BUKU PRAKTIS INSPEKTOR / OPERATOR
DEPARTEMEN QUALITY CONTROL
Disusun oleh :
( KASIE QC )
PT. SPINDO, Tbk
Unit 2
2017
VISI PT. SPINDO, Tbk.
“Menjadi perusahaan industri pipa baja
terpercaya, terbesar, dan terlengkap di
dunia.”
MISI PT. SPINDO, Tbk.
“Menyediakan produk pipa baja dan
solusinya untuk meningkatkan mutu
kehidupan masyarakat.”
NILAI PT. SPINDO, Tbk.
Kredo 7K = E berarti mengutamakan 7
perilaku budaya perusahaan antara lain
Kejujuran, Kepedulian, Kedisiplinan,
Kekompakan, Komunikasi, Kecepatan,
dan Kreatifitas untuk mencapai Efisiensi
biaya.
Departemen Quality Control P a g e |1
DAFTAR ISI
I. Pengetahuan Produk
II.Standar Pipa Unit 2
III.
Alat Ukur QC
IV.Proses Kontrol
1. ERW & SS
2. End Facing
3. Hydrotest
4. Buffing
5. Annealing
6. Straightening (Pelurus)
7. Threading (Drad/ulir)
8. Loading
9. Tiang
10. Varnish
11. Eddy Current
V. Lampiran
Departemen Quality Control P a g e |2
I. PENGETAHUAN PRODUK
Produk yang dihasilkan unit 2 antara
lain :
1. Pipa Stainless Steel :
- SS Industri
- SS Ornamen
- SS Ornamen Pikling (Khusus)
2. Pipa ERW :
- Pipa Perabot
- Pipa Kontruksi
- Pipa Hitam
- Pipa Air
3. Tiang Baja :
- Tiang Listrik
- Tiang Telepon
- Tiang PJU (Penerangan Jalan
Umum)
Departemen Quality Control P a g e |3
II. STANDAR PIPA UNIT 2
1. Pipa SS
a. SS Industri
JIS G3459
ASTM A312
SNI 07-2658-1992
b. SS Ornamen
JIS G3446
ASTM A554
c. Ornamen Pikling
Standar pabrik
2. Pipa ERW
a. Pipa Perabot
JIS G3444
b. Pipa Konstruksi
SNI 0068: 2007
Departemen Quality Control P a g e |4
c. Pipa Hitam dan Pipa Air
Standar pabrik
SNI 0039:2013
ASTM A53:2012
3. Tiang Baja
a. Tiang Listrik
SPLN D3.019-1:2012
b. Tiang Telepon
STEL L-003 2016
c. Tiang PJU
Order customer
Departemen Quality Control P a g e |5
III. ALAT UKUR QC
Adapun alat ukur yang umum
digunakan inspektor QC dan operator
hydrotest di PT Spindo, Tbk. Unit 2
adalah :
1. Vernier caliper / sketmat (diameter)
2. Dial caliper (ketebalan)
3. Roll meter (panjang)
4. Penggaris siku
5. Bevel protactor
6. Go no go / mal EFC (sudut EFC)
7. Pressure gauge (tekanan hydrotest)
8. Positest (ketebalan lapisan
varnis)
9. Fuller gauge (kemluntiran pipa
kotak)
10. Socket (drat)
11. Timbangan (berat)
Departemen Quality Control P a g e |6
IV. PROSES KONTROL
1. ERW dan SS
A. Alat Ukur :
1) Vernier caliper
2) Dial caliper
3) Roll meter
4) Micrometer
5) Benang
B. Tata cara :
1) Baca order produksi, meliputi
diameter, selisih diameter, lebar
strip, tebal, panjang, jumlah,
dan syarat pengujian yang
diminta. (Tabel kelas Pipa dan
Departemen Quality Control P a g e |7
diameter terlampir untuk pipa
ERW dan SS)
2) Kontrol sebelum produksi,
meliputi pengecekan antara
kesesuaian ORDER PPIC dengan
lebar, tebal, dan spek dari strip.
3) Kontrol proses produksi,
meliputi pengecekan diameter,
selisih diameter, (termasuk
kehalusan dan kebulatan),
panjang, kelurusan, permukaan
las / kehalusan pahat.
4) Kontrol hasil produksi, meliputi
inside bead, hasil potongan,
kesikuan dan kemeluntiran
(khusus pipa kotak).
Departemen Quality Control P a g e |8
5) Pengujian, meliputi tes
flattening, flaring, eddy current,
dan bending.
6) Mencatat hasil pengontrolan
pada form yang sudah tersedia.
C. Kriteria Penerimaan :
1) Untuk KETEBALAN, memenuhi
syarat apabila teloransi tebal
strip ( ± 5 % ) dari tebal strip.
2) Untuk KEBULATAN, pipa
memenuhi syarat apabila
toleransi diameter luarnya 0.3
mm (untuk OD < 30 mm), atau
1% (untuk OD ≥ 30 mm), atau
sesuai persyaratan yang
ditentukan.
Departemen Quality Control P a g e |9
3) Untuk KELURUSAN, pipa
memenuhi syarat apabila
penyimpangan terjauh dari
badan pipa tidak lebih dari 1 mm
per- 1 meter-nya atau sesuai
persyaratan yang ditentukan
1/1000 dari panjang.
