Anda di halaman 1dari 33

PELATIHAN ONLINE 2018

KEBUMIAN – PAKET 7
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 7

PAKET 7:
UNSUR-UNSUR ATMOSFER (III): AWAN DAN HUJAN

BAGIAN I – AWAN
Jika angin merupakan faktor dari tekanan, maka awan merupakan faktor dari kelembapan. Awan
adalah suatu kumpulan partikel air yang tampak di atmosfer, yang dapat berupa tetes air cair
maupun kristal es yang padat. Terdapat dua jenis awan berdasarkan komposisinya:

a. Awan tetes
Merupakan awan yang sebagian besar partikelnya tersusun atas tetes air. Dalam pembentukan
awan, dibutuhkan sebuah inti kondensasi yang memicu uap-uap air untuk membentuk tetes air
(maupu kristal es). Inti kondensasi ini dapat berupa garam permukaan bumi yang tertiup angin,
material letusan gunung api yang berukuran halus, partikel hasil pembakaran hutan, industri,
maupun kendaraan bermotor.

b. Awan es
Adalah awan yang sebagian besar partikelnya tersusun atas kristal es. Pada suatu ketinggian
tertentu, suhu mulai lebih rendah dari titik beku air, tapi tidak langsung membeku m enjadi
kristal es seluruhnya. Tetes air kadang masih dapat berwujud cair di bawah titik beku, yang
dinamakan tetes air kelewat jenuh. Jadi biasanya kristal es muncul di antara tetes air kelewat
jenuh.
Mekanisme Pembentukan Awan
Secara singkat, awan terbentuk dari udara yang mengandung uap air naik ke atas, mengembang,
kemudian mendingin. Terdapat empat mekanisme pembentukan awan seperti yang ditunjukkan
pada gambar di bawah ini.
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 7

[1]

Klasifikasi Awan
Klasifikasi awan umumnya didasarkan pada bentuknya, yakni:

a. Sirus: bentuk serat, seperti rambut.


b. Stratus: bentuk berlapis.
c. Kumulus: bentuk gumpalan.
Di samping itu, terdapat imbuhan yang menjelaskan sifat yang lain dari awan tersebut:

a. Alto: berarti tinggi.


b. Nimbus: berarti hujan.

Penggunaannya biasa bersamaan, misalnya altokumulus, altostratus, kumulonimbus, nimbrostratus.


Bentuk tambahan adalah sifat rincian dari masing-masing jenis awan, misalnya awan sirus yang
berbentuk seperti kail, disebut sirus unsinus. Awan sirokumulus yang berbentuk seperti lensa
disebut sirokumulus lentikularis. Semua sifat ini akan dibahas pada masing-masing awan.
Berdasarkan bentuk dasarnya, awan digolongkan menjadi 10 jenis, yakni:

1. Sirus
Bentuk: serat lembut dan halus, seperti sutra, tanpa bayangan.
Asal: berkembang dari kristal es yang jatuh dari sirokumulus atau pembentangan bagian
atap Kumulonimbus, atau penguapan bagian tipis dari sirostratus.
Variasi: fibratus (bentuk lurus, melengkung tak teratur, kusut), unsinus (bentuk kail yang
menghadap ke atas), spisatus (bercak, serat yang rapat dan mampat).

2. Sirokumulus
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 7

Bentuk: menyerupai butir/biji padi yang putih, tanpa bayangan.


Asal: dapat terjadi dari sirus dan sirostratus, terutama pada udara cerah.
Variasi: lentikular (bentuk seperti lensa pada puncak gunung akibat pengangkatan
orografis), stratiformis (seperti berlapis), undulatus (seperti ombak di pantai).

3. Sirostratus
Bentuk: tirai kelambu halus putih, mengandung kristal es
Asal: terbentuk dari sirus atau sirokumulus yang membentang, atau dari kristal es
sirokumulus yang jatuh.
Gejala optis: menghasilkan halo, yaitu lingkaran sekitar matahari atau bulan akibat
pembiasan optis dari kristal es yang dikandung awan ini.
Variasi: fibratus (bentuk serat), dan nebulosus (bentuk tirai asap yang merata).

4. Altokumulus
Bentuk: putih atau kelabu, mempunyai bayangan, tepinya saling menyambung.
Komposisi: terbentuk dari tetes air namun bisa mengandung kristal es.
Asal: terbentuk karena turbulensi atau konveksi di lapisan menengah atmosfer, atau dari
sirokumulus yang menebal, transformasi dari stratokumulus, altostratus, atau
nimbostratus, bisa juga dari perkembangan kumulus dan kumulonimbus.
Variasi: lentikuler (melensa, karena pengangkatan orografis), stratiformis (bentuk lapisan
yang luas dan seragam), undulatus (menyerupai ombak).

5. Altostratus
Bentuk: bentuk berserat dan seragam, warna kelabu, menutupi sebagian atau seluruh
langit. Menyerupai sirostratus yang tebal tapi tidak menghasilkan halo.
Komposisi: mengandung tetes air dan kristal es yang mampu menimbulkan virga (hujan
yang tidak sampai ke permukaan bumi karena menguap di tengah jalan).
Asal: berkembang dari sirostratus yang menebal, kadang dari nimbostratus yang menipis.

6. Nimbostratus
Bentuk: seragam, luas, berwarna abu tua dan rendah, tebal hingga matahari di
belakangnya tidak terlihat.
Komposisi: tetes awan dan tetes hujan.
Sifat: menghasilkan hujan yang terus menerus dan kontinu.
Asal: pembentangan Kumulonimbus atau kumulus yang besar, atau dari altostratus yang
menebal, atau dari stratokumulus atau altokumulus.

