Anda di halaman 1dari 12

PEMERINTAH KABUPATEN BUTON SELATAN

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH

Jalan Gajah Mada Nomor ..... Telp ..../Fax (0402)

Email : rsudbusel@gmail.com
BATAUGA

RINCIAN KEWENANGAN KLINIS DOKTER UMUM


RSUD Kabupaten Buton Selatan

Nama Dokter :

Nomor Sertifikat Kompetensi :


Nomor Surat Tanda Registrasi :
Nomor Surat Izin Praktek :

No. Rincian Kewenangan Klinis Diajukan Disetujui


1 2 3 1 2 3
1 Abortus Spontan Komplit
2 Abortus Mengancam/insipiens
3 Abortus Spontan Inkomplit
4 Abses folikel rambut atau kelenjar sebasea
5 Acne vulgaris ringan
6 Alergi makanan
7 Anemia defisiensi besi
8 Anemia defisiensi besi pada kehamilan
9 Angina Pectoris
10 Appendisitis Akut
11 Artritis Reumatoid
12 Askariasis
13 Asma bronkhial
14 Astigmatisma ringan
15 Bell’s Palsy
16 Benda asing di hidung
17 Benda asing di konjungtiva
18 Blefaritis
19 Bronkitis akut
20 Buta senja
21 Cardiorespiratory Arrest
22 Cerumen prop
23 Cracked nipple
24 Cutaneus larva migran
25 Delirium yang diinduksi dan tidak diinduksi oleh alkohol
atau zat psikoaktif lainnya
26 Demam dengue
27 Demensia
28 Defisiensi mineral
29 Defisiensi vitamin
30 Demam tifoid
31 Dermatitis atopik (kecuali recalsitran)
32 Dermatitis kontak iritan
33 Dermatitis numularis
34 Dermatitis perioral
35 Dermatitis seboroik
36 DHF
37 Disentri basiler, disentri amuba
38 Dislipidemia
39 DM tipe I
40 DM tipe II
41 Eklampsia
42 Epilepsi
43 Episkleritis
44 Epistaksis
45 Erisipelas
46 Eritrasma
47 Exanthematous drug eruption, fixed drug eruption
48 Faringitis
49 Filariasis
50 Flour albus/vaginal discharge non gonorhea
51 Fraktur terbuka, tertutup
52 Fimosis
53 Folikulitis superfisialis
54 Furunkel pada hidung
55 Furunkel, karbunkel
56 Gagal jantung akut
57 Gagal jantung kronik
58 Gangguan somatoform
59 Gastritis
60 Gastroenteritis (termasuk kolera, giardiasis)
61 Gonore
62 Hemoroid grade I-II
63 Hepatitis A
64 Hepatitis B
65 Herpes simpleks tanpa komplikasi
66 Herpes zooster tanpa komplikasi
67 Hiperemesis Gravidarum
68 Hiperglikemia hiperosmolar non ketotik
69 Hidradenitis supuratif
70 Hipermetropia ringan
71 Hipertensi esensial
72 Hiperurisemia (Gout)
73 Hipoglikemia ringan
74 HIV AIDS tanpa komplikasi
75 Hordeolum
76 Infark miokard
77 Infark serebral/stroke
78 Impetigo
79 Impetigo ulseratif (ektima)
80 Infeksi pada umbilikus
81 Infeksi saluran kemih
82 Infeksi saluran kemih bagian bawah
83 Influenza
84 Insomnia
85 Intoleransi makanan
86 Inverted nipple
87 Kandidiasis mulut
88 Katarak
89 Kandidosis mukokutan ringan
90 Kehamilan normal
91 Kejang demam
92 Kekerasan tajam
93 Kekerasan tumpul
94 Keracunan makanan
95 Ketuban pecah dini (KPD)
96 Konjungtivitis
97 Kolesistisis
98 Laringitis
99 Lepra
100 Leptospirosis tanpa komplikasi
101 Liken simpleks kronis/neurodermatitis
102 Limfadenitis
103 Lipoma
104 Luka bakar derajat I dan II
105 Mabuk perjalanan
106 Malaria
107 Malabsorbsi makanan
108 Malnutrisi energi protein
109 Mastitis
110 Mata kering
111 Migrain
112 Miliaria
113 Miopia ringan
114 Moluskum kontangiosum
115 Morbili tanpa komplikasi
116 Napkin eczema
117 Obesitas
118 Otitis eksterna
119 Otitis media akut
120 Parafimosis
121 Parotitis
122 Pedikulosis kapitis
123 Pedikulosis pubis
124 Penyakit cacing tambang
125 Perdarahan saluran cerna bagian atas
126 Perdarahan saluran cerna bagian bawah
127 Perdarahan Post Partum
128 Perdarahan subkonjungtiva
129 Peritonitis
130 Pertusis
131 Persalinan Lama
132 Pielonefritis tanpa komplikasi
133 Pneumonia aspirasi
134 Pneumonia, bronkopneumonia
135 Polimialgia reumatik
136 Pre eklampsia
137 Presbiopia
138 Ptiriasis rosea
139 Ptiriasis versikolor
140 Rabies
141 Reaksi anafilaktik
142 Reaksi gigitan serangga
143 Refluks gastroesofageal
144 Rinitis akut
145 Rinitis alergika
146 Rinitis vasomotor
147 Ruptur perineum tingkat I-II
148 Salpingitis
149 Sifilis stadium 1 dan 2
150 Sindrom duh (discharge) genital (gonore dan non gonore)
151 Skabies
152 Skistosomiasis
153 Skrofuloderma
154 Status epileptikus
155 Strongiloidiasis
156 Taeniasis
157 Takikardi
158 Tension headache
159 Tetanus
160 Tinea barbae
161 Tinea fasialis
162 Tinea kapitis
163 Tinea korporis
164 Tinea kruris
165 Tinea manus
166 Tinea pedis
167 Tinea unguium
168 Tonsilitis
169 Trikiasis
170 Tuberkulosis paru tanpa komplikasi
171 Ulkus mulut (Apoptosa, Herpes)
172 Ulkus pada tungkai
173 Urtikaria akut dan kronik
174 Vaginitis
175 Vaginosis bakterialis
176 Varicella tanpa komplikasi
177 Vertigo perifer (BPPV)
178 Veruka vulgaris
179 Vulnus laceratum, punctum
180 Vulvitis

