Anda di halaman 1dari 12

KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI KESEHATAN

Dosen Pembimbing: Dr. Sri utami, S. Kp., M. Kes

Oleh:

Rachel Octaviari A P27824416041


Lisa Molina P27824416042
Azarine Dwinta F P27824416043
Farida Magfiroh P27824416044

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA
KESEHATAN

1
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN SURABAYA
PROGRAM STUDI D4 KEBIDANAN
2019
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat
rahmat , ridho dan hidayah dari Nya lah sehingga kami dapat menyelesaikan makalah kami ini
yang berjudul “ Konsep Dasar Sistem Informasi Kesehatan”.

Tak lupa shalawat beriring salam kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW, yang telah
membawa kita semua ke zaman yang terang benderang seperti sekarang.

Kami juga mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kami
dalam penyelesaian makalah ini.

Kami menyadari betul bahwa memang makalah ini belum sempurna seutuhnya.Untuk itu
kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca guna untuk perbaikan di masa yang akan
datang.

Terakhir pesan dari kami semoga makalah ini dapat dipahami dan selanjutnya dapat
dimanfaatkan di bidang pendidikan dan dunia kerja, serta bermanfaat untuk pembangunan
kesehatan bangsa ini.

Surabaya, 3 September 2019

Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................................. i

DAFTAR ISI .......................................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang .................................................................................................................... 1


1.2 Tujuan.................................................................................................................................. 1
1.3 Rumusan Masalah ............................................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengantar Sistem Informasi Kesehatan .............................................................................. 2

2.2 Dasar Hukum Sistem Informasi Kesehatan ........................................................................ 3

2.3 Pengertian Sistem Informasi Kesehatan ............................................................................. 4

2.4 Tujuan Sistem Informasi Kesehatan ................................................................................... 5

2.5 Manfaat Sistem Informasi Kesehatan ................................................................................. 6

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan ......................................................................................................................... 7

3.2 Saran ................................................................................................................................... 7

DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................. 8

3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Pada zaman sekarang, teknologi informasi mempunyai peranan penting dalam
bidang industri maupun kehidupan kita sendiri. Salah satu bidang industri yang
memanfaatkan berkembangnya teknologi informasi adalah bidang kesehatan.
Teknologi informasi sudah berkontribusi banyak dalam kehidupan kita, salah satu
contohnya dalam bidang kesehatan yaitu rekam medis elektronik (EMR) yang digunakan
oleh dokter untuk mengetahui riwayat penyakit anda, obat-obatan apa saja yang sudah
pernah di konsumsi, apakah anda mempunyai sebuah alergi, dan lain-lain.
Tanpa teknologi informasi, pengumpulan dan pengambilan data tersebut tidaklah
mudah untuk rumah sakit yang mempunyai ribuan pasien jika dilakukan secara manual.
Teknologi informasi juga memudahkan komunikasi jarak jauh dengan adanya internet.
Seluruh rumah sakit akan mengakses database yang berisi dengan data pasien, sehingga
memudahkan pasien dan rumah sakit apabila pasien menggunakan rumah sakit yang
berbeda.

1.2. Rumusan Masalah


1. Bagaimana pengantar sistem informasi kesehatan?
2. Apa saja dasar hukum sistem informasi kesehatan?
3. Apa pengertian dari sistem informasi kesehatan?
4. Apa tujuan dari sistem informasi kesehatan?
5. Manfaat apa saja yang bisa diambil dari sistem informasi kesehatan?

1.3. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengantar sistem informasi kesehatan.
2. Untuk mengetahui dasar hukum dari sistem informasi kesehatan.
3. Untuk mengetahui pengertian sistem informasi kesehatan.
4. Untuk mengetahui apa tujuan dari sistem informasi kesehatan.
5. Untuk mengetahui manfaat dari sistem informasi kesehatan.

