Anda di halaman 1dari 59

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMA /SMK


Kelas/ Semester : XI/1
Mata Pelajaran : Bahasa Jawa
Tema : Busana Jawa Gagrag Yogyakarta
Alokasi Waktu : 8 x 45 menit

A. Kompetensi Inti
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berin- teraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural
pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator


Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian
1.3 Mensyukuri anugerah 1.3.1 Menggunakan bahasa Jawa dengan baik dan benar
Tuhan akan dalam memahami Busana Jawa Gagrag Yogyakarta
keberadaan bahasa 1.3.2 Menggunakan kata, istilah, atau ungkapan bahasa
Jawa dan Jawa dalam menginterpretasikan nilai-nilai ajaran
moral yang terkandung dalam bagian dan tata cara
menggunakannya pemakaian adat Jawa.
sebagai sarana
komunikasi dalam
mengolah, menalar,
dan menyajikan
informasi lisan dan
tulis melalui
penerapan unggah-
ungguh berbahasa
Jawa

1
2.3 Menunjukkan perilaku Jujur
jujur, tanggung jawab, 2.3.1 Berperilaku tidak berbohong pada kegiatan
dan disiplin dalam memahamiBusana Jawa Gagrag Yogyakarta
menggunakan bahasa 2.3.2 Berperilaku selalu dapat dipercaya dalam perkataan,
tindakan, dan pekerjaan, baik terhadap diri dan pihak
Jawa untuk lain.
menunjukkan tahapan Tanggung jawab
dan langkah yang 2.3.3Berperilaku selalu melaksanakan tugas dan
telah ditentukan kewajibannya dengan baik pada kegiatan
dengan menggunakan pembelajaran memahami Busana Jawa Gagrag
unggah-ungguh Yogyakarta
berbahasa Jawa. 2.3.4 Berperilaku selalu menyelesaikan tugas dengan data
atau informasi yang dapat dipercaya pada kegiatan
pembelajaran memahami Busana Jawa Gagrag
Yogyakarta
Disiplin
2.3.3 Berperilaku dapat menyelesaikan tugas sesuai dengan
waktu yang dialokasikan dalam pembelajaran
2.3.4 Berperilaku tidak mengganggu siswa atau kelompok
lain dalam pembelajaran
Proaktif
2.3.5 Berperilaku giat berusaha dapat mengumpulkan
informasi dalam pembelajaran
2.3.6 Berperialku selalu beraksi dan bereaksi dalam
berdiskusi dan pembelajaran

3.4. Memahami Busana Pertemuan 1


Jawa Gagrag 3.1.1 Menyebutkan bagian-bagian Busana Jawa Gagrag
Yogyakartagagrak Yogyakarta dan Surakarta
Yogyakarta 3.1.2 Menyebutkan nilai filosofis Busana Jawa Gagrag
Yogyakartagagrak Yogyakarta dan Surakarta

Pertemuan 2
3.1.3 Menyebutkantata cara pemakaianBusana Jawa
Gagrag Yogyakarta
3.1.4 Mengidentifikasi bagian-bagian dan cara pemakaian
Busana Jawa Gagrag Yogyakarta gagrak
Yogyakarta dan Surakarta

Pertemuan 3
3.1.1 Menguraikan makna yang terkandung dalam setiap
bagianBusana Jawa Gagrag Yogyakarta
3.1.2 Menguraikan ajaran moral yang terkandung dalam
setiap bagian Busana Jawa Gagrag Yogyakarta

4.3.Menanggapi Busana Pertemuan 4


Jawa Gagrag 3.1.3 Mempresentasikan hasil temuan diskusi
berupa;bagian-bagian dan cara pemakaian Busana
Yogyakarta Jawa Gagrag Yogyakarta gagrak Yogyakarta dan
Surakartasarta ajaran moral dalam Busana Jawa
Gagrag Yogyakarta
3.1.4 Menanggapi hasil temuan diskusi kelompok lain
berupa;bagian-bagian dan cara pemakaian Busana
Jawa Gagrag Yogyakarta gagrak Yogyakarta dan
Surakarta dan ajaran moral dalam Busana Jawa

2
Gagrag Yogyakarta

C. Tujuan Pembelajaran
Pertemuan 1
1. Selama dan setelah proses pembelajaran siswa mensyukuri anugerah Tuhan
keberadaan bahasa Jawa dan menggunakannya sesuai kaidah dan konteks
mempersatukan bangsa.
2. Selama dan setelah proses pembelajaran, siswa dapat menunjukkan rasa syukur atas
anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Jawa dan menggunakannya sebagai sarana
komunikasi dalam memahami Busana Jawa Gagrag Yogyakarta
3. Selama dan setelah proses pembelajaran, siswa menunjukkan prilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, dan proaktif dalam menggunakan bahasa Jawa untuk memahami
Busana Jawa Gagrag Yogyakarta
4. Setelah membaca contoh Wacana Busana Jawa Gagrag Yogyakarta dan
mendiskusikan, siswa dapat menentukan Busana Jawa Gagrag Yogyakarta hasil
observasi baik melalui lisan maupun tulisan.
5. Menyebutkan bagian, tata cara pemakaian dan penggunaan Busana Jawa Gagrag
Yogyakarta
6. Menyebutkan nilai filosofis dalam rangkaian bagian, tata cara pemakaian dan
penggunaan Busana Jawa Gagrag Yogyakarta
Pertemuan 2
1. Selama dan setelah proses pembelajaran siswa mensyukuri anugerah Tuhan
keberadaan bahasa Jawa dan menggunakannya sesuai kaidah dan konteks
mempersatukan bangsa.
2. Selama dan setelah proses pembelajaran, siswa dapat menunjukkan rasa syukur atas
anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Jawa dan menggunakannya sebagai sarana
komunikasi dalam menginterpretasi Busana Jawa Gagrag Yogyakarta.
3. Selama dan setelah proses pembelajaran, siswa menunjukkan prilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, dan proaktif dalam menggunakan bahasa Jawa untuk
menginterpretasi Busana Jawa Gagrag Yogyakarta.

3
4. Setelah memahami Wacana Busana Jawa Gagrag Yogyakarta dan mendiskusikan,
siswa dapat menginterpretasi Busana Jawa Gagrag Yogyakarta
5. Menyebutkan bagianBusana Jawa Gagrag Yogyakarta
6. Mengidentifikasi bagianBusana Jawa Gagrag Yogyakarta

Pertemuan 3
1. Selama dan setelah proses pembelajaran siswa mensyukuri anugerah Tuhan
keberadaan bahasa Jawa dan menggunakannya sesuai kaidah dan konteks
mempersatukan bangsa.
2. Selama dan setelah proses pembelajaran, siswa dapat menunjukkan rasa syukur atas
anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Jawa dan menggunakannya sebagai sarana
komunikasi dalam Memahami dan menanggapi teks wacana tentang Busana Jawa
Gagrag Yogyakarta.
3. Selama dan setelah proses pembelajaran, siswa menunjukkan prilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, dan proaktif dalam menggunakan bahasa Jawa untuk Memahami dan
menanggapi teks wacana tentang Busana Jawa Gagrag Yogyakarta.
4. Setelah memahami Wacana Busana Jawa Gagrag Yogyakarta dan mendiskusikan,
siswa dapat Memahami dan menanggapi teks wacana tentang Busana Jawa Gagrag
Yogyakarta
5. Menguraikan ajaran moral yang terkandung dalam setiap prosesi dalam Busana Jawa
Gagrag Yogyakarta

Pertemuan 4
1. Selama dan setelah proses pembelajaran siswa mensyukuri anugerah Tuhan
keberadaan bahasa Jawa dan menggunakannya sesuai kaidah dan konteks
mempersatukan bangsa.
2. Selama dan setelah proses pembelajaran, siswa dapat menunjukkan rasa syukur atas
anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Jawa dan menggunakannya sebagai sarana
komunikasi dalam Memahami dan menanggapi teks wacana tentang Busana Jawa
Gagrag Yogyakarta.
3. Selama dan setelah proses pembelajaran, siswa menunjukkan prilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, dan proaktif dalam menggunakan bahasa Jawa untuk Memahami dan
menanggapiteks wacana tentang Busana Jawa Gagrag Yogyakarta.