Daftar Keterampilan Klinis


Sistem saraf
1 Pemeriksaan indera penciuman
2 Inspeksi lebar celah palpebra
3 Inspeksi pupil (ukuran dan bentuk)
4 Reaksi pupil terhadap cahaya
5 Reaksi pupil terhadap obyek dekat
6 Penilaian gerakan bola mata
7 Penilaian diplopia
8 Penilaian nistagmus
9 Refleks kornea
10 Pemeriksaan funduskopi
11 Penilaian kesimetrisan wajah
12 Penilaian kekuatan otot temporal dan masseter
13 Penilaian sensasi wajah
14 Penilaian pergerakan wajah
15 Penilaian indera pendengaran (lateralisasi, konduksi udara
dan tulang)
16 Penilaian kemampuan menelan
17 Inspeksi palatum
18 Penilaian otot sternomastoid dan trapezius
19 Lidah, inspeksi saat istirahat
20 Lidah, inspeksi dan penilaian sistem motorik (misalnya
dengan dijulurkan keluar)
21 Inspeksi : postur,habitus, gerakan involunter
22 Penilaian tonus otot
23 Penilaian kekuatan otot
24 Inspeksi cara berjalan (gait)
25 Shallow knee bend
26 Tes romberg
27 Tes romberg dipertajam
28 Tes telunjuk hidung
29 Tes tumit lutut
30 Tes untuk disdiadokinesis
31 Penilaian sensasi nyeri
32 Penilaian sensasi suhu
33 Penilaian sensasi raba halus
34 Penilaian rasa posisi (propioseptif)
35 Peniaian sensasi diskriminatif (misal stereognosis)
36 Penilaian tingkat kesadaran dengan GCS
37 Penilaian orientasi
38 Penilaian kemampuan berbicara dan berbahasa, termasuk
penilaian afasia
39 Penialaian daya ingat/memori
40 Penilaian konsentrasi
41 Refleks tendon (bisep,trisep,pergelangan,patella,tumit)
42 Refleks abdominal
43 Refleks kremaster
44 Refleks anal
45 Tanda hoffmann-Tromner
46 Respon plantar
47 Snout refleks
48 Refleks menghisap/rooting
49 reflex menggenggam palmar/grasp
50 reflex glabela
51 Refleks palmomental
52 Inspeksi tulang belakang saat istirahat
53 Inspeksi tulang belakang saat bergerak
54 Perkusi tulang belakang
55 Palpasi tulang belakang
56 Mendeteksi nyeri diakibatkan tekanan vertikal
57 Penilaian fleksi lumbal
58 Deteksi kaku kuduk
59 Penilaian fontanel
60 Tanda patrick dan konta patrick
61 Tanda chvostek
62 Tanda lasegue
63 Interpretasi X-Ray tengkorak
64 Interpretasi X-Ray tulang belakang

