Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

VIRUS ZIKA

KELOMPOK 5
RESTY KRISNA HERA LAMAINDY
JUMAISA
BAHRIANTO
RAHMAT
SITTI

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


(STIK)
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat,
Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan
makalah tentang virus zika dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana.
Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun
pedoman bagi pembaca dalam melakukan proses pembelajaran.
Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun
isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang
kami miliki sangat kurang. Oleh kerena itu kami harapkan kepada para pembaca
untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk
kesempurnaan makalah ini.

penyusun

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………………2
DAFTAR ISI……………………………………………………………………..3
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………..4
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian…………………………………………………………………5
B. Patogenesis………………………………………………………………..6
C. Bahaya virus zika…………………………………………………………6
D. Gejala virus zika…………………………………………………………10
E. Pencegahan………………………………………………………………11
F. Aspek Kesmas…………………………………………………………...12
BAB III PENUTUP
KESIMPULAN………………………………………………………………....14
DAFTAR ISI……………………………………………………………………15

3
BAB 1
PENDAHULUAN

Virus zika merupakan Arthropod Borne Virus (arbovirus) yang berasal dari famili
flaviviridae, genus flavivirus dengan vektor nyamuk Aedes aegypti.
Virus zika ditemukan pertama kali berada di tubuh monyet pada tahun 1947, di Hutan Zika,
Uganda. Lalu ditemukan pada manusia pada tahun 1952.Penyebaran virus zika terjadi lintas
negara, hingga pada 1 Februari 2016, World Health Organization (WHO) telah menetapkan bahwa
penularan penyakit yang disebabkan olah virus zika di dunia adalah kedaruratan kesehatan
masyarakat yang meresahkan dunia atau disebut Public Health Emergency of International
Concern (PHEIC). Beberapa negara seperti Brazil, Colombia, Cape Verde, El Savador, Honduras,
Martinique, Panama, dan Suriname diberi status kejadian luar biasa (KLB). Indonesia yang
merupakan negara di wilayah tropis dan endemis demam berdarah dengue (DBD) berisiko tinggi
terkena penyebaran virus zika. Hingga saat ini telah dilaporkan kasus di berbagai negara, termasuk
negara-negara di Asia Tenggara. Lembaga eijkman telah mencatat, dari tahun 1981 hingga 2016
terdapat lima kasus virus zika ditemukan di Indonesia.
Infeksi virus zika merupakan self limiting disease karena akan sembuh sendiri dalam waktu
dua hingga tujuh hari. Manifestasi klinis yang timbul pada seseorang yang terinfeksi virus zika
mirip dengan penyakit DBD, yaitu demam, sakit kepala, ruam, radang pada bagian mata, nyeri
pada otot, serta nyeri pada persendian. Namun terdapat laporan terbaru dari Departemen Kesehatan
Brazil menunjukkan hubungan yang mungkin antara infeksi virus zika dalam kehamilan dan
malformasi pada janin karena telah ditemukan meningkatnya kasus mikrosefali pada sekitar 20
bayi yang baru lahir di wilayah Timur Laut Brazil.

4
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN
Infeksi virus Zika terjadi melalui perantara gigitan nyamuk Aedes, terutama spesies Aedes
aegypti. Penyakit yang disebabkannya dinamakan sebagai Zika, penyakit Zika (Zika disease)
ataupun demam Zika (Zika fever). Virus Zika adalah sejenis virus dari keluarga flaviviridae dan
genus flavivirus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes. Virus ini dapat menyebabkan sakit yang
ringan kepada manusia yang dikenal sebagai demam Zika atau penyakit Zika. Virus zika sendiri
memiliki persamaan dengan demam berdarah atau “DB” dimana penyebaran virus ini melalui
gigitan nyamuk jenis Aedes aegypti.
Penyakit Zika sendiri mulai diketahui terjadi di daerah khatulistiwa Afrika dan Asia sejak 1950-
an. Kesakitan tersebut adalah satu bentuk penyakit ringan dari demam dengue, dimana ia dirawat
melalui istirahat dan tidak bisa dicegah melalui obat-obatan atau vaksin. Penyakit Zika memiliki
kaitan dengan demam kuning dan virus Nil Barat yang dibawa oleh flavivirus bawaan artropoda
yang lain.
Virus Zika pertama kali diidentifikasi di Uganda pada tahun 1947 di monyet rhesus melalui
jaringan pemantauan demam kuning sylvatic. Hal ini kemudian diidentifikasi pada manusia pada
tahun 1952 di Uganda dan Republik Tanzania. Wabah penyakit virus Zika telah tercatat di Afrika,
Amerika, Asia dan Pasifik.

