Tugas Diskusi GTSL
Tugas Diskusi GTSL
LAPORAN DISKUSI
Amatillah 160112180036
Intan Ayu Nurazizah 160112180034
Nila Aulia Serie 160112180521
Shinta Dewi Nelyasari 160112180077
Sausane Abdul Wadud 160112180040
Yuyun Qurrota A 160110140028
Pembimbing :
i
1.12 Bagaimana cara mengkompensasi bentuk linggir V agar pemakaian GT
stabil dan tidak sakit? ..............................................................................................32
1.13 Apa saja jenis – jenis landasan gigi tiruan ? .................................................41
1.13.1 Akrilik ...................................................................................................41
1.13.2 Logam ...................................................................................................42
1.13.3 Resin fleksible/Valplas.......................................................................... 42
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................. 52
ii
DAFTAR GAMBAR
iii
PERTANYAAN
Survei adalah prosedur untuk menentukan lokasi dan garis luar (outline) dari
kontur dan posisi geligi dan jaringan sekitarnya pada model rahang, sebelum
Garis survei adalah garis kontur terbesar dari gigi atau jaringan pada suatu
kedudukan tertentu dari sebuah model yang sedang disurvei. Garis ini digambar pada
permukaan model dan disebut garis survei atau nama lainnya survey line, guide line,
height of contour.
Garis survei membagi gigi menjadi dua bagian. Bagian gerong (undercut)
berada di bawah garis ini dan disebut pula infra bulge area. Bagian lain, disebut tanpa
gerong (non-undercut) berada diatas garis survei dan dikenal dengan supra bulge
(a) (b
1
2
retensi.
Lengan yang retentif adalah bagian dari cangkolan yang ujungnya berada
dibawah garis survei atau pada daerah gerong retentif (Haryanto dkk, 1991).
(b)
dkk, 1995).
Garis khayal yang membagi bagian anterior dan posterior sama besar untuk
membagi beban kunyah yang diterima gigi tiruan seimbang. Garis fulkrum atau garis
rotasi juga merupakan pusat rotasi gigi tiruan dalam arah vertikal. Sumbu rotasi
adalah garis imajiner yang ditarik melalui sandaran oklusal yang ditarik melalui
a. Pada kasus Kennedy kelas I, garis fulkrum adalah garis yang melalui
b. Pada kasus Kennedy kelas II, garis ini ditarik melalui sandaran-sandaran
oklusal gigi penyangga pada sisi berujung bebas dan gigi penyangga paling
distal dari sisi lainnya. Bila pada sisi ini terdapat daerah modifikasi, maka
gigi penyangga sekunder yang letaknya jauh dari garis fulkrum, dianggap
c. Bila pada kasus Kennedy kelas III ada gigi yang tak sanggup menahan
tekanan kunyah karena sudah lemah, maka gigi ini dianggap tidak ada. Jadi
d. Pada kasus Kennedy Kelas IV garis ini melalui kedua sandaran pada gigi
Gambar 1. 3 Garis Fulkrum Kelas I, Kelas II, Kelas III, dan Kelas IV
g. Lokasi gigi sandaran yang dipilih paling dekat dengan gigi yang hilang
a) Pemelukan (Encirclement)
0
Sebuah cangkolan harus memeluk permukaan gigi lebih dari 180 tapi
0
kurang dari 360
b) Pengimbangan (Reciprocation)
bagian-bagian lain
Gaya yang timbul karena lengan retentive harus diimbangi oleh lengan
aka nada tendensi gigi tersebut akan tertekan atau terputar oleh lengan
tadi. Hal ini tidak akan terjadi jika ada lengan lain sebagai
c) Retensi
tertawa, menelan, batuk, bersin, makanan lengket, atau gravitasi untuk geligi
tiruan atas.
ditempatkan pada daerah gerong. Pada saat gaya pemindah bekerja, lengan
ini akan melawannya dan pada saat itu pula timbul gesekan dengan
ditempatinya.
sendiri akan lebih tegar daripada kawat jadi emas. Bila digunakan
lebih Panjang.
lebih besar pula. Lengan yang terbuat dari kawat jadi yang
cangkolan ini disebut pula Cangkolan Jenis Tarik (Pull Type Clasp).
itu cangkolan ini disebut juga Cangkolan Jenis Dorong (Push Type
bagian mesian P1. Pada waktu fungsi akan terjadi rotasi pada garis
pemindah yang bekerja pada gigi tiruan adalah W dan jarak garis
d) Stabilisasi
melawan pergerakan gigi tiruan dalam arah horizontal. Dalam hal ini semua
e) Dukungan
terjadi pada waktu berfungs atau mastikasi. Hal ini merupakan fungsi utama
dari sandaran oklusal, singulum, atau insisal dan dibantu oleh badan dan
bahu cangkolan yang merupakan bagian yang tegar dan terletak diatas garis
survey.