4
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengantar Sistem Informasi Kesehatan


Di dalam peraturan pemerintah RI no.46 tahun 2014 tentang sistem informasi
kesehatan, disebutkan bahwa suatu sistem informasi kesehatan adalah seperangkat tatanan
yang meliputi data, informasi, indikator, prosedur, perangkat, teknologi dan sumber daya
manusia yang saling berkaitan dan dikelola secara terpadu untuk mengarahkan tindakan
atau keputusan yang berguna dalam mendukung pembangunan kesehatan. Dan untuk
mendukung penyelenggaran pembangunan kesehatan tersebut, diperlukan data, informasi
dan indikator kesehatan yang dikelola dalam sistem informasi kesehatan.(Presiden
Republik Indonesia, 2014)
Pada hakekatnya pembangunan kesehatan merupakan upaya yang dilaksanakan
oleh semua komponen bangsa yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan
dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang, agar peningkatan derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud, sebagai investasi bagi pembangunan
sumber daya manusia yang produktif.
Menurut WHO dalam buku design and implementation of health information
system, sistem informasi kesehatan tidak dapat berdiri sendiri, melainkan sebagai bagian
dari suatu sistem kesehatan. Suatu sistem informasi kesehatan yang efektif memberikan
dukungan informasi bagi proses pengambilan keputusan di semua jenjang. Sistem
informasi harus dijadikan sebagai alat yang efektif bagi manajemen.
Penggunaan informasi kesehatan dilaksanakan untuk memperoleh manfaat
langsung atau tidak langsung sebagai pengetahuan untuk mendukung pengelolaan,
pelaksanaan, dan pengembangan pembangunan kesehatan dan informasi yang didapat
harus bersumber dari informasi yang akurat yang dilaksanakan untuk penyusunan
kebijakan, perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan, pengendalian dan
evaluasi pembangunan kesehatan. Selain itu penggunaannya harus menaati ketentuan
tentang :
1. Kerahasiaan informasi, dan

5
2. Hak atas kekayaan intelektual yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.

B. Dasar Hukum Sistem Informasi Kesehatan


Dasar hukum pengembangan sistem informasi kesehatan di Indonesia:
1. Kepmenkes Nomor 004/Menkes/SK/I/2003 tentang kebijakan dan strategi
desentralisasi bidang kesehatan
Desentralisasi pelayanan publik merupakan salah satu langkah strategis yang cukup
populer dianut oleh negara-negara di Eropa Timur dalam rangka mendukung
terciptanya good governance. Salah satu motivasi utama diterapkan kebijaksanaan ini
adalah bahwa pemerintahan dengan sistem perencanaan yang sentralistik seperti yang
telah dianut sebelumnya terbukti tidak mampu mendorong terciptanya suasana yang
kondusif bagi partisipasi aktif masyarakat dalam melakukan pembangunan.
Tumbuhnya kesadaran akan berbagai kelemahan dan hambatan yang dihadapi dalam
kaitannya dengan struktur pemerintahan yang sentralistik telah mendorong
dipromosikannya pelaksanaan strategi desentralisasi.

2. Kepmenkes RI Nomor 511 tahun 2002 tentang Kebijakan Strategi Pengembangan


Sistim Informasi Kesehatan Nasional (SIKNAS) dan Kepmenkes Nomor
932/Menkes/SK/VIII/2002 tentang petunjuk pelaksanaan pengembangan sistem
laporan informasi kesehatan kabupaten/kota

3. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 837 tahun 2007 tentang Pengembangan


Jaringan Komputer Online Sistem Informasi Kesehatan Nasional(Kementerian
Kesehaten RI, n.d.)

Ketiga Keputusan Menteri Kesehatan tersebut dikembangkan menjadi berbagai strategi, yaitu:
1. Integrasi dan simplifikasi pencatatan dan pelaporan yang ada
2. Penetapan dan pelaksanaan sistim pencatatan dan pelaporan
3. Fasilitasi pengembangan sistim-sistim informasi kesehatan daerah
4. Pengembangan teknologi dan sumber daya

6
5. Pengembangan pelayanan data dan informasi untuk manajemen dan pengambilan
keputusan
6. Pengembangan pelayanan data dan informasi untuk masyarakat
7. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 837 tahun 2007 tentang Pengembangan
Jaringan Komputer Online Sistem Informasi Kesehatan Nasional

