Anda di halaman 1dari 4

RESUME

Aspek-aspek Pemanduan
 Keberhasilan pemanduan wisata sangat ditentukan oleh sejauh mana persiapan dilakukan
 Termasuk mengumpulkan data dan informasi yang akurat dan dapat dipercaya
 Ingatlah bahwa tugas pramuwisata ialah memberikan informasi yang benar
 Penyampaian materi pemanduan harus dilakukan dengan teknik dan situasi yang benar dan
menyenangkan
Lingkup Guiding
 Pemanduan Awal (Opening)
 Pemanduan (Main Guiding )
 Akhir Pemanduan (Closing)
Pemanduan Awal
 Opening
 Pilihlah suatu tempat yang strategis untuk memulai pemanduan
 Jika melakukan pemanduan dengan bus, lakukan greeting sebelum naik bus atau sebelum bus
bergerak
 Ucapkan salam dengan bahasa yang familiar
 Perkenalkan nama dan tugas rekan kerja dan diri anda sendiri
 Cek nama wisatawan satu persatu dengan menyebut nama dan negara/asal sehingga mereka
saling mengenal
 Jelaskan secara singkat itinerary (sebaiknya dibagikan terlebih dahulu
 Berikan kesempatan jika ada yg bertanya
Pemanduan (Main Guiding)
 Aksi yang dilakukan pada saat tour dimulai, seperti layaknya makanan utama dalam jamuan
makan
 Pelayanan pemanduan di atas bus dilakukan dengan posisi berdiri : sikap kaki yang tepat,
tergantung goyangan bus, bisa dengan jarak 20-30cm antara dua kaki ke depan atau ke samping
dan boleh sedikit bersandar, tetapi tetap dalam sikap tegak, tidak terkesan malas
 Jangan menjelaskan obyek yg sudah tertinggal atau yg masih jauh
 Koordinasikan dengan driver supaya kecepatan dikurangi bila ada hal yg menarik dan
memerlukan pemaparan rinci
 Tanggap akan kondisi wisatawan :jenuh,lelah, atau mengantuk.
 Ketika sedang beristirahat dan makan di restaurant ambil meja khusus untuk crew sehingga
anda dapat mengamati situasi makan
 Ketika akan meneruskan perjalanan selalu ingatkan tentang toilet, barang bawaan, dan ucapkan
terima kasih atas ketertibannya
 Bila ada pemandu lokal pada salah satu obyek wisata, perkenalkan guide lokal tersebut pada
wisatawan dan hargailah rekan pemandu
Akhir Pemanduan (Closing)
 Akhir pemanduan merupakan kesan terakhir dari suatu pertemuan dan tidak kalah pentingnya
dengan kesan pertama berjumpa
 Tentukan farewell point yg nyaman, tenang, dan mengesankan (lobby, taman, restoran, hotel
terakhir disinggahi)
 Buatlah sesuatu yg mengesankan seperti game dengan hadiah kecil, humor dan souvenir,
tanyakan mungkin wisatawan ada yg ingin bernyanyi, atau menampilkan pertunjukan, serta hal-
hal lain yang dapat menghidupkan suasana
 Cari kesempatan untuk membagikan kuisioner dan mintalah mereka mengisi dengan jujur
(sebaiknya setelah mengisi dimasukkan dalam amplop dan dikembalikan.
