0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan57 halaman

Tugas Diskusi GTSL

Makalah diskusi prostodonsi membahas tentang kasus gigi tiruan sebagian lepasan. Topik yang dibahas meliputi definisi garis survei, lengan retentif pada cangkolan, cara menentukan arah cangkolan dan garis fulkrum, pertimbangan memilih gigi sandaran dan jenis cangkolan, serta masalah dan penanganan gigi tiruan berujung bebas.

Diunggah oleh

Shinta Dewi N
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan57 halaman

Tugas Diskusi GTSL

Makalah diskusi prostodonsi membahas tentang kasus gigi tiruan sebagian lepasan. Topik yang dibahas meliputi definisi garis survei, lengan retentif pada cangkolan, cara menentukan arah cangkolan dan garis fulkrum, pertimbangan memilih gigi sandaran dan jenis cangkolan, serta masalah dan penanganan gigi tiruan berujung bebas.

Diunggah oleh

Shinta Dewi N
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH DISKUSI PROSTODONTIK

KASUS GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN

LAPORAN DISKUSI

Amatillah 160112180036
Intan Ayu Nurazizah 160112180034
Nila Aulia Serie 160112180521
Shinta Dewi Nelyasari 160112180077
Sausane Abdul Wadud 160112180040
Yuyun Qurrota A 160110140028

Pembimbing :

Annisa Kusumadewi, drg., Sp.Pros

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS PADJADJARAN
BANDUNG
2019
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI .................................................................................................................. i


PERTANYAAN ........................................................................................................... iii
1.1 Apa yang dimaksud garis survei? ................................................................... 1
1.1.1 Tujuan Survei (Haryanto dkk, 1991): .................................................... 2
1.2 Apa yang dimaksud lengan yang retentif pada cangkolan? ........................... 2
1.2.1 Bagian Lengan retentif: ........................................................................... 2
1.2.2 Fungsi lengan retentif:............................................................................. 3
1.3 Bagaimana cara menentukan Arah Cangkolan? ............................................. 3
1.4 Bagaimana Pertimbangan menentukan Garis Fulkrum? ................................ 4
1.4.1 Garis Fulkrum ......................................................................................... 4
1.5 Apa pertimbangan memilih gigi sandaran? .................................................... 5
1.6 Apa pertimbangan memilih jenis cangkolan ? ............................................... 6
1.7 Bagaimana menentukan batas landasan? ..................................................... 11
1.7.1 Landasan Rahang Bawah ...................................................................... 11
1.7.2 Landasan Rahang Atas .......................................................................... 11
1.8 Bagaimana cara surverying model?.............................................................. 12
1.9 Masalah apa saja yang terjadi pada Gigi Tiruan Berujung Bebas (Free end)?
14
1.10 Bagaimana penanganan masalah gigi tiruan berujung bebas (free end)? .... 16
1.10.1 Ungkitan ke Arah Oklusal (menjauhi lingir alveolar)........................... 16
1.10.2 Ungkitan ke Arah Apikal (ke arah lingir alveolar) ............................... 18
1.10.3 Resorpsi Lingir Alveolar ....................................................................... 19
1.10.4 Ungkitan Terhadap Gigi Sandaran ........................................................ 21
1.10.5 Bagian Ujung Mengungkit pada Arah Horizontal ................................ 24
1.10.6 Rotasi Bagian Sadel pada Poros Rotasi Sagital .................................... 25
1.10.7 Pergeseran Anteroposterior ................................................................... 27
1.11 Mengapa pada saat surveying dilakukan zero tilting? .................................. 28

i
1.12 Bagaimana cara mengkompensasi bentuk linggir V agar pemakaian GT
stabil dan tidak sakit? ..............................................................................................32
1.13 Apa saja jenis – jenis landasan gigi tiruan ? .................................................41
1.13.1 Akrilik ...................................................................................................41
1.13.2 Logam ...................................................................................................42
1.13.3 Resin fleksible/Valplas.......................................................................... 42
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................. 52

ii
DAFTAR GAMBAR

Nomor Gambar Hal.


Gambar 1. 1 (a) Garis survey (b) Daerah undercut dan non-undercut.........................1
Gambar 1. 2 (a) Bagian-bagian lengan cengkram........................................................3
Gambar 1. 3 Garis Fulkrum Kelas I, Kelas II, Kelas III, dan Kelas IV.......................5
Gambar 1. 4 Pemelukan Cengkram pada Permukaan Gigi..........................................6
Gambar 1. 5 Hukum Keseimbangan. Wxd = w x d’..................................................10
Gambar 1. 6 Pembebasan frenulum labialis yang baik..............................................11
Gambar 1. 7 Batas Landasan Gigi Tiruan Rahang Atas............................................12
Gambar 1. 8 Bagian-bagian Surveyor Gigi................................................................12
Gambar 1. 9 (a) Surveying dengan mencari posisi gerong........................................14
Gambar 1. 10 Pemiringan saat surveing.................................................................... 32
Gambar 1. 11 Alveolar Ridge (a) bentuk “U” (b) bentuk “V” (c) bentuk “Bulbous”33
Gambar 1. 12 Penggunaan Softliners.........................................................................36
Gambar 1. 13 Gigi tiruan lepas dengan bahan pelapis lunak.....................................37

iii
PERTANYAAN

1.1 Apa yang dimaksud garis survei?

Survei adalah prosedur untuk menentukan lokasi dan garis luar (outline) dari

kontur dan posisi geligi dan jaringan sekitarnya pada model rahang, sebelum

membuat desain geligi tiruan.

Garis survei adalah garis kontur terbesar dari gigi atau jaringan pada suatu

kedudukan tertentu dari sebuah model yang sedang disurvei. Garis ini digambar pada

permukaan model dan disebut garis survei atau nama lainnya survey line, guide line,

height of contour.

Garis survei membagi gigi menjadi dua bagian. Bagian gerong (undercut)

berada di bawah garis ini dan disebut pula infra bulge area. Bagian lain, disebut tanpa

gerong (non-undercut) berada diatas garis survei dan dikenal dengan supra bulge

area (Haryanto dkk, 1991).

(a) (b

Gambar 1. 1 (a) Garis survey (b) Daerah undercut dan non-undercut

1
2

1.1.1 Tujuan Survei (Haryanto dkk, 1991):

1) Menentukan arah pemasangan, sehingga hambatan pada saat pemasangan dan

pengeluaran protesa menjadi minim.

2) Menentukan Garis Survey

3) Menentukan dan mengukur daerah gerong yang dapat dimanfaatkan sebagai

retensi.

4) Menentukan guiding plane

5) Menentukan penempatan cangkolan

6) Menutup daerah gerong yang tidak diperlukan

1.2 Apa yang dimaksud lengan yang retentif pada cangkolan?

Lengan yang retentif adalah bagian dari cangkolan yang ujungnya berada

dibawah garis survei atau pada daerah gerong retentif (Haryanto dkk, 1991).

1.2.1 Bagian Lengan retentif:

a) 1/3 ujung = fleksible, terletak dibawah garis survei

b) 1/3 tengah = semi fleksible

c) Pangkal lengan = tegar


3

Gambar 1. 2 (a) Bagian-bagian lengan cengkram


(b) Bagian-bagian cengkram

(b)

1.2.2 Fungsi lengan retentif:

1) Melawan pergerakan geligi tiruan ke vertikal atau oklusal (diperoleh melalui

ujung lengan yang ada dibawah garis survei)

2) Menetralisasi gaya yang akan memutar atau memiringkan gigi penyangga

3) Stabilisasi protesa dengan mengurangi pergerakan horizontal.

1.3 Bagaimana cara menentukan Arah Cangkolan?

Arah cangkolan ditentukan dari:

a. Dari hasil surveying, ujung cangkolan berada di bawah garis survey

(Haryanto, dkk, 1995)

b. Dimensi buccolingual (horizontal) merupakan penentu ujung lengan

cengkram akan berakhir, diukur dengan alat pengukur gerong


4

(undercut gauge). Arah cangkolan dari daerah paling besar (Haryanto,

dkk, 1995).

c. Oklusi dengan gigi lawan perlu diperhatikan

1.4 Bagaimana Pertimbangan menentukan Garis Fulkrum?

1.4.1 Garis Fulkrum

Garis khayal yang membagi bagian anterior dan posterior sama besar untuk

membagi beban kunyah yang diterima gigi tiruan seimbang. Garis fulkrum atau garis

rotasi juga merupakan pusat rotasi gigi tiruan dalam arah vertikal. Sumbu rotasi

adalah garis imajiner yang ditarik melalui sandaran oklusal yang ditarik melalui

sandaran oklusal yang ada pada gigi penyangga utama.

a. Pada kasus Kennedy kelas I, garis fulkrum adalah garis yang melalui

sandaran pada gigi penyangga paling posterior dari kedua sisi.

b. Pada kasus Kennedy kelas II, garis ini ditarik melalui sandaran-sandaran

oklusal gigi penyangga pada sisi berujung bebas dan gigi penyangga paling

distal dari sisi lainnya. Bila pada sisi ini terdapat daerah modifikasi, maka

gigi penyangga sekunder yang letaknya jauh dari garis fulkrum, dianggap

sebagai pendukung penahan tak langsung.

c. Bila pada kasus Kennedy kelas III ada gigi yang tak sanggup menahan

tekanan kunyah karena sudah lemah, maka gigi ini dianggap tidak ada. Jadi

kasus ini dianggap seperti kasus berujung bebas.


5

d. Pada kasus Kennedy Kelas IV garis ini melalui kedua sandaran pada gigi

penyangga yang membatasi daerah tak bergigi

Gambar 1. 3 Garis Fulkrum Kelas I, Kelas II, Kelas III, dan Kelas IV

(Sumber: Haryanto,dkk, 1991)

1.5 Apa pertimbangan memilih gigi sandaran?

a. Gigi sandaran dan jaringan pendukung dalam keadaan sehat

b. Gigi masih vital dan tidak dalam perawatan

c. Gigi tidak rotasi, tidak malposisi, tidak migrasi

d. Gigi memiliki undercut

e. Tidak mengganggu oklusi

f. Tidak mengganggu estetika


6

g. Lokasi gigi sandaran yang dipilih paling dekat dengan gigi yang hilang

1.6 Apa pertimbangan memilih jenis cangkolan ?

Prinsip desain cengkram/ cangkolan menurut (Haryanto dkk, 1991):

a) Pemelukan (Encirclement)

0
Sebuah cangkolan harus memeluk permukaan gigi lebih dari 180 tapi
0
kurang dari 360

Dapat secara kontinu seperti pada jenis cangkolan cirkumferensial atau

terputus-putus seperti pada cangkolan batang.