7. Stratokumulus
Bentuk: bulatan pipih atau bulatan panjang berwarna kelabu dengan bagian yang gelap.
Komposisi: tetes awan dan kadang tetes hujan.
Sifat: kadang disertai hujan intensitas kecil.
Asal: dari altokumulus yang bertambah besar, pembentangan bagian atas atau tengah dari
kumulus dan kumulonimbus.
Variasi: stratiformis, lentikularis, undulatus.
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 7

8. Stratus
Bentuk: awan rendah yang seragam, tidak menyentuh muka bumi.
Komposisi: tetes awan kecil, jika tebal dapat mengandung tetes hujan (gerimis).
Asal: terbentuk oleh pendinginan bawah atmosfer, koyakan atau penyerta dari awan
altostratus, nimbostratus, kumulonimbus, atau kumulus.
Variasi: nebulosus (menutupi langit yang luas tanpa tampak bagian-bagiannya), fraktus
(terkoyak-koyak pada bagian pinggirnya), undulatus (bergelombang).

9. Kumulus
Bentuk: kelihatan mampat, bergerombol, bergumpal yang memanjang. Bagian atasnya
menonjol-nonjol menyerupai bunga kol.
Komposisi: tetes air, kadang kristal es.
Asal: berkembang dari aliran konveksi yang dapat disebabkan oleh pemanasan permukaan
bumi oleh matahari.
Variasi: humilis (ukuran vertikal kecil dan tampak tertindih), kongestus (menyerupai kol),
mediokris (antara humilis dan kongestus), fraktus (terkoyak-koyak).

10. Kumulonimbus
Bentuk: berat dan mampat, menjulang tinggi, gumpalan besar, kadang pada bagian puncak
(jika sampai pada tropopause) akan membentuk landasan yang dinamakan inkus/anvil.
Komposisi: tetes awan dan pada bagian atas adalah kristal es
Sifat: menimbulkan hujan yang besar dalam waktu yang lama, menghasilkan aliran udara
yang cepat dan kuat yang disebut downdraft dapat membahayakan pesawat yang berada
di sekitarnya
Variasi: calvus (kehilangan tonjolan pada puncaknya), kapilatus (bila membentuk landasan
inkus/anvil), kapilatus.
Tahap pembentukan dari kumulus: awal (early) – matang (mature) – mati (disipasi).

[2]
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 7

[3]
Genus Jenis Varietas Bentuk tambahan
Sirus Fibratus Translusidus Inkus
Sirokumulus Unsinus Opakus Mama
Sirostratus Spisatus Undulatus Presipatisio
Altokumulus Stratiformis Virga
Altostratus Nebulosus Arkus
Nimbostratus Lentikularis
Stratokumulus Humilis
Stratus Mediokris
Kumulus Fraktus
Kumulonimbus Kongestus
Kalvus
Kapilatus

Istilah perawanan Arti


Arkus Busur
Fibratus Berserat
Fraktus Pecahan
Genitus Generasi
Humilis Dekat tanah, ukuran kecil
Inkus Landasan, paron Botak,
Kalvus gundul Berambut
Kapilatus
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 7

Kongestus Penumpukan
Kumulus Pergumpalan
Lentikularis Seperti lensa
Mama Dada wanita
Mediokris Sedang, menengah Tertutup
Nebulosus kabut, samar-samar Awan
Nimbus hujan
Opakus Rapat, tebal
Presipatisio Curahan
Sirus Rambut
Spisatus Mampat
Stratiformis Bentuk lapisan
Stratus Lapisan
Translusidus Transparan, jernih
Undulatus Berombak
Unsinus Kail, mata kail
Virga Garis-garis di langit

BAGIAN II – PRESIPITASI
Presipitasi merupakan curahan dari atmosfer, baik dalam bentuk air maupun padatan. Pembentukan
presipitasi tidak bisa dipisahkan dari pembentukan awan. Awalnya, sebuah titik kecil yang
dinamakan inti kondensasi terdapat di atmosfer, titik-titik air kemudian muncul dan saling berikatan
satu sama lain kemudian membesar membentuk titik-titik awan, yang lama kelamaan menjadi titik-
titik hujan. Pembentukan titik hujan dapat terjadi melalui dua mekanisme:
a. Tumbukan dan penangkapan (collision and coalescence)
Umumnya terjadi pada awan yang bagian atas memiliki suhu lebih tinggi dari -15oC. Untuk
menimbulkan banyak kolisi, partikel awan (air) harus lebih besar dibandingkan titik-titik air di
sekitarnya. Titik yang besar dapat terbentuk dari inti kondensasi yang besar maupun dari
campuran turbulen antara awan dan lingkungan yang lebih kering. Titik yang berat ini akan
jatuh lebih cepat dari yang kecil serta menabrak dan menangkap titik-titik yang lebih kecil di
sekitar jalan yang dilewatinya. Pembentukan presipitasi melalui mekanisme ini dipengaruhi
oleh: (1) jangkauan ukuran titik air, (2) ketebalan awan, (3) updraft dalam awan, yakni udara
yang bergerak naik dari dasar ke puncak awan, dan (4) muatan listrik dari titik air.
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 7

[4]
b. Kristal es (Mekanisme Bergeron)

Dalam mekanisme ini, diperkirakan bahwa kristal es dan titik awan cair hadir bersamaan pada
suhu di bawah titik beku. Mekanisme pembentukan hujan ini penting pada lintang tinggi dan
menengah, terutama pada awan yang tumbuh hingga suhu di bawah titik beku, mis: awan
kumulonimbus. Titik air yang hadir dalam bentuk cair meskipun berada di bawah titik beku
dikatakan kelewat dingin. Untuk dapat membentuk kristal es, harus terlebih dahulu ada inti
kondensasi kristal. Di sekeliling titik air, terdapat molekul uap air, yang ketika kristal es bergerak
di dekatnya, akan mengambil molekul uap air dan menempelkannya ke pinggir es. Proses ini
dikenal sebagai akresi. Kristal ini dapat bergabung satu sama lain dan membentuk kristal es
yang dinamakan snowflakes, yang umumnya berbentuk segienam.