4) HASIL LAS harus halus dan kuat.
5) BADAN PIPA tidak penyok lebih
dari ¼" (6.35 mm) bila diukur
sebagai jarak antara titik
terdalam dari bagian yang
penyok dari permukaan asli
pipa, panjang penyokan ini ke
segala arah tidak boleh dari
setengah kali diameter pipa,
Semua penyokan yang
terbentuk dalam keadaan
Departemen Quality Control P a g e | 10
dingin, dalamnya tidak boleh
melebihi dari 1/8 inchi (3,18
mm).
6) Panjang pipa harus pada batas
toleransi – 0 mm + 25 mm, atau
sesuai persyaratan yang
ditentukan.
D. Disposisi :
1) Untuk pipa yang tidak sesuai
standar, pipa tersebut di-down
grade sesuai dengan kriteria
masing–masing down grade,
dan diberi label khusus sesuai
dengan grade-nya, kemudian
dibuatkan NCR dalam laporan
hasil kontrolnya.
Departemen Quality Control P a g e | 11
2) Untuk pipa GRADE A, adalah
semua pipa hasil produksi yang
sesuai dengan persyaratan dan
lulus uji.
3) Untuk pipa GRADE B, adalah
semua pipa hasil produksi yang
tidak masuk toleransi dan
sifatnya tidak dapat di-repair.
Contoh :
Diameter terlalu besar / kecil,
pipa kurang panjang / pendek,
coil break, flex (khusus pipa
putih), selisih diameter melebihi
toleransi kebulatan, ngeris,
grenjel, beret parah, dll.
Departemen Quality Control P a g e | 12
Note :
Khusus untuk pipa SS, klasifikasi
grade B sebagai berikut :
B1 : Cacat Flapwheel
B2 : Cacat Las
B3 : Pesok
B4 : Gosong
B5 : Cacat Roll Mark
B6 : Kurang panjang ( – 25 mm)
B7 : Cacat Inside Bead
4) Untuk pipa GRADE C, adalah
semua pipa hasil produksi yang
tidak masuk toleransi namun
sifatnya dapat di-repair.
Contoh :
Pahat kasar ringan / las
bertumpuk, bengkok ringan,
beret ringan, dll.
Departemen Quality Control P a g e | 13
5) Untuk pipa REJECT, adalah
semua pipa hasil produksi yang
tidak masuk toleransi dan
sifatnya rusak parah.
Contoh :
Sambungan pipa / strip, las
pecah, bengkok parah, strip /
pipa keropos, pipa hasil setting
awal jalan.
Note : Untuk pipa SS, jika las
pipa lubang, langsung
masuk “REJECT” (tanpa
proses repair)
Departemen Quality Control P a g e | 14
2. ENDFACING
A. Alat Ukur :
1) Go no go (mal EFC)
2) Bevel protactor (busur derajat
dengan lengan ukur)
3) Roll meter
B. Tahapan Kontrol :
1) Cek order produksi yang
diturunkan oleh PPIC
2) Cek panjang awal pipa sebelum
EFC
3) Cek kehalusan, kerataan, dan
sudut hasil EFC
4) Cek panjang pipa setelah EFC
(tidak boleh kurang dari panjang
order)
Departemen Quality Control P a g e | 15
C. Kriteria Penerimaan :
1) Hasil EFC harus bebas dari
“gram” bekas potongan pipa.
Bila masih kasar harus dikikir.
2) Untuk pipa kelas Medium ke
bawah, bentuk EFC adalah plain
end (rata dengan sudut 90°)
3) Untuk pipa SCH 40 / export,
bentuk EFC adalah bevel end
(kemiringan ujung 30° s/d 35°).
Lebar root face / sisi lurus / sisi
tegak adalah 0,5 mm s/d 2 mm.
D. Disposisi :
1) Pipa-pipa dengan pahatan ujung
yang tidak rata / tidak halus
harus disendirikan / dipisahkan
dari produk yang sesuai standar.
Departemen Quality Control P a g e | 16
2) Apabila memungkinkan maka
pipa-pipa tersebut pada poin (a)
harus segera diproses ulang /
EFC ulang.
3) Pipa-pipa yang pecah / rusak
ujungnya harus disendirikan /
dipisahkan dari produk yang
baik. Bila masih memungkinkan
untuk dipotong ujungnya, maka
pipa tersebut di-down grade
pendek dan diberi label HIJAU,
panjang ditulis sesuai keadaan
panjang pipa.
4) Pipa pecah / rusak tidak dapat
diproses ulang dimasukkan
dalam kategori “REJECT” dan
diberi status.
Departemen Quality Control P a g e | 17
3. HYDROTEST
A. Alat Ukur :
1) Pressure gauge
2) Dial caliper
3) Roll meter
B. Tahapan Kontrol :
1) Cek order dari PPIC (untuk
prioritas pengerjaan hydrotest).
2) Cek kesesuaian label history
card dengan panjang, tebal,
diameter, dan jumlah pipa
bahan hydrotest.
3) Setting besar tekanan dan
panjang pada mesin hydrotest
sesuai dengan standar pipa
pengujian. (Terlampir)
Departemen Quality Control P a g e | 18
4) Mencatat hasil hydrotest
beserta downtime pada form
yang sudah tersedia.
