Anda di halaman 1dari 17

FAKULTAS KEDOKTERAN UKRIDA

UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA


Jl. Terusan Arjuna No. 6, Kebon Jeruk, Jakarta-Barat

KEPANITERAAN KLINIK
STATUS ILMU JIWA
FAKULTAS KEDOKTERAN UKRIDA
Hari/Tanggal Ujian/Presentasi Kasus:
SMF ILMU JIWA
RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI JAWA BARAT

Nama : Ester Marcelia Anastasia Tanda Tangan


Nim : 112017167

Dr. Pembimbing / Penguji : dr. Meutia Laksminingrum, Sp.KJ

NOMOR REKAM MEDIS :


Nama Pasien : Tn. R
Nama Dokter yang merawat : Dr. Bhineka,Sp.KJ
Masuk RS pada tanggal : 18 Juli 2019, jam 18.30
Rujukan/datang sendiri/keluarga : Diantar oleh ayah
Riwayat perawatan : Pernah dirawat di RS dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor 2014.

I. IDENTITAS PASIEN
Nama (inisial) : Tn. RS
Tempat & tanggal lahir : Bandung, 11 September 1992
Jenis kelamin : Laki-laki
Suku bangsa : Sunda
Agama : Islam
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Pedagang

1
Status perkawinan : Belum menikah
Alamat :KP Andir RT 03 RW 04 Kelurahan Ciburuy, Kecamatan
Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa
Barat.

II. RIWAYAT PSIKIATRIK


Data diperoleh dari:
 Autoanamnesis : 18 Juli 2019, jam 18.30
 Alloanamnesis dengan :
Nama: Tn. Husdan dan Siti Maimunah
Status Keluarga: ayah
Tanggal: 18Juli 2019, pukul 18.30

A. KELUHAN UTAMA :
Mengamuk

B. RIWAYAT GANGGUAN SEKARANG :


Bulan Januari 2019 pasien di rawat inap di RS dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor.
Pasien mengamuk (agresivitas verbal) akibat dilarang keluar oleh keluarganya,
gelisah, marah- marah (agresivitas verbal), memukul anggota keluarga, dan merusak
benda-benda yang ada dirumah (agresivitas motorik), mondar mandir
(Hiperaktifitas), sering tertawa sendiri (autistik), setiap mau makan, makanan tersebut
dimain – mainkan. Sejak keluar dari RSJ bulan Maret 2019 pasien selalu kontrol ke Poli
Rawat jalan di RS dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Terapi rawat jalan terakhir yang
diberikan adalah Risperidon 2mg ( 2x1 ) , Chlorpromazine 1 x100mg

Satu minggu SMRS pasien sering membuang – buang makanan, tidur kurang
nafsu makan menurun, marah – marah (agresivitas verbal) menyerang keluarga
(agresivitas motorik), mondar – mandir (Agitasi), susah tidur (insomnia) dan sering
berbicara sendiri (Autistik). Menurut ayah pasien, anaknya sering mendengar bisikan-
bisikan dari Tuhan yang menyuruhnya agar rajin beribadah agar bisa menyelamatkan
dunia yang sudah rusak karena ia merupakan nabi utusan Tuhan (waham kebesaran).

2
Pasien kontrol rutin ke RS dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor dan putus obat kurang lebih 2
bulan dikarenakan obat yang diberikan dibuang oleh pasien.
Pasien diantar oleh ayahnya ke RSJ Provinsi Jawa Barat karena marah - marah
, merusak barang dan sering menyerang anggota keluarganya akibat tidak
mengkonsumsi obat.

C. RIWAYAT GANGGUAN SEBELUMNYA

1. Gangguan psikiatrik :
Pasien sudah mengalami gangguan psikiatrik sejak tahun 2014.

2. Riwayat gangguan medik


Pasien sebelumnya dan saat ini tidak ada kelainan medis.

3. Riwayat penggunaan zat psikoaktif


Pasien tidak merokok, tidak minum minuman beralkohol dan tidak mengonsumsi obat-
obatan terlarang.