[5]

Hidrometeor (Jenis-jenis presipitasi)


Adalah fenomena selain awan, yang terdiri dari partikel air cair maupun padat di atmosfer, atau
endapan tetes air pada permukaan benda yang berada di dekat permukaan bumi, atau di udara
bebas yang disebabkan oleh kondensasi uap air di sekelilingnya.
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 7

a. Hujan: curahan yang terdiri dari partikel air cair, tetes air, dengan diameter lebih besar dari
0,5 mm.
b. Hujan curah: curahan yang terdiri dari tetes air dengan diameter lebih besar dari diameter
tetes hujan biasa. Intensitasnya biasanya besar, berakhir mendadak dan tidak berlangsung
lama.
c. Hujan es: hujan curah disertai dengan partikel es yang bulat, berukuran 5-50 mm. Umumnya
terjadi pada awan kumulonimbus disertai dengan guntur dan kilat.
d. Gerimis: curahan tetes air yang kecil dengan diameter kurang dari 0,5 mm. Umumnya
dihasilkan oleh awan stratus.
e. Kabut: kumpulan tetes air kecil sekali yang melayang-layang di udara dekat permukaan
bumi, atau disebut sebagai awan yang menyentuh permukaan bumi. Menyebabkan banglas
horizontal (jarak pandang) kurang dari 1 km. Kabut ada dua macam, yaitu kabut adveksi dan
kabut radiasi, upslope fog, dan kabut campuran.

[6]
f. Kabus: kumpulan tetes air yang mikroskopis atau higroskopis basah yang melayang-layang di
udara yang menyebabkan banglas horizontal pada permukaan bumi lebih dari 1 km.
g. Embun: endapan tetes air pada permukaan benda yang berada dekat permukaan bumi atau
di udara bebas yang disebabkan oleh kondensasi uap air dari sekelilingnya pada permukaan
benda itu.
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 7

[7]

BAGIAN III – MASSA UDARA DAN FRONT

Massa udara adalah tubuh atau kolom udara yang memiliki suhu dan tekanan relatif seragam
dengan sekitarnya. Karena memiliki dua parameter, massa udara dapat dibagi menjadi massa udara
yang dingin dan panas, serta yang kering dan lembap. Sifat dan keseragaman massa udara bergantung
pada: (1) sumber massa udara, (2) riwayat/modifikasi massa udara, dan (3) waktu hidup massa udara.
Massa udara diklasifikasi pula berdasarkan daerah sumbernya, yakni P (polar: kutub), T (tropis), A
(arctic), pada bagian awal penamaan ditambah dengan c (continent: darat), dan m (maritime: laut).
c (continental): kelembapan rendah
m (maritime): kelembapan tinggi
+
P (polar): sifatnya dingin
T (tropical): sifatnya hangat
A (arctic): sangat dingin, berasal dari es kutub

[8]
Front
Front merupakan daerah transisi antara dua buah massa udara yang memiliki densitas berbeda.
Karena biasanya densitas lebih dikontrol oleh suhu, maka biasanya front memisahkan dua massa
udara yang suhunya berbeda, yang panas dan dingin. Terdapat empat jenis front:
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 7

a. Front Stasioner
Tidak ada perbedaan fundamental antara kedua massa udara, baik yang hangat maupun dingin,
front ditentukan berdasarka arah pergerakannya. Front jenis ini terjadi ketika batas di antara
kedua massa udara ini tidak bergerak. Kecepatan angin bukan nol, kedua massa udara tetap
bergerak, namun batas di antara mereka tidak.

[9]

b. Front Dingin
Terjadi ketika massa udara dingin terdorong ke udara yang lebih hangat yang bergerak ke atas.
Batas front ini curam, mencapai 2o. Awan-awan konvektif yang tebal terbentuk di atas permukaan
front, hujan deras di daerah sempit sepanjang permukaan front (di depan). Di belakang
terjadi pengangkatan dasar awan front, kembali cerah dengan cepat.
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 7

[10]

[11]

c. Front Panas
Front ini terjadi ketika ada udara hangat yang
bertiup di atas udara dingin. Kemiringan (inklinasi)
permukaan front sangat landai, kira-kira 0,5o-1o.
Datangnya front ditandai dengan kemunculan awan
sirus, sirostratus, altostratus, nimbostratus. Hujan
terjadi di dasar front, tersebat luas dan secara terus
menerus ke daerah belakang. Langit cerah dengan
cepat setelah melewati dasar front.

[12]
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 7

[13]
d. Front Oklusi
Terjadi ketika front dingin bergerak lebih cepat dari front hangat, dengan demikian
memungkinkan front dingin untuk mengejar front panas di depannya. Terdapat dua tipe front
oklusi: (1) hangat dan (2) dingin, tergantung pada cuaca dan udara di belakang front dingin,
apakah lebih hangat atau lebih dingin dibandingkan udara di depan front hangat tersebut.
Oklusi merupakan bagian siklus dari perkembangan front dan kerusakan sampai di sistem tekanan
lintang menengah. Gambar di bawah: front oklusi dingin (kiri) dan front oklusi panas (kanan).

[14]
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 7

BAGIAN IV – SIKLON DAN BADAI TROPIS


Siklon dan antisiklon sering pula disebut sebagai gerakan konvergensi dan divergensi. Gerakan/angin
siklon terbentuk ketika pada suatu daerah terdapat daerah dengan tekanan rendah (L) yang
dikelilingi oleh daerah tekanan tinggi (H), sehingga udara bergerak menuju pusat tekanan rendah (L),
sehingga disebut sebagai konvergensi. Angin ini dikontrol oleh gerak coriolis, sehingga berbelok ke
arah kanan (berlawanan arah jarum jam) di BBU, sementara berbelok ke kiri (searah jarum jam) di BBS.
Sebaliknya, antisiklon terbentuk ketika ada daerah tekanan tinggi (H) yang dikelilingi oleh daerah
tekanan rendah (L), sehingga udara bergerak dari pusat tersebut ke sekelilingnya, disebut divergensi.
Oleh gaya coriolis, angin dibelokkan ke kanan di BBU (searah jarum jam) dan dibelokkan ke kiri
(berlawanan jarum jam).