C. Kriteria Penerimaan :
1) Untuk pipa ERW kelas BSA
tekanannya adalah 30 kg/cm²,
medium tekanannya adalah 50
kg/cm².
2) Untuk pipa selain kelas di atas,
tekanannya sesuai dengan
standar ERW dan SS yang telah
ditentukan.
(Lihat Tabel Tekanan
Hydrostatic pipa ERW dan SS
pada lembar Lampiran)
Departemen Quality Control P a g e | 19
D. Disposisi :
1) Untuk pipa hitam ERW bocor
ditandai dengan spidol putih
pada titik kebocorannya dan
hasilnya disendirikan serta
diberi cat kuning pada ujung
pipa / down grade C, untuk
selanjutnya diproses repair.
2) Untuk pipa pecah disendirikan
dengan status REJECT (ujung
pipa dicat merah).
3) Khusus pipa hitam ERW
diameter luar ½” - 2” jika
ditemukan kebocoran maka
statusnya langsung masuk
“REJECT“ (tanpa proses repair).
Departemen Quality Control P a g e | 20
4) Sedangkan untuk pipa SS semua
diameter jika ditemukan
kebocoran langsung masuk
“REJECT” (tanpa proses repair).
5) Untuk pipa bahan Hydrotes hasil
dari 2 kali / repair dan masih
ditemukan kebocoran lagi maka
statusnya langsung masuk
“REJECT“ (ujung pipa dicat
kuning).
Departemen Quality Control P a g e | 21
4. BUFFING
A. Alat Ukur :
1) Dial caliper
2) Roll meter
3) Vernier caliper
B. Tahapan Kontrol :
1) Cek order produksi yang
diturunkan PPIC
2) Periksa pipa yang akan diproses
buffing tidak cacat
3) Cek spesifikasi pipa bahan
sesuai diameter, tebal, dan
panjang
4) Cek visual pipa hasil proses
buffing
Departemen Quality Control P a g e | 22
C. Kriteria Penerimaan :
1) Pipa mengkilat, halus, dan lurus.
2) Pipa las-an baik, tidak ada bintik-
bintik (cacat las)
3) Pipa tidak cacat flapwheel.
D. Disposisi :
1) Hasil dari pipa proses buffing yang
cacat seperti cacat flapwheel,
beret spiral, pesok disendirikan
dan ditandai grade B pada stiker
QC Passed.
2) Pipa hasil buffing las-an pecah
atau bolong dimasukkan ke status
“REJECT”
Departemen Quality Control P a g e | 23
5. ANNEALING
(Perlakuan Panas)
A. Alat Ukur :
1) Dial caliper
2) Roll meter
3) Vernier caliper
B. Tahapan Kontrol :
1) Cek order produksi yang
diturunkan PPIC
2) Cek pipa bahan dan
spesifikasi sesuai diameter,
tebal, dan panjang
3) Cek temperatur mesin
annealing
4) Cek visual pipa hasil proses
annealing
Departemen Quality Control P a g e | 24
C. Kriteria Penerimaan :
1) Pipa tidak gosong, melepuh.
2) Temperatur panas minimal
1010 – 1040 °C.
D. Disposisi :
Hasil dari pipa proses annealing
yang cacat seperti cacat visual
gosong, melepuh, bengkok, dan
lain-lain disendirikan dan masuk
grade B.
Departemen Quality Control P a g e | 25
6. STRAIGHTENING
(Pelurus)
A. Alat Bantu :
1) Roll meter
2) Vernier caliper
B. Tahapan Kontrol :
Cek kesesuaian label history card
dengan panjang, tebal, diameter,
dan jumlah pipa, serta order
produksi.
C. Kriteria Penerimaan :
1) SNI = 0,3 % X panjang (mm)
2) ASTM = 1/8 X ( L/5 ) ( feet ) atau
1,9 /1000 ( mm )
3) SPINDO = 1/1000 (mm)
Departemen Quality Control P a g e | 26
D. Disposisi :
1) Pipa hasil pelurus yang cacat roll
mark, harus disendirikan /
dipisahkan dari hasil yang baik
yang sesuai standar.
2) Pipa hasil pelurus yang
mengalami penyusutan panjang
/ menjadi pendek, harus
disendirikan dan diberi label
khusus (ditulis panjang
aktualnya)
3) Apabila memungkinkan maka
pipa-pipa tersebut harus segera
diproses ulang / repair.
4) Pipa-pipa yang tidak dapat
diproses ulang dimasukkan
dalam kategori “Reject” dan
diberi status.
Departemen Quality Control P a g e | 27
7. THREADING
(Drat)
A. Alat Bantu :
1) Socket & ring gauge
2) Dial caliper
3) Rol meter
4) Bevel protactor ( busur derajat )
B. Tahapan Kontrol :
1) Cek kesesuaian label history
card dengan panjang, tebal,
diameter, dan jumlah pipa.
2) Pemeriksaan ulir hasil drat
harus halus / tidak rompal, tidak
gosong, tidak bergelombang,
tidak numpuk, panjang ulir juga
harus sesuai standar dan socket
Departemen Quality Control P a g e | 28
(pipa lokal) / ring gauge (pipa
export) dapat masuk ke ulir pipa
sesuai standar panjang ulir
masuk pula.
