Anda di halaman 1dari 4

Nama : Leni Wulandari

NIM : 03031381722110
Shift : Selasa (13.00-16.00 WIB)
Kelompok : 5 (Lima)

DRIFT ELIMINATOR, LOUVERS, DAN FAN

Cooling tower merupakan suatu sistem yang bekerja dengan berbagai


macam komponen yang saling melengkapi satu sama lain. Komponen-komponen
ini bekerja bersama-sama untuk mendukung kinerja dan fungsi dari cooling tower
itu sendiri. Komponen dasar yang ada meliputi rangka dan wadah, bahan pengisi,
kolam pendingin, drift eliminator, saluran masuk dari udara, louvers, nozzle, dan
juga fan. Masing-masing komponen memiliki fungsi berbeda (Walas, 1988).

1. Drift Eliminator
Cooling tower akan dikontakkan secara langsung antara air dan udara
dengan tujuan untuk menurunkan ataupun melakukan proses pendinginan pada
temperature air yang dimasukkan ke dalam alat tersebut. Alat tersebut pada bagian
dalamnya akan terbentuk tetesan-tetesan air yang dapat terjebak dalam udara
sehingga tetesan air tersebut akan hilang secara bebas ke atmosfer. Alat cooling
tower biasanya dilakukan pemanasan alat drift eliminator, memiliki fungsi untuk
pengambilan tetes-tetes air yang akan terjebak di dalam aliran udara dengan tujuan
agar tetes-tetes air tersebut tidak lepas langsung ke atmosfer bebas (Walas, 1988).
Drift eliminator salah satu bagian menara pendingin, dengan menggunakan
drift eliminator air di recycle secara lebih efektif. Drift eliminator tidak hanya
menghemat air, tetapi juga mencegah keluarnya air yang terkontaminasi bahan
kimia ke lingkungan. Tujuan utamanya adalah meminimalkan laju penyimpangan
dan penurunan tekanan sebanyak mungkin (Hensley, 2006).
Manfaat menggunakan drift eliminator terutama pada bagian produksi
industry skala besar yaitu mencegah terjadinya korosi sistem perpipaan pada
bagian listrik. Membantu mencegah korsleting akibat kerusakan sistem kelistrikan,
secara signifikan mengurangi emisi bahan kimia berbahaya kelingkungan sebagian
besar berkontribusi pada konservasi air. Pengurangan tekanan dalam air,
menghilangkan kebutuhan untuk pengolahan air tambahan. Memperpanjang umur
menara penndingin dan menghemat penggunaan energi (Mohiuddin, 2005).
Struktur utama drift eliminator adalah bagian yang sederhana namun
penting dari sebuah menara pendingin. Strukturnya terdiri dari beberapa struktur
dasar yang menjadikannya aksesori berguna yang juga cukup mudah dipasang dan
digunakan. Seal berfungsi untuk mencegah penyimpangan bypass, seal biasanya
ditambahkan selama proses pemasangan. Filter yang berfungsi untuk membantu
menghilangkan kontaminan seperti bahan kimia yang dapat dilepaskan ke
lingkungan. Walls memiliki desain yang bervarias, semuanya berfungsi sebagai
struktur utama yang mendorong arah air ke arah yang diinginkan, tergantung pada
desainnya. Bagian ini memaksa tetesan air kembali ke menara pendingin untuk
digunakan lagi ke seal untuk mencegah bypass hilang, seal biasanya ditambahkan
selama proses instalasi. Proses ini memastikan bahwa tidak ada tetesan air yang
bisa keluar selama proses pengalihan (Sara, 2018).
Jenis drift eliminator ada beberapa desain drift eliminator yang tersedia
saat ini, desain ini umumnya diklasifikasikan hanya menjadi dua jenis utama drift
eliminator. Counterflow drif eliminator jenis ini menggunakan mekanisme dimana
udara mengalir melalui tambahan dijalur vertical di atas, disisi lain air mengalir
dari atas ke bawah, yang memungkinkan untuk mengeluarkan lebih banyak udara
lebih cepat daripada proses menariknya. Keuntungan penggunaan konsumsi energi
yang lebih rendah dan pemeliharaan yang minimal. Crossflow drift eliminator
memiliki aliran udara horizontal, air mengalir dengan cara yang sama ke bawah.
Jenis eliminator ini menggunakan tipe splash of fill. Keuntungan penggunaan
minimal noise, hemat biaya, pemeliharaan yang rendah diperlukan kinerja tinggi
energi yang dikonsumsi dioptimalkan (Mohiuddin, 2005).
Bahan umum yang digunakan dalam drift eliminator hanya ada beberapa
bahan drift eliminator yang digunakan oleh produsen saat ini. Polypropylene (PP),
bahan daur ulang yang terbuat dari plastic dan serat, Polypropylene dapat
mentoleransi panas lebih baik daripada polyvinyl chloride (PVC). Polypropylene
(PP) juga tahan terhadap kelembaban tetapi rentan terhadap degradasi ketika terus-
menerus terkena paparan UV (Mohiuddin, 2005).