4
4. Mempresentasikanhasil temuan diskusi berupa urutan, makna simbolik serta ajaran
moral dalam Busana Jawa Gagrag Yogyakarta
5. Menanggapi hasil temuan diskusi kelompok lain berupa; urutan, bagian, ajaran moral
dalam Busana Jawa Gagrag Yogyakarta

D. Materi Ajar
Pertemuan 1
1. Tayangan rekaman tentang bagian, tata cara pemakaian dan penggunaan Busana Jawa
Gagrag Yogyakartadari berbagai sumber
Pertemuan 2
1. Tata carapemakaian, bagian dan Ajaran Moral yang terkandung dalam Busana Jawa
Gagrag Yogyakarta yang disampaikan dengan tepat.
Pertemuan 3
1. Penanaman ajaran moral yang terkandung di dalam Busana Jawa Gagrag Yogyakarta.
Pertemuan 4
1. Mempresentasikan hasil temuan diskusi berupa; tata cara pemakaian, bagian sarta
ajaran moral dalam setiap bagianBusana Jawa Gagrag Yogyakarta
2. Menanggapi hasil temuan diskusi kelompok lain berupa; tata cara pemakaian ,
bagian, ajaran moral dalam Busana Jawa Gagrag Yogyakarta

E. Pendekatan dan Metode pembelajaran


Pendekatan Pembelajaran : Saintifik
Metode Pembelajaran : Diskusi, Ceramah, Tanya Jawab, Penugasan, Presentasi

F. Media, Alat/Bahan, Sumber


1. Media:
Buku, Rekaman tata cara pemakaian dan bagian Busana Jawa Gagrag
Yogyakarta,Internet, Power point

2. Alat/Bahan:
laptop
LCD
Speaker

3. Sumber :
 Suharti, dkk. Yogya Basa Jilid IIIKangge Kelas XIISMA/MA/SMK.
2007.Yogyakarta :DinasPendidikan.

5
 Suwarna Pringgawidagda. Acara Penganten Berbagai Gaya. 2003. Yogyakarta :
Adicita Karya Nusa
 Bacaan teks tentang Bagian, tata cara pemakaian dan penggunaan Busana Jawa
Gagrag Yogyakarta
 Internet

G. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke-1
ALOKASI
KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN
WAKTU
Pendahuluan 1. Siswa merespon salam dan pertanyaan dari guru 10 menit
berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran
sebelumnya.
2. Siswa dan guru bertanya jawab tentang keterkaitan
pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang
akan dilaksanakan.
3. Siswa menyimak penjelasan tentang tujuan, langkah,
dan manfaat pembelajaran yang akan dilaksanakan.
4. Siswa menyimak penjelasan cakupan materi
pembelajaran yang akan dilaksanakan.
Inti MENGAMATI : 10 menit
1. Mengamati penjelasan tentang bagian, tata cara
pemakaian dan penggunaan Busana Jawa Gagrag
Yogyakarta
2. Mencermati uraian yang berkaitan dengan makna
filosofis bagian, tata cara pemakaian dan penggunaan
Busana Jawa Gagrag Yogyakarta

MENANYA : 15 menit
1. Bertanya jawab tentang macam bagian, tata cara
pemakaian dan penggunaan Busana Jawa Gagrag
Yogyakarta
2. Bertanya jawab tentang macam upacara adat yang
terkait dengan makna filosofis bagian, tata cara
pemakaian dan penggunaan Busana Jawa Gagrag
Yogyakarta 15 menit

MENGEKSPLORASI :
1. Mencari dari berbagai sumber informasi tentang
bagian, tata cara pemakaian dan penggunaan Busana
Jawa Gagrag Yogyakarta
2. Mencari dari berbagai sumber informasi tentang
makna filosofis bagian, tata cara pemakaian dan
penggunaan Busana Jawa Gagrag Yogyakarta 15 menit

MENGASOSIASI :
1. Menyimpulkan macam bagian, tata cara pemakaian
dan penggunaan Busana Jawa Gagrag Yogyakarta
2. Menyimpulkan makna filosofis bagian, tata cara

6
pemakaian dan penggunaan Busana Jawa Gagrag 15 menit
Yogyakarta

MENGKOMUNIKASIKAN :
1. Menuliskan laporan kerja kelompok tentang bagian,
tata cara pemakaian dan penggunaan Busana Jawa
Gagrag Yogyakarta
2. Mendiskusikan hasil kerja tentang bagian, tata cara
pemakaian dan penggunaan Busana Jawa Gagrag
Yogyakarta
Penutup 1. Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran. 10 menit
2. Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang
sudah dilakukan.
3. Siswa melaksanakan evaluasi.
4. Siswa dan guru melakukan umpan balik.
5. Siswa dan guru merencanakan tindak lanjut
pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.

Pertemuan ke - 2
ALOKASI
KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN
WAKTU
Pendahuluan 1. Siswa merespon salam dan pertanyaan dari guru 10 menit
berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran
sebelumnya.
2. Siswa dan guru bertanya jawab tentang keterkaitan
pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang
akan dilaksanakan.
3. Siswa dibagi dalam 6 kelompok
4. Siswa menyimak penjelasan tentang tujuan, langkah,
dan manfaat pembelajaran yang akan dilaksanakan.
5. Siswa menyimak penjelasan cakupan materi
pembelajaran yang akan dilaksanakan.
Inti MENGAMATI : 10 menit
1. Mengamati rekaman bagian, tata cara pemakaian dan
penggunaan Busana Jawa Gagrag Yogyakarta
2. Mencermati uraian yang berkaitan dengan bagian, tata
cara pemakaian dan penggunaan Busana Jawa Gagrag
Yogyakarta

MENANYA :
1. Bertanya jawab tentang bagian, tata cara pemakaian 15 menit
dan penggunaan Busana Jawa Gagrag Yogyakarta

MENGEKSPLORASI:
1. Mencari dari berbagai sumber informasi tentang
bagian, tata cara pemakaian dan penggunaan Busana
Jawa Gagrag Yogyakarta
2. Mencari dari berbagai sumber informasi tentang 15 menit
urutan bagian, tata cara pemakaian dan penggunaan

7
Busana Jawa Gagrag Yogyakarta
3. Mencari dari berbagai sumber informasi tentang
bagianbagian, tata cara pemakaian dan penggunaan
Busana Jawa Gagrag Yogyakarta

MENGASOSIASI :
1. Menyimpulkan urutan bagian, tata cara pemakaian 15 menit
dan penggunaan Busana Jawa Gagrag Yogyakarta
2. Menyimpulkan bagianbagian, tata cara pemakaian
dan penggunaan Busana Jawa Gagrag Yogyakarta

MENGKOMUNIKASIKAN : 15 menit
1. Menuliskan laporan kerja kelompok tentang analisis
bagian, tata cara pemakaian dan penggunaan Busana
Jawa Gagrag Yogyakarta
2. Mendiskusikanhasil kerja tentang analisis bagian, tata
cara pemakaian dan penggunaan Busana Jawa Gagrag
Yogyakartakepada guru

Penutup 1. Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran. 10 menit


2. Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang
sudah dilakukan.
3. Siswa melaksanakan evaluasi.
4. Siswa dan guru melakukan umpan balik.
5. Siswa dan guru merencanakan tindak lanjut
pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.

Pertemuan ke - 3
ALOKASI
KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN
WAKTU
Pendahuluan 1. Siswa merespon salam dan pertanyaan dari guru 10 menit
berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran
sebelumnya.
2. Siswa dan guru bertanya jawab tentang keterkaitan
pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang
akan dilaksanakan.
3. Siswa menyimak penjelasan tentang tujuan, langkah,
dan manfaat pembelajaran yang akan dilaksanakan.
4. Siswa menyimak penjelasan cakupan materi
pembelajaran yang akan dilaksanakan.
Inti MENGAMATI : 10 menit
1. Mengamati rekaman bagian, tata cara pemakaian dan
penggunaan Busana Jawa Gagrag Yogyakarta
2. Mencermati uraian yang berkaitan dengan bagian, tata
cara pemakaian dan penggunaan Busana Jawa Gagrag
Yogyakarta

MENANYA :
1. Bertanya jawab tentang ajaran moral yang terkandung 15 menit
dalam bagian, tata cara pemakaian dan penggunaan

8
Busana Jawa Gagrag Yogyakarta

MENGEKSPLOARI:

1. Mencari dari berbagai sumber informasi tentang 15 menit


ajaran moral yang terkandung dalam bagian, tata cara
pemakaian dan penggunaan Busana Jawa Gagrag
Yogyakarta

MENGASOSIASI : 15 menit
1. Menyimpulkan ajaran moral yang terkandung dalam
bagian, tata cara pemakaian dan penggunaan Busana
Jawa Gagrag Yogyakarta

MENGKOMUNIKASIKAN :
1. Menuliskan laporan kerja kelompok tentang analisis 15 menit
ajaran moral yang terkandung dalambagian, tata cara
pemakaian dan penggunaan Busana Jawa Gagrag
Yogyakarta
2. Mendiskusikan hasil kerja tentang ajaran moral yang
terkandung dalam bagian dan tata cara
pemakaianPasangTarub dan Siraman kepada guru

Penutup 1. Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran. 10 menit


2. Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang
sudah dilakukan.
3. Siswa melaksanakan evaluasi.
4. Siswa dan guru melakukan umpan balik.
5. Siswa dan guru merencanakan tindak lanjut
pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.