f) Pasifitas
masuk mulut. Bila lengan cangkolan menekan gigi, maka akan terjadi gaya
tergeser, apa lagi pada orang usia lanjut, dimana daya tahan jaringan sudah
tajam maka sayap hanya sampai puncak linggir, jika tidak ada yang
Surveying
1) Model diletakkan dan dikunci pada meja model dengan bidang kunyah
3) Bila pada posisi ini undercut untuk ujung lengan retentive retainer sudah
cukup baik, maka arah pemasangan dipilih tegak lurus bidang oklusal, yaitu
4) Membuat garis survey pada semua permukaan gigi sandaran dari daerah
5) Bila tidak ada daerah gerong yang baik, maka dilakukan tilting model dari
6) Bila pada posisi tilting diperoleh undercut yang baik, meja model dikunci
7) Sebelum model dilepas dari meja model, terlebih dahulu dibuat tanda agar
posisi survey dapat dicari ulang, cara tripoding yaitu membuat tanda tiga
1.9 Masalah apa saja yang terjadi pada Gigi Tiruan Berujung Bebas (Free
end)?
Masalah pada gigi tiruan berujung bebas adalah gigi tiruan tidak stabil, yaitu
gigi tiruan mudah bergeser dan mengungkit. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan
kompresibilitas dukungan (support) antara bagian posterior sadel ujung bebas dengan
bagian anteriornya, dan tidak adanya gigi kodrat di sebelah distal sadel (Keng, 1998).
Perbedaan ini menimbulkan masalah yaitu gigi tiruan berujung bebas selalu tidak
stabil. Gigi tiruan yang tidak stabil selanjutnya juga menimbulkan masalah terhadap
mukosa, maupun antara mukosa dengan jaringan periodontal gigi sandaran (yang
mempunyai sandaran oklusal), mengakibatkan pada saat gigi artifisial di bagian sadel
15
pada besar dan penyebaran tekanan kunyah yang terjadi, berapa besar perbedaan
Tidak adanya gigi kodrat di sebelah distal sadel yang dapat dipakai sebagai
sandaran/retainer juga menyebabkan bagian ujung distal sadel akan lebih bebas
bergerak dibandingkan dengan bagian ujung mesial sadel. Hal ini terjadi karena suatu
yang mendukung bagian posterior sadel, sedangkan bagian anterior sadel masih dapat
pengunyahan bagian sadel akan mengungkit, dan selanjutnya keseluruhan gigi tiruan
Ujung tangan retentif yang ditempatkan di daerah gerong gigi sandaran akan
memberi retensi gigi tiruan. Hal ini akan dapat mencegah terangkatnya bagian
posterior sadel ujung bebas pada saat pengunyahan akibat jenis makanan yang
lengket.
16
posterior
sandaran akan mencegah sadel/gigi tiruan bergeser baik ke arah lateral maupun ke
arah medial. Adanya gigi kodrat yang terletak sebelah distal sadel akan mencegah
1.10 Bagaimana penanganan masalah gigi tiruan berujung bebas (free end)?
Tidak stabilnya gigi tiruan berujung bebas dapat berupa : gigi tiruan mengungkit
pada arah vertikal; bagian ujung mengungkit pada arah horizontal; rotasi bagian sadel
Pada ungkitan ini poros rotasi berjalan horizontal pada bidang frontal. Ungkitan pada
arah vertikal dapat dibagi dua macam yaitu ungkitan ke arah oklusal, dan ungkitan ke
arah apikal.
Ungkitan ke arah oklusal dapat terjadi pada pengunyahan jenis makanan yang
lengket, yang menyebabkan ujung distal sadel ujung bebas akan terangkat, sedangkan
ujung mesialnya karena ada ujung tangan retentif, akan tetap menempel pada gigi
sandaran. Pada awal gerak, poros rotasi ada pada kedua ujung tangan retentif,
selanjutnya poros melalui retainer indirek yang paling dekat dan terletak mesial dari
tangan retentif.
17
anterior akan menahan terangkatnya sadel ujung bebas ke arah oklusal. Untuk
gigi tiruan rangka logam penghubung utama/major tidak perlu dibuat terlalu
luas/lebar, tetapi harus cukup panjang. Pada gigi tiruan akrilik, mengingat
kelemahan sifat fisik bahan akrilik, terpaksa harus dibuat landasan yang lebih
Ungkitan kelas II pada kasus gigi tiruan ujung bebas terjadi apabila titik
fulkrum berada sebelah anterior dari titik retensi. Pada posisi seperti ini sadel
ujung bebas akan tertahan waktu terangkat ke arah oklusal. Makin jauh jarak
Pada gigi tiruan rangka logam sebaiknya dibuat retainer indirek yang
Hal ini merupakan pencegahan atas penyebabnya, akan tetapi hampir setiap
dihindarkan ialah jenis makanan yang sangat lengket misalnya jenis dodol dan
permen karet.
