Teks Ulasan Kupu - kupu di Dalam Buku karya taufik ismail
Kupu – Kupu di Dalam Buku
Karya Taufik Ismail
Ketika duduk di setasiun bis, di gerbong kereta api,
di ruang tunggu praktek dokter anak, di balai desa,
kulihat orang-orang di sekitarku duduk membaca buku,
dan aku bertanya
di negeri mana gerangan aku sekarang,
Ketika berjalan sepanjang gang antara rak-rak panjang,
di perpustakaan yang mengandung ratusan ribu buku
dan cahaya lampunya terang benderang,
kulihat anak-anak muda dan anak-anak tua
sibuk membaca dan menuliskan catatan,
dan aku bertanya
di perpustakaan negeri mana gerangan aku sekarang,
Ketika bertandang di sebuah toko,
warna-warni produk yang dipajang terbentang,
orang-orang memborong itu barang
dan mereka berdiri beraturan di depan tempat pembayaran,
dan aku bertanya
di toko buku negeri mana gerangan aku sekarang,
Ketika singgah di sebuah rumah,
kulihat ada anak kecil bertanya pada mamanya,
dan mamanya tak bisa menjawab keinginan-tahu puterinya,
kemudian katanya,
“tunggu, tunggu, mama buka ensiklopedia dulu,
yang tahu tentang kupu-kupu,”
dan aku bertanya
di rumah negeri mana gerangan aku sekarang,
Agaknya inilah yang kita rindukan bersama,
di setasiun bis dan ruang tunggu kereta-api negeri ini buku dibaca,
di perpustakaan perguruan, kota dan desa buku dibaca,
di tempat penjualan buku laris dibeli,
dan ensiklopedia yang terpajang di ruang tamu
tidak berselimut debu
karena memang dibaca.
Teks Ulasan
“Kupu-kupu di dalam buku” merupakan salah satu karya Taufiq Ismail, pengarang
yang sudah melegenda ini tentunya tidak asing lagi di telinga kita. Puisi ini berisikan lima bait
dan berisi beberapa baris yang berbeda tiap baitnya. Puisi ini menggambarkan penulis
melakukan petualangan ke suatu negri dan di negri tersebut dia menjumpai banyak orang
membaca buku dimana-mana, akan tetapi hal ini sangat berbeda dengan yang terjadi pada negeri
asal penulis tersebut. Maksud kupu-kupu dalam puisi tersebut menggambarkan bahwa untuk
menjadi lebih baik kita harus melalui beberapa proses terlebih dahulu, seperti belajar untuk dapat
menjadi orang yang berguna.
Ada yang menarik dari puisi tersebut. Hal yang menarik itu adalah judul puisi. Dari
judulnya saja, kita sudah dapat berpikir bagaimana mungkin secara logika kupu-kupu ada di
dalam buku?. Kalimat tersebut hanyalah sebuah perumpamaan tentang kehidupan ini. Bukankah
kupu-kupu sebelum menjadi kupu-kupu melalui sebuah proses yang panjang? Sebuah
metamorfose sempurna: telur menjadi ulat, ulat menjadi kepompong, baru kepompong menjadi
kupu-kupu. Setelah kita mencermati isi puisi tersebut, kita dapat mengerti maksud dari judul
puisi tersebut. Maksudnya adalah bahwa untuk menjadi orang yang sukses seperti kupu –kupu
kita harus belajar, salah satu caranya dengan membaca buku.
Pada keempat bait pertama pada puisi ini, pemilihan diksi memang tidak tampak
menonjol tetapi bagaimana imaji konseptual berbalut gaya pengucapan oratoris (pertanyaan)
yang diungkapkan Taufiq dengan menarik sehingga dapat langsung mengena kepada pembaca.
Sebuah sikap kerinduan yang mendalam akan bagaimana budaya membaca dapat membumi di
masayarakat kita. Di sinilah, barangkali menarik Taufiq untuk menuliskan puisinya dengan diksi
yang menarik.
Saat kita membaca puisi ini, kita seolah – olah dapat melihat keadaan yang diceritakan
penulis. Pada bait pertama sampai terakhir begitu jelas penggammbarannya, seperti keadaan
yang berada di setasiun bis, di gerbong kereta api, di ruang tunggu praktek dokter anak, dan lain
– lain. Penulis sangat cerdas dalam menulis kata sehingga kita dapat langsung menangkapnya.
Puisi karya Taufik Ismail berjudul “Kupu – Kupu di dalam Buku” ini menceritakan
bahwa penulis merindukan orang-orang di negrinya agar selalu membaca buku, karena di dalam
buku terdapat banyak sekali pelajaran yang dapat dipetik. Membaca buku tidak hanya dapat
dilakukan di rumah saja, melainkan juga dapat dibaca dimana saja dan kapan pun kita berada. Di
setiap bait dari puisi ini menyuratkan kata “Buku” sebagai kata kunci untuk dapat memahami isi
puisi. Pada baris – baris di beberapa bait, penulis bertanya – tanya pada hati kecilnya di Negeri
mana sekarang ia berada ?. Mengapa banyak sekali orang membaca buku?, hal ini berbeda sekali
dengan apa yang terjadi di negri asal penulis tersebut.
Puisi yang ditulis oleh puitis terkenal Indonesia ini mengingatkan kita akan untuk
selalu berpetualang kembali menyusuri tulisan – tulisan dalam buku. Dalam puisi tersebut kata –
kata yang digunakan juga mudah membuat pembaca mengerti makna yang terkandung. Puisi ini
sangat tidak biasa, anggun, dan pasti dapat melayangkan pikiran pembaca untuk membayangkan
pecahan – pecahan mutiara didalammya.
Dibalik kelebihan puisi, kelemahan datang seperti kalanya manusia yang tidak
sempurna. Serasa tidak akan lengkap jika kata kiasan yang membangun tidak digunakan. Selain
itu, seharusnya dalam mengungkapkan curahan hati kata demi kata harus diperas sepadat
mungkin sehingga membuahkan sebuah puisi yang menjadi lebih manis.
Tetapi, dengan mengesampingkan beberapa kekurangan tadi, puisi ini memang
dibutuhkan oleh semua orang seperti anak – anak sampai orang tua. Puisi ini juga memberi
semangat agar kita selalu membaca buku dimana pun dan kapanpun