[15]

[16]
Terdapat dua jenis siklon berdasarkan pergerakannya, yakni:
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 7

a. Siklon tropis: terjadi pada daerah beriklim tropis (10 o-20o LU/LS), lebih umum terjadi di
lautan daripada daratan. Diameter angin siklon tropis sekitar 100.000 km, berkecepatan
100-500 km/jam, dan gradien barometernya adalah 50-100 mb.
b. Siklon ekstratropis: terjadi di daerah iklim sedang (35 o -65o LU/LS), sekitar tempat
bertemunya massa angin barat (panas) dan angin timur (dingin), tekanan udara 15 mb,
kecepatan angin 30 km/jam.

Syarat Pembentukan Siklon Tropis


a. Suhu permukaan laut sekurang-kurangnya 26,5oC hingga kedalaman 60 meter.
b. Kondisi atmosfer yang tidak stabil yang memungkinkan terbentuknya awan Cumulonimbus.
Awan ini merupakan awan guntur dan sebagai penanda wilayah konvektif kuat.
c. Atmosfer yang relatif lembap di ketinggian sekitar 5 km. Ketinggian ini merupakan atmosfer
paras menengah, yang apabila dalam keadaan kering tidak dapat mendukung bagi
perkembangaan aktivitas badai guntur di dalam siklon.
d. Berada pada jarak setidaknya sekitar 500 km dari khatulistiwa. Meskipun memungkinkan,
siklon jarang terbentuk tepat di daerah ekuator.
e. Gangguan atmosfer di dekat permukaan bumi berupa angin yang berpusar yang disertai dengan
pumpungan angin.
f. Perubahan kondisi angin terhadap ketinggian tidak terlalu besar. Perubahan kondisi angin
yang besar akan mengacaukan proses perrkembangan badai guntur.

Perkembangan Siklon Tropis


a. Gangguan tropis (tropical disturbance): berkumpulnya beberapa sistem hujan badai
(thunderstorm) dengan isobar sedikit melengkung, kecepatan angin <20 knot.
b. Depresi tropis (tropical depression): kumpulan thunderstorm lebih terorganisir, memiliki
isobar tertutup, dan kecepatan angin 20-34 knot.
c. Badai tropis: sistem berotasi berlawanan arah jarum jam di BBU dan sebaliknya di BBS,
belum membentuk mata siklon, memiliki dua isobar tertutup, kecepatan angin sekitar 35-64
knot, pada tahap ini sudah diberikan nama.
d. Siklon tropis (Hurricane/Typhoon): mata siklon sudah terbentuk, memiliki minimal 3 isobar
tertutup, kecepatan angin >64 knot.

Catatan: 1 knot=1,852 km/jam.

Penamaan siklon umumnya berdasarkan pada urutan dan mengikuti abjad, misalkan pada tahun ini,
siklon pertama akan dinamakan dengan abjad A, misalnya Adele, kemudian siklon berikutnya B,
misalnya Bertha, dan seterusnya. Siklon yang sangat besar dan destruktif umumnya tidak digunakan
lagi pada tahun-tahun berikutnya untuk menghindari efek trauma bagi para survivor.

Siklus Hidup Siklon Tropis


1. Tahap Pembentukan
Ditandai dengan adanya gangguan atmosfer berupa wilayah konvektif dengan awan Cb.
Pusat sirkulasi seringkali belum terbentuk, namun kadang sudah tampak pada ujung sabuk
perawanan yang membentuk spiral.

2. Tahap Belum Matang


Wilayah konvektif kuat terbentuk lebih teratur membentuk sabuk perawanan melingkar
(spiral) atau wilayah yang bentuknya relatif bulat. Intensitasnya meningkat scara simultan,
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 7

ditandai dengan tekanan udara permukaan yang turun mencapai kurang dari 1000 mb serta
kecepatan angin maksimum yang meningkat hingga mencapai gale force wind (kecepatan
angin >34 knot atau 63 km/jam). Angin dengan kecepatan maksimum terkonsentrasi pada
cincin yang mengelilingi pusat sirkulasi. Pusat sirkulasi terpantau jelas dan mulai tampak
terbentuknya mata siklon.
3. Tahap Matang
Siklon tropis cenderung stabil. Tekanan udara minimum di pusatnya dan angin maksimum di
sekitarnya yang tidak banyak mengalami fluktuasi berarti. Sirkulasi siklonik dan wilayah dengan
gale force wind meluas, citra satelit cuaca menunjukkan kondisi perawanan teratur dan lebih
simetris. Dapat terlihat mata siklon, ditandai dengan wilayah bersuhu paling
hangat di tengah sistem perawanan dengan angin permukaan yang tenang dan dikelilingi
oleh dinding perawanan konvektif tebal di sekelilingnya (dinding mata).

4. Tahap Pelemahan (Disipasi)


Pusat siklon yang hangat mulai menghilang, tekanan udara meningkat dan wilayah dengan
kecepatan angin maksimum meluas dan melebar menjauh dari pusat siklon. Tahap ini dapat
terjadi dengan cepat jika siklon tropis melintas di wilayah yang tidak mendukung bagi
pertumbuhannya, seperti saat memasuki wilayah perairan lintang tinggi dengan suhu muka
laut yang dingin atau masuk ke daratan. Dari citra satelit dapat terlihat jelas bahwa wilayah
konvektif siklon tropis tersebut berkurang dan sabuk perawanan perlahan menghilang.

Skala Saffir-Simpsons
Skala ini digunakan untuk menggolongkan siklon (hurricane/tyhoon) berdasarkan potensial
kerusakan yang dapat diakibatkannya.
Wind speed Storm
Category Effects
(knot) surge* (ft)
Minimal: no real damage to building structure, damage
1 64-82 primarily to unanchored mobile homes, plants, 4-5
roadsigns.
Moderate: damage to vegetation, mobile homes, piers;
2 83-95 6-8
flooding.
3 96-113 Extensive: mobile homes are destroyed, flooding. 9-12
Extreme: major erosion of beach. Major damage to
4 114-135 13-18
lower floors of structures near the shores.
Catastrophic: some complete building failures with
small utility buildings blown over or away. Major damage
5 >135 >18
to lower floors of all structures. Massive evacuation.