Sedikitnya ada tiga permukaan gigi yang dilewati cangkolan, yaitu

sandaran oklusal, terminal retentive, dan terminal pengimbang

b) Pengimbangan (Reciprocation)

Gambar 1. 4 Pemelukan Cengkram pada Permukaan


Gigi (Sumber: Haryanto dkk, 1991)
7

Pengimbangan dapat diartikan sebagai kemamuan suatu bagian geligi

tiruan untuk mengimbangi atau melawan gaya yang ditimbulkan oleh

bagian-bagian lain

Gaya yang timbul karena lengan retentive harus diimbangi oleh lengan

pengimbang pada permukaan yang berlawanan. Hal ini harus ditinjau

dalam arah horizontal maupun vertikal

Dalam pengeimbang horizontal, sebuah lengan harus diimbangi oleh

lengan lain yang terletak pada permukaan yang berlawanan. Bila

sebuah lengan retentive dipaksa melewati kontur terbesar gigi, maka

aka nada tendensi gigi tersebut akan tertekan atau terputar oleh lengan

tadi. Hal ini tidak akan terjadi jika ada lengan lain sebagai

pengeimbang pada permukaan yang berlawanan

c) Retensi

Retensi adalah kemampuan gigi tiruan melawan gaya-gaya

pemindah yang cenderung memindahkan protesa kearah oklusal. Contoh

gaya pemindah adalah aktivitas otot-otot pada saat berbicara, mastikasi,

tertawa, menelan, batuk, bersin, makanan lengket, atau gravitasi untuk geligi

tiruan atas.

Retensi biasanya diberikan lengan retentive, karena ujung lengan ini

ditempatkan pada daerah gerong. Pada saat gaya pemindah bekerja, lengan

ini akan melawannya dan pada saat itu pula timbul gesekan dengan

permukaan gigi. Besarnya retensi cangkolan tergantung dari :


8

a. Besar gerong yang ditempati lengan cangkolan. Retensi lengan

cangkolan tergantung dari besar gerong horizontal yang

ditempatinya.

b. Modulus elastisitas dari logam campur baham cangkolan. Makin

tinggi modulus maka semakin tegar logam campurannya. Berarti aloi

Kobalt Khromium lebih tegar dibandingkan aloi Emas. Aloi Emas

sendiri akan lebih tegar daripada kawat jadi emas. Bila digunakan

logam dengan modulus lebih tinggi berarti lengan cangkolan harus

lebih Panjang.

c. Penampang lengan cengkram. Dalam hal ini diameter dan bentuk

penampangnya. Diameter yang lebih besar dengan sendirinya

menjadikan lengan bertambah tegar, sehingga retensi yang diperoleh

lebih besar pula. Lengan yang terbuat dari kawat jadi yang

penampangnya bulat lebih flexible disbanding dengan yang

penampangnya setengah bulat atau oval

d. Panjang lengan cengkram. Semakin Panjang lengan, makin lentur

pula cangkolan tersebut, sehingga menjadi kurang retentive.

e. Arah datang lengan menuju gerong. Cangkolan oklusal memneri

retensi sama besar dengan gaya friksi yang dibutuhkan untuk

menarik lengan retentive melewati gerong. Itulah sebabnya

cangkolan ini disebut pula Cangkolan Jenis Tarik (Pull Type Clasp).

Sebaliknya dengan cangkolan gingival, dimana retensiny sama besar


9

dengan gaya friksi untuk mendorong lengan melewati gerong; karea

itu cangkolan ini disebut juga Cangkolan Jenis Dorong (Push Type

Clasp). Dari penelitian ternyata jenis Cangkolan Jenis Dorong

memberi retensi lebih besar daripada Cangkolan Jenis Tarik.

Bandingkan hal ini dengan tenaga yang dibutuhkan seseorang untuk

menarik atau mendorong gerobak.

f. Letak cangkolan terhadap Garis Fulkrum. Ambillah contoh kasus

kehilangan gigi anterior dimana sandaran oklusal ditempatkan pada

bagian mesian P1. Pada waktu fungsi akan terjadi rotasi pada garis

fulcrum melalui kedua sandaran. Untuk melawan gaya ini,

ditempatkan cangkolan Akers pada sisi distal gigi M2. Fungsi

sandaran ini adalah sebagai penahan tak langsung. Kalua gaya

pemindah yang bekerja pada gigi tiruan adalah W dan jarak garis

fulcrum ke gigi adalah D; lalu reaksi cangkolan sama dengan w,

sedangkan jarak cangkolan-garis fulcrum = d. Menurut hokum

keseimbangan, maka WxD = w x d.

d) Stabilisasi

Stabilisasi (bracing or reciprocation) merupakan gaya untuk

melawan pergerakan gigi tiruan dalam arah horizontal. Dalam hal ini semua

bagian cangkolan berperan, kecuali bagian terminal (ujung) lengan

retentive. Dibanding yang berbentuk batang, cangkolan sirkumferensial


10

memberikan stabilisasi yang lebih baik, karena mempunyai sepasang bahu

yang tegar dan lengan retentive yang lebih fleksibel.

Gambar 1. 5 Hukum Keseimbangan. Wxd = w x


d’ (Sumber: Haryanto,dkk, 1991)

e) Dukungan

Cangkolan harus sanggup melawan gaya oklusal atau vertical yang

terjadi pada waktu berfungs atau mastikasi. Hal ini merupakan fungsi utama

dari sandaran oklusal, singulum, atau insisal dan dibantu oleh badan dan

bahu cangkolan yang merupakan bagian yang tegar dan terletak diatas garis

survey.

f) Pasifitas

Lengan retentive pada daerah gerong retentive gigi penyangga harus

bersifat pasif, sehingga tidak menekan gigi, sampai diaktifkan oleh

pergerakan-pergerakan geligi tiruan pada saat fungsi atau waktu keluar-

masuk mulut. Bila lengan cangkolan menekan gigi, maka akan terjadi gaya

orthodontic yang membahayakan gigi penyangga. Pada saat fungsi, gerakan-

gerakan menyebabkan gigi penyangga tertekan sehingga gigi tergerak atau


11

tergeser, apa lagi pada orang usia lanjut, dimana daya tahan jaringan sudah

menurun. Karena itulah, adanya lengan pengimbang akan sangat membantu

mencegah hal ini.

1.7 Bagaimana menentukan batas landasan?

1.7.1 Landasan Rahang Bawah

1) Perluasan sampai retromolar pad dan meluas ke lateral sampai sulkul

bukalis, agar linggir yang tersisa menjadi stabil.

2) Bagian distolingual meluas secara vertical dari retromolar pad dan

meluas ke lateral sampai sulkul bukalis.

3) Besar sayap lingual bergantung pada linggir milohioid dan apabila

tajam maka sayap hanya sampai puncak linggir, jika tidak ada yang

tajam diperluas sampai sulkus alveolingualis.

1.7.2 Landasan Rahang Atas

1) Landasan menutupi palatum sampai ke tuberositas dan hamular notch.

2) Bagian posterior sampai batas mukosa bergerak dan tidak bergerak.

Gambar 1. 6 Pembebasan frenulum labialis yang baik


12

Gambar 1. 7 Batas Landasan Gigi Tiruan Rahang Atas


(Sumber: Haryanto,dkk, 1991)

1.8 Bagaimana cara surverying model?

Surveying

Gambar 1. 8 Bagian-bagian Surveyor Gigi


13

1) Model diletakkan dan dikunci pada meja model dengan bidang kunyah

horizontal, zero tilting

2) Memeriksa daerah gerong dengan analyzing rod

3) Bila pada posisi ini undercut untuk ujung lengan retentive retainer sudah

cukup baik, maka arah pemasangan dipilih tegak lurus bidang oklusal, yaitu

searah dengan tongkat vertikal

4) Membuat garis survey pada semua permukaan gigi sandaran dari daerah

yang akan diselipi landasan memakai batang pensil, carbon marker

5) Bila tidak ada daerah gerong yang baik, maka dilakukan tilting model dari

horinzontal ke anterior, posterior, lateral kiri dan kanan

6) Bila pada posisi tilting diperoleh undercut yang baik, meja model dikunci

kembali dan buat garis survey terpilih

7) Sebelum model dilepas dari meja model, terlebih dahulu dibuat tanda agar

posisi survey dapat dicari ulang, cara tripoding yaitu membuat tanda tiga

titik pada model dengan ketingian sama


14

Gambar 1. 9 (a) Surveying dengan mencari posisi gerong


(b) Daerah gerong ditandai dengan carbon marker

(Sumber: Haryanto,dkk, 1991)

1.9 Masalah apa saja yang terjadi pada Gigi Tiruan Berujung Bebas (Free

end)?

Masalah pada gigi tiruan berujung bebas adalah gigi tiruan tidak stabil, yaitu

gigi tiruan mudah bergeser dan mengungkit. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan

kompresibilitas dukungan (support) antara bagian posterior sadel ujung bebas dengan

bagian anteriornya, dan tidak adanya gigi kodrat di sebelah distal sadel (Keng, 1998).

Perbedaan ini menimbulkan masalah yaitu gigi tiruan berujung bebas selalu tidak

stabil. Gigi tiruan yang tidak stabil selanjutnya juga menimbulkan masalah terhadap

kesehatan jaringan tersisa.