Berdasarkan keputusan tersebut, direncanakan beberapa indikator pencapaian setiap


tahunnya, yaitu:
1. Terselenggaranya jaringan komunikasi data integrasi antara 80% dinas kesehatan
kabupaten/kota, dan 100% dinas kesehatan provinsi dengan Kementerian Kesehatan
2. Terselenggaranya jaringan komunikasi data online terintegrasi antara 90% dinas
kesehatan kabupaten/kota, 100% dinas kesehatan provinsi, 100% rumah sakit pusat,
100% Unit Pelaksana Teknis Pusat dengan Kementerian Kesehatan
3. Terselenggaranya jaringan komunikasi data online terintegrasi antara seluruh dinas
kesehatan kabupaten/kota, dinas kesehatan provinsi, Rumah Sakit dan UPT Pusat
dengan Kementerian Kesehatan
Dari beberapa hal tersebut, maka pemerintah berupaya mengembangkan sistim
informasi kesehatan yang sesuai dengan keunikan dan karakteristiknya. Pengembangan
sistim informasi kesehatan daerah melalui perangkat lunak atau website, seperti:
SIMPUS, SIMRS, SIKDA, dsb.

C. Pengertian Sistem Informasi Kesehatan


Pengertian Sistem Informasi Kesehatan (SIK) adalah gabungan perangkat dan
prosedur yang digunakan untuk mengelola siklus informasi (mulai dari pengumpulan
data sampai pemberian umpan balik informasi) untuk mendukung pelaksanaan tindakan
tepat dalam perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan kinerja sistem kesehatan.
Sistem informasi kesehatan adalah integrasi antara perangkat, prosedur dan kebijakan
yang digunakan untuk mengelola siklus informasi secara sistematis untuk mendukung
pelaksanaan manajemen kesehatan yang terpadu dan menyeluruh dalam kerangka
pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

7
Dalam literature lain menyebutkan bahwa SIK adalah suatu sistem pengelolaan
data dan informasi kesehatan di semua tingkat pemerintahan secara sistematis dan
terintegrasi untuk mendukung manajemen kesehatan dalam rangka peningkatan
pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Menurut WHO, Sistem Informasi Kesehatan merupakan salah satu dari 6 “building
block” atau komponen utama dalam sistem kesehatan di suatu negara. Keenam
komponen (building block) sistem kesehatan tersebut adalah:
1. Service delivery (pelaksanaan pelayanan kesehatan)
2. Medical product, vaccine, and technologies (produk medis, vaksin, dan teknologi
kesehatan)
3. Health worksforce (tenaga medis)
4. Health system financing (sistem pembiayaan kesehatan)
5. Health information system (sistem informasi kesehatan)
6. Leadership and governance (kepemimpinan dan pemerintah)
Sedangkan di dalam tatanan Sistem Kesehatan Nasional, SIK merupakan bagian
dari sub sistem ke 6 yaitu pada sub sistem manajemen, informasi dan regulasi
kesehatan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi
kesehatan merupakan sebuah sarana sebagai penunjang pelayanan kesehatan yang
diberikan kepada masyarakat. Sistem informasi kesehatan yang efektif memberikan
dukungan informasi bagi proses pengambilan keputusan di semua jenjang, bahkan di
Puskesmas atau Rumah Sakit kecil sekalipun. Bukan hanya data, namun juga informasi
yang lengkap, tepat, akurat, dan cepat yang dapat disajikan dengan adanya sistem
informasi kesehatan yang tertata dan terlaksana dengan baik.

D. Tujuan sistem informasi kesehatan


Adapun dibentuknya pengaturan sistem informasi kesehatan itu bertujuan untuk :
1. Menjamin ketersediaan, kualitas dan akses terhadap informasi kesehatan yang
bernilai pengetahuan serta dapat dipertanggungjawabkan.

8
2. Memberdayakan peran serta masyarakat, termasuk organisasi profesi dalam
penyelenggaraan sistem informasi kesehatan.
3. Mewujudkan penyelenggaraan sistem informasi kesehatan dalam ruang lingkup
sistem kesehatan nasional yang berdaya guna dan berhasil guna terutama melalui
penguatan kerja sama, koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi dalam mendukung
penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang berkesinambungan.