*Storm surge: peningkatan tinggi permukaan laut akibat siklon tropis, merupakan dampak yang
paling buruk yang mencapai daratan.
Siklon Tropis, Badai Tropis, Hurricane & Typhoon
Keempat istilah ini adalah sama, namun penggunaannya yang berbeda. Badai tropis adalah kata lain
dari siklon tropis. Hurricane adalah sebutan bagi siklon tropis di Samudera Pasifik (Selatan & Timur
Laut) dan Atlantik Utara yang mempunyai kecepatan angin maksimum >64 knot (119 km/jam).
Typhoon (taifun/topan) adalah hurricane yang terjadi di Samudera Pasifik Barat Laut, dekat Jepang.
Jenis badai lainnya (bukan termasuk siklon tropis)
1. Thunderstorm
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 7

Thunderstorm (badai disertai hujan dan angin kencang serta kilat) bukan merupakan sistem dari
siklon tropis, namun merupakan kondisi suatu cuaca tertentu, dimana angin yang berperan
tidak membentuk gerakan spiral, namun lebih kepada sistem naik-dan-turun dalam awan.
Walaupun begitu, thunderstorm hadir dalam kejadian siklon. Thundestorm terbentuk ketuka
udara yang panas dan lembab naik dalam sebuah lingkungan yang tidak stabil. Thunderstorm
sangat berasosiasi dengan pembentukan awan Cb, oleh karena itu, jenjang perkembangannya
sama pula dengan pembentukan Cb, yakni:

[17]
a. Tahap Kumulus
Pemanasan yang tidak merata menyebabkan arus udara yang naik ke atas, membentuk awal
kumulus. Pergerakan terus terjadi sehingga awan tumbuh secara vertikal. Udara yang bergerak
naik ini disebut sebagai updraft. Ketika proses pendinginan terjadi dan menyebabkan
presipitasi, gaya yang ditimbulkan oleh presipitasi lebih besar dibandingkan updraft, s ehingga
menghasilkan arus yang bergerak ke bawah (downdraft).

b. Tahap Dewasa
Pertumbuhan vertikal awan dapat terus terjadi, menyebabkan awan mencapai tropopause,
tumbuh secara lateral membentuk sebuah landasan (anvil). Udara panas di bagian bawah naik
ke atas menjadi dingin, dan turun kembali ke bawah sebagai downdraft yang kencang disertai
dengan hujan yang lebat dan petir yang intensif, terkadang juga terjadi hujan salju. Pesawat
terbang akan menghindari awan ini karena downdraft yang kuat dapat menghempaskan
pesawat ke permukaan tanah.

c. Tahap Pemusnahan (Disipasi)


Pada tahap ini, downdraft sangat dominan, disertai dengan pendinginan suhu lingkungan
sekitar. Tanpa adanya influks dari updraft, awan tidak dapat tumbuh, sehingga perlahan awan
akan musnah dan menguap menjadi titik-titik uap air kembali.

2. TORNADO
Tornado (twister/cyclone) adalah badai lokal yang terjadi dalam waktu yang singkat di
permukaan daratan, namun menimbulkan efek merusak yang sangat parah. Tornado
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 7

merupakan sebuah kolom udara (vortex) yang bergerak melingkar, keluar dari dasar awan Cb dan
menyentuh tanah. Tornado terbentuk ketika terdapat situasi yang ekstrim, seperti front dingin
dan siklon tropis. Tornado terbentuk diawali dengan perkembangan mesosiklon, yakni kolom
udara silinder yang berputar secara vertikal yang berkembang pada updraft sebuah
thunderstorm.
Pembentukannya terjadi ketika udara panas dan lembap bergerak berlawanan arah atau lebih
lambat daripada udara dingin dan kering diatasnya, maka akan timbul gerak rotasi berbentuk pipa
vortex. Kemudian, updraft yang kuat dalam thunderstorm akan mendorong, mengubah orientasi
rotasi pipa vortex dari horizontal menjadi vertikal yang menyebabkan terbentukny tornado.
Dalam sebuah sistem Cb, dapat terbentuk beberapa sel yang ketika terkena updraft, membentuk
banyak tornado dalam sebuah sel Cb.

[18]

Untuk mengukur sebuah tornado, digunakan Skala Fujita yang didasarkan pada kecepatan angin dan
kerusakan yang ditimbulkan tornado tersebut:

Kategori Kecepatan angin (mph) Kerusakan potensial


F-0 40-72 Cerobong rusak, cabang pohon patah
F-1 73-112 Rumah/mobil tersapu/terguling dari fondasi
F-2 113-157 Kerusakan besar, rumah mobil hancur, pohon tercabut
F-3 158-205 Atap dan tembok runtuh, kereta terguling, mobil terlempar
F-4 206-260 Tembok dengan konstruksi bagus terangkat
Rumah terangkat dari fondasi dan dibuang pada jarak yang
F-5 261-318
cukup jauh, mobil terlempar hingga 100 meter lebih.
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 7

Referensi/Bacaan Lebih lanjut:

1. Essentials of Meteorology (C Donald Ahrens)


2. Meteorology Today (C Donald Ahrens)
3. The Atmosphere (Lutgens & Tarbuck, 2013)
4. Meteorologi (Susilo Prawirowardoyo, ITB)
5. Klimatologi (Bayong Tjasyono, ITB)
6. http://meteo.bmkg.go.id/siklon/learn/00/id