5
B. PATOGENESIS
Patogenesis virus zika pada manusia bermula pada kulit lokasi inokulasi yang menjadi tempat
replikasi virus pertama, bersama dengan fibroblast primer manusia. Epikeratinosit dermal dan sel
dendritik yang belum matang menunjukkan permisif terhadap infeksi dan replikasi virus zika.
Lalu dari kulit, virus ini menyebar ke kelanjar getah bening yang kemudian berlanjut menjadi
viremia. Virus zika ini terdeteksi di dalam darah 10 hari setelah infeksi atau 3-5 hari setelah
timbulnya gejala. Pada ibu hamil, virus zika mampu menembus plasenta. Virus ini menginfeksi
dan bereplikasi pada sel primer manusia yang menurut penelitian telah terisolasi pada pertengahan
dan akhir plasenta juga pada villi sitotrofoblas pada trimester pertama. Virus zika mampu
menginfeksi hingga ke neural progenitor cell pada janin, sehingga mampu menjadi penyebab
timbulnya kelainan kongenital.

C. BAHAYA VIRUS ZIKA


Demam zika merupakan efek ringan yang tidak membahayakan jika terinfeksi virus zika.
Akan tetapi zika akan berbahaya jika menginfeksi wanita hamil. Jika seorang ibu hamil terinfeksi
virus zika, maka dampaknya akan menyebabkan microchepaly. Microchepaly sendiri merupakan
kondisi yang menancam janin yang dikandung dan dapat menyebabkan cacat seumur hidup.
Kelainan janin akibat zika ini biasanya berupa kerusakan otak permanen pada bayi dengan ukuran
kepala yang lebih kecil dari ukuran kepala normal bayi.

1. Virus Zika Pada Wanita


Menurut data lembaga Centers for Disease Control and Prevention yang terakhir diperbarui
pada 27 Januari 2016, gejala virus zika dan viktornya, demam berdarah dan penyakit chikungunya,
nyaris sama. Satu dari lima orang yang terinfeksi virus zika akan mengalami gejala paling umum,
yaitu demam, ruam, nyeri sendi, dan konjungtivitis atau mata merah. Gejala umum lainnya
termasuk nyeri otot dan sakit kepala. Masa inkubasi atau waktu dari saat paparan gejala dari virus
zika baru diketahui dalam beberapa hari sampai sepekan.

6
Infeksi yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini biasanya ringan dengan gejala yang
berlangsung selama beberapa hari sampai sepekan. Kasus kematian yang disebabkan oleh virus ini
jarang ditemukan.
Jika seseorang mengalami gejala tersebut dan baru mengunjungi tempat yang terjangkit virus
zika, CDC merekomendasikan segera menemui dokter dan menjalani tes darah. Sampai kini,
belum ada vaksin atau obat untuk mencegah ataupun mengobati infeksi zika. Penderita bisa
beristirahat yang banyak, minum air untuk mencegah dehidrasi, dan pada gejala awal bisa
mengkonsumsi asetaminofen.
Hindari aspirin dan obat anti-inflamasi non-steroid, seperti ibuprofen dan naproxen, untuk
mengurangi risiko perdarahan. Jika penderita sedang mengkonsumsi obat untuk kondisi medis
lain, mintalah rekomendasi dokter sebelum mengambil obat tambahan. Jika sudah terinfeksi zika,
hindari gigitan nyamuk selama seminggu pertama. Sebab, virus zika dalam darah penderita bisa
ditularkan ke orang lain melalui gigitan nyamuk.

2. Virus Zika pada bayi


Demam Zika, yang disebarkan oleh virus gigitan nyamuk dari Afrika, telah menyebar ke
Brasil. Demam Zika akibat Virus Zika atau Zika Virus (ZIKV) juga bertanggungjawab atas
terhambatnya pertumbuhan otak janin. Untuk melihat kemungkinan kasus Zika jadi epidemi, tim
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengunjungi Brasil. Dilaporkan oleh Departemen
Kesehatan Brasil dengan kenaikan angka kelahiran bayi cacat. Penyakit ini juga disebut-sebut
sebagai alasan adanya peningkatan kasus mikrosefalus (microcephaly).
Mikrosefalus adalah kelainan otak dengan ukuran kepala lebih kecil dari ukuran kepala rata-
rata berdasarkan umur dan jenis kelamin. Kepala dikatakan lebih kecil jika ukuran lingkar kepala
kurang dari 42 cm atau lebih kecil dari standar deviasi 3 dibawah angka rata-rata. Mikrosefalus
seringkali terjadi akibat kegagalan pertumbuhan otak pada kecepatan yang normal. Beberapa
penyakit yang memengaruhi pertumbuhan otak dapat menyebabkan mikrosefalus dan seringkali
berhubungan dengan keterbelakangan mental.
Mikrosefalus dapat terjadi setelah infeksi yang menyebabkan kerusakan pada otak pada bayi
yang sangat muda. Mikrosefalus yang merupakan radang otak oleh virus Zika ini, biasanya terkena