3) Mencatat hasil drat pada form
yang sudah tersedia.
C. Kriteria Penerimaan :
1) Untuk pipa kelas SNI ke bawah,
menggunakan standar BS21 :
1973
2) Untuk pipa SCH 40 / export,
menggunakan standar ANSI
B1.20.1
3) Standar / tabel penguliran dapat
dilihat pada lembar lampiran
Tabel Standar Threading.
Departemen Quality Control P a g e | 29
D. Disposisi :
1) Pipa hasil penguliran yang tidak
rata, bergelombang, gosong,
termakan sebelah / tidak rata,
ulir bertumpuk / double, harus
disendirikan / dipisahkan dari
produk yang sesuai standar.
2) Apabila memungkinkan maka
pipa-pipa tersebut harus segera
diproses ulang.
3) Pipa-pipa yang pecah / rusak
ujung harus disendirikan /
dipisahkan dari hasil yang baik.
(Bila memungkinkan untuk
dipotong ujungnya tetapi
menjadi kependekan dan dapat
di-drat ulang, maka pipa
tersebut di-“DOWN GRADE”
Departemen Quality Control P a g e | 30
pendek dan diberi label khusus,
panjang di tulis sesuai keadaan
pipa).
4) Pipa pecah / rusak yang tidak
dapat diproses ulang masuk
dalam kategori “REJECT” dan
diberi status.
Departemen Quality Control P a g e | 31
8. LOADING
A. Alat Bantu :
1) Vernier caliper
2) Dial caliper
3) Roll meter
B. Tahapan Kontrol :
1) Cek ORDER MUAT (Jenis pipa,
diameter, tebal, panjang,
jumlah, customer)
2) Memastikan kualitas dan
kesesuaian history card dengan
panjang, tebal, diameter, dan
jumlah pipa yang akan dimuat.
3) Memastikan tata cara
pemuatan pipa harus sesuai
persyaratan yang ada.
Departemen Quality Control P a g e | 32
4) Mencatat hasil muat pada form
yang sudah tersedia.
C. Kriteria Penerimaan :
1) Pipa-pipa yang diangkut dengan
truk engkel / tronton maupun
truk gandeng, pemuatan
maksimum setinggi bak truk.
2) Pipa / tiang besi yang dimuat
dalam posisi miring, ketinggian
maksimum 1 (satu) meter atau
total muatan adalah 5 Ton dan
tidak melebihi panjang bak
truck.
3) Tata penumpukan pipa di atas
bak truck bila terdapat
bermacam - macam jenis pipa ,
Departemen Quality Control P a g e | 33
maka urutan penumpukan pipa
dengan RUMUS : Ø / t
Pipa dengan hasil pembagian
diameter dibagi tebal paling
kecil maka diletakkan paling
bawah
CONTOH :
Ada dua jenis pipa yang akan dimuat
pada truk yaitu
PA Ø 3” X 3.60 X 6000 = 3 bendel
PH Ø 2-1/2” X 4.80 X 6000 = 6 bendel
Hitung indeks OD/T tiap jenis pipa:
- D/T = 88.1 / 3.60 = 24.47
- D/T = 73 / 4.80 = 15.21
Maka urutan penumpukan pipa dengan
susunan paling bawah berturut-turut
sampai teratas yaitu :
1. PH Ø 2-1/2” X 4.80 X 6000 = 6 bendel
2. PA Ø 3” X 3.60 X 6000 = 3 bendel
Departemen Quality Control P a g e | 34
D. Disposisi :
Jika hasil pemuatan pipa/tiang besi
dan cara-cara pemuatannya tidak
memenuhi kriteria penerimaan
diatas, Inspektor harus memberikan
informasi kepada Kasi Warehouse
untuk memisahkan pipa / tiang besi
yang tidak memenuhi syarat muat
dan mengganti dengan pipa / tiang
besi yang memenuhi persyaratan
untuk dimuat serta mengubah cara
pemuatannya dengan benar.
Departemen Quality Control P a g e | 35
9. TIANG
A. Alat Bantu :
1) Vernier caliper
2) Dial caliper
3) Roll meter
4) Benang
5) Waterpass
B. Tahapan Kontrol :
1) Cek order muat dan produksi
baik dimensi spesifikasi atau
harga.
2) Mengukur diameter luar pipa
pada setiap segmen.
3) Mengukur kelurusan pipa per
segmen dan panjang total tiang.
Departemen Quality Control P a g e | 36
4) Mengukur panjang pipa per
segmen dan panjang total tiang.
5) Cek visual kelengkapan aksesoris
seperti : sleeve, tutup tiang, dll.
6) Cek visual tiap sambungan las.
7) Cek visual dan dimensi sebanyak
2% dari satu jenis pipa.
8) Menguji bending tiang sebanyak
2% dari jumlah tiang.
9) Mencatat hasil pada form
laporan
C. Kriteria Penerimaan :
1) Tidak ada cacat secara visual
yang merugikan pemakaian
seperti pesok, belang, cat
ngelupas.
Departemen Quality Control P a g e | 37
2) Dimensi sesuai persyaratan
seperti kelurusan (maks 2% dari
panjang total), OD, tebal,
panjang, dll.
