SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 3 CIMAHI
Bidang Studi Keahlian : Seni Kerajinan dan Pariwisata
Jl. Sukarasa No. 136 Telp/Fax (022) 6648404 Cimahi Utara 40512
No. Form F : ISO – KUR-04 Hal : 1 dari 8
Revisi :0 Berlaku : 02-07-2014
HANDOUT
Nama Sekolah : SMK Negeri 3 Cimahi
Mata Pelajaran : Teknologi Menjahit
Kompetensi Keahlian : Tata Busana
Kelas / Semester : X / Ganjil
Tahun Pelajaran : 2019/2020
Alokasi Waktu : 4 JP ( @45 Menit )
A. KOMPETENSI DASAR
3.6 Menganalisis kemasan kebaya
B. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
3.6 Menganalisis kemasan kebaya
3.6.1 Menjelaskan pengertian kemasan
3.6.2 Menjelaskan fungsi kemasan
3.6.3 Menjelaskan syarat kemasan
3.6.4 Menjelaskan jenis kemasan
3.6.5 Menjelaskan komponen yang ada pada kemasan
3.6.6 Menjelaskan alat dan bahan untuk membuat kemasan kebaya
3.6.7 Menjelaskan cara membuat kemasan kebaya
3.6.8 Menjelaskan cara mengemas busana
Pengertian Kemasan
Kemasan adalah desain kreatif yang mengaitkan bentuk, struktur, material, warna, citra,
tipografi dan elemen-elemen desain dengan informasi produk agar produk dapat dipasarkan.
Kemasan digunakan untuk membungkus, melindungi, mengirim, mengeluarkan, menyimpan,
mengidentifikasi dan membedakan sebuah produk di pasar (Klimchuk dan Krasovec,
2006:33). Menurut Kotler & Keller (2009:27), pengemasan adalah kegiatan merancang dan
memproduksi wadah atau bungkus sebagai sebuah produk. Pengemasan adalah aktivitas
merancang dan memproduksi kemasan atau pembungkus untuk produk. Biasanya fungsi
utama dari kemasan adalah untuk menjaga produk. Namun, sekarang kemasan menjadi faktor
yang cukup penting sebagai alat pemasaran (Rangkuti, 2010:132). Kemasan yang dirancang
dengan baik dapat membangun ekuitas merek dan mendorong penjualan. Kemasan adalah
bagian pertama produk yang dihadapi pembeli dan mampu menarik atau menyingkirkan
pembeli. Pengemasan suatu produk biasanya dilakukan oleh produsen untuk dapat merebut
minat konsumen terhadap pembelian barang. Produsen berusaha memberikan kesan yang baik
pada kemasan produknya dan menciptakan model kemasan baru yang berbeda dengan
produsen lain yang memproduksi produk-produk sejenis dalam pasar yang sama. Kemasan
produk busana baik bahan maupun ukurannya disesuaikan dengan jenis bahan, model, serta
menunjukkan spesifikasi atau ke khasan produsennya. Kemasan berperan agar konsumen
tertarik dan membeli produk, oleh karena itu kemasan harus memperhatikan hal-hal berikut :
a. Bentuk dan model, artinya kemasan harus bisa menyesuaikan dengan bentuk produknya
itu sendiri serta harus memperlihatkan ciri khas dari produk tersebut.
b. Ukuran dari produk harus diperhatikan agar ukuran kemasannya tidak terlalu kecil atau
terlalu besar, dan terlalu ketat karena bisa merusak produk
c. Daya tahan kemasannya, karena produk tertentu memerlukan kemasan khusu agar daya
tahan produknya lebih lama.
d. Bahan kemasan juga harus sesuai dengan produknya agar tidak cepat rusk baik ke
produk maupun ke bungkus kemasannya
e. Pelabelan dan pemberian merek dalam kemasan juga harus menyesuaikan agar terlihat
menarik dan pas dalam kemasannya.
Fungsi Kemasan
Banyak perusahaan yang sangat memperhatikan pembungkus suatu barang sebab
mereka menganggap bahwa fungsi kemasan tidak hanya sebagai pembungkus, tetapi jauh
lebih luas dari pada itu. Simamora (2007) mengemukakan pengemasan mempunyai dua fungsi
yaitu:
1. Fungsi Protektif
Berkenaan dengan proteksi produk, perbedaan iklim, prasarana transportasi, dan saluran
distribusi yang semua berimbas pada pengemasan. Dengan pengemasan protektif, para
konsumen tidak perlu harus menanggung risiko pembelian produk rusak atau cacat.