ujung bebas. Sadel akan menekan jaringan pendukung di bawahnya. Akibat adanya
maka terjadi ungkitan pada gigi tiruannya. Gerak dan kekuatan ungkitan yang terjadi
Perbedaan kompresibilitas dapat terjadi antara mukosa daerah ujung sadel berujung
bebas dengan :
mukosa daerah edentulous berujung bebas di rahang bawah bahwa makin ke arah
0,42 mm; M1 = 0,6 mm; M2 = 1,31 mm; M3 = 2,4 mm; dan di daerah Retromolar
pad = 4,0. Di rahang atas perbedaan ini tidak begitu mencolok, karena adanya Tuber
maxillae, sehingga ungkitan yang terjadi lebih kecil dibandingkan dengan di rahang
bawah.
19
2. Gigi sandaran paling dekat sadel ujung bebas yang berfungsi mendukung
periodontal sangat kecil sekali yaitu kurang-lebih 0,2 – 0,3 mm. Akibat hal ini
Suatu ungkitan ke arah apikal dari landasan gigi tiruan yang tidak stabil akan
menyebabkan tidak meratanya penyaluran tekanan kunyah. Pada kasus gigi tiruan
sebagian lepasan ujung bebas, tekanan kunyah ke arah apikal akan lebih
resorpsi lingir alveolar yang lebih hebat di tempat tersebut. Untuk mengatasi ungkitan
landasan/sadel maka penyaluran tekanan kunyah per satuan luas tertentu akan
makin kecil, sehingga mukosa akan lebih sedikit tertekan, dan gerak ungkit
yang terjadi juga akan makin kecil. Perluasan landasan/sadel yang maksimal
dapat diperoleh dengan cara melakukan muscle trimming baik untuk gigi
d) Memperkecil luas permukaan oklusal gigi artifisial pada sadel ujung bebas.
akan makin kecil. Agar hal ini dapat dicapai, maka dipiilih gigi artifisial
artifisial di distal, maka selain akan mengurangi luas permukaan oklusal, juga
akan memperpendek panjang lengan ungkit (jarak dari titik beban ke titik
f) Membuat titik retensi mesial/lebih jauh ke mesial dari titik fulkrum paling
distal. Pada ungkitan kelas I maka dengan bertambah besarnya jarak dari titik
fulkrum ke titik retensi, sedangkan jarak lengan ungkit dan besar beban tetap,
maka ungkitan yang terjadi akan lebih kecil. Pembuatan tangan retentif pada
gigi yang lebih ke anterior atau di gigi anterior (kaninus) dapat mengganggu
estetika karena akan lebih banyak bagian logam yang terlihat. Untuk
mengatasi hal ini dipilih jenis retainer yang lebih estetis antara lain: ‘T” clasp;
21
“I” clasp; bahan plastik khusus; atau kombinasi dengan cara sebagian retainer
mungkin mendekati margin gusi, tangan retentif harus dibuat sangat fleksibel.
Apabila tidak ada daerah tidak bergigi lainnya selain sadel ujung bebas, maka
sandaran. Titik retensi yang lebih jauh ke mesial dari titik/garis fulkrum dan
makanan yang lebih lunak berarti tekanan kunyah akan lebih kecil, sehingga
alveolar yang lebih hebat, juga dapat mengungkit gigi sandaran apabila disain retainer
Faktor utama yang menimbulkan gaya ungkit paling besar adalah tekanan/gaya
Akibat ungkitan kelas I gigi tiruan ujung bebas ke apikal, gigi sandaran seolah-olah
diputar dan ditarik arah posterior. Karena hal ini berlangsung kontinu, maka dapat
Untuk mencegah/mengurangi efek ungkitan oleh gigi tiruan ujung bebas terhadap gigi
Ungkitan kelas II terjadi apabila titik retensi dan beban kunyah (pada sadel
ujung bebas) berada sefihak terhadap titik/garis fulkrum. Pada keadaan tersebut bila
sadel ujung bebas tertekan ke apikal akibat tekanan kunyah tangan retentif juga akan
Pada kasus gigi tiruan berujung bebas ada beberapa cara untuk memperoleh disain
ditempatkan di anterior.
oleh gigi tiruan terhadap gigi sandaran, disain ini akan meyebabkan gigi tiruan lebih
tidak stabil dibandingkan dengan ungkitan kelas I pada saat terjadi tekanan kunyah ke
arah apikal. Ungkitan akibat tekanan kunyah ke arah apikal sekarang sepenuhnya
utama/major dengan unit retainer. Apabila penghubung minor bersifat fleksibel, maka
setiap gerak/ungkitan yang terjadi pada penghubung major/gigi tiruan tidak segera
23
diredam oleh adanya hubungan fleksibel (seperti per pada shock breaker).
a) Stress Breaker
Pada ungkitan kelas I tangan retentif yang sangat fleksibel dapat mengurangi
trauma terhadap gigi sandaran. Cangkolan. kawat dibandingkan dengan logam cor
pada diameter yang sama akan bersifat lebih fleksibel. Apabila diperlukan tangan
retainer yang lebih fleksibel, digunakan cangkolan kawat yang lebih kecil.
