0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
802 tayangan15 halaman

Analisis Potensi Hidrokarbon Sumur Eksplorasi

Berdasarkan informasi yang diberikan, area kitchen terletak pada kedalaman antara 750-1250 meter di mana temperatur mencapai 110-200 derajat Celcius. Model migrasi menunjukkan hidrokarbon bermigrasi dari kitchen ke Closure A, B, dan kemungkinan E serta F. Sumur eksplorasi 1 dry karena letak Closure D jauh dari kitchen. Closure A dan E diprediksi mengandung minyak karena dekat dengan kitchen. Usulan titik pemboran baru pada Closure E

Diunggah oleh

Aulia Kurnia
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
802 tayangan15 halaman

Analisis Potensi Hidrokarbon Sumur Eksplorasi

Berdasarkan informasi yang diberikan, area kitchen terletak pada kedalaman antara 750-1250 meter di mana temperatur mencapai 110-200 derajat Celcius. Model migrasi menunjukkan hidrokarbon bermigrasi dari kitchen ke Closure A, B, dan kemungkinan E serta F. Sumur eksplorasi 1 dry karena letak Closure D jauh dari kitchen. Closure A dan E diprediksi mengandung minyak karena dekat dengan kitchen. Usulan titik pemboran baru pada Closure E

Diunggah oleh

Aulia Kurnia
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS GEOLOGI MIGAS

ZAHRA MEIDINA
191505100?
INFORMASI DARI SOAL
1. Gambar-1 Adalah kolom stratigrafi yang disusun berdasarkan hasil
pemboran pada sumur explorasi 1 yang posisi strukturalnya dapat dilihat
pada gambar-2.

2. Pemodelan pematangan berdasarkan metoda lopatin (TTI) yang di kontrol


oleh data pantulan vitrinite memberikan kesimpulan bahwa kematangan
akan terjadi pada temperaratur 110 C, sedangkan jendela gas terjadi pada
temperatur 200 derajat C. Diketahui pula bahwa temperatur dasar sumur
Bottom Hole Temperature(BHT)=90 derajat C dan temperatur permukaan
adalah 25 C.

3. Peta struktur kedalaman puncak interval B (gambar-2)

4. Closure B telah dibor dan berisi minyak dengan posisi OWC=245m tvdss,
sedangkan closure D sudah dibor oleh sumur explorasi 1 hasilnya tidak
mendapatkan hidrokarbon alias dry hole.
SOAL
1. Berdasarkan data tersebut dan dengan asumsi bahwa ketebalan interval B sama di semua tempat gambarkan area
kitchen
(dengan diwarnai) pada gambar-2.

2 .Berdasarkan penentuan kitchen tersebut gambarkan pada gambar-2model migrasi skunder (orthocontour)
dengan asumsi bahwa fault yang ada bocor dan interval A menyebar keseluruh area

3. Buat analysis kenapa sumur explorasi 1 merupakan dry hole

4. Buat analisis terhadap closure-closure yang belum di bor mana yang kemungkinan berisi hidrokarbon dan mana
yang kosong

5. Usulkan titik pemboran eksplorasi baru berdasarkan analisis no 4

SELAMAT BEKERJA
Satuan
Tebal Litologi Deskripsi Keterangan
Batuan

TOC rata-rata= 3%
A Napal abu-abu kaya akan fossil foram
Ro = 0.2
Umur
500m Kerogen Type : II
5 -3 Ma

Perselingan batupasir dan batulempung endapan pantai TOC rata-rata= 0.4 %


B sampai offshore bars. lapisan batupasir dengan ketebalan 2-
3m, terpilah baik semen silika Ro = 0.3
Umur 150m
porositas rata-rata= 20 % Kerogen Type:III
15-5 Ma

C Serpih hitam mengandung bahan organik TOC rata-rata= 1.5 %


Umur
250m endapan rawa-rawa
Ro = 0.4Kerogen Type :III, HI 150
23-15 Ma

D 25-23 Ma Batupasir endapan tubidit =10% TOC rata-rata= 0.3 % Ro = 0.4


100m

E TOC rata-rata= 2.5 %


Serpih hitam mengandung bahan organik
Umur 30-25 Ma 250m dengan fosil khas botroycocae Ro = 0.6
Kerogen Type : I