4. Riwayat gangguan sebelumnya


Sejak tahun 2014, pasien berusia 23 tahun pertama kali diantar oleh ayah kandung
pasien ke RS dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor karena suka mengamuk (agresivitas
verbal), suka merusak barang (agresivitas motorik). Ayah pasien mengatakan
sebelumnya pasien membantu orang tua berdagang untuk membantu ekonomi keluarga
sejak usia 15 tahun. Menurut pandangan ayahnya, sebelum terkena gangguan jiwa
anaknya adalah anak yang suka bergaul, penurut, dan sayang keluarga terutama kepada
ibunya. Ayah pasien mengatakan anaknya mulai mengurung diri pada tahun 2012
semenjak dia tahu bahwa ayahnya main dengan perempuan lain selain ibunya, dia
merasa malu menjadi bahan ejekan teman-temannya karena ayahnya main dengan
perempuan lain, disaat yang bersamaan dia tidak mendapatkan restu dari orang tua
untuk menikahi pacarnya dikarenakan perbedaan keyakinan. Pada awal tahun 2014
pasien mendapati pacarnya dinikahi orang lain dan semenjak itu pasien jadi sering
berbicara dan tertawa sendiri (autistik) , mondar mandir (Agitasi), mudah marah
(agresivitas verbal), memukul anggota keluarganya (agresivitas motorik), pasien

3
menuduh keluarganya bersekongkol untuk memisahkan dia dengan pacarnya karena iri
hati akibat dia memiliki pacar yang sangat cantik (waham curiga). Pasien mengalami
perbaikan sehingga di pulangkan dan diberi edukasi terhadap keluarganya akan
supportif untuk terapi pada pasien tersebut. Setelah beberapa bulan pasien pulang dari
RSJ pasien sudah bisa menolong dirinya sendiri dalam aktivitas sehari-hari, rutin
minum obat dan pergi kontrol ke RS dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor dan pasien juga
melanjutkan membantu keluarga untuk berjualan.
Namun, pada awal tahun 2019, pasien kembali dibawa ke RS dr. H. Marzoeki
Mahdi Bogor karena mengamuk dan marah-marah (agresivitas verbal), memukul
anggota keluarga (agresivitas motorik) susah tidur (insomnia), mondar-mandir
(gelisah). Faktor presipitasi pasien menolak minum obat dan membuangnya.
Pasien diantar oleh ayahnya ke RSJ Provinsi Jawa Barat karena marah - marah
merusak barang dan sering menyerang anggota keluarganya sejak tidak mengkonsumsi
obat.
5. Grafik Tingkat Kekambuhan Gejala

Riwayat penyakit
dahulu Jan Jul

Mar Jun
Apr Mei

2014 2015 2016 2017 2018 2019 Riwayat penyakit


sekarang

D. RIWAYAT KEHIDUPAN PRIBADI :

1. Riwayat perkembangan fisik :


Pasien merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Pasien dilahirkan dengan persalinan
normal. Tidak ada kelainan pada proses tumbuh kembang dari bayi sampai dewasa.
Tidak ada riwayat trauma kepala, kejang, operasi dan patah tulang.

4
2. Riwayat perkembangan kepribadian :
a. Masa kanak-kanak : pasien mengalami perkembangan kepribadian seperti
anak seusianya. Mulai dari kanak-kanak mampu aktif bergaul dengan orang lain
di lingkungannya.
b. Masa remaja : pasien memiliki hubungan pertemanan yang baik
dengan teman-teman di sekolah maupun di lingkungannya.
c. Masa dewasa : pasien mulai suka menyendiri, tidak aktif bergaul
dengan teman-temannya.

3. Riwayat pendidikan :
Pasien memulai pendidikannya dari jenjang TK sampai dengan lulus SMP. Pasien tidak
melanjutkan ke jenjang SMA dikarenakan orang tua tidak memiliki biaya.

4. Riwayat pekerjaan:
Pasien pernah bekerja berdagang membantu orangtua.

5. Kehidupan beragama:
Pasien rajin sholat 5 waktu di jalankan.

6. Kehidupan sosial dan perkawinan :


Pasien belum menikah. Hubungan dengan orang-orang di lingkungan sekitarnya jarang
bersosialisasi lebih sering sendiri dirumah.