Adanya perbedaan kompresibilitas dukungan baik antara mukosa dengan

mukosa, maupun antara mukosa dengan jaringan periodontal gigi sandaran (yang

mempunyai sandaran oklusal), mengakibatkan pada saat gigi artifisial di bagian sadel
15

tersebut kena tekanan kunyah, sadel/ gigi tiruan akan bergaekr

rotasi/mengungkit/tidak stabil. Berapa besar gerak ungkit yang terjadi tergantung

pada besar dan penyebaran tekanan kunyah yang terjadi, berapa besar perbedaan

kompresibilitas dukungan yang ada, serta jarak/panjang sadel.

Tidak adanya gigi kodrat di sebelah distal sadel yang dapat dipakai sebagai

sandaran/retainer juga menyebabkan bagian ujung distal sadel akan lebih bebas

bergerak dibandingkan dengan bagian ujung mesial sadel. Hal ini terjadi karena suatu

retainer pada gigi sandaran dapat berfungsi :

1) Memberi dukungan periodontal terhadap tekanan kunyah yang

mengenai gigi tiruan.

Sehubungan dengan tidak ada gigi sandaran dengan jaringan periodontalnya

yang mendukung bagian posterior sadel, sedangkan bagian anterior sadel masih dapat

didukung jaringan periodontal dari gigi sandaran, menyebabkan terjadinya perbedaan

kompresibilitas jaringan pendukung sadel/landasan gigi tiruan, sehingga pada saat

pengunyahan bagian sadel akan mengungkit, dan selanjutnya keseluruhan gigi tiruan

juga akan mengungkit/tidak stabil. Kompresibilitas jaringan periodontal lebih kecil

dibandingkan dengan kompresibilitas jaringan mukosa.

2) Memberi retensi gerong dari gigi sandaran

Ujung tangan retentif yang ditempatkan di daerah gerong gigi sandaran akan

memberi retensi gigi tiruan. Hal ini akan dapat mencegah terangkatnya bagian

posterior sadel ujung bebas pada saat pengunyahan akibat jenis makanan yang

lengket.
16

3) Mencegah pergeseran sadel/gigi tiruan ke medio-lateral, maupun ke

posterior

Tangan retentif yang berada di bagian bukal dan lingual/palatinal gigi

sandaran akan mencegah sadel/gigi tiruan bergeser baik ke arah lateral maupun ke

arah medial. Adanya gigi kodrat yang terletak sebelah distal sadel akan mencegah

sadel bergeser ke arah posterior.

1.10 Bagaimana penanganan masalah gigi tiruan berujung bebas (free end)?

Tidak stabilnya gigi tiruan berujung bebas dapat berupa : gigi tiruan mengungkit

pada arah vertikal; bagian ujung mengungkit pada arah horizontal; rotasi bagian sadel

pada poros rotasi sagital ; dan pergeseran anteroposterior.

Ungkitan Pada Arah Vertikal

Pada ungkitan ini poros rotasi berjalan horizontal pada bidang frontal. Ungkitan pada

arah vertikal dapat dibagi dua macam yaitu ungkitan ke arah oklusal, dan ungkitan ke

arah apikal.

1.10.1 Ungkitan ke Arah Oklusal (menjauhi lingir alveolar)

Ungkitan ke arah oklusal dapat terjadi pada pengunyahan jenis makanan yang

lengket, yang menyebabkan ujung distal sadel ujung bebas akan terangkat, sedangkan

ujung mesialnya karena ada ujung tangan retentif, akan tetap menempel pada gigi

sandaran. Pada awal gerak, poros rotasi ada pada kedua ujung tangan retentif,

selanjutnya poros melalui retainer indirek yang paling dekat dan terletak mesial dari

tangan retentif.
17

Untuk mengatasi ungkitan ke arah oklusal dapat dilakukan :

i. Perpanjangan landasan lebih jauh ke anterior dari titik retensi

Makin panjang/jauh ke anterior landasan/penghubung major maka ungkitan ke

arah oklusal makin mudah diatasi. Bagian landasan yang memanjang ke

anterior akan menahan terangkatnya sadel ujung bebas ke arah oklusal. Untuk

gigi tiruan rangka logam penghubung utama/major tidak perlu dibuat terlalu

luas/lebar, tetapi harus cukup panjang. Pada gigi tiruan akrilik, mengingat

kelemahan sifat fisik bahan akrilik, terpaksa harus dibuat landasan yang lebih

lebar dan tebal serta memanjang ke anterior.

ii. Disain retainer dibuat menjadi ungkitan kelas II

Ungkitan kelas II pada kasus gigi tiruan ujung bebas terjadi apabila titik

fulkrum berada sebelah anterior dari titik retensi. Pada posisi seperti ini sadel

ujung bebas akan tertahan waktu terangkat ke arah oklusal. Makin jauh jarak

antara titik fulkrum, maka kemampuan menahannya akan makin baik.

Pada gigi tiruan rangka logam sebaiknya dibuat retainer indirek yang

ditempatkan sejauh mungkin ke anterior. Untuk gigi tiruan akrilik apabila

memungkinkan dibuat retainer indirek berupa sandaran oklusal dari cangk.

kawat, atau landasan diperluas ke anterior sampai menutupi permukaan

palatinal/lingual tanpa mengganggu oklusi.

iii. Pembuatan retainer indirek yang lebih jauh ke anterior

iv. Menganjurkan pasien agar hati-hati/tidak mengunyah makanan yang lengket


18

Hal ini merupakan pencegahan atas penyebabnya, akan tetapi hampir setiap

jenis makanan terutama karbohidrat cenderung bersifat lengket. Yang perlu

dihindarkan ialah jenis makanan yang sangat lengket misalnya jenis dodol dan

permen karet.

1.10.2 Ungkitan ke Arah Apikal (ke arah lingir alveolar)

Ungkitan ke apikal terjadi pada saat pengunyahan makanan di daerah sadel

ujung bebas. Sadel akan menekan jaringan pendukung di bawahnya. Akibat adanya

perbedaan kompresibilitas jaringan pendukung yang mendukung sadel ujung bebas,

maka terjadi ungkitan pada gigi tiruannya. Gerak dan kekuatan ungkitan yang terjadi

tergantung pada perbedaan kompresibilitas jaringan pendukung, tekanan penggigitan,

dan letak tempat penggigitan.

Perbedaan kompresibilitas dapat terjadi antara mukosa daerah ujung sadel berujung

bebas dengan :

1. Mukosa dekat gigi sandaran yang kompresibilitasnya relatif lebih kecil.

Penelitian Machmud et al. (1969) menunjukkan bahwa kompresibilitas

mukosa daerah edentulous berujung bebas di rahang bawah bahwa makin ke arah

posterior, kompresibilitasnya makin besar. Rata-rata di daerah P1 = 0,34 mm; P2 =

0,42 mm; M1 = 0,6 mm; M2 = 1,31 mm; M3 = 2,4 mm; dan di daerah Retromolar

pad = 4,0. Di rahang atas perbedaan ini tidak begitu mencolok, karena adanya Tuber

maxillae, sehingga ungkitan yang terjadi lebih kecil dibandingkan dengan di rahang

bawah.
19

2. Gigi sandaran paling dekat sadel ujung bebas yang berfungsi mendukung

(support) (ada sandaran oklusal/retainer indirek).

Perbedaan kompresibilitas akan lebih besar, karena kompresibilitas jaringan

periodontal sangat kecil sekali yaitu kurang-lebih 0,2 – 0,3 mm. Akibat hal ini

ungkitan yang terjadi akan lebih besar terutama di rahang bawah.

1.10.3 Resorpsi Lingir Alveolar

Suatu ungkitan ke arah apikal dari landasan gigi tiruan yang tidak stabil akan

menyebabkan tidak meratanya penyaluran tekanan kunyah. Pada kasus gigi tiruan

sebagian lepasan ujung bebas, tekanan kunyah ke arah apikal akan lebih

terkonsentrasi di bagian posterior (daerah ujung bebas), sehingga akan menimbulkan

tekanan berlebih (overload/overfunction), yang selanjutnya akan mengakibatkan

resorpsi lingir alveolar yang lebih hebat di tempat tersebut. Untuk mengatasi ungkitan

ke arah apikal dapat dilakukan :

a) Memperluas landasan ujung bebas (daerah posterior). Makin luas

landasan/sadel maka penyaluran tekanan kunyah per satuan luas tertentu akan

makin kecil, sehingga mukosa akan lebih sedikit tertekan, dan gerak ungkit

yang terjadi juga akan makin kecil. Perluasan landasan/sadel yang maksimal

dapat diperoleh dengan cara melakukan muscle trimming baik untuk gigi

tiruan rangka logam maupun gigi tiruan akrilik sederhana.

b) Implan di daerah ujung bebas yang akan mendukung sadel, sehingga

perbedaan kompresibilitas jaringan pendukung yang menyebabkan ungkitan

akan lebih kecil.


20

c) Pencetakan khusus yang mengurangi tekanan terhadap lingir pada saat

pengunyahan, misalnya : pencetakan berganda; pemakaian bahan cetak

mukostatik; dan teknik alter cast.

d) Memperkecil luas permukaan oklusal gigi artifisial pada sadel ujung bebas.

Makin kecil/sempit luas permukaan kunyah, makin sedikit bagian bolus

makanan yang dikunyah, sehingga makin kecil tenaga/tekanan/gaya yang

diperlukan. Dengan demikian tekanan ke apikal terhadap sadel ujung bebas

akan makin kecil. Agar hal ini dapat dicapai, maka dipiilih gigi artifisial

berukuran mesiodistal dan bukolingual yang lebih kecil.

e) Mengurangi jumlah gigi artifisial di distal, dengan dikuranginya jumlah gigi

artifisial di distal, maka selain akan mengurangi luas permukaan oklusal, juga

akan memperpendek panjang lengan ungkit (jarak dari titik beban ke titik

fulkrum), sehingga apabila disain retainernya ungkitan kelas I, ungkitan yang

terjadi akan lebih kecil.

f) Membuat titik retensi mesial/lebih jauh ke mesial dari titik fulkrum paling

distal. Pada ungkitan kelas I maka dengan bertambah besarnya jarak dari titik

fulkrum ke titik retensi, sedangkan jarak lengan ungkit dan besar beban tetap,

maka ungkitan yang terjadi akan lebih kecil. Pembuatan tangan retentif pada

gigi yang lebih ke anterior atau di gigi anterior (kaninus) dapat mengganggu

estetika karena akan lebih banyak bagian logam yang terlihat. Untuk

mengatasi hal ini dipilih jenis retainer yang lebih estetis antara lain: ‘T” clasp;
21

“I” clasp; bahan plastik khusus; atau kombinasi dengan cara sebagian retainer

yang nampak dibuat dari bahan cangkolan kawat.

