diagram alur kerja

Hourmeter

Main
Switch

PLN

Indikator

Timer

Ballast

Buzzer

. Blok Diagram Phototherapy

Keterangan Gambar :
1.

PLN

PLN sebagai Supply induk untuk menghidupkan rangkaian.


2.

Main Switch

Blue
Light

Starter

Main switch adalah penyambung dan pemutus hubungan PLN dengan rangkaian.
3.

Indikator

Indikator adalah lampu penanda pesawat hidup yang akan menyala pada saat Main
Switch ON
4.

Timer

Timer untuk memindahkan kontak agar Blue Light mati dan Buzzer berbunyi setiap
enam jam pertanda bayi siap untuk diganti posisi.
5.

Ballast

Ballast untuk membatasi aliran arus listrik agar rangkaian lampu bekerja sesuai dengan
range daya yang dibutuhkan.
6.

Blue Light

Blue light cahaya yang mampu menembus lapisan kulit untuk mengurangi penimbunan
bilirubin di jaringan bawah kulit atau selaput lendir.
7.

Starter

Starter sebagai pemicu pemanasan pada Blue Light agar terjadi loncatan elektron
sehingga Blue Light dapat menyala.
8.

Hourmeter

Untuk menghitung lamanya Blue Light menyala agar bisa memperkirakan life time pada
Blue Light untuk diganti.
9.

Buzzer

Akan berbunyi setiap enam jam sekali untuk peringatan agar bayi diubah posisinya.
Cara Kerja Blok Digram
Saat Main Switch ditekan akan menghubunkan PLN dengan Timer dan Lampu Indikator
sehingga Lampu Indikator menyala dan Timer mulai menghitung. Kontak Timer
menghubungkan Ballast dan Hourmeter dengan PLN sehingga Blue Light menyala dan

Hourmeter menghitung. Saat waktu tercapai, timer memindahkan kontaknya ke buzzer


sehingga Blue Light dah hourmeter mati dan buzer menyala.
Cara Pengoperasian Pesawat
1.

Hubungkan stekker dengan Jala-jala listrik PLN.

2.

Tekan tombol ON, maka secara otomatis lampu indicator menyala.

3.

Atur setting timer untuk lamanya waktu penyinaran yang diperlukan (kelipatan 6

jam).
4.

Tekan tombol START, maka lampu akan menyala, timer dan hourmeter juga ikut

bekerja.
5.

Buzzer akan berbunyi 6 jam sekali ini menandakan posisi bayi harus diubah.

6.

Bila setting waktu telah tercapai secara otomatis lampu akan mati.

7.

Tekan tombol OFF dan lepaskan stekker dari jala-jala listrik.

Persiapan Proses Untuk Therapy.


- Posisi lampu pesawat harus diletakkan dalam keadaan datar.

Atur jarak sinar bayi 40-45.

Bayi dalam keadaan telanjang, khusus untuk bayi laki-laki kelaminnya ditutup.

Mata bayi ditutup dengan kain (warna hitam) agar tidak tembus cahaya.

Wahtu penyinaran maksimal 2 x 24 jam.

Persiapan Alat.

Alat dipakai lagi setelah istirahat 12 jam.

Pastikan bahwa tutup plastik atau pelindung berada pada posisinya. Hal ini
mencegah cedera pada bayi jika lampu pecah dan membantu menapis sinar
ultraviolet yang berbahaya.

Hangkatkan ruangan tempat unit diletakkan, bila perlu, sehingga suhu dibawah
sinar adalah 28oC sampai 30oC.

Nyalakan unit, dan pastikan bahwa semua tabung fluoresen bekerja

Ganti tabung fluoresen yang terbakar atau yang berkedip-kedip

v Catat tanggal tabung diganti dan ukur durasi total penggunaan tabung tersebut.
v Ganti tabung setiap 2000 jam penggunaan atau setelah tiga bulan, mana saja
yang terlebih dahulu, walaupun tabung masih bekerja.

Gunakan seprai putih pada pelbet, tempat tidur bayi, atau inkubator, dan letakkan
tirai putih disekitar tempat area tempat unit diletakkan untuk memantulkan sinar
sebanyak mungkinkembali ke bayi.

Pelaksanaan Therapy.
- Selama pelaksanaan therapy, posisi bayi harus diubah-ubah tiap 6 jam sekali.

Usahakan suhu pada bayi stabil antara 36-37o C (diceck setiap 3 jam).

Hindari Dehydrasi perhatikan beraknya (sering hijau encer).

EFEKSAMPING

1.

Diare

2.

Kotoran menjadi encer

3.

Kulit menjadi hitam

4. Bercak kemerahan pada kulit bayi karena efek panas dari lampu atau

malah kedinginan akibat telanjang

5. Dehidrasi (kehilangan cairan) sering terjadi, biasanya dicegah dengan


pemberian cairan lebih dari kebutuhannya melalui infuse atau ASI.

6. Bronze Baby Syndrome (kulit bayi tampak berwarna perunggu), hal ini
terjadi bila penyinaran dilakukan pada kadar bilirubin langsung tinggi.

D.

Pemeliharaan

Tempatkan alat phototeraphy pada tempat yang aman dari kebocoran air, tempat
yang lembab dan lain-lain yang dapat menimbulkan kegagalan dan membahayakan
keselamatan kerja.
Jaga kondisi kebersihan alat, lakukan pengecekan dan observasi rutin pada bagianbagian dari alat yang perlu dapat pengawasan khusus misalnya mengecek kondisi lampu
Blue Light serta life time dari lampu tersebut.
Selain itu perlunya pengecekan komponen pendukung lainnya seperti timer,
hourmeter serta kestabilan tegangan.
Setiap pengoperasian alat selesai hendaknya dikondisikan dalam keadaan off.
Jika terjadi kerusakan pada lampu hendaknya pemasangan lampu menggunakan
sarung tangan agar tidak terbentuk bayangan pada lampu.