Daftar gambar:
[1] Meteorology Today (C Donald Ahrens, 2009)
[2] https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c8/Thunderstorm_formation.jpg/500px -
Thunderstorm_formation.jpg
[3] The Atmosphere (Lutgens & Tarbuck, 2013)
[4] Meteorology Today (C Donald Ahrens, 2009)
[5] Meteorology Today (C Donald Ahrens, 2009)
[6] http://www.working-the-sails.com/images/fogadvection.png
[7] The Atmosphere (Lutgens & Tarbuck, 2013)
[8] Meteorology Today (C Donald Ahrens, 2009)
[9] Presentasi Pelatnas IESO week-004 Massa Udara (Zadrach L Dupe)
[10] The Atmosphere (Lutgens & Tarbuck, 2013)
[11] The Atmosphere (Lutgens & Tarbuck, 2013)
[12] The Atmosphere (Lutgens & Tarbuck, 2013)
[13] The Atmosphere (Lutgens & Tarbuck, 2013)
[14] The Atmosphere (Lutgens & Tarbuck, 2013)
[15] Presentasi Pelatnas IESO week-004 Massa Udara (Zadrach L Dupe)
[16] The Atmosphere (Lutgens & Tarbuck, 2013)
[17] Meteorology Today (C Donald Ahrens, 2009)
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 7

SOAL

1. Siklon tropis yang terbentuk di sekitar utara Indonesia umumnya terjadi paling intens pada bulan...
a. Februari
b. Mei
c. Agustus
d. Oktober
e. Desember

2. Di belahan bumi bagian utara, saat terjadi siklon, angin terbentuk paling cepat pada bagian....

a. A
b. B
c. C
d. D
e. E

3. Perhatikan gambar di bawah ini. Apabila pada bagian tengah dari sistem tersebut merupakan
daerah tekanan rendah, maka sistem tersebut adalah.... dan terjadi pada belahan bumi
bagian....

a. Siklon, utara
b. Siklon, selatan
c. Antisiklon, utara
d. Antisiklon, selatan
e. Tidak dapat ditentukan karena kurang data.

4. Awan adalah salah satu parameter cuaca yang selalu diamati baik secara manual maupun
dengan menggunakan peralatan meteorologi. Alat ukur tinggi awan disebut....
a. Ceilometer
b. Lasermeter
c. Termometer
d. Lysimeter
e. Barometer

5. Pada bagian puncak awan kumulonimbus, terkadang terdapat suatu bentuk landasan yang luas
yang disebut ... serta sebuah .... yang berbentuk membundar (topi) dan menerobos tropopause.
a. Panel, updraft
b. Filament, updraft
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 7

c. Statiform, downdraft
d. Anvil, overshooting
e. Mammiliare, overshooting
6. Butir kecil fluida yang tersuspensi dalam udara disebut....
a. Partikel aerosol
b. Embun
c. Kristal es
d. Molekul
e. Awan

7. Jenis awan seperti serat letaknya sangat tinggi dan biasanya terdiri dari kristal es adalah awan....
a. Stratus
b. Sirus
c. Kumulus
d. Altostratus
e. Altokumulus

8. Altokumulus termasuk ke dalam golongan....


a. Low clouds
b. Middle clouds
c. High clouds
d. Vertical clouds
e. Semua pilihan salah

9. Awan nimbostratus adalah awan....


a. Rendah yang mengandung hujan
b. Sedang yang mengandung hujan
c. Tinggi yang mengandung hujan
d. Sedang yang mengandung es
e. Tinggi yang membentuk kilat

10. Awan manakah dari pilihan di bawah ini yang memiliki kandungan air paling banyak?
a. Sirus
b. Sirokumulus
c. Nimbostratus
d. Altokumulus
e. Altostratus

11. Awan di bawah ini merupakan awan...


PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 7

a. Kumulus castellanus
b. Kumulus lentikularis
c. Kumulonimbus
d. Kumulus humilis
e. Kumulus fraktus

12. Awan di samping ini merupakan awan....

a. Sirus inkus
b. Altokumulus lentikularis
c. Kumulus lentikularis
d. Altokumulus fibratus
e. Sirus unsinus

13. Manakah dari jenis awan berikut yang tidak menimbulkan hujan?
a. Sirus
b. Stratokumulus
c. Nimbostratus
d. A dan B benar
e. A dan C benar

14. Awan-awan di bawah yang termasuk ke dalam golongan awan menengah adalah....
a. Kumulonimbus, stratokumulus, altostratus, nimbostratus
b. Altokumulus, altostratus, stratokumulus
c. Sirostratus, sirokumulus, sirus
d. Sironimbus
e. Tidak ada yang benar

15. Peristiwa halo dapat terjadi pada saat langit tertutup oleh awan....
a. Sirus
b. Sirostratus
c. Stratokumulus
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 7

d. Kumulonimbus
e. Semua bisa

16. Awan berikut merupakan jenis....

a. Sirostraus
b. Sirokumulus
c. Stratus
d. Altostratus
e. Altokumulus
17. Fenomena yang ditunjukkan oleh gambar di bawah ini dengan garis ungu adalah....

a. Front panas
b. Front dingin
c. Oklusi front
d. Front stasioner
e. Front stabil

18. Skala untuk mengukur kecepatan tornado adalah....


a. Wenworth
b. Saffir-Simpson
c. Fujita
d. Hjulstrom
e. Mohs

19. Bagian yang ditandai dengan angin yang bergerak pelan adalah....
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 7

a. A
b. B
c. C
d. D
e. E

Perhatikan gambar berikut untuk menjawab soal no. 20-25! (soal isian singkat)

20. A adalah....
a. Sirokumulus
b. Sirostratus
c. Altostratus
d. Altokumulus
e. Stratus

21. B adalah....
a. Sirokumulus
b. Sirostratus
c. Altostratus
d. Altokumulus
e. Stratus

22. C adalah....
a. Sirokumulus
b. Sirostratus
c. Altostratus
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 7

d. Altokumulus
e. Stratus

23. D adalah....
a. Sirokumulus
b. Sirostratus
c. Altostratus
d. Altokumulus
e. Stratus

24. E adalah....
a. Sirokumulus
b. Sirostratus
c. Altostratus
d. Altokumulus
e. Stratus

25. F adalah....
a. Sirostratus
b. Stratokumulus
c. Stratus
d. Altostratus
e. Kumulonimbus

26. Kumpulan tetes air yang mikroskopis atau higroskopis basah yang melayang-layang di udara
yang menyebabkan banglas horizontal pada permukaan bumi lebih dari 1 km disebut sebagai….
a. Awan
b. Kabut
c. Gerimis
d. Kabus
e. Embun