Selain itu agar ujung tangan retentif dapat ditempatkan serendah

mungkin mendekati margin gusi, tangan retentif harus dibuat sangat fleksibel.

Apabila tidak ada daerah tidak bergigi lainnya selain sadel ujung bebas, maka

perlu dibuat ruangan yang cukup/rest seat di bagian oklusal/insisal gigi

sandaran. Titik retensi yang lebih jauh ke mesial dari titik/garis fulkrum dan

berada disisi lain, juga dapat menambah mengurangi mengungkitnya gigi

tiruan berujung bebas.

g) Menganjurkan pasien mengunyah makanan yang lebih lunak. Mengunyah

makanan yang lebih lunak berarti tekanan kunyah akan lebih kecil, sehingga

ungkitan yang terjadi juga akan lebih kecil.

1.10.4 Ungkitan Terhadap Gigi Sandaran

Gigi tiruan yang mengungkit selain dapat menyebabkan resorpsi lingir

alveolar yang lebih hebat, juga dapat mengungkit gigi sandaran apabila disain retainer

pada gigi sandaran tersebut menimbulkan ungkitan kelas I.

Faktor utama yang menimbulkan gaya ungkit paling besar adalah tekanan/gaya

kunyah, yang menyebabkan ungkitan bagian sadel ke arah apikal/lingir alveolar.

Akibat ungkitan kelas I gigi tiruan ujung bebas ke apikal, gigi sandaran seolah-olah

diputar dan ditarik arah posterior. Karena hal ini berlangsung kontinu, maka dapat

terjadi kerusakan jaringan periodontal.


22

Untuk mencegah/mengurangi efek ungkitan oleh gigi tiruan ujung bebas terhadap gigi

sandaran dapat dilakukan :

a. Disain retainer ungkitan kelas II

Ungkitan kelas II terjadi apabila titik retensi dan beban kunyah (pada sadel

ujung bebas) berada sefihak terhadap titik/garis fulkrum. Pada keadaan tersebut bila

sadel ujung bebas tertekan ke apikal akibat tekanan kunyah tangan retentif juga akan

turun ke arah apikal, sehingga gigi sandaran tidak terungkit.

Pada kasus gigi tiruan berujung bebas ada beberapa cara untuk memperoleh disain

ungkitan kelas II antara lain :

1. Retainer utama tanpa sandaran oklusal dengan retainer indirek yang

ditempatkan di anterior.

2. Retainer utama dengan sandaran oklusal yang ditempatkan di permukaan

oklusal bagian mesial.

Walaupun dengan disain kelas II akan dapat dihindarkan terjadinya ungkitan

oleh gigi tiruan terhadap gigi sandaran, disain ini akan meyebabkan gigi tiruan lebih

tidak stabil dibandingkan dengan ungkitan kelas I pada saat terjadi tekanan kunyah ke

arah apikal. Ungkitan akibat tekanan kunyah ke arah apikal sekarang sepenuhnya

ditanggung oleh lingir alveolar.

b. Penghubung Minor fleksibel

Penghubung minor (minor connector) menghubungkan antara penghubung

utama/major dengan unit retainer. Apabila penghubung minor bersifat fleksibel, maka

setiap gerak/ungkitan yang terjadi pada penghubung major/gigi tiruan tidak segera
23

sepenuhnya mempengaruhi gigi sandarannya. Gaya ungkit yang terjadi sebagian

diredam oleh adanya hubungan fleksibel (seperti per pada shock breaker).

Penghubung minor yang fleksibel antara lain:

a) Stress Breaker

b) Precission Attachment yang mempunyai per

c) Dibuat dari bahan cangkolan kawat, dan cukup panjang

c. Tangan retentif lebih fleksibel (cangkolan kawat)

Pada ungkitan kelas I tangan retentif yang sangat fleksibel dapat mengurangi

trauma terhadap gigi sandaran. Cangkolan. kawat dibandingkan dengan logam cor

pada diameter yang sama akan bersifat lebih fleksibel. Apabila diperlukan tangan

retainer yang lebih fleksibel, digunakan cangkolan kawat yang lebih kecil.

Retensi tambahan di gigi sandaran yang lain (makin ke anterior > makin baik).

Pada ungkitan kelas I apabila dibuat retensi tambahan di gigi sandaran lainnya yang

lebih ke anterior, pada saat terjadi ungkitan akibat tekanan kunyah ke arah apikal

pada sadel ujung bebas, yang akan terungkit lebih dulu adalah gigi sandaran yang

terletak paling anterior. Ungkitan terhadap gigi sandaran yang terletak lebih ke

anterior tidak begitu berbahaya, karena :

a) Efek ungkitan terhadap gigi tersebut akan ditahan oleh gigi kodrat sebelah

distalnya.

b) Beberapa tangan retentif yang menahan ungkitan, akan mengurangi ungkitan

sehingga tidak begitu berbahaya bagi gigi sandaran.


24

c) Lengan terungkit akan lebih panjang, sehingga ungkitan terhadap gigi

sandaran lebih berkurang.

1.10.5 Bagian Ujung Mengungkit pada Arah Horizontal

Akibat tidak adanya gigi sandaran di ujung distal ujung bebas, bagian ini

bebas bergeser/berrotasi baik ke arah medial maupun ke arah lateral. Poros rotasi

yang terjadi berjalan vertikal melalui titik fulkrum paling distal pada gigi sandaran.

Penyebab pergeseran ke lateral atau medial ialah karena bekerjanya komponen gaya

lateral/medial pada fungsi pengunyahan.

Untuk mengurangi pergeseran ke arah tersebut dapat dilakukan usaha-usaha sebagai

berikut :

1. Perluasan landasan yang maksimal (ant., post., sisi lain)

Perluasan landasan yang maksimal diperoleh dengan melakukan muscle trimming.

Landasan yang lebih luas akan memberikan tahanan gesekan yang lebih besar yang

akan mengurangi bergesernya landasan ke arah lateral/medial. Besarnya tahanan ini

akan bertambah apabila lingir alveolarnya masih tinggi.

2. Retainer indirek (makin ke anterior > baik)

Adanya retainer indirek yang menempati seat (lekuk dudukan) di anterior akan

menahan sadel ujung bebas bergeser ke arah lateral/medial. Seperti halnya pada

ungkitan, makin jauh retainer indirek ke titik fulkrum, maka akan makin besar

kemampuannya untuk menahan pergeseran titik beban ke arah apikal. Pada gigi
25

tiruan akrilik dapat dipilih beberapa jenis retainer indirek dari cangk. kawat di

anterior yang dapat mencegah landasan bergeser ke lateral/medial. Landasan akrilik

yang diperluas sampai menutupi daerah papila interdental gigi anterior juga dapat

berfungsi sebagai retainer indirek yang menahan pergeseran landasan.

3. Menghilangkan sangkutan oklusi (interference)

Gigi artifisial disusun sesuai dengan kaidah Hukum Artikulasi, dan

menghilangkan disharmoni oklusal waktu artikulasi perlu dilakukan baik pada saat

remounting maupun grinding in.

4. Gigi artifisial non-anatomik

Pemakaian gigi artifisial non-anatomik juga akan menghilangkan terjadinya

komponen gaya kunyah yang mengarah ke lateral/medial.

1.10.6 Rotasi Bagian Sadel pada Poros Rotasi Sagital

Bagian sadel dapat berotasi dengan poros melalui puncak lingir alveolar. Pada

sadel ujung bebas satu sisi sehubungan tidak ada gigi penyanggadi posterior sadel,

cenderung lebih mudah t erjadi. Untuk mencegah atau mengurangi kemungkinan ini,

dapat dilakukan tindakan-tindakan berikut :

1. Perluasan landasan ke sisi lain

Perluasan penghubung major/landasan ke sisi lain akan mencegah terputarnya

sadel ke arah medial pada poros rotasi sagital.

2. Retensi di sisi lain


26

Adanya retensi di sisi lain akan mencegah penghubung major/landasan di sisi

ini terangkat, sehingga selanjutnya akan mencegah sadel ujung bebas terputar

ke arah lateral.

3. Sandaran oklusal yang lebih lebar

Lebar sandaran oklusal yang biasa kira-kira sepertiga lebar permukaan oklusal

gigi sandarannya. Untuk dapat lebih mencegah terputarnya sadel ujung bebas,

lebar sandaran oklusal harus ditambah. Pada gigi tiruan rangka logam hal ini

mudah diperoleh, akan tetapi untuk gigi tiruan akrilik sandaran oklusal yang

dibuat dari cangk. kawat ukurannya jauh lebih kecil dari sepertiga lebar

permukaan oklusal gigi sandaran. Untuk mengatasi kekurangan ini sandaran

oklusal pada satu tempat dibuat dari beberapa cangk. kawat yang disusun

melebar.

4. Tangan retentif di permukaan bukal dan mesial gigi sandaran (mod. Akers)

Apabila tangan retainer baik di bukal maupun lingual bersifat retentif, maka

kedua tangan retainer ini dapat mengurangi terputarnya sadel baik ke arah

medial maupuin lateral.

5. Perluasan landasan maksimal

Landasan yang lebih luas terutama ke medial maupun lateral akan lebih dapat

mencegah terputarnya sadel. Perluasan landasan yang maksimal ke bagian

forniks maupun ke posterior dapat dilakukan dengan muscle trimming.