Retensi tambahan di gigi sandaran yang lain (makin ke anterior > makin baik).
Pada ungkitan kelas I apabila dibuat retensi tambahan di gigi sandaran lainnya yang
lebih ke anterior, pada saat terjadi ungkitan akibat tekanan kunyah ke arah apikal
pada sadel ujung bebas, yang akan terungkit lebih dulu adalah gigi sandaran yang
terletak paling anterior. Ungkitan terhadap gigi sandaran yang terletak lebih ke
a) Efek ungkitan terhadap gigi tersebut akan ditahan oleh gigi kodrat sebelah
distalnya.
Akibat tidak adanya gigi sandaran di ujung distal ujung bebas, bagian ini
bebas bergeser/berrotasi baik ke arah medial maupun ke arah lateral. Poros rotasi
yang terjadi berjalan vertikal melalui titik fulkrum paling distal pada gigi sandaran.
Penyebab pergeseran ke lateral atau medial ialah karena bekerjanya komponen gaya
berikut :
Landasan yang lebih luas akan memberikan tahanan gesekan yang lebih besar yang
Adanya retainer indirek yang menempati seat (lekuk dudukan) di anterior akan
menahan sadel ujung bebas bergeser ke arah lateral/medial. Seperti halnya pada
ungkitan, makin jauh retainer indirek ke titik fulkrum, maka akan makin besar
kemampuannya untuk menahan pergeseran titik beban ke arah apikal. Pada gigi
25
tiruan akrilik dapat dipilih beberapa jenis retainer indirek dari cangk. kawat di
yang diperluas sampai menutupi daerah papila interdental gigi anterior juga dapat
menghilangkan disharmoni oklusal waktu artikulasi perlu dilakukan baik pada saat
Bagian sadel dapat berotasi dengan poros melalui puncak lingir alveolar. Pada
sadel ujung bebas satu sisi sehubungan tidak ada gigi penyanggadi posterior sadel,
cenderung lebih mudah t erjadi. Untuk mencegah atau mengurangi kemungkinan ini,
ini terangkat, sehingga selanjutnya akan mencegah sadel ujung bebas terputar
ke arah lateral.
Lebar sandaran oklusal yang biasa kira-kira sepertiga lebar permukaan oklusal
gigi sandarannya. Untuk dapat lebih mencegah terputarnya sadel ujung bebas,
lebar sandaran oklusal harus ditambah. Pada gigi tiruan rangka logam hal ini
mudah diperoleh, akan tetapi untuk gigi tiruan akrilik sandaran oklusal yang
dibuat dari cangk. kawat ukurannya jauh lebih kecil dari sepertiga lebar
oklusal pada satu tempat dibuat dari beberapa cangk. kawat yang disusun
melebar.
4. Tangan retentif di permukaan bukal dan mesial gigi sandaran (mod. Akers)
Apabila tangan retainer baik di bukal maupun lingual bersifat retentif, maka
kedua tangan retainer ini dapat mengurangi terputarnya sadel baik ke arah
Landasan yang lebih luas terutama ke medial maupun lateral akan lebih dapat
Pada kasus “all tooth supported” Pergeseran sadel ke arah mesial maupun
distal dapat dicegah karena baik sebelah mesial maupun sebelah distal tertahan oleh
gigi kodrat. Pada gigi tiruan berujung bebas karena sebelah distal dari sadel sudah
tidak ada lagi gigi kodrat, maka sadel ujung bebas mudah sekali bergeser ke arah
posterior. Untuk mencegah bagian sadel ujung bebas tergeser ke arah posterior dapat
Dengan cara ini hampir seluruh gigi sandaran dirangkum oleh tangan retainer,
mesial. Untuk gigi tiruan rangka logam dapat dipilih retainer Ring Clasp atau
Back Action Clasp. Untuk gigi tiruan akrilik sederhana agak tidak mudah,
karena tangan retainer cangk. kawat yang terlalu panjang akan sangat lemah
lain.
sandaran.
bebas ke posterior dapat dicegah. Baik untuk gigi tiruan rangka logam
maupun akrilik sederhana dapat dibuat membuat retainer yang berjalan dari
mesial ke distal.
