0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
110 tayangan28 halaman

Materi Ajar Gaun Busana Pesta

Handout ini membahas tentang busana pesta (gaun), meliputi pengertian, penggolongan, karakteristik, bahan, warna, dan prosedur pembuatan busana pesta. Busana pesta dikelompokkan menjadi pagi, sore, malam resmi, dan malam gala. Karakteristiknya meliputi siluet, bahan, dan warna yang sesuai dengan waktu pestanya.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
110 tayangan28 halaman

Materi Ajar Gaun Busana Pesta

Handout ini membahas tentang busana pesta (gaun), meliputi pengertian, penggolongan, karakteristik, bahan, warna, dan prosedur pembuatan busana pesta. Busana pesta dikelompokkan menjadi pagi, sore, malam resmi, dan malam gala. Karakteristiknya meliputi siluet, bahan, dan warna yang sesuai dengan waktu pestanya.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

HANDOUT

MATERI GAUN (BUSANA PESTA)

Disusun oleh :
Ajeng Pradiptya Anggita
195700027

Guru Pembimbing
Emy Hariaty, S.Pd
19770708 200212 2 002

SMK NEGERI 8 SURABAYA


2022
KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
berkat, rahmat dan Hidayah-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan penyusunan Hand Out
materi ajar untuk mata pelajaran gaun (busana pesta) dengan lancar tanpa ada halangan apapun.
Dalam rangka menuju sekolah bertaraf internasional, Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK) terus berupaya mengembangkan potensinya, baik potensi SDM maupun sumber lainnya.
Bagian/ komponen yang penting yang perlu pengelolaan secara professional adalah
pengembangan pembelajaran, khususnya menyiapkan modul ajar untuk mata pelajaran terutama
mata pelajaran produktif yang mengacu kepada standar kompetensi nasional dan internasional.
Modul ajar ini diharapkan agar guru maupun siswa mempunyai pedoman yang baik
dalam kegiatan belajar di sekolah khususnya untuk keahlian Busana dalam mata pelajaran
Pembuatan Busana Custom Made. Saya ucapkan selamat belajar dan berlatih kepada peserta
didik semoga modul ajar ini dapat benar-benar bermanfaat dalam mencapai kompetensi yang
standar. Atas semua kerja sama pihak saya ucapkan terima kasih.

Surabaya, 31 Oktober 2022


Mahasiswa PLP

Ajeng Pradiptya Anggita


LEMBAR PERSETUJUAN

Handout Materi Gaun (Busana Pesta) untuk kelas XII program keahlian Busana yang telah
ditulis oleh :
Penyusun : Ajeng Pradiptya Anggita
NIM : 195700027
Status : Mahasiswa Pengenalan Lapangan (PLP)
Sekolah : SMK NEGERI 8 SURABAYA
Alamat : Jl. Kamboja No. 18 Surabaya

Telah disetujui oleh guru pembimbing SMKN 8 Surabaya

Surabaya, 31 Oktober 2022


Menyetujui
Guru Pembimbing Mahasiswa PLP

Emy Hariaty, S.Pd Ajeng Pradiptya Anggita


NIP. 19770708 200212 2 002 NIM. 195700027

iii
DAFTAR ISI

HANDOUT ................................................................................................................................i
KATA PENGANTAR.................................................................................................................ii
LEMBAR PERSETUJUAN ......................................................................................................iii
DAFTAR ISI ...............................................................................................................................iv
MATERI AJAR ..........................................................................................................................1
A. Pengertian Gaun (Busana Pesta)...................................................................................1
B. Penggolongan Busana Pesta...........................................................................................1
C. Karakteristik Busana Pesta............................................................................................5
D. Bahan Busana Pesta........................................................................................................9
E. Warna Busana Pesta.......................................................................................................10
F. Tekstur Bahan Busana Pesta.........................................................................................10
G. Prosedur/langka-langkah Menjahit Busana Pesta.......................................................11
H. Alat dan bahan ...............................................................................................................11
I. Langkah-langkah menjahit fragmen resleting jepang dengan furing ......................12
GLOSARIUM .............................................................................................................................21
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................................22

iv
MATERI AJAR
GAUN (BUSANA PESTA)