Pertemuan ke - 4
ALOKASI
KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN
WAKTU
Pendahuluan 1. Siswa merespon salam dan pertanyaan dari guru 10 menit
berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran
sebelumnya.
2. Siswa dan guru bertanya jawab berkaitan dengan
materi bagian, tata cara pemakaian dan penggunaan
Busana Jawa Gagrag Yogyakartayang sudah
didapatkan siswa pada pembelajaran sebelumnya
dengan kritis dan cermat
3. Siswa menyimak penjelasan tentang tujuan, langkah,
dan manfaat pembelajaran yang akan dilaksanakan.
4. Siswa menyimak penjelasan cakupan materi
pembelajaran yang akan dilaksanakan.

Inti MENGAMATI
1. Secara berkelompok siswa mengamati dan 10 menit

9
mencermati presentasi hasil analisis bagian, tata cara
pemakaian dan penggunaan Busana Jawa Gagrag
Yogyakarta yang disajikan oleh kelompok lain
dengan teliti dan bertanggung jawab.
2. Secara berkelompok siswa mengidentifikasikan
bagian, tata cara pemakaian dan penggunaan Busana
Jawa Gagrag Yogyakarta yang disajikan oleh
kelompok laindengan teliti.

15 menit
MENANYA
1. Siswa bertanya jawab tentangurutan dan bagian
dalam bagian, tata cara pemakaian dan penggunaan
Busana Jawa Gagrag Yogyakarta.
2. Siswa bertanya jawab tentang nilai-nilai ajaran moral
dari Busana Jawa Gagrag Yogyakarta yang
tersajidengan saling menghargai pendapat teman dan 15 menit
bahasa yang santun.

MENGEKSPLORASI
1. Siswa berdiskusi dan mencari dari berbagai sumber
informasi tentang bagian, tata cara pemakaian dan
penggunaan Busana Jawa Gagrag Yogyakarta
2. Siswa berdiskusi dan menganalisis nilai-nilai ajaran
moral dari Busana Jawa Gagrag Yogyakartadengan 20 menit
jujur dan bertanggung jawab.

MENGASOSIASI
1. Secara berkelompok siswa menyimpulkan jalannya
bagian, tata cara pemakaian dan penggunaan Busana
Jawa Gagrag Yogyakartadan menganalisis nilai-nilai
ajaran moral yang terkandung didalamnya
2. Siswa mengevaluasi hasil analisis bagian dan tata cara
pemakaian Pasang Tarub dan sirmaan dan nilai-nilai 10 menit
ajaran moral yang terkandung didalamnya.

MENGOMUNIKASIKAN
1. Siswa bersama kelompoknya mengapresiasikankerja
kelompok tentangbagian, tata cara pemakaian dan
penggunaan Busana Jawa Gagrag Yogyakarta dan
ajaran moral dariBusana Jawa Gagrag
Yogyakartadengan jujur dan bertanggung jawab.
2. Menuliskan laporan kerja kelompok mengenai bagian
dan tata cara pemakaianTarub dan Siraman dan nilai-
nilai ajaran moral yang terkandung didalamnya dan
siswa lain menanggapi
Penutup 1. Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran. 10 menit
2. Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang
sudah dilakukan.
3. Siswa melaksanakan evaluasi.

10
4. Siswa dan guru melakukan umpan balik.
5. Siswa dan guru merencanakan tindak lanjut
pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.

H. Penilaian Proses dan Hasil Belajar


1. Sikap Spiritual
a. Teknik Penilaian : Observasi
b. Bentuk instrumen : Lembar Observasi
c. Kisi-kisi :
Lembar Observasi
Sikap Spiritual
No. Sikap/Nilai Indikator Butir
Pertanyaan
1 Menghargai dan Menggunakan bahasa Jawa dengan baik dan
mensyukuri keberadaan benar dalam memahami Busana Jawa Gagrag
bahasa Jawa sebagai Yogyakarta
anugerah Tuhan Yang Menggunakan kata, istilah, atau ungkapan
Maha Esa sebagai sarana bahasa Jawa dalam menginterpretasikan nilai-
memahami informasi lisan nilai ajaran moral yang terkandung dalam
dan tulis. bagian dan tata cara pemakaianadat Jawa.

2. Penilaian Sikap
1)Penilaian kompetensi sikap melalui Observasi
a. Teknik Penilaian : Observasi
b. Bentuk instrumen : Lembar Observasi
c. Kisi-kisi

Lembar Observasi
Sikap Spiritual
No. Sikap/ Indikator Butir
Nilai Pertanyaan
1 Jujur Berperilaku tidak berbohong pada kegiatan

11
memahamiBusana Jawa Gagrag Yogyakarta
Berperilaku selalu dapat dipercaya dalam perkataan,
tindakan, dan pekerjaan, baik terhadap diri dan pihak
lain.
2 Disiplin Berperilaku dapat menyelesaikan tugas sesuai dengan
waktu yang dialokasikan dalam pembelajaran
Berperilaku tidak mengganggu siswa atau kelompok
lain dalam pembelajaran
3 Tanggung jawab Berperilaku selalu melaksanakan tugas dan
kewajibannya dengan baik pada kegiatan
pembelajaran memahami Busana Jawa Gagrag
Yogyakarta
Berperilaku selalu menyelesaikan tugas dengan data
atau informasi yang dapat dipercaya pada kegiatan
pembelajaran memahami Busana Jawa Gagrag
Yogyakarta
4. proaktif Berperilaku giat berusaha dapat mengumpulkan
informasi dalam pembelajaran
Berperialku selalu beraksi dan bereaksi dalam
berdiskusi dan pembelajaran

b. Penilaian kompetensi sikap melalui penilaian diri


Nama :
Kelas :
Tanggal penilaian :
Materi/topik :
Bacalah baik-baik setiap pernyataan dan berilah tanda v pada kolom yang sesuai
dengan keadaan dirimu yang sebenarnya.
No. Pernyataan Ya Tidak
1. Saya melakukan tugas kelompok saya bekerja sama dengan
teman satu kelompok
2. Saya mencatat data dengan teliti sesuai dengan fakta
3. Saya melakukan tugas sesuai dengan jadwal yang dirancang
4. Saya membuat tugas terlebih dahulu dengan membaca literatur
yang mendukung tugas
5. Saya terlibat aktif dalam pembelajaran

c. Penilaian kompetensi Sikap Antarpeserta Didik


Mata pelajaran : Bahasa Jawa
Kelas/ semester : XII/2

12
Topik : Bagian, tata cara pemakaian dan penggunaan Busana Jawa
Gagrag Yogyakarta
Indikator : Peserta didik menunjukkan perilaku memiliki perilaku
jujur,disiplin, tanggung jawab, dan proaktif
1. Amati perilaku temanmu dengan cermat selama mengikuti pembelajaran
2. Berikan tanda v paa kolom yang disediakan berdasarkan hasil pengamatan
3. Serahkan hasil pengamatanmu kepada gurumu

No. Perilaku Dilakukan/muncul


Ya Tidak
1. Berprilaku tidak bohong pada kegiatan dan selalu dapat
dipercaya
2. Menyelesaikan tugas sesuai dengan waktu dan tidak
mengganggu siswa atau kelompok lain
3. Melakukan tugas sesuai dengan jadwal yang dirancang
4. Mengungkapkan informasi disertai dengan sumber
rujukan
5. Giat berusaha dapat mengumpulakan informasi dan
selalu beraksi serta bereaksi dalam berdiskusi atau
pembelajaran

d. Jurnal
Jurnal Penilaian
Nama: ………………..
Kelas : ……………….
No. Hari, tanggal Kejadian Keterangan/ Tindak Lanjut

1.
2.