7
kontak dalam beberapa bulan pertama kehamilan dan telah tercatat di Brasil sebanyak 739 kasus.
Mikrosefalus telah menyebabkan bayi lahir dengan kepala abnormal-sangat kecil sehingga
memengaruhi tumbuh kembang dan berisiko mengalami kematian dini. Saat ini enam negara
bagian telah dinyatakan dalam keadaan darurat.
Zika menjadi permasalahan luas bukan hanya di Brasil tetapi di belahan dunia lainnya sejak
pertengahan 2015. Hal itu terjadi setelah sekitar 500.000 penduduk tertular virus ini. Lalu
berkembang menjadi 1,5 juta penduduk yang tertular. Penyebaran Zika bertepatan dengan
peningkatan tajam jumlah bayi yang menderita microcephaly, yaitu suatu kondisi di mana otak
janin tidak tumbuh ke ukuran penuh dan menyebabkan bayi lahir dengan kepala abnormal
berukuran kecil.
Berdasarkan laporan The Wall Street Journal, antara 2010 dan 2014, Brasil memiliki rata-rata
156 bayi yang lahir dengan microcephaly setiap tahun. Tapi pada tahun 2015, lebih dari 3.000 bayi
lahir dengan kondisi tersebut. Virus Zika sebuah virus baru yang menghebohkan dunia telah
menyebabkan cacat lahir yang serius pada ribuan bayi di Brasil. Sebenarnya Zika telah dikenali
sebagai penyakit yang umumnya tidak berbahaya. Zika ditandai dengan gejala seperti ruam,
demam, rasa sakit pada sendi, dan mata merah. Bahkan, sekitar satu dari empat orang yang
terinfeksi virus ini bisa jadi tak menyadarinya.

3.Virus zika pada daerah yang terinfeksi


Sebagian kasus penyebab virus Zika dikaitkan dengan aktivitas perjalanan ke daerah yang
sedang terinfeksi. CDC menerbitkan peringatan perjalanan terkait peta penyebaran virus Zika.
Berikut ini adalah beberapa daerah tropis yang harus diwaspadai:

Negara-negara dengan penyebaran Zika yang tergolong kejadian luar biasa (KLB)

 Brazil
 Cape Verde
 Colombia
 El Savador
 Honduras
 Martinique
 Panama
 Suriname

8
Negara-negara dengan penyebaran Zika memiliki status transmisi aktif

 Barbados
 Bolivia
 Curacao
 The Dominican Republic
 Ecuador
 Fiji
 French Guiana
 Guadalope
 Guatemala
 Guyana
 Haiti
 Meksiko
 New Caledonia
 Nicaragua
 Paraguay
 Puerto Rico
 Saint Martin
 Samoa
 Tonga
 US Virgin Islands
 Venezuela

9
D. GEJALA TERKENA VIRUS ZIKA
Beberapa pakar melihat adanya banyak kesamaan gejala antara demam berdarah dengan
demam Zika. Keduanya sama-sama diawali dengan demam yang naik turun serta rasa linu hebat
pada persendian dan tulang. Kadang juga disertai mual, pusing, rasa tidak nyaman di perut dan
disertai rasa lemah dan lesu yang hebat. Beberapa kesamaan sebagai gejala awal membuat
penyakit ini diidentifikasi secara keliru dengan penyakit demam berdarah. Namun sebenarnya
terdapat beberapa gejala khas yang bisa membedakan keluhan infeksi Zika Virus dengan penyakit
demam berdarah, beberapa tanda khusus tersebut antara lain:
Demam cenderung tidak terlalu tinggi, kadang maksimal hanya pada suhu 38 derajat
celcius. Cenderung naik turun sebagaimana gejala demam berdarah, tetapi tidak terlalu tinggi.
Muncul beberapa ruam pada kulit yang berbentuk makulapapular atau ruam melebar dengan
benjolan tipis yang timbul. Terkadang ruam meluas dan membentuk semacam ruam merah tua dan
kecoklatan yang mendatar dan menonjol. Muncul rasa nyeri pada sendi dan otot, kadang disertai
lebam dan bengkak pada sendi dan otot seperti terbentur dan keseleo ringan. Kerap muncul
keluhan infeksi mata menyerupai konjungtivitas dengan mata kemerahan. Kadang warna sangat
kuat pada bagian dalam kelopak sebagai tanda munculnya ruam pada bagian dalam kelopak mata.