3. Retainer indirek
28
4. Ada sadel “all tooth supported” (sadel lain di mesial sadel ujung bebas)
Sadel lain yang menempati daerah tidak bergigi sebelah anterior sadel ujung
Pertanyaan Tambahan
Salah satu tujuan dari surveying adalah untuk arah pemasangan (path of
terbesar gigi atau jaringan untuk mendapatkan area gerong yang paling
menguntungkan. Keadaan zero tilting atau posisi model yang tegak lurus dengan
tongkat analisis mengibaratkan arah pemasangan. Jika memang dari posisi zero
Permukaan proximal gigi yang sejajar satu sama lain harus dicari,
atau bila tidak ada sengaja dibuat sebagai bidang bimbing. Bidang bimbing
29
yang dibawahnya. Jadi bidang bimbing adalah permukaan gigi asli atau
restorasi yang dibuat di atas gigi tersebut yang dibentuk menjadi datar dan
dengan bagian kaku rangka GT. Adanya kontak seperti ini memberikan efek
resiprokasi.
tetapi memberikan cukup retensi sehingga GT tidak lepas jika terkena gaya-
c. Hambatan (interference)
mulut tanp adanya hambatan gigi maupun jaringan. Hambatan tersebut dapat
berupa gigi yang malposisi atau tonjolan tulang yang menyolok. Interference
d. Estetik
yang memenuhi estetika, karena bagian basis dan metal hamper tidak atau
penentuan arah pemasangan terpilih, maka dalam hal ini segi estetik harus
adanya bidang bimbing yang sejajar, dengan retensi yang merata pada gigi-gigi
Indikasi untuk kasus free end yang lebih ke posterior dari gigi P.
b. Pemiringan posterior
31
c. Pemiringan lateral
arah pemasangan harus dipilih ke kanan atau ke kiri sehingga gigi ini
dapat dimanfaatkan.
Alveolar ridge adalah jaringan pendukung utama basis gigi tiruan lepas untuk
menahan tekanan pengunyahan. Alveolar ridge terdiri dari mukosa yang menghadap
gigi tiruan, submukosa, periosteum dan tulang alveolar dibawahnya (O Boucher Carl,
1975:7). Alveolar ridge yang tajam adalah alveolar ridge yang bentuk puncaknya
kecil dan sangat tajam akibatnya tidak mampu menahan tekanan sebanyak alveolar
terjadi secara tidak teratur dan berlebihan pada salah satu dimensi, sehingga alveolar
ridge yang terbentuk tidak sesuai untuk mendukung gigi tiruan sebagian lepas
(Hopkins, 1989:26). Alveolar ridge permukaannya ditutupi oleh mukosa tipis yang
atropi dan bila terkena tekanan pengunyahan akan menimbulkan rasa sakit sehingga
1. Alveolar ridge dengan bentuk U yaitu dimana permukaan labial atau bukal
3. Alveolar ridge dengan bentuk jamur atau bulbous atau omega yaitu
1. Bentuk “U”
lainnya. Makin lebar puncak lingir makin dapat menahan daya kunyah. Sisi
yang sejajar dapat menahan daya ungkit dan perpindahan tempat akibat daya
horizontal
2. Bentuk “V”
“U” terutama bila tajam seperti pisau. Geligi tiruan yang dipasang akan
Untuk mengatasi dapat kita lakukan peredaan pada bagian anatomi landasan
3. Bentuk “Jamur”
Bentuk lingggir mempunyai keuntungan yang sama seperti bentuk “U” tetapi
adanya gerong akan menyulitkan dan menimbulkan rasa sakit pada saat geligi
tiruan dipasang ataupun saat dilepas. Bila dilakukan peredaan akan menjadi
akibat bentuk linggir yang tajam, dapat dilakukan dengan memperkecil luas
permukaan oklusal gigi artifisal, relief atau peredaman menggunakan tin foil atau
Semakin sempit luas permukaan kunyah, maka bolus makanan akan semakin
mudah terkoyak dan tekanan kunyah ke apikal akan semakin ringan. Agar hal ini
dapat tercapai, maka dilakukan pengurangan pada bagian buccolingual atau dipilih
Tin foil diaplikasikan saat dilakukannya pembuatan gigi tiruan, yaitu setelah
dilakukan waxing out sebelum packing akrilik. Setelah itu tin foil diletakan di atas
linggir alveolar yang tajam. Bagian akrilik yang nantinya akan dimasak pada bagian
linggir yang tajam akan berkurang sehingga tidak menekan linggir tajam tersebut
Menggunakan Softliners
1. Fungsi softliners
tiruan
2. Jenis softliners
bentuk bubuk dan cairan. Bahan pelapis lunak ini dapat diletakkan langsung
ke basis gigi tiruan lepas. Pelapis ini harus diganti setiap 2-3 hari.