Psikiatri
1 Autoanamnesis dengan pasien
2 Alloanamnesis dengan anggota keluarga/orang lain yang
bermakna
3 Memperoleh data mengenai keluhan/masalah utama
4 Menelusuri riwayat perjalanan penyakit sekarang/dahulu
5 Memperoleh data bermakna mengenai riwayat
perkembangan, pendidikan, pekerjaan, perkawinan,
kehidupan keluarga
6 Penilaian status mental
7 Penilaian kesadaran
8 Penilaian persepsi orientasi intelegensi secara klinis
9 Penilaian orientasi
10 Penilaian intelegensi secara klinis
11 Penilaian bentuk dan isi pikir
12 Penilaian mood dan afek
13 Panilaian motorik
14 Penilaian pengendalian impuls
15 Penilaian kemampuan menilai realistis (judgement)
16 Penilaian kemampuan tilikan (insight)
17 Penilaian kemampuan fungsional (general assessment of
functioning)
18 Menegakkan diagnosis kerja berdasarkan kriteria diagnosis
multiaksial
19 Membuat diagnosis banding (diagnosis differensial
20 Identifikasi kedaruratan psikiatrik
21 Identifikasi masalah dibidang fisik, psikologis, sosial
22 Mempertimbangkan prognosis
23 Menentukan indikasi rujuk
24 Melakukan mini mental state examination
25 Melakukan kunjungan rumah apabila diperlukan
26 Melakukan kerjasama konsultatif dengan teman sejawat
lainnya

Sistem indra
1 Penilaian penglihatan bayi, anak, dan dewasa
2 Penilaian refraksi, subyektif
3 Lapang pandang, Donders confrontatio test
4 Lapang pandang, Amsler panes
5 Inspeksi kelopak mata
6 Inspeksi kelopak mata dengan eversi kelopak atas
7 Inspeksi bulu mata
8 Inspeksi konjungtiva, termasuk forniks
9 Inspeksi sklera
10 Inspeksi orifisium duktus lakrimalis
11 Palpasi limfonodus pre-aurikuler
12 Penilaian posisi dengan corneal reflex images
13 Penilaian posisi dengan cover uncover test
14 Pemeriksaan gerakan bola mata
15 Penilaian penglihatan binokuler
16 Inspeksi pupil
17 Penilaian pupil dengan reaksi langsung terhadap cahaya dan
konvergensi
18 Inspeksi media refraksi dengan transluminasi (Pen Light)
19 Inspeksi kornea
20 Tes sensitivitas kornea
21 Inspeksi bilik mata depan
22 Inspeksi iris
23 Inspeksi lensa
24 Funduscopy untuk melihat fundus reflex
25 Funduscopy untuk melihat pembuluh darah, papil, makula
26 Tekanan intraokular, estimasi dengan palpasi
27 Tekanan intraokular, pengukuran dengan indentasi
tonometer (Schiotz)
28 Tes penglihatan warna (dengan buku Ishihara 12 plate)
29 Inspeksi aurikula, posisi telinga, dan mastoid
30 Pemeriksaan meatus auditorius externus dengan otoskop
31 Pemeriksaan membran timpani dengan otoskop
32 Menggunakan cermin kepala
33 Menggunakan lampu kepala
34 Tes pendengaran, tes berbisik
35 Pemeriksaan pendengaran pada anak-anak
36 Inspeksi bentuk hidung dan lubang hidung
37 Penilaian obstruksi hidung
38 Uji penciuman
39 Rinoskopi anterior
40 Transluminasi sinus frontalis dan maksilla
41 Penilaian pengecapan
42 Peresepan kacamata pada kelainan refraksi ringan (sampai
dengan 5D tanpa silindris) untuk mencapai visus 6/6
43 Peresepan kacamata baca pada penderita dengan visus jauh
normal atau dapat dikoreksi menjadi 6/6
44 Pemberian obat tetes mata
45 Aplikasi salep mata
46 To apply eye dressing
47 Melepaskan protesa mata
48 Mencabut bulu mata
49 Membersihkan benda asing dan debris di konjungtiva
50 Manuver valsava
51 Pembersihan meatus auditorius eksternus dengan usapan
52 Pengambilan serumen menggunakan kait atau kuret
53 Pengambilan benda asing di telinga
54 Menghentikan perdarahan hidung
55 Pengambilan benda asing dari hidung