27

1.10.7 Pergeseran Anteroposterior

Pada kasus “all tooth supported” Pergeseran sadel ke arah mesial maupun

distal dapat dicegah karena baik sebelah mesial maupun sebelah distal tertahan oleh

gigi kodrat. Pada gigi tiruan berujung bebas karena sebelah distal dari sadel sudah

tidak ada lagi gigi kodrat, maka sadel ujung bebas mudah sekali bergeser ke arah

posterior. Untuk mencegah bagian sadel ujung bebas tergeser ke arah posterior dapat

dilakukan hal-hal berikut :

1. Retainer merangkum gigi sandaran > 200

Dengan cara ini hampir seluruh gigi sandaran dirangkum oleh tangan retainer,

sehingga dapat mencegah pergeseran sadel baik ke arah distal maupun ke

mesial. Untuk gigi tiruan rangka logam dapat dipilih retainer Ring Clasp atau

Back Action Clasp. Untuk gigi tiruan akrilik sederhana agak tidak mudah,

karena tangan retainer cangk. kawat yang terlalu panjang akan sangat lemah

sekali (misalnya “C “clasp), sehingga untuk mengatasinya perlu tambahan

lain.

2. Sandaran oklusal diletakkan di bagian mesial permukaan oklusal gigi

sandaran.

Dengan meletakkan sandaran oklusal di tempat ini pergeseran sadel ujung

bebas ke posterior dapat dicegah. Baik untuk gigi tiruan rangka logam

maupun akrilik sederhana dapat dibuat membuat retainer yang berjalan dari

mesial ke distal.

3. Retainer indirek
28

Dengan menempatkan indirek retainer di gigi anterior, akan mencegah

pergeseran sadel ujung bebas ke posterior.

4. Ada sadel “all tooth supported” (sadel lain di mesial sadel ujung bebas)

Sadel lain yang menempati daerah tidak bergigi sebelah anterior sadel ujung

bebas juga akan menahan bergesernya sadel ujung bebas ke posterior.

Pertanyaan Tambahan

1.11 Mengapa pada saat surveying dilakukan zero tilting?

Salah satu tujuan dari surveying adalah untuk arah pemasangan (path of

insertion). Path of insertion ini diharapkan memudahkan pasien dalam

memasang dan melepaskan gigi tiruannya. Garis surveying (surveying

line/guiding line/ height of contour) adalah garis yang menunjukkan kontur

terbesar gigi atau jaringan untuk mendapatkan area gerong yang paling

menguntungkan. Keadaan zero tilting atau posisi model yang tegak lurus dengan

tongkat analisis mengibaratkan arah pemasangan. Jika memang dari posisi zero

tilting dapat menemukan gerong retentive yang menguntungkan maka proses

lepas pasang GT oleh pasien pun juga akan mudah.

Dalam arah pemasangan protesa (path of insertion) terdapat factor-faktor

yang berpengaruh, yaitu :

a. Bidang bimbing (guiding plane)

Permukaan proximal gigi yang sejajar satu sama lain harus dicari,

atau bila tidak ada sengaja dibuat sebagai bidang bimbing. Bidang bimbing
29

diperlukan untuk mempermudah pemasangan dan pengeluaran GT tanpa

paksa atau merusak jaringan pendukung, protesanya sendiri, ataupun jaringan

yang dibawahnya. Jadi bidang bimbing adalah permukaan gigi asli atau

restorasi yang dibuat di atas gigi tersebut yang dibentuk menjadi datar dan

sejajar dengan arah pemasangan GT yang dibuat. Permukaan bidang ini

idealnya berkisar antara 2-4 mm dalam arah okluso-gingival dan berkontak

dengan bagian kaku rangka GT. Adanya kontak seperti ini memberikan efek

resiprokasi.

b. Daerah retensi (retentive undercut)

Daerah ini dibutuhkan untuk memberikan retensi kepada cangkolan.

Retensi ini dinilai baik jika tidak menyebabkan perubahan bentuk

(deformasi) kepada logam cangkolan, karena selama pemakaian GT ini

nantinya, lengan akan melewati kontur terbesar gigi yang dicengkrami.

Lengan cangkolan harus dapat melentur melewati kontur cembung gigi,

tetapi memberikan cukup retensi sehingga GT tidak lepas jika terkena gaya-

gaya pemindah (dislodging/ displacing forces)

c. Hambatan (interference)

GTSL hendaknya didesain sedemikian rupa agar dapat masuk-kelur

mulut tanp adanya hambatan gigi maupun jaringan. Hambatan tersebut dapat

berupa gigi yang malposisi atau tonjolan tulang yang menyolok. Interference

dapat dikurangi atau dihilangkan dala suatu tindakan mouth preparation


30

dengan jalan pembedahan, ekstraksi, mengikis permukaan atau mengubah

kontur gigi dengan pemasangan restorasi tulang.

d. Estetik

Pemilihan arah pemasangan tertentu memungkinkan pembuatan GT

yang memenuhi estetika, karena bagian basis dan metal hamper tidak atau

hanya tampak sedikit dari luar. Lokasi daerah retensi memengaruhi

penentuan arah pemasangan terpilih, maka dalam hal ini segi estetik harus

dipertimbangkan. Metal akan kurang terlihat bila cangkolan ditempatkan

lebih kea rah disto-bukal gigi.

Jadi posisi akhir yang dipilih harus memberikan atau memungkinkan

adanya bidang bimbing yang sejajar, dengan retensi yang merata pada gigi-gigi

penyangga sesuai dengan kemampuan gigi masing-masing, meminimalisir

hambatan serta pertimbangan factor estetik. Setelah evaluasi keempat poin

tersebut, model siap untuk ditandai (surveying) untuk pelaksanaan recording.

Pemiringan model (tilting the cast) dapat dilakukan untuk beberapa

indikasi kasus tertentu, seperti :

a. Pemiringan anterior (anterior tilting)

Indikasi untuk kasus free end yang lebih ke posterior dari gigi P.

Arah pemasangan dari posterior ke anterior dengan memanfaatkan

gerong yang berada pada bagian distal P.

Cara : tepi anterior model dimiringkan kebawah.

b. Pemiringan posterior
31

Arah pemasangan dari anterior ke posterior.

Indikasi kasus kehilangan banyak gigi anterior

Gerong mesial dari P dan M dimanfaatkan

Cara ini menempatkan GTSL lebih dekat dengan gigi

penyangganya, sehingga estetik lebih baik

c. Pemiringan lateral

Indikasi : kasus posisi gigi penyangga salah satunya abnormal.

Contoh : bila sebuah gigi M kiri bawah sangat miring ke lingual,

arah pemasangan harus dipilih ke kanan atau ke kiri sehingga gigi ini

dapat dimanfaatkan.

d. Pemiringan anterior atau posterior

Indikasi : untuk kasus dukungan gigi, bounded sadle

Contoh : bila M2 kuat, P2 lemah, maka dilakukan posterior tilting

sehingga diperoleh efek penguat (bracing) cangkolan pada M2.


32

Gambar 1. 10 Pemiringan saat surveing


(Sumber: Haryanto,dkk, 1991)
1.12 Bagaimana cara mengkompensasi bentuk linggir V agar pemakaian GT

stabil dan tidak sakit?

Alveolar ridge adalah jaringan pendukung utama basis gigi tiruan lepas untuk

menahan tekanan pengunyahan. Alveolar ridge terdiri dari mukosa yang menghadap

gigi tiruan, submukosa, periosteum dan tulang alveolar dibawahnya (O Boucher Carl,

1975:7). Alveolar ridge yang tajam adalah alveolar ridge yang bentuk puncaknya

kecil dan sangat tajam akibatnya tidak mampu menahan tekanan sebanyak alveolar

yang masih lebar (Zarb GA, 2002:78).

Resorpsi alveolar biasanya terjadi secara merata, tetapi kadang-kadang resorbsi

terjadi secara tidak teratur dan berlebihan pada salah satu dimensi, sehingga alveolar

ridge yang terbentuk tidak sesuai untuk mendukung gigi tiruan sebagian lepas

(Hopkins, 1989:26). Alveolar ridge permukaannya ditutupi oleh mukosa tipis yang

atropi dan bila terkena tekanan pengunyahan akan menimbulkan rasa sakit sehingga

pasien merasa tidak nyaman (Hopkins, 1989:26, Combe, 1992:283)

Menurut (Itjiningsi, 1996:8, Sudiono & Anggraeni, 2001:166) macam-macam

bentuk alveolar ridge adalah sebagai berikut:


33

1. Alveolar ridge dengan bentuk U yaitu dimana permukaan labial atau bukal

sejajar dengan permukaan lingual atau palatal

2. Alveolar ridge dengan bentuk V yaitu dimana ridge dengan puncak

sempit, dan kadang-kadang tajam seperti pisau

3. Alveolar ridge dengan bentuk jamur atau bulbous atau omega yaitu

dimana bentuknya membesar atau melebar di puncaknya. Bentuk jamur

berleher dan menimbulkan undercut

(a) (b) (c)


Gambar 1. 11 Alveolar Ridge (a) bentuk “U” (b) bentuk “V” (c) bentuk
“Bulbous”

Masalah Gigi Tiruan yang Berkaitan dengan Bentuk Linggir:

1. Bentuk “U”

Bentuk linggir yang paling menguntungkan dibandingkan dengan bentuk

lainnya. Makin lebar puncak lingir makin dapat menahan daya kunyah. Sisi

yang sejajar dapat menahan daya ungkit dan perpindahan tempat akibat daya

horizontal

2. Bentuk “V”

Bentuk linggir yang kurang menguntungkan dibandingkan dengan bentuk

“U” terutama bila tajam seperti pisau. Geligi tiruan yang dipasang akan

menimbulkan rasa sakit, karena mukoperiosteum sekitar lingir terasa terjepit.


34

Untuk mengatasi dapat kita lakukan peredaan pada bagian anatomi landasan

di daerah sekitar tadi.

3. Bentuk “Jamur”

Bentuk lingggir mempunyai keuntungan yang sama seperti bentuk “U” tetapi

adanya gerong akan menyulitkan dan menimbulkan rasa sakit pada saat geligi

tiruan dipasang ataupun saat dilepas. Bila dilakukan peredaan akan menjadi

tempat penimbunan sisa makanan dan kebocoran karena “seal” terganggu.