2. Fungsi Promosional
Peran kemasan pada umumnya dibatasi pada perlindungan produk., namun kemasan juga
digunakan sebagai sarana promosional. Menyangkut promosi, perusahaan
mempertimbangkan preferensi konsumen menyangkut warna, ukuran, dan penampilan.
Sedangkan menurut Kotler (1999:228), terdapatempat fungsi kemasan sebagai satu alat
pemasaran, yaitu :
a. Self service.
Kemasan semakin berfungsi lebih banyak lagi dalam proses penjualan, dimana kemasan
harus menarik, menyebutkan ciri-ciri produk, meyakinkan konsumen dan memberi kesan
menyeluruh yang mendukung produk.
b.Consumer offluence.
Konsumen bersedia membayar lebih mahal bagi kemudahan, penampilan, ketergantungan
dan prestise dari kemasan yang lebih baik.
c. Company and brand image.
Perusahaan mengenal baik kekuatan yang dikandung dari kemasan yang dirancang dengan
cermat dalam mempercepat konsumen mengenali perusahaan atau merek produk.
d. Inovational opportunity.
Cara kemasan yang inovatif akan bermanfaat bagi konsumen dan juga memberi
keuntungan bagi produsen.
Syarat Kemasan Produk
Syarat kemasan yang baik, diantaranya :
a. Kuat/aman (untuk produk maupun konsumen)
b.Terlihat menarik (eyecatching)
c. Praktis (mudah dibuka atau dibawa)
d.Dari bahan yang mudah didapat (utamanya yang bisa didaur ulang)
e. Memiliki nilai lebih (unik, artistic, berfungsi ganda)
f. Murah (tidak membebani biaya produksi)
Jenis-jenis Kemasan
Berdasarkan struktur isi, kemasan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:
a. Kemasan Primer, yaitu kemasan yang langsung bersentuhan dengan produk yang
dibungkusnya
b. Kemasan Sekunder, yaitu kemasan yang tidak bersentuhan langsung dengan produknya
akan tetapi membungkus produk yang telah dikemas dengan kemasan primer
c. Kemasan Tersier dan Kuarter, yaitu kemasan untuk mengemas setelah kemasan primer
dan sekunder.
Komponen Kemasan
Adapun Elemen yang terdapat dalam Kemasan Sebagai berikut:
1. Warna (colour)
Konsumen melihat warna jauh lebih cepat dari pada melihat bentuk atau rupa. Ada
beberapa fungsi warna dalam kemasan yaitu: Untuk identifikasi, Untuk menciptakan suatu
citra dan untuk mengingkatkan daya beli.
2. Bahan (material)
Terdapat beberapa macam bahan yang yang digunakan untuk kemasan yaitu: Kertas, kayu,
kardus, botol, alumuunium foil, plastic dan logam.
3. Bentuk (form)
Bentuk kemasan menunjukan pendukung utama terciptanya seluruh daya tarik visual,
bentuk biasanya ditentukan oleh sifat produknya, pertimbangan mekanis, kondisi
penjualan, pertimbangan pemajangan dan cara penggunaan. Berikut ini hal – hal yang
harus diperhatikan dalam sebuah kemasan: bentuk kemasan yang sederhana, suatu bentuk
yang teratur mempunyai daya tarik yang lebih, suatu bentuk yang seimbang, bentuk
kemasan yang mudah terlihat.
4. Ukuran (size)
Ukuran kemasan tergantung pada jenis produk yang dibungkusnya, baik untuk ukuran
panjang, lebar, maupun tipis dan tebalnya kemasan.
5. Logo (brand)
Merek dagang atau logo perusahaan memiliki peranan penting dalam meningkatkan
kemasan contohnya komunikatif, identitas simbol.
6. Tipografi (text)
Tipografi adalah teks pada kemasan yang berupa pesan- pesan kita untuk menjelaskan
produk yang di tawarkan sekaligus menyerahkan konsumen untuk bersikap sesuai dengan
harapan produsen
Kemasan yang cantik mendukung produk juga berfungsi sebagai ikon yang bisa
membuat pelanggan selalu ingat dengan produk yang dijual, ketika memilih kemasan produk.
ada beberapa unsur yang perlu diperhatikan, di antaranya:
a. Target Market
Ketika memutuskan untuk menjual produk, pasti anda sudah memiliki pangsa pasar
atau target market sendiri. Penentuan Target Market bisa menentukan jenis model
kemasan yang sesuai untuk produk yang akan dijual.