Sistem Respirasi
1 Inspeksi leher
2 Palpasi kelenjar ludah (submandibular, parotid)
3 Palpasi nodus limfatikus brakialis
4 Palpasi kelenjar tiroid
5 Usap tenggorokan (throat swab)
6 Penilaian respirasi
7 Inspeksi dada
8 Palpasi dada
9 Perkusi dada
10 Auskultasi dada
11 Persiapan, pemeriksaan sputum, dan interpretasinya (Gram
dan Ziehl Nielsen (BTA))
12 Uji fungsi paru/spirometri dasar
13 Interpretasi rontgen/foto thoraks
14 Dekompresi jarum
15 Perawatan WSD
16 Terapi inhalasi/nebulasi
17 Terapi oksigen
18 Edukasi berhenti merokok

Kardiovaskuler
1 Inspeksi dada
2 Palpasi denyut apeks jantung
3 Palpasi arteri karotis
4 Perkusi ukuran jantung
5 Auskultasi jantung
6 Pengukuran tekanan darah
7 Pengukuran tekanan darah vena jugularis (JVP)
8 Palpasi denyut arteri ekstremitas
9 Penilaian denyut kapiler
10 Penilaian pengisian ulang kapiler(capillary refill)
11 Deteksi Bruits
12 Tes (Brodie) tredelenburg
13 EKG, pemasangan dan interpretasi hasil EKG sederhana
(VES,AMI,VT,AF)
14 Pijat jantung luar
15 Resusitasi cairan

Sistem gastrointestinal, hepatobilier, dan pankreas


1 Inspeksi bibir dan kavitas oral
2 Inspeksi tonsil
3 Penilaian pergerakan otot-otot hipoglosus
4 Inspeksi abdomen
5 Inspeksi lipat paha/inguinal pada saat tekanan abdomen
meningkat
6 Palpasi (dinding perut, kolon,hepar,lien,aorta,rigiditas
dinding perut)
7 Palpasi hernia
8 Pemeriksaan nyeri tekan dan nyeri lepas (Blumberg test)
9 Pemeriksaan psoas sign
10 Pemeriksaan obturator sign
11 Perkusi (pekak hati dan area traube)
12 Pemeriksaan pekak beralih (shifting dullness)
13 Pemeriksaan undulasi (fluid thrill)
14 Pemeriksaan colok dubur (digital rectal examination)
15 Palpasi sacrum
16 Inspeksi sarung tangan pasca colok dubur
17 Persiapan dan pemeriksaan tinja
18 Pemasangan pipa nasogastrik (NGT)
19 Nasogastric suction
20 Mengganti kantong pada kolostomi
21 Enema
22 Anal swab
23 Identifikasi parasit
24 Pemeriksaan feces (termasuk darah samar, protozoa,
parasit,cacing)
25 Pemeriksaan bimanual ginjal
26 Pemeriksaan nyeri ketok ginjal
27 Perkusi kandung kemih
28 Palpasi prostat
29 Swab uretra
30 Persiapan dan pemeriksaan sedimen urine (menyiapkan
slide dan uji mikroskopis urine)
31 Permintaan pemeriksaan BNO-IVP
32 Pemasangan kateter uretra
33 Sirkumsisi