Keuntungan:
a) Elastisitasnya tinggi
Kerugian:
pendek dan basis gigi tiruan lepas, misalnya dapat robek atau lepas
Komposisi:
Prosedur penggunaan:
ringan.
d) Pada gigi tiruan sebagian lepas rahang bawah, instruksikan pasien agar
tepat. Jika gigi posterior masih ada, pasien harus mengoklusikan gigi
g) Jika gigi tiruan sebagian lepas terbuka, dan melewati bahan perawatan,
maka daerah ini harus direlief dan kemudian ditambahkan bahan yang
baru. Cara terbaik untuk merelief basis gigi tiruan sebagian lepas
bagian yang terbuka dari basis gigi tiruan resin akrilik dengan
pasien.
i) Pasien harus diajarkan cara merawat gigi tiruan lepas dirumah dan
sendiri dirumah. Bahan pelapis jangka pendek ini tidak boleh dalam
keadaan kering. Jika gigi tiruan tidak dipakai, maka gigi tiruan harus
direndam dengan air atau cairan pembersih. Agar dapat menjadi efektif
rasa sakit akibat pemakaian gigi tiruan lepas. Bahan ini digunakan
sebagai terapi pada pasien yang tidak sanggup mentoleransi rasa sakit akibat
pemakaian gigi tiruan lepas. Bahan ini digunakan pada pasien yang memiliki
sakit yang kronik atau ketidak nyamanan akibat kontak yang berkepanjang
anantara basis gigi tiruan dan jaringan lunak dibawahnya. Bahan pelapis lunak
ini dilakukan dengan proses curing atau bersama-sama dengan pembuatan gigi
rendah, dan mudah lepas dari basis gigi tiruan lepas serta mudah
terjadi abrasi.
tiruan lepas lebih baik dan tidak mudah robek. Bahan ini dapat tahan
patah.
Keuntungan:
Kerugian:
Basis gigi tiruan adalah bagian dari gigi tiruan sebagian lepasan yang terletak di
atas mukosa dan tempat anasir gigi tiruan diletakkan. Basis gigi tiruan yang ideal
memenuhi beberapa syarat, yaitu dapat beradaptasi dengan jaringan, tidak mengiritasi
jaringan, memiliki kekuatan yang cukup untuk mecegah terjadinya fraktur atau
distorsi pada saat penggunaan, biokompatibel, estetis yang baik, memiliki stabilitas
dimensi yang baik, dapat dibersihkan dengan mudah, dapat dipreparasi, harga
ekonomis, dan memiliki konduktivitas termal yang baik. Beberapa jenis bahan basis
1.13.1 Akrilik
Gigi tiruan dengan basis berbahan resin akrilik diindikasikan pada individu
yang memiliki alergi terhadap logam, long span free end, pada saat melakukan
relining, penggunaan gigi tiruan berbahan akrilik, dan extension base partial denture.
Basis gigi tiruan berbahan resin akrilik harus memiliki ketebalan minimal 1.5 mm
untuk kekuatan yang baik. Penggunaan bahan akrilik sebagai bahan basis gigi tiruan
memiliki beberapa keuntungan, antara lain penggantian gigi anterior yang akan
meningkatkan estetis bahkan pada kasus dimana telah terjadi resorbsi pada linggir
pipi, serta dapat dilakukan relining. Namun, penggunaan akrilik sebagai bahan basis
42
gigi tiruan juga memiliki beberapa kerugian, antara lain basis harus dibuat luas untuk
mendistribusikan gaya yang baik, dapat rusak pada saat penggunaan, serta cenderung
1.13.2 Logam
Gigi tiruan dengan basis berbahan logam diindikasikan pada pengunaan gigi
tiruan dukungan gigi dan jarak antarlengkung yang tidak memadai. Gigi tiruan
dengan basis berbahan logam terbentuk dari emas, krom kobalt, titanium, dan
vitallium yang ditempa. Basis berbahan logam yang paling modern dibentuk dari aloi
yang kuat yang disebut krom kobalt. Jenis gigi tiruan dengan basis berbahan logam
ini memiliki beberapa keuntungan, antara lain lebih stabil dan retentif karena melekat
erat dengan mukosa, dapat ditempa menjadi lapisan yang tipis dan lebih kuat
saliva oleh karena lebih mudah dibersihkan, tidak mengganggu pergerakan lidah,
dapat menghantar perubahan termal yang terjadi pada jaringan lunak dibawahnya,
gigi tiruan basis logam adalah basis yang over-extension dapat melukai jaringan
lunak, sebaliknya basis yang under-extension dapat memicu terjadinya resorbsi pada
linggir alveolar, sulit dalam melakukan penyesuaian, estetis yang kurang baik, serta
Valplast merupakan suatu basis gigitiruan resin fleksibel yang ideal untuk gigi
biokompatibel dengan sifat fisik dan estetik yang unik. Valplast memungkinkan
warna alami dari jaringan mulut tampak melalui bahan tersebut, yang disesuaikan
dengan kategori warna dasar, misalnya medium, light pink atau meharry.
Valplast adalah nilon termoplastik yang lebih tipis dan lebih translusen dari
pada gigi palsu biasa. Pasien lebih menyukai karena nyaman dan bebas metal/logam.