A. Pengertian Gaun (Busana Pesta)


Busana pesta adalah busana yang digunakan pada kesempatan pesta, dimana
busana tersebut dibagi menurut waktunya yaitu pagi, siang, dan malam (Prapti Karomah
dan Sicilia Sawitri, 1998). Menurut Enny Zuhrini Khayati (1998:3) busana pesta adalah
busana yang dikenakan pada kesempatan pesta baik pagi hari, siang hari dan malam hari.
Sedangkan menurut Chodiyah dan Wisri A. Mamdy (1982) pengertian busana
pesta adalah busana yang dikenakan pada kesempatan pesta, biasanya menggunkan bahan
yang berkualitas tinggi dengan hiasan dan perlengkapan yang bagus dan lengkap
sehingga kelihatan istimewa.
Jadi busana pesta adalah busana yang dikenakan pada kesempatan pesta baik
pesta pagi, pesta siang, pesta sore maupun pesta malam hari, dimana busana yang
dikenakan lebih istimewa dibandingkan dengan busana sehari-hari, baik dari segi bahan,
teknik jahit, desain maupun hiasannya. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan busana
pesta adalah busana yang dikenakan untuk kesempatan pesta dan dibuat lebih istimewa
dari busana lainnya, baik dalam hal bahan, desain, hiasan, maupun teknik jahitannya.

B. Penggolongan Busana Pesta


Menurut Enny Khayati (1998) dan Sri Widarwati (1993) busana pesta
dikelompokkan menjadi:
a. Busana Pesta Pagi
Busana pesta pagi atau siang adalah busana yang dikenakan pada kesempatan pesta
antara pukul 09.00-15.00. Busana pesta ini terbuat dari bahan yang bersifat halus,
lembut, menyerap keringat dan tidak berkilau, sedangkan pemilihan warna sebaiknya
dipilih warna yang lembut tidak terlalu gelap.

1
b. Busana Pesta Sore
Busana pesta sore adalah busana yang dikenakan pada kesempatan sore menjelang
malam. Pemilihan bahan sebaiknya agak lembut dengan warna bahan yang cerah atau
warna yang agak gelap dan tidak mencolok.

2
c. Busana Pesta Malam
Busana pesta malam adalah busana yang dikenakan pada kesempatan pesta malam
hari. Pemilihan bahan yaitu yang bertekstur lebih halus dan lembut. Mode busana
kelihatan mewah atau berkesan glamour. Warna yang digunakan lebih mencolok,
baik mode ataupun hiasannya lebih mewah.

3
d. Busana Pesta Malam Resmi
Busana pesta malam resmi adalah busana yang dikenakan pada saat acara resmi,
mode masih sederhana, biasanya berlengan tertutup sehingga kelihatan rapi dan sopan
tetapi tetap terlihat mewah.

e. Busana Pesta Malam Gala


Busana pesta malam gala adalah busana pesta yang dipakai pada malam hari untuk
kesempatan pesta, dengan ciri-ciri mode terbuka, glamour, mewah. Misalnya :
Backlees (punggung terbuka), busty look (dada terbuka), decolette look (leher
terbuka) dan lain-lain.

4
C. Karakteristik Busana Pesta
Untuk menghasilkan sebuah busana pesta yang bagus dan bermutu tinggi perlu
mempertimbangkan karakteristik dari busana pesta tersebut. Karakteristik busana pesta
antara lain :
a. Siluet Busana Pesta
Menurut Sri Widarwati (1993) siluet busana pesta adalah struktur pada desain busana
yang mutlak harus dibuat dalam suatu desain. Siluet adalah garis luar (bayangan)
suatu busana (Sicilia Sawitri, 1994:57). Penggolongan siluet dibagi beberapa macam :