10
E. PENCEGAHAN VIRUS ZIKA
Mencegah dari gigitan nyamuk yang di dalam tubuhnya mengandung virus Zika adalah
cara menghindari infeksi virus ini. Salah satu langkahnya dengan mengurangi sumber kembang
biak nyamuk serta mengurangi kontak dengan hewan ini. Bisa dengan menggunakan obat nyamuk,
pakaian yang melindungi sebagian besar tubuh dan sebaiknya berwarna terang, tidur menggunakan
kelambu. Membersihkan ember, pot bunga, bak, serta tempat-tempat lain yang berpotensi jadi
tempat hidup nyamuk berperan besar mengurangi risiko terinfeksi. Bagi mereka yang belum bisa
menjaga dirinya sendiri, seperti anak-anak, orang sakit dan lansia berikan perhatian khusus.
Dalam kaitannya memberantas zika ini, kami mencoba mengulas virus ini yang belum
ditemukan penawarnya. Semoga dengan artikel asal mula serta gejala, bahaya dan pencegahan
virus zika ini menambah pengetahuan anda. Mari kita sama sama untuk menghindari keluarga
tercinta kita dari serangan virus ini dengan tetap menjaga kebersihan dan waspada akan keberadaan
nyamuk.
Mencegah gigitan nyamuk adalah salah satu tindakan pencegahan awal yang bisa
membantu Anda terhindar dari infeksi virus Zika. Beberapa langkah pencegahan yang bisa
dilakukan saat berada di daerah yang terjangkit virus Zika, antara lain:
a. Memastikan tempat yang Anda tinggali memiliki pendingin ruangan atau setidaknya memiliki tirai
pintu dan jendela yang dapat mencegah nyamuk masuk ke ruangan.
b. Gunakan kelambu pada tempat tidur jika area yang Anda kunjungi tidak memiliki hal di atas.
c. Gunakan baju dan celana berlengan panjangGunakan bahan penolak serangga yang terdaftar pada
badan perlindungan lingkungan atau environmental protection agency (EPA), sesuai dengan
instruksi yang tertera pada kemasan. Instruksi yang terlampir akan memberikan informasi
mengenai pengaplikasian ulang, area pengaplikasian yang diperbolehkan, waktu dan durasi
pengaplikasian.
d. Bayi yang berusia di bawah dua bulan tidak diperkenankan menggunakan bahan penolak serangga
ini sehingga Anda harus memastikan agar pakaian bayi dapat melindunginya dari gigitan nyamuk.
e. Gunakan juga kelambu pada tempat tidur bayi, kereta dorong bayi, dan gendongan atau alat
pengangkut bayi lainnya.

11
f. Perhatikan area tubuh anak yang berusia lebih dewasa saat mengaplikasikan bahan penolak
serangga. Hindari area tubuh yang terluka atau sedang mengalami iritasi, area mata, mulut, dan
tangan.
g. Pilihlah perawatan, pencucian, atau pemakaian pakaian serta peralatan yang menggunakan bahan
dengan kandungan permethrin. Pelajari informasi produk dan instruksi penggunaan mengenai
perlindungan yang diberikan. Hindari menggunakan produk ini pada kulit.
h. Pelajari juga informasi mengenai daerah yang akan Anda kunjungi, seperti fasilitas kesehatan dan
area luar ruangan terbuka sebelum waktu keberangkatan tiba, khususnya area yang terjangkit virus
Zika.
i. Lakukan tes virus Zika sekembalinya Anda, khususnya perempuan hamil, dari daerah penyebaran
virus Zika.