Akibatnya geligi tiruan akan kehilangan kekokohannya. Bila terdapat bentuk

“Jamur” pada kedua sisi harus dikoreksi secara bedah.

Penanganan Masalah Gigi Tiruan yang Berkaitan dengan Linggir “Bentuk V”

Untuk mengatasinya permasalahan yang mungkin mucul pada Gigi Tiruan

akibat bentuk linggir yang tajam, dapat dilakukan dengan memperkecil luas

permukaan oklusal gigi artifisal, relief atau peredaman menggunakan tin foil atau

softliners pada daerah linggir alveolar.

Memperkecil luas permukaan oklusal gigi artifisial

Semakin sempit luas permukaan kunyah, maka bolus makanan akan semakin

mudah terkoyak dan tekanan kunyah ke apikal akan semakin ringan. Agar hal ini

dapat tercapai, maka dilakukan pengurangan pada bagian buccolingual atau dipilih

gigi artifisial yang berukuran kecil

Menggunakan Tin Foil


35

Tin foil diaplikasikan saat dilakukannya pembuatan gigi tiruan, yaitu setelah

dilakukan waxing out sebelum packing akrilik. Setelah itu tin foil diletakan di atas

linggir alveolar yang tajam. Bagian akrilik yang nantinya akan dimasak pada bagian

linggir yang tajam akan berkurang sehingga tidak menekan linggir tajam tersebut

Menggunakan Softliners

Softliners merupakan bahan pelapis lunak yang diaplikasikan pada bagian

puncak linggir sehingga menghasilkan stabilisasi yang optimal.

1. Fungsi softliners

a. mengurangi rasa sakit pada puncak linggir alveolar yang tajam

b. mendistribusikan tekanan pengunyahan terhadap jaringan pendukung gigi

tiruan

c. menahan konsentrasi tekanan dan menambah kecekatan gigi tiruan

2. Jenis softliners

Berdasarkan komposisi polimer yang digunakan dan jangka waktu

penggunaannya, bahan pelapis lunak dibedakan menjadi:

a. Softliners jangka pendek

Pelapis ini disebut juga sebagai tissue conditioner, tersedia dalam

bentuk bubuk dan cairan. Bahan pelapis lunak ini dapat diletakkan langsung

ke basis gigi tiruan lepas. Pelapis ini harus diganti setiap 2-3 hari.

Keuntungan:

a) Elastisitasnya tinggi

b) Dapat diaplikasikan disemua sisi gigi tiruan lepas


36

c) Dapat mencatat free way space

Kerugian:

a) Penyerapan air tinggi

Hal ini berkaitan dengan perlekatan antara pelapis lunak jangka

pendek dan basis gigi tiruan lepas, misalnya dapat robek atau lepas

dari basis gigi tiruan, sehingga mengurangi penyerapan tekanan.

Komposisi:

a) Bubuk: terdiri dari poly (ethylmethacrylate) dan polimer yang terkait

b) Cairan: campuran dari ester aromatic, seperti dibutyl phthalate yang

bertindak sebagai pembentuk (plasticizer), serta etil alcohol.

Prosedur penggunaan:

a) Gigi tiruan sebagian lepas dicobakan kedalam mulut pasien dengan

menggunakan PIP (Pressure IndicatorPaste).

b) Kemudian oklusi diperiksa dan diperbaiki setelah prosedur normal

(1) (2) (3)

Gambar 1. 12 Penggunaan Softliners

(1) Permukaan cameo protesa diulasi dengan separtor


37

(2) Setelah tissueconditioner diaduk, letakkan adonan pelapis lunak

jangka pendek di permukaan intaglio denture

(3) Bahan didistribusikan secara merata di atas permukaan basis gigi

tiruan lepas dengan semen spatula

c) Aplikasikan tissue conditioner kedalam mulut dengan tekanan ringan.

Pertahankan tekanan ini saat bahan mulai mengalir dan manipulasi ke

tepi jaringan untuk membuat border moulding pada bahan tissue

conditioner tersebut ditempatkan di dalam mulut dengan tekanan

ringan.

Gambar 1. 13 Gigi tiruan lepas dengan bahan pelapis lunak

d) Pada gigi tiruan sebagian lepas rahang bawah, instruksikan pasien agar

lidahnya dijulurkan kedepan dan agak dipaksa, kemudian lidah

digerakkan ke setiap sisi pipi agar mendapatkan lingual extention yang

tepat. Jika gigi posterior masih ada, pasien harus mengoklusikan gigi

saat tissue conditioner mengalir dengan tujuan untuk mendapatkan

keselarasan gigi tiruan lepas yang sesuai.

e) Pasien diinstruksikan agar duduk tenang sekitar 4-5 menit sehingga

tissue conditioner dapat mencapai tahap gel.


38

f) Kemudian lepaskan gigi tiruan sebagian lepas dan periksa kembali.

Kemudian buang kelebihan bahan dengan menggunakan blade tajam.

g) Jika gigi tiruan sebagian lepas terbuka, dan melewati bahan perawatan,

maka daerah ini harus direlief dan kemudian ditambahkan bahan yang

baru. Cara terbaik untuk merelief basis gigi tiruan sebagian lepas

dengan melapisi permukaan dengan sabun cair kemudian potong

bagian yang terbuka dari basis gigi tiruan resin akrilik dengan

menggunakan bur. Hal ini, untuk mencegah serpihan melekat ke

permukaan tissue conditioner.

h) Bersihkan sabun, kemudian pada gigi tiruan sebagian lepas dapat

ditambahkan tissue conditioner dan setelah selesai dapat dipakai oleh

pasien.

i) Pasien harus diajarkan cara merawat gigi tiruan lepas dirumah dan

diajarkan bagaimana memakai bahan pelapis lunak jangka pendek ini

sendiri dirumah. Bahan pelapis jangka pendek ini tidak boleh dalam

keadaan kering. Jika gigi tiruan tidak dipakai, maka gigi tiruan harus

direndam dengan air atau cairan pembersih. Agar dapat menjadi efektif

dalam perawatan jaringan mulut, tissue conditioner harus diganti

setiap 2 sampai 3 hari. Pelapis Lunak Jangka Panjang kebanyakan

digunakan sebagai terapi pada pasien yang tidak sanggup mentoleransi

rasa sakit akibat pemakaian gigi tiruan lepas. Bahan ini digunakan

pada pasien yang memiliki sakit yang kronik,atau ketidak


39

nyamanan akibat kontak yang berkepanjang anantara basis gigi tiruan

dan jaringan lunak dibawahnya.

b. Softliners jangka panjang

Bahan pelapis lunak untuk jangka panjang kebanyakan digunakan

sebagai terapi pada pasien yang tidak sanggup mentoleransi rasa sakit akibat

pemakaian gigi tiruan lepas. Bahan ini digunakan pada pasien yang memiliki

sakit yang kronik atau ketidak nyamanan akibat kontak yang berkepanjang

anantara basis gigi tiruan dan jaringan lunak dibawahnya. Bahan pelapis lunak

ini dilakukan dengan proses curing atau bersama-sama dengan pembuatan gigi

tiruan lepas secara konvensional.

Jenis Bahan Pelapis Lunak Jangka Panjang:

a) Karet silicon yang berpolimerisasi tanpa panas

Bahan ini juga sering disebut RTV (Room Temperature

Vulcanition). Salah satu hal penting pada komposisi bahanini dengan

bertambahnya jumlah bahan pengisi, maka makin besar pula

absorbsinya terhadap air, akibatnya kestabilan bahan pelapis lunak

menjadi berkurang. Daya tahan bahan ini terhadap robekan sangat

rendah, dan mudah lepas dari basis gigi tiruan lepas serta mudah

terjadi abrasi.

b) Karet silikon yang berpolimerisasi dengan panas

Daya serap air bahan ini rendah. Sehingga kestabilan dimensi

dan kecekatannya lebih baik dan hanya sedikit terpengaruh oleh


40

lingkungan dalam mulut. Perlekatan bahan ini terhadap basis gigi

tiruan lepas lebih baik dan tidak mudah robek. Bahan ini dapat tahan

sampai 5 tahun atau lebih. Keuntungan bahan karet silikon

berpolimerisasp dengan panas adalah kelenturannya lebih baik

daripada yang dimiliki oleh bahan akrilik lunak

c) Bahan-bahan resin akrilik. Umumnya bahan-bahan resin akrilik

menggunakan poly (ethymethacrylate) sebagai bahan akrilik lunak

dibandingkan dengan bahan-bahan silikon adalah akrilik lebih tahan

terhadap robekan dan memiliki perlekatan yang lebih efektif terhadap

basis gigi tiruan lepas. Keburukannya adalah kelenturannya untuk

kembali kebentuk semula lebih rendah dan mudah kehilangan bahan

pembentukan, yang mengakibatkan bahan menjadi kaku dan mudah

patah.

Keuntungan:

a) Kekuatan ikatan lebih lama dan baik terhadap basis akrilik

b) Tahan terhadap sobekan dan abrasi

c) Lebih mudah dipoles dari pada silikon.

Kerugian:

a) Penyerapan air tinggi

Plasticizer terpengaruh terhadap saliva, yaitu kehilangan daya

lentingnya dan kehilangan efek bantalannya serta menjadi keras,


41

permukaan menjadi kasar ketika ada timbunan kalkulus, adanya

akumulasi makanan dan mudah tercemar oleh mikroorganisme.

1.13 Apa saja jenis – jenis landasan gigi tiruan ?

Basis gigi tiruan adalah bagian dari gigi tiruan sebagian lepasan yang terletak di

atas mukosa dan tempat anasir gigi tiruan diletakkan. Basis gigi tiruan yang ideal

memenuhi beberapa syarat, yaitu dapat beradaptasi dengan jaringan, tidak mengiritasi

jaringan, memiliki kekuatan yang cukup untuk mecegah terjadinya fraktur atau

distorsi pada saat penggunaan, biokompatibel, estetis yang baik, memiliki stabilitas

dimensi yang baik, dapat dibersihkan dengan mudah, dapat dipreparasi, harga

ekonomis, dan memiliki konduktivitas termal yang baik. Beberapa jenis bahan basis

gigi tiruan sebagian lepasan adalah:

1.13.1 Akrilik

Gigi tiruan dengan basis berbahan resin akrilik diindikasikan pada individu

yang memiliki alergi terhadap logam, long span free end, pada saat melakukan

relining, penggunaan gigi tiruan berbahan akrilik, dan extension base partial denture.