Sistem reproduksi
1 Inspeksi penis
2 Inspeksi skrotum
3 Palpasi penis,testis,duktus spermatik epididimis
4 Transluminasi skrotum
5 Pemeriksaan fisik umum termasuk pemeriksaan payudara
(inspeksi dan palpasi)
6 Inspeksi dan palpasi genitalia eksterna
7 Pemeriksaan spekulum : inspeksi vagina dan serviks
8 Pemeriksaan bimanual : palpasi vagina,serviks, korpus uteri
dan ovarium
9 Melakukan swab vagina
10 Duh (discharge) genital : bau, pH, pemeriksaan dengan
pewarnaan gram, salin dan KOH
11 Melakukan pap smear
12 Pemeriksaan IVA
13 Penilaian hasil pemeriksaan semen
14 Kurva temperatur basal, instruksi dan penilaian
15 Pemeriksaan mukus serviks, tes Fern
16 Melatih pemeriksaan payudara sendiri
17 Insisi abses bartholini
18 Konseling kontrasepsi
19 Insersi dan ekstraksi IUD
20 Kontrasepsi injeksi
21 Penanganan komplikasi KB (IUD, pil, Suntik, implant)
22 Identifikasi kehamilan resiko tinggi
23 Konseling prakonsepsi
24 Pelayanan perawatan antenatal
25 Inspeksi abdomen wanita hamil
26 Palpasi : tinggi fundus, manuver leopold, penilaian posisi
dari luar
26 Mengukur denyut jantung janin
27 Pemeriksaan dalam pada kehamilan muda
28 Pemeriksaan pelvimetri klinis
29 Tes kehamilan
30 Permintaan pemeriksaan USG Obgyn
31 Pemeriksaan USG Obgyn (skrining obstetri)
32 Pemeriksaan obstetri (penilaian serviks, dilatasi membran,
presentasi janin dan penurunan)
33 Menolong persalinan fisiologis sesuai asuhan persalinan
normal (APN)
34 Pemecahan membran ketuban sesaat sebelum melahirkan
35 Anestesi lokal di perineum
36 Episiotomi
37 Resusitasi bayi baru lahir
38 Menilai Apgar score
39 Pemeriksaan fisik bayi baru lahir
40 Post partum : pemeriksaan tinggi fundus uteri, plasenta :
lepas/tersisa
41 Memperkirakan/mengukur kehilangan darah sesudah
melahirkan
42 Menjahit luka episiotomi serta laserasi derajat 1 dan 2
43 Inisiasi menyusui dini (IMD)
44 Kompresi bimanual (eksterna, interna, aorta)
45 Menilai lochia
46 Palpasi posisi fundus
47 Payudara : inspeksi, manajemen laktasi, masase
48 Mengajarkan hygiene
49 Konseling kontrasepsi/KB pasca salin
50 Perawatan luka episiotomi
51 Perawatan luka operasi caesar

Sistem endokrin, metabolisme dan nutrisi


1 Penilaian status gizi (termasuk pemeriksaan antropometri)
2 Penilaian kelenjar tiroid : hipertiroid dan hipotiroid
3 Pengaturan diet
4 Penatalaksanaan diabetes melitus tanpa komplikasi
5 Pemberian insulin pada diabetes melitus tanpa komplikasi
6 Pemeriksaan gula darah (dengan point of care test-POCT)
7 Pemeriksaan glukosa urine (Benedict)
8 Anamnesis dan konseling kasus gangguan metabolisme dan
endokrin

Sistem hematologi dan imunologi


1 Palpasi kelenjar limfe
2 Persiapan dan pemeriksaan hitung jenis leukosit
3 Pemeriksaan darah rutin (Hb, Ht, Leukosit, Trombosit)
4 Pemeriksaan profil pembekuan ( CT, BT)
5 Pemeriksaan laju endap darah/kecepatan laju endap darah
(LED/KED)
6 Permintaan pemeriksaan hematologi berdasarkan indikasi
7 Skin test sebelum pemberian obat injeksi
8 Pemeriksaan golongan darah dan inkompabilitas
9 Anamnesis dan konseling anemia defisiensi besi,
thalasemia, dan HIV
10 Penentuan indikasi dan jenis transfusi
Sistem muskuloskeletal
1 Inspeksi Gait
2 Inspeksi tulang belakang saat berbaring
3 Inspeksi tulang belakang saat bergerak
4 Inspeksi tonus otot ekstrimitas
5 Inspeksi sendi ekstrimitas
6 Inspeksi postur tulang belakang dan pelvis
7 Inspeksi posisi skapula
8 Penilaian fleksi lumbal
9 Inspeksi fleksi dan ekstensi punggung
10 Panggul : penilaian fleksi dan ekstensi, adduksi, abduksi,
dan rotasi
11 Menilai atropi otot
12 Lutut : menilai ligamen krusiatus dan kolateral
13 Penilaian meniskus
14 Kaki : inspeksi postur dan bentuk
15 Kaki : penilaian fleksi dorsal/plantar, inversi dan eversi
16 Palpation for tenderness
17 Palpasi untuk mendeteksi nyeri akibat tekanan vertikal
18 Palpasi tendon dan sendi
19 Palpasi tulang belakang, sendi sakroiliaka dan otot
punggung
20 Percussion for tenderness
21 Penilaian ROM kepala
22 Tes fungsi otot dan sendi bahu
23 Tes fungsi sendi pergelangan tangan, metakarpal, dan jari-
jari tangan
24 Pengukuran panjang ekstrimitas bawah
25 Stabilisasi fraktur (tanpa gips)
26 Melakukan dressing (sling, bandage)
27 Mengobati ulkus tungkai