4. Sistim informasi kesehatan (SIK) merupakan subsistem dari Sistim Kesehatan


Nasional (SKN) yang berperan dalam memberikan informasi untuk pengambilan
keputusan di setiap jenjang adminisratif kesehatan baik di tingkat pusat, provinsi,
kabupaten/kota atau bahkan pada tingkat pelaksana teknis seperti Rumah Sakit
ataupun Puskesmas
5. Dalam bidang kesehatan telah banyak dikembangkan bentuk-bentuk Sistem
Informasi Kesehatan (SIK), dengan tujuan dikembangkannya berbagai bentuk SIK
tersebut adalah agar dapat mentransformasi data yang tersedia melalui sistem
pencatatan rutin maupun non rutin menjadi sebuah informasi.

E. Manfaat Sistim Informasi Kesehatan


World Health Organisation (WHO) menilai bahwa investasi sistem informasi
kesehatan mempunyai beberapa manfaat antara lain:
1. Membantu pengambil keputusan untuk mendeteksi dan mengendalikan masalah
kesehatan, memantau perkembangan dan meningkatkannya
2. Pemberdayaan individu dan komunitas dengan cepat dan mudah dipahami, serta
melakukan berbagai perbaikan kualitas pelayanan kesehatan

Adapun manfaat adanya sistim informasi kesehatan dalam suatu fasilitas kesehatan
diantaranya:
1. Memudahkan setiap pasien untuk melakukan pengobatan dan mendapatkan
pelayanan kesehatan
2. Memudahkan fasilitas kesehatan untuk mendaftar setiap pasien yang berobat
3. Semua kegiatan di fasilitas kesehatan terkontrol dengan baik (bekerja secara
terstruktur)

9
BAB III
PENUTUP

3.1.Kesimpulan
Sistem informasi kesehatan merupakan sarana untuk menunjang pelayanan kesehatan yang
diberikan kepada masyarakat. Sistem informasi kesehatan yang efektif memberikan
dukungan informasi bagi proses pengambilan keputusan di semua jenjang, bahkan di
puskesmas atau di rumah sakit kecil sekalipun. Bukan hanya data, bahkan juga informasi
yang lengkap, tepat, akurat, dan cepat yang dapat disajikan dengan adanya sistem informasi
kesehatan yang tertata dan terlaksana dengan baik.

3.2. Saran
1. Perlunya dilakukan kajian mengenai kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan
sistem informasi kesehatan.
2. Kebutuhan data dan informasi merupakan kebutuhan daerah, maka sebaiknya sistem
informasi yang dikembangkan, disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik daerah.

10
DAFTAR PUSTAKA

Kementerian Kesehaten RI. (n.d.). Roadmap SIK 2011-2014.

Presiden Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
46 Tahun 2014 tentang Sistem Informasi Kesehatan. Peraturan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2014 Tentang Sistem Informasi Kesehatan, 1–66.
Retrieved from https://www.kemenkopmk.go.id/sites/default/files/produkhukum/PP Nomor
46 Tahun 2014.pdf

Inggarputri. 2009. Thesis: Evaluasi Penerapan SIMPUS berbasis komputer dengan metode
PIECES di Puskesmas Wilayah Kabupaten Blora. Universitas Diponogoro, Semarang.

Kepmenkes RI. 2002. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 511 tahun 2002 tentang Kebijakan
dan Strategi Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKNAS).

Kemenkes RI. 2002. Rencana Strategis Kementerian Kesehatan RI Tahun 2009 – 2014.

Kemenkes RI. 2004. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 128 tahun 2004 tentang Kebijakan
Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat.

Kepmenkes RI. 2009. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 837 tahun 2007 tentang
Pengembangan Jaringan Komputer Online Sistem Informasi Kesehatan Nasional.

Kemenkes RI. 2009. UU nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. http://www.kemenkes.or.id


Kusumadewi, Sri. 2009. Informasi Kesehatan. Graha Ilmu, Yogyakarta.

Robert G Murdick, dkk, Sistem Informasi Untuk Manajemen Modern, Jakarta : Erlangga, 1991.

Sabarguna, Boy S; Safrizal, Heri. 2007. Master Plan System Informasi Kesehatan.
KONSORSIUM Rumah Sakit Islam Jateng-DIY, Yogyakarta.

11
Trihono. 2005. Arrimes Manajemen Puskesmas. CV Sagung Seto, Jakarta.

12