 Jangan membacanya didepan mereka
 Jangan lupa salam perpisahan serta harapan untuk berjumpa
 Ingatkan barang bawaan mereka
 Bantulah jika ada diantara wisatawan yg ingin additional night atau tour ke tempat lain, agar
diberikan jalan keluarnya, atau jika memerlukan pemandu guna memudahkan perjalanan
mereka tawarkan jasa mengenai kantor anda bekerja
Penampilan Pramuwisata
 Usahakan pada pertemuan pertama dapat menunjukan kesan kepercayaan, positif, dan railah
simpati para wisatawan
 Kesan pertama ini sangatlah penting, karena merupakan gerbang utama untuk menjalin
hubungan yang baik dengan wisatawan selama tour berlangsung
 Berikut cara menampilkan kesan pertama yang positif :
1. Pastikan berdandan rapi, bersih, serasi menggunakan aksesoris yang cocok (tidak mencolok)
yang sesuai dengan kondisi perjalanan
2. Pastikan berpikir positif terhadap wisatawan
3. Panggilah nama dengan nada bersahabat
4. Tidak melakukan gerakan yang tidak perlu ketika berhadapan dengan wisatawan (garuk
kepala, main kuku, dll)
5. Dengarkan setiap wisatawan yang ingin bertanya, berpendapat dll
6. Selalu menyapa wisatawan ketika setiap kali bertemu
7. Senyum dengan tulus
8. Memelihara lingkungan kerja yg bersih dan rapi (Bus Pariwisata)
9. Tampilkan diri dengan penuh percaya diri
10. Jangan gegabah mengambil satu keputusan
11. Selalu menjaga sikap tubuh dan ekspresi wajah
12. Perlakukan rekan kerja dengan sopan dan menghormati
Strategi Menanggapi dan Menjawab Pertanyaan
 Strategi dalam menanggapi atau menjawab setiap pertanyaan sangat penting dan harus dikuasai
oleh seorang pemandu
 Hal tersebut guna mengantisipasi jika ada pertanyaan yg sulit atau bahkan menyudutkan
 Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :
1. Terimalah semua pertanyaan dengan ramah, penuh simpati dan tenang
2. Dengar dengan cermat dan tetap tenang walaupun itu pertanyaan sulit
3. Jangan meremehkan setiap pertanyaan dan menganggap itu pertanyaan bodoh
4. Jangan merasa diharuskan menjawab pertanyaan yg bersifat pribadi (usia, gaji, dll)
Seni Mengingat Nama
 Dalam mengingat nama setiap wisatawan dalam rombongan sangat penting
 Karena hal tersebut sangat membantu untuk menjalin hubungan yg baik dari setiap wisatawan
 Dengan mengingat nama dari wisatawan sebenarnya banyak manfaat yang dapat didapatkan
yaitu :
1. Mengakui aktualitas diri wisatawan
2. Membangun rasa percaya diri bagi wisatawan
3. Memudahkan komunikasi dengan individu atau group
4. Meninggikan harga diri bagi kedua pihak
5. Sebagai langkah awal dari personal approach pada saat menghadapi masalah
Berikut tips dalam mempermudah mengingat nama wisatawan :
 Mengeja nama dengan memperhatikan logat pada saat menyebut nama, bayangkan ejaannya,
karena ejaan melambangkan asal wisatawan, misal Ruud van Nistelrooy (Belanda)
 Hubungkan atau uraikan nama dengan sesuatu yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari
dan ciri khasnya, misal James Lewis =berkacamata, profesi pelari
 Selalu mengulangi nama dalam percakapan, pada awalnya memanfaatkan name tag
Pedoman Dalam Pelayanan
 Dalam memuaskan para wisatawan, pramuwisata dituntut untuk dapat memaksimalkan
pelayanan dalam arti sebenarnya :
 Attitude
 Jagalah penampilan diri dan perilaku, tegas namun tetap sopan santun dan saling
menghargai
 Attention
 Berikan perhatian kepada setiap wisatawan secara merata (tidak pilih kasih), berbicara
efektif pada pemaparan
 Action
 Tindakan adalah wujud nyata dari janji pelayanan yang meliputi kualitas produk dan
ketetapan waktu pelaksana

Pantangan Pramuwisata
 Tidur dalam perjalanan
 Melanggar Etika dan Sopan Santun (tanya umur, status, gaji)
 Mengubah itinerary
 Mendeskriditkan negara
 Memaksakan kehendak kpd tamu
Definisi Tour Leader
Tour Leader atau Pemimpin Perjalanan Wisata adalah Seseorang yang dberi tugas dan tanggung jawab
untuk memimpin suatu perjalanan wisata dari suatu rombongan wisatawan (baik perorangan maupun
kelompok) pada suatu Daerah Tujuan Wisata tertentu semenjak mulai berangkat hingga kembali pulang,
ke tempat asal keberangkatan.
 Menurut Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM. 73/KP. 103/PHB-80 , Pemimpin
Perjalanan Wisata adalah pegawai biro perjalanan yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan
untuk mengurus dan memimpin perjalanan rombongan wisatawan.
