Anda di halaman 1dari 38

LAPORAN PRAKTIKUM

DENTAL ASSISTANT’S
Chair Side Assistant’s in GIC Filling and ART

Dosen Pengampu : Muh. Irfani, SST

Disusun Oleh:

Nama : Sherina Nirmala Dewi Fattah

NIM : P1337425218029

DIV Terapis Gigi dan Mulut

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIN KESEHATAN SEMARANG

2020
A. LATAR BELAKANG

Tujuan adanya Chair Side Assistant adalah membantu operator dalam


melakukan SOP. Chair Side Assistant melaksanakan berbagai tugas penting di ruang
kedoktean gigi dan membantu dokter gigi selama pemeriksaan dan perawatan gigi.
Bersama dengan itu, Asisten juga memenuhi tugas administrasi seperti penjadwalan
janji, menjaga catatan dan kebersihan ruang perawatan untuk memberikan perawatan
pasien berkualitas tinggi. Asisten harus memiliki keterampilan komunikai dan
interpersonal yang kuat untuk membangun hubungan yang kuat dengan dokter gigi
serta memberikan instruksi perawatan gigi yang tepat kepada pasein.

Glass ionomer cement adalah bahan tambal sewarna gigi yang komponen


utamanya adalah :
 Likuid yang merupakan gabungan air dengan polyacid (asam poliakrilat, maleat,
itakonat, tartarat)

 Bubuk yang berupa fluoroaluminosilicate glass

Kelebihan :

 Bahan tambal ini meraih popularitas karena sifatnya yang dapat melepas fluor
yang sangat berperan sebagai antikaries. Dengan adanya bahan tambal ini,
resiko kemungkinan untuk terjadinya karies sekunder di bawah tambalan jauh
lebih kecil dibanding bila menggunakan bahan tambal lain

 Biokompatibilitas bahan ini terhadap jaringan sangat baik (tidak menimbulkan


reaksi merugikan terhadap tubuh)

 Material ini melekat dengan baik ke struktur gigi karena mekanisme


perlekatannya adalah secara kimia yaitu dengan pertukaran ion antara tambalan
dan gigi. Oleh karena itu pula, gigi tidak perlu diasah terlalu banyak seperti
halnya bila menggunakan bahan tambal lain. Pengasahan perlu dilakukan untuk
mendapatkan bentuk kavitas yang dapat ‘memegang’ bahan tambal.
Kekurangan :
 Kekuatannya lebih rendah bila dibandingkan bahan tambal lain, sehingga tidak
disarankan untuk digunakan pada gigi yang menerima beban kunyah besar
seperti gigi molar (geraham)

 Warna tambalan ini lebih opaque, sehingga dapat dibedakan secara jelas antara
tambalan dan permukaan gigi asli

Tambalan glass ionomer cement lebih mudah aus dibanding tambalan lain

Tenik ART (Atrumatic Pestorative Treatment) merupakan suatu teknik


menumpat dengan alat minimal yaitu hanya menggunakan instrument tangan dengan
bahan penumpatan, salah satunya adalah semen ionomer kaca. Prinsip dasar ART
adalah:
1. Menghilangkan jaringan keras pada gigi hanya dangan instrument
genggam
2. Merestrorasi kavitas dengan bahan tumpatan yang adhesif pada gigi

Meggunakan teknik ART tentunya terdapat beberapa indikasi dan


kontraindikasi. Antar lain:

1. Indikasi pada ART:


a) Kavitas yang hanya melibatkan email dan dentin
b) Kavitas tersebut memungkinkan untuk dirawat dengan hand instrument
2. Kontrainikasi pada ART:
a) Kavitas sudah melibatkan pulpa
b) Kavitas sudah ada abses atau fisula
c) Gigi telah mengalami rasa nyeri yang bekepanjangan dan mungkin
teah menjadi pulpitis kronis
d) Ada tanda yang jelas bahwa ada karies namun kavitas tidak bisa
dibuka secara manual dari proksimal atau oklusal, jadi harus dibuka
dengan bur
e) Gigi dipermukaan proksimal dan pit buccal
B. TUJUAN PRAKTIKUM

1. Mahasiswa mampu menjelaskan persiapan alat dan bahan pada tindakan CSA in
GIC Filling and ART Filling Treatment
2. Mahasiwa mampu menjelasknan proedur dan aplikasi CSA in GIC Filling and
ART Filling Treatment
3. Mahasiswa mampu melakukan simulasi perawatan GIC dengan sementasi dan
perawatan ART di dental chair.

C. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN PRAKTIKUM


Waktu : Jum’at, 14 Februari 2020
Tempat : Klinik Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Semarang

D. PEMBAHASAN
1. CSA in GIC Filling Treatment
Persiapan Alat dan Bahan
a) Alat
1) OD Set (pinset, kaca mulut, excavator, sonde)
2) Handpiece
3) Mata bur (round bur, inverted bur, fissure bur)
4) Mixing slab
5) Agate spatel
6) Plastis filling instrument
7) Burnisher
8) Tempat kapas
b) Bahan
1) Cotton roll
2) Cotton pellet
3) Aquadest
4) GIC powder
5) GIC liquid
6) Paper pad
7) Dentin conditioner
8) Articulating paper
9) Varnish atau cocoa butter

Persiapan Operator
a) Masker
b) Handscoon

Persiapan Pasien
a) Napkin atau celemek
b) Posisi senyaman mungkin

SOP dan CSA

SOP CSA dan Foto


Persiapan Asisten mengatur DCMU dengan sudut
1. Persiapan DCMU 60 derajat
2. Persiapan Alat dan
Bahan
3. Persiapan operator dan
asisten

Asisten menyiapkan alat dan bahan

Asisten memanggil pasien, membuka


jalan masuk dan menginstruksikan pasien
untuk duduk di DCMU
Asisten memakaikan napkin atau celemek
ke pasien

Asisten mengatur DCMU menjadi posisi


supine

Asisten menaikkan DCMU sampai kaki


bisa masuk ke DCMU lalu menaikkan
Backrest DCMU sesuai operator dan
mulut pasien
Asisten memanggil operator

Melakukan identidikasi kasus Operator melakukan pemeriksaan Extra


dengan pemeriksaan Extra Oral oral, Asisten mencatat hasil pemeriksaan
dan Intra Oral

Asisten menyalakan lampu DCMU

Asisten mentransfer sonde dan kaca mulut


ke operator
Operator melakukan pemeriksaan Intra
oral, dan asisten mencatat hasil
pemeriksaan

Operator mengembalikan sonde ke asisten

Melakukan komunikasi Asisten memberikan komunikasi


terapeutik sebelum tindakan terapeutik kepada pasien sebelum
dilakukan tindakan.

Melakukan preparasi: Asisten memasang round bur ke


1. Membentuk jalan masuk handpiece, lalu memberikan kepada
kavitas menggunakan operator
round bur
2. Membentuk retensi
kavitas dengan inverted
fur
3. Membentus resistensi
kavitas menggunakan
fissure bur

Operator melakukan preparasi

Operator mengembalikan handpiece dan


asisten menerimanya

Asisten memasang inverted bur ke


handpiece, lalu memberikan kepada
operator
Operator melakukan preparasi

Operator mengembalikan handpiece dan


asisten menerimanya

Asisten memasang Fissur bur ke


handpiece, lalu memberikan kepada
operator
Operator melakukan preparasi

Operator mengembalikan handpiece dan


asisten menerimanya

Memblokir area kerja dari saliva Asisten memberikan cotton roll kepada
operator dengan menggunakan pinset
Operator memblokir area kerja

Operator mengembalikan pinset ke asisten

Sterilisasi kavita Asisten membashi cotton pellet dengan


aquadest dan memberikan ke operator
menggunakan pinset
Operator menerima pinset dan melakukan
sterilisasi kavita

Operator mengembalikan pinset dan


cotton pellet ke asisten

Asisten mengambil cotton pellet kering


dan memberikan ke operator
menggunakan pinset

Operator menerima pinset dan melakukan


pengeringan kavita
Operator mengembalikan pinset dan
cotton pellet ke asisten

Penumpatan Asisten memberikan cotton pellet yang


1. Pengolesan dentin sudah dibahasi dentin contioner kepada
conditioner operator
2. Pembersihan kavitas dari
dentin conditioner
dengan aquadest
3. Manipulasi bahan
4. Penumpatan
5. Kondensasi