Basis gigi tiruan berbahan resin akrilik harus memiliki ketebalan minimal 1.5 mm

untuk kekuatan yang baik. Penggunaan bahan akrilik sebagai bahan basis gigi tiruan

memiliki beberapa keuntungan, antara lain penggantian gigi anterior yang akan

meningkatkan estetis bahkan pada kasus dimana telah terjadi resorbsi pada linggir

alveolar, mengembalikan kontur linggir alveolar, mengembalikan kontur bibir dan

pipi, serta dapat dilakukan relining. Namun, penggunaan akrilik sebagai bahan basis
42

gigi tiruan juga memiliki beberapa kerugian, antara lain basis harus dibuat luas untuk

mendistribusikan gaya yang baik, dapat rusak pada saat penggunaan, serta cenderung

mengakumulasikan tumpukan saliva yang dapat mengiritasi jaringan lunak.

1.13.2 Logam

Gigi tiruan dengan basis berbahan logam diindikasikan pada pengunaan gigi

tiruan dukungan gigi dan jarak antarlengkung yang tidak memadai. Gigi tiruan

dengan basis berbahan logam terbentuk dari emas, krom kobalt, titanium, dan

vitallium yang ditempa. Basis berbahan logam yang paling modern dibentuk dari aloi

yang kuat yang disebut krom kobalt. Jenis gigi tiruan dengan basis berbahan logam

ini memiliki beberapa keuntungan, antara lain lebih stabil dan retentif karena melekat

erat dengan mukosa, dapat ditempa menjadi lapisan yang tipis dan lebih kuat

dibandingkan resin akrilik, tidak mengakibatkan terjadinya akumulasi tumpukan

saliva oleh karena lebih mudah dibersihkan, tidak mengganggu pergerakan lidah,

dapat menghantar perubahan termal yang terjadi pada jaringan lunak dibawahnya,

dan bersifat bakteriostatik. Namun, beberapa kerugian yang diakibatkan penggunaan

gigi tiruan basis logam adalah basis yang over-extension dapat melukai jaringan

lunak, sebaliknya basis yang under-extension dapat memicu terjadinya resorbsi pada

linggir alveolar, sulit dalam melakukan penyesuaian, estetis yang kurang baik, serta

sulit untuk dilakukan relining atau rebasing.

1.13.3 Resin fleksible/Valplas

Valplast merupakan suatu basis gigitiruan resin fleksibel yang ideal untuk gigi

tiruan sebagian lepasan. Resin tersebut merupakan bahan nilon termoplastik


43

biokompatibel dengan sifat fisik dan estetik yang unik. Valplast memungkinkan

warna alami dari jaringan mulut tampak melalui bahan tersebut, yang disesuaikan

dengan kategori warna dasar, misalnya medium, light pink atau meharry.

Valplast adalah nilon termoplastik yang lebih tipis dan lebih translusen dari

pada gigi palsu biasa. Pasien lebih menyukai karena nyaman dan bebas metal/logam.

Valplast fleksibel yang tetap kuat tidak bisa patah. Valplast sangat baik dalam

estetika, tidak menggunakan kawat retensi tetapi perlekatan dalam rongga mulut

sangat baik. Valplast sebaiknya tidak digunakan pada free end unilateral atau bilateral

karena akan tidak stabil. Pasien dengan kondisi oral hygiene yang buruk akan

menyebabkan valplast menjadi berubah warna pada plat.

Komposisi valplas

Valplast merupakan gigitiruan fleksibel berbahan dasar resin yang ideal untuk

gigi tiruan sebagian lepasan. Resinnya merupakan nilon termoplastik yang

biokompatibel dengan bentuk yang unik dan estetis. Resin berbahan dasar nilon

(polyamide) atau yang biasa dikenal dengan valplast adalah sebuah resin termoplastik

semi-transparan yang fleksibel. Nilon adalah nama generik untuk beberapa tipe

polimer termoplastik yang masuk ke dalam kelas yang dikenal sebagai poliamid.

Bahan ini merupakan famili dari polimer kondensasi yang berasal dari reaksi diacid

dengan diamine. Nilon ini menghasilkan variasi poliamid dengan sifat fisik dan

mekanik yang tergantung pada kelompok ikatan antara kelompok acid dengan

kelompok amine. Dari awal perkembangannya, nilon merupakan bahan serbaguna

dengan banyak karakteristik yang membuatnya sesuai untuk aplikasi yang luas.
44

Perkembangan nilon sebagai rekayasa plastik berlangsung hampir empat dekade, tapi

masih tetap ada tuntutan perkembangan dari nilon.

Penggunaan nilon dental pertama kali tidak sukses karena penyerapan air yang

berlebihan, sehingga menyebabkan pemuaian yang berlebihan. Penyerapan air yang

lebih rendah pada nilon glass reinforced telah menghasilkan produksi yang lebih

dapat diharapkan. Nilon ini terutama diisi dengan cotton glass beads atau chopped

glass fibers. Nilon merupakan famili polimer kondensasi yang dihasilkan dari reaksi

diacid dengan diamine. Untuk memberikan variasi poliamid yang memiliki sifat fisik

dan mekanik yang bergantung pada hubungan antara kelompok acid dan amine. Pada

awal penggunaannya dalam bidang kedokteran gigi tidak begitu sukses karena

absorbsi air yang tinggi. Berdasarkan jenis air yang dipilih, yang menyebabkan

perubahan bentuk dan biodegradasi.

Sifat valplas

Biokompatibel nilon dan resin termoplastik dari valplast memberikan tingkat

fleksibilitas yang ideal dan stabilitas ketika diproses dan diselesaikan sesuai dengan

ketebalan yang disarankan. Sebagai tambahan, warna, bentuk, dan desain dari bagian

valplast menyatu dan tampak sama dengan keadaan jaringan gingival sesungguhnya,

membuat gigitiruan hampir tidak tampak. Clasps yang kuat mengait dengan kuat dan

nyaman pada daerah sekitar gigi asli dan gingival. Resin valplast tidak membutuhkan

clasps logam, sehingga menghilangkan gangguan metal yang selalu dikomplain oleh

pasien.
45

Bahan ini tidak mempunyai clasps logam dan bersifat ringan. Bahannya bersifat

tembus pandang, sehingga gusi pasien terlihat jelas,menghasilkan penampilan alami,

memberikan estetika yang memuaskan. Nilon basis gigitiruan termoplastik adalah

basis gigitiruan yang bebas monomer, bersifat hypoallergenic sehingga dapat menjadi

alternatif yang berguna bagi pasien yang sensitif terhadap resin akrilik konvensional,

nikel atau kobalt.

Valplast tergantung pada retensi mekanik untuk menahan gigi. Bila tidak ada

cukup ruang untuk menempatkan lubang retensi pada gigi, gigi tersebut dapat

tercabut nantinya. Ruang yang terbaik adalah 5 mm atau lebih dari interoklusal

posterior yaitu antara gigi dan ridge yang berlawanan pada retensi gigi maksila.

Valplast diperkenalkan sebagai sebuah resin termoplastik semi-translusen untuk

menghasilkan gigitiruan tissue-borne sebagian lepasan yang fleksibel. Sementara

bahannya tidak cukup kuat untuk kembali ke teknik awal tooth borne rest seat,

fleksibilitas ditambahkan untuk kenyamanan pasien selama menggunakan alat

tersebut.

Nilon memiliki tekanan fisik yang kuat. Hal ini dapat dengan mudah

dimodifikasi untuk meningkatkan kekakuan dan resistensi penggunaan. Karena

keseimbangan kekuatan, duktilitas dan resistensi panas yang sempurna, nilon menjadi

pilihan yang baik untuk menggantikan alat metal. Walau demikian, dalam kedokteran

gigi, karena sifat fleksibilitas, alat ini digunakan secara primer untuk gigitiruan tissue

borne yang fleksibel. Alat ini tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk
46

menggunakan oklusal rest, dan tidak dapat menjaga dimensi vertikal ketika

digunakan untuk kekuatan oklusal secara langsung. Nilon termoplastik yang disebut

juga sebagai nylon injection molded, adalah basis gigitiruan yang ideal untuk

gigitiruan sebagian lepasan dan restorasi unilateral. Termoplastik merupakan bahan

yang akan menjadi plastik dibawah tekanan dan panas, tetapi sangat kuat pada suhu

ruangan. Nilon termoplastik diinjeksikan pada temperatur antara 274 hingga 239

derajat celcius dan memiliki gravitasi spesifik yaitu 1,14, mold shrinkage sekitar

0,014 in/in, tensile strength 11000 psi dan kekuatan fleksibilitas 16000 psi. Nilon

sedikit sulit untuk disesuaikan dan dihaluskan, tapi resinnya dapat semi-translusen

dan memberikan estetik yang sempurna untuk gigitiruan sebagian lepasan tissue-

borne yang fleksibel.

Valplast tidak mudah dipatahkan, berwarna merah jambu seperti gusi, dapat

dibuat sedikit tipis, dan dibentuk tidak hanya oleh basis gigitiruan, namun clasps-nya

pula. Ketika clasps dibentuk untuk mengelilingi leher gigi, clasps tersebut secara

umum tidak dapat dibedakan dengan gusi yang normalnya mengelilingi gigi.

Walaupun gigitiruan ini tidak bersandar pada gigi asli seperti beberapa jenis

kerangka logam, clasps bersandar pada gusi yang mengelilingi gigi asli. Jaringan ini,

tidak seperti daerah gusi yang berlebih, stabil dan tidak berubah setiap waktu

sehingga menjaga gigitiruan sebagian lepasan tetap stabil dan tidak berubah seperti

beberapa jenis casting logam. Tipe dari gigitiruan sebagian lepasan ini sangat stabil
47

dan retentif, dan elastisitas dari clasps plastik yang fleksibel menjaganya tetap seperti

seharusnya.

