Anda di halaman 1dari 3

IMPAKSI M3 KLASIFIKASI IA

No. Dokumen :
S No. Revisi :
O
Tanggal Terbit :
P
Halaman : 1/2/3
UPTD PUSKESMAS IMANUDDIN
GERAK MAKMUR NIP.19700212 199303 1 005
1. Pengertian Impaksi gigi adalah gigi yang mengalami kesukaran / kegagalan erupsi,
yang disebabkan oleh malposisi, kekurangan tempat atau dihalangi oleh
gigi lain, tertutup tulang yang tebal dan atau jaringan lunak disekitarnya.
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah – langkah untuk penanganan gigi
impaksi M3 klasifikasi IA
3. Kebijakan Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Gerak Makmur Nomor Tahun
2017 tentang Kebijakan Pelayanan Klinis di Poli Gigi yang tersedia di
UPTD Puskesmas Gerak Makmur
4. Referensi Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK. 02. 02/MENKES/62/2015
tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Gigi
5. Prosedur/Langkah- 1. Petugas melakukan disinfeksi jaringan di luar dan di dalam rongga
langkah mulut sebelum odontektomi, dapat digunakan obat kumur antiseptic
selanjutnya dilakukan blok anestesi
2. Petugas membuat insisi dengan memperhitungkan garis insisi tetap
akan berada di atas tulang rahang setelah pengambilan jaringan
tulang pasca odontektomi dan selanjutnya dibuat flap.
3. Petugas mengambil tulang yang menutup gigi seminimal mungkin
dengan perkiraan besar setengah dari besar gigi yang akan
dikeluarkan
4. Petugas melakukan pemotongan gigi yang biasanya dimulai dengan
memotong pertengahan mahkota gigi molar ketiga impaksi ke arah
bifurkasi atau melakukan pemotongan pada region servikal untuk
memisahkan bagian mahkota dan akar gigi. Selanjutnya dilakukan
pemotongan menjadi bagian – bagian lebih kecil sesuai dengan
kebutuhan. Mahkota gigi dapat dipotong menjadi dua sampai empat
bagian, demikian pula pada bagian akarnya, kemudian bagian –
bagian tersebut dikeluarkan satu per satu.
5. Petugas melakukan kuretase untuk mengeluarkan kapsul gigi dan
jaringan granulasi di sekitar mahkota gigi dan dilanjutkan dengan
melakukan irigasi dengan air steril atau larutan saline 0,09 % steril
6. Petugas melakukan pemotongan tulang dan gigi dengan
menggunakan bur secara langsung melihat daerah pemotongan, tidak
boleh dilakukan secara blind karena dapat menyebabkan terjadinya
trauma yang tidak diinginkan dijaringan sekitarnya
7. Petugas melakukan penjahitan mulai dari ujung flap dibagian distal
molar kedua dan dilanjutkan ke arah anterior kemudian ke arah
posterior
8. Petugas mengolesi povidon iodine
9. Petugas memberikan edukasi pasca odontektomi pada pasien
10. Petugas mencatat semua tindakan yang dilakukan dalam rekam
medis
6. Bagan Alir
Disinfeksi jaringan Melakukan blok
di luar dan di Melakukan pemotongan
anastesi
Melakukan penjahitan tulalng dan gigi
dalam rongga
mulut menggunakan bur

Pengambilan tulang yang Membuat insisi dan


Mengolesi
menutupi povidon
gigi iodine Memberikan
dilanjutkan edukasi
pembuatan
pasca operasi
flap

Melakukan pemotongan Melakukan kuretase dan


gigi irigasi dengan saline
Mencatat
0.09% semua
tindakan dalam
rekam medis

7. Unit terkait Poli Gigi