0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
177 tayangan3 halaman

Analisis Eksplorasi Migas dan Potensi Hidrokarbon

Berdasarkan data stratigrafi dan temperatur sumur, area kitchen berada di bawah closure A dimana temperatur melebihi 110°C. Model migrasi menunjukkan hidrokarbon dapat menyebar ke seluruh area melalui fault. Sumur Explorasi-1 kering karena berada di luar kitchen. Closure B berisi minyak sedangkan closure A dan daerah sekitar sumur eksplorasi-1 berpotensi mengandung hidrokarbon. Titik pemboran baru disarankan di sekitar closure A.

Diunggah oleh

inaoctaviyani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
177 tayangan3 halaman

Analisis Eksplorasi Migas dan Potensi Hidrokarbon

Berdasarkan data stratigrafi dan temperatur sumur, area kitchen berada di bawah closure A dimana temperatur melebihi 110°C. Model migrasi menunjukkan hidrokarbon dapat menyebar ke seluruh area melalui fault. Sumur Explorasi-1 kering karena berada di luar kitchen. Closure B berisi minyak sedangkan closure A dan daerah sekitar sumur eksplorasi-1 berpotensi mengandung hidrokarbon. Titik pemboran baru disarankan di sekitar closure A.

Diunggah oleh

inaoctaviyani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Latihan Eksploras Migas – Minggu 5

Diketahui:
• Gambar-1 Adalah kolom stratigrafi yang disusun berdasarkan hasil pemboran pada sumur explorasi 1 yang
posisi strukturalnya dapat dilihat pada gambar-2.

• Pemodelan pematangan berdasarkan metoda lopatin (TTI) yang di kontrol oleh data pantulan vitrinite
memberikan kesimpulan bahwa kematangan akan terjadi pada T 110° C, sedangkan jendela gas terjadi
pada temperatur 200°C. Diketahui pula bahwa temperatur dasar sumur Bottom Hole
Temperature(BHT)=90° C dan temperatur permukaan adalah 25° C.

• Peta struktur kedalaman puncak interval Q (gambar-2)

• Closure B telah dibor dan berisi minyak dengan posisi OWC = 245m TVDSS, sedangkan closure D sudah
dibor oleh sumur explorasi 1 hasilnya tidak mendapatkan hidrokarbon alias dry hole.

1. Berdasarkan data tersebut dan dengan asumsi bahwa ketebalan interval Q sama di semua tempat
gambarkan area kitchen (dengan diwarnai) pada gambar-2.

2 .Berdasarkan penentuan kitchen tersebut gambarkan pada gambar-2 model migrasi sekunder (orthocontour)
dengan asumsi bahwa fault yang ada bocor dan interval P menyebar keseluruh area

3. Buat analisis kenapa sumur explorasi 1 merupakan dry hole

4. Buat analisis terhadap closure-closure yang belum di bor mana yang kemungkinan berisi hidrokarbon dan
mana yang kosong

5. Usulkan titik pemboran eksplorasi baru berdasarkan analisis no 4

SELAMAT BEKERJA
Satuan
Tebal Litologi Deskripsi Keterangan
Batuan

TOC rata-rata= 3%
P Napal abu-abu kaya akan fossil foram
Ro = 0.2
Umur
Kerogen Type : II
500m
5 -3 Ma

Perselingan batupasir dan batulempung endapan pantai TOC rata-rata= 0.4 %


Q sampai offshore bars. lapisan batupasir dengan
ketebalan 2-3m, terpilah baik semen silika Ro = 0.3
Umur 150m
porositas rata-rata= 20 % Kerogen Type:III
15-5 Ma

R Serpih hitam mengandung bahan organik TOC rata-rata= 1.5 %


Umur
250m endapan rawa-rawa
Ro = 0.4Kerogen Type :III, HI 150
23-15 Ma

S 25-23 Ma Batupasir endapan tubidit F =10% TOC rata-rata= 0.3 % Ro = 0.4


100m
TOC rata-rata= 2.5 %
T Serpih hitam mengandung bahan organik
Umur 30-25 Ma 250m dengan fosil khas botroycocae Ro = 0.6
Kerogen Type : I

U Batuan metamorf terekahkan

BHT = 90 C @1252 m
Gambar-1
Closures A

500

1250
1000
500

750
1000

Explorasi-1

0 5 km
Gambar-2 kontur puncak(Top) interval Q

Anda mungkin juga menyukai