Operator menerima dan mengoleskan


dentin conditioner ke kavitas
Operator mengembalikan pinset dan
cotton pellet ke asisten

Asisten membashi cotton pellet dengan


auadest dan memberikan ke operator
menggunakan pinset

Operator menerima pinset dan melakukan


pembersihan kavita
Operator mengembalikan pinset dan
cotton pellet ke asisten

Asisten mengambil cotton pellet kering


dan memberikan ke operator
menggunakan pinset

Operator menerima pinset dan melakukan


pengeringan kavita

Operator mengembalikan pinset dan


cotton pellet ke asisten
Asisten memanipulasi bahan GIC

Asisten memberikan bahan tumpatan


menggunakan sonde karena kavita kecil
kepada operator
Operator melakukan penumpatan

Operator mengembalikan sonde ke asisten

Asisten memberikan plastic filling


instrument ke operator untuk melakukan
kondensasi

Operator melakukan kondensasi


Operator mengembalikan plastis filling
instrument ke asisten

Penyelesaian: Asisten meminta pasien untuk oklusi dan


1. Mengecek ketinggian menelan ludah guna mengecek apakah
gigitan tumpatan sudah baik
2. Mengambil kapas yang
digunakan untuk blokir
saliva
3. Melakukan pengolesan
dan penghalusan
tumpatan
Asisten mengambil kapas yang digunakan
untuk blokir saliva

Asisten menerikn cocoa butter kepada


operator untuk dilakukan penghalusan
tumpatan

Operator melakukan pengolesan ke pasien


Asisten memberikan burnisher ke
operaator untuk dilakukan penghalusan
tumpatan

Operator melakukan penghalusan


tumpatan

Operator mengembalikan burnisher ke


asisten

Operator mengembalikan kaca mulut ke


asisten. Asisten menerimanya.
Asisten mematikan lampu DCMU

Komunikasi terapeutik setelah Asisten memberikan komunikasi


tindakan terapeutik setelah tindakan dan meminta
untuk datang pada kunjungan selanjutnya
untuk dilakukan polishing

Penyelesaiian Asisten menurunkan dan memposisikan


DCMU

Asisten membuka napkin dari pasien


Asisten membuka jalan keluar pasien dan
mempersilahkan untuk turun dari DCMU

2. CSA in GIC Filling with ART Treatment


Persiapan Alat dan Bahan
a) Alat
1) OD Set (pinset, kaca mulut, excavator, sonde)
2) Mixing slab
3) Agate spatel
4) Plastis filling instrument
5) Burnisher
6) Tempat kapas
b) Bahan
1) Cotton roll
2) Cotton pellet
3) Aquadest
4) GIC powder
5) GIC liquid
6) Paper pad
7) Dentin conditioner
8) Articulating paper
9) Varnish atau cocoa butter
Persiapan Operator
c) Masker
d) Handscoon

Persiapan Pasien
a) Napkin atau celemek
b) Posisi senyaman mungkin

SOP dan CSA

SOP CSA dan Foto


Persiapan Asisten mengatur DCMU dengan sudut
1. Persiapan DCMU 60 derajat
2. Persiapan Alat dan
Bahan
3. Persiapan operator dan
asisten

Asisten menyiapkan alat dan bahan

Asisten memanggil pasien, membuka


jalan masuk dan menginstruksikan pasien
untuk duduk di DCMU
Asisten memakaikan napkin atau celemek
ke pasien

Asisten mengatur DCMU menjadi posisi


supine

Asisten menaikkan DCMU sampai kaki


bisa masuk ke DCMU lalu menaikkan
Backrest DCMU sesuai operator dan
mulut pasien

Asisten memanggil operator


Melakukan identidikasi kasus Operator melakukan pemeriksaan Extra
dengan pemeriksaan Extra Oral oral, Asisten mencatat hasil pemeriksaan
dan Intra Oral

Asisten menyalakan lampu DCMU

Asisten mentransfer sonde dan kaca mulut


ke operator
Operator melakukan pemeriksaan Intra
oral, dan asisten mencatat hasil
pemeriksaan

Operator mengembalikan sonde ke asisten

Melakukan komunikasi Asisten memberikan komunikasi


terapeutik sebelum tindakan terapeutik kepada pasien sebelum
dilakukan tindakan.