5
1) Bentuk Dasar
Penggolongan siluet menurut bentuk dasar dibedakan menjadi 3, yaitu :
Siluet lurus atau pipa
(straigh/tabular)

Siluet lonceng (bell-shape/bouffant


shilouette)

6
Siluet menonjol (bustle shilouette)

2) Pengaruh tekstur
siluet berdasarkan tekstur dibedakan menjadi 2 yaitu siluet tailor dan siluet
draperi

Siluet tailor Siluet draperi

7
3) Kesan Usia
Berdasarkan kesan usia, siluet dibedakan menjadi 2 yaitu siluet dengan kesan
gadis remaja (flapper shilouette) dan siluet dengan kesan dewasa (mature
shilouette)

Flapper shilouette

Mature shilouette

4) Bermacam huruf
Berdasarkan bentuk huruf siluet dibedakan menjadi siluet A, H, I, T, Y, S, X, O
dan L.
 Siluet A menunjukkan garis sempit di atas dan mengembang di bawah
 Siluet H menunjukkan garis lurus dari atas ke bawah
 Siluet I membesar besar di bagian atas dan bawah, sementara bagian
tengahnya cenderung lurus
 Siluet Y memiliki bentuk membesar membesar di bagian atasnya dan
mengecil dibawah
 Siluet T memiliki bentuk besar pada bagian atasnya dan mengecil di
bawah
 Siluet X memiliki bentuk yang membesar di bagian atasnya, pas
dipinggang dan besar di bawah

8
 Siluet o memiliki bentuk yang bulat menyerupai bentuk bola
 Siluet L dengan bagian belakang yang berekor
5) Bentuk yang ada di alam
Berdasarkan bentuk yang ada di alam siluet dibedakan menjadi 4 yaitu :
a. Siluet hourglass yaitu mengecil dibagian pinggang. Siluet ini masih dibedakan
lagi menjadi 3 yaitu :
 Siluet natural yaitu siluet yang menyerupai kutang atau strapless.
Bagian bahu mengecil, bagian dada besar (membentuk buah dada)
bagian pinggang mengecil dan bagian rok melebar.
 Pegged skirt yaitu siluet dengan bentuk lebar dibahu, mengecil di
pinggang, membesar di pinggul dan pada bagian bawah rok mengecil.
 Siluet flare yaitu siluet dengan bentuk bahu lebar membentuk dada,
mengecil dii pinggang dan di bagian rok melebar. Pada umumnya
siluet ini memakai lengan gembung dan rok pias, rok kerut dan rok
lipit yang lebar.
b. Siluet melebarkan badan, siluet ini memberikan kesan melebarkan di pemakai
karena menggunakan garis horizontal, lengan kimono, lengan setali, lengan
raglan atau lengan dolman.
c. Siluet geometrik yaitu siluet yang bentuknya berupa garis lurus dari atas ke
bawah tidak membentuk tubuh. Siluet geometrik dibedakan menjadi 4 yaitu
persegi panjang (rectangle), siluet trapesium (trapeze), siluet taji (wedge), dan
siluet tunik (T shape).
d. Siluet bustle yang mempunyai ciri khas adanya bentuk menonjol dibagian
belakang. Memiliki bentuk asli mengecil dibagian pinggang kemudian diberi
tambahan berupa draperi atau kerutan yang dilekatkan atau terlepas.
e. Siluet pant (celana)

D. Bahan Busana Pesta


Bahan yang digunakan untuk busana pesta biasanya dipilih bahan-bahan yang
berkualitas tinggi dan mampu menimbulkan kesan mewah. Bahan-bahan tersebut antara
lain bahan yang tembus terang seperti bahan brokat, tile, organdi dan lain-lain ( Eny