Bentuk unik komposisi nilon semi-kristalin memberikan kekuatan,

fleksibilitas, tranparansi, dampak resistensi yang tinggi, warna yang stabil, resistensi

terhadap creep yang tinggi, fatigue endurance yang tinggi, karakter penggunaan yang

sempurna, resistensi yang baik, tidak ada porositas, tidak ada bahan biologis

terbentuk atau bau atau stain, rendahnya daya serap air dan dimensi stabilitas yang

baik, monomer dan tanpa logam dan struktur yang mikrokristalin cukup mudah

diselesaikan dan dihaluskan seperti akrilik.

Keuntungan Valplast

a. Estetika

Material yang translusen menunjukkan warna jaringan dibawahnya, sehingga

hampir tidak mungkin untuk terdeteksi dalam mulut. Tidak ada clasp yang

terlihat pada permukaan gigi (bila digunakan dalam membuat clasp),

meningkatkan estetik. Tidak ada clasp logam yang terlihat.

Gambar 3. Peningkatan estetika karena ketiadaan claps berbahan logam


(Sumber: www.scribd.com/Flexible dentures A fl-exible option to treat edentulous)
48

b. Kekuatan

Bahan gigitiruan fleksibel begitu kuat sehingga dapat dibuat sangat tipis
menjadikannya nyaman untuk dipakai dan secara estetik disukai.
c. Akurasi

Sebagai gigi tiruan fleksibel yang dibuat dengan menggunakan teknik

injeksi, gigitiruan tersebut menunjukkan akurasi yang lebih baik

dibandingkan dengan teknik konvensional. Penanganan undercut basis gigi

tiruan fleksibel beradaptasi dengan baik pada daerah undercut. Jumlah

penyesuaian yang diperlukan pada saat insersi gigitiruan sangat sedikit. Hal

ini juga mengurangi keluhan setelah insersi gigitiruan yang dapat

menimbulkan trauma (ulserasi).

Gambar 4. Keakuratan yang lebih baik


(Sumber : www.scribd.com/Flexible dentures A fl-exible option to treat edentulous)

d. Biokompatibilitas

Biokompatibilitas seluruhnya terpenuhi karena bahan tersebut bebas

dari monomer dan logam, ini menjadi prinsip penyebab reaksi alergi pada

bahan gigitiruan konvensional.


49

e. Gigi tiruan sementara

Gigi tiruan sementara dianjurkan oleh dokter gigi selama masa

penyembuhan. Setelah bedah rekonstruksi rahang atas yang edentulous baik

dengan augmentasi alveolar atau prosedur distrakasi dan penempatan implan

perlu untuk mengakomodasi pasien selama periode antara operasi dan

pembuatan gigitiruan definitif. Dalam masa setelah operasi selama fase

konsolidasi rahang atas yang direkonstruksi, sebuah gigitiruan fleksibel

menawarkan solusi sementara yang memungkinkan pasien untuk

melanjutkan aktifitas hariannya. Gigitiruan yang terbuat dari bahan fleksibel

mencegah adanya tekanan yang paling besar dan dengan demikian, menjaga

regenerasi jaringan tulang yang lebih banyak dari pada gigitiruan resin

akrilik yang keras. Pembuatan gigitiruan fleksibel selama fase konsolidasi

tulang yang dicangkokkan dan implan memungkinkan pasien untuk

menjembatani waktu yang dibutuhkan untuk penyatuan tulang yang optimal

dari gigi implan dan pembuatan gigitiruan definitif tanpa membahayakan

regenerasi jaringan tulang.

f. Pengelolaan fraktur midline

Fraktur midline gigi tiruan penuh telah dilaporkan sebagai jenis fraktur

kedua yang paling sering terjadi pada gigitiruan. Bahan gigitiruan fleksibel

dilaporkan memiliki keuntungan terapi dalam mengatasi fraktur midline gigi

tiruan.

g. Kenyaman yang lebih baik untuk pasien

Bentuk gigitiruan fleksibel merupakan alternatif yang sangat baik untuk

gigitiruan yang keras. Pasien memperlihatkan kerjasama yang sangat baik


50

karena tidak ada logam yang terlihat. Bahan menjadi lembut dan kuat dapat

dibuat tipis dan ringan dibandingkan dengan gigitiruan konvensional. Hal ini

mendorong adaptasi lidah dan pipi yang lebih baik terhadap basis gigitiruan.

Gigi tiruan fleksibel tidak akan menyebabkan sore spots (bintik-bintik merah

yang sakit) dan memiliki tingkat kenyamanan yang lebih baik yang dapat

menghasilkan modulus elastisitas yang rendah. Gigitiruan ini menyerap

sedikit air yang menjadikan gigitiruan kompatibel terhadap jaringan lunak.

h. Keuntungan lain

Gigi tiruan fleksibel juga dapat digunakan untuk membuat night guard

dan sleep apnea, microstomia, jaringan parut pada mulut dan wajah akibat

penyakit, trauma, atau luka bakar.

Kerugian Valplast

a. Distribusi tekanan

Aplikasi gigitiruan fleksibel pada kondisi Kennedy kelas I dan II tidak

diindikasikan karena daerah gigitiruan fleksibel analog dengan konektor

utama cetakan gigitiruan juga fleksibel. Oleh karena itu sebenarnya tidak ada

cara untuk mengontrol dan memahami cara tekanan ditransmisikan pada gigi

tiruan fleksibel.

b. Perubahan warna

Gigi tiruan fleksibel dilaporkan mengalami pemudaran warna basis

gigitiruan secara bertahap selama 12-24 bulan. Penelitian dan perbaikan

selanjutnya dalam hal bahan dibutuhkan untuk mengatasi masalah ini.

c. Terlepasnya gigi
51

Kelemahan utama lainnya yang terlihat adalah terlepasnya gigi dari

basis gigitiruan. Bahan dasar poliamida pada gigitiruan memiliki sifat unik

yang tidak memiliki ikatan kimia dengan salah satu resin akrilik/porselin,

sehingga ikatan mekanik merupakan satu-satunya bentuk yang digunakan

pada bahan dasar gigitiruan poliamida. Tinggi yang cukup pada gigi yang

dipilih diperlukan untuk ikatan mekanik. Undercut mekanik (diatorik) harus

dilakukan dibagian tengah masing-masing gigi sehingga cairan poliamida

dapat mengalir kedalam undercut sehingga menjadi penahan gigi dalam gigi

tiruan.

d. Ruang antar rahang yang memadai

Pasien dengan dimensi vertikal yang kurang dan panjang mahkota yang

kecil tidak sesuai untuk kasus gigitiruan fleksibel. Modifikasi dalam desain

gigi dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini.

e. Perbaikan ulang dan relining

Masalah lain yang dihadapi dengan bahan ini adalah tidak ada

perbaikan ulang atau relining yang mungkin untuk dilakukan.

f. Gigi tiruan definitif

Gigi tiruan fleksibel umumnya tidak digunakan untuk restorasi jangka


panjang dan dimaksudkan hanya untuk aplikasi sementara atau temporer.
DAFTAR PUSTAKA

Haryanto, A.G., Anton, M., Lusiana, K.B., Freddy, S., Indra, S. 1991. Ilmu Geligi
Tiruan Sebagian Lepasan: Jilid 1. Jakarta: Hipokrates.

Phoenix RD, Cagna DR, DeFreest CF, Stewart KL. Stewart's Clinical Removable
Partial Prosthodontics.4th ed. Hanover Park: Quintessence; 2008. pp. 218–20

Jones, John D. & Garcia, Lily T. Removable Partial Denture’s A Clinician Guide.
2009. USA: Blackwell Publishing.

O.Boucher Carl, Judson C. Hickey, George A.Zarb. Prostodontic Treatment For


Edentulous Patient. Saint Louis. 1975.

Zarb GA, et all,. Buku Ajar Prostodonsi Untuk Pasien Tak Bergigi. Edisi 10. EGC:
2002.

Hopkins R. 1982. Alihbahasa :Yuwono L. BedahMulutPreprostetik, Jakarta: EGC


.
Combe E.C Alihbahasa:TariganSlamat. Sari Dental Material.: Cetakan Pertama,
balaiPustaka, Jakarta.1992..
Itjingningsih WH, Gigi TiruanLengkapLepas, EGC, Jakarta; 1996.
Sudiono J, Anggraini W,. Resorbsi Jaringan Pendukung Keras Geligi Tiruan
Lengkap Rahang Bawah pada Wanita. MKG (Dental Jurnal) 2001.
Carr, A.B., McGivney, G.P., and Brown D.T. McCracken’s Partial Removable
Prosthodontics: 11th edition. Elsevier Mosby.

Soesetijo, Ady. 2016. Pertimbangan Laboratoris Arah Pemasangan Rotasi Gigi


Tiruan Sebagian Lepasan Rangka Logam. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas
Jember.

Wurangian I. 2013. Penggunaan Pelapis Lunak Untuk Mengurangi Rasa Sakit Pada
Alveolar Ridge Yang Tajam. Jakarta: E-Journl Widya Kesehatan dan
Lingkungan Vol. 1 No.1

Keng, S.B. 1996. Acrilic Resin Labial Flange for Kennedy Class I Partial Denture :
A Clinical Report. J.Pros.Dent. 75(2) 114-6.

52
53

Wurangian I. Aplikasi dan desain valplast pada gigitiruan sebagian lepas.


JITEKGI; 2010 Nov; Jakarta; p. 63-8.
Prashanti E,dkk. Flexible Dentures : a flexible option to treat edentulous patients.
Journal of Nepal Dental Association [internet] 2010 [cited 2011 Nov 13]; 1(11):
about 3 p.]. Available from www.scribd.com/Flexible dentures A fl-exible option
to treat edentulous
Negrutiu M, Sinescu C, Romanu M, Pop D, Lakatos S. Thermoplastic resins for
flexible framework removable partial dentures. [internet] [cited 2011 Nov 15]

Anda mungkin juga menyukai