E. RIWAYAT KELUARGA
Pasien adalah anak pertama dari 3 bersaudara. Pasien tinggal bersama kedua
orangtuanya.

Pohon keluarga

5
Keterangan:
Perempuan
Laki-laki
Pasien
Sudah meninggal

F. SITUASI KEHIDUPAN SOSIAL SEKARANG :


Pasien adalah ke dua dari tiga bersaudara. Pasien tinggal bersama kedua orangtuanya.
Ayahnya bekerja sebagai pedagang dan ibunya sebagai ibu rumah tangga.

III. STATUS MENTAL


A. DESKRIPSI UMUM
1. Penampilan:
Seorang laki-laki, penampilan sesuai usia, memakai baju dan celana RSJ Provinsi
Jawa Barat berwarna hijau, tampak rapi. Postur tubuh normal. Rambut cepak lurus,
bewarna hitam , tersisir rapi, kuku terlihat bersih.. Kontak mata ada tetapi jarang.
Tampak seperti kosong.
2. Kesadaran:
a. Kesadaran sensorium/neurologik: Compos mentis
b. Kesadaran Psikiatrik: Tidak tampak terganggu
3. Perilaku dan aktivitas psikomotor:
 Sebelum wawancara : berdiri di depan pintu ruang bangsal, mondar-mandir
 Selama wawancara : pasien tenang dan menjawab pertanyaan sambil
mondar-mandir
 Setelah wawancara : pasien bersalaman.
4. Sikap terhadap pemeriksa: kooperatif (pasien mendengarkan dan menjawab
pertanyaan sambil mondar-mandir).
5. Pembicaraan:
A. Cara berbicara: tidak spontan, volume bicara pelan, intonasi kurang jelas, reaksi
terhadap pertanyaan baik.
B. Gangguan berbicara: tidak ada gangguan.

6
B. ALAM PERASAAN (EMOSI)
1. Suasana perasaan (mood) : labil
2. Afek ekspresi afektif
a. Arus : lambil
b. Stabilisasi : afek labil
c. Kedalaman : dangkal
d. Skala diferensisasi : sempit
e. Keserasian : tidak serasi
f. Pengendalian impuls : kuat
g. Ekspresi : tumpul
h. Dramatisasi : tidak ada akting emosional
i. Empati : tidak dapat dirasakan

C. GANGGUAN PERSEPSI
a. Halusinasi : audiotorik (ada suara yang menyuruh untuk pergi mengaji)
b. Ilusi : tidak ada
c. Depersonalisasi : tidak ada
d. Derealisasi : tidak ada

D. SENSORIUM DAN KOGNITIF ( FUNGSI INTELEKTUAL)


1. Taraf pendidikan : tamat SMP
2. Pengetahuan umum : tidak dapat dinilai
3. Kecerdasan : tidak dapat dinilai
4. Konsentrasi : buruk
5. Orientasi
a. Waktu : baik
b. Tempat : baik
c. Orang : baik
d. Situasi : baik
6. Daya ingat
a. Tingkat
 Jangka panjang : baik
 Jangka pendek : baik

7
 Segera : baik
b. Gangguan : Tidak ditemukan adanya gangguan.

7. Pikiran abstraktif
Buruk
8. Visuospasial : belum dilakukan
9. Bakat kreatif : Menyanyi
10. Kemampuan menolong diri sendiri : baik (mampu mandi, BAB dan BAK sendiri)

E. PROSES PIKIR
1. Arus pikir
 Produktifitas : pasien hanya menjawab ketika pertanyaan diajukan,
miskin ide
 Kontinuitas : Inkoheren, verbigerasi, tangensial,
 Hendaya bahasa : tidak ada
 Bentuk pikir : Autistik
2. Isi pikir
 Preokupasi dalam pikiran : ingin pulang
 Waham : waham kebesaran, waham curiga
 Obsesi : tidak ada
 Fobia : tidak ada
 Gagasan rujukan : tidak ada
 Gagasan pengaruh : tidak ada

F. PENGENDALIAN IMPULS
Kuat (pasien tidak marah maupun mengamuk saat diajak bicara).
G. DAYA NILAI
A. Daya Nilai dan Tilikan
1. Norma Sosial : Terganggu
2. Uji daya Nilai : Terganggu
3. Penilaian Realita : Terganggu

8
4. Tilikan : Pasien menyangkal dirinya tidak sakit ( tilikan 1)