9
Zuhni Khayati, 1998:2). Sedangkan menurut Sri Widarwati (1993) bahan yang digunakan
untuk busana pesta antara lain beludru, kain renda, lame, sutera, dan sebagainya.
Busana pesta yang digunakan pada umunya adalah bahan yang berkilau, bahan
tembus terang, mewah dan mahal setelah dibuat. Menurut Enny Zuhni Khayati (1998:9)
ada empat hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan bahan busana yaitu:

a) Memilih bahan sesuai dengan desain


b) Memilih bahan sesuai dengan kondisi si pemakai
c) Memilih bahan sesuai dengan kesempatan
d) Memilih bahan sesuai dengan keuangan

E. Warna Busana Pesta


Warna yang digunakan dalam pembuatan busana pesta biasanya kelihatan mewah
dan gemerlap, untuk busana malam biasanya menggunakanwarna-warna mencolok/cerah,
warna-warna yang lembut, seperti ungu, biru muda dan putih serta warna-warni
tua/gelap, seperti merah menyala, dan biru gelap (Prapti Karomah dan Sawitri, 1998).
Sedangkan menurut Sri Widarwati (1993) pemilihan warna busana pesta berbeda, harus
disesuaikan dengan kesempatan pestanya. Pada umumnya warna yang digunakan untuk
busana pesta malam adalah yang mengandung unsur merah, hitam, keemasan, perak, atau
warna-warna yang mengkilap.

F. Tekstur Bahan Busana Pesta


Tekstur adalah sifat permukaan dari suatu benda yang dapat dilihat dan dirasakan.
Sifat-sifat permukaan tersebut antara lain: kaku, lembut, kasar, halus, tebal, tipis, dan
tembus terang (transparan), (Sri Widarwati, 1993 : 14). Tekstur terdiri dari bermacam-
macam yaitu tekstur kaku, tekstur kasar dan halus, tekstur lemas, tekstur tembus terang,
tekstur mengkilap dan kusam ( Arifah A. Riyanto, 2003 : 47). Menurut Enny Zuhni
Khayati (1998) tekstur bahan untuk busana pesta biasanya lembut, licin,
mengkilap/kusam, tidak kaku dsn tidak tebal dan juga memberikan kesan nyaman pada
waktu dikenakan.

10
G. Prosedur/langka-langkah Menjahit Busana Pesta
Inilah beberapa tahapan yang harus dilalui dalam menjahit busana pesta:
1. Mendesain busana pesta
2. Analisis desain
3. Mengambil ukuran
4. Membuat pola
5. Merancang bahan, yaitu meletakkan pola pada bahan
6. Menggunting bahan (cutting)
7. Memberi tanda jahitan pada bagian-bagian tertentu yang sulit seperti batas jahitan,
kupnat, kerung lengan dll
8. Menjahit / sewing
9. Finishing, disini kita juga bisa memberi sentuhan akhir pada hasil jahitan dengan
menambahkan sulaman dan manik-manik.

H. Alat dan Bahan


1. Pensil dan penghapus
2. Skala atau pita ukur
3. Penggaris
4. Gunting
5. Jarum
6. Karbon jahit
7. Kapur jahit
8. Setrika
9. Rader
10. Bahan atau kain

11
I. Langkah-langkah menjahit fragmen resleting jepang dengan furing

1. Siapkan bahan kain blacu dan kain hero lalu gunting kain belacu dan kain hero sesuai
ukuran yang ditentukan

15 cm 15 cm

20 cm

15 cm 15 cm

20 cm

12
13
kain belacu yang sudah dipotong

14
Kain hero yang sudah dipotong

2. Satukan fragmen bagian pinggang dengan kampuh 1,5 cm pada kain blacu dan kain
hero

3. Beri tanda kampuh pada bagian tepi kain yang akan dipasang resleting dengan lebar 2
cm

15
4. Tandai 12 cm dari bawah bahan utama (blacu) dan kain furing (hero) sebagai batas
risleting

16
5. Jahit kampuh pada bahan utama dan furing

6. Setrika bagian kampuh pada bahan utama dan furing agar lebih rapi

17
7. Pasang resleting jepang pada bahan utama dengan kampuh mengarah ke badan atas

