Anda di halaman 1dari 4

Nama : Eka Dharma Putra Waruwu, S.Kep.

Ns
No. Urut Absensi : 20
Kelas Diklat : A.1

KISAH KETELADANAN DALAM IMPLEMENTASI NILAI KEADILAN SOSIAL


TERINSIPIRASI DARI KISAH PEJABAT PUBLIK
YANG BERNAMA MAR’IE MOHAMMAD

Nilai Praksis Jalur Budaya : Pada Kasus tersebut juga terlihat bahwa seorang dirjen pajak yang
bernama Mar’ie mohammad jujur dan sederhana terbukti sewaktu
menjabat dia menyuruh sang istri untuk merestrukturisasikan
anggaran belanja rumah tangga untuk masa depan putra dan
putrinya. Seorang dirjen pajak tidak mengambil kepentingan pribadi
selama menjadi pejabat publik bahkan tidak membuat dirinya hidup
mewah.

Nilai Praksis Jalur Doktrin: Sebagai Pejabat publik sudah sepantasnya dan seharusnya untuk
difasilitasi tetapi seorang Mar’ie Mohammad menyadari diri sebagai
ahli dari masyarakat, tidak santun rasanya jika minta dilayani dan
tidak meminta fasilitas yang macam-macam namun dia menunjukan
profesionalisme dan kinerja sebagai pejabat publik.

Nilai Praksis Jalur Hukum : Seorang dirjen pajak yang bernama Mar’ie mohammad mempunyai
kepribadian kuat dalam memegang teguh dan prinsip serta taat
hukum dan aturan serta tidak membeda-bedakan status sosial
seseorang dalam soal kewajiban membayar pajak sekalipun itu
adalah seorang presiden dan pengusaha terbukti dari pendapatan
Negara dari sektor pajak meningkat mencapai 19 Trilliun dari target
semula yang mencapai hanya 9 Trilliun.
KASUS 1

Lokus : Lingkungan Penerapan


Bidang Lingkungan Masyarakat
Kesehatan 1. Setiap peserta difabel mempunyai hak yang
sama untuk menerima setiap layanan yang
ada di fasilitas kesehatan.
2. Tersedianya akses area prioritas untuk
pasien/klien yang difabel untuk mendapatkan
pelayanan (kemudahan mendapatkan
pelayanan misalnya memberikan akses
khusus untuk difabel)
3. Petugas kesehatan di Fasilitas kesehatan tidak
membeda-bedakan setiap pasien, tetap ramah
dan mengedepankan pelayanan yang prima
yang sesuai dengan SPM
4. Adanya Inovasi pelayanan dengan
mendatangi penyandang difabel ke rumah-
rumahnya atau disebut outreach tujuannya
untuk lebih melindungi hak asasi mereka.
5. Melaksanakan Promosi Kesehatan
6. Melaksanakan Perawatan Kesehatan
7. Melaksanakan Rehabilitas dan pemberian alat
Bantu terhadap kaum difabel.
KASUS 2

Lokasi Jenis Pedagang Perilaku Tindakan Integritas yang


Penerbitan Pedagang Aparat di perlukan
Jalan Merdeka, 1. Pedagang Ikat Perilaku para Tindakan yang 1. Bertindak secara
dilakukan aparat terhormat dan
Jalan Pinggang pedagang merasa benar.
Kepatihan, 2. Pedagang tidak bersalah, dalam kasus ini Seseorang yang
bahwa telah sesuai memiliki
Jalan Dalem Jambu bol memanfaatkan integritas yang
dengan SOP tinggi tentunya
Kaum, dan 3. Pedagang Roti lengahnya aparat memiliki
(Standar
Kawasan 4. Pedagang dengan nekat kemampuan
Operasional untuk bertindak
Masjid Agung Asongan berjualan terhormat dan
Prosedur) dimana
benar. Namun,
Kota Bandung. sembunyi- para aparat posisi atau
sembunyi dan sebelum kedudukan yang
terhormat tidak
merasa tidak tahu melakukan selalu diikuti
dengan aturan tindakan penertiban dengan perilaku
yang benar.
yang sudah di telah dilakukan 2. Terus

tetapkan dan sosialisasi dengan membangun dan


menjaga
disosialisikan memasang spanduk reputasi baik.
dilokasi zona Hal ini penting
karena setiap
merah agar pegang orang selalu
mengetahui aturan berharap
memiliki
yang telah reputasi yang
ditetapkan baik dalam
lingkungan
pemerintah kota sosialnya.
bandung. Namun,
membangun
reputasi yang
baik tidaklah
mudah, biasanya
harus melalui
dengan kerja
keras yang
terus-menerus.
KASUS 3
INOVASI MEMBANGUN SEKTOR PENDIDIKAN
1. Masalah pendidikan di Kabupaten Bantaeng
a. Terkendalanya akselerasi peningkatan mutu pendidikan karena kebijakan guru kelas
yang tidak mengarah pada pengelolaan proses belajar mengajar yang professional dan
beban guru kelas yang terlalu berat.
b. Mutu tenaga edukasi dan kepala sekolah yang masih rendah.
c. Rendahnya tingkat kesehatan, belum tuntasnya penanganan anak-anak yang berasal
dari orang tua miskin untuk mendapatkan pelayanan pendidikan, sebab masih
banyaknya anak-anak yang tidak berakte kelahiran sehingga penerimaan siswa
terkendala (APM tidak meningkat).
d. Good governance yang belum terimplementasi dengan baik.

2. Strategi pelaksanaan program


a. Menjaring permasalahan, membuat skala prioritas, memvalidasi data, merumuskan
kebijakan program dan kegiatan.
b. Melakukan sosialisasi sekaligus menentukan mitra kerja dalam penyelesaian masalah.

3. Hasil yang dicapai


a. APM/APK meningkat rata-rata 8,7% per tahun.
b. Putus sekolah dapat ditekan 10% per tahun.
c. Siswa dapat menerima dengan baik sistem pengajaran dengan cara MBS dan
mengaplikasikannya namun masih perlu pemahaman dan pengimplementasiannya.
d. Kekurangan guru dapat teratasi hingga mencapai perbandingan guru dan siswa 1:21.

4. Manfaat program
a. Kerjasama yang erat dengan seluruh stakeholder untuk dilibatkan dalam proses
pengambilan keputusan.
b. Dengan menerapkan MBS, dukungan masyarakat terhadap pendidikan semakin
meningkat.
c. Adanya komitmen pada pendidikan, Kabupaten Bantaeng telah menjadi contoh dalam
proses belajar-mengajar.

5. Dampak program
Terwujudnya pendidikan yang berkualitas dan bermutu di Pemkab Bantaeng sesuai dengan
visi dan misi yang maju, mandiri berlandaskan iman dan taqwa.

6. Langkah-langkah terobosan (Inovasi)


a. Mewujudkan Good Governance dengan baik.
b. Tetap meningkatkan mutu SDM melalui pelatihan-pelatihan atau seminar sehingga
kompetensi SDM dapat meningkat.