F Batuan metamorf terekahkan

BHT = 90 C @1252 m
Gambar-1
5 km
0

1250
D
Closures
1000
Explorasi-1

750
500
C
Closures
OWC=245

750
B
500
Closures
250
Closures A
500
750

Gambar-2 kontur puncak(Top) interval B


1000
1250
1500
1750
1500
1250
1000
F 750
E Closures
Closures
Berdasaran informasi yang diberikan berikut:
- kematangan jendela minyak T= 110 oC,
- kematangan gas pada T= 200 oC
- temperatur dasar sumur T=90 oC
- temperatur di permukaan T= 25 oC
- kedalaman dasar sumur berdasarkan Gambar-1 h= 1252 meter
Maka dicari area mana yang merupakan kitchen?
*untuk menentukan kitchen harus diketahui terlebih dahulu kedalaman kitchen
NOMER 1
NOMER 1
Model migrasi sekunder Closure A (orthocontour)
*dengan asumsi bahwa fault yang ada bocor dan interval A A’
menyebar keseluruh area A

A A’

fa ul t
tvdss minyak
245 m
air air
745 m

migrasi
NOMER 2
Model migrasi sekunder Closure A dan B
*dengan asumsi bahwa fault yang ada bocor dan interval A
menyebar keseluruh area

A
B

Minyak Minyak
tvdss
245 m
OWC
250 m
air spill
1000 m A ke B

migrasi
B
D
tvdss minyak
245 m
air
Air
500 m

750 m migrasi
1 Km
analisis kenapa sumur explorasi 1 merupakan dry hole...

analisis 1 : Closure D yang letaknya jauh dari kitchen sehingga hidrokarbon


membutuhkan jarak yang panjang untuk bermigrasi. Sedangkan closure A dan B
lebih dekat dengan kitchen.
analisis 2 : Closure D lebih rendah dari Closure A dan B, kemungkinan hal ini yang
menyebabkan hidrokarbon dari Kitchen akan bermigrasi ke Closure A hingga
mencapai spill point (SP), setelah Closure A terisi penuh dilanjutkan bermigrasi ke
Closure B.
NOMER 3
analisis terhadap closure-closure yang belum di bor yang kemungkinan berisi
hidrokarbon dan yang kosong...

Selain daripada closure yang telah terbukti yaitu Closure B dan yang telah dibor
closure D berikut analisis terhadap closure A, C, E, dan F.
Closure A memiliki jarak yang dekat dengan kitchen sehingga hidrokarbon lebih
mudah bermigrasi ke closure A. Fault di dekat Closure A mengakibatkan terjadinya
kebocoran sehingga hidrokarbon bermigrasi melewati patahan ini.
Closure C memiliki jarak yang jauh dengan kitchen sama seperti closure D. Sehingga
hidrokarbon sulit untuk bermigrasi ke closure C. Di antara kitchen dan Closure C
terdapat Closure A yang memiliki posisi lebih tinggi dari Closure C yang
kemungkinan menyebabkan hidrokarbon bermigrasi menuju Closure A dahulu.
Setelah Closure A terisi penuh dan mencapai spill point, hidrokarbon bermigrasi dan
mulai mengisi Closure yang lain di sekitarnya yang belum terisi.
NOMER 4
Letak Closure E memiliki jarak yang sangat dekat dengan kitchen sehingga hidrokarbon
dapat dengan mudah untuk bermigrasi. Analisis resiko untuk Closure E yaitu termasuk ke
dalam low risk, kemungkinan besar terisi dengan hidrokarbon.

Letak Closure F memiliki jarak yang sangat dekat dengan kitchen sehingga hidrokarbon
dapat dengan mudah untuk bermigrasi. Posisi Closure F sejajar dengan Closure E.
Analisis resiko untuk Closure F yaitu termasuk ke dalam low risk, kemungkinan besar
terisi dengan hidrokarbon.
NOMER 4
Usulan titik pemboran eksplorasi baru berdasarkan analisis
NOMER 5
yang telah dijelaskan sebelumnya

Closures
Closures E
750 F

1000
1250
1500

1750
1500

1250
1000

Gambar-2 kontur puncak(Top) interval B


750

500

Closures A

250
500
Closures
B
750
OWC=245

Closures
C
500
750
Explorasi-1

1000
Closures
D

1250
0
5 km
Usulan titik pemboran eksplorasi baru berdasarkan analisis yang telah dijelaskan sebelumnya

Closure A, E, dan F diduga memiliki potensi untuk dieksplorasi


sehingga resiko rendah.

Closure C diduga tidak memiliki potensi untuk dieksplorasi sehingga


resiko tinggi. Kalaupun ada potensi hidrokarbon diduga sangat sedikit.

Daerah sekitar Closure D sudah terbukti tidak memiliki potensi untuk


dieksplorasi alias dry hole. Tidak ada potensi hidrokarbon.
NOMER 5

Anda mungkin juga menyukai