Dalam definisitersebut ditekankan 3 hal yakni :
1. Pemimpin perjalanan wisata adalah pegawai biro petjalanan,
2. Mempunyai pengetahuan dan keterampilan,
3. Mengurus perjalanan rombongan wisatawan.
 CEN (European Committee for Standardization) memberikan istilah lain yaitu “tour
manager/manajer tur” sebagai “orang yang mengelola dan mengawasi rencana perjalanan atas
nama operator tur, memastikan program dilakukan seperti yang dijelaskan dalam literatur operator
tur dan dijual kepada wisatawan / konsumen dan yang memberikan informasi praktis lokal.
Peran Tour Leader menurut M. Kesrul, (2004 : 5):
 A tour leader is a good organizer
 A tour leader is a good communicator
 A tour leader must unite the tour into a social family
 The tour leader represent not only the group but the entire organization
 A tour leader is psychologist
 A tour leader is a friends to those she / he dislike, as well as those she/he likes
Tugas Tour Leader
 Sebelum pelaksanaan/persiapan penyelenggaraan perjalanan wisata :
1. Penyelesaian/pengurusan dokumen-dokumen yang diperlukan
2. Pemesanan (reservations) yang dilakukan sebelumnya
3. Kendaraan yang hendak dipergunakan
 Saat pelaksanaan :
1. Memimpin dan mengurus Perjalanan rombongan Wisatawan,
2. Memberi petunjuk-petunjuk dan penjelasan yang diperlukan mengenai tugas yang akan
dihadapi oleh pramuwisata dan pengemudi,
3. Membantu pramuwisata apabila ada hambatan, terutama dalam waktu perjalanan wisatawan
sedang berlangsung,
4. Selalu hadir / berada dengan rombongan baik yang baru tiba maupun yang akan berangkat,
5. Membantu dan memberisaran kepada bagian tour dalam membantu penyusunan paket wisata
(Package Tour) yang bermutu,
6. Membina hubungan kerja yang baik dengan rekan-rekan sejawat dan rekanan yang diperlukan
untuk kelancaran tugasnya,
7. Memberi laporan pelaksanaan tour setelah selesai menjalankan tugas kepada pimpinan
langsung atau tour operation manager.
Tanggungjawab Tour Leader
1. Melakukan semua aktivitas yang sudah direncanakan
2. Bisa menjadi solusi ( problem solver)
3. Wakil dari perusahaan
4. Sebagai pemimpin
5. Merencanakan, mengarahkan, mengkoordinasi tugas dan aktivitas rencana tour
6. Memotovasi, mengajarkan perilaku peserta dari performansi
7. Kualitas dan kuantitas perjalanan wisata sebagai produk
8. Komunikasi skills, disiplin, moral peserta
9. Evaluasi alur dan hasil kerja
Syarat-syarat Tour Leader
1. Out going personality
2. Common sense
3. Organization
4. Empati
5. Extreme
6. Event Timpered Personality
7. Commitment
8. Leadership Qualities
9. Balanced Personality
10. Good Health
11. Control and Firmness
Kualifikasi Tour Leader
 Sebagai seorang Tour leader harus memiliki penguasaan bahasa yang baik, bahasanya sendiri (native
laguage), bahasa asing, maupun sedikit bahasa daerah di daerah yang akan dikunjungi.
 Selain itu seorang TL juga harus berpengalaman berinteraksi. Utamanya dengan orang-orang pada
usia tertentu, misalnya, orang tua, anak remaja atau bahkan anak kecil, baik laki-laki maupun
perempuan.
Seorang TL tidak wajib mengetahui sejarah, budaya, serta seluk beluk dari setiap kota yang
dikunjunginya karena tugasnya bukan menjelaskan tetapi hanya memimpin rombongan tour. Namun,
akan memiliki nilai tambah jika seorang TL juga bisa melengkapi dirinya dengan pengetahuan mengenai
kota-kota yang dikunjunginya, karena bisa jadi keterbatasan bahasa antara Tour Guide dengan peserta
membuat para peserta lebih merasa nyaman untuk bertanya kepada TL daripada Tour
Guide (biasanya Tour Guide adalah penduduk lokal yang memiliki lisensi untuk menjadi pemandu wisata,
jarang ada Tour Guide yang bisa berbahasa Indonesia (jika Internasional)
Pantangan Tour Leader
 Tidur dalam perjalanan
 Melanggar Etika dan Sopan Santun (tanya umur, status, gaji)
 Mengubah itinerary
 Mendeskriditkan negara
 Memaksakan kehendak terhadap tamu