27. Awan yang terbentuk di mesosfer dan berpendar pada malam hari disebut....
a. Lentikularis
b. Noktilusen
c. Translusen
d. Contrail
e. Mammatus

28. Tahap ketika downdraft mendominasi pada kumulonimbus disebut...


a. Awal
b. Pembentukan
c. Matang
d. Disipasi
e. Semua salah
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 7

29. Fenomena di bawah ini terbentuk oleh awan....

a. Sirus
b. Sirokumulus
c. Altokumulus
d. Sirostratus
e. Stratus

30. 100 knot setara dengan.... km/jam


a. 0,1852
b. 1,852
c. 18,52
d. 185,2
e. 1852
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 7

PEMBAHASAN PAKET 6
UNSUR-UNSUR ATMOSFER (II): TEKANAN, KELEMBAPAN & ANGIN

1. Jawaban: B
Penamaan angin berdasarkan asal dari angin tersebut. Misalnya, angin darat berasal dari darat
ke laut, angin gunung berasal dari puncak gunung menuju lembah. Angin muson tenggara
berhembus dari arah tenggara menuju barat laut, dsb.

2. Jawaban: E
Cukup jelas, lihat gambar berikut.

3. Jawaban: C
Dalam udara kering, H2O sangat sedikit, bahkan tidak ada. Oleh karena itu, secara komposisi,
seharusnya N2 dan O2 mengambil porsi lebih banyak dan udaranya lebih berat karena berat
molekul N2 (18) dan O2 (32) > H2O (18).

4. Jawaban: D
Secara vertikal, suhu dan tekanan berbanding lurus, karena dalam troposfer, semakin ke atas
semakin dingin, sementara tekanan semakin ke atas semakin berkurang karena konsentrasi
kolom udara yang lebih padat di bawah.
Secara horizontal, ingat kembali bahwa suhu adalah derajat gerakan molekul dalam paket udara
(energi kinetik) dari sebuah zat. Misalnya di Bandung yang dingin, udaranya akan berkumpul lebih
padat karena sifat udara yang kompresi ketika dingin, akibatnya densitas kolom meningkat,
begitu pula dengan tekanannya. Di Jakarta yang panas, molekul gas bergerak cepat sehingga
molekulnya bergerak saling berjauhan, dan dikatakan bersifat ekspansi (kurang padat),
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 7

akibatnya tekanannya juga berkurang. Dalam hal ini, suhu dan tekanan dikatakan berbanding
terbalik.

5. Jawaban: A
Angin Bahorok di dataran rendah Deli Utara (Sumatera Utara)
Angin Kumbang di Cirebon, Brebes dan Tegal (Jawa Tengah)
Angin Gending di Probolinggo dan Angin Grenggong di Pasuruan (Jawa Timur)
Angin Brubu di Ujungpandang/Makassar (Sulawesi Selatan)
Angin Wambraw di Yapen-Biak (Papua)

6. Jawaban: B
Lihat penjelasan no. 5.

7. Jawaban: B
Lihat penjelasan no. 5.

8. Jawaban: D
Lihat penjelasan no. 5.

9. Jawaban: C
Lihat penjelasan no. 5.

10. Jawaban: E
Kelempaban mutlak: banyaknya uap air (gram) dalam 1 m3 udara lengas, dinyatakan dalam
g/m3.
Perbandingan/nisbah campuran (mixing ratio; x): perbandingan antara banyaknya uap air
(gram) + banyaknya udara kering (kg) yang terdapat di dalam udara lengas tersebut,
dinyatakan dalam g/kg.
Kelembapan spesifik (q): banyaknya uap air (gram) yang terdapat dalam 1 kg udara lengas,
dinyatakan dalam g/kg.
Tekanan uap/tekanan parsial uap air (e): tekanan yang disebabkan oleh uap air yang
terdapat di dalam atmosfer, dinyatakan dalam mb (1 mb = 100 N/m 2 = 103 dyne/cm2).
Kelembapan nisbi/relatif (r): perbandingan (%) antara tekanan uap air dan tekanan uap air
jenuh pada suhu yang sama. Kelembapan ini paling banyak digunakan karena mudah
diukur dengan termometer bola basah dan bola kering.
Suhu titik embun (titik embun): suhu saat udara akan menjadi jenuh kalau udara tersebut
didinginkan pada tekanan konstan, tanpa penambahan atau pengurangan uap air.

11. Jawaban: D
Lihat penjelasan no. 10.

12. Jawaban: C
Lihat penjelasan no. 10.

13. Jawaban: B
Lihat penjelasan no. 10.
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 7

14. Jawaban: A
Lihat penjelasan no. 10.

15. Jawaban: B
Dalam adiabatik basah, penurunan suhu tetap terjadi, namun karena kondensasi melepaskan
panas dan tidak ada pertukaran kalor dengan lingkungan sekitar (adiabatik), maka panas tersebut
digunakan untuk memanasi parsel, akibatnya penurunan suhu tidak sebesar adiabatik kering.

16. Jawaban: E

Titik tersebut terletak di antara -10 dan -20oC (garis merah: isotherm), yakni sekitar -15oC dan di
antara dua garis biru di antara 300 dan 400 mb, yakni sekitar 380 mb.
17. Jawaban: A
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 7

Di belahan bumi bagian utara (BBU), angin akan dibelokkan ke sebelah kanan. Arah kanan yang
dimaksud adalah ketika kita berdiri menghadap arah tujuan angin bergerak. Dalam hal ini,
sebelah kanan adalah A.

18. Jawaban: D
Angin geostropik adalah angin yang bergerak sejajar isobar dengan kecepatan tetap, sebagai
efek dari gaya gradien tekanan dan gaya coriolis.