D. Disposisi :
1) Tiang besi yang ketebalan lapisan
catnya tidak sesuai harus
disendirikan / dipisahkan dari
produk yang sesuai.
2) Dilakukan pelapisan ulang hingga
ketebalan lapisan cat meni pada
tiang besi memenuhi persyaratan
yang telah ditentukan.
3) Untuk permukaan tiang yang
belum terkena cat meni dilakukan
pengecatan ulang.
Departemen Quality Control P a g e | 38
10. VARNISH
A. Alat Bantu :
1) Vernier caliper
2) Dial caliper
3) Roll meter
4) Positest atau Elcometer
B. Tahapan Kontrol :
1) Periksa setiap pipa secara visual
terhadap kemungkinan adanya
cacat atau terbebas dari
kontaminasi yang dapat
mempengaruhi mutu lapisan
varnish pada pipa.
2) Memeriksa permukaan bagian
luar pipa yang telah dilapisi
varnish, apakah mengandung
cacat-cacat antara lain : belang
Departemen Quality Control P a g e | 39
(ada bagian permukaan pipa
yang tidak terlapisi varnish),
pelapisan varnish tidak rata, dan
sebagainya.
3) Pemeriksaan ketebalan lapisan
dengan alat ukur yang ada
minimum dilakukan pada 3 (tiga)
titik dalam satu batang, yaitu di
kedua ujung tiang besi atau pipa
dan di bagian tengah dari
panjang tiang besi atau pipa.
4) Pemeriksaan dan pengujian
dilakukan minimum sebanyak
2% dari jumlah per spesifikasi
produk pipa.
5) Melakukan pemeriksaan daya
rekat lapisan varnish pada pipa
Departemen Quality Control P a g e | 40
(minimal satu kali dalam satu
shift) dengan cara :
Gores permukaan lapisan
varnish sampai base metal
dengan sudut 45° (sesuai
gb.1)
Gambar 1
Tempelkan isolasi bening
sepanjang permukaan pipa
yang digores
Tarik isolasi dengan gerakan
cepat dan tiba-tiba
Hasil pengujian harus
memenuhi kriteria
penerimaan
Departemen Quality Control P a g e | 41
6) Mencatat hasil pemeriksaan
lapisan cat pada tiang besi dalam
Form Laporan.
C. Kriteria Penerimaan :
1. Apabila hasil pemeriksaan
memenuhi persyaratan yang
berlaku, lot produksi tersebut
dinyatakan lulus uji.
2. Apabila sebagian persyaratan
tidak dipenuhi, maka dapat
dilakukan pemeriksaan ulang
dengan mengambil jumlah
sampling sebanyak 2 kali jumlah
sampling awal (jika jumlah
sampling awal 2%, maka diambil
4%).
3. Jika pada pemeriksaan ulang
semua persyaratan dipenuhi,
Departemen Quality Control P a g e | 42
maka lot produksi dinyatakan
lulus uji
4. Jika pada pemeriksaan ulang
semua persyaratan tidak
dipenuhi, maka lot produksi
dinyatakan tidak lulus uji.
D. Disposisi :
1. Pipa yang ketebalan lapisan
varnishnya tidak sesuai harus
disendirikan dan dilakukan
pelapisan ulang hingga
ketebalan lapisan varnish pada
pipa memenuhi persyaratan
yang telah ditentukan.
2. Untuk permukaan pipa yang
belum terkena varnish dilakukan
pelapisan ulang.
Departemen Quality Control P a g e | 43
11. EDDY CURRENT
A. Alat Bantu :
1) Pipa kalibrator
2) Mesin Eddy Current
3) Spray / Pylox
B. Tahapan Kontrol :
1) Cek ORDER Produksi Mill (Jenis
pipa, diameter, tebal, panjang,
jumlah).
2) Cek probe dan parameter Eddy
Current, kalibrasikan dengan pipa
yang diproduksi.
3) Cek spray / pylox agar tidak habis
dan macet.
4) Mencatat hasil muat pada form
yang sudah tersedia.
Departemen Quality Control P a g e | 44
C. Standar :
1) Parameter Eddy Current
sesuaikan dengan SOP yang ada,
jika kurang sensitif dapat
menaikkan Gain S1 dan
memperkecil Alarm Thresold.
2) Spray dari mesin Eddy current
dikatakan berfungsi dengan baik
jika pipa produksi mengalami
diskontinuitas dan alarm Eddy
Current berbunyi seiring dengan
pipa tersebut terkena semprot cat
putih dari spray.
Departemen Quality Control P a g e | 45
D. Disposisi :
1) Pipa grade A : dinyatakan lolos
terhadap uji Eddy current / Tidak
tersemprot spray.
2) Pipa grade C : dinyatakan jika tidak
lolos / spray tersemprot sepanjang
body pipa, pipa disendirikan.
3) Pipa grade C : untuk setiap
sambungan strip, 2 pipa sebelum
dan sesudah dicat kuning
Note :
Pipa grade C (ketentuan diatas) bisa
berubah menjadi grade A apabila
lolos uji Hydrotest dan dibersihkan
bekas spray / cat kuning.