Sistem integumen
1 Inspeksi kulit
2 Inspeksi membran mukosa
3 Inspeksi daerah perianal
4 Inspeksi kuku
5 Inspeksi rambut dan skalp
6 Palpasi kulit
7 Deskripsi lesi kulit dengan perubahan primer dan sekunder
8 Pemeriksaan demografisme
9 Penyiapan dan penilaian sediaan kalium hidroksida
10 Penyiapan dan penilaian metilen blue
11 Penyiapan dan penilaian sediaan gram
12 Pemeriksaan dengan sinar UV A (lampu wood)
13 Pemilihan obat topikal
14 Insisi dan drainase abses
15 Eksisi tumor jinak kulit
16 Ekstraksi komedo
17 Perawatan luka
18 Kompres
19 Bebat kompresi pada vena varikosum
20 Rozerplasti kuku
21 Percairan kontak (case finding)

Kedokteran forensik dan medikolegal


1 Prosedur medikolegal
2 Pembuatan VER
3 Pembuatan surat keterangan medis
4 Penerbitan sertifikat kematian
5 Pemeriksaan anus
6 Deskripsi luka
7 Pemeriksaan derajat luka
8 Pemeriksaan label mayat
9 Pemeriksaan baju mayat
10 Pemeriksaan lebam mayat
11 Pemeriksaan kaku mayat
12 Pemeriksaan tanda-tanda asfiksia
13 Pemeriksaan gigi mayat
14 Pemeriksaan lubang-lubang pada tubuh
15 Pemeriksaan korban trauma dan deskripsi luka
16 Pemeriksaan patah tulang
17 Pemeriksaan tanda tenggelam
18 Vaginal swab
19 Buccal swab
20 Pengambilan darah
21 Pengambilan urin
22 Pengambilan muntahan atau isi lambung

Lain-lain
ANAK
1 Anamnesis dari pihak ketiga
2 Menelusuri riwayat makan
3 Anamnesis anak yang lebih tua
4 Berbicara dengan orang tua yang cemas dan atau orang tua
dengan anak yang sakit berat
5 Pemeriksaan fisik umum dengan perhatian khusus usia
pasien
6 Penilaian keadaan umum, gerakan, perilaku, tangisan
7 Pengamatan malformasi kongenital
8 Palpasi fontanela
9 Respon moro
10 Refleks menggengam palmar
11 Refleks menghisap
12 Refleks melangkah/menendang
13 Refleks anus
14 Penilaian pertumbuhan dan perkembangan anak (termasuk
penilaian motorik halus, kasar, psikososial, bahasa)
15 Pengukuran antropometri
16 Pengukuran suhu
17 Tes rumple leed
18 Tatalaksana BBLR (KMC inkubator)
19 Peresepan makanan untuk bayi yang mudah dipahami ibu
20 Tatalaksana gizi buruk
21 Pungsi pada anak
22 Insersi kanula (vena perifer) pada anak
23 Tatalaksana dehidrasi berat pada kegawatdaruratan setelah
penatalaksanaan syok

Daftar keterampilan Unit Tertentu


1 Sistem triage
2 Sistem rujukan
3 Melakukan tindakan medis preventif, kuratif dan
rehabilitatif
4 Melakukan edukasi dan konseling
5 Melakukan promosi kesehatan
6 Menentukan indikasi rujuk
7 Membuat diagnosis klinik dan memberikan terapi
pendahuluan pada keadaan gawat darurat demi
menyelamatkan nyawa atau mencegah keparahan dan atau
kecacatan pada pasien
8 Resusitasi jantung paru pada keadaan gawat darurat
9 Pemasangan ETT
10 Pemasangan ventilator
11 Menentukan rujukan tepat bagi penanganan pasien
selanjutnya bila diperlukan dan menindaklanjuti sesudah
kembali dari rujukan berdasarkan Standar Kompetensi
Dokter Indonesia
12 Melaksanakan universal precaution

Keterangan :
1 : Tidak memiliki kewenangan klinis
2 : Memiliki kewenangan klinis di bawah supervisi dokter lain
3 : Memiliki kewenangan klinis mandiri

Batauga, 2019
Dokter Umum yang mengajukan

dr.
NIP/NR