b. Ergonomis
Selain produk yang menarik kemasan pun harus dibuat semenarik mungkin atau eye
catching. Produk yang menarik mata, warna dan desainyang unik, akan menarik bagi
konsumen, kemasan juga harus memiliki ergonomis, yang menonjolkan kenyamanan
untuk konsumen maupun penjualnya. Kenyamanan kemasan produk merupakan hal
yang dicari konsumen, karena memudahkan konsumen untuk menikmatinya. Selain
itu, produk yang ergonomis juga praktis, mudah dibawa, atau nyaman di pegang.
c. Ciri khas
Sampai saat ini, banyak jenis dan model keamanan yang menarik.Untuk lebih
menarik konsumen, Sebaiknya pilih kemasan yang berbeda dan unik. Jika perlu
jadikan kemasan produk menjadi salah satu ciri khas dari produk yang dijual. Bentuk
kemasan yang unik dan berbeda bisa membuat pelanggan jadi selalu ingat, bahkan
menjadikan produk tersebut ikon dari produk sejenisnya,
d. Ukuran
Sesuaikan ukuran kemasan dengan ukuran produkyang dijual. Hindari kemasan yang
terlalu besar atau terlalu kecil agar produk tidak rusak, dan sesuaikan juga dengan
kebutuhan konsumen, Ketika bicara minuman, maka untuk mengemas minuman
dalam ukuran dua sampai tiga kali minum habis berarti botolny tidak perlu terlalu
besar, karena tidak efektif.
e. Special Pack
Tidak lengkap rasanya menjual produk dengan kemasan yang menarik tanpa
memberikan promosi apapun. Cobalah untuk jeli melihat keadaan dan momen acara
besar yang sedang terjadi. Misalnya saat momen hari raya, tidak ada salahnya untuk
memberikan special pack.
Alat dan Bahan untuk Membuat Kemasan
Alat :
1. Penggaris
2. Pensil
3. Gunting
4. Cutter
5. Lem Tembak
Bahan :
1. Kardus
2. Kertas kado
3. Pita
4. Lem Kayu
Cara Membuat Kemasan
1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Tentukan ukuran panjang, lebar, dan tinggi kemasan busana yang akan dibuat
3. Buat pola kemasan yang diinginkan
4. Gunting kardus dan kertas sesuai pola yang dibuat
5. Satukan setiap bagian sisi kardus dengan lem agar kuat
6. Templekan kardus ke kertas pembungkus dengan menggunakan lem kayu
7. Beri hiasan seperti pita, logo, dan sebagainya
Cara mengemas busana
Pada umumnya pengemasan busana dilakukan dengan dua cara, yaitu :
1. Pengemasan busana dengan dilipat
Pengemasan ini dilakukan untuk busana-busana yang pada umumnya busana yang
sederhana dan untuk keperluan sehari-hari dan dikemas dengan kantong plastik,
misalnya; pakaian anak, blus wanita, celana panjang pria, lenan rumah tangga, dan
lain-lain. Tetapi sebagian lainnya adalah busana yang khusus yang dikemas dengan
menggunakan box seperti gaun. Ada beberapa jenis lipatan, anatar lain :
a. Lipatan Datar (Flat)
Lipatan datar dapat dilakukan untuk semua jenis pakaian. Pakaian dilipat dapat dengan
alat bantu kertas tipis untuk bagian badan dalam sematkan jarum sebagai pengait
b. Lipatan Tegak (Stand Up)
Lipatan tegak umumnya dipakai untuk mengemas kemeja berdasi. Kemeja dilipat
dengan bantuan karton untuk bagian badan sampai leher belakang, bagian kaki kerah
diberi plastic atau karton agar kerah dapat berdiri tegak, kemudian bagian badan dikait
dengan jarum pentul agar lipatan tidak mudah terbuka
c. Lipatan gantung (fullanger)
Lipatan gantung lebih banyak dipakai untuk mengemas pakaian wanita maupun pria
dewasa. Pakaian dilipat kemudian digantung atau pakaian digantung kemudian
bawahnya dilipat dengan alat bantu jarum pentul sebagai penahan, agar bentuk lipatan
tidak terlalu panjang pakaian digantung kemudian ditekuk bagian bawahnya.
2. Pengemasan busana dengan cara digantung
Pengemasan ini dilakukan untuk busana-busana yang pada umumnya busana
khusus. Produk digantung pada hanger, dipasang hang tag dan paper tag, atau atribut
lainnya dan dimasukan kedalam kemasan, misalnya jas, gaun, gaun malam, gaun
pesta, dan lain-lain