F. ASPEK KESMAS
Menurut Menkes, jika kita memperbesar kesehatan dalam aspek keamanan kesehatan
global, akan terlihat keterkaitan SDGs yang tercermin dalam konsep One Health. Perlu diketahui,
konsep One Health (satu kesehatan) didefinisikan sebagai suatu upaya kolaboratif dari berbagai
sektor, utamanya kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan, baik di tingkat lokal, nasional,
maupun global untuk mencapai kesehatan yang optimal.
Pengendalian penyakit zoonosis dan antimicrobial resistance (AMR) memerlukan
kolaborasi multisektor, tidak hanya terbatas pada kesehatan dan pertanian, tetapi juga dengan
kehutanan, lingkungan dan pendidikan, terang Menkes.
Mulai dari pengawasan terintegrasi pada manusia dan hewan untuk mengatasi kejadian
Avian Influenza, Rabies, dan kasus atau wabah Anthrax; penyelidikan epidemiologi wabah pada
manusia dan epidemi pada hewan yang terintegrasi; pelatihan terintegrasi untuk sumber daya
kesehatan dan pertanian tentang manajemen kasus gigitan hewan dan pengawasannya. Hal-hal
tersebut adalah contoh dari apa yang dapat dilakukan oleh setiap negara untuk menangani kasus
penyakit zoonosis.
Sejalan dengan sustainable development goals (SDG), peningkatan kapasitas untuk
mengatasi ancaman kesehatan masyarakat global tentu membutuhkan dukungan sistem kesehatan

12
nasional yang tangguh. Berkaitan dengan hal tersebut, Menkes menuturkan bahwa Indonesia
memiliki terobosan pembangunan kesehatan, diantaranya melalui: Penyebaran tim kesehatan
untuk menjangkau daerah-daerah tertinggal, perbatasan kepulauan (DTPK) dan daerah bermasalah
kesehatan (DBK); Dimulainya pendekatan Kesehatan Keluarga yang berfokus pada kunjungan
rumah guna mendeteksi dini, pengobatan, dan mengutamakan tindakan promotif-preventif;
Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS); serta perlindungan asuransi kesehatan sosial yang disebut
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diperluas dari waktu ke waktu untuk mencapai cakupan
kesehatan universal pada 2019.Seperti halnya pengalaman banyak negara berkembang, penyakit
zoonosis masih menjadi masalah kesehatan penting di Indonesia, menjadi dilema bagi sektor
kesehatan manusia dan hewan. Bagaimanapun juga, morbiditas dan mortalitas pada manusia yang
disebabkan penyakit zoonosis tertentu, seperti Avian Influenza (AI) atau lebih dikenal dengan
sebutan Flu Burung juga penyakit Leptospirosis cenderung menurun selama dekade terakhir.
Pemerintah Indonesia didukung oleh masyarakat telah berupaya intensif untuk mencegah dan
mengendalikan penyakit zoonosis pada manusia dan hewan sejak lebih dari 5 dekade yang lalu.

13
BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
1. Virus Zika adalah sejenis virus dari keluarga flaviviridae dan genus flavivirus yang disebarkan oleh
nyamuk Aedes. Virus ini dapat menyebabkan sakit yang ringan kepada manusia yang dikenal
sebagai demam Zika atau penyakit Zika. Virus zika sendiri memiliki persamaan dengan demam
berdarah atau “DB” dimana penyebaran virus ini melalui gigitan nyamuk jenis Aedes aegypti.
2. Virus Zika menjadi penyakit endemis dan mulai menyebar ke luar Afrika dan Asia pada tahun
2007 di wilayah Pasifik Selatan. Pada Mei 2015, virus ini kembali merebak di Brazil. Penyebaran
virus ini terus terjadi pada Januari 2016 di Amerika Utara, Amerika Selatan, Karibia, Afrika, dan
Samoa (Oceania). Di Indonesia sendiri, telah ditemukan virus Zika di Jambi pada tahun 2015. Dan
menyebar melalui gigitan nyamuk.
3. Demam cenderung tidak terlalu tinggi, kadang maksimal hanya pada suhu 38 derajat celcius.
Cenderung naik turun sebagaimana gejala demam berdarah, tetapi tidak terlalu tinggi. Muncul
beberapa ruam pada kulit yang berbentuk makulapapular atau ruam melebar dengan benjolan tipis
yang timbul.

14
DAFTAR PUSTAKA

http://www.anehdidunia.com/2016/01/virus-zika-asal-mula-gejala-bahaya-cegah.html
http://www.alodokter.com/virus-zika
https://indocropcircles.wordpress.com/2015/12/27/penyakit-dan-virus-zika/
http://www.pintarbiologi.com/2016/01/virus-zika-pengertian-tanda-gejala-pencegahan-
pengobatan.html
http://www.plengdut.com/2016/01/bahaya-gejala-pencegahan-dan-sejarah-dari-virus-zika.html

15