Anda di halaman 1dari 6

CIRI-CIRI VIRUS

Disusun oleh :

1. Fathkur Rofi(11)

2. Muh Iqbal(15)

3. Putri Aisyah R (19)

4. Windy Khusnul (31)


Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel
organisme biologis. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material
hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena
virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri.
Dalam sel inang, virus merupakan parasit obligat dan di luar inangnya
menjadi tak berdaya. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam
nukleat yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas
protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus
menyandi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik
maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.

Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang


menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis
organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofag atau fag
digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota
(bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel).

CIRI-CIRI TUBUH VIRUS


A. UKURAN TUBUH VIRUS
Untuk mengetahui ukuran virus, ada beberapa cara yang dapat
dilakukan, antara lain sebagai berikut

1. Observasi langsung menggunakan miksroskop electron

Mikroskop electron menggunakan berkas electron dan lensa


elektromagnetik. Untuk pengamatan virus, digunakan ekstrak
atau sayatan ultra tipis dari jaringan makhluk hidup yang
terinfeksi.

2. Filtrasi melalui selaput kolodion yang mempunyai porositas


bertingkat
Sediaan virus dilewatkan melalui serangkaian selaput yang
ukurannya berbeda-beda.ukuran virus dapat diperkirakan
berdasarkan selaput mana yang bisa dilewati dan selaput mana
yang menahan partikel virus.
3. Sedimentasi dalam ultrasentrifugasi
Partikel virus disuspensikan ke dalam suatu cairan, kemudian
partikel akan mengendap dengan kecepatan yang sebanding
dengan ukuran partikel.
4. Pengukuran perbandingan
Metode ini menggunakan teknik acuan, yaitu membandingkan
ukuran suatu virus dengan ukuran virus tertentu yang dijadikan
sebagai acuan.

B. BENTUK VIRUS
Bentuk tubuh virus bervariasi, antara lain berbentuk batang,bulat,
oval(peluru), filament(benang), persegi banyak(polyhedral), dan
seperti huruf T. Virus yang berbentuk batang misalnya
TMV(tobacco mosaic virus). Virus berbentuk bulat misalnya
HIV(human immunodeficiency virus) penyebab penyakit AIDS dan
Orthomyxovirus penyebab influenza.
KESIMPULAN CIRI-CIRI DARI VIRUS
VIRUS :

Bersifat patogen

Menurut kamus wikipedia patogen adalah agen biologis


yang mengakibatkan penyakit pada inangnya dan sebutan
lain dari patogen adalah mikroorganisme penyakit. Patogen
dapat dibedakan atas 5 bagian yaitu virus, bakteri, fungi,
protozoa dan cacing.

Memiliki ukuran yang lebih kecil dari bakteri (2-20 mikron)

Tidak berbentuk sel, karena tidak mempunyai protoplasma,


dinding sel sitoplasma dan nukleus

Dapat digolongkan sebagai benda mati, karena dapat


dikristalkan

Dapat juga digolongkan sebagai benda hidup, karena


memliki kemampuan metabolisme, reproduksi dan memiliki
asam nukleat

Hanya dapat berkembang biak di dalam sel atau jaringan


yang hidup

Organisme nya hanya dapat dilihat dengan mikroskop


elektron

Bersifat parasit

Virus hanya bisa bereproduksi dalam makhluk hidup, atau


dengan kata lain virus tidak bisa hidup diluar makhluk hidup.
Ia membutuhkan makhluk hidup yang lain sebagai
“tumpangan” untuk hidup dan berkembang biak.

Virus berasal dari bahasa latin venom yang berarti cairan


yang beracun

VAKSIN VIRUS
Vaksin virus merupakan formula yang terbuat dari bagian tubuh virus, virus mati,
atau virus hidup yang diinjeksikan ke dalam tubuh manusia guna memperoleh
suatu sistem imun(kekebalan) secara ilmiah.

Contohnya :

1. Vaksin cacar disuntikkan ke jaringan bawaah kulit(subkutan)


2. Vaksin polio diberikan melalui mulut (oral)
3. Vaksin influenza melalui subkutan/intradermal(injeksi) dll

Selain itu juga ada hal-hal yang dapat kita lakukan untuk melindungi tubuh kita dari serangan jenis-jenis
virus :

1. Menjaga kebersihan lingkungan seperi rumah dan pekarangan, tempat kerja dan lingkungan
kerja.
2. Menghindari sumber penularan atau kontak dengan sumber penularan.
3. Mencuci tangan sebelum makan.
4. Menguatkan sistem imun sebagai benteng pertahanan untuk jenis-jenis virus yang sudah
terlanjur masuk ke dalam tubuh.

Imunitas atau sistem pertahanan atau Sistem imun kita adalah bagian tubuh yang bertugas
melindungi kita dari infeksi jenis-jenis virus. Jika sistem imun kita kuat, sebagian besar virus-
virus yang masuk ke dalam tubuh bisa langsung dimusnahkan atau dibunuh atau dinetralisir.
Oleh karena itu penting sekali bagi orang yang sehat maupun orang yang sudah terinfeksi untuk
menjaga kekebalan tubuh.