Departemen Quality Control P a g e | 46
LAMPIRAN
Tabel Tekanan Hydrotest ERW
Departemen Quality Control P a g e | 47
Tabel Tekanan Hydrotest SS
NPS Tekanan Hydrotest STAINLESS STEEL (Bar)
SCH 10 SCH 20 SCH 40
Ø JIS G3459 ASTM A312 JIS G3459 ASTM A312 JIS G3459 ASTM A312
3/8 20 197 35 60 276
1/2 20 202 35 60 267
3/4 20 161 35 60 220
1 20 170 35 60 208
1-1/4 20 135 35 Tidak 60 173
1-1/2 20 118 35 ditentukan 60 156
2 20 95 35 60 133
2-1/2 20 86 35 60 145
3 20 70 35 60 127
4 20 55 35 60 108
Departemen Quality Control P a g e | 48
Tabel Diameter dan Kode Dimensi SAP
Departemen Quality Control P a g e | 49
Departemen Quality Control P a g e | 50
Departemen Quality Control P a g e | 51
Departemen Quality Control P a g e | 52
Departemen Quality Control P a g e | 53
Departemen Quality Control P a g e | 54
Departemen Quality Control P a g e | 55
Departemen Quality Control P a g e | 56
Departemen Quality Control P a g e | 57
Departemen Quality Control P a g e | 58
Departemen Quality Control P a g e | 59
Departemen Quality Control P a g e | 60
Departemen Quality Control P a g e | 61
Departemen Quality Control P a g e | 62
Departemen Quality Control P a g e | 63
TABEL STANDAR THREADING
Departemen Quality Control P a g e | 64
Departemen Quality Control P a g e | 65
STANDAR MARKING
1. Standar marking SS Industry :
a. Marking 3 : (JIS/SNI/ASTM)
Untuk sch 10 & 40 kecuali Ø 2½”
b. Marking 2 : (JIS/SNI)
Untuk sch 20
c. Khusus Ø 2½” :
76.3 mm : (JIS/SNI)
73.0 mm : (ASTM)
d. Ornament pikling :
Merk - Grade - OD - tebal – panjang
Contoh :
SPINDO / SUS 304 36.0 X 1.5 X 3050 MM
2. Untuk marking pipa air SNI 0039 harus
digelangi seperti tipis/LGH (coklat),
medium (biru), dan tebal/HVY (merah)
termasuk juga order marking Pipa
SPIRAL SNI
Departemen Quality Control P a g e | 66
Warna isolasi untuk tanda kelas pipa SS
Industry sbb:
1. Kuning : SCH 10
2. Merah : SCH 20
3. Biru : SCH 40
STANDAR PACKING HEXAGONAL
Departemen Quality Control P a g e | 67
Tabel Warna Isolasi Pipa Stainless
Steel Ornament
Berdasarkan Tebal Pipa
No Warna Isolasi Tebal
1 Hijau 0,75 mm
2 Putih 0,85 mm
3 Kertas 0,9mm
4 Hitam 0,95 mm
5 Tanpa Isolasi 1,0 mm
6 Merah 1,2 mm
7 Kuning 1,5 mm
8 Biru 2,0 mm
9 Biru-Kuning 0,80 mm
Departemen Quality Control P a g e | 68
Departemen Quality Control P a g e | 69
PIPA PERABOT
DIA ( Inchi ) DIA ( mm ) kode SAP
9,5 AGA
10 AGF
1/2" 12,7 AIA
14 AIN
15,6 AJN
5/8" 15,9 AKA
17,3 AKO
3/4" 19,1 AMA
20,5 AM O
7/8" 22,2 AOA
25 APM
25,2 APO
1" 25,4 BAA
1 1/8" 28,6 BCA
1 1/4" 31,8 BEA
1 3/8" 34,9 BGA
35 BGB
1 1/2" 38,1 BIA
1 5/8" 41,3 BKA
42,7 BKO
1 3/4" 44,5 BM A
1 7/8" 47,6 BOA
2" 50,8 CAA
2 1/4" 57,2 CEA
60,5 CGD
2 1/2" 63,5 CIA
Departemen Quality Control P a g e | 70
SCH-10
JIS G 3459
Standard
NPS
OD SCH-10
Designatios
Min Nom Max Min Nom Max
3/8 17 17.3 17.6 1.45 1.65 1.85
1/2 21.4 21.7 22 1.89 2.1 2.31
3/4 26.9 27.2 27.5 1.89 2.1 2.31
1 33.7 34 34.3 2.52 2.8 3.08
1-1/4 42.3 42.7 43.1 2.52 2.8 3.08
1-1/2 48.1 48.6 49.1 2.52 2.8 3.08
2 59.9 60.5 61.1 2.52 2.8 3.08
2-1/2 75.5 76.3 77.1 2.7 3 3.3
3 88.2 89.1 90.0 2.7 3 3.3
4 113.2 114.3 115.4 2.7 3 3.3