H. TILIKAN :
Tilikan derajat 1: dimana pasien tidak merasa bahwa ia sakit

I. RELIABILITAS : (Reality Testing Ability)/ RTA


Buruk (karena perkataan pasien tidak dapat dipercaya)

IV. PEMERIKSAAN FISIK


A. STATUS INTERNUS
1. Keadaan umum : Baik
2. Kesadaran : Compos mentis
3. Tensi : 110/70 mmHg
4. Nadi : 80x/menit
5. Suhu badan : 36°C
6. Frekuensi pernafasan : 18x/menit
7. Bentuk tubuh : Tidak dilakukan pemeriksaan
8. Sistem kardiovaskuler : S1,S2 reguler, murmur (-), gallop (-)
9. Sistem respiratorius : suara nafas vesikuler, wheezing (-), ronkhi (-)
10. Sistem gastro-intestinal : bising usus (+) normal
11. Sistem musculo-sceletal : terdapat luka lecet pada tangan kanan,
deformitas (-), simetris, eutropi
12. Sistem urogenital : Tidak dilakukan pemeriksaan

B. STATUS NEUROLOGIK
1. Saraf kranial (I-XII) : Tidak ditemukan kelainan
2. Gejala rangsang meningeal : kaku kuduk (-), Lasegue (-), Kernig (-)
3. Mata : CA-/-, SI -/-
4. Pupil : isokor, refleks cahaya +/+
5. Ofthalmoscopy : Tidak dilakukan pemeriksaan
6. Motorik : normotoni, normotrofi
kekuatan motorik

9
7. Sensibilitas :
8. Sistim saraf vegetatif : dalam batas normal
9. Fungsi luhur : Fungsi Bahasa: baik
Fungsi memori (ingatan): baik
Fungsi orientasi: baik
10. Gangguan khusus : Tidak ditemukan gangguan

V. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Hasil Lab (18 Juli 2019):
Hb :12,7 g/dL
Ht : 36%
Leukosit : 8.600/ul
Trombosit : 224,000/ul
SGOT : 16 U/l (<35 U/l)
SGPT : 9 U/I (<45 U/l)
Ureum : 6 mg/dl (13-43 mg/dl)
Kreatinin : 0,49 mg/dl (0,6-1,2 mg/dl)

VI. IKTHISAR PENEMUAN BERMAKNA


Seorang laki-laki berusia 27 tahun, beragama Islam, belum menikah, pendidikan
terakhir SMP, bekerja sebagai pedagang. Pasien adalah anak ke dua dari tiga bersaudara
dan tinggal dengan orangtua dan adiknya nya. Ayah pasien bekerja sebagai pedagang
dan ibunya seorang ibu rumah tangga.
Satu minggu SMRS pasien sering membuang – buang makanan, main - main
air, tidur kurang, nafsu makan menurun, marah – marah (agresivitas verbal) , mondar
– mandir ( Agitasi ) , dan sering berbicara sendiri (Autistik). Pasien putus obat kurang
lebih 2 bulan dikarenakan obat yang diberikan dibuang oleh pasien.
Tahun 2014 pasien di rawat inap di RS dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor akibat
gelisah. Pasien sering berbicara dan tertawa sendiri (autistik) , mondar mandir
(Agitasi), susah tidur (insomnia) mudah marah (agresivitas verbal), memukul anggota
keluarganya (agresivitas motorik), pasien menuduh keluarganya bersekongkol untuk