2. Louvers
Louvers menara pendingin adalah komponen dari sistem menara pendingin
efisien membantu memastikan bahwa air dalam kualitas dan kuantitas yang baik.
Air dan udara disatukan di menara pendingin pada kondisi tertentu kemungkinan
terjadi misalnya spesies dapat tumbuh. Kualitas air dan bahan kimia mungkin
berkurang atau air dapat keluar dari menara. Kondisi ini dapat mengurangi
efektivitas menara pendingin. Louvers dan panel akan membantu untuk
memastikan kinerja optimal menara pendingin, ada berbagai jenis louvers pada
menara pendingin (Putra, 2015).
Louvers digunakan untuk mencegah kondisi tertentu terjadi termasuk
mencegah sinar matahari menembus ke dalam basin menara. Paparan sinar
matahari membuka jalan bagi pertumbuhan alga bahkan beberapa spesies bakteri,
menghambat percikan air yang bearti air ditahan didalam tangki pengumpulan.
Louvers ini membantu menghindari bahan besar yang memasuki menara, tidak
mudah untuk memblokir dari pipa air untuk menyemprotkan nozzle membuat
pendinginan suhu yang baik ini meminimalkan biaya pemeliharaan seperti biaya
bahan kimia untuk membunuh ganggang (Putra, 2015).
Bahan louvers seperti ukurannya berbeda, beberapa inlet udara menara dan
panel louvers dibuat dari polyvynil chloride (PVC), dapat juga terbuat dari bahan-
bahan galvanis atau stainless. Tower dengan aliran nya yang silang umumnya akan
memiliki saluran masuk louvers. Kegunaan dari louvers ini adalah untuk dapat
menyamakan aliran ke bahan pengisi dan juga agar dapat menahan air yang ada
didalam tower. Arah aliran antara air dan udara yang saling berlawanan biasanya
aliran jenis ini tidak lagi memerlukan louvers (Sara, 2018).

3. Fan
Fan merupakan bagian terpenting dalam sebuah cooling tower karena fan
berfungsi untuk menarik udara dingin dan juga befungsi untuk mensirkulasikan
udara tersebut di dalam tower untuk mendinginkan air. Fan yang tidak berfungsi
maka kinerja dari cooling tower atau menara pendingin tidak akan menghasilkan
hasil yang optimal. Fan digerakkan oleh suatu motor listirk yang dikopel langsung
dengan poros kipas (Walas, 1988). Fan aksial (jenis baling-baling) dan sentrifugal
keduanya digunakan dalam menara. Fan dengan baling-baling atau propeller
digunakan pada menara induced draft. Fan propeller dan sentrifugal keduanya
dalam menara forced draft tergantung pada ukurannya. Jenis fan propeller yang
digunakan sudah dipasang tetap atau diatur. Baling-baling yang dapat diatur
secara otomatis dapat beragam aliran udaranya (Sara, 2018).
DAFTAR PUSTAKA

Hensley, J. C.. 2006. Cooling Tower Fundamentals. Kansas: SPX Cooling


Technologies.
Mohiuddin, A.K.M. 2005. Experimental Study In A Spray Filled Tower For Flow
Visualization And Drift Eliminator Characrteristic. Journal Of Apllied
Sciences. Vol. 5(2): 284-291.
Putra, R. Suhardi. 2015. Analisa Perhitungan Beban Cooling Tower Pada Fluida
di Mesin Injeksi Plastik. Jurnal Teknik Mesin. Vol. 4(2): 56-62.
Sara. 2018. Cooling Tower Louvers. (Online).
https://www.saracoolingtower.om/cooling-tower-louvers/
(Diakses pada tanggal 28 september 2019).
Walas, Stanley.M. 1988. Chemical Process Equipment. Washington: Butterworth-
Heinemann.