Departemen Quality Control P a g e | 71
SCH-10
ASTM A 312
Standard
NPS
OD SCH-10
Designatios
Min Nom Max Min Nom Max Min
3/8 16.35 17.15 17.55 1.44 1.65 1.98
1/2 20.54 21.34 21.74 1.85 2.11 2.532 1.90
3/4 25.87 26.67 27.07 1.85 2.11 2.532 1.90
1 32.60 33.4 33.80 2.42 2.77 3.324 2.55
1-1/4 41.36 42.16 42.56 2.42 2.77 3.324 2.55
1-1/2 47.46 48.26 48.66 2.42 2.77 3.324 2.55
2 59.53 60.33 61.13 2.42 2.77 3.324 2.55
2-1/2 72.23 73.03 73.83 2.67 3.05 3.66 2.75
3 88.10 88.9 89.70 2.67 3.05 3.736 2.75
4 113.50 114.3 115.1 2.67 3.05 3.736 2.75
Departemen Quality Control P a g e | 72
Tebal pipa SS Industry SCH-10
SCH-10
SPINDO
BARU
NPS
SCH-10
Designatios
Min Nom Max
3/8
1/2 1.90 1.95 2.0
3/4 1.90 1.95 2.0
1 2.55 2.6 2.7
1-1/4 2.55 2.6 2.7
1-1/2 2.55 2.6 2.7
2 2.55 2.6 2.7
2-1/2 2.75 2.8 2.9
3 2.75 2.8 2.9
4 2.75 2.8 2.9
Departemen Quality Control P a g e | 73
SCH-20
JI S G 3459
Standard
NPS
OD SCH-20
Designatios
Min Nom Max Min Nom Max
3/8 17 17.3 17.6 1.8 2 2.2
1/2 21.4 21.7 22 2.25 2.5 2.75
3/4 26.9 27.2 27.5 2.25 2.5 2.75
1 33.7 34 34.3 2.7 3 3.3
1-1/4 42.3 42.7 43.1 2.7 3 3.3
1-1/2 48.1 48.6 49.1 2.7 3 3.3
2 59.9 60.5 61.1 3.15 3.5 3.85
2-1/2 75.5 76.3 77.1 3.15 3.5 3.85
3 88.2 89.1 90.0 3.6 4 4.4
4 113.2 114.3 115.4 3.6 4 4.4
Departemen Quality Control P a g e | 74
Tebal pipa SS Industry SCH-20
SCH-20
SPINDO
BARU
NPS
SCH 20
Designatios
Min Nom Max
3/8
1/2 2.3 2.35 2.4
3/4 2.3 2.35 2.4
1 2.75 2.8 2.9
1-1/4 2.75 2.8 2.9
1-1/2 2.75 2.8 2.9
2 3.25 3.3 3.4
2-1/2 3.25 3.3 3.4
3 3.65 3.7 3.8
4 3.65 3.7 3.8
Departemen Quality Control P a g e | 75
SCH-40
JI S G 3459
Standard
NPS
OD SCH-40
Designatios
Min Nom Max Min Nom Max
3/8 17 17.3 17.6 2.1 2.3 2.5
1/2 21.4 21.7 22 2.52 2.8 3.08
3/4 26.9 27.2 27.5 2.61 2.9 3.19
1 33.7 34 34.3 3.06 3.4 3.74
1-1/4 42.3 42.7 43.1 3.24 3.6 3.96
1-1/2 48.1 48.6 49.1 3.33 3.7 4.07
2 59.9 60.5 61.1 3.51 3.9 4.29
2-1/2 75.5 76.3 77.1 4.68 5.2 5.72
3 88.2 89.1 90.0 4.95 5.5 6.05
4 113.2 114.3 115.4 5.4 6 6.6
Departemen Quality Control P a g e | 76
SCH-40
ASTM A 312
Standard
NPS
OD SCH-40
Designatios
Min Nom Max Min Nom Max
3/8 16.35 17.15 17.55 2.02 2.31 2.772
1/2 20.54 21.34 21.74 2.49 2.77 3.324
3/4 25.87 26.67 27.07 2.58 2.87 3.444
1 32.60 33.4 33.80 2.96 3.38 4.056
1-1/4 41.36 42.16 42.56 3.12 3.56 4.272
1-1/2 47.46 48.26 48.66 3.22 3.68 4.416
2 59.53 60.33 61.13 3.42 3.91 4.692
2-1/2 72.23 73.03 73.83 4.52 5.16 6.192
3 88.10 88.9 89.70 4.80 5.49 6.725
4 113.50 114.3 115.1 5.27 6.02 7.37
Departemen Quality Control P a g e | 77
Tebal pipa SS Industry SCH-40
SCH-40
SPINDO
BARU
NPS
SCH 40
Designatios
Min Nom Max
3/8
1/2 2.55 2.6 2.7
3/4 2.65 2.7 2.7
1 3.15 3.2 3.3
1-1/4 3.25 3.3 3.4
1-1/2 3.35 3.4 3.5
2 3.65 3.7 3.8
2-1/2
3
4
Departemen Quality Control P a g e | 78
KAPASITAS MESIN MILL, SS, & HYD
( Unit 2 )
Diameter Pipa Baja
Mesin Nama Unit Mesin Jenis Pipa Baja
Bulat Kotak
Mill 201 (R3) Perabot & GI / BJLS 5/8" - 1½" 15x15, 40x40
ERW
Mill 204 (R9) ERW / Hitam 2½" - 5" 75x20, 100x50, 150x40
SS 201 SS Industry 2" - 4" -
SS 202 SS Industry ½" - 1½" -
Stainless SS 203 SS Ornament 1" - 1½" -