19. Jawaban: D
Sama dengan soal no. 18.

20. Jawaban: E
Gaya gesekan dikontrol oleh:
- Kekasapan permukaan bumi: semakin kasar permukaan yang dilewati angin, maka akan
semakin besar gesekan yang ditimbulkan.
- Angin yang bergerak jauh dari permukaan akan mengalami gesekan yang lebih kecil.
- Gaya gesekan di darat lebih besar dari lautan karena daratan sangat kasar (dikontrol oleh
topografi, vegetasi, bangunan, dll).

21. Jawaban: A
Hukum Boys-Ballot mempunyai prinsip yang sama dengan gaya gradien tekanan dan gaya
coriolis.

22. Jawaban: B
Angin lembah dan laut terjadi pada siang hari. Untuk mengingat secara cepat, gunakan prinsip
angin L (Laut, Lembah) siang hari.

23. Jawaban: A
-daerah bertekanan rendah memiliki massa yang lebih kecil.
-tekanan atmosfer turun seiring bertambahnya ketinggian.
-tekanan atmosfer berbeda-beda di setiap daerah secara vertikal dan lateral (horizontal).
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 7

24. Jawaban: D
Alat untuk mengukur kelembapan adalah hygrometer. Salah satu contohnya adalah psikrometer
(termometer bola basah dan bola kering), yang terdiri dari dua buah termometer, dimana
satunya ditutupi oleh kain basah dan satunya tidak. Konversi temperatur yang dibaca oleh
termometer ini akan menunjukkan seberapa lembap udara yang ada di sekitar. Prinsip lebih
lengkap akan dibahas lebih lanjut pada modul yang akan datang.

25. Jawaban: E
Sesuai dengan hukum coriolis yang berperan dalam pembelokan angin:

sin bernilai 0 ketika sudut lintangnya adalah 0 o dan bernilai 1 ketika lintang 90o. Oleh karena itu,
efek coriolis terbesar akan dirasakan pada kutub, sementara di ekuator, gaya coriolis
dimusnahkan (tidak bekerja).
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 7

KISAH PERJALANAN MEDALIS


Lie, Maximilianus Maria Kolbe (T.Informatika BINUS 2015) – Bidang Komputer

Pertama kali saya mengikuti OSN adalah saat saya duduk di bangku SD kelas 5 dengan bidang
Matematika, dan saya gugur di tingkat Provinsi. Kedua kali saya mengikuti OSN adalah SMP kelas 8
dengan bidang Matematika, dan saya berhasil mencapai tingkat Nasional namun tidak mendapatkan
medali. OSN Ketiga saya adalah SMP kelas 9 mengikuti OSN SMA bidang Matematika dan saya gugur
di tingkat Provinsi.

Setelah saya merasakan kejenuhan di bidang Matematika, saya mulai ingin mencoba bidang lain, dan
kebetulan oleh kakak saya disarankan untuk pindah ke bidang Komputer. Pada awalnya saya tidak tahu
apa-apa tentang OSN Komputer. Berbeda jauh dengan Matematika yang selalu saya siapkan dengan
baik, kali ini saya benar-benar tidak tahu harus berbuat apa, bahkan tak ada satupun guru yang melatih.
Apa boleh buat saya harus belajar “Programming” sendiri.
Namun karena saya sebelumnya dari OSN Matematika, akhirnya OSN 2013 Bidang Komputer saya
lolos ke tingkat Nasional karena 50% dari soalnya merupakan soal logika. Dan setelah saya mengikuti
Pelatda Jawa Tengah tahun 2013, saya baru menyadari ternyata Competitive Programming itu jauh
lebih rumit dari yang saya bayangkan. Pada saat itu saya benar-benar tidak tahu apa-apa, dan
selama satu bulan saya harus mengikuti pelatihan yang begitu berat, alhasil OSN 2013 saya tidak
mendapatkan medali, tapi cukup bagi saya untuk menguatkan basic saya tentang Programming.

Untuk mempersiapkan OSN 2014, saya sudah ada gambaran tentang materi, kisi-kisi, dan apa yang
harus saya pelajari. Saya pun mulai belajar sendiri, dan progress mulai terlihat saat saya
mengerjakan soal-soal dari Online Judge
seperti tokilearning.org, uva.onlinejudge.org,
dan codeforces.com. Akhirnya saya pun lolos
ke tingkat nasional untuk sekali lagi, dan
mengikuti pelatda dari Jawa Tengah sekali lagi,
dan terus mendalami Competitive
Programming.
Yang saya rasakan saat itu adalah, saya telah
mengikuti OSN selama kurang lebih 7 tahun, dan
saya tidak mendapatkan medali apapun. Saya
ingin OSN yang paling akhir ini saya
mendapatkan medali, saya akan berusaha
sekeras mungkin untuk mendapatkan medali
pada tahun ini. Alhasil pada OSN 2014 total
score saya 394 dari nilai maksimal 800, dan
saya mendapatkan medali perunggu pertama.
Memang hanya terpaut sedikit antara score saya
dengan peraih perak terakhir, namun saya tetap
bersyukur karena pada akhirnya saya berhasil
mendapatkan medali. Dan saya selalu ingat saat
pemanggilan medalist OSN, saat
nama saya dipanggil dan saya berlari ke panggung depan untuk menerima medali OSN pertama dan
terakhir saya, perasaan itulah yang terus mendorong saya untuk terus mendalami Competitive
PELATIHAN ONLINE 2018
KEBUMIAN – PAKET 7

Programming sehingga bisa mengikuti ajang kompetisi di tingkat universitas, maupun menjadi
pelatih bagi adik kelas saya yang merasa ingin mengikuti dan memenangkan OSN. Karena saya tahu
benar saat saya tidak tahu apapun yang saya harus pelajari, saya berharap tidak ada orang lagi yang
kesulitan untuk belajar OSN seperti saya.

“Kita hanya butuh satu hal sederhana untuk menjadi pemenang,


yaitu Semangat “