Valplast fleksibel yang tetap kuat tidak bisa patah. Valplast sangat baik dalam
estetika, tidak menggunakan kawat retensi tetapi perlekatan dalam rongga mulut
sangat baik. Valplast sebaiknya tidak digunakan pada free end unilateral atau bilateral
karena akan tidak stabil. Pasien dengan kondisi oral hygiene yang buruk akan
Komposisi valplas
Valplast merupakan gigitiruan fleksibel berbahan dasar resin yang ideal untuk
biokompatibel dengan bentuk yang unik dan estetis. Resin berbahan dasar nilon
(polyamide) atau yang biasa dikenal dengan valplast adalah sebuah resin termoplastik
semi-transparan yang fleksibel. Nilon adalah nama generik untuk beberapa tipe
polimer termoplastik yang masuk ke dalam kelas yang dikenal sebagai poliamid.
Bahan ini merupakan famili dari polimer kondensasi yang berasal dari reaksi diacid
dengan diamine. Nilon ini menghasilkan variasi poliamid dengan sifat fisik dan
mekanik yang tergantung pada kelompok ikatan antara kelompok acid dengan
dengan banyak karakteristik yang membuatnya sesuai untuk aplikasi yang luas.
44
Perkembangan nilon sebagai rekayasa plastik berlangsung hampir empat dekade, tapi
Penggunaan nilon dental pertama kali tidak sukses karena penyerapan air yang
lebih rendah pada nilon glass reinforced telah menghasilkan produksi yang lebih
dapat diharapkan. Nilon ini terutama diisi dengan cotton glass beads atau chopped
glass fibers. Nilon merupakan famili polimer kondensasi yang dihasilkan dari reaksi
diacid dengan diamine. Untuk memberikan variasi poliamid yang memiliki sifat fisik
dan mekanik yang bergantung pada hubungan antara kelompok acid dan amine. Pada
awal penggunaannya dalam bidang kedokteran gigi tidak begitu sukses karena
absorbsi air yang tinggi. Berdasarkan jenis air yang dipilih, yang menyebabkan
Sifat valplas
fleksibilitas yang ideal dan stabilitas ketika diproses dan diselesaikan sesuai dengan
ketebalan yang disarankan. Sebagai tambahan, warna, bentuk, dan desain dari bagian
valplast menyatu dan tampak sama dengan keadaan jaringan gingival sesungguhnya,
membuat gigitiruan hampir tidak tampak. Clasps yang kuat mengait dengan kuat dan
nyaman pada daerah sekitar gigi asli dan gingival. Resin valplast tidak membutuhkan
clasps logam, sehingga menghilangkan gangguan metal yang selalu dikomplain oleh
pasien.
45
Bahan ini tidak mempunyai clasps logam dan bersifat ringan. Bahannya bersifat
basis gigitiruan yang bebas monomer, bersifat hypoallergenic sehingga dapat menjadi
alternatif yang berguna bagi pasien yang sensitif terhadap resin akrilik konvensional,
Valplast tergantung pada retensi mekanik untuk menahan gigi. Bila tidak ada
cukup ruang untuk menempatkan lubang retensi pada gigi, gigi tersebut dapat
tercabut nantinya. Ruang yang terbaik adalah 5 mm atau lebih dari interoklusal
posterior yaitu antara gigi dan ridge yang berlawanan pada retensi gigi maksila.
bahannya tidak cukup kuat untuk kembali ke teknik awal tooth borne rest seat,
tersebut.
Nilon memiliki tekanan fisik yang kuat. Hal ini dapat dengan mudah
keseimbangan kekuatan, duktilitas dan resistensi panas yang sempurna, nilon menjadi
pilihan yang baik untuk menggantikan alat metal. Walau demikian, dalam kedokteran
gigi, karena sifat fleksibilitas, alat ini digunakan secara primer untuk gigitiruan tissue
borne yang fleksibel. Alat ini tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk
46
menggunakan oklusal rest, dan tidak dapat menjaga dimensi vertikal ketika
digunakan untuk kekuatan oklusal secara langsung. Nilon termoplastik yang disebut
juga sebagai nylon injection molded, adalah basis gigitiruan yang ideal untuk
yang akan menjadi plastik dibawah tekanan dan panas, tetapi sangat kuat pada suhu
ruangan. Nilon termoplastik diinjeksikan pada temperatur antara 274 hingga 239
derajat celcius dan memiliki gravitasi spesifik yaitu 1,14, mold shrinkage sekitar
0,014 in/in, tensile strength 11000 psi dan kekuatan fleksibilitas 16000 psi. Nilon
sedikit sulit untuk disesuaikan dan dihaluskan, tapi resinnya dapat semi-translusen
dan memberikan estetik yang sempurna untuk gigitiruan sebagian lepasan tissue-
Valplast tidak mudah dipatahkan, berwarna merah jambu seperti gusi, dapat
dibuat sedikit tipis, dan dibentuk tidak hanya oleh basis gigitiruan, namun clasps-nya
pula. Ketika clasps dibentuk untuk mengelilingi leher gigi, clasps tersebut secara
umum tidak dapat dibedakan dengan gusi yang normalnya mengelilingi gigi.