Steel SS 204 SS Ornament ½" - 1" -
SSO 2"
SS 205 SS Industry / Ornament -
SSI = ½" - ¾"
HYD 201 SS Industri ½" - 2" -
HYD 202 ERW / Hitam 3/4" - 3" -
Hydrotest
HYD 203 SS Industry 2½" - 4" -
HYD 204 ERW / Hitam 3/4" - 3" -
Departemen Quality Control P a g e | 79
S. PLN D3 & S. TEL 003 SQA
DIAMETER TEBAL PANJANG
NO S.PLN D3
A B C A B C A B C TOTAL
1 8M.200 daN 7" = (190.7) 6" = (165.2) 4" = (114.3) 5,0 4.5 4.5 4000 2000 2000 8000 1333,3
2 9M.100 daN 5" = (139.8) 4" = (114.3) 3" = (89.1) 6,0 3.6 3.2 5000 2000 2000 9000 1500
3 9M.200 daN 7" = (190.7) 5" = (139.8) 4" = (114.3) 6,0 6,0 4.5 5000 2000 2000 9000 1500
4 9M.350 daN 8" = (216.3) 7" = (190.7) 6" = (165.2) 7,0 5,0 4.5 5000 2000 2000 9000 1500
5 11M.100 daN 5" = (139.8) 4" = (114.3) 3" = (89.1) 6,0 5,6 4,0 6000 2500 2500 11000 1833,3
6 11M.200 daN 7" = (190.7) 6" = (165.2) 4" = (114.3) 6,0 4.5 4.5 6000 2500 2500 11000 1833,3
7 11M.350 daN 10" = (267.4) 8" = (216.3) 6" = (165.2) 6,0 4.5 4.5 6000 2500 2500 11000 1833,3
8 12M.200 daN 8" = (216.3) 7" = (190.7) 5" = (139.8) 6,0 5,0 4,0 6000 4000 2000 12000 2000
9 12M.350 daN 10" = (267.4) 8" = (216.3) 6" = (165.2) 6,0 6,0 4.5 6000 4000 2000 12000 2000
10 12M.500 daN 12" = (318.5) 10" = (267.4) 8" = (216.3) 6,0 6,0 4,0 6000 4000 2000 12000 2000
11 13M.200 daN 8" = (216.3) 7" = (190.7) 5" = (139.8) 6,0 6,0 4,0 6000 5000 2000 13000 2166,7
12 13M.350 daN 10" = (267.4) 8" = (216.3) 6" = (165.2) 8,0 7,0 4,5 6000 5000 2000 13000 2166,7
13 13M.500 daN 12" = (318.5) 10" = (267.4) 8" = (216.3) 7,0 6,0 4,5 6000 5000 2000 13000 2166,7
14 14M.200 daN 10" = (267.4) 7" = (190.7) 6" = (165.2) 6,0 6,0 4,5 6000 5000 3000 14000 2333.3
15 14M.350 daN 12" = (318.5) 10" = (267.4) 8" = (216.3) 6,0 6,0 4,5 6000 5000 3000 14000 2333.3
Departemen Quality Control P a g e | 80
DIAMETER TEBAL PANJANG
NO S.TEL.L.003
A B C A B C A B C TOTAL
1 S.T - 6M 4" = (114.3) 2½" = (76.3) 7,5 #### 4,5 4000 *** 2000 6000 1200
2 S.T - 7M 5" = (139.8) 4" = (114.3) 2½" = (76.3) 3,6 2,9 2,9 4260 1370 1370 7000 1400
3 S.T - 8M 5" = (139.8) 4" = (114.3) 2½" = (76.3) 4,1 2,9 2,9 5260 1370 1370 8000 1600
4 S.T - 9M 5" = (139.8) 4" = (114.3) 2½" = (76.3) 4,7 4,5 4,5 5000 2000 2000 9000 1800
DIAMETER TEBAL PANJANG
NO SNI.04-2072
A B C A B C A B C TOTAL
1 SNI - 6M 4" = (114.3) 2½" = (76.3) 4,5 #### 3.2 4000 *** 2000 6000 1200
2 SNI - 7M 4" = (114.3) 3" = (89.1) 2½" = (76.3) 4.5 3.2 3.2 4260 1370 1370 7000 1400
3 SNI - 8M 4" = (114.3) 3" = (89.1) 2½" = (76.3) 4.5 3.2 3.2 5260 1370 1370 8000 1600
4 SNI - 9M 5" = (139.8) 4" = (114.3) 2½" = (76.3) 4.5 3.2 3.2 5000 2000 2000 9000 1800
Departemen Quality Control P a g e | 81
Uji Lentur Tiang
Departemen Quality Control P a g e | 82
Toleransi tiang SPLN D3.019-1 2012 :
Toleransi berat : (+10% ; -5%) dari berat nominal
Panjang sleeve :
Tiang Listrik : 30 cm ke atas dan ke bawah, tebal sleeve
sesuai segmen yang ditempeli
Tiang Telpon : 20 cm ke atas dan ke bawah, tebal sleeve
sesuai segmen yang ditempeli
Tebal penutup sesuai segmen atas dan segmen bawah.
Departemen Quality Control P a g e | 83
Departemen Quality Control P a g e | 84