10
memisahkan dia dengan pacarnya karena iri hati akibat dia memiliki pacar yang sangat
cantik (waham curiga).
Bulan Januari 2019 pasien di rawat inap di RS dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor.
Pasien mengamuk (agresivitas verbal) akibat dilarang keluar oleh keluarganya,
gelisah, marah- marah (agresivitas verbal), memukul anggota keluarga, dan merusak
benda-benda yang ada dirumah (agresivitas motorik), mondar mandir
(Hiperaktifitas), sering tertawa sendiri (autistik), setiap mau makan, makanan tersebut
dimain – mainkan. Sejak keluar dari RSJ bulan Maret 2019 pasien selalu kontrol ke Poli
Rawat jalan di RS dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Terapi rawat jalan terakhir yang
diberikan adalah Risperidon 2mg ( 2x1 ) , Chlorpromazine 1 x100mg.
Saat wawancara dengan pasien, pasien tenang dan kooperatif. Pasien mengaku bahwa
ia berada di rumah sakit. Pasien mengatakan bahwa mendengar bisikan-bisikan
(halusinasi audiotorik) dari Tuhan yang menyuruhnya agar rajin beribadah agar bisa
menyelamatkan dunia yang sudah rusak karena ia merupakan nabi utusan Tuhan
(waham kebesaran) Pasien mengatakan bahwa ia ingin pulang ke rumah
(preokupasi).
Dari hasil pemeriksaan status mental didapatkan seorang laki-laki, penampilan
sesuai usia dan berpakaian rapi. Perawatan diri tampak baik. Pada saat wawancara
pasien mondar mandir (agitasi),jarang menjawab pertanyaan dengan melakukan kontak
mata disertai tertawa. Cara berbicara pasien tidak spontan, pelan, intonasi kurang jelas,
volume suara kecil, . Suasana perasaan (mood) pasien takut, afek ekspresi afektif sempit
kedalaman tampak dangkal, dan ekspresi tampak tumpul. Tilikan 1: pasien menyangkal
bahwa dirinya sakit

VII. FORMULASI DIAGNOSTIK


Aksis 1:
Berdasarkan iktisar penemuan bermakna, pasien pada kasus ini dapat dinyatakan
mengalami:
1. Gangguan jiwa, atas dasar adanya waham dan halusinasi, agresivitas verbal
dan motoric, pasien berbicara dan tertawa sendiri, keadaan ini menyebabkan
distress pada penderita dan keluarga serta terdapat hendaya (dissability) pada

11
fungsi psikososial, pekerjaan dan penggunaan waktu senggang sehingga dapat
disimpulkan bahwa pasien menderita gangguan jiwa.
2. Gangguan jiwa ini termasuk gangguan mental non-organik/GMNO, karena
 Tidak terdapat adanya gangguan kesadaran neurologik
 Tidak tampak ada gangguan fungsi kognitif
 Tidak ada riwayat trauma kepala yang dapat menimbulkan disfungsi.
3. Gangguan kejiwaan ini akibat dari penggunaan zat tidak ada.
4. Gejala yang terdapat pada pasien mengarah pada skizofrenia, karena:
a. “waham curiga”: waham tentang keyakinan palsu bahwa keluarganya
bersekongkol untuk memisahkan dia dengan pacarnya karena iri hati
akibat dia memiliki pacar yang sangat cantik (waham curiga).
“waham kebesaran” : waham tentang keyakinan palsu bahwa ia adalah
nabi utusan Tuhan untuk menyelamatkan dunia yang rusak.
b. Adanya halusinasi audiotorik : mendengar suara Tuhan untuk
menyuruhnya mengaji
Terdapat halusinasi auditorik bahwa mendengar suara Tuhan.
c. Melakukan tindak kekerasan kepada orang sekitar.
5. Gejala skizofrenia yang dialami diiringi perilaku dengan tujuan, dengan
maksud, adanya waham dan halusinasi, pembicaraan yang tak menentu mood
pasien yang dangkal dan tidak wajar, cekikikan (giggling) atau puas diri,
tertawa menyeringai (grimaces), senyum sendiri, proses pikir mengalami
disorganisasi dan pembicaraan tidak menentu, gejala mulai pada usia 15-
25tahun. Pada pasien ini ditemukan adanya waham dan halusinasi, adanya
perilaku yang tak dapat diramalkan, mood yang tidak dapat ditentukan, pasien
suka tertawa sendiri, terdapat pembicaraan yang tidak menentu (inkoheren)
gejala gangguan jiwa muncul pada saat usia pasien 23 tahun. PPDGJ III,
pasien didiagnosis Skizofrenia Hebefrenik (F20.1)
6. Kondisi pasien ini juga dapat didiagnosis banding dengan Gangguan Waham
menetap (F22), karena:
 Adanya waham kebesaran yang menetap lebih dari 3 bulan
 Tidak adanya gangguan suasana perasaan.
Aksis II : Tidak ada gangguan kepribadian dan retardasi mental
Aksis III : Tangan kanan tampak edem, dan terdapat luka lecet.