2. Pengetahuan
a. Teknik Penilaian : Tes Tertulis

13
b. Bentuk instrumen : Uraian, Pilihan ganda, Menjodohkan
c. Kisi-kisi

No. Indikator Butir Soal


1 Menyebutkanurutan bagian, tata cara pemakaian dan
penggunaan Busana Jawa Gagrag Yogyakarta
2 Mengidentifikasi bagianbagian, tata cara pemakaian dan
penggunaan Busana Jawa Gagrag Yogyakarta
3 Menguraikan ajaran moral yang terkandung dalam dalam
setiap bagian, tata cara pemakaian dan penggunaan Busana
Jawa Gagrag Yogyakarta

2. Keterampilan
a. Teknik Penilaian : Unjuk Kerja
b. Bentuk instrumen : Produk
c. Kisi-kisi
No. Indikator Butir Soal
1 Menyebutkanurutan bagian, tata cara pemakaian dan
penggunaan Busana Jawa Gagrag Yogyakarta
2 Mengidentifikasi bagianbagian, tata cara pemakaian dan
penggunaan Busana Jawa Gagrag Yogyakarta
3 Menguraikan ajaran moral yang terkandung dalam dalam
setiap bagian, tata cara pemakaian dan penggunaan Busana
Jawa Gagrag Yogyakarta

Mengetahui Kepala SMA Yogyakarta, Juli 2014


Guru Mata Pelajaran Bahasa Jawa

…………………………… ……………………………
…………………………… ……………………………

LAMPIRAN 1: Bahan Ajar


BUSANA KEJAWÈN
GAGRAG NGAYOGYAKARTA

14
Busana kejawèn punika ngewrat saliring pralambang utawi pralampita, utaminipun
tumrap tiyang Jawa ingkang asring ngginakaken. Busana kejawèn pepak sanget piwulang
ingkang sinandi, pepak piwulang – piwulang luhur.
Piwulang salebeting busana kejawen punika minangka piwulang ingkang wonten
gayutipun kaliyan tumindak manungsa ing ngalam donya, amrih saged laras antawisipun
jagad alit lan jagad ageng. Gagayutaipun kaliyan sambetipun manungsa setunggal lan
manungsa sanèsipun, punapadéné antawisipun manungsa lan Gusti Ingkang Akarya Jagad.
A. Wandaning Busana Kajawèn Tumraping Kakung
Parabot wujud wandaning busana kakung, ing antawisipun :
1. Iket, punika minangka sarana panutuping sirah, iket / udheng mengku piwulang
supados manungsa punika sageda ngiket raos gunggung dhiri / umuk, mila
ingkang puniket punika sirah, jer sirah punika papanipun sedaya pakarti pengangen
– angening manungsa.

Ngayogyakarta Surakarta
2. Rasukan, minangka titahing Gusti Ingkang Akarya Jagad manungsa kedah ngrasuk
utawi ngracut kapitadosan agami.
a. Rasukan Kakung Gagrag Ngayogyakarta.
 Surjan Sembagi, utawi ugi asring winastan surjan kembangan, punika
sejatosipun busana ingkang mligi dipunagem déning Sampéyandalem Ingkang
SinuwunSri Sultan Hamengkubuwana ingkang jumeneng nata, lan ugi Sri
Paduka Kangjeng Gusti Adipati Pakualam ingkang jumeneng nata. Ananging
adatipun ugi kaginakaken ing upacara pawiwahan.

 Surjan Lurik, surjan lurik ingkang limrah kaginakaken kawula Ngayogyakarta


ing padintenanipun.

15
 Pranakan biru lurik telu papat, busana punika minangka busana dhines
tumraping abdidalem Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat.

 Atéla, wujuding busana kadosdéné jas kanthi werni polosan, adatipun busana
punika dipunagem déning para abdidalem apangkat bupati sapanginggil nalika
pisowanan salebeting kraton.

b. Rasukan Kakung Gagrag Surakarta.


 Atéla, wujudipun kadosdéné jas wingking dipunkrowok, adatipun awarni
cemeng, dipunagem déning siswa pawiyatan lan abdidalem kraton Surakarta
nalika sowan kraton.

 Beskap, wujudipun kados atéla nanging mawi benik / kancing kanan kéring,
warani cemeng adatipun kaginakaken kanggé among tamu sajawining kraton,
lan beskap ingkang boten cemeng ingkang ngagem sentadalem apangkat KRA
lan KRAT.

16
 Sikepan, busana punika mligi kaagem déning abdidalem, sentanadalem
apangkat KGPH, KPH, KP, KRMH, KRA lan KRAT ing acara pisowanan ageng
kraton.

 Langenarjan, busana ingkang kaagem déning KGPAA Mangkunegara


sakulawangsa manawi pinuju sowan kraton.
 Temantèn kakung nalika badhé kaijab qabulaken.
 Panghargyan panggih mantèn ing sajawining kraton.

3. Benik, ingkang wonten kiring lan kanan mengku piwulang bilih salebeting
nindakaken samubarang perkawis, sageda kapenggalih kanthi premati, sampun
dados kapitunanipun tiyang ngakathah.
4. Lonthong / stagèn / kendhit, menawi cara Ngayogya prayoginipun menawi dereng
apangkat riya sapanginggil ngagem ingkang polos boten mawi seratan cindé.
Babagan warni nyumanggakaken, lan werninipun lonthong polos kajumbuhaken
kaliyan pelet udheng (kemada).

17
5. Kamus / Sabuk lan Timang

6. Keris, Dhuwung, Curiga, parabot panjangkep busana kakung ing gagrag


Ngayogyakarta punika wonten tiga, inggih punika keris ingkang mawi warangka :
a. Warangka wulan tumanggal, wandanipun saèmper wulan ingkang
tumanggal (sabit), warangka punika rumiyin kaagem déning Pangéran
Mangkubumi (HB I).

b. Warangka Gayaman,

Ngayogyakarta

Surakarta

c. Warangka Branggah

18
Branggah Ngayogya Ladrang Sala

7. Jarit, menawi cara Ngayogya pojokan batikkan ingkang awarni pethak (sèrèt)
wonten njawi, déné cara Sala wonten lebet.
a. Wironlimrah, wiron limrah inggih punika wiron ingkang kadamel lajeran
seretipun jarit limrah.

b. Wiron éngkol, wiron ingkang kadamel ngeluk / ngéngkol, adatipun wiron


punika kaginakaken déning para abdidalem manawi pinuju sowan wonten
kraton, utawi wiron padintenan salebeting kraton.

19
c. Wiron sala, wiron ing busana kajawèn gagrag Sala sèrètipun boten
katingalaken kados ing gagrag busana Ngayogya.

8. Cenéla, ugi winastan selop,

B. Wandaning Busana Kajawèn Tumraping Putri


1. Sanggul lan Kerudung (hijab), tumraping busana putri ingkang tanpa hijab, sanggul
ingkang kaginakaken ing gagrag Ngayogyakarta inggih punika sanggul tekuk,
wondéné tumrap putri ingkang sampun krama saged ngginakaken paes kembang.

20
2. Rasukan kebaya, rasukan kebaya ingkang limrah kaginakaken ing busana gagrag
Ngayogyakarta inggih punika kebaya tangkepan (kartinian), sanès kuthu baru,
sinaosa ingkang ngagem punika mawi hijab. Wondéné kebaya kuthu baru punika
adatipun mawi tambahan sléndhang.
a. Kebaya tangkepan (kartinian)

b. Kebaya kuthu baru

3. Lonthong / stagèn, lonthong utawi stagèn kaginakaken kanggé ngencengi sinjang.


Boten mawi paugeran kadosdéné lonthong utawi stagèn ing busana kakung.
4. Jarit / sinjang, sami kaliyan busana kakung, namung bèntenipun wiron putri
kadamel langkung alit, lan dhawahing sèrèt sinjang wonten ing siring kiwa.

21
5. Cenéla

C. Wujuding awisan ing busana Kajawèn Gagrag Ngayogyakarta.


1. Sinjang batik ingkang dados awisan, ing antawisipun :
a. Parangbarong, corèk batik punika mligi dipunagem déning Ngarsadalem
Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan, manawi pinuju pisowanan ageng.

b. Parangrusak, corèk batik punika mligi dipunagem déning para naléndra,


adipati, gusti pangéran.

22
c. Parangslobog, corèk batik punika kaginakaken kanggé lurupin layon
sentanadalem sadèrèngipun kasarékaken.

d. Kawung ageng. Corèk batik punika dipunagem déning para sentanadalem,


putradalem awit dhawuhdalem nalika ing pisowanan mirunggan.

a. Mendeskripsikan arti kata-kata sulit pada Wacana Busana Jawa Gagrag Yogyakarta
Saat kalian membaca Busana Jawa Gagrag Yogyakarta di atas ada kata-kata sulit
yang kalian temukan?Artikanlah kata-kata sulit tersebut dengan menggunakan Baoesastra
Jawa. Kata-kata sulit pada teks wacana tentang Busana Jawa Gagrag Yogyakarta sebagai
berikut

No. Kata Sulit Arti/Makna


1
2

23
3
4
5

Lampiran 2: LEMBAR KERJA (LK)


A. LK Memahami Busana Jawa Gagrag Yogyakarta
LK 1 : LK Hakikat Busana Jawa Gagrag Yogyakarta
BUSANA KEJAWÈN
GAGRAG NGAYOGYAKARTA

Busana kejawèn punika ngewrat saliring pralambang utawi pralampita, utaminipun


tumrap tiyang Jawa ingkang asring ngginakaken. Busana kejawèn pepak sanget piwulang
ingkang sinandi, pepak piwulang – piwulang luhur.
Piwulang salebeting busana kejawen punika minangka piwulang ingkang wonten
gayutipun kaliyan tumindak manungsa ing ngalam donya, amrih saged laras antawisipun
jagad alit lan jagad ageng. Gagayutaipun kaliyan sambetipun manungsa setunggal lan
manungsa sanèsipun, punapadéné antawisipun manungsa lan Gusti Ingkang Akarya Jagad.
D. Wandaning Busana Kajawèn Tumraping Kakung
Parabot wujud wandaning busana kakung, ing antawisipun :
9. Iket, punika minangka sarana panutuping sirah, iket / udheng mengku piwulang
supados manungsa punika sageda ngiket raos gunggung dhiri / umuk, mila
ingkang puniket punika sirah, jer sirah punika papanipun sedaya pakarti pengangen
– angening manungsa.

Ngayogyakarta Surakarta

10. Rasukan, minangka titahing Gusti Ingkang Akarya Jagad manungsa kedah ngrasuk
utawi ngracut kapitadosan agami.
a. Rasukan Kakung Gagrag Ngayogyakarta.
 Surjan Sembagi, utawi ugi asring winastan surjan kembangan, punika
sejatosipun busana ingkang mligi dipunagem déning Sampéyandalem Ingkang
SinuwunSri Sultan Hamengkubuwana ingkang jumeneng nata, lan ugi Sri
Paduka Kangjeng Gusti Adipati Pakualam ingkang jumeneng nata. Ananging
adatipun ugi kaginakaken ing upacara pawiwahan.

24
 Surjan Lurik, surjan lurik ingkang limrah kaginakaken kawula Ngayogyakarta
ing padintenanipun.

 Pranakan biru lurik telu papat, busana punika minangka busana dhines
tumraping abdidalem Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat.

 Atéla, wujuding busana kadosdéné jas kanthi werni polosan, adatipun busana
punika dipunagem déning para abdidalem apangkat bupati sapanginggil nalika
pisowanan salebeting kraton.

25
b. Rasukan Kakung Gagrag Surakarta.
 Atéla, wujudipun kadosdéné jas wingking dipunkrowok, adatipun awarni
cemeng, dipunagem déning siswa pawiyatan lan abdidalem kraton Surakarta
nalika sowan kraton.

 Beskap, wujudipun kados atéla nanging mawi benik / kancing kanan kéring,
warani cemeng adatipun kaginakaken kanggé among tamu sajawining kraton,
lan beskap ingkang boten cemeng ingkang ngagem sentadalem apangkat KRA
lan KRAT.

 Sikepan, busana punika mligi kaagem déning abdidalem, sentanadalem


apangkat KGPH, KPH, KP, KRMH, KRA lan KRAT ing acara pisowanan ageng
kraton.

 Langenarjan, busana ingkang kaagem déning KGPAA Mangkunegara


sakulawangsa manawi pinuju sowan kraton.
 Temantèn kakung nalika badhé kaijab qabulaken.
 Panghargyan panggih mantèn ing sajawining kraton.

26
11. Benik, ingkang wonten kiring lan kanan mengku piwulang bilih salebeting
nindakaken samubarang perkawis, sageda kapenggalih kanthi premati, sampun
dados kapitunanipun tiyang ngakathah.
12. Lonthong / stagèn / kendhit, menawi cara Ngayogya prayoginipun menawi dereng
apangkat riya sapanginggil ngagem ingkang polos boten mawi seratan cindé.
Babagan warni nyumanggakaken, lan werninipun lonthong polos kajumbuhaken
kaliyan pelet udheng (kemada).

13. Kamus / Sabuk lan Timang

14. Keris, Dhuwung, Curiga, parabot panjangkep busana kakung ing gagrag
Ngayogyakarta punika wonten tiga, inggih punika keris ingkang mawi warangka :
a. Warangka wulan tumanggal, wandanipun saèmper wulan ingkang
tumanggal (sabit), warangka punika rumiyin kaagem déning Pangéran
Mangkubumi (HB I).

b. Warangka Gayaman,

Ngayogyakarta

27
Surakarta

c. Warangka Branggah

Branggah Ngayogya Ladrang Sala

15. Jarit, menawi cara Ngayogya pojokan batikkan ingkang awarni pethak (sèrèt)
wonten njawi, déné cara Sala wonten lebet.
a. Wironlimrah, wiron limrah inggih punika wiron ingkang kadamel lajeran
seretipun jarit limrah.

28
b. Wiron éngkol, wiron ingkang kadamel ngeluk / ngéngkol, adatipun wiron
punika kaginakaken déning para abdidalem manawi pinuju sowan wonten
kraton, utawi wiron padintenan salebeting kraton.

c. Wiron sala, wiron ing busana kajawèn gagrag Sala sèrètipun boten
katingalaken kados ing gagrag busana Ngayogya.

16. Cenéla, ugi winastan selop,

29
E. Wandaning Busana Kajawèn Tumraping Putri
6. Sanggul lan Kerudung (hijab), tumraping busana putri ingkang tanpa hijab, sanggul
ingkang kaginakaken ing gagrag Ngayogyakarta inggih punika sanggul tekuk,
wondéné tumrap putri ingkang sampun krama saged ngginakaken paes kembang.

7. Rasukan kebaya, rasukan kebaya ingkang limrah kaginakaken ing busana gagrag
Ngayogyakarta inggih punika kebaya tangkepan (kartinian), sanès kuthu baru,
sinaosa ingkang ngagem punika mawi hijab. Wondéné kebaya kuthu baru punika
adatipun mawi tambahan sléndhang.
a. Kebaya tangkepan (kartinian)

30
b. Kebaya kuthu baru

8. Lonthong / stagèn, lonthong utawi stagèn kaginakaken kanggé ngencengi sinjang.


Boten mawi paugeran kadosdéné lonthong utawi stagèn ing busana kakung.
9. Jarit / sinjang, sami kaliyan busana kakung, namung bèntenipun wiron putri
kadamel langkung alit, lan dhawahing sèrèt sinjang wonten ing siring kiwa.

10. Cenéla

31
F. Wujuding awisan ing busana Kajawèn Gagrag Ngayogyakarta.
1. Sinjang batik ingkang dados awisan, ing antawisipun :
a. Parangbarong, corèk batik punika mligi dipunagem déning Ngarsadalem
Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan, manawi pinuju pisowanan ageng.

b. Parangrusak, corèk batik punika mligi dipunagem déning para naléndra,


adipati, gusti pangéran.

c. Parangslobog, corèk batik punika kaginakaken kanggé lurupin layon


sentanadalem sadèrèngipun kasarékaken.

32
d. Kawung ageng. Corèk batik punika dipunagem déning para sentanadalem,
putradalem awit dhawuhdalem nalika ing pisowanan mirunggan.

LK 2 : LK Busana Jawa Gagrag Yogyakarta


Deskripsikan Busana Jawa Gagrag Yogyakartadengan data yang mendukung!
Bagian dan tata
NO cara pemakaian PARAGRAF/KALIMAT
Adat
1 Pernyataan ………………………………………………………..
umum/klasifikasi

2 Data yang ………………………………………………………..


dilaporkan

3 Data yang ………………………………………………………..


dilaporkan

33
LK 3 : LK Tata urutan Busana Jawa Gagrag Yogyakarta
Deskripsikanbagian, tata cara pemakaian dan penggunaan Busana Jawa Gagrag Yogyakarta
dengan data yang mendukung (kalimat atau bagian paragraf)!
Bagian, tata cara
pemakaian dan
penggunaan
NO PARAGRAF/KALIMAT
Busana Jawa
Gagrag
Yogyakarta
1 Bagian-Bagian ………………………………………………………..
Busana Jawa Gagrag
Yogyakarta

2 Tata cara pemakaian ………………………………………………………..


Busana Jawa Gagrag
Yogyakarta

3 Makna Filosofi ………………………………………………………..


Busana Jawa Gagrag
Yogyakarta

A. LK Menangkap Makna Busana Jawa Gagrag Yogyakarta


BUSANA KEJAWÈN
GAGRAG NGAYOGYAKARTA

Busana kejawèn punika ngewrat saliring pralambang utawi pralampita, utaminipun


tumrap tiyang Jawa ingkang asring ngginakaken. Busana kejawèn pepak sanget piwulang
ingkang sinandi, pepak piwulang – piwulang luhur.
Piwulang salebeting busana kejawen punika minangka piwulang ingkang wonten
gayutipun kaliyan tumindak manungsa ing ngalam donya, amrih saged laras antawisipun
jagad alit lan jagad ageng. Gagayutaipun kaliyan sambetipun manungsa setunggal lan
manungsa sanèsipun, punapadéné antawisipun manungsa lan Gusti Ingkang Akarya Jagad.
G. Wandaning Busana Kajawèn Tumraping Kakung
Parabot wujud wandaning busana kakung, ing antawisipun :

34
17. Iket, punika minangka sarana panutuping sirah, iket / udheng mengku piwulang
supados manungsa punika sageda ngiket raos gunggung dhiri / umuk, mila
ingkang puniket punika sirah, jer sirah punika papanipun sedaya pakarti pengangen
– angening manungsa.

Ngayogyakarta Surakarta

18. Rasukan, minangka titahing Gusti Ingkang Akarya Jagad manungsa kedah ngrasuk
utawi ngracut kapitadosan agami.
a. Rasukan Kakung Gagrag Ngayogyakarta.
 Surjan Sembagi, utawi ugi asring winastan surjan kembangan, punika
sejatosipun busana ingkang mligi dipunagem déning Sampéyandalem Ingkang
SinuwunSri Sultan Hamengkubuwana ingkang jumeneng nata, lan ugi Sri
Paduka Kangjeng Gusti Adipati Pakualam ingkang jumeneng nata. Ananging
adatipun ugi kaginakaken ing upacara pawiwahan.

 Surjan Lurik, surjan lurik ingkang limrah kaginakaken kawula Ngayogyakarta


ing padintenanipun.

35
 Pranakan biru lurik telu papat, busana punika minangka busana dhines
tumraping abdidalem Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat.

 Atéla, wujuding busana kadosdéné jas kanthi werni polosan, adatipun busana
punika dipunagem déning para abdidalem apangkat bupati sapanginggil nalika
pisowanan salebeting kraton.

b. Rasukan Kakung Gagrag Surakarta.


 Atéla, wujudipun kadosdéné jas wingking dipunkrowok, adatipun awarni
cemeng, dipunagem déning siswa pawiyatan lan abdidalem kraton Surakarta
nalika sowan kraton.

 Beskap, wujudipun kados atéla nanging mawi benik / kancing kanan kéring,
warani cemeng adatipun kaginakaken kanggé among tamu sajawining kraton,
lan beskap ingkang boten cemeng ingkang ngagem sentadalem apangkat KRA
lan KRAT.

36
 Sikepan, busana punika mligi kaagem déning abdidalem, sentanadalem
apangkat KGPH, KPH, KP, KRMH, KRA lan KRAT ing acara pisowanan ageng
kraton.

 Langenarjan, busana ingkang kaagem déning KGPAA Mangkunegara


sakulawangsa manawi pinuju sowan kraton.
 Temantèn kakung nalika badhé kaijab qabulaken.
 Panghargyan panggih mantèn ing sajawining kraton.

19. Benik, ingkang wonten kiring lan kanan mengku piwulang bilih salebeting
nindakaken samubarang perkawis, sageda kapenggalih kanthi premati, sampun
dados kapitunanipun tiyang ngakathah.
20. Lonthong / stagèn / kendhit, menawi cara Ngayogya prayoginipun menawi dereng
apangkat riya sapanginggil ngagem ingkang polos boten mawi seratan cindé.
Babagan warni nyumanggakaken, lan werninipun lonthong polos kajumbuhaken
kaliyan pelet udheng (kemada).

21. Kamus / Sabuk lan Timang

37
22. Keris, Dhuwung, Curiga, parabot panjangkep busana kakung ing gagrag
Ngayogyakarta punika wonten tiga, inggih punika keris ingkang mawi warangka :
a. Warangka wulan tumanggal, wandanipun saèmper wulan ingkang
tumanggal (sabit), warangka punika rumiyin kaagem déning Pangéran
Mangkubumi (HB I).

b. Warangka Gayaman,

Ngayogyakarta

Surakarta

c. Warangka Branggah

Branggah Ngayogya Ladrang Sala

38
23. Jarit, menawi cara Ngayogya pojokan batikkan ingkang awarni pethak (sèrèt)
wonten njawi, déné cara Sala wonten lebet.
a. Wironlimrah, wiron limrah inggih punika wiron ingkang kadamel lajeran
seretipun jarit limrah.

b. Wiron éngkol, wiron ingkang kadamel ngeluk / ngéngkol, adatipun wiron


punika kaginakaken déning para abdidalem manawi pinuju sowan wonten
kraton, utawi wiron padintenan salebeting kraton.

c. Wiron sala, wiron ing busana kajawèn gagrag Sala sèrètipun boten
katingalaken kados ing gagrag busana Ngayogya.

39
24. Cenéla, ugi winastan selop,

H. Wandaning Busana Kajawèn Tumraping Putri


11. Sanggul lan Kerudung (hijab), tumraping busana putri ingkang tanpa hijab, sanggul
ingkang kaginakaken ing gagrag Ngayogyakarta inggih punika sanggul tekuk,
wondéné tumrap putri ingkang sampun krama saged ngginakaken paes kembang.

12. Rasukan kebaya, rasukan kebaya ingkang limrah kaginakaken ing busana gagrag
Ngayogyakarta inggih punika kebaya tangkepan (kartinian), sanès kuthu baru,
sinaosa ingkang ngagem punika mawi hijab. Wondéné kebaya kuthu baru punika
adatipun mawi tambahan sléndhang.
a. Kebaya tangkepan (kartinian)

40
b. Kebaya kuthu baru

13. Lonthong / stagèn, lonthong utawi stagèn kaginakaken kanggé ngencengi sinjang.
Boten mawi paugeran kadosdéné lonthong utawi stagèn ing busana kakung.
14. Jarit / sinjang, sami kaliyan busana kakung, namung bèntenipun wiron putri
kadamel langkung alit, lan dhawahing sèrèt sinjang wonten ing siring kiwa.

15. Cenéla

I. Wujuding awisan ing busana Kajawèn Gagrag Ngayogyakarta.


1. Sinjang batik ingkang dados awisan, ing antawisipun :

41
a. Parangbarong, corèk batik punika mligi dipunagem déning Ngarsadalem
Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan, manawi pinuju pisowanan ageng.

b. Parangrusak, corèk batik punika mligi dipunagem déning para naléndra,


adipati, gusti pangéran.

c. Parangslobog, corèk batik punika kaginakaken kanggé lurupin layon


sentanadalem sadèrèngipun kasarékaken.

d. Kawung ageng. Corèk batik punika dipunagem déning para sentanadalem,


putradalem awit dhawuhdalem nalika ing pisowanan mirunggan.

LK 1 : Menagkap Makna kata Sulit

42
Interpretasilah kata-kata yang sulit pada wacana Busana Jawa Gagrag Yogyakarta di atas!

No Kata Sulit Arti


1 ………………………… ………………………………………………………..

2 ………………………… ………………………………………………………..

3 ………………………… ………………………………………………………..

4 ………………………… ………………………………………………………..

LK 2 : Menemukan Makna Bagian Busana Jawa Gagrag Yogyakarta


Temukan makna pada bagian Busana Jawa Gagrag Yogyakarta (pernyataan
pendapat, argumen, dan penegasan pendapat)!

No Jenis Tembang Interprestasi Makna


1 Bagian-Bagian ………………………………………………………..
Busana Jawa
Gagrag Yogyakarta

2 Tata cara ………………………………………………………..


pemakaian Busana
Jawa Gagrag
Yogyakarta

3 Makna Filosofi ………………………………………………………..


Busana Jawa
Gagrag Yogyakarta

43
Simpulan:.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................................
.......................................................................................................................................................
.......................................................................................................................................................
.......................................................................................................................................................
..............................

LK 3 :Menginterpretasi Busana Jawa Gagrag Yogyakartaelah menginterprestasikan


makna, kemudia parafrasekan dengan memperhatikan ejaan, pilihan kata, kalimat
efektif, dll.!

UPACARA TINGKEBAN
.....................................................................................................................
.............................................................................................................
.....................................................................................................................
.............................................................................................................
.....................................................................................................................
.............................................................................................................
.....................................................................................................................
.............................................................................................................
.....................................................................................................................
.............................................................................................................
.....................................................................................................................
.............................................................................................................
.....................................................................................................................
.............................................................................................................
.....................................................................................................................
.............................................................................................................

44
Lampiran 3: INSTRUMEN PENILAIAN
1. Sikap Spiritual
1)Penilaian kompetensi sikap melalui Observasi
a. Teknik Penilaian : Observasi
b. Bentuk instrumen : Lembar Observasi
c. Kisi-kisi
Lembar Observasi
Sikap Spiritual
No. Sikap/ Indikator Butir
Nilai Pertanyaan
1 Jujur Menunjukkan perilaku tidak berbohong pada
kegiatan mengartikan kata sulit, menemukan
pesan, menyusun pesan
Berperilaku selalu dapat dipercaya dalam
perkataan, tindakan, dan pekerjaan, baik terhadap
diri dan pihak lain.
2 Disiplin Berperilaku selalu menyelesaikan tugas sesuai
dengan waktu yang dialokasikan dalam
pembelajaran

Berprilaku tidak mengganggu siswa atau


kelompok lain dalam pembelajaran
3 Tanggung Berperilaku selalu melaksanakan tugas dan
jawab kewajibannya dengan baik pada kegiatan
pembelajaran Busana Jawa Gagrag Yogyakarta
Berperilaku yang menunjukkan sifat halus dan
baik dari sudut pandang bahasa maupun tata
perilakunya ke semua orang.
4. proaktif Berperilaku giat berusaha dapat mengumpulakan
informasi dalam pembelajaran
Berperialku selalu beraksi dan bereaksi dalam
berdiskusi dan pembelajaran

45
e. Penilaian kompetensi sikap melalui penilaian diri
Nama :
Kelas :
Tanggal penilaian :
Materi/topik :

Bacalah baik-baik setiap pernyataan dan berilah tanda v pada kolom yang sesuai
dengan keadaan dirimu yang sebenarnya.
No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya melakukan tugas kelompok saya bekerjsa sama dengan


teman satu kelompok
2. Saya mencatat data dengan teliti sesuai dengan fakta
3. Saya melakukan tugas sesuai dengan jadwal yang dirancang
4. Saya membuat tugas terlebih dahulu dengan membaca literatur
yang mendukung tugas
5. Saya terlibat aktif dalam pembelajaran

f. Penilaian kompetensi Sikap Antarpeserta Didik


Mata pelajaran : Bahasa Jawa
Kelas/ semester : XII/ 2
Topik : memahami Busana Jawa Gagrag Yogyakarta
Indikator : Peserta didik menunjukkan perilaku memiliki perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, dan proaktif

1.Amati perilaku temanmu dengan cermat selama mengikuti pembelajaran


2.Berikan tanda v paa kolom yang disediakan berdasarkan hasil pengamatan
3.Serahkan hasil pengamatanmu kepada gurumu
No. Perilaku Dilakukan/muncul
Ya Tidak
1. Berprilaku tidak bohong pada kegiatan dan selalu dapat

46
dipercaya
2. Menyelesaikan tugas sesuai dengan waktu dan tidak
mengganggu siswa atau kelompok lain
3. melakukan tugas sesuai dengan jadwal yang dirancang
4. Mengungkapkan informasi disertai dengan sumber
rujukan
5. Giat berusaha dapat mengumpulakan informasi dan
selalu beraksi serta bereaksi dalam berdiskusi atau
pembelajaran

g. Jurnal
Jurnal Penilaian
Nama:
Kelas :

No. Hari, tanggal Kejadian Keterangan/ Tindak Lanjut

1.

2.

2. PENGETAHUAN
TES URAIAN
Petunjuk
1. Baca secara cermat Busana Jawa Gagrag Yogyakarta berikut!
BUSANA KEJAWÈN
GAGRAG NGAYOGYAKARTA

Busana kejawèn punika ngewrat saliring pralambang utawi pralampita, utaminipun


tumrap tiyang Jawa ingkang asring ngginakaken. Busana kejawèn pepak sanget piwulang
ingkang sinandi, pepak piwulang – piwulang luhur.
Piwulang salebeting busana kejawen punika minangka piwulang ingkang wonten
gayutipun kaliyan tumindak manungsa ing ngalam donya, amrih saged laras antawisipun

47
jagad alit lan jagad ageng. Gagayutaipun kaliyan sambetipun manungsa setunggal lan
manungsa sanèsipun, punapadéné antawisipun manungsa lan Gusti Ingkang Akarya Jagad.
A. Wandaning Busana Kajawèn Tumraping Kakung
Parabot wujud wandaning busana kakung, ing antawisipun :
1. Iket, punika minangka sarana panutuping sirah, iket / udheng mengku piwulang
supados manungsa punika sageda ngiket raos gunggung dhiri / umuk, mila
ingkang puniket punika sirah, jer sirah punika papanipun sedaya pakarti pengangen
– angening manungsa.

Ngayogyakarta Surakarta
2. Rasukan, minangka titahing Gusti Ingkang Akarya Jagad manungsa kedah ngrasuk
utawi ngracut kapitadosan agami.
a. Rasukan Kakung Gagrag Ngayogyakarta.
 Surjan Sembagi, utawi ugi asring winastan surjan kembangan, punika
sejatosipun busana ingkang mligi dipunagem déning Sampéyandalem Ingkang
SinuwunSri Sultan Hamengkubuwana ingkang jumeneng nata, lan ugi Sri
Paduka Kangjeng Gusti Adipati Pakualam ingkang jumeneng nata. Ananging
adatipun ugi kaginakaken ing upacara pawiwahan.

 Surjan Lurik, surjan lurik ingkang limrah kaginakaken kawula Ngayogyakarta


ing padintenanipun.

48
 Pranakan biru lurik telu papat, busana punika minangka busana dhines
tumraping abdidalem Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat.

 Atéla, wujuding busana kadosdéné jas kanthi werni polosan, adatipun busana
punika dipunagem déning para abdidalem apangkat bupati sapanginggil nalika
pisowanan salebeting kraton.

b. Rasukan Kakung Gagrag Surakarta.


 Atéla, wujudipun kadosdéné jas wingking dipunkrowok, adatipun awarni
cemeng, dipunagem déning siswa pawiyatan lan abdidalem kraton Surakarta
nalika sowan kraton.

 Beskap, wujudipun kados atéla nanging mawi benik / kancing kanan kéring,
warani cemeng adatipun kaginakaken kanggé among tamu sajawining kraton,
lan beskap ingkang boten cemeng ingkang ngagem sentadalem apangkat KRA
lan KRAT.

49
 Sikepan, busana punika mligi kaagem déning abdidalem, sentanadalem
apangkat KGPH, KPH, KP, KRMH, KRA lan KRAT ing acara pisowanan ageng
kraton.

 Langenarjan, busana ingkang kaagem déning KGPAA Mangkunegara


sakulawangsa manawi pinuju sowan kraton.
 Temantèn kakung nalika badhé kaijab qabulaken.
 Panghargyan panggih mantèn ing sajawining kraton.

3. Benik, ingkang wonten kiring lan kanan mengku piwulang bilih salebeting
nindakaken samubarang perkawis, sageda kapenggalih kanthi premati, sampun
dados kapitunanipun tiyang ngakathah.
4. Lonthong / stagèn / kendhit, menawi cara Ngayogya prayoginipun menawi dereng
apangkat riya sapanginggil ngagem ingkang polos boten mawi seratan cindé.
Babagan warni nyumanggakaken, lan werninipun lonthong polos kajumbuhaken
kaliyan pelet udheng (kemada).

5. Kamus / Sabuk lan Timang

50
6. Keris, Dhuwung, Curiga, parabot panjangkep busana kakung ing gagrag
Ngayogyakarta punika wonten tiga, inggih punika keris ingkang mawi warangka :
a. Warangka wulan tumanggal, wandanipun saèmper wulan ingkang
tumanggal (sabit), warangka punika rumiyin kaagem déning Pangéran
Mangkubumi (HB I).

b. Warangka Gayaman,

Ngayogyakarta

Surakarta

c. Warangka Branggah

51
Branggah Ngayogya Ladrang Sala

7. Jarit, menawi cara Ngayogya pojokan batikkan ingkang awarni pethak (sèrèt)
wonten njawi, déné cara Sala wonten lebet.
a. Wironlimrah, wiron limrah inggih punika wiron ingkang kadamel lajeran
seretipun jarit limrah.

b. Wiron éngkol, wiron ingkang kadamel ngeluk / ngéngkol, adatipun wiron


punika kaginakaken déning para abdidalem manawi pinuju sowan wonten
kraton, utawi wiron padintenan salebeting kraton.

c. Wiron sala, wiron ing busana kajawèn gagrag Sala sèrètipun boten
katingalaken kados ing gagrag busana Ngayogya.

52
8. Cenéla, ugi winastan selop,

B. Wandaning Busana Kajawèn Tumraping Putri


1. Sanggul lan Kerudung (hijab), tumraping busana putri ingkang tanpa hijab, sanggul
ingkang kaginakaken ing gagrag Ngayogyakarta inggih punika sanggul tekuk,
wondéné tumrap putri ingkang sampun krama saged ngginakaken paes kembang.

2. Rasukan kebaya, rasukan kebaya ingkang limrah kaginakaken ing busana gagrag
Ngayogyakarta inggih punika kebaya tangkepan (kartinian), sanès kuthu baru,
sinaosa ingkang ngagem punika mawi hijab. Wondéné kebaya kuthu baru punika
adatipun mawi tambahan sléndhang.
a. Kebaya tangkepan (kartinian)

53
b. Kebaya kuthu baru

3. Lonthong / stagèn, lonthong utawi stagèn kaginakaken kanggé ngencengi sinjang.


Boten mawi paugeran kadosdéné lonthong utawi stagèn ing busana kakung.
4. Jarit / sinjang, sami kaliyan busana kakung, namung bèntenipun wiron putri
kadamel langkung alit, lan dhawahing sèrèt sinjang wonten ing siring kiwa.

54
5. Cenéla

C. Wujuding awisan ing busana Kajawèn Gagrag Ngayogyakarta.


1. Sinjang batik ingkang dados awisan, ing antawisipun :
a. Parangbarong, corèk batik punika mligi dipunagem déning Ngarsadalem
Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan, manawi pinuju pisowanan ageng.

b. Parangrusak, corèk batik punika mligi dipunagem déning para naléndra,


adipati, gusti pangéran.

55
c. Parangslobog, corèk batik punika kaginakaken kanggé lurupin layon
sentanadalem sadèrèngipun kasarékaken.

d. Kawung ageng. Corèk batik punika dipunagem déning para sentanadalem,


putradalem awit dhawuhdalem nalika ing pisowanan mirunggan.

2. Setelah itu, jawablah pertanyaan berikut!


a. Berdasarkan Busana Jawa Gagrag Yogyakarta yang diberikan, jawablah pertanyaan-
pertanyaan berikut untuk mengetahui pemahaman kalian tentang Busana Jawa Gagrag
Yogyakarta!
1. Punapa bedhanipun blangkon Ngayogyakarta kaliyan Surakarta ?
2. Punapa bedhanipun sinjang gagrag Ngayogyakarta kaliyan Surakarta?
3. Punapa bedhanipun wangkingan gagrag Ngayogyakarta kaliyan Surakarta?
4. Punapa bedhanipun wiron gagrag Ngayogyakarta kaliyan Surakarta?
5. Kasebatna sedaya perangan Busana Jawa Gagrag Yogyakarta kakung saha Putri?

b.Berdasarkan wacana Busana Jawa Gagrag Yogyakarta, deskripsikan nilai-nilai ajaran moral
yang terdapat di dalam bagian, tata cara pemakaian dan penggunaan Busana Jawa Gagrag
Yogyakarta!

56
Rubrik/Kriteria Penilaian Hasil Memahami Busana Jawa Gagrag Yogyakarta
No. Aspek dan Kriteria Skor
1. Punapa bedhanipun blangkon Ngayogyakarta kaliyan Surakarta ? 2
2. Punapa bedhanipun sinjang gagrag Ngayogyakarta kaliyan 2
Surakarta?
3. Punapa bedhanipun wangkingan gagrag Ngayogyakarta kaliyan 2
Surakarta?
4. Punapa bedhanipun wiron gagrag Ngayogyakarta kaliyan Surakarta? 2
5. Kasebatna sedaya perangan Busana Jawa Gagrag Yogyakarta kakung 2
saha Putri?
Total Skor 10
No. Aspek dan Kriteria Skor
Nilai-nilai ajaran moral
1. Nilai-nilai ajaran moral (tesis, argumentasi, dan penegasan ulang) dan 100
data yang mendukung sangat lengkap
2. Nilai-nilai ajaran moral (tesis, argumentasi, dan penegasan ulang) dan 75
data yang mendukung lengkap
3. Nilai pendidikan pada bagian, tata cara pemakaian dan penggunaan 50
Busana Jawa Gagrag Yogyakarta” (tesis, argumentasi, dan penegasan
ulang) dengan data yang mendukung kurang lengkap
4. Nilai pendidikan pada bagian, tata cara pemakaian dan penggunaan 25
Busana Jawa Gagrag Yogyakarta” (tesis, argumentasi, dan penegasan
ulang) dengan data yang mendukung tidak lengkap

No. Aspek dan Kriteria Skor


BagianUpacara adat
1. Pendeskripsian pada bagian, tata cara pemakaian dan penggunaan 100
Busana Jawa Gagrag Yogyakartadan data mendukung atau sangat
sesuai
2. Pendeskripsian bagianpada bagian, tata cara pemakaian dan 75
penggunaan Busana Jawa Gagrag Yogyakartadan data mendukung
atau sesuai
3. Pendes Pendeskripsian bagianpada bagian, tata cara pemakaian dan 50
penggunaan Busana Jawa Gagrag Yogyakartadan data mendukung
atau kurang sesuai
4. Pendeskripsian bagianpada bagian, tata cara pemakaian dan 25

57
penggunaan Busana Jawa Gagrag Yogyakartadan data mendukung
atau tidak sesuai
Total Skor 100

KUNCI JAWABAN TES PENGETAHUAN


a.
Soal Paragraf/Kalimat

1. Sumangga
2. Sumangga

3. Sumangga

4. Sumangga

5. Sumangga

b. Nilai-Nilai Ajaran Moral


bagian, tata cara Nilai-Nilai Ajaran Moral
pemakaian dan
penggunaan Busana
Jawa Gagrag
Yogyakarta

c. BagianUpacara adat

Upacara Adat BagianUpacara adat

58
3. Keterampilan
Petunjuk
Menyebutkan bagaian Busana Jawa Gagrag Yogyakarta dan tata cara pemakaian Busana
Jawa Gagrag Yogyakarta.
Pedoman Penskoran :

No. Aspek dan Kriteria Skor


1. Bagian-bagian Busana Jawa Gagrag Yogyakarta
a. Deskripsi bagianBusana Jawa Gagrag Yogyakartabaik 100
b. Deskripsi bagian Busana cukup Jawa baik 75
c. Deskripsi bagianBusana Jawa Gagrag Yogyakarta kurang baik 50
d. Deskripsi bagianBusana Jawa Gagrag Yogyakarta tidak baik 25
2. Tata cara pemakaian Busana Jawa Gagrag Yogyakarta
a. Deskripsi bagaimanaTata cara pemakaian Busana Jawa Gagrag 100
Yogyakarta lengkap 75
b. Deskripsi bagaimana Tata cara pemakaian Busana Jawa Gagrag
Yogyakartacukup lengkap 50
c. Deskripsi bagaimana Tata cara pemakaian Busana Jawa Gagrag
Yogyakarta kurang lengkap 25
d. Deskripsi bagaimanaTata cara pemakaian Busana Jawa Gagrag
Yogyakarta tidak lengkap
3. Makna Filosofi Busana Jawa Gagrag Yogyakarta
a. Deskripsi Makna Filosofi Busana Jawa Gagrag Yogyakarta 100
lengkap 75
b. Deskripsi Makna Filosofi Busana Jawa Gagrag Yogyakartacukup 50
lengkap 25
c. Deskripsi Makna Filosofi Busana Jawa Gagrag Yogyakarta
kurang lengkap
d. Deskripsi Makna Filosofi Busana Jawa Gagrag Yogyakartatidak
lengkap

Perhitungan skor :

Skor = Perolehan skor


Skor Maksimal x 100

59