Melakukan preparasi Asisten memberikan excavator ke oprator


menggunakan hand instrument untuk melakukan preparasi
(excavator)

Operator melakukan preparasi

Operator mengembalikan excavator dan


asisten menerimanya

Memblokir area kerja dari saliva Asisten memberikan cotton roll kepada
operator dengan menggunakan pinset

Operator memblokir area kerja


Operator mengembalikan pinset ke asisten

Asisten membashi cotton pellet dengan


aquadest dan memberikan ke operator
menggunakan pinset

Operator menerima pinset dan melakukan


sterilisasi kavita

Operator mengembalikan pinset dan


cotton pellet ke asisten
Memblokir area kerja dari saliva Asisten mengambil cotton roll kering dan
memberikan ke operator menggunakan
pinset

Operator menerima pinset dan melakukan


pengeringan kavita

Operator mengembalikan pinset ke asisten

Sterilisasi kavita Asisten memberikan cotton pellet yang


sudah dibahasi dentin contioner kepada
operator
Operator menerima dan mengoleskan
dentin conditioner ke kavitas

Operator mengembalikan pinset dan


cotton pellet ke asisten

Asisten membashi cotton pellet dengan


auadest dan memberikan ke operator
menggunakan pinset
Operator menerima pinset dan melakukan
pembersihan kavita

Operator mengembalikan pinset dan


cotton pellet ke asisten

Penumpatan Asisten mengambil cotton pellet kering


1. Pengolesan dentin dan memberikan ke operator
conditioner menggunakan pinset
2. Pembersihan kavitas dari
dentin conditioner
dengan aquadest
3. Manipulasi bahan
4. Penumpatan
5. Kondensasi
Operator menerima pinset dan melakukan
pengeringan kavita

Operator mengembalikan pinset dan


cotton pellet ke asisten

Asisten memanipulasi bahan GIC


Asisten memberikan bahan tumpatan
menggunakan sonde karena kavita kecil
kepada operator

Operator melakukan penumpatan

Operator mengembalikan sonde ke asisten


Asisten memberikan plastic filling
instrument ke operator untuk melakukan
kondensasi

Operator melakukan kondensasi

Operator mengembalikan plastis filling


instrument ke asisten

Asisten meminta pasien untuk oklusi dan


menelan ludah guna mengecek apakah
tumpatan sudah baik

Asisten mengambil kapas yang digunakan


untuk blokir saliva

Asisten memberikn cocoa butter kepada


operator untuk dilakukan penghalusan
tumpatan

Operator melakukan pengolesan ke pasien

Asisten memberikan burnisher ke


operaator untuk dilakukan penghalusan
tumpatan

Operator melakukan penghalusan


tumpatan
Penyelesaian: Operator mengembalikan burnisher ke
1. Mengecek ketinggian asisten
gigitan
2. Mengambil kapas yang
digunakan untuk blokir
saliva
3. Melakukan pengolesan
dan penghalusan
Operator mengembalikan kaca mulut ke
tumpatan
asisten. Asisten menerimanya.

Asisten mematikan lampu DCMU

Komunikasi terapeutik setelah Asisten memberikan komunikasi


tindakan terapeutik setelah tindakan dan meminta
untuk datang pada kunjungan selanjutnya
untuk dilakukan polishing
Penyelesaiian Asisten menurunkan dan memposisikan
DCMU

Asisten membuka napkin dari pasien

Asisten membuka jalan keluar pasien dan


mempersilahkan untuk turun dari DCMU

E. KESIMPULAN
Chair Side Assistant adalah bagian yang sangat penting dalam kedokteran
gigi. Asisten membantu dokter gigi selama prosedur untuk meningkatkan
produktivitas. Dokter gigi dapat menyelesaikan prosedur lebih cepat dengan bantuan
asisten, membuat pasien lebih nyaman, serta lebih efisien untuk dental office.
Peran CSA juga ditemukan dalam tindakan penambalan salah satunya adalah
penambalan dengan bahan GIC. Tindakan tersebut dapat dilakukan dengan
menggunakan bur ataupun dengan ART. Hal tersebut dapat dilakukan sesuai kondisi
pasien. Tindakan menggunakan teknik ART harus diperhatikan, karena tidak semua
kasus dapat dilakukan dengan teknik tersebut.