Walaupun gigitiruan ini tidak bersandar pada gigi asli seperti beberapa jenis
kerangka logam, clasps bersandar pada gusi yang mengelilingi gigi asli. Jaringan ini,
tidak seperti daerah gusi yang berlebih, stabil dan tidak berubah setiap waktu
sehingga menjaga gigitiruan sebagian lepasan tetap stabil dan tidak berubah seperti
beberapa jenis casting logam. Tipe dari gigitiruan sebagian lepasan ini sangat stabil
47
dan retentif, dan elastisitas dari clasps plastik yang fleksibel menjaganya tetap seperti
seharusnya.
fleksibilitas, tranparansi, dampak resistensi yang tinggi, warna yang stabil, resistensi
terhadap creep yang tinggi, fatigue endurance yang tinggi, karakter penggunaan yang
sempurna, resistensi yang baik, tidak ada porositas, tidak ada bahan biologis
terbentuk atau bau atau stain, rendahnya daya serap air dan dimensi stabilitas yang
baik, monomer dan tanpa logam dan struktur yang mikrokristalin cukup mudah
Keuntungan Valplast
a. Estetika
hampir tidak mungkin untuk terdeteksi dalam mulut. Tidak ada clasp yang
b. Kekuatan
Bahan gigitiruan fleksibel begitu kuat sehingga dapat dibuat sangat tipis
menjadikannya nyaman untuk dipakai dan secara estetik disukai.
c. Akurasi
penyesuaian yang diperlukan pada saat insersi gigitiruan sangat sedikit. Hal
d. Biokompatibilitas
dari monomer dan logam, ini menjadi prinsip penyebab reaksi alergi pada
mencegah adanya tekanan yang paling besar dan dengan demikian, menjaga
regenerasi jaringan tulang yang lebih banyak dari pada gigitiruan resin
Fraktur midline gigi tiruan penuh telah dilaporkan sebagai jenis fraktur
kedua yang paling sering terjadi pada gigitiruan. Bahan gigitiruan fleksibel
tiruan.
karena tidak ada logam yang terlihat. Bahan menjadi lembut dan kuat dapat
dibuat tipis dan ringan dibandingkan dengan gigitiruan konvensional. Hal ini
mendorong adaptasi lidah dan pipi yang lebih baik terhadap basis gigitiruan.
Gigi tiruan fleksibel tidak akan menyebabkan sore spots (bintik-bintik merah
yang sakit) dan memiliki tingkat kenyamanan yang lebih baik yang dapat
h. Keuntungan lain
Gigi tiruan fleksibel juga dapat digunakan untuk membuat night guard
dan sleep apnea, microstomia, jaringan parut pada mulut dan wajah akibat
Kerugian Valplast
a. Distribusi tekanan
utama cetakan gigitiruan juga fleksibel. Oleh karena itu sebenarnya tidak ada
cara untuk mengontrol dan memahami cara tekanan ditransmisikan pada gigi
tiruan fleksibel.
b. Perubahan warna
c. Terlepasnya gigi
51
basis gigitiruan. Bahan dasar poliamida pada gigitiruan memiliki sifat unik
yang tidak memiliki ikatan kimia dengan salah satu resin akrilik/porselin,
pada bahan dasar gigitiruan poliamida. Tinggi yang cukup pada gigi yang
dapat mengalir kedalam undercut sehingga menjadi penahan gigi dalam gigi
tiruan.
Pasien dengan dimensi vertikal yang kurang dan panjang mahkota yang
kecil tidak sesuai untuk kasus gigitiruan fleksibel. Modifikasi dalam desain
Masalah lain yang dihadapi dengan bahan ini adalah tidak ada
Haryanto, A.G., Anton, M., Lusiana, K.B., Freddy, S., Indra, S. 1991. Ilmu Geligi
Tiruan Sebagian Lepasan: Jilid 1. Jakarta: Hipokrates.
Phoenix RD, Cagna DR, DeFreest CF, Stewart KL. Stewart's Clinical Removable
Partial Prosthodontics.4th ed. Hanover Park: Quintessence; 2008. pp. 218–20
Jones, John D. & Garcia, Lily T. Removable Partial Denture’s A Clinician Guide.
2009. USA: Blackwell Publishing.
Zarb GA, et all,. Buku Ajar Prostodonsi Untuk Pasien Tak Bergigi. Edisi 10. EGC:
2002.
Wurangian I. 2013. Penggunaan Pelapis Lunak Untuk Mengurangi Rasa Sakit Pada
Alveolar Ridge Yang Tajam. Jakarta: E-Journl Widya Kesehatan dan
Lingkungan Vol. 1 No.1
Keng, S.B. 1996. Acrilic Resin Labial Flange for Kennedy Class I Partial Denture :
A Clinical Report. J.Pros.Dent. 75(2) 114-6.
52
53