8. Gunakan sepatu resleting jepang untuk menjahit

9. Beri tanda pada furing untuk batas risleting

18
10. Lalu potong dibagian sisi segitiga dan potong mendatar bagian kampuh yang sejajar
dengan ujung segitiga

11. Masukkan segitiga yang sudah digunting ke dalam bagian antara bahan utama dan
furing

19
12. Posisikan potongan segitiga pas lurus berada dibawah batas resleting
13. Jahit potongan segitiga pada resleting, sehingga jahitan tidak nampak dari depan
bahan utama

14. Lalu jahit dengan rapi


15. Jahit batas pojok segitiga sesuai ukuran agar hasilnya bisa menyudut

20
16. Lalu jahit menggunakan sepatu jahit biasa
17. Jahit kampuh furing dan blacu dengan jarak 0,5 dari resleting

18. Selanjutnya menyambung furing pada sisi satunya

21
19. Setelah itu gabungkan kampuh bahan utama (blacu) dan kain furing dengan jahitan 1
sampai 2 ml

22
GLOSARIUM

 Desain adalah adalah suatu perencanaan atau perancangan yang dilakukan


sebelum pembuatan suatu objek, sistem, komponen, atau struktur.
 Draperi adalah bahan yang dilipit secara dekoratif dan bergantung lepas
sebagai hiasan (misalnya pada dinding, pintu, jendela).
 Geometri adalah salah satu cabang dari matematika yang fokus pada
pengukuran, pernyataan terkait bentuk, posisi relatif sebuah gambar, pandang
ruang, dan lain sebagainya.
 Glamour adalah kecantikan. Arti lainnya dari glamour adalah daya pemikat.
 Horizontal adalah bidang yang sejajar dengan horizon atau garis datar. Secara
singkat, horizontal sama dengan mendatar.
 Kimono adalah pakaian tradisional Jepang. Arti harfiah kimono
adalah baju atau sesuatu yang dikenakan (ki berarti pakai,
dan mono berarti barang)
 Mutlak adalah Kata yang menunjukkan arti mutlak jika ia dapat dipahami
dengan sendirinya tanpa membutuhkan hubungan dengan benda lain seperti
buku, rumah, kuda.
 Mode merupakan sebuah ekspresi estetika yang populer pada waktu, masa,
tempat tertentu dan dalam konteks tertentu, terutama pada pakaian, alas
kaki, gaya hidup, aksesori, riasan wajah, gaya rambut, dan proporsi tubuh
 Natural adalah bersifat alam, alamiah. Bebas dari pengaruh, bukan buatan atau
asli dapat dipakai untuk warna apa saja 
 Siluet  adalah gambar manusia, binatang, pemandangan, atau benda lain
dalam bentuk padat dan biasanya hanya terdiri dari satu warna saja,
yaitu hitam.
 Tailor atau penjahit orang yang menjahit pakaian seperti kemeja, celana, rok,
atau jas untuk lelaki dan perempuan
 Tekstur adalah sifat permukaan dapat halus, polos, kasap, licin, mengkilap,
berkerut, lunak, keras, dan sebagainya. Setiap material atau bahan memiliki
teksturnya masing-masing.

23
DAFTAR PUSTAKA

Fitinline. (2016, January 28). fitinline.com. Retrieved oktober 30, 2022, from Siluet Busana
Mana Yang Paling Cocok : https://fitinline.com/article/read/siluet-busana-mana-
yang-paling-cocok-dengan-anda/
Karomah, P., & Sawitri, S. (1998). Pengetahuan Busana. Yogyakarta: IKIP Yogyakarta.
Khayati , E. Z. (1998). Teknik Pembuatan Busana 111. Yogyakarta: Yogyakarta : IKIP.
Puspitawati, H. (2009). Pembuatan Busana Pesta Remaja Dengan Aksentuasi Ruffles. 14-27.
Widarwati, S. (1993). Desain Busana1. Yogyakarta: IKIP Yogyakarta.

24

Anda mungkin juga menyukai