12
Aksis IV : Masalah putus obat, masalah dengan keluarga
Aksis V : Global Assessment of Functioning (GAF) Scale 60-51 .

VIII. EVALUASI MULTIAKSIAL


Aksis 1 : gangguan Skizofrenia hebefrenik (F20.1); DD: gangguan waham
menetap
Aksis II : tidak ada ciri kepribadian dan retardasi mental
Aksis III : tangan kanan tampak edem dan terdapat luka lecet
Aksis IV : putus obat, masalah keluarga
Aksis V : GAF 60-51 gejala sedang, disabilitas sedang
IX. PROGNOSIS
- Quo ad vitam : dubia ad bonam
- Quo ad functionam : dubia ad bonam
- Quo ad sanationam : dubia ad bonam
X. DAFTAR PROBLEM
 Organobiologik : Tidak ditemukan kelainan fisik.
 Psikologik : Ditemukan adanya hendaya berat dalam menilai realitas berupa
halusinasi menimbulkan gejala psikis sehingga pasien memerlukan psikoterapi.
 Sosiologik : Ditemukan adanya hendaya dalam bidang sosial, pekerjaan dan
penggunaan waktu senggang sehingga perlu dilakukan sosioterapi.

XI. TERAPI

1. Psikofarmaka
R/ tab Clozapin mg 100 No X (sepuluh)
S 1 dd tab 1 malam
----------------------------------------------- (Tanda tangan)
R/ tab Haloperidol mg 5 X (sepuluh)
S 2 dd tab 1 pagi malam
----------------------------------------------- (Tanda tangan)
R/ tab Lorazepam mg 2 No X (sepuluh)
S 2 dd tab ½ siang malam
----------------------------------------------- (Tanda tangan)

13
R/ Inj Zyprexa mg 10 No X (sepuluh)
S pro Inject
----------------------------------------------- (Tanda tangan)

2. Psikoterapi
Psikoterapi suportif
 Psikoventilasi : berikan problem solving pada pasien
 Persuasi : membujuk pasien agar meminum obat dan kontrol rutin
 Desentisasi :dilatih kerja agar terbiasa di lingkungan kerja
Edukasi keluarga
 Edukasi keluarga mengenai penyakit pasien dan menerima kondisi pasien.
 Edukasi bahwa kondisi pasien seperti ini dapat dibantu dengan mendukung
kesembuhan pasien.
 Edukasi bahwa kerja sama keluarga sangat diperlukan untuk memastikan
pasien minum obat teratur dan kontrol teratur.
 Edukasi agar pasien selalu menjalan ibadah sesuai ajaran agama yang
dianutnya, yaitu menjalankan sholat 5 waktu
XII. LAMPIRAN

Follow Up
18 Juli 2019, 18.30 WIB
Wawancara Kamis, 18 Juli 2019 (18.30 WIB)

Pertanyaan Jawaban Keterangan


Selamat malam pak Siang dok
(*Jabatan tangan dan
perkenalan diri)
Bapak namanya siapa? R
R sudah makan? Sudah
Makannya habis? Habis
R tau ga lagi dimana Tau, di rumah sakit. Orientasi tempat baik
sekarang?
R kenapa bisa dibawa Ga, saya sehat, saya mau Tilikan 1
kesini? Apa R ngerasa ada jalan-jalan.
yang sakit?
R dokter mau tanya dong, Saya takut, saya mau
sekarang yang dirasain R pulang.
apa? Senang/sedih?

14
Takut kenapa? Emang ada Ga ada, saya mau pulang.
yang nakut-nakutin?
Kenapa mau pulang? Mau pulang, mau ngaji
Emang mau ngaji sama (pasien terdiam sejenak). Verbigerasi
siapa malem-malem gini? Mau pulang, mau ngaji!
Emangnya R disuruh ngaji Dibisikin sama Tuhan Halusinasi audiotorik
sama siapa?
Emangnya Tuhan bilang Saya disuruh selamatin Waham kebesaran
apa sama R? dunia yang rusak karena
saya nabi utusan Tuhan
Kenapa R yang dipilih Ya saya orang suci Waham kebesaran.
Tuhan? Apa R orang suci makanya bisa denger suara
makanya dipilih sama Tuhan.
Tuhan?
R tau ga sekarang pagi, Tau, sekarang malam hari.
siang atau malam?
R katanya tadi dirumah Tadi dirumah ada lemari Tangensial
ngamuk marah-marah besar, lemari ada kacanya.
sampai mukulin bapak, apa Enggak saya ga pukul
benar? bapak.
R sayang ga sama bapak? Ga sayang, benci, bapak Verbigerasi
jahat. Saya diejek teman-
teman.Saya mau pulang,
mau ngaji.
Bapak jahat kenapa? Bapak jalan ga pulang,
bapak perempuan main, ibu
sedih. Saya mau pulang
Jadi R merasa bapak jahat Perempuan jalan ke taman Inkoheren
sama R? makan ketawa
R dokter tanya dong, itu “pasien tidak menjawab”
tangannya luka kenapa?
Tangannya sakit ga? Tadi kaca ada, saya pukul Agresivitas motorik
pecah. Terus saya pukul
bapak
Kenapa bapak dipukul? Saya pukul pukul bapak,
bapak suka
Jadi tangannya luka karena Jangan, nanti banyak Inkoheren
pukul kaca sama pukul semutnya.
bapak? Tangannya dokter
obatin dulu boleh?
Nanti kalo dokter kasih “pasien tidak menjawab”
obat diminum ga?
Ya sudah, kalau gitu “pasien tidak menjawab”
ngobrolnya udahan dulu ya,
terimakasih R.

15
Jumat, 22 Juli 2019 (siang 11.00-11.30 WIB)

Pertanyaan Jawaban Keterangan


Selamat siang R (*jabatan Siang dok
tangan – pasien masih mau)
R masih inget sama saya? Sudah lupa
Perkenalkan , saya dokter
muda nama Ester
Sudah makan pagi belum? Sudah
Tadi pagi makan pakai apa? Pakai lauk ikan Daya ingat jangka pendek
baik
gimana perasaannya hari ini? Pingin pulang Preokupasi
Kenapa pengen pulang? Mau ngaji
R ngaji karena kepengen Disuruh ngaji
ngaji atau disuruh?
Disuruh sama siapa? Disuruh Tuhan ngaji
Kalau lagi disuruh ngaji Denger suara aja, gak lihat Halusinasi audiotorik
Tuhannya dateng ke R apa R
cuma denger suara aja?
Tuhan ngomong apa aja Saya disuruh ngaji, doain Waham kebesaran
sama R? dunia yang rusak ini. Saya
dibilang adalah nabi utusan
Tuhan, jadi Cuma saya saja
yang bisa selamatin dunia
Emang buktinya kalau R Saya bisa denger suara
nabi apa? Tuhan, yang lain kan ga
bisa. Saya juga bisa terbang
ke surga
R kangen ga sama bapak ibu Kangen, tapi bapak ibu jahat
dirumah?
Kenapa jahat? Saya dilarang nikah sama ela
Ela itu siapa? Ela itu pacar saya, ela cantik Waham curiga
jadi saya gab oleh nikah,
mereka iri sama saya
Katanya R suka mukulin Kenapa? Hmmm emangnya Inkoheren
orang-orang dirumah, ga boleh? Kan saya senang
kenapa suka mukul-mukul?
Emangnya ada yg suruh R Ga ada
mukulin orang-orang
rumah?
Kalo R dipukul suka ga? Ga suka, saya sukanya jalan-
jalan, sama main bola.
R tau ga sekarang ada Tau, ada di RSJ Orientasi tempat baik
dimana?
Kalau saya, R tau ga siapa Dokter Orientasi orang baik
saya?
R tau ga sekarang itu pagi Hmm tau, sekarang siang Orientasi waktu baik
siang atau malam? kan?

16
R punya hobi ga? Saya suka nyanyi dok.
“mulai menyanyi”
R ngerasa ga kalo dirinya Engga dok. Tilikan 1
sakit?
R tau ga bedanya jeruk sama Apa ya? Lupa. Udah dok,
apel? saya mau bobok.
Oh ya sudah kalau gitu, Iya
makasih